Pacaran ala Buddhis - Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha
Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha  

Go Back   Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha > Lain-Lain > Artikel Buddhist


Nona/mas manis, join Wihara.com donk :D . Jangan jadi guest doank hehe :))
Reply
 
LinkBack Thread Tools Search this Thread Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 01-01-09, 11:52
tanhadi's Avatar
tanhadi Berbuat baiklah, tapi jangan harapkan orang berterima kasih sebagai balasannya.
Super Moderator
 
Join Date: Mar 2008
Location: Sidoarjo
Posts: 2,410
tanhadi is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to tanhadi
Default Pacaran ala Buddhis

PACARAN ALA BUDDHIS


Pengertian istilah ‘pacaran' adalah hubungan seorang pria dan wanita yang bertujuan untuk saling mengenal secara pribadi sebagai persiapan membangun rumah tangga dalam ikatan perkawinan.

Adapun penggunaan judul ‘Pacaran ala Buddhis' tentunya tidak untuk membandingkan dengan ‘pacaran ala bukan Buddhis', melainkan lebih menekankan cara mendapatkan pacar atau melangsungkan pacaran sesuai dengan Ajaran Sang Buddha.

Masalah pacaran ini memang hanya dialami oleh para umat Buddha yang tinggal dalam masyarakat, atau perumah tangga saja. Sedangkan, untuk para bhikkhu yang tidak menikah dan tinggal di vihara tentunya tidak mengalaminya. Namun, upaya mendapatkan pacar atau calon pasangan hidup ini tetap bisa dicari dalam Dhamma Ajaran Sang Buddha. Hal ini karena Ajaran Sang Buddha bukan hanya untuk para bhikkhu saja, melainkan juga untuk para perumah tangga.

Sebagai langkah awal, untuk mendapatkan seorang pacar tentunya diperlukan beberapa persiapan mental atau perbaikan pola pikir;

Pertama,
Milikilah rasa percaya diri yang timbul dari pemahaman bahwa mencari pacar sesungguhnya lebih mudah daripada mencari uang.

Pemahaman ini berdasarkan pengalaman bahwa seseorang mungkin saja telah bekerja keras sepanjang hari, namun ia belum tentu mendapatkan selembar uang. Sebaliknya, ketika seseorang mulai membuka mata di pagi hari sampai hendak tidur di malam hari, tidak terhitung lawan jenis yang ‘bersliweran’ ( mondar-mandir ) telah dilihatnya, apalagi kalau dengan sengaja ‘ Mejeng ‘ di Mall-mall TP,GM,PTC dll. Dari sekian banyak lawan jenis yang ditemuinya, tentu ada salah satu diantaranya yang layak dijadikan pacar.

Kalaupun sampai sekian tahun usia kehidupan seseorang masih belum mendapatkan pacar padahal ia sudah sangat banyak bertemu dengan lawan jenis, maka ia hendaknya berusaha menganalisa pola pikirnya ,Mungkin, ia terlalu banyak melihat kekurangan yang ada pada lawan jenis yang dijumpainya. Mungkin pula ia terlalu banyak melihat kekurangan pada diri sendiri. Sebaliknya, ia mungkin melihat terlalu banyak kelebihan yang ada pada orang lain maupun diri sendiri atau ‘Standard perolehan’ yang dipasang terlalu melambung tinggi tanpa ‘ngaca’ kepada diri sendiri. Selama pola pikir yang ia miliki masih belum sesuai kenyataan, bahwa setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihannya masing-masing, maka tentu sangat sulit mendapatkan pacar. Untuk memperbaiki pola pikir, diperlukan langkah berikut yang ada di bawah ini.

Kedua,
Seseorang hendaknya mampu menyesuaikan diri dengan segala kekurangan dan kelebihan dari lawan jenis yang ditemuinya.

Artinya, seseorang tidak akan mampu mengubah orang lain. Seseorang hanya mampu mengubah diri sendiri agar mengerti dan menerima kekurangan maupun kelebihan orang lain. Ia hendaknya mengganti kalimat dalam batinnya dari “Mengapa ia demikian” menjadi, ”Memang ia demikian”. Dengan pola pikir yang berubah, seseorang akan menerima pacar sebagaimana adanya.

Ketiga,
Mengkondisikan agar orang yang sudah dapat diterima kekurangan dan kelebihannya itu untuk tertarik dan berkenan membalas cinta yang telah diberikan kepadanya.

Untuk itu, seseorang haruslah meningkatkan kualitas diri agar layak diperhatikan dan dicintai. Dalam Anggutara Nikaya VIII, 17-18 disebutkan adanya delapan kualitas diri yang dapat ditingkatkan. Adapun delapan kualitas diri itu adalah:

Bentuk tubuh
Senyuman
Ucapan
Nyanyian/ Suara
Tangisan
Gerak gerik
Hadiah
Sentuhan

Agar lebih jelas, dalam kesempatan ini akan diuraikan secara singkat satu persatu dari kedelapan hal tersebut;

* Bentuk tubuh

Adalah hal yang sangat wajar apabila seseorang tertarik dengan lawan jenis karena bentuk fisik yang dimilikinya. Oleh karena itu, upayakan merawat tubuh dengan baik. Jagalah kesehatan dan kebersihan tubuh , Awas BB ( Bau Badan ), BM ( Bau Mulut ), BR ( Bau Rambut ), jangan sampai semua bau-bauan diborong kayak menu di Warteg, ada bau jengkol, ada bau trasi, bau ikan asin dsb...Hmmmm, kacau deh......!. Seseorang tidak harus ganteng atau cantik ( kalau bisa ya...yang pokoknya kalau diajak ‘jalan’, nggak malu-maluin deh .. ), namun apabila ia menjaga dengan baik kondisi tubuhnya, maka kesempatan mendapatkan pacar akan jauh lebih besar daripada mereka yang tidak menjaga tubuhnya.

* Senyuman

Upayakan untuk selalu tersenyum pada saat yang tepat ( Hindari senyum yang berlebihan apalagi jadi tawa terbahak-bahak tanpa sebab yang jelas ..) Senyuman yang tulus akan memberikan kebahagiaan untuk pihak lain. Seseorang yang murah senyum kiranya wajar kalau ia mendapatkan banyak teman. Dengan mempunyai banyak teman di sekitarnya, tentu semakin besar pula kemungkinan yang ia miliki untuk segera mendapatkan pacar.

* Ucapan

Perhatikan ucapan yang disampaikan kepada rekan maupun kerabat ( Hindari “ kata-kata mutiara ala Suroboyo-an “ ataupun kata-kata yang “ Nylekit “ dihati sipendengar ). Ucapan yang baik, kata-kata yang halus dan lebih-lebih lagi bijaksana, akan mengkondisikan orang lain berbahagia. Dengan demikian, lawan jenis akan bersedia mendekat ingin dijadikan pacar atau pasangan hidup.

* Nyanyian / Suara

Nyanyian yang dimaksudkan di sini dapat berarti kemampuan seseorang untuk bernyanyi, namun dapat pula berarti kemampuan seseorang bersuara merdu dan enak di dengar sewaktu ia berbicara. Jadi, hindari perkataan dengan nada tinggi yang menyakitkan telinga atau sebaliknya bergumam sehingga tidak dapat didengar oleh lawan bicara. Pembicara yang selalu memperhatikan tinggi rendahnya suara, cepat lambatnya ucapan serta keras lembutnya pengucapan tidak akan pernah membosankan pendengarnya. Ia selalu menjadi pusat perhatian lingkungannya. Dalam kondisi seperti ini, jelas akan ada orang yang ingin menjadi pacar ataupun pasangan hidupnya.

* Tangisan

Tangisan tulus dan terjadi pada waktu yang tepat akan sangat berpengaruh dalam membangun serta membina hubungan dengan pacar. Oleh karena itu, jangan gunakan air mata untuk melakukan kebohongan agar mendapatkan belas kasihan orang lain ( Air mata buaya nich yee....!). Gunakanlah setiap tetes air mata yang mengalir sebagai sarana mengungkapkan rasa haru akan kasih yang tulus. Dengan demikian, orang akan menghargai tangisan itu sebagai kondisi untuk mendekatkan kedua pribadi sebagai pacar atau pasangan hidup.

* Gerak gerik

Lambaian tangan, gemulai badan, goyangan kepala sampai pandangan mata akan menjadi daya tarik tersendiri. Semakin tepat seseorang melakukan gerak gerik yang mendukung suasana tertentu, semakin besar pula kemungkinannya mendapatkan seorang pacar. Oleh karena itu, tidak jarang seseorang mengikuti berbagai kursus kepribadian agar ia mampu meningkatkan efektifitas gerak gerik yang dilakukannya.

* Hadiah

Tidak disangkal bahwa sekuntum bunga mawar merah yang dipersembahkan dengan batin tulus dari seorang pria kepada seorang wanita sering berhasil mengawali sebuah kisah cinta. Hadiah yang diberikan memang tidak harus mahal harganya. Namun, setiap hadiah haruslah dibarengi dengan niat yang tulus yaitu memberikan perhatian. Dengan sering memberikan perhatian, maka tentu saja, ia akan mendapatkan perhatian pula dari lingkungannya. Dengan banyaknya perhatian yang diperolehnya, maka kesempatan mendapatkan pacar juga semakin besar.

* Sentuhan

Sentuhan atau kontak fisik yang dimaksudkan dapat dilakukan dengan bergandeng tangan, mengusapkan keringat atau air mata pasangannya. Namun tentu saja bukan sentuhan yang berlebihan sehingga ‘Kebablasan’ dan mengkondisikan terjadinya pelanggaran aturan kemoralan. Dengan sentuhan yang lembut, sopan dan menghargai orang lain, maka tentunya lawan jenis tidak keberatan untuk menjadi pacar. Oleh karena itu, penggunaan sentuhan yang tepat waktu dan sesuai dengan kondisi saat itu akan sangat membantu dalam proses pendekatan kedua belah fihak.

Dengan kemampuan meningkatkan delapan hal yang telah disebutkan di atas, kiranya mencari pacar bukanlah hal yang sulit lagi. Bahkan, ia yang sudah menjadi pacar, mungkin ia sangat berkeinginan untuk segera meningkatkan hubungan menjadi pasangan hidup dalam ikatan perkawinan.

Oleh karena itu, kiranya saran singkat pacaran ala Buddhis ini dapat dipelajari, dilaksanakan sehingga membuahkan kebaikan serta kebahagiaan sesuai dengan harapan.


Semoga demikianlah adanya.
Semoga Anda berbahagia.
Semoga semua mahluk berbahagia.

“ Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta ”

(Sumber : Naskah Buddhist, oleh : Bkhikkhu Utamo Mahathera)
__________________
Salam Metta,
Sabbe satta bhavantu sukhitatta

http://tanhadi.blogspot.com/
http://www.tamandharma.com/
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 20-04-09, 14:22
Tentara dharma's Avatar
Tentara dharma "Om Namo Bhagavate Vasudevaya"
Senior
 
Join Date: Apr 2009
Location: in ur mind
Posts: 173
Tentara dharma is on a distinguished road
Post

sedikit tambahan...

Sebelum mencapai tahap perkawinan, ada baiknya kita melewati masa perkenalan (pacaran) yang merupakan masa bagi kita untuk saling menjajaki satu sama lain. Ada beberapa faktor yang sebaiknya kita jadikan pertimbangan dalam mencari pasangan hidup yang baik. Terdapat 4 hal yang diuraikan dalam Anguttara Nikaya II,60. Hal tersebut adalah :
A. Kesamaan keyakinan (samma saddha)
Walaupun sering kali dianggap hal yang kurang diperhatikan. Ada baiknya bagi kita untuk mencari pasangan hidup yang sama keyakinannya (agama). Seringkali kita mendengar banyak muda mudi berkata bahwa cinta dapat mengalahkan segalanya. Tetapi jika mereka mau berpikir lebih jauh, bila nanti mereka mempunyai anak, sangatlah sulit untuk menentukan pembinaan agama bagi keturunannya. Orang tua akan terlibat perdebatan berkepanjangan karena menganggap agamanya yang paling baik ( walaupun mungkin dapat diselesaikan jika salah satu ada yang mengalah). Alangkah lebih baiknya jika kedua orang tua bersama anak-anaknya pergi ke Vihara bersama-sama daripada saling memisahkan diri.

B. Kesamaan kemoralan (samma sila)
Jika sudah sama agamanya yaitu Agama Buddha hendaklah pasangan memiliki kesamaan dalam menjalankan Sila yang baik. Alangkah bahagianya jika pasangan dapat harmonis dalam menjalankan Sila-Sila dalam Agama Buddha terutama Pancasila Buddhis. Hal ini akan menambah keharmonisan pasangan karena masing-masing telah mengerti akan Ajaran Sang Buddha dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

C. Kesamaan kedermawanan (samma caga)
Jika pasangan mempunyai watak kedermawanan yang sama dan sesuai dengan Ajaran Sang Buddha maka mereka akan mengerti bahwa sesungguhnya cinta adalah memberi segalanya demi kebahagiaan orang lain.

D. Kesamaan kebijaksanaan (samma panna) Bila masing masing pasangan memiliki kebijaksanaan yang sama. Maka segala permasalahan yang timbul dalam pacaran maupun pada saat membina pasangan hidup dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan ajaran Agama Buddha. Pasangan harus sama-sama mengerti bahwa masalah yang timbul semuanya adalah akibat ketidakpuasan dan ketidak-kekalan yang semuanya adalah dukkha. Maka jika pasangan memiliki kesamaan kebijaksanaan maka diharapkan masalah dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.


akhir kata,mudah2an semua manusia dalam berpacaran tidak putus-nyambung/gonta-ganti pacar....
__________________
"Pelajarilah Kebenaran Di Pagi hari
Meninggallah dengan Bahagia Di Malam Hari"


"konfusius words"
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Selamatkan (Majalah Buddhis Anak) Mamit! Mr. Wei Kesempatan Berdana 13 17-12-09 10:59
Daftar Nama Nama Sekolah Budhist Di Indonesia Liao_fan Seputar Buddhisme 4 26-11-09 17:23
Buddhisme Maitreya Dhammapala Maitreya 214 04-09-09 12:20
PROF. Dr Ben Anderson bicara TENTANG Buddhis langitbiru` Seputar Buddhisme 0 07-06-05 18:48
Pendekatan Buddhis Terhadap Pembangunan Sosial dan Ekonomi langitbiru` Seputar Buddhisme 1 05-03-05 15:22


All times are GMT +7. The time now is 06:03.


Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Wihara.com 2004-2009 All rights reserved