|
|||
|
Selamat pagi dan salam sejahtera,
Manusia dilahirkan ke dunia ini diawali dg ke terbatasan, ke tidak tahuan, inilah karakter awal manusia lahir ke dunia ini, satu hal yg mengagumkan dari seorang manusia adalah kemampuannya utk BELAJAR, dan ini sdh dimulai dari sejak didalam kandungan, mulai menyerap zat2 gizi dari ibunya, mulai mengerakan kaki tangannya, mulai belajar menghisap jari tangannya, dan ketika dilahirkan biasanya manusia akan menangis, ini dilakukan agar paru2nya berkembang dan dimulai lah suatu pembelajaran utk melepaskan ketergantungan kebutuhan oksigen dari ibunya, namun tetap saja dia masih sangat lemah dan masih tergantung sekali pada orang tua dan orang2 sekitarnya, dalam hal2 lainnya, misalnya, dalam hal makan, minum, memakaikan pakaiannya, membersihkan kotoran dll... begitulah proses2 belajar ini dilakukan terus menerus sampai pada saat sekarang ini dan sampai pada saat meninggalkan dunia nantinya... tapi apakah setiap proses belajar ini selalu menjadikan perkembangan manusia kearah yang lbh baik??? atau malah sebaliknya??? satu contoh, misalnya anak kecil mulai belajar bicara, adalah sautu proses belajar dimana dia mulai mencoba berinteraksi/berkomunikasi ke lingkungannya dg cara yg lbh tinggi/spesifik utk mengungkapkan pikiran dan perasaannya yang dialami melalui kata2/bahasa, bandingkan ketika blm bisa bicara, manusia kecil ( baca= bayi ) berkomunikasi dg lingkunganya melalui tangisan utk ungkapan ketidak nyamanan yg dialami atau dg senyuman / ketawa utk mengungkapkan kenyamanan yg dialami... , dan bila kata2 itu lembut dan mengandung nilai2 kebenaran, di ucapkan pada saat yg tepat maka pastilah perkembangan proses belajar itu kearah yg positif, terus bagaimana dg kata2 kasar atau berbohong atau omong kosong yg di pelajarinya??? apakah ini suatu proses belajar menuju perkembangan kearah yg lbh baik??? demikian juga proses pembelajaran pada hal2 negatif lainnya, keingin tahuan akan sesuatu yg baru, spt obat2 terlarang, rokok, alkohol, sex abuse, mengambil barang yg tidak diberikan, mengganggu/menyakiti mahluk lain yg lbh lemah dll... ( biasanya dimulai dari rasa keingin tahuan yg dilandasi kebodohan/ketidak tahuan/moha akan bahayanya akibat dari sikap itu, atau juga dilandasi dg sifat ketamakan/lobha dan kebencian/dosha ) sikap2 negatif ini adalah akibat dari pengalaman yg diterimanya selama berinteraksi dg lingkungannya, dan akan tumbuh dalam diri manusia itu, apalagi dg disertai adanya tiga noda lobha,dosha dan moha yang kuat, pastinya perkembangan proses belajar ini akan membawa kepada jurang penderitaan nantinya. dalam hal ini lingkungan ( tempat belangsungnya kontak ke-enam indera, termasuk lingkungan sekolah, rumah, teman2, dls ), harus di perhatikan dalam proses pembelajaran seseorang, agar mengkondisikan perkembangan kearah yg lebih baik lagi / minimal tidak mengkondisikan perkembangan kerah yg lbh turun/buruk nantinya. hidup adalah pilihan2, semua yg terjadi dilingkungan ( baca juga = yang di terima melalui ke-enam indera manusia ) sebenarnya terjadi apa adanya... tinggal apakah individu itu menyadarinya dan menghubungkan hal itu utk mengetahui apakah hal itu di lakukan akan mengakibatkan kenyamanan atau melah ketidaknyamanan dimasa akan datang, inilah yg dinamakan dg PERHATIAN thd hal2 yg di alami dlm keseharian nya, yg akan seterusnya akan menimbulkan KESADARAN bagi individu tersebut, kesadaran inilah yg kemudian dicatat dan akan direfleksikan keluar lagi kalo menemui/menghadapi kondisi yg mirip/hampir sama/sama nantinya, nah semua proses ini lah yang di sebut BELAJAR, dan pilihan2 yg bisa di buat dg menggunakan nalar/kesadaran adalah ke Unggulan dari mahluk manusia. Budha-Dhamma mengajarkan agar manusia terbebas dari tiga noda yaitu noda ketamakan ( lobha ), noda kebencian ( dosha ) dan noda ketidak tahuan / kemasa bodohan ( moha ), sebaliknya mengembangkan keempat sifat agung yg merupakan ciri dari sifat mahluk di alam tinggi ( baca = sifat alam Brahma ) yaitu dg mengembangkan sifat cinta-kasih yang universal( metta citta ), kasih yg mendalam thd penderitaan mahluk lain yg universal ( karuna citta ), kegembiraan terhadap kesenangan yg dialami oleh mahluk lainnya ( Mudita citta ), juga sifat ke tenang-seimbangan internal dalam menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam kontak2 terhadap keenam indera manusia thd lingkungan baik internal maupun eksternal ( Upekkha citta )... internal misalnya, perasaan marah timbul, disadari dan tetap pertahankan ketenang-seimbangan pikiran yg ada, karena perasaan marah itu begitu disadari sebenarnya akan menjadi semakin melemah kekuatan pengaruhnya, dan kemudian perasaan itu akan lenyap, dan mungkin akan muncul lagi bila ada kontak dg hal2 yg tidak menyenangkan lagi dst... begitu yg dinamakan ANICCA, ekternal, misalnya ketika ada suara yg kasar dari seseorang sampai ditelinga seseorang, hendaknya ini di sadari dan di telaah dg pikiran yg tenang-seimbang agar dapat memahami sumber dari penyebab kata2 kasar2 tersebut... jadi hidup ini sebenarnya adalah proses belajar, cuman belajar itu akan menjadi sumber kebaikan akan datang apabila kita dalam proses belajar itu memakai prinsip untuk mengembangkan ke empat sifat2 luhur yaitu Metta, Karuna, Mudita, dan Upekkha. dan sebaliknya proses belajar itu akan menimbulkan ketidak nyamanan / penderitaan / ketidak puasan / penyakit fisik maupun mental dls... apabila dalam proses belajar itu didasari atas ke tiga noda dunia, yaitu Lobha, Dosha, Moha... dalam belajar juga harus diperhatikan adalah selain kebahagian / keuntungan / kenyamanan diri sendiri juga hendaknya janganlah menimbulkan penderitaan mahluk lain dan lingkungan di sekitarnya, atau kalo memungkinkan sebaliknya juga menimbulkan kebahagiaan/ keuntungan / kebaikan mahluk lain dan lingkungan sekitarnya bahkan lbh tinggi lagi kebahagiaan seluruh mahluk dan semesta alam... inilah yang dalam Dhamma ajarkan sebagai sifat ke tidak Egois-an ( kebijaksanaan ) yang akhirnya akan menuju ke pandangan ketidak ada Aku-an ( Anatta ). terakhir Dhamma mengajarkan hendaknya agar manusia tidak lah terlalu melekat dg segala materi yg dimiliki / dicari, juga tidak lah terlalu melekat dg pikiran2 dan perasaan itu sendiri, karena dari kemelekatan ini lah noda2 lobha, dosha, dan moha berkembang dg subur, ingat manusia lahir ke dunia sendiri dan tidak membawa materi ( baca = telanjang ), dan manusia pun akan meninggalkan dunia ini dg kesendirian dan tanpa membawa materi juga. jadi apakah gunanya manusia melakat kepada hal yg tidak dibawa dan ditinggalkannya kemudian...??? masih banyak lagi yang Dhamma ajarkan dan semua ini sangat lah indah pada masa awalnya ( baca = sebagai pengetahuan biasa ), indah pada masa pertengahan ( baca = apabila di praktekan ) dan juga indah pada masa akhirnya ( baca = akibat yg ditimbulkan nantinya sampai pada pencapaian tingkat2 kesuciaan dan pencapaian Nibbana sebagai akhir dari segala penderitaan / Dukha ) terima kasih atas perhatiannya dan semoga bermanfaat. Friendship is the best, |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | Search this Thread |
| Display Modes | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | Thread Starter | Forum | Replies | Last Post |
| Darmagandhul. | langitbiru` | Books Review | 116 | 11-03-10 21:25 |
| 14 Pedoman Hidup Manusia | yuliabenata | Topik Umum | 2 | 02-08-09 13:20 |
| Pencapaian dari Penjapaan Mantera | Light_lotus | True Buddha School | 2 | 24-03-08 12:37 |
| Sekilas Info - Macam Macam Pengetahuan Ringan | yuliabenata | Topik Umum | 59 | 15-07-06 00:42 |
| Flu Burung:Panggilan Alam untuk Membangunkan Umat Manusia | hendri_Limz | Topik Umum | 0 | 14-04-06 18:20 |