Bingung ? Ke Jalan2.com Aja !
Page 2 of 8 FirstFirst 1234 ... LastLast
Results 21 to 40 of 151
Like Tree257Likes

Renungan pagi iii

Seorang istri berjuang membantu suaminya seorang guru yang lumpuh dengan cara menggendong menuju tempat mengajar

  1. #21
    BigBosS's Avatar
    BigBosS is offline Siswa Sang Buddha
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Alam Manusia
    Posts
    487
    Thanks
    57
    Thanked 95 Times in 75 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default Cinta Sang Istri Gendong Suami Puluhan Tahun

    Bosen ?? Ke Jalan2.com Aja Skrg !


    Seorang istri berjuang membantu suaminya seorang guru yang lumpuh dengan cara menggendong menuju tempat mengajar selama lebih dari 17 tahun Du Chanyun adalah seorang guru di kampung Dakou kota Liushan, tepatnya di pedalaman pegunungan Tuniu. Chanyun adalah tumpuan harapan dari 500 KK yang tersebar di kampung Dakou

    Tahun 1981, setelah lulus SMA, ketika itu usianya 19 tahun, Chanyun memutuskan menjadi seorang guru SD di kampung Dakou. Pria asal kampung Nancao, Provinsi Henan ini adalah seorang guru yang gigih. Selama sepuluh tahun, setiap bulan dia hanya memperoleh gaji guru sebesar 6.5 Yuan Renmibi (sekitar Rp. 7.000).

    Suatu hari, di tahun 1990, bencana datang menimpanya. Saat itu adalah musim panas. Hujan badai membasahi ruangan kelas sekolahnya. Biasanya, di liburan musim panas, orang-orang di kampung itu mengumpulkan uang untuk memperbaiki sekolah, Du Chanyun begitu bersemangat bekerja, kehujanan pun tetap kerja memindahkan batu, seluruh badan basah kuyup. Akhirnya pada suatu hari, dia jatuh sakit, sakit berat karena kehujanan dan capek. Sayangnya, setelah sembuh ia mendapatkan tubuhnya dia sudah tidak mampu dibuat berdiri lagi. Tubuh sisi kirinya tidak dapat digerakkan. Meski begitu, ia khawatir, mengajar akan menjadi sebuah mimpi yang jauh baginya.

    Istrinya, Li Zhengjie merasakan isi hati sang suami. Untuk menentramkannya, Li mengatakan, “Kamu jangan kuatir, kamu tidak bisa jalan, sampai panggung pun saya akan menggendongmu,” demikian ujar wanita dari kampung yang buta huruf ini.

    Menopang Suami
    Tak urung, Li memikul tanggung jawab keluarga. Setiap hari, ia harus menggendong suaminya menjadi seorang guru dari rumah sampai sekolah yang jaraknya 6 mil. Sejak 1 September 1990, jadwal hidup Li seperti ini. Setiap hari mulai pagi-pagi, Li Zhengjie bangun menanak nasi, membangunkan 4 anggota keluarganya dan menyiapkan mereka makanan. Setelah makan, ia harus menggendong suaminya berangkat mengajar.

    Di sepanjang jalan, Li meraba, merangkak jatuh bangun sampai tiba di sekolah. Di sekolah, Li menempatkan suaminya di kursi lalu menitip pesan ke beberapa murid yang agak besar lantas bergesa-gesa pulang. Maklum, di rumah masih ada sawah yang menunggunya untuk dikerjakan. Sejak memikul tanggung jawab mengendong suaminya, ada dua hal yang paling dia takuti adalah musim panas dan musim dingin.

    Rumah Du Chanyun berada pada Barat Selatan sekolah, walaupun jarak dari rumahnya ke sekolah hanya 3 mil, namun tidak ada jalan lain, selain dari jalan tikus, dengan batu-batuan yang berserakan, ranting-ranting pohon, sungai kecil.



    Hampir Terpeleset ke Sungai
    Pada suatu hari di musim panas, saat itu, baru saja turun hujan lebat, Li Zhengjie seperti hari biasa menggendong suaminya berangkat. Air sungai saat itu melimpah menutup batu injakkan kakinya. Li Zhengjie sudah hati-hati meraba-raba batu pijakan, namun tidak disangka ia tergelincir. Arus sungai yang deras menghanyutkan mereka sampai 10 meter lebih.

    Untung tertahan oleh ranting pohon yang melintang di hulu sungai. Setelah lebih kurang setengah jam, ayahnya yang merasa khawatir akhirnya datang mencari, mereka ditarik, anak dan menantunya baru berhasil diselamatkan. Li lolos dari ancaman maut.

    Dalam beberapa tahun ini, Li Zhengjie terus menggendong suaminya. Entah sudah berapa kali ia jatuh bangun. Pernah suaminya jatuh di posisi bawah. Kadang-kadang Li Zhengjie jatuh di posisi bawah. Suatu hari Li Zhengjie punya akal, setiap jatuh dia berusaha duluan menjatuhkan tubuhnya yang kekar menahan batu yang mengganjal. Li Zhengjie telah berjuang membantu suaminya siang dan malam. Ia bekerja keras dan capek. Sang suami, melihat dengan jelas perjuangan istrinya itu. Hati Du Chanyun merasa iba.

    Sang Suami Menggugat Cerai
    Pada tahun 1993, Du Chanyun memulai rencana buruk agar sang istri meninggalkannya.Ia tak ingin sang istri menderita. Untuk mencapai tujuan ini, dia mengubah karakternya, sengaja ia mencari gara-gara untuk bertengkar. Du Chanyun, mulai memakinya. Tentu saja Li Zhengjie merasa tertekan. Setelah 2 kali ribut besar, mereka sungguh-sungguh akan bercerai.

    Di hari perceraian yang ditunggu, Li Zhengjie menggendong suaminya naik sepeda. Ia sangat berhati-hati mendorong suaminya ke kelurahan setempat. Semua orang sangat mengenal sepasang suami-istri yang dikenal akrab ini. Begitu melihat tampang keduanya, semua orang makin gembira.

    “Saya tidak pernah melihat wanita menggendong suaminya ke lurah minta cerai, kalian pulang saja,” ujar pihak kelurahan. Setelah keributan minta perceraian tenang kembali, Li Zhengjie hanya mengucapkan sepatah kata pada suaminya.

    “Walaupun nanti kamu tidak bisa bangun lagi, saya juga akan menggendong kamu sampai tua.”

    Tidak Pernah Sekalipun Bolos Mengajar
    Kondisi di sekolah tempat Du Chanyun mengajar sangat parah. Meski demikian, kedua pasang suami istri bisa memberikan pendidikan yang baik buat anak-anak. Di sekolah itu, pendidikan sangat kurang baik. Tidak ada alat musik dan tidak ada poliklinik. Namun Du Guangyun menggunakan daun membuat irama musik buat anak-anak. Li Zhengjie naik ke gunung mencari obat ramuan, pada musim panas dia memasak obat pendingin buat anak-anak, pada musim dingin masak obat anti flu buat anak-anak.

    Di bawah bantuan istri, dalam 17 tahun, hari demi hari, tidak terhalangi oleh angin hujan, tidak pernah bolos satu kali pun. Suatu hal yang menggembirakan, data yang terkumpul dari kepala sekolah tentang hasil ujian negeri bulan April, tingkat siswa yang lulus dari sekolah SD tersebut mencapai 100 %. Tahun lalu ketika ujian masuk perguruan tinggi, ada 4 orang siswa yang dulu pernah diajari dia masuk ke perguruan tinggi, tahun ini ada 4 lagi yang lulus masuk masuk spesialis.

    Kini, setiap hari raya Imlek, murid-muridnya sengaja pulang ke kampung menjenguk bapak dan ibu gurunya, masalah tersebut menjadi peristiwa yang sangat menggembirakan bagi sepasang suami istri guru ini.

    sumber
    Last edited by BigBosS; 25-02-13 at 07:52.
    Legend, Top1, freedom and 4 others like this.
    LOVE IS ABOUT FORGIVING AND FOR GIVING. LIVE IS ABOUT NOW HERE AND NOWHERE

    <a href=http://img22.imageshack.us/img22/1199/nobodehsponge.gif target=_blank>http://img22.imageshack.us/img22/1199/nobodehsponge.gif</a>

  2. The Following 3 Users Say Thank You to BigBosS For This Useful Post:

    fen (18-03-13), freedom (16-03-13), Nini Dewi (28-03-13)

  3. #22
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 219

    Dalam sebuh seminar Leadership Development, seorang motivator terkenal, Ernest Campbell, mengatakan bahwa “Sikap bukan segalanya, tetapi adalah satu hal yang dapat membuat perbedaan dalam hidup”. Campbell kemudian menceritakan sebuah kisah menarik tentang ‘Burung kakak Tua”

    Diceritakan pada suatu hari seorang wanita yang kesepian membeli seekor burung kakak tua di sebuah pet-shop. Pemilik toko mengajarkan wanita itu bagaimana caranya untuk melatih burung kakak tua itu untuk berbicara.

    Namun beberapa hari kemudian, wanita itu kembali ke toko itu, mengeluh bahwa burung kakak tuanya belum bisa mengeluarkan sepata-katapun juga. Si pemilik toko lalu bertanya : “Apakah burung itu telah mempunyai cermin? Burung kakak tua itu suka melihat diri mereka sendiri, dan ini akan memacunya untuk belajar berbicara pada dirinya sendiri”.

    Wanita itu lalu pulang dengan membeli sebuah cermin. Namun seminggu kemudian, ia kembali ke pemilik toko itu : “Burung itu asyik melihat dirinya dalam cermin tetapi tidak ada tanda tanda ia mau belajar berbicara.”

    Sambil menggaruk-garuk kepala, si pemilik toko mencari akal dan berkata “ Burung kakak tua perlu ayunan, dengan banyak berayun-ayun ini tentu akan membuatnya terpacu untuk berbicara.”

    Wanita itupun kembali pulang dengan sebuah anyunan kecil. Namun seminggu kemudian, ia kembali lagi ke toko yang sama, kali ini dengan nada kesal ia mengeluh kepada pemilik toko, “Tidak ada kemajuan sedikitpun. Burung itu tetap diam saja’.

    Pemilik toko itu seperti tidak habis akalnya, ia memberi petunjuk lainnya, “Burung ini agak manja, ia tentu ingin sebuah tangga, agar bisa naik turun, ini yakin akan membuatnya berbicara.”

    Dengan lugunya, wanita itu turuti semua nasehat pemilik toko, dan iapun membeli sebuah tangga kecil untuk burungnya.

    Minggu berikutnya wanita itu kembali lagi dengan nada sedih, ia katakan “Burung saya telah mati.”
    Pemilik toko itu kembali bertanya, “Apakah burung itu sempat berbicara?”

    Wanita itu langsung menjawab, “Ya, ia berkata, apakah toko itu tidak menjual makanan burung?”

    Pelajaran dari kisah ini, kata Campbell, adalah bahwa manusia sering memperhatikan kecantikan, dengan membeli cermin untuk berdandan; selalu ingin menonjolkan diri, seperti dengan tangga untuk dapat naik lebih tinggi; dan mencari kesenangan, seperti dengan ayunan untuk bermain. Tetapi kita mengabaikan MAKANAN untuk JIWA KITA.

    RENUNGAN HIDUP sarat makanan untuk Jiwa Anda. Itu bagaikan kuas cat bagi pikiran Anda, untuk mewarnai setiap aspek Kehidupan Anda.
    H swiechun and Nini Dewi like this.

  4. The Following 3 Users Say Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    fen (18-03-13), H swiechun (26-02-13), Nini Dewi (28-03-13)

  5. #23
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 220

    Setelah berkenalan hampir 10 tahun, sepasang kekasih asal Thailand, Sarinya Kamsook 29 thn dan Chadil Deffy 28 thn, memutuskan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Kemudian mereka memilih 4 January 2012, sebagai hari bahagia mereka untuk melangsungkan pernikahan itu, setelah sempat tertunda beberapa kali, karena Chadil ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu.

    Jauh sebelum hari pernikahan itu, mereka berdua telah mempersiapkan segalanya dengan baik, seperti menyiapkan cincin kawin, baju pengantin, rumah baru, serta undanganpun disebarkan jauh-jauh hari sebelumnya. Keduanya seperti tidak sabaran menunggu tibanya hari yang bahagia itu.

    Tapi.........

    Persis sehari sebelum perkawinannya, Sarinya mengalami kecelakaan mobil yang sangat parah. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan koma, setelah 6 jam berada di ruang ICU, namun nyawanya tidak tertolong lagi.

    Ini tentu menjadi pukulan teramat berat bagi Chadil yang ditinggal kekasihnya. Atas nama cinta sejati, Chadil memutuskan untuk tidak membatalkan acara mereka, walaupun sejumlah keluarga membujuknya untuk tidak menjalankan niatnya itu, namun Chadil tidak rela membiarkan kekasihnya 'pergi' tanpa menuntaskan pengukuhan cinta mereka, meskipun dia terpaksa menikah dengan mayat.

    Upacara pernikahan secara Buddha akhirnya tetap dilangsungkan, dihadiri oleh keluarga, kerabat dan semua undangan. Sarinya yang telah terbaring kaku di atas tikar, dipakaikan baju pengantin dan wajahnya dirias semaksimal mungkin, seolah-olah tersenyum dan ingin bangun. Chadil terlihat mencium kening ‘istrinya’ lalu menyelamatkan sebuah cincin di jarinya.

    Pesta pernikahan itu, lebih diisi dengan isak tangis dan air mata, dibandingkan dengan gelak tawa dari para undangan.

    Salah satu televisi nasional Thailand yang mencium berita ‘perkawinan aneh’ itu ikut menyiarkan secara langsung upacara pernikahan itu.

    Ini kemudian mengundang banyak perdebatan hangat disana.

    Chalid tidak mempeduli atas komentar orang atas perkawinannya. Baginya -----cinta sejati dapat mengubah pahit menjadi manis, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kematian menjadi kehidupan.
    H swiechun, Nini Dewi and fen like this.

  6. The Following User Says Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    H swiechun (26-02-13)

  7. #24
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 221

    Bob Butler adalah seorang pahlawan perang Vietnam, namun sungguh naas, ia pulang dengan kehilangan kakinya. Namun walaupun ia cacat,di negaranya ia sekali lagi membuktian kepahlawannya yang murni berasal dari lubuk hatinya.

    Pada suartu musim panas, ketika Butler berada di garasi, sedang asyik memperbaiki perabot rumahnya di kota kecil Arizona. Ia mendengar jeritan seorang wanita. Suara itu berasal dari tetangganya. Tanpa berpikir panjang, Butler dengan cepat menggelindingkan kursi rodanya ke arah suara itu berasal. Namun ketika hampir mendekati rumah tetangganya, kursi rodanya terhalang oleh gundukan semak belukar yang tinggi. Tanpa mempeduli semak belukar yang penuh tanaman berduri, ia melompat turun merangkak dengan kedua tangannya.

    Dengan susah payah, Butler berhasil tiba di rumah tetangga. Ternyata Stephanie, 3 tahun, seorang anak perempuan cacat tanpa lengan tenggelam dalam kolam rumah mereka. Ibunya dengan histeris hanya bisa berteriak dan mematung disana saja. Butler langsung menceburkan diri dan menyelam ke dasar kolam lalu menarik Stephanie naik ke atas. Wajah anak itu telah membiru, denyut nadinya telah terhenti pula.

    Butler segera melakukan pernafasan buatan pada Stephanie, sambil menekan berulang-ulang perutnya. Sementara ibunya nangis terisak-isak sambil menelpon ambulan datang membantu.

    Sambil mengambil nafas, Butler dengan tenang meyakinkan sang ibu. “Jangan cemas,” katanya. “Saya menjadi tangannya untuk keluar dari kolam itu. Ia akan baik-baik saja. Sekarang saya akan menjadi paru-parunya. Bersama-sama kita pasti bisa.”

    Benar saja, beberapa saat kemudian Stephani siuman, setelah terbatuk-batuk, memuntahkan banyak air. Ia telah selamat.

    Sang ibu sangat senang sekali, sangat berterima kasih pada Butler, bertanya mengapa ia bisa tahu Stephanie masih bisa tertolong.

    Butler mencerita kembali peristiwa yang menimpahnya.

    “Ketika saya sedang bertugas di sebuah ladang di Vietnam, kaki saya remuk saat menginjak ranjau. Tidak seorang tentarapun berada di sekitar situ yang bisa menolong, kecuali seorang gadis Vietnam yang masih kecil”

    Butler berhenti sejenak, matanya memerah mengenang peristiwa itu, kemudian ia lanjuti...”Gadis kecil itu, dengan susah payah menyeret saya ke desa untuk minta bantuan, sambil berbisik dalam bahasa Inggris terpatah-patah, ‘Tidak apa-apa, Tuan akan hidup. Saya akan menjadi kaki Anda. Bersama-sama kita pasti bisa.”

    “Ini kesempatan bagi saya untuk membalas yang pernah saya terima,” katanya kepada ibu Stephanie.

    Kita semua adalah MALAIKAT MALAIKAT BERSAYAP SEBELAH. Hanya bila SALING MEMBANTU Kita semua dapat TERBANG.
    H swiechun, Nini Dewi and fen like this.

  8. #25
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 222

    Secara sederhana angka memang tidak menyimpan rahasia apapun, hanya sebagai media perhitungan. Namun, tidak jarang pula orang suka mengotak-atik angka untuk dicari maknanya. Bahkan, ada beberapa angka sangat digandrungi sebab diyakini membawa ‘KEBERUNTUNGAN’ atau angka yang diyakinkan membawa ‘KESIALAN’.

    Berikut ini ada sebuah kisah nyata tentang ‘nomor cantik’. Istilah nomor cantik sering diartikan adalah nomor ponsel yang mudah diingat dan dipercaya membawa KEBERUNTUNGAN. Sehingga ‘nomor cantik’ sering diperdagangakn dengan sangat mahal, mulai dari puluhan juta hingga hingga ratusan juta rupiah.

    Nomor yang dipercaya membawa berkah itu adalah angka “8” yang dalam kalangan pebisnis sering diartikan “BERJAYA” ; “MAKMUR” atau ‘HOKI’. Ini tentu karena lafalnya angka 8 itu dalam bahasa Mandarin yang bermakna “Jaya”.

    Lalu bagaimana dengan nomor 0888-888-888 ini? Cantik bukan?

    Pada tahun 2000, perusahaan telepon, Mobitel di Bulgaria mengeluarkan nomor cantik ponsel tersebut dan nomor ini langsung dipakai oleh CEO Mobitel sendiri, yaitu Vladimir Grashnov. Namun apa yang terjadi, bukan ‘keberuntungan’ yang didapati, malah dalam waktu singkat, Vladimir divonis terserang menderita kanker ganas. Ia tewas tidak lama setelah itu.

    Sepeninggalan Vladimir, Mobitel lalu melelang nomor cantik ini ke publik dengan harga mahal. Nomor cantik ini jatuh ke tangan Konstantin Dimitrov. Ia dikenal sebagai seorang ‘mafia’ yang ditakuti di Bulgaria. Tidak lama setelah memakai nomor tersebut ia tertembak mati oleh geng lain, ketika makan malam bersama seorang artis pada tahun 2003.

    Tanpa diumumkan ke publik akan kaitan peristiwa nomor khususnya, kembali setelah Dimitrov meninggal, ‘nomor khusus’ itu kembali dilelang. Kali ini yang mendapatnya adalah pengusaha besar bernama Konstantin Dishliev. Dishliev adalah usahawan korup di perusahaan obat-obatan, ia sering dituduh banyak pihak sebagai pedagang kotor dengan banyak pemalsuan merek obat.

    Tidak lama setelah ia memakai nomor khusus ini. Dishlier ditembak mati oleh orang Rusia pada 2005, saat makan siang di sebuah restoran India di ibukota Bulgaria itu.

    Melihat berturut turut, 3 korban telah jatuh yang kesemuanya kehilangan nyawa saat memegang nomor tersebut, maka Mobitel memutuskan mencabut nomor tersebut tanpa diberikan alasan. Ketika seorang wartawan yang menelusuri nomor tersebut dan rangkaian peristiwa tersebut, perwakilan dari Mobiltel menjawab “Kami tidak punya komentar. Kami tidak akan membahas nomor orang lain”.

    Kini percayakah Anda akan ‘kesakralan’ suatu angka dengan untung rugi nya?

    Tentu aneh bukan dalam kehidupan modern kini, ‘ANGKA’ begitu juga dengan ‘NAMA’ telah menghambat pola pikir sebagian orang, yang masih menganggap benarnya mysteri angka dan nama itu.

    Yang jelas Tuhan tidak pernah menciptakan ANGKA yang ‘BERUNTUNG’ atau ‘SIAL’. NAMA yang BAIK atau BURUK. Hanya manusialah yang suka mengotak-atik ANGKA dan NAMA untuk dicarikan maknanya.----GATOKLOGY.
    H swiechun and Nini Dewi like this.

  9. The Following 2 Users Say Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    H swiechun (28-02-13), Nini Dewi (28-03-13)

  10. #26
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 223

    Arjun Atwal, adalah seorang pemain golf profesionla asal India, ia telah berulang kali memenangkan turnaman golf dunia. Ada satu kejadian yang menarik saat ia mengikuti turnamen Golf kelas Dunia di Turkey pada 2005.

    Atwal memang seorang pemain yang handal. Hampir semua pukulan pukulannya sangat bagus, bolanya selalu jatuh pada sasaran yang ia inginkan. Namun sungguh malang baginya, ketika dalam turnamen bergensi itu, salah satu pukulan bolanya jatuh di dekat lapangan hijau, ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus kentang goreng.

    Ini tentu mengagetkan banyak orang, pertama mengapa bisa ada kantong makanan yang di lapangan golf? Mungkin saja kantong kertas itu terbawa angin hingga mendarat disana atau penonton yang sembarang membuangnya. Kedua, bagaimana pula Arjun memukul bola dalam kantong itu?

    Sesuai dengan peraturan turnamen golf, jika mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, tentu akan dikenai pinalty. Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, tentu tidak akan bisa memukul dengan baik. Bisa-bisa ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. Lalu apa yang sebaiknya ia harus lakukan?

    Bila ada pemain yang mengalami hal serupa. Tentu seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima pinalty. Setelah itu mereka berupaya keras menutup pinalty tadi.

    Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang ingin memukul bola bersama kantong kertas itu, karena resikonya terlalu besar.

    Namun, pemain profesional ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.

    Dengan tenang, Atwal merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sebuah geretan. Lalu ia membakar kantong kertas itu. Ketika kantong itu habis terbakar, ia membidik sejenak, mengayunkan tongkat. Bola terpukul dan jatuh persis ke dalam lobang di lapangan hijau.

    Bravo! Atwal tidak terkena pinalty dan akhirnya memenangkan turnamen itu.

    Persis seperti dalam kehidupan kita. Ada orang yang menganggap kesulitan sebagai hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu. Ada yang mengambil resiko untuk melakukan kesalahan bersama kesulitan itu. Namun, sedikit sekali yang bisa berpikir kreatif untuk menghilangkan kesulitan itu dan menggapai kemenangan.

  11. The Following User Says Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    H swiechun (01-03-13)

  12. #27
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 224

    Pada 7 Mei 1931, kota New York digemparkan dengan ditangkapnya seorang bandit yang paling ditakuti, Crowley 'Si Dua Pistol'.

    Persembunyian Crowley di sebuah flat tercium polisi. Seratus lima puluh polisi dikerahkan dan mengepung flat itu.

    Polisi melubangi atap flat dan melemparkan gas air mata untuk memaksanya keluar. Namun Crowley tetap bertahan dalam flatnya.

    Akhirnya polisi terpaksa memasang senapan mesin untuk menghancuri flatnya. Dengan gilanya, Crowley balas menembak dengan dua pistolnya.

    Selama beberapa jam, warga New York dibuat geger menyaksikan "perang" antara regu polisi melawan satu Crowley. Ketika akhirnya Crowley kehabisan amunisi, ia berhasil ditangkap.

    Polisi mengatakan ia adalah bandit paling berbahaya dalam sejarah New York.

    Kejahatan Crowley tercatat telah menembak mati lebih dari seratus orang tidak berdosa. Setiap kali setelah ia menghabisi nyawa seseorang, ia selalu berkata "Hati saya ini baik dan ramah. Saya tidak tega menyakiti orang lain. Saya hanya membela diri"

    Pengadilan menjatuhkannya hukuman mati di kursi listrik. Ketika ia menuju ke kursi listrik, ia berkata kepada Mulrooney, Direktur Penjara Sing-Sing," Saya tidak bersalah, merekalah yang perlakukan saya seperti ini. Saya hanya sekedar membela diri".

    Sampai akhir hayatnya, tiada secuilpun rasa penyesalannya. Juga tiada rasa bersalah. Walaupun publik menudingnya orang sangat jahat.

    Jikalau orang sejahat Crowley saja tidak pernah mau mengakui kesalahannya. Lalu untuk apa kita selalu MENYALAHKAN orang sekitar kita, lalu MENGECAMnya?

    Kecaman adalah bunga api yang sangat berbahaya, yang bisa meledakkan gudang amunisi rasa bangga seseorang, yang terkadang fatal akibatnya.

    bisa menyadari kesalahan diri karena DIKECAM/DIHUJAT,hanya 1 diantara 100 orang,sedangkan yang 99 orang lainnya akan semakin terjerumus bahkan bisa lebih LIAR.

    dengan kata lain tindakan KECAMAN/HUJATAN merupakan peluru penghancur yang sangat tajam.
    H swiechun, Nini Dewi and fen like this.

  13. The Following User Says Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    H swiechun (03-03-13)

  14. #28
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 225

    Bayi ini tidak lahir seperti bayi lain pada umumnya. Bayi ini berada dalam kandungan ibunya selama 12 bulan, 3 bulan lebih lama.
    Penundaan ini terjadi karena sang ibu ingin melahirkan bayinya secara normal, untuk menghindari caesar yang membutuhkan biaya yang besar. Namun setelah menunggu hampir satu tahun, sang ibu tidak ada tanda tanda akan melahirkan, sehingga dokter memaksa untuk dilakukan caecar karena berat bayinya telah mencapai 6 kilo, demi keselamatan nyawa ibu dan bayinya.

    Ayah sang bayi itu adalah kuli bangunan dengan gajinya yang sangat kecil, ia tidak sanggup membayar biaya operasinya, akibatnya sang ayah terlilit hutang besar pada lintah darat. Karena ketidak-mampuan membayar hutang,si lintah darat malah mendesak bayinya dijual untuk menutupi hutangnya. Beruntung ada seorang temannya bersedia membantu melunasinya.

    Untuk membesarkan sang bayi, juga bukan suatu hal yang gampang bagi mereka, mereka sekeluarga terpaksa tinggal di kawasan miskin di Hong Kong, dengan hidup yang sangat sederhana dan merana. Kehidupan mereka mulai sedikit membaik, ketika sang ayah mendapat pekerjaan sebagai juru masak di kedutaan Hong Kong di Australia.

    Pemindahan yang mendadak ke Australia, tentu membawa kerepotan sendiri bagi anaknya yang baru berusia 7 tahun, karena sulit mengikuti pelajaran disana dalam bahasa ibunya yang berbeda. Terpaksa ayahnya mengirim balik anaknya ke Hong Kong. Ia bukan dikirim ke sekolah biasa, tetapi malah dimasukan ke Sekolah Opera Peking.

    Walaupun sang anak harus menjalankan berbagai latihan berat untuk belajar berbagai ketrampilan seperti, bernyanyi, menari, berakting opera, akrobatik dan bela diri, ia tetap menyukainya dan merasa betah. Ia baru meninggalkan sekolahnya setelah belajar selama 10 tahun lamanya, dibandingkan anak anak lain yang hanya belajar 2-3 tahun saja.

    Dengan penuh keyakinan, ia mulai terjun ke masyarakat mencari pekerjaan yang membutuhkan ketrampilannya. Kebetulan seorang produser yang sedang kebingungan mencari peran pengganti, stuntman, dalam berbagai adegan berbahaya, tanpa pikir panjang ia langsung menerima adegan itu. Ia lalu diminta berpartisipasi dalam film Enter The Dragon, dimana ia berperan sebagai figuran yang dipukul habis-habisan oleh Bruce Lee, kemudian dalam adegan lain melompat gedung tinggi dan jatuh bebas dari lantai satu ke lantai dasar.

    Peran stuntman inilah yang kemudian mempopulerkan namanya dalam dunia perfilaman sebagai Jackie Chan.

    Setelah kematian Bruce Lee, banyak produser meliriknya, ia diharapkan bisa menjadi Bruce Lee berikutnya, untuk dijadikan ‘mesin pencetak uang’ yang baru. Berbagai peran penting mulai membanjirinya, bukan lagi sebagai stuntman, namun sebagai peran utama. Dalam sekejab namanya meroket dimana-mana, bukan saja di Asia, namun pada 1995, namanya masuk ke Hollywood, sebagai aktor papan atas.

    Dengan sedikit bumbu kerja keras dan keteguhan hati. Jackie Chan telah mengubah nasibnya. Dari hasil hampir 100 film yang diperannya, dan hampirnya semua mencapai ‘boX-office’, Jackie Chan telah berhasil mengumpulkan kekayaan sebesar USD 130 juta.

    JANGAN BIARKAN KEADAAN MENGENDALIKANMU. KAULAH YANG HARUS MENGUBAH KEADAANMU”, ini adalah motto Jackie Chan yang selalu ia pesan kepada banyak orang.
    H swiechun, Nini Dewi and fen like this.

  15. The Following User Says Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    H swiechun (04-03-13)

  16. #29
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    Renungan Pagi # 226

    Olimpiade, ajang olah raga internasional, biasanya adalah ajang kompetesi bagi ribuan atlet yang sehat fisik dan mental, dalam berbagai bidang olah raga. Namun ada satu olimpade yang khusus diadakan bagi orang cacat fisik dan mental. Ini diadakan di Seattle, Amerika Serikat, beberapa tahun yang lalu. Pertandingan ini lebih bertujuan untuk memberikan rasa kepercayaan diri, mempertinggi kemandirian, serta meningkatkan semangat hidup mereka, daripada mencari atlet cacat terbaik, atau suatu rekor baru.

    Di Olimpiade khusus ini, ada satu kejadian menarik yang terjadi di pertandingan Lari 100 Meter. Pertandingan itu diikut oleh 8 atlet cacat fisik dan seorang gadis cacat mental.

    Ketika pertandingan itu dimulai dengan tanda letusan pistol, kesembilan pelari tanpa ada alat bantu, seperti tongkat, dengan sekuat tenaga berlari, walaupun melewati lintasan masing masing, namun semua berlari dengan wajah gembira menuju garis finish dan berusaha untuk memenangkan pertandingan.

    Baru berlangsung beberapa saat, seorang anak laki-laki tersandung dan jatuh berguling beberapa kali, ia lalu menangis kesakitan. Beberapa kali ia mencoba untuk berdiri kembali, tetapi gagal, karena lutut pada kaki satu satunya, luka berdarah.

    Delapan pelari yang mendengar tangisan anak itu, menoleh ke belakang sambil memperlambat larinya, kemudian tanpa ada yang memberi komando, mereka serentak berbalik ke anak yang masih terduduk di tanah itu. Tanpa terkecuali, gadis cacat mental itupun ikut menghampirinya, sambil mencium pipi anak itu dan berkata “Semoga ini membuatmu lebih baik”.

    Mereka kemudian membantunya berdiri sambil bergandeng tangan bersama-sama jalan menuju ke garis finish dan menyelesaikan pertandingan itu. Tiada pemenang pada orang tertentu, tetapi mereka menang bersama.

    Para penonton yang sedang menyaksikan pertandingan itu, dengan serentaknya berdiri, bertepuk tangan beberapa saat, mereka sangat salut pada semangat para pelari cacat itu.

    Walaupun mereka cacat namun dapat menunjukan sikap yang terpuji.

    Hidup ini tidak ada yang lebih bernilai daripada suatu kemenangan bagi kita semua, untuk kita bersama. Terkadang kita mesti mengalah untuk kepentingan yang lebih besar, demi kita semua.
    Last edited by hadisantoso; 05-03-13 at 08:14.
    H swiechun and fen like this.

  17. The Following User Says Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    H swiechun (05-03-13)

  18. #30
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 227

    Ketika Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia Kedua. Negara mewajibkan semua pemuda untuk turut berperang untuk mempertahankan kepentingan negara. Og Mandino, seorang pemuda yang mempunyai hobby terbang, dikirim ke Eropah membantu sekutu Amerika, sebagai pilot pesawat pembom.

    Setelah perang usai, Og kembali dari medan perang, ia ingin mendapatkan suatu pekerjaan yang baik. Namun upaya Og mendapat pekerjaan tidak pernah terwujud, karena para pengusaha tidak mau mempekerjakan bekas tentara dari medan pertempuran dalam perusahaan mereka. Mereka beranggapan ia akan sulit diatur, keras dan temperamen tinggi.

    Ini kemudian memaksa Og menjadi Sale asuransi, yang mendapat komisi dari hasil besaran polisnya. Walaupun Og sudah berupaya keras untuk menjalankan tugasnya, tetapi hasil yang didapat tidak memadai. Di era tahun 50-an, asuransi adalah suatu produk baru, dan warga Amerika belum banyak mengerti akan manfaatnya, sehingga jarang yang mau membelinya.

    Kegagalannya sebagai sales, mulai membuatnya frustasi, ia sangat pesimis dengan masa depannya. Untuk mehilangkan kekecawaannya, juga sebagai pelarian diri, ia mulai sering ke bar. Lambat laun iapun menjadi seorang alkoholik.

    Istrinya sangat kwatir akan kondisinya, mendorong Og untuk bangkit kembali mencari pekerjaan lain. Namun Og tidak sadar sadar, malah karena terlalu sering minum, ia mulai sakit-sakitan. Akhirnya istrinya meninggalkan rumah dengan membawa anak satu satunya.

    Ini tentu menjadi pukulan berat bagi Og, dalam kondisi depresi berat, Og bertekad ingin membunuh diri. Ia mondar mandir di sebuah toko senjata, bermaksud membeli sebuah pistol untuk melepaskan dirinya dari semua masalah, ia merasa mungkin ini adalah kutukan Tuhan bagi dirinya, yang telah membunuh banyak orang saat di medan perang.

    Niat bunuh diri gagal, karena ia tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli pistol.

    Dalam keputus-asaan, Og berjalan tanpa tujuan.

    Kakinya kemudian membawanya sampai ke sebuah gedung perpustakaan. Tanpa maksud membaca ia masuk untuk melihat-lihat. Sebuah buku self-help berjudul SUCCESS TRHOUGH A POSITIVE MENTAL ATITITUDE, menarik perhatiannya. Ia merasa seluruh buku itu seolah-olah ditujukan kepada dirinya. Buku itu kemudian dibaca berulang-ulang.......dan ini adalah awal mulanya semangat hidupnya timbul kembali.

    Keesok harinya, dan seterusnya, Og mulai tergila gila untuk membaca buku self-help sejenis. Kini ia bukan menjadi candu minum lagi, tetapi candu baca. Beberapa tahun kemudian ia menulis sebuah buku dengan judul THE GREATEST SALESMAN OF THE WORLD, terjual bak pisang goreng, terjual lebih dari 50 juta kopi di seluruh dunia. Kini Og Mandino menjadi motivator terkenal di Amerika Serikat, bahkan dunia.

    Orang menciptakan kesuksesan mereka sendiri dengan cara mempelajari semua apa yang perlu mereka pelajari dan kemudian menerapkannya sedemikian rupa sehingga mereka benar-benar menjadi mahir dalam hal tersebut.
    freedom, H swiechun and fen like this.

  19. The Following 2 Users Say Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    freedom (16-03-13), H swiechun (07-03-13)

  20. #31
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 228.

    Bagi para pecinta olahraga basket,pasti mengenal nama Michael Jordan,Legenda hidup NBA yang sangat terkenal dengan akurasi lemparan dan gaya slamdunk-nya yang seolah berjalan di udara. Meski sudah pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya, dan sibuk dalam dunia bisnis, namun dirinya seolah tak tergantikan. Setidaknya, enam kali ia merebut kejuaraan NBA bersama klub Chicago Bulls dan merebut gelar pemain terbaik dunia. Nomor kaosnya, 23 hingga kini juga digantung di Hall of Fame, sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya.

    Walaupun Micheal telah pensiun dari dunia basket pada tahun 2003. Namun ia tetap memberi semangat perhatian penuh pada olah raga ini. Dimana ada kesempatan, ia selalu tampil dan membimbing mereka bisa meraih prestasi seperti dirinya. Ia juga tidak pernah absen menghadiri pertandingan besarnya, Chicago Bulls. Hanya sekedar ‘MUNCUL” saja, ia telah memberikan ‘SEMANGAT’ pada bekas klubnya untuk meraih juara. Ini adalah bentuk kecintaannya dalam dunia bola basket.

    Pada suatu minggu sore, ketika sedang santai menggendari mobil melewati sebuah taman, dari kejauhan Michael melihat seorang anak lelaki, berusia 10 tahun sedang bermain bola basket sendirian. Ia berhenti sejenak, memastikan apakah anak itu memang tidak ada yang menemani. Setelah memastikan tiada yang muncul, ia lalu memarkirkan mobilnya, turun menuju ke anak itu.

    “Hi jagoan, siapa namumu? Bolehkah saya bermain bersamamu?” Michael menyapa anak itu.

    Anak itu sedikit kaget, bukan karena tingginya Michael yang mencapai 198cm itu, tetapi ia tahu bahwa pria hitam yang di depannya adalah ikon basket yang paling terkenal di negaranya.Anak itu mengangguk kepalanya, sambil mengenalkan namanya, David.

    Tanpa banyak kata lagi, mereka lalu mulai bermain. Michael bukan memamerkan kehebatannya, tetapi lebih banyak mengalah, memberi banyak kesempatan bagi David untuk meraih point, dan ia selalu membuat permainan itu seimbang.

    Setelah beberapa saat mereka menyudahi permainan itu, dengan kemenangan sang anak. Sebelum Michael lalu meneruskan perjalanannya, sambil berkata “David, kamu luar biasa!”

    Walaupun hanya memberikan 30 menit waktunya. Michael telah memberikan kebahagian dan semangat anak itu bermain, yang tentu akan terkenang seumur hidup bagi anak tersebut.

    Belajar dari Michael Jordan. Kita haruslah bersikaplah pro-aktif. ULURKAN TANGAN Anda untuk berbagi pada orang lain. Banyak orang yang membutuhkan motivasi, semangat dari orang lain,setiap saat kita semua(siapa saja) bisa berada dalam 2 posisi-------pemberi dan penerima ULURAN .
    maka maksimalkan peran anda dan manfaatkan ,baik sebagai pemberi maupun penerima.
    Last edited by hadisantoso; 08-03-13 at 07:54.

  21. The Following 2 Users Say Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    freedom (16-03-13), H swiechun (08-03-13)

  22. #32
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 229

    Ada sebuah dongeng Rusia yang menarik, mereka menggambarkan ‘Optimisme’ dengan cerita “ Pemburu dan Serigala”.

    Konon penduduk desa di perdalaman Siberia selalu mengeluh akan popularitas serigala yang semakin berkembang. Telah berulang kali serigala masuk ke desa mereka memangsa ternak penduduk. Ini membuat penduduk setempat menjadi resah, kwatir mereka juga akan menjadi sasaran serigala berikutnya. Lalu mereka mendesak pemerintah setempat mengambil tindakan pencegahan.

    Kepedulian pemerintah segera terwujud, dengan munculnya sebuah iklan, bahwa bagi siapa yang berhasil membunuh setiap serigala, akan diberikan hadiah uang sebesar US$ 1000 per ekornya.

    Walaupun hadiah yang diberikan sangat menarik dan juga mudah, pemburu cukup memperlihatkan sepasang telinga serigala yang dibunuh untuk mengklaim hadiahnya, namun tetap tidak mendapat sambutan, mengingat tingginya resiko nyawa melawan serigala berhabitat datang berkelompok, kecuali dua pemburu berpegalaman, Mischa dan Adrik.

    Mereka berdua memang pemburu yang handal. Mischa pintar membaca habitat serigala dan melacak sarangnya, sedangkan Adrik, pintar membuat jebakan untuk menangkap binatang.

    Setelah menyiapkan peralatan serta bekal, kedua orang itu masuk ke dalam hutan. Dengan hati hati, keduanya melacak akan keberadaan sarang serigala. Namun setelah beberapa hari, tiada seekorpun serigala yang kelihatan, ini tidak mengendorkan semangat mereka untuk pulang, mereka bertekad untuk mendapatkan serigala sebanyak mungkin.

    Suatu malam kerena kelelahan, setelah memasang api unggun, keduanya lalu tertidur pulas di dasar kantong bebatuan besar.

    Tanpa disadari malam itu segerombolan serigala mencium keberadaan mereka, datang mengeliling, mengepung mereka.

    Suara berisik serigala membuat Mischa terbangun. Ia melihat sederet serigala yang menggepung mereka dari atas.

    Serigala yang terlihat tersusun rapi, memperlihatkan gigi gigi putih berkilau dan tajam, dengan mata tajam yang ganas, siap menunggu komando untuk menerkam.

    Namun Mischa malah tidak terlihat gentar, matanya malah bersinar-sinar terlihat senang.

    Ia lalu membangunkan temannya, “Adrik, Adrik, bangun! Cepat bangun! Kita akan kaya raya!” Sambil telunjuknya menghintung jumlah serigala yang lebih dari 30 ekor itu. Yang ia bayangkan adalah uangnya, bukan ancaman nyawanya.

    Orang-orang yang optimis, hanya melihatnya adanya PELUANG, bukan BAHAYA. Bila kita berada di dekatnya kita merasa senang karena energi mereka dan keoptimisan yang mereka lihat dalam setiap situasi.
    freedom, H swiechun and fen like this.

  23. The Following 2 Users Say Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    freedom (16-03-13), H swiechun (09-03-13)

  24. #33
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 230

    Tang Jiangshan dilahirkan di Dong Fang, Propinsi Hainan, China pada tahun 1976 lalu. Bayi itu lahir normal, hanya ada garis panjang 20 cm di pinggangnya, persis bagaikan bekas luka bacokan. Secara medis tidak dapat dijelaskan bagaimana bekas itu bisa ada pada seorang bayi yang baru lahir, sehingga dianggap sebagai luka pembawa lahir.

    Semenjak kelahiran Tang, keluarganya berjalan baik baik saja. Namun ketika Tang berusia 3 tahun, banyak hal hal aneh yang mulai terjadi. Tang bukan hanya dengan cepat bisa fasih berbicara, tetapi dialeknya bukan seperti yang dipakai oleh keluarga dan di propinsinya, yaitu dialek Hokkian, malah ia berdialek Dan Zhou, suatu dialek suku lain yang terletak cukup jauh dari mereka.

    Keanehan yang ditunjukan oleh Tang semakin hari semakin banyak, ia malah sering megatakan : “Jangan panggil saya Tang Jiangshan. Saya muak dengan nama ini. Nama saya adalah Chen Mingdao. Saya juga bukan anak kalian, ayah saya adalah San Die.”

    Tentu saya ocehannya tidak digubris orang tuanya, mereka menganggap mungkin saja Tang mengalami kelainan jiwa saat demam tinggi beberapa bulan sebelumnya.

    Namun, semakin hari omongannya semakin tidak masuk akal, ia berkata : “Rumah saya ada di pesisir di Dan Zhou. Bawa saya pulang, jangan sekap saya disini” Juga ia menunjuk pada luka di pinggangnya sambil berkata, “Ini adalah bekas bacokan dan tusukan tombak ketika revolusi dulu.”

    Orang tuanya semakin dibuat penasaran, karena Tang dapat menyebutkan alamat jelas ‘rumahnya’ dulu, serta nama keempat saudaranya, serta nama sahabat sahabat di desanya. Tetapi keluarganya tetap menganggap itu adalah omong kosong belaka....dan tidak pernah melayani ocehan Tang lagi.

    Ketika Tang berusia 6 tahun, ia mendesak orang tuanya agar membawanya mengunjungi ‘rumah dan desa’-nya. Tentu saja permintaan ‘aneh’ itu ditolak keluarganya.

    Namun Tang tetap memaksa, dan ia mulai mogok makan sampai akhirnya ayahnya terpaksa mengabulkan permintaan Tang, setelah gagal membujuknya, sekaligus ingin membuktikan omongan Tang.

    Desa yang dimaksud Tang itu berjarak 160 km dari rumahnya sekarang. Sesampai di desanya, Tang malah bertindak bagaikan pemandu jalan, ia menuntun ayahnya jalan ke sebuah rumah, yang dikatakan rumahnya itu.

    Sesampai di rumah itu, Tang langsung menuju ke hadapan seorang Pak Tua, memperkenalkan dirinya “Saya adalah anakmu Chen Mingdao. Saya tadinya tinggal disini.” Ini tentu membuat pak tua kaget. Untuk menepis keragu-raguan Pak Tua, Tang langsung menjelaskan satu persatu isi kamarnya tanpa masuk ke dalamnya, menyebutkan nama keempat saudaranya, serta nama teman-temannya, bahkan teman wanitanya serta ciri ciri mereka semua.

    Semua yang dikatakan itu memang benar, sehingga Pak Tua itu segera memeluki Tang dan menangis, ia memastikan bahwa Tang menang adalah Chen Mingdoa, anaknya dulu. Dan ia mengatakan bahwa anaknya dulu meninggal ketika turut dalam perang revolusi, karena bacokan di pinggang dan tusukan tombak.

    Seluruh tetangganya datang memenuhi rumahnya, mereka semua terkejut akan misteri kehidupan seperti ini. Bahwa Chen Mingdoa yang telah meninggal kini hidup kembali dengan tubuh yang berbeda.

    Semenjak itu Tang selau hilir mudik antara Dong Fang dan Dan Zhou, ia kini mempunyai dua ‘rumah’, dua ‘keluarga’ dan dua ‘KEHIDUPAN’.

    Ketika kisah ini tercium beberapa media lokal, awalnya mereka tidak percaya, tetapi setelah berulang kali mengadakan pembuktian di lapangan, mereka yakin bahwa Tang adalah bentuk ‘REINKARNASI” yang tidak dipercaya sebagaian orang.

    Dunia ini penuh misteri.
    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
    pagi ini saya mendapatkan tulisan diatas.saya ragu ----bener gak cerita ini ? kalaupun benar apa hubungannya dengan thread renungan pagi?
    mungkin yang bisa dipetik makna dalam tulisan ini hanyalah------dunia ini penuh misteri
    banyak hal yang tidak bisa kita cerna dengan akal dan logika,tapi hendaknya tidak langsung memberi vonis bahwa semua itu bohongan,mungkin sekali lagi mungkin saja bahwa akal kita tidak berada di level yang sama.
    freedom, H swiechun and fen like this.

  25. The Following User Says Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    freedom (16-03-13)

  26. #34
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 231


    Iqbal Masih, dilahirkan pada th 1983, di desa miskin terpencil di Muridke, Lahore, Pakistan. Baru beberapa bulan ia dilahirkan, ia telah kehilangan ayah. Untuk menghidupi keluarganya, ibunya terpaksa bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan gaji kecil. Kesulitan ekonomi ini yang mengakibatkan ibunya terlilit hutang sebesar 600 Rupe ( = Rp. 100.000,-) dari Hussain Khan, seorang lintah darat.

    Dalam beberapa bulan saja, tunggakan hutang ibunya telah berlipat ganda. Tentu saja, karena bunga pinjaman yang sangat tinggi. Kwatir hutangnya akan terus membengkak hingga puluhan kali, ibunya terpaksa menerima jebakan Hussain untuk merelakan Iqbal dijadikan budak, sebagai pengganti hutangnya.

    Iqbal, yang masih berusia 4 tahun, kemudian dijual ke sebuah pabrik karpet. Disinilah awal penderitaan Iqbal bermula. Ia dan sejumlah anak anak kecil lainnya, juga adalah korban jebakan lintah darat, Hussain. Setiap hari diharuskan bekerja selama 12 jam, dengan imbalan sedikit makanan. Sehingga tidak heran, anak anak itu pucat, kurus, tidak bergizi. Belum lagi siksaan batin dan fisik dari Nyonya pemilik pabrik yang sering memarahi dan memukul mereka.

    Tidak tahan dengan penderitaan ini, suatu malam Iqbal melarikan diri. Untuk terhindar dari kejaran orang orang Hussain yang kejam, Iqbal terpaksa bersembunyi di dalam sumur kering kotor dan gelap, di wilayah pemakaman. Setelah 3 malam berada disana, karena kelaparan, akhirnya ia terpaksa keluar. Namun berhasil ditangkap oleh orang orang Hussain. Ia kemudian di kembalikan ke pabrik itu, lalu dirantai saat bekerja maupun sedang tidur.

    Kendati dipaksa kerja keras, namun dalam hati Iqbal terus bergolak dan memberontak. Ketika di usia 10 tahun, ia berhasil melarikan diri, kemudian bergabung dengan Front Pembebasn Buruh Pakistan, untuk memperjuangkan pembebasan anak anak senasib dengan dirinya. Berkat kampanyenya atas penindasan pada anak anak, menarik sedikit perhatian pemerintah Pakistan.

    Iqbal berhasil membebaskan lebih dari 3.000 anak.

    Kegigihan Iqbal ini mendapat sambutan luar biasa dari dunia luar. Ia diundang ke Amerika dan Eropah, disana Iqbal cilik menyerukan pemboikotan produk karpet negaranya. Menurutnya banyak pabrik karpet di negaranya masih melakukan perbudakan anak anak. Dan produk hasil penderitaan anak anak, tidak pantas dibeli.

    Ironisnya, pada hari Minggu, 16 April 1995, tepat diusianya yang ke-12, Iqbal ditemukan tewas sangat mengenaskan dengan tembakan di kepala oleh seseorang tidak dikenal. Masyarakat yakin pembunuhan ia pasti didalangi “Mafia Karpet”, yang selama ini menjadi musuh utama Iqbal.

    Kematian Iqbal ini membuat banyak negara internasional marah, sehingga menyerukan pemboikan total pada Karpet Pakiskan. Benar saja, semenjak perjuangan Iqbal ekspor karpet Pakistan, komoditi penting Pakistan, anjlok tajam untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, dan begitu terus berlanjut pada tahun tahun sesudahnya.

    Sebagai penghargaan atas kepahlawanan Iqbal, pada Januari 2009, Kongres Amerika Serikat membuat ‘IQBAL MASIH AWARD’. Sebuah penghargaan tiap tahun bagi pejuang perbudakan anak. Penderitaan, Perjuangan dan Keberanian Iqbal kemudian diangkat dalam sebuah buku terkenal “Iqbal Masih and the Crusaders Against Child Slavery”.

    Seorang anak dengan latar belakang ekonomi yang lemah , dapat membuat perubahan berkat kegigihan dan kebaikannya , walaupun harus berakhir tragis.
    Kini Iqbal telah tiada, tetapi telah berhasil membuka mata dunia turut mengawasi “Perbudakan Anak” di jaman modern ini. Suatu keguguran yang sangat bernilai tentunya.\
    -----------------------------------------------------------------------------

    sampai saat ini pun,orang yang bernasib seperti Iqbal ,baik yang anak2 maupun yang dewasa,pasti masih jutaan jumlahnya.
    sedangkan orang2 yang peduli terhadap nasib mereka mungkin juga banyak,tapi itu masih belum seimbang,maka masih banyak Iqbal2 lainnya.
    karena orang2 yang peduli itu,banyak yang bermuatan politis dan pamrih pribadi dan perjuangannya.
    seandainya ada yang seperti sang Buddha ------2500 tahun belum ada muncul lagi .
    freedom, H swiechun and fen like this.

  27. The Following 2 Users Say Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    freedom (16-03-13), H swiechun (12-03-13)

  28. #35
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 232

    Pada suatu siang, George Crum, seorang koki yang bekerja di restoran Moon’s Lake House, New York, sedang menyiapkan hidangan cemilan baru bagi pelanggannya. Ia memotong kecil kecil kentang, setelah digoreng, disajikan dengan rapi dan indah di atas piring kaca.

    Cemilan itu diberikan cuma cuma kepada pelanggan, sambil menunggu pesanan makanannya disajikan. Dengan penuh percaya diri, ia yakin semua pelanggannya akan menyukai sajian barunya. Tetapi baru beberapa menit cemilan itu dibagikan, salah satu pelayannya masuk kembali ke dapur dengan piring yang masih penuh dengan kentang goreng itu.

    “Mengapa?” Tanya George dengan penuh curiga.

    “Pelanggan kita, Tuan Cornelius, katanya kentangnya terlalu tebal dan hambar. Ia minta dibikinkan yang lebih tipis.” jawab sang pelayan.

    Wajah sang koki langsung berubah merah, dengan marah ia langsung kembali ke meja dapurnya untuk menyiapkan makanan pengganti. Hatinya kesal, karena ia tahu Tuan Cornelius selalu mengkritik setiap masakannya, terkadang terlalu hambar, terlalu asin, terlalu matang, terlalu berminyak, dan lain lain.

    Kali ini bermaksud untuk balas mengerjai Cornelius, ia sengaja memotong kentang dengan sangat tipis, tipis bagaikan kertas. Kentang itu kemudian digoreng kering, hingga pinggiran kentang kecoklatan bagaikan gosong. Belum cukup bermaksud menyiksanya, ia taburi dengan garam, lalu mengaduk-aduknya. Ia membayangkan pasti Cornelius akan marah besar, makan kentang gosong yang asin.

    Setelah disajikan dalam piring, Goerge menghardik pelayannya, “Bawakan ini padanya! Aku mau lihat apa reaksinya kali ini”, sambil ketawa kesal.

    Tetapi dugaannya meleset, kali ini pelayannya masuk dengan wajah tersenyum, ia berkata “Tuan Cornelius bilang, ‘Enak sekali. Luar biasa enak. Ia minta dibuatkan sepiring lagi.”

    Mendengar itu Goerge lalu bergegas menuju Tuan Cornelius, dan menyalaminya, sambil berkata “Terima kasih, Tuan telah mendorong saya terciptakan suatu cemilan enak”.

    Dalam sekejad Restoran Moon’s Lake House, terkenal ke seantero New York dengan kentang goreng tipisnya. Makanan itulah yang kemudian menjadi cikal bakal populernya Potato Chip yang hingga kini menjadi cemilan terpopuler di dunia.

    Orang-orang yang melontarkan kritikan bagi kita pada hakikatnya adalah PENGAWAL JIWA kita, yang BEKERJA TANPA BAYARAN, yang justru MENDORONG kita ke jalan SUKSES.
    Top1, freedom, H swiechun and 1 others like this.

  29. The Following 3 Users Say Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    freedom (16-03-13), H swiechun (14-03-13), Top1 (14-03-13)

  30. #36
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 233

    Ada suatu kisah yang sangat memilukan terjadi saat Perang Dunia Kedua, yaitu Pembantaian di Leningrad, yang tidak kalah sadisnya dengan pembasmian jutaan bangsa Yahudi.
    Di Leningrad, Jerman tidak mengunakan kamar gas untuk membasmi warga sipil, mereka lakukan taktik keji dengan mengepung total kota Leningrad selama bertahun-tahun, sehingga membuat warga sipil sangat menderita dan mati kelaparan.

    Peristiwa itu lebih dikenal sebagai Pengepungan Leningrad atau lebih populer disebut sebagai Blokade Leningrad. Pengepungan ini dilakukan oleh militer Jerman dan dibantu oleh pasukan Finlandia, terhadap kota Leningrad. Tidak tanggung-tanggung pengepung itu menutup semua akses masuk ke kota itu baik dari darat, maupun laut. Ini adalah taktik jahat dari Adolf Hitler untuk melumpuhkan Uni Soviet.

    Pada awalnya warga sipil kota yang berpenduduk 3 juta orang itu tidak gentar maupun risau. Mereka mati-matian, bahu-membahu, bertempur habis-habisan bersama Tentara Merah Uni Soviet melawan Jerman, yang berjumlah lebih dari 700 ribu tentara. Setelah gudang makanan, air bersih, pembangkit listrik, semua menjadi sasaran gempur Jerman, dalam waktu pendek, warga Leningrad mulai kehabisan makanan dan air bersih.

    Akses satu satunya Leningrad yang menghubungi dunia luar hanyalah Danau Lagoda, yang bisa menyediakan air bersih dan supply makanan. Namun begitu musim dingin tiba, danau itu membeku, sehingga supply makanan ke kota itu terhenti total. Kelaparan menghantui seluruh kota.

    Selain harus berperang melawan Jerman, tentara Soviet harus berpikir keras untuk menyediakan makanan bagi warganya yang mulai panik. Sehingga tentara memerintahkan para pembuat roti, mencampurkan dengan serbuk gergaji, karena persediaan tepung terigu yang sangat menipis.

    Untuk bertahan hidup, warga Leningrad mulai mencari apa saja yang dapat dimakan, tidak peduli binatang jijik, seperti tikus, kucing, burung bahkan kacoa, semua menjadi rebutan warga yang sudah kelaparan.

    Setelah binatang jijik mulai sulit didapat, kepanikan semakin melanda warga, dan mulai terjadi kanibalisme. Jenasah korban perangpun dicuri untuk disantap dagingnya. Dan praktek kanibalisme semakin melanda seluruh kota. Sampai-sampai Polisi Leningrad merasa perlu melakukan patroli anti-kanibalisme, karena warga semakin buas dan mulai tidak terkendali.

    Pengepungan itu baru berakhir setelah tentara Soviet berhasil menghalau kepungan Jerman yang mulai rontok semangatnya setelah sekian lama mengepung kota Leningrad. Dan ini tercatat sebagai pengepungan yang paling berdarah dan paling lama, selama 900 hari, dalam sejarah.

    Peperangan itu, telah menewaskan hampir 300 ribu tentara Soviet, dan 1 juta lebih warga sipil. Kebanyakan warga yang dapat bertahan hidup, kemudian dipastikan karena melakukan kanibalisme.

    Ini adalah suatu bukti, bahwa manusia bisa bertindak buas bagaikan binatang, saat terpaksa bertahan untuk hidup. Sungguh mengerikan.
    -------------------------------------------
    yang patut di renungkan---
    dari sisi spiritual/agama apakah kanibalisme dibenarkan bila keadaan mendesak?----silahkan buka thread baru untuk didiskusikan.
    manusia dan binatang kadang hanya beda tipis,bahkan dikejadian tertentu manusia lebih kejam dari binatang.
    freedom and H swiechun like this.

  31. The Following 3 Users Say Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    freedom (16-03-13), H swiechun (15-03-13), Top1 (15-03-13)

  32. #37
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 234

    Profesi berikut ini adalah cara mencari nafkah paling aneh di dunia, namun pelakunya benar benar menggelutinya dengan sepenuh hati. Bukan hanya masalah duniawi dia menjadi serius,tapi karena pekerjaan ini sekaligus sebagai tuntutan bathin..

    Ini adalah kisah nyata seorang nelayan di China, bernama Wei Xinpeng.

    Pada awalnya Wei, adalah seorang nelayan biasa, namun pada suatu hari putranya yang sedang bermain di tepi sungai terpeleset, jatuh dan hanyut ke dalam Sungai Kuning. Walaupun yakin sudah tidak mungkin tertolong lagi, namun Wei berhari-hari mendayung perahunya sampai jauh menelusuri sungai untuk mencari jasad anaknya. Sangat menyakitkan, bukan anak sendiri yang ia temukan, malah mayat orang lain yang dia temukan ,di sungai terpanjang di China itu.

    Ternyata di Sungai Kuning itu memang sering banyak mayat , baik itu korban kecelakaan, dibunuh ataupun bunuh diri. Karena Sungai Kuning, adalah sungai terpanjang di China, warna airnya sangat keruh dan berwarna kuning, sehingga sering dijadikan “tempat pembuangan mayat”.

    Dengan kasus anaknya sendiri yang “hilang” di sungai,dan belum juga ketemu,yang terasa begitu menyakitkan,dia juga memikirkan orang lain yang kehilangan keluarganya,maka menunggu dan mencari mayat itu telah menjadi pekerjaan dia sehari hari,

    Lelaki 55 tahun itu seperti hapal aliran sungai, dengan jeli ia melihat ke mana arus membawa mayat-mayat yang tenggelam di sungai itu. Biasanya, Wei mendayung perahunya ke dekat satu jembatan kecil di hilir. Di sana, selalu mayat "parkir" sejenak, karena tersangkut di celah besi jembatan, sebelum terbawa arus pergi menjauh.

    Dalam tujuh tahun terakhir sebagai “Pemburu Mayat’, *setiap minggu Wei pasti menemukan minimal satu mayat, dan hingga kini ia telah menemukan ratusan mayat dalam sungai itu.
    Dan para keluarga dari mayat itu selalu memberikan uang sebagai balas jasa atas penemuan tsb.
    Demikianlah ----tuntutan bathin yang akhirnya menjadi sebuah profesi.

    Namun tidak semua hasil ‘pemburuannya’ selalu ada yang mengakui sebagai keluarganya.. Ada yang hanya datang, melihat, lalu pergi tanpa berkata apa-apa, umumnya adalah dari kalangan miskin.

    Wei kemudian akan menguburkan mayat tidak ditebus dengan layaknya di pesisir sungai.

    Sebagian orang memandang aneh kepada pekerjaannya, tetapi cukup banyak orang yang memandang pekerjaannya sangat mulia. “ Saya tidak tega melihat mayat itu membusuk tanpa ada yang peduli. Mereka itu bukan binatang. Mayat mayat itu layak dikuburkan dengan baik, layaknya kita menghormati selagi hidupnya”, *demikian ujar Wei.
    Last edited by hadisantoso; 15-03-13 at 13:40.
    freedom, H swiechun and fen like this.

  33. The Following 3 Users Say Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    freedom (16-03-13), H swiechun (16-03-13), yoh***s (15-03-13)

  34. #38
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 235

    Majalah Time yang terbit pada Agustus 2010, menghebohkan dunia. Sampul majalah itu menampilkan seorang gadis Afganistan yang terpotong hidung, dan telinganya. Hilangnya hidung itu membuat wajah ternganga sebuah lubang besar. Sangat mengerikan! Ini menjadi simbol kekerasan masih terjadi di Afganistan.

    Gadis itu Aesha Mohammadzai mengalami siksaan brutal dari suaminya, seorang militan Taliban, karena meneNtang kawin paksa.

    Kisah penindasan itu, bermula ketika Aesha berusia 12 tahun. Ayahnya yang terdesak dengan tekanan ekonomi terpaksa meminjam uang dari seorang di desanya, ternyata kemudian diketahui adalah seorang militan Taliban.

    Tingginya bunga pinjaman, membuat hutangnya membengkak. Ayahnya merasa tidak sanggup membayar lagi, diam diam mengikat perjanjian untuk menyerahkan putrinya Aesha untuk dinikahkan kepada militan itu, ini dianggap sebagai kompensasi pelunasan hutangnya.

    Walaupun Aesha tidak berani melawan keputusan ayahnya, terlebih calon suaminya adalah seorang pejuang Taliban yang bertampang kejam,dia terpaksa menjalankan ‘kawin paksa’ itu. Namun Aesha menolak untuk ‘melanyani’ suaminya. Ini tentu membuat suaminya berang, dan itu adalah awal penganiyaan pada dirinya. Aesha selalu dipukul dan ditendang dengan bengisnya, bukan saja oleh suaminya, tetapi juga dari keluarga suaminya. Sekujur tubuh luka lebam.

    Kendatipun mengalami siksaan bertubi-tubi, pendirian Aesha tetap tidak berubah, ia tetap tidak mau ‘melayani’ suaminya. Untuk membuatnya jera, suaminya kemudian membuangannya ke kandang kambing di belakang rumahnya selama berbulan-bulan. Pendirian Aesha tetap sama, tidak berubah.

    Tidak tahan dengan siksaan suaminya yang semakin brutal. Akhirnya Aesha melarikan diri. Celakanya ia pun tertangkap kembali. Sebagai ganjaran, suaminya memotong hidung dan kedua telinganya.

    Saat ia menghunus pisau tajam di depan saya, untuk memotong hidung dan telinga saya,karena takutnya saya jatuh pingsan.di tengah malam saya terbangun dan merasakan ada air dingin di dalam hidung saya. Saat membuka mata, saya tak bisa melihat apapun karena semuanya berdarah”, Aesha menceritakan pada CNN.

    Dalam keadaan sekarat, Aesha dibuang ke pegunungan oleh suaminya. Dengan tenaga yang tersisa, ia bersusah payah merangkak ke rumah kakeknya. Sang ayah pun membawanya ke fasilitas medis milik AS dan dirawat disana selama 10 minggu. Oleh sebuah badan amal di New York, ia diterbangkan ke AS.

    Aesha tiba di AS tanpa bisa berbicara sepatah kata pun dalam bahasa Inggris, bahkan karena tak pernah mendapatkan pendidikan yang layak di negara asalnya, ia pun buta huruf bahasa ibunya, Pashto.

    Sejak tinggal di AS, Aesha menjalani operasi rekonstruksi perintis terhadap hidung dan telinganya serta dipasangi hidung palsu di West Hills Hospital, California ,milik yayasan kemanusiaan Grossman Burn Center sebagai bagian dari rehabilitasinya selama 8 bulan.

    Kini wajahnya seperti sudah normal setelah dipasangi hidung palsu, tapi Aesha masih harus berjuang melawan luka mentalnya yang teramat dalam dan sulit dilupakan. Menurut Dr Grossman setiap kali bercermin Aesha akan teringat lagi traumanya.

    Ketika CNN bertanya bagaimana perasaannya kepada ayahnya, ia menjawab “ Saya tidak membencinya. Saya rela kehilangan hidung saya, demi menolong nyawanya, karena kalau ayah tidak sanggup membayar hutangnya, mereka pasti akan membunuhnya. Saya tetap menghormati dan mencintainya”

    -----------------------------------------------------------------
    kisah2 dalam renungan,selalu menampilkan/menceritakan sisi baik dan buruknya manusia,ada yang kejam,rajin,gigih,ulet,serakah,mulia dan cinta kasih. hendaknya pembaca bisa memilah dan mengambil hikmah dari cerita2 itu,buang yang jelek dan ikuti yang baik------semoga bermanfaat.

  35. The Following 3 Users Say Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    freedom (16-03-13), H swiechun (16-03-13), yoh***s (16-03-13)

  36. #39
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    RENUNGAN PAGI # 236

    Anneliese Michel, adalah seorang gadis muda yang berprofesi sebagai guru SD di Bavaria, Jerman. Ayahnya tukang kayu dan sangat taat agama,dia mendidik si cantik Anneliese menjadi anak yang taat agama. Semenjak ia lahir pada 1952, lingkungannya selain rumah, hanya sekolah dan Gereja. Masa kecil Anneliese berjalan dengan baik, sehat dan normal seperti anak-anak kecil lainnya dan kemudian tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik, periang dan pintar.

    Pada usia 17 tahun, kehidupan Anneliese tiba tiba berubah drastis menjadi sebuah mimpi buruk. Ia mulai mengalami serangan aneh, yang tak lazim, sepanjang malam. Ia melukiskan bahwa serangan itu berupa gejala-gejala kelumpuhan dan berlanjut dengan seperti adanya beban berat pada dadanya. Saat serangan itu terjadi tubuhnya menjadi kejang dan kaku, dan total tidak dapat bergerak atau berbicara.

    Dokter yang memeriksanya berhipotesa bahwa Anneliese menderita serangan ayan biasa dan mudah disembuhkan. Namun ternyata serangan itu terus berkelanjutan hingga akhirnya Anneliese terpaksa tinggal di rumah sakit jiwa hampir setahun.

    Selama tinggal di rumah sakit jiwa, kondisi Anneliese bukan semakin baik, ia mulai sering melihat penampakkan wajah-wajah iblis menyeramkan, serta mendengar bisikan-bisikan iblis. Mendengar keluhan Anneliese, dokter memberinya obat-obatan berdosis tinggi yang ampuh untuk menurunkan tingkat stressnya.

    Yang terjadi malah sebaliknya, Anneliese makin bertambah frustasi karena obat-obatan tersebut sama sekali tidak berpengaruh bagi dirinya. Penampakan demi penampakan yang disertai bisikan-bisikan itu semakin menjadi dan semakin membuatnya tertekan luar biasa.

    Akhirnya karena tidak mengalami perkembangan, Anneliese kembali ke rumahnya dan menyelesaikan pendidikannya di Universitas Wurzburg. Tahun 1973 ia diwisuda dengan predikat yang luar biasa.

    Suatu bukti bahwa Anneliese yang tidak hanya cantik tapi juga pintar, selama dalam tekanan dari penampakan dan suara-suara yang selalu menghantuinya dan menyakitinya secara fisik, Anneliese tetap bisa menyelesaikan sekolahnya dengan predikat luar biasa.

    Anneliese menyadari bahwa obat dokter sama sekali tidak menolong dirinya, dan gangguan-gangguan tersebut diyakini sebagai fenomena kerasukan. Ia merasa ada iblis di dalam dirinya yang semakin hari semakin muncul keluar dan menghantui dirinya. Untuk itu ia meminta Gereja untuk melakukan Ecorcism, ritual pengusiran hantu dari dalam tubuhnya. Tetapi ditolak, Gereja menganggapnya kurang beriman dan malah menyuruhnya untuk lebih beriman lagi.

    Gangguan yang menurut dokter adalah penyakit biasa tersebut semakin bertambah parah, ia mulai melukai tubuhnya sendiri, menggigit anggota keluarganya sendiri, memakan lalat, laba-laba dan bahkan menggigit kepala burung yang sudah mati. Ia juga mulai sering menyobek pakaiannya sendiri dan menggonggong seperti anjing. Parahnya lagi, terkadang ia juga kencing di lantai dan menjilati air kencingnya sendiri. Ia menolak tidur diatas kasurnya, malah lebih menyukai tidur di atas lantai yang dingin.

    Setelah lima tahun hal mengerikan tersebut berjalan, orang tua Anneliese berkeliling memohon ke setiap pendeta untuk melakukan ritual pengusiran hantu kepada putrinya, juga tetap memohon ke setiap dokter untuk melanjutkan pengobatan dan penelitian terhadap penyakit mengerikan itu. Orang tuanya telah mengusahakan semaksimal segala sesuatunya, baik itu secara spiritual maupun ilmiah.

    Tahun 1975, salah satu Gereja setuju mengadakan ritual pengusiran hantu, yaitu dengan memakai kekuatan supranatural, penggunaan bahasa bahasa asing dan juga berbagai simbol agama. Dan setelah beberapa kali Exorcism, Anneliese dinyatakan dirasuki oleh 6 iblis, salah satunya mengaku adalah Kaisar Nero dari jaman Romawi, yang telah meninggal pada 2000 tahun lalu.

    Sama seperti obat-obatan dokter, Ecorcism yang dilakukan pendetapun bukan membuat Anneliese bertambah baik, ia mulai berbicara dengan penuh amarah dan mengeluarkan suara geraman yang mengerikan. Ia mulai berbicara dengan bahasa bahasa asing, yang kemudian oleh ahli bahasa mengatakan itu adalah bahasa Romawi yang sudah punah lebih dari 1500 tahun yang lalu. Suatu bahasa yang tidak mungkin dikuasai Anneliese.

    Kesehatan fisik Anneliese menurun secara drastis. Selama sepuluh bulan ritual exorcism tersebut ia sering menolak makanan karena menurutnya iblis-iblis tersebut melarangnya makan. Tempurung lututnya pun mengalami sejumlah keretakan, akibat tidak kurang dari 600 kali Anneliese harus berlutut dan bangun selama ritual exorcism tersebut.

    Ketika sadar dan tubuhnya kembali dikuasai oleh Anneliese sendiri, ia menulis surat pada para pendeta yang melakukan ritual exorcism tersebut. Di surat itu ia berkata bahwa Tuhan telah mendatanginya dan memberinya dua pilihan: Pertama, kebebasan segera dan total dirinya dari para iblis yang berada di dalam tubuhnya atau kedua, membiarkan terus kesurupannya untuk memberikan kabar kepada dunia kekuatan iblis yang sesungguhnya.

    Dan Anneliese memilih pilihan pertama. Ia meminta pendeta untuk menghentikan ritual exorcism lagi. Ia juga katakan bahwa dirinya akan meninggal pada tanggal dan jam tertentu.

    Tepat tengah malam, 1 Juli 1976, hari dan jam yang persis ramalan mengenai kematian dirinya, Anneliese memejamkan mata dengan tersenyum dan tampak tertidur dengan penuh kebahagiaan. Sinar wajahnya yang sudah tidak lagi cantik dibalik tubuhnya yang kurus kering dan rusak tersebut, kembali bersinar. Anneliese tertidur dengan penuh kedamaian dan kebahagian tanpa pernah bangun kembali.

    Sampai akhir hayatnya, masih terjadi pertentangan besar tentang apa yang diderita oleh Anneliese. Pihak rumah sakit menganggap itu adalah penyakit gangguan kejiwaan sedang Gereja menganggap itu adalah Kerasukan Setan. Bagaimana pula menurut pandangan Anda?

    Kisah nyata Anneliese kemudian diangkat ke layar lebar, menjadi satu film yang menjadi boX-office nomor satu sepanjang masa, berjudul “The Exorcism Of Emily Rose”
    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
    entah benar atau tidak cerita diatas,yang saya petik dari cerita itu hanyalah-------pengetahuan manusia sangat terbatas,dengan modal keterbatasan itu terkadang ada orang yang sok tahu lalu memberi vonis atas sebuah fenomena.
    Last edited by hadisantoso; 17-03-13 at 07:12.
    Top1, H swiechun, yoh***s and 1 others like this.

  37. The Following 3 Users Say Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    H swiechun (17-03-13), Top1 (18-03-13), yoh***s (17-03-13)

  38. #40
    hadisantoso's Avatar
    hadisantoso is online now NATURAL
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    surabaya
    Posts
    2,403
    Thanks
    281
    Thanked 1,151 Times in 727 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    Bosen ?? Ke Jalan2.com Aja Skrg !
    RENUNGAN PAGI # 237

    Ultra Marathon adalah sebuah pertandingan lari jarak jauh, sangat jauh. Marathon semacam ini setiap tahun selalu diadakan di Australia.
    Umumnya hampir 90 persen peserta akan menyerah di tengah pertandingan, dan hanya segelintir pelari baru dapat menyelesaikan pertandingan ini dalam waktu seminggu bahkan lebih. Ini dikarenakan selain medannya yang berat, jarak tempuhnya mencapai hingga 900 Km. Tidak heran peserta ‘Ultra Maraton’ ini hanya diperuntukkan untuk mereka yang memiliki fisik kuat, muda, dan terlatih.

    Pada tahun 1983, ada sebuah kejadian yang di luar kebiasaan. Panitia perlombaan ini terkejut dengan datangnya seorang yang telah berusia 61 tahun, bernama Cliff Young untuk mendaftar. Karena umumnya peserta tidak pernah ada yang berusia di atas 30 tahun.

    Salah satu peserta lalu bertanya, “Apakah Anda mendaftar untuk diri Anda atau anak Anda?”

    Dengan tenang Cliff menjawab “Saya sendiri yang akan ikut dalam perlombaan ini. Bolehkan?”

    Panitia lalu mengingatkan tentang beratnya medan dan jarak yang ditempuh. Cliff dengan santai menjawab “No Problem”.

    Pada hari perlombaan itu. Ratusan peserta telah berkumpul di pagi itu, rata rata mereka adalah pemuda di kisaran di bawah 30 tahuan, dan berbadan atletis. Ada suatu yang menyolok dari keberadaan Cliff Young di antara pemuda-pemuda itu. Ini tentu menarik perhatian media yang meliput marathon itu.

    Salah satu wartawan bertanya padanya “Apa yang sedang Anda lakukan disini?”

    Cliff menjawab, “Saya ikut dalam Marathon ini. Saya seorang peternak domba di pinggir kota Melbourne.”

    “Anda yakin akan sanggup mengikuti lomba ini?”

    “Ya.....tentu saja”.

    “Oh ya?”

    “Peternakan saya sangat luas, saya memelihara 2000 ekor domba. Setiap cuaca sedang buruk, saya harus mengumpulkan domba-domba itu mengiringnya ke kandang, tanpa kuda, tetapi dengan jalan kaki saja bersama anjing anjing saya. Saya terpaksa harus melakukannya sambil berlari, dan ini bisa memakan waktu 3 hari.

    Perlombaan ini hampir sama saja, hanya 2 hari lebih lama.”

    Ketika perlombaan dimulai. Banyak penonton yang meremehkan, melihat Cliff bagaikan menyeret-nyeret kakinya dengan berat, sedangkan para peserta berlari dengan cepat, enteng dan semangat, meninggalkan pak tua, Cliff, jauh di belakang. Mereka kebanyakan yakin Cliff akan tumbang pada hari pertama saja.

    Siaran televisi dan radio yang menyiarkan langsung pertandingan ini, sungguh mengejutkan masyarakat. Ketika semua peserta istirahat, Cliff sendiri malah tanpa istirahat, terus berlari sepanjang malam hari, ini berbeda dengan rata rata peserta yang berlari 16 jam, kemudian istirahat 6 jam.

    Maysarakat lebih terkejut lagi ketika mengetahui Cliff telah berhasil mencapai ‘garis finish’ dan memecahkan Record Ultra Marathon selama itu dengan 5 hari, 15 jam dan 4 menit. Cliff lalu berhak mengantongi hadiah A$ 10.000 sebagai pemenang.

    Mereka sangat tersentuh ketika mendengar apa yang Cliff katakan di depan televisi “Harap bagikan hadiah ini ke sisa 5 peserta yang telah lari berhari-hari”. Cliff tidak mengambil sepersenpun dari hadiah itu.

    Tahun berikutnya Cliff terus ikut dalam pertandingan ini, walaupun tidak lagi menjadi juara. Tetapi ia senang, karena selain teknik larinya telah menjadi contoh bagi pelari lain, sekaligus telah mengajarkan pada orang lain, untuk tidak meremehkan penampilan luar seseorang.

    Pada tahun 2000, Cliff kembali ikut serta, namun ia harus menyerah pada ajal dan meninggal dunia sebelum menyelesaikan perlombaan itu.

    Walaupun Cliff Young telah tiada, masyarakat Australia tetap mengenangnya sebagai Pelari yang Paling Gigih, Paling Berani dan Berhati Mulia.

    Pemenang bukan orang yang tidak pernah gagal. Melainkan orang yang tidak pernah MENYERAH terhadap KEGAGALAN. Pemenang adalah orang yang tidak keluar dari arena pertandingan saat pertandingan belum berakhir.

  39. The Following 2 Users Say Thank You to hadisantoso For This Useful Post:

    H swiechun (18-03-13), yoh***s (18-03-13)

Page 2 of 8 FirstFirst 1234 ... LastLast

Similar Threads

  1. renungan pagi
    By hadisantoso in forum Kongko2
    Replies: 238
    Last Post: 28-01-13, 09:36
  2. Renungan pagi ii
    By hadisantoso in forum Kongko2
    Replies: 156
    Last Post: 25-01-13, 10:49
  3. Jalan Pagi Mengurangi Risiko Pikun
    By bawel in forum Kongko2
    Replies: 2
    Last Post: 07-09-12, 15:58
  4. Doa yang Wajib di baca setiap pagi
    By sindi in forum True Buddha School
    Replies: 10
    Last Post: 14-01-10, 18:46
  5. ritual pagi hari untuk aliran ZhengYi
    By xuantong in forum Taoisme
    Replies: 30
    Last Post: 27-10-09, 03:13

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •