Sutra Dharani Karandamudra - Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha
Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha  

Go Back   Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha > General Buddhism > Ruang Dharma > Kumpulan Sutra & Vinaya Buddhist


Nona/mas manis, join Wihara.com donk :D . Jangan jadi guest doank hehe :))
Reply
 
LinkBack Thread Tools Search this Thread Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 11-07-06, 09:02
Zhou_wenhan's Avatar
Zhou_wenhan Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Senior
 
Join Date: Jun 2005
Location: Kelapa Gading, Jakarta
Posts: 283
Zhou_wenhan is on a distinguished road
Send a message via MSN to Zhou_wenhan Send a message via Yahoo to Zhou_wenhan
Post Sutra Dharani Karandamudra

The Sutra Of Casket Seal Dharani From The Secrete Whole Bodies'
Relics Of All Buddhas' hearts

Sutra Dharani Meterai Kotak Sarira Seluruh Tubuh Rahasia Hati Semua
Buddha

(disebut juga: Sutra Dharani Karandamudra)

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke bahasa Inggris oleh Jian-shan
Lin
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia oleh
Ivan Taniputera (0816658xxx)
tanggal 9 Juli 2006

CATATAN: Terjemahan bahasa Inggris akan dibiarkan seperti aslinya,
tanpa pembetulan bagi kesalahan tulis yang terjadi.

Thus I have heard, at one time, The Buddha was at the Precious
Bright Pond in the No-dirt Garden in the country of Moqietuo,
surrounded by an assembly of uncountable high Bodhisattvas, high
Sound Hearers, Heavenly Dragons, Yaochas, Jiandapos, Asuluoes,
Jialouluoes, Jinaluoes, Mohouluoqies, Human beings and Non-human
beings.

DEMIKIANLAH YANG TELAH KUDENGAR, Sang Buddha sedang berdiam di Kolam
Kegemilangan Berharga di Taman Tanpa Kekotoran, Negeri Magadha. Ia
dikelilingi oleh kumpulan tak terhitung para Bodhisattva tingkat
tinggi, suciwan tingkat tinggi, naga surgawi, yaksha, gandharva,
asura, garuda, kinnara, mahoraga, manusia, dan bukan manusia.

***

At that time, a high Bhraman in this assembly whose name was No-dirt
and Subtle Light. He was a wise man of profound knowledge. All
people were delightful to meet him. He took refuge with Triple Gems
and always did ten good deeds. He was very mercy and wise. He always
wished all living beings to be completely good and rich.

Pada saat itu terdapat seorang Brahmana mulia dalam kumpulan itu
yang bernama Tanpa Kekotoran serta Cahaya Mendalam. Ia merupakan
seorang bijak dan berpengetahuan mendalam. Semua orang senang
berjumpa dengannya. Ia berlindung pada Tiga Permata dan senantiasa
melaksanakan sepuluh tindakan bajik. Hatinya selalu diliputi belas
kasih dan bijaksana. Ia selalu berharap agar semua makhluk berada
dalam keadaan baik serta berkelimpahan.

***

This Bhraman No-dirt and Subtle light stood from his seat. He walked
to The Buddha and surrounded Him for seven times. He offered The
Buddha with many flowers and incense. He put very expensive clothes
and jewellery on The Buddha. He made obeisance to The Buddha's
feet , stood by one side and said: " We invite The World Honoured
One and all of you to accept my offering in my home tomorrow
morning. Then The Buddha promised.

Brahmanana yang bernama Tanpa Kekotoran dan Cahaya Mendalam itu
bangkit dari tempat duduknya. Ia berjalan mendekati Buddha serta
mengelilinginya sebanyak tujuh kali. Dipersembahkannya pada Buddha
banyak bunga serta dupa. Ia meletakkan jubah-jubah dan perhiasan
sangat berharga di hadapan Buddha. Dibungkukkannya kepalanya sebagai
tanda hormat ke kaki Buddha, lalu berdiri pada satu sisi serta
berkata, "Kami mengundang Yang Dijunjungi Dunia dan kalian semua di
sini untuk menerima persembahan di rumahku besok pagi." Buddha
menyetujui hal itu.

***

The Bhraman knew The Buddha accepted his invitation. He returned
home quickly and prepared one hundred delicious food and drinks at
night. He cleaned all his halls and rooms. He hanged many banners.
He brought his relatives with incense, flowers and good music in the
next morning. They came to The Buddha and said: "It is the right
time, please come to my home". The Buddha answered the Bhraman No-
dirt Subtle Light kindly and announced to the mass: "All of you
should go to the Bhraman's home and receive the offering to let them
receiving big benefit. Then The Buddha stood up from his seat.
Various colour light from The Buddha shown to ten directions as soon
as The Buddha stood. All the people saw and started to walk.

Sang brahmana memahami bahwa Buddha menerima undangannya. Ia kembali
ke rumah cepat-cepat dan mempersiapkan seratus makanan dan minuman
lezat malam itu. Dibersihkannya seluruh gedung dan ruangan, serta
digantungkannya banyak panji-panji. Pagi berikutnya, ia membawa
serta keluagarnya bersama dengan dupa, bunga, dan permainan musik
yang indah. Mereka menghadap Buddha dan berkata, "Telah tiba
waktunya, silakan datang ke tempat kediamanku." Buddha menyetujui
apa yang dikatakan Brahmana Tanpa Kekotoran dan Suara Mendalam dan
mengumumkan pada semua yang hadir di tempat itu, "Kalian semua
hendaknya pergi ke rumah brahmana ini guna menerima persembahan
sehingga ia dapat memperoleh pahala kebajikan besar." Kemudian
Buddha berdiri dari tempat duduknya. Cahaya aneka warna terpancar ke
sepuluh penjuru begitu Buddha bangkit dari tempat duduknya. Semua
orang yang melihatnya mulai berjalan.

***

Then the Bhraman brought with him incense and flowers respectively
with his relatives and Heavenly Dragons, Eight Departments, the four
Bhraman Kings walking in front to open and guide the way for The
Buddha.

Selanjutnya, sang Brahmana bersama-sama dengan keluarganya membawa
dupa dan bunga, dan begitu pula dengan naga surgawi, delapan
kelompok makhluk serta Empat Maharaja Langit. Mereka berjalan di
depan untuk membuka jalan serta menjadi penunjuk jalan bagi Buddha.

***

At that time The Buddha walked to a small distance and arrived at a
garden named" RICH"

Tidak berapa lama Buddha berjalan, tibalah ia di sebuah taman yang
bernama "Kaya."

***

There was an old Stupa which was damaged with brambles and grass. It
was buried with tiles and rocks. It looked like a mound of mud. The
Buddha walked to this Stupa. The Stupa shone very brightly. A sound
from this mound of mud praising:

"Good indeed, Good indeed, Shakyamuni. Your walk today is in a very
good situation. And Bhranman, you will receive great benefit today."
Then The Buddha paid respect to the Stupa and walked surrounding
clockwise to the Stupa. The Buddha took off his gown and put it on
the mound of mud. He wept seriously. After weeping He smiled again.
At that time all Buddhas from ten directions saw and wept. They
emitted bright lights to shine this Stupa. All the people was
frighten and confused. At that time The Varjrapania Bodhisattva wept
seriously. He walked to The Buddha in a dignified manner with his
pestle turning and said to The Buddha:"

Di sana terdapatlah stupa tua yang rusak dan ditumbuhi oleh alang-
alang dan rumput. Stupa itu terkubur dalam tumpukan ubin serta
bebatuan. Ia nampak bagaikan seongok lumpur. Buddha berjalan menuju
stupa tersebut, yang memancarkan sinar gemilang. Terdengar suara
pujian dari gundukan lumpur itu:

"Bagus sekali, bagus sekali, Shakyamuni. Engkau hari ini berada
dalam kondisi yang sangat menguntungkan, dan engkau, wahai Brahmana,
akan menerima pahala kebajikan luar biasa." Kemudian Buddha
menghaturkan penghormatan pada stupa itu dan berjalan mengelilingnya
searah dengan jarum jam. Buddha mengambil jubahnya dan meletakkannya
di atas gundukan lumpur ini. Ia menitikkan air mata dengan derasnya.
Setelah menangis Buddha tersenyum kembali. Pada saat itu, para
Buddha dari sepuluh penjuru melihat peristiwa tersebut dan
menitikkan air mata. Mereka memancarkan sinar terang pada stupa ini.
Semua orang yang melihatnya menjadi gemetar dan bigung. Bodhisattva
Vajrapani [juga] menitikkan air mata pada kesempatan tersebut. Ia
berjalan ke hadapan Buddha dengan sikap hormat sambil membawa
vajranya dan bertanya:

***

Why is it so bright? Why do you weep? And The Buddhas from ten
directions are appearing with such a brightness. We wish The Thus
Come One to explain my question to the mass.

"Mengapakah cahaya yang dipancarkannya begitu gemilang? Mengapakah
engkau menangis? Para Buddha dari sepuluh penjuru menampakkan diri
dengan kecemerlangan yang sama. Kami berharap agar Tathagata
menjawab pertanyaanku di hadapan yang hadir di tempat ini."

***

Then The Bhagavad told Varjrapania." All Buddhas' uncountable kotis
heart dharani secrete seal Dharma is in this great whole body relics
concentration Buddhas' Stupa. This Stupa became overlapping with no
gap, as many as sesames. Hundreds and thousands of kotis Buddhas
Bodies are also as many as sesames. Hundreds and thousands of kotis
Buddhas' whole bodies relics concentration, even the eighty four
thousand Dharmas are inside this Stupa.

Sang Bhagava memberitahu Vajrapani, "Tak terhingga Dharma Meterai
Rahasia Dharani Hati terdapat dalam Stupa Kumpulan Sarira Seluruh
Tubuh Buddha ini. Stupa ini benar-benar dipenuhi tanpa celah
sedikitpun, sebanyak biji wijen, dengan ratusan dan ribuan koti
tubuh Buddha, yang banyaknya juga bagaikan biji wijen. Ratusan dan
ribuan koti kumpulan sarira seluruh tubuh Buddha, bahkan 84.000
Dharma berada dalam stupa ini.

***

Ninety nine hundreds of thousands of millions kotis Buddhas' heads'
form are also inside. Because of this wonderful reason, no matter
where this Stupa is, it is very spiritual efficacious. The wonderful
virtue may satisfy all Earthly good wishes."

Tak terhitung [sarira] yang berbentuk seperti kepala Buddha terdapat
di dalamnya pula. Karena alasan yang luar biasa, tidak peduli di
manapan stupa ini berada, ia memiliki daya spiritual yang luar
biasa. Pahala kebajikannya sanggup mengabulkan seluruh harapan
duniawi.

***

When the mass heard The Buddha said like that. They left all the
dirty thoughts, and all the worries were gone. They obtained clean
Dharma eyes. They obtained one of the result according to their
different conditions. Their benefit were also different. Some body
obtained Sakadagamin, Sotapannas, Anagamin, Arhat, Pratyeka Buddhas
and Boddhisattva, Avarvartyas, Sarvajna wisdom. Some people were
certified to obtain the primary stage, the second stage until the
tenth stage of Boddhisattva position. Some of them obtained
satisfied six paramita. The Bhraman left dirty thoughts and
obtained five spiritual penetrations.

Ketika hadirin mendengar apa yang dibabarkan Buddha itu. Mereka
menghapuskan segenap kekotoran batin dan seluruh kekhawatiran juga
sirna. Mereka merealisasi mata Dharma nan murni. Mereka memperoleh
buah hasil sesuai dengan kondisi mereka yang berbeda. Pahala
kebajikan mereka juga berbeda. Beberapa orang mencapai tingkatan
Sakadagamin, Shrotapanna, Anagamin, Arhat, Pratyeka Buddha,
Bodhisattva, Avavartyas, serta kebijaksanaan Sarvajna. Ada yang
mencapai tingkatan Bodhisattva pertama, sementara yang lainnya
tingkat kedua hingga kesepuluh. Beberapa di antara mereka
menyempurnakan enam paramita. Sang brahmana sendiri menghapuskan
kekotoran batinnya dan merealisasi lima penembusan spiritual.

***

When Varjrapania Bodhisattva saw this strange matter, he said to The
Buddha: " Good indeed, so strange. We obtain such wonderful merit
and virtual since we hear about it. If we hear the truth and
wholeheartedly believe it, how much merit and virtual we can
obtain?"

Ketika Bodhisattva Vajrapani menyaksikan hal yang ajaib ini, ia
berkata pada Buddha, "Bagus sekali, sungguh ajaib. Kami memperoleh
pahala kebajikan luar biasa setelah mendengarnya. Jika kami
mendengarkan mengenai kebenaran dan dengan segenap hati meyakininya,
berapa besarkan jasa serta pahala kebajikan yang akan kami peroleh?"

***

The Buddha said: " Listen Varjrapania. If there are faithful men or
faithful ladies and the four groups of disciples of mine in the
future bring forth to write this Sutra, it is equal to write all
Sutras spoken by ninety nine hundred thousand kotis Buddhas. They
have planted good roots in front of ninety nine hundred thousand
kotis Buddhas. All the Buddhas take care of them just like
protecting their eyes, also like the mercy mothers taking care of
their sons. If anybody read this one Sutra, it is equal to reading
all Sutras spoken by all Buddhas from the past, present and the
future. Because of this reason, ninety nine hundred thousand kotis
Buddhas, Proper Enlightened Ones as many as sesames come range upon
range without any gap. They show up day and night to bless this
people. So all Buddhas as many as uncountable sand grits in the
Ganges will arrive even when the previous Buddhas range hasn't left.
They come by turns like the sands revolving in the whirling water.
They come to and fro without stop. If anybody offers this Sutra with
incense, flowers, beautiful clothes and wonderful decorations. They
become Heavenly flowers, beautiful clothes and wonderful decorations
made from seven gems appearing in front of ninety nine hundred
thousand kotis Buddhas from the ten directions of the Universe.
These things piled up like The Sumero Mountain for offerings. The
good roots they plant are also so many."

Buddha berkata, "Dengarlah wahai Vajrapani. Jika ada pria atau
wanita serta empat kelompok siswaku yang memiliki keyakinan di masa
mendatang menuliskan sutra ini, maka tindakan itu dapat disamakan
dengan menyalin seluruh sutra yang dibabarkan sembilan juta sembilan
ratus ribu koti para Buddha. Semua Buddha akan menjaganya laksana
melindungi matanya sendiri, atau bagaikan seorang ibu yang merawat
anaknya. Apabila seseorang membaca sutra ini, maka tindakan itu
dapat disepadankan dengan membaca semua sutra yang dibabarkan para
Buddha di masa lampau, sekarang, dan mendatang. Oleh karena itulah,
sembilan juta sembilan ratus ribu koti Buddha, Yang Tercerahi,
sebanyak biji sesawi hadir semuanya tanpa celah sedikitpun. Mereka
menampakkan diri guna melimpahkan berkah baik siang maupun malam
pada orang ini. Semua buddha yang jumlahnya bagaikan butiran pasir
di sungai Ganga akan hadir sekalipun Buddha yang telah hadir
sebelumnya masih belum meninggalkan tempat tersebut. Mereka datang
bergiliran bagaikan pasir yang bergerak memutar dalam pusaran air.
Mereka datang dan pergi tanpa henti. Jika seseorang mempersembahkan
pada sutra ini dengan bunga, jubah yang indah, serta perhiasan yang
elok dipandang. Maka seluruh persembahan itu akan berubah menjadi
bunga-bunga surgawi, [sedangkan] jubah serta perhiasannya akan
berubah menjadi benda-benda yang terbuat dari tujuh jenis permata
di hadapan sembilan juta sembilan ratus ribu koti Buddha dari
sepuluh penjuru tersebut. Benda-benda ini akan bertambah banyak
hingga setinggi Gunung Sumeru guna dipersembahkan. Benih kebajikan
yang mereka tanam sungguhlah besar."

CATATAN: Tentu saja yang hadir adalah nirmanakaya para Buddha,
karena sebagai dharmakaya, seorang Buddha tidaklah "datang"
ataupun "pergi." Sutra ini ditujukan bagi para siswa Buddha yang
masih mendambakan hal-hal duniawi. Keinginan duniawi bukanlah
sesuatu yang tabu dalam Buddhisme. Semua Dharma adalah sama dan
masing-masing mengandung Dharma-dharma lainnya; oleh karena itu
menyalin satu sutra sama dengan menyalin sutra lainnya. Tidak ada
sutra yang lebih penting atau kurang penting. Satu sutra
mencerminkan atau merefleksikan sutra-sutra lainnya secara sempurna
tanpa cela sedikitpun. Untuk jelasnya silakan lihat analogi menara
yang dilihat Sudhana dalam Sutra Avatamsaka.

***

At that time, the Heavenly Dragons, the Eight Departments, Humans
and Non-humans heard about this. They felt very strange and talked
to each other:" So strange is this spoiled mound. It has such
spiritual change because of the Buddhas' blessing." Varjrapani asked
The Buddha again:

Pada saat itu, para naga surgawi, delapan kelompok makhluk, manusia
dan bukan manusia mendengar mengenai hal ini. Merasa merasa
keheranan dan berkata satu sama lain, "Begitu anehnya gundukan
[lumpur] terbengkalai ini. Ia telah berubah secara spiritual karena
berkah para Buddha." Vajrapani bertanya pada Buddha kembali,

***

"The World Honored One, why is the seven gems Stupa becomes a mud
mound now?"

"Yang Dijunjungi Dunia, mengapa stupa tujuh permata itu menjadi
gundukan lumpur sekarang?"

***

The Buddha told Varjrapania: " This is not a mound. It is a
wonderful great Stupa. It does not appear because the mass's bad
kharma. The Stupa was hidden but the whole bodies of Buddhas are not
destructive. How can the varjra bodies of Buddhas be destroyed!

Buddha berkata pada Vajrapani, "Ini bukanlah gundukan tanah sama
sekali. Ia merupakan stupa agung nan ajaib. Stupa itu tidak terlihat
[keagungannya] karena pengaruh karma buruk orang yang melihatnya.
Stupa itu tak terlihat tetapi keseluruhan tubuh Buddha [yang
tersimpan di dalamnya] tidaklah rusak. Bagaimana mungkin tubuh vajra
seorang Buddha dapat dihancurkan?

CATATAN: Bila Anda mengenakan kacamata merah, semuanya akan tampak
merah; bila Anda mengenakan kacamata hijau semuanya akan tampak
hijau; demikian pula stupa yang mulia akan nampak seperti gundukan
lumpur biasa jika dilihat melalui kacamata "karma buruk." Air akan
nampak sebagai kobaran api bagi hantu kelaparan, akan nampak seperti
kolam darah bagi penghuni neraka, namun akan nampak bagaikan amrita
bagi makhluk-makhluk penghuni surgawi. Inilah yang dinyatakan
sebagai "dunia bentukan pikiran" oleh aliran Yogacara.

***

When I enter nirvana, in the age of decadence and compelling. If
anybody who do illegal deeds, They should be punished to the Hell.
They do not believe the Triple Gems. They do not plant any good
roots. Buddhism will be hidden because of this reason. But this
strong and durable Stupa would not be destroyed because of blessing
from all Buddhas' spiritual power. The living beings without wisdom
are covered by kharma. They spoil the gems and do not know to use
it. Today I weep because of this reason. All Buddhas weep also.

Setelah aku parinirvana, pada zaman kemerosotan dan kekacauan; umat
manusia akan melakukan tindakan-tindakan jahat, mereka akan
terjerumus ke neraka. Mereka tidak meyakini Tiga Permata. Mereka
tidak menanam benih kebajikan. Buddhadharma akan "lenyap" karenanya.
Tetapi stupa yang kuat dan kokoh ini tidak akan hancur karena berkah
kekuatan spiritual semua Buddha. Para makhluk yang diliputi
pandangan salah diselubungi oleh karma buruk. Mereka menyia-nyiakan
permata berharga dan tidak tahu bagaimana memanfaatkannya. Itulah
yang menyebabkan aku menangis hari ini dan begitu pula dengan semua
Buddha.

***

Moreover, The Buddha told Varjrapania: "If anybody writes this Sutra
and put it into a Stupa. It will be a Stupa of all Buddhas' Varjra
Store. It is also a Stupa of all Buddhas' Dharani Heart Secrete
Blessing. It is a Stupa of ninety nine hundred thousand kotis
Buddhas. It is also a Stupa of all Buddhas' tops and eyes. It will
be protected by all Buddhas' spiritual power. If anybody put this
Sutra into a Stupa or a Buddha statue, This Statue will be made by
seven gems. It will be very efficacious and will fulfill all wishes.
The umbrellas, covers, nets, wheels, plates, bells, bases and steps
will be made by power. The material from mud, wood, stone or brick
will become seven gems because of the power of this sutra.

Buddha memberitahu lebih jauh pada Vajrapani, "Jika ada orang yang
menyalin sutra ini dan meletakkannya ke dalam sebuah stupa, maka
stupa itu akan menjadi Stupa Gudang Vajra semua Buddha. Ia juga
merupakan Stupa Berkah Rahasia Hati Dharani Semua Buddha. Ia
merupakan stupa sembilan juta sembilan ratus ribu koti Buddha. Ia
juga merupakan stupa puncak mahkokta (usnisha) dan mata semua
Buddha. Stupa ini akan dilindungi oleh kekuatan spiritual semua
Buddha. Apabila ada orang yang meletakkan sutra ini ke dalam suatu
stupa atau patung Buddha, patung itu akan menjadi terbuat dari tujuh
permata. Ia akan memiliki daya kekuatan serta dapat mengabulkan
segenap dambaan. Payung, tirai, jala, roda, piring, genta, alas, dan
anak tangga [berharga] akan tercipta dengan kekuatan [berkah
spiritual] tersebut. Benda-benda yang terbuat dari lumpur, kayu,
batu, atau bata akan berubah menjadi tujuh permata berharga karena
kekuatan sutra ini.

CATATAN: Sutra melambangkan Dharma. Dengan menghayati Buddhadharma
sesuatu yang "biasa-biasa saja" akan menjadi "luar biasa." Hidup
yang "tidak berarti" akan menjadi "berarti." Analogi hal ini adalah
sepotong kayu yang nampak "biasa-biasa saja," tetapi apabila kita
melihat dunia sub atomik di dalamnya, kayu itu akan menjadi sesuatu
yang "luar biasa" bagaikan terbuat dari tujuh permata berharga.
Inilah makna bait sutra di atas.

***

All Buddhas will add their powerful force and continuousely bless
this Sutra by honest speech.

Semua Buddha akan menambahkan daya kekuatannya dan tanpa henti
memberkahi sutra ini dengan sabda-sabda murni.

***

If any sentient being prostrates himself before and offers an
incense and a flower to this Stupa. Serious sin of eight billion
kalpas of this sentient being will be deleted. His disaster will be
avoided when he is alive. He will reborn in a Buddhist family after
he dies. If anybody should be punished to Abi Hell, when he
prostrates himself before this Stupa one time or walks around this
Stupa one time clockwise. The door of the Hell would be closed and
the road of Bhodi will be opened.

Jika ada orang yang menghaturkan hormat di hadapan stupa ini serta
mempersembahkan dupa serta bunga, kesalahan berat selama delapan
juta kalpa akan dihapuskan. Ia akan terhindar dari segenap bencana
dalam kehidupannya. Ia akan terlahir dalam keluarga Buddhis setelah
wafatnya. Seseorang yang seharusnya terjerumus ke dalam neraka
Avici, namun apabila ia menghaturkan hormat ke hadapan stupa ini
[walau] sekali saja atau berjalan mengelilinginya searah jaruh jam,
maka gerbang neraka akan tertutup baginya dan jalan menuju Bodhi
(pencerahan) akan terbuka [lebar].

CATATAN: Apa yang diungkapkan di atas nampak bertentangan dengan
hukum karma; namun tentu saja mustahil terdapat kontradiksi dalam
ajaran Buddha. Setelah merenungkan maknanya sekian lama, saya
menyimpulkan bahwa apa yang baru saja dibabarkan oleh sutra ini
tidaklah bertentangan dengan hukum karma. Ada beberapa pertimbangan
yang perlu kita renungkan. Pertama, untuk dapat meyakini atau
berjumpa dengan sutra ini juga diperlukan karma bajik pula, jadi
masalahnya tidaklah sesedarhana itu. Anda mungkin sempat membaca
sutra ini dan setelah itu membuangnya seraya berkata, "Omong
kosong!" Orang mungkin tidak meyakini ajaran sutra ini karena tidak
cukup memiliki timbunan kebajikan, sehingga tetap saja ia akan
terlahir dalam neraka Avici. Kedua, kita mengenal adanya karma
pemotong, yang dapat "membatalkan" berbuahnya suatu karma. Para
Buddha, yang telah tercerahi, sanggup memancarkan berkah yang luar
biasa, sehingga dapat berfungsi sebagai karma pemotong bagi buah
karma buruk yang akan muncul. Tetapi tentu saja, seseorang yang
harus memiliki keyakinan dan ketulusan terhadap Dharma. Untuk
penjelasan lebih lanjut silakan merujuk pada dialog antara Bhikkhu
Nagasena dengan Raja Milinda dalam Milindapanha, khususnya bagian
mengenai manfaat pelafalan paritta.

***

All Buddhas will bless by spiritual power to any place where the
Stupa or the image locates. No tornado, thunderstorm, lightning will
do harm. No poisonous snake, poisonous worm and poisonous beast may
hurt. No lion, mad elephant, tiger, wolf, wild bees may hurt. No
panic from Yaocha, Luocha, Buduo, Nakunshe, Zheli demons, monsters,
epilepsy. No sick from cold or hot, lilou, tanzhu, sore and scabies.

Semua Buddha akan memberkahi dengan kekuatan spiritualnya tempat-
tempat di mana terdapat stupa-stupa atau gambar Buddha [semacam
itu]. Tidak ada angin topan, badai, dan halilintar yang membahayakan
akan menimpa. Tidak ada ular berbisa, cacing berbahaya, serta hewan
beracun lainnya akan dapat melukai. Tidak ada singa, gajah gila,
harimau, serigala, dan lebah liar akan membahayakan orang yang hidup
di sana. Tidak ada kepanikan yang disebabkan oleh makhluk halus
yaksha, raksasa, buta, nakunshe (?), zheli (?), makhluk-makhluk
menakutkan, atau penyakit ayan. Tidak akan ada penyakit baik karena
serangan hawa dingin atau panas, tidak pula berjangkit penyakit
lilou, tanzhu, borok, atau skabies.

***

Anybody will avoid all disasters if he just has a look at this Stupa.

Seseorang akan terhindar dari bencana hanya dengan semata-mata
memandang pada stupa itu.

***

No plague will hapen from human, horses, animals, boys and girls. He
will not suffer from unnatural death. He will not be wounded by
knife, water and fire. He will not be invaded by robbers, thieves or
enemies. He will not suffer from hunger and poor. No incantation
from ghosts and monsters may do harm.

Tidak ada wabah penyakit yang akan menimpa orang, kuda, hewan, anak
laki-laki dan perempuan. Mereka tak akan mengalami kematian tak
wajar. Mareka tak akan terluka oleh senjata tajam, air, maupun api.
Mereka tidak akan dicelakai oleh para perampok, pencuri, ataupun
musuh. Mereka tak akan menderita karena kelaparan atau kemiskinan.
Tidak ada serangan gaib dan makhluk halus jahat serta mengerikan
akan membahayakan mereka.

***

The Four Heavenly Kings and their relatives will protect him day and
night. Great Yaocha Generals from the Twenty Eight Departments, and
the sun, moon, five stars banners cloud and comets will protect him
day and night. All the Dragon Kings will reinforce their air to
create rain on time. All the Heavenly beings, Trayastrimsha Heaven
will come down three times for offering.

Empat Maharaja Langit beserta pengikutnya akan melindungi mereka.
Para Jenderal Yaksha dari keduapuluh delapan divisi beserta
matahari, rembulan, panji lima bintang, dan bintang-bintang berekor
akan melindungi mereka siang dan malam. Seluruh naga surgawi akan
mengumpulkan uap air sehingga hujan dapat turun pada waktunya.
Seluruh makhluk surgawi, [termasuk] dari Surga Trayastrimsha akan
datang tiga kali guna menghaturkan persembahan.

***

All Celestial beings come three times for praising, surrounding and
salute to this place. Sakya King and all Heavenly girls come down to
do offering three times day and night. This place is blessed by all
Buddhas. This Stupa is like that because the Sutra is inside.

Seluruh makhluk surgawi akan hadir tiga kali demi melantunkan
pujian, mengelilingi serta menghaturkan sembah sujud bagi tempat
tersebut. Maharaja Sakra beserta gadis-gadis surgawi akan turun
menghaturkan persembahan tiga kali baik siang maupun malam. Tempat
ini diberkahi oleh semua Buddha. Stupa ini akan menjadi seperti itu
karena terdapat sutra di dalamnya.

***

If anybody establishes a Stupa with mud, stone, wood, gold, silver,
cupper and lead, and he writes this spiritual Dharani and put it
inside. The Stupa become seven gems as soon as the Dharani is put.
The steps, plates, umbrellas, covers, bells and wheels become all
seven gems. The Buddha forms around the four sides of this Stupa
stay and protect day and night because of the Dharma.

Jika ada orang yang mendirikan sebuah stupa dengan tanah liat, batu,
kayu, emas, perak, tembaga, atau timah hitam, lalu menuliskan
dharani ini serta meletakkan di dalamnya, stupa ini akan menjadi
terbuat dari tujuh permata mulia begitu dharani ini diletakkan di
dalamnya. Anak tangga, piring, payung, tirai, genta, dan roda
semuanya berubah menjadi tujuh pertama mulia. Tubuh-tubuh Buddha
yang berada di empat penjuru stupa ini akan melindungi siang malam
karena [kekuatan] Dharma.

***

The seven gems Stupa with whole bodies relics wonderful precious
store grows by the power of this Dharani to Ajianiza Heaven. All
Heavenly beings pay respects to, protect, pay offering to this Stupa
day and night when it rises to the Heaven.

Stupa tujuh permata dengan dengan sarira seluruh tubuh yang ajaib
dan berharga akan bertumbuh dengan kekuatan dharani ini hingga
mencapai Surga Akanistha. Seluruh makhluk surgawi akan menghaturkan
hormatnya, melindungi, serta memberikan persembahan pada stupa ini,
baik siang maupun malam, saat ia [bertambah tinggi dan] mencapai
Surga.

***

Varjrapani asked: "Why is this dharma so wonderfully virtuous?" The
Buddha said:" Because of the spiritual power of this Casket Seal
Dharani."

Vajrapani bertama, "Mengapakah dharma ini adalah begitu luar
biasanya?" Sang Buddha menjawab, "Dikarenakan kekuatan spiritual
Dharani Meterai Kotak ini."

***
__________________

Di dunia ini,
Tiada orang yang tidak kukasihi,
Tiada orang yang tidak dapat kupercaya,
Tiada orang yang tidak dapat kumaafkan!
(Jing Si Xiao Yu - Master Zhengyan)

Om Mani Padme Hum
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 11-07-06, 09:05
Zhou_wenhan's Avatar
Zhou_wenhan Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Senior
 
Join Date: Jun 2005
Location: Kelapa Gading, Jakarta
Posts: 283
Zhou_wenhan is on a distinguished road
Send a message via MSN to Zhou_wenhan Send a message via Yahoo to Zhou_wenhan
Post Sutra Dharani Karandamudra(2)

Varjrapani said:" We wish The Buddha take pity on us and speak this
Dharani."

Vajrapani berkata, "Kami berharap agar Buddha berbelas kasih pada
kami dan sudi mengucapkan dharani tersebut."

***

The Buddha said:" Listen and think, do not forget. The bright
appearance of branch bodies of all Buddhas of the present and the
future. The whole body relics of all Buddhas in the past are in
this Casket Seal Dharani. All the Buddhas' three bodies are also
inside." Then The Buddha spoke the Dharani:

Buddha berkata, "Dengarlah dan hafalkan, jangan sampai lupa.
Penampilan gemilang tubuh semua Buddha dari zaman sekarang dan akan
datang. Sarira seluruh tubuh Buddha masa lampau terdapat dalam
Dharani Meterai Kotak ini. Ketiga tubuh Buddha juga berada di
dalamnya." Kemudian Buddha melafalkan dharani itu:

***

Namad sedeliya divi kanam, sava tathagatanam, Om bhuvibha
vadhavari, vachari vachatai, suru suru dhara dhara, sarva tathagata
dhatudhari, padmabhavati jayavari mudri smara. Tathagata dharma
chakra, pravartana vajri bodhi pana, Rumkara rumkriti,
Sava tathagata dhistite, Bodhaya bodhaya bodhi bodhi, Buddhya
buddhya, Samboddhani samboddhaya, Chala chala chalamtu,
Sarva varanani, Sarva papavigate, Huru huru sarva sukhavigati, Sarva
tathagata haridaya vajrani,
Sambhara sambhara, Sarva tathagata suhaya dharani mudri, Buddhi
subuddhi, Sarva tathagata dhistita, dhatu garbhe svaha samaya
dhistite svaha, sarva tathagata haridaya, dhatu mudri svaha, supra
tisthita stubhe tathagata dhistite, huru huru hum hum svaha,
Om sarva tathagata usnisa, Dhatu mudrani, Sarva tathagatam sadha
tuvibhusita, Dhistite hum hum svaha.

***

When The Buddha finished speaking this Dharani, All Buddhas spoke
from the mound to praise:"Good indeed, good indeed, Shakyamuni, you
come to this turbid world and speak this profound Dharma for the
benefit of those living beings who have nobody to rely on. This
important Dharma will stay for the benefit, serene and happiness of
the world for a long time."

Ketika Buddha selesai mengucapkan dharani ini, semua Buddha
mengucapkan pujian dari dalam gundukan itu, "Baik sekali! Baik
sekali! Sakyamuni, engkau hadir di tengah kekeruhan dunia ini serta
melafalkan Dharma mendalam ini demi kepentingan para makhluk yang
tak memiliki sandaran hidup. Dharma penting ini akan bertahan demi
kebajikan, kedamaian, serta kebahagiaan dunia ini dalam kurun waktu
yang lama."

***

At that time, The Buddha told Varjrapani: " Listen, listen, this
important Dharma has immeasurable spiritual power and uncountable
benefit. It is like the precious gratified pearls on the banner. It
spread gems to fulfil all wishes.

Pada saat itu, Sang Buddha memberitahu Vajrapani, "Dengarlah,
dengarlah, Dharma yang penting ini memiliki kekuatan spiritual tak
teukur serta tak terhingga kebajikan. Ini bagaikan mutiara berharga
penghias pada sebuah panji. Ia menyebarkan batu-batu permata
berharga demi memenuhi segenap dambaan.

***

I just tell you one ten thousandth of this dharma. You should
remember for the benefit for all.

Yang kubabarkan ini barulah sepersepuluh ribu bagian dari
keseluruhan Dharma ini. Engkau hendaknya senantiasa mengingatnya
demi kebajikan semua makhluk.

***

If any bad person felt into the Hell. He suffered seriously and did
not know when he could be relieved. If his son or grandson calls the
dead person's name and read this Dharani for seven times. The
melting copper and hot iron becomes suddenly a pond with eight
virtual water. A lotus flower carries him with a precious cover upon
his head. The door of Hell will be broken and the road of Bodhi
opens. The lotus flower flies to the World of Ultimate Bliss. All
the wisdom appears naturally. He is happy to speak and stay at a
position of supplement of a Buddha.

Jika ada pelaku kejahatan besar yang terjatuh ke dalam neraka. Ia
sangat menderita dan tidak mengetahui pada siapa ia seharusnya
berlindung. Bila putera atau cucu orang ini menyebutkan nama orang
yang meninggal itu dan melafapkan dharani ini sebanyak tujuh kali.
Tembaga panas cair dan besi membara dengan sekejap akan menjadi
kolam dengan airnya yang memiliki delapan sifat menyenangkan. Sebuah
bunga teratai akan membawanya dengan tudung mulia di atas kepalanya.
Pintu neraka akan pecah berantakan dan jalan menuju Bodhi akan
terbuka lebar. Bunga teratai itu akan terbang ke Tanah Buddha
Sukhavati. Seluruh kebijaksanaan akan muncul dengan sendirinya. Ia
akan gembira berkata-kata serta berdiam bersama seorang Buddha.

CATATAN: Seolah-olah masalahnya nampak sangat sederhana. Orang dapat
berbuat kejahatan sesukanya dan sesudah itu meminta anak cucunya
untuk menyebutkan namanya serta melafalkan dharani ini setelah ia
wafat. Tetapi kalau direnungkan tidaklah semudah itu. Jika seseorang
tidak memiliki karma kebajikan yang cukup memadai, mungkin pula anak
cucunya lupa atau lalai melafalkan dharani tersebut setelah ia
meninggal. Mungkin pula anak cucunya bukan penganut Buddhisme.
Mungkin pula mereka tidak sanggup menemukan kembali dharani ini...
dan serangkaian kemungkinan lainnya. Seseorang harus tetap memiliki
timbunan kebajikan agar ini dapat terjadi. Dharani ini sungguh sulit
dijumpai. Saya telah hidup selama lebih dari tigapuluh tahun, tetapi
baru sekarang menjumpainya. Beberapa dari Anda bahkan ada yang telah
berusia empatpuluh, limapuluh, atau bahkan delapanpuluh tahun baru
dapat menjumpai dharani ini. Jadi biar bagaimanapun juga tetap lebih
baik atau aman bagi kita untuk menghindarkan diri dari kejahatan-
kejahatan besar dan senantiasa melakukan kebajikan.

***

If any person suffers many diseases and is suffering acute pain
because of his cause of serious sin. If he reads this spiritual
Dharani for twenty one times. All the diseases and worries will
disappear. He will enjoy uncountable blessings and long life.

Jika ada orang yang menderita banyak penyakit dan diserang oleh rasa
sakit yang hebat karena telah melakukan kesalahan berat. Apabila ia
melafalkan dharani ini sebanyak duapuluh satu kali, seluruh penyakit
dan kekhawatirannya akan lenyap. Ia akan menikmati tak terhitung
berkah serta usia panjang.

***

If any body lives in a poor family because he was miserly, his
clothes can not cover his body. His food can not keep him survival.
He appears to be very week and thin, people don't like to see him.
This person feels ashamed. He goes to a mountain taking some wild
flowers. He grinds some wood to make incense. He goes to the front
of this Stupa to prostrate and make offerings. He walks around the
Stupa seven times clockwise. He weeps and repents. The poor effect
is deleted and wealth comes suddenly. Seven gems come like raining.
Nothing is in shortage. But at this time he should offer to The
Buddha and The Dharma; and donate to the poor. If he is miserly, the
wealth will disappear suddenly.

Jika seseorang terlahir di keluarga miskin karena kekikirannya [pada
kehidupan lampau], pakaiannya tidak sanggup menutup seluruh
tubuhnya. Selalu kekurangan makanan untuk mempertahankan hidupnya.
Penampilannya menjadi lemah dan kurus. Orang lain tidak suka
berjumpa dengannya. Apabila orang ini merasa malu dan pergi ke
sebuah gunung guna memetik beberapa bunga liar, menggiling [beberapa
batang kayu] guna dijadikan dupa. Setelah itu, ia pergi ke hadapan
stupa ini untuk menghaturkan hormat serta persembahan, berjalan
mengelilinginya tujuh kali searah dengan jarum jam; meneteskan air
mata dan menyesali kesalahannya. Kemiskinan orang itu akan sirna
dengan segera dan kemakmuran akan diperoleh. Tujuh permata berharga
akan tercurah dengan derasnya. Tidak ada kekurangan lagi. Tetapi
mulai saat itu, ia harus menghaturkan persembahan pada Buddha dan
Dharma, serta beramal pada orang miskin. Jika ia menjadi kikir,
kemakmuran yang telah diperoleh akan lenyap dengan segera.

***

If anybody establishes a Stupa with a height of four fingers for
planting good roots. He uses mud or bricks according to his ability.
He writes this spiritual Dharani and puts it into this Stupa. He
prostrates himself before this Stupa with fragrant flowers.
Frangrant cloud comes out from the small Stupa because of the power
of the Dharani and his faith. The fragrance and cloudy light spread
all over the Dharma Realm. This fragrance and brightness will do
Buddhist deeds. The merit and virtual are as the same as
abovementioned. That is to say no any wishes are not satisfying.

Jika seseorang mendirikan sebuah stupa dengan tinggi empat jari demi
menanam benih kebajikan. Entah ia menggunakan tanah liat atau batu
bata sesuai dengan kemampuannya, lalu menuliskan dharani ini dan
meletakkannya di dalam stupa. Kemudian ia bernamaskara di hadapan
stupa itu sambil membawa bunga-bunga harum; maka awan harum akan
keluar dari stupa itu dikarenakan kekuatan dharani serta
keyakinannya. Cahaya harum dan berwujud awan akan membumbung menuju
seluruh alam dharma (dharmadatu). Keharuman dan kegemilangan ini
akan memanifestasikan aneka kebajikan. Pahala dan kebajikannya sama
dengan yang telah disebutkan di atas. Tidak ada harapan yang tak
akan terpenuhi.

***

In the age of decadence, if noble men and noble women of the four
families of believers, strive to build this Stupas and settle the
miraculous Dharani in it, the resulting virtue and merits will be
immeasurable.

Pada zaman kemerosotan, jika ada pria atau wanita berbudi dari
kalangan empat kelompok umat Buddha, berusaha keras untuk membangun
stupa-stupa semacam ini dan meletakkan dharani ajaib ini di
dalamnya, jasa dan pahala kebajikannya yang dihasilkannya tak
terukur.

***

If some one who comes to the Stupa begging for blessing, he offers a
flower or an incense, prostrates himself before and makes offerings
to the Stupa, and circumanbulates the Stupa clockwise. Because of
such merits, the person will automatically gain happiness, high
position and fame without striving; obtain longevity and richness
without asking; defeat enemies and thieves without fighting;
diminish hatreds and curses without expelling; avoid diseases and
plagues without curing: get a noble husband or a lovely wife without
searching: bear smart sons and pretty daughters without praying; and
all wishes will be fulfilled.

Jika ada orang yang mengharapkan berkah dengan mengunjungi stupa
ini, dimana ia mempersembahkan setangkai bunga atau dupa,
bernamaskara di hadapan stupa tersebut, menghaturkan persembahan
serta mengelilinginya searah jarum jam; dikarenakan kebajikan
semacam itu, orang tersebut dengan sendirinya akan memperoleh
kebahagiaan, kedudukan tinggi, dan kemakmuran tanpa perlu bersusah
payah. Umur panjang dan kekayaan akan dimilikinya tanpa meminta;
musuh dan penjuru akan dikalahkan tanpa perlu bertarung; kebencian
dan kutukan akan sirna tanpa usaha apapun; penyakit dan wabah
menyakit akan menghindar dengan sendirinya; suami yang mulia atau
istri yang baik akan diperoleh tanpa mencari; putera cerdas serta
puteri cantik akan diperoleh; dan seluruh dambaan akan terpenuhi.

***

If there are birds, pigeons, dogs, wolves, mosquitoes and ants,
coming to the shadow of this Stupa or stepping on the grassland,
they will destroy the obstruct and understand from ignorance. They
will enter a Buddhist's home and receive the Dharma wealth.

Jika terdapat burung, burung dara, anjing, serigala, nyamuk, dan
semut, terkena bayangan stupa ini atau menginjak rerumputan di
sekitarnya, halangan karma mereka akan sirna serta terbebas dari
kebodohan. Mereka akan menerima kekayaan Dharma.

***

If any person sees the form of the Stupa, or he hears the sound from
the bells, or hears the name of this Stupa, or he is at the shadow
of this Stupa. His criminal obstruction will be demolished. His
wishes will be fulfilled. He will enjoy a serene life and will
reborn in the World of Ultimate Bliss after he dies. If anybody uses
a little mud to repair the spoiled wall of the Stupa, or uses a
small stone to prop up the leaning Stupa. His blessing and lifespan
will be raised. He will become a Wheel Turning King after this
life.

Jika ada orang melihat wujud stupa ini, mendengar suara genta-
gentanya, mendengar nama stupa ini, atau berada di bawah
bayangannya; seluruh hambatan akibat karma buruknya akan
dilenyapkan. Dambaan-dambaan hatinya akan terpenuhi. Ia akan
menikmati hidup yang damai serta terlahir di Tanah Buddha Sukhavati
setelah kematiannya. Apabila ada orang yang menggunakan sedikit
tanah untuk memperbaiki dinding stupa yang rusak atau menggunakan
sebongkah batu kecil untuk menyangga stupa itu; berkah dan usianya
akan meningkat. Ia akan terlahir sebagai Raja Pemutar Roda Dharma
setelah kehidupan ini.

***

After my nirvana, if anybody in the four families of my believers
offers incense and flowers, sincerely vows to read this Dharani in
front of the Stupa aiming to relieve the suffering of those in evil
patterns, every sentence will eliminate great light to shine the
three evil patterns. All suffering will be gone. The living beings
will be relieved from pain and the seed of Buddha will sprout. They
will reborn in any pure lands as they wish

Setelah aku parinirvana, jika ada salah seorang di antara empat
kelompok penganut ajarannya mempersembahkan dupa dan bunga, dengan
tulus berikrar melafalkan dharani ini di depan stupa demi
membebaskan para makhluk yang berada di alam penderitaan; maka
setiap kalimat yang diucapkannya akan memancarkan cahaya gemilang
hingga menyinari tiga alam sengsara. Seluruh penderitaan akan
berakhir. Para makhluk akan terbebas dari penderitaan dan benih
Buddha akan bertunas. Mereka akan terlahir di Tanah Buddha manapun
sesuai kehendak mereka.

***

If anybody standing on a mount and read this Dharani sincerely. All
living beings with hair, feather, scales and shells that are staying
in the mountains, forest, rivers and seas within the sight of this
man, will break the obstruction and understand from the ignorance.
The original three natures of the Buddha will appear. They will stay
in the serene place of great nirvana. If anybody walks with this
person on the same road. Or anybody touches his clothes or steping
on the footprint of this person. Or anybody meets him and has a talk
with this person. The serious sin of this person will be demolished
and he will fulfill a success.

Jika ada orang yang berdiri di puncak gunung dan melantunkan dharani
ini dengan tulus, semua makhluk berambut, berbulu, hidup di dalam
tempurung, dan bercangkang , yang tinggal di gunung, hutan, sungai,
serta lautan di dalam jangkauan pandangan orang itu, akan terbebas
dari belenggu dan kebodohan. Tiga hakekat asali Buddha akan
menampakkan dirinya. Mereka akan bernaung dalam kedamaian nirvana.
Jika ada orang yang berjalan dengan orang ini di jalan yang sama,
menyentuh bajunya, menapaki jejak kaki orang ini, atau berbicara
dengannya; kejahatan berat mereka akan dimusnahkan dan selain itu
mereka akan mencapai kesuksesan.

***

At that time, The Buddha told Varjrapania: " Now I enjoin this
secret mysterious Dhrani Sutra to you. You should pay respect and
protect it. Let this Dhrani Sutra be spread all over the world.
Don't let the living beings stop learning it.

Saat itu Buddha memberitahu Vajrapani, "Kini aku menyerahkan sutra
dharani yang penuh misteri ini padamu. Engkau hendaknya menghormati
dan melindunginya. Semoga sutra dharani ini dapat tersebar ke
seluruh dunia. Jangan biarkan para makhluk berhenti mempelajarinya.

***

Varjrapania said: " Now I am so lucky to be enjoined by The
Hounable One. We wish to protect and spread this Sutra day and night
to the world for paying a debt of gratitude to The Buddha. If
anybody writes ,up holds and remind continuously this Sutra. We will
urge the Shakra Emperor and the four Kings of the Heaven, all
Dragons and the Eight Departments on the Heaven to protect this
person day and night and do not leave him.

Vajrapani berkata, "Aku sangat beruntung dapat berjumpa dengan Yang
Dijunjungi. Kami berikrar untuk melindungi dan menyebarkan sutra ini
siang dan malam demi membalas budi kami pada Sang Buddha. Jika ada
orang yang menyalin, mempertahankan, dan merenungkan terus menerus
sutra ini, kami akan meminta Mahadewa Sakra, Empat Maharaja Langit,
seluruh naga, dan delapan kelompok makhluk surgawi untuk melindungi
orang ini siang dan malam tanpa pernah meninggalkannya."

***

The Buddha said: " Good indeed, Varjrapania. You protect this Dharma
and do not let it stop for the great benefit of all living beings in
the future.

Buddha berkata, "Baik sekali, Vajrapani. Engkau melindungi Dharma
ini dan jangan hentikan curahan kebajikannya bagi semua makhluk di
masa mendatang."

***

At that time, The Hounable One spoke The Casket Seal Dharani and
spread the Buddhis deeds. After that they went to the Bhraman's home
and accepted offerings. They made great benefits to all Heavenly
beings and Human beings and returned to their residence.

Pada saat itu, Yang Dijunjungi Dunia telah mengucapkan Dharani
Meterai Kotak dan membabarkan Dharma. Setelah itu mereka pergi
mengunjungi rumah sang brahmana dan menerima persembahannya. Seluruh
makhluk surgawi dan umat manusia menerima manfaat yang sungguh
besar. Mereka lalu pulang ke kediamannya masing-masing.

***

At that time, all the Bhishus, Bhishunis, laymen, laywomen, Heavenly
Dragons, Yechas, Jiandapoes,Axiuluoes, Jialouluoes, Jinaluoes,
Mohouluoqies, Human beings and Non-human beings were all happy. They
believed, accepted, up held and practised this Dharma.

Seluruh bhikshu, bhikshuni, umat awam pria, umat awam wanita, naga
surgawi, yaksha, gandharva, asura, garuda, kinnara, mahoraga,
manusia, dan bukan manusia bergembira. Mereka meyakini, menerima,
mempertahankan, dan mempraktekkan Dharma ini.
(Selesai 10 Juli 2006 – pukul 21.05) .Edisi ke-1. Revisi ke-0


sumber: mahayana_indonesia @ yahoogroups.com
__________________

Di dunia ini,
Tiada orang yang tidak kukasihi,
Tiada orang yang tidak dapat kupercaya,
Tiada orang yang tidak dapat kumaafkan!
(Jing Si Xiao Yu - Master Zhengyan)

Om Mani Padme Hum
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 19-03-08, 17:24
siu tao pheng you's Avatar
siu tao pheng you Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Baru bergabung
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 7
siu tao pheng you is on a distinguished road
Default

Bro,

Boleh minta bacaan sutranya yang dalam mandarin ga?
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 19-03-08, 23:14
Dharmaloka Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Baru bergabung
 
Join Date: Jul 2007
Posts: 7
Dharmaloka is on a distinguished road
Default

amitofo

ada mp3nya ngak?
saya pernah lihat di Life TV versi kartun sutra ini.
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 22-03-08, 18:57
jhon's Avatar
jhon menuju tanpa batas...
Penyebar Dharma
 
Join Date: Feb 2008
Posts: 1,660
Blog Entries: 1
jhon is on a distinguished road
Default

Namo Hyang AdiBuddha
Namo Rulai
Namo Metteya
Bapak ZhouWenHan mulia, yang banyak kebajikan dan kebaikan.
Sutra ini sangat menakjubkan.
terima kasih atas Sutra Dharani Karandamudra yang Bapak muat.

setelah membacanya, langkah praktek apa yang harus kulakukan untuk memuliakan Sutra Dharani ini?
1. apakah ak. harus buat satu buah stupa?
2. apakah selanjutnya menulis sutra dan meletakkan didalam stupa?
3. setelah itu apakah harus ada bunga2 persembahan?
4. menghaturkan persembahan itu apa?
5. harus membaca apa?

he he bingung ak. semoga Bapak ZhouWenHan memberitahu langkah2 yang perlu dilakukan?
xie xie che pei.
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 22-03-08, 20:11
bond's Avatar
bond Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Senior
 
Join Date: Nov 2007
Posts: 215
bond is on a distinguished road
Default

Langsung praktek Dhamma
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 24-03-08, 16:12
Prajna Paramita's Avatar
Prajna Paramita Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Senior
 
Join Date: Oct 2007
Location: Jakarta Indonesia
Posts: 179
Prajna Paramita is on a distinguished road
Send a message via MSN to Prajna Paramita Send a message via Yahoo to Prajna Paramita
Default

Quote:
Originally Posted by Zhou_wenhan View Post
Varjrapani said:" We wish The Buddha take pity on us and speak this
Dharani."

Vajrapani berkata, "Kami berharap agar Buddha berbelas kasih pada
kami dan sudi mengucapkan dharani tersebut."

***

The Buddha said:" Listen and think, do not forget. The bright
appearance of branch bodies of all Buddhas of the present and the
future. The whole body relics of all Buddhas in the past are in
this Casket Seal Dharani. All the Buddhas' three bodies are also
inside." Then The Buddha spoke the Dharani:

Buddha berkata, "Dengarlah dan hafalkan, jangan sampai lupa.
Penampilan gemilang tubuh semua Buddha dari zaman sekarang dan akan
datang. Sarira seluruh tubuh Buddha masa lampau terdapat dalam
Dharani Meterai Kotak ini. Ketiga tubuh Buddha juga berada di
dalamnya." Kemudian Buddha melafalkan dharani itu:

***

Namad sedeliya divi kanam, sava tathagatanam, Om bhuvibha
vadhavari, vachari vachatai, suru suru dhara dhara, sarva tathagata
dhatudhari, padmabhavati jayavari mudri smara. Tathagata dharma
chakra, pravartana vajri bodhi pana, Rumkara rumkriti,
Sava tathagata dhistite, Bodhaya bodhaya bodhi bodhi, Buddhya
buddhya, Samboddhani samboddhaya, Chala chala chalamtu,
Sarva varanani, Sarva papavigate, Huru huru sarva sukhavigati, Sarva
tathagata haridaya vajrani,
Sambhara sambhara, Sarva tathagata suhaya dharani mudri, Buddhi
subuddhi, Sarva tathagata dhistita, dhatu garbhe svaha samaya
dhistite svaha, sarva tathagata haridaya, dhatu mudri svaha, supra
tisthita stubhe tathagata dhistite, huru huru hum hum svaha,
Om sarva tathagata usnisa, Dhatu mudrani, Sarva tathagatam sadha
tuvibhusita, Dhistite hum hum svaha.

***

When The Buddha finished speaking this Dharani, All Buddhas spoke
from the mound to praise:"Good indeed, good indeed, Shakyamuni, you
come to this turbid world and speak this profound Dharma for the
benefit of those living beings who have nobody to rely on. This
important Dharma will stay for the benefit, serene and happiness of
the world for a long time."

Ketika Buddha selesai mengucapkan dharani ini, semua Buddha
mengucapkan pujian dari dalam gundukan itu, "Baik sekali! Baik
sekali! Sakyamuni, engkau hadir di tengah kekeruhan dunia ini serta
melafalkan Dharma mendalam ini demi kepentingan para makhluk yang
tak memiliki sandaran hidup. Dharma penting ini akan bertahan demi
kebajikan, kedamaian, serta kebahagiaan dunia ini dalam kurun waktu
yang lama."

***

At that time, The Buddha told Varjrapani: " Listen, listen, this
important Dharma has immeasurable spiritual power and uncountable
benefit. It is like the precious gratified pearls on the banner. It
spread gems to fulfil all wishes.

Pada saat itu, Sang Buddha memberitahu Vajrapani, "Dengarlah,
dengarlah, Dharma yang penting ini memiliki kekuatan spiritual tak
teukur serta tak terhingga kebajikan. Ini bagaikan mutiara berharga
penghias pada sebuah panji. Ia menyebarkan batu-batu permata
berharga demi memenuhi segenap dambaan.

***

I just tell you one ten thousandth of this dharma. You should
remember for the benefit for all.

Yang kubabarkan ini barulah sepersepuluh ribu bagian dari
keseluruhan Dharma ini. Engkau hendaknya senantiasa mengingatnya
demi kebajikan semua makhluk.

***

If any bad person felt into the Hell. He suffered seriously and did
not know when he could be relieved. If his son or grandson calls the
dead person's name and read this Dharani for seven times. The
melting copper and hot iron becomes suddenly a pond with eight
virtual water. A lotus flower carries him with a precious cover upon
his head. The door of Hell will be broken and the road of Bodhi
opens. The lotus flower flies to the World of Ultimate Bliss. All
the wisdom appears naturally. He is happy to speak and stay at a
position of supplement of a Buddha.

Jika ada pelaku kejahatan besar yang terjatuh ke dalam neraka. Ia
sangat menderita dan tidak mengetahui pada siapa ia seharusnya
berlindung. Bila putera atau cucu orang ini menyebutkan nama orang
yang meninggal itu dan melafapkan dharani ini sebanyak tujuh kali.
Tembaga panas cair dan besi membara dengan sekejap akan menjadi
kolam dengan airnya yang memiliki delapan sifat menyenangkan. Sebuah
bunga teratai akan membawanya dengan tudung mulia di atas kepalanya.
Pintu neraka akan pecah berantakan dan jalan menuju Bodhi akan
terbuka lebar. Bunga teratai itu akan terbang ke Tanah Buddha
Sukhavati. Seluruh kebijaksanaan akan muncul dengan sendirinya. Ia
akan gembira berkata-kata serta berdiam bersama seorang Buddha.

CATATAN: Seolah-olah masalahnya nampak sangat sederhana. Orang dapat
berbuat kejahatan sesukanya dan sesudah itu meminta anak cucunya
untuk menyebutkan namanya serta melafalkan dharani ini setelah ia
wafat. Tetapi kalau direnungkan tidaklah semudah itu. Jika seseorang
tidak memiliki karma kebajikan yang cukup memadai, mungkin pula anak
cucunya lupa atau lalai melafalkan dharani tersebut setelah ia
meninggal. Mungkin pula anak cucunya bukan penganut Buddhisme.
Mungkin pula mereka tidak sanggup menemukan kembali dharani ini...
dan serangkaian kemungkinan lainnya. Seseorang harus tetap memiliki
timbunan kebajikan agar ini dapat terjadi. Dharani ini sungguh sulit
dijumpai. Saya telah hidup selama lebih dari tigapuluh tahun, tetapi
baru sekarang menjumpainya. Beberapa dari Anda bahkan ada yang telah
berusia empatpuluh, limapuluh, atau bahkan delapanpuluh tahun baru
dapat menjumpai dharani ini. Jadi biar bagaimanapun juga tetap lebih
baik atau aman bagi kita untuk menghindarkan diri dari kejahatan-
kejahatan besar dan senantiasa melakukan kebajikan.

***

If any person suffers many diseases and is suffering acute pain
because of his cause of serious sin. If he reads this spiritual
Dharani for twenty one times. All the diseases and worries will
disappear. He will enjoy uncountable blessings and long life.

Jika ada orang yang menderita banyak penyakit dan diserang oleh rasa
sakit yang hebat karena telah melakukan kesalahan berat. Apabila ia
melafalkan dharani ini sebanyak duapuluh satu kali, seluruh penyakit
dan kekhawatirannya akan lenyap. Ia akan menikmati tak terhitung
berkah serta usia panjang.

***

If any body lives in a poor family because he was miserly, his
clothes can not cover his body. His food can not keep him survival.
He appears to be very week and thin, people don't like to see him.
This person feels ashamed. He goes to a mountain taking some wild
flowers. He grinds some wood to make incense. He goes to the front
of this Stupa to prostrate and make offerings. He walks around the
Stupa seven times clockwise. He weeps and repents. The poor effect
is deleted and wealth comes suddenly. Seven gems come like raining.
Nothing is in shortage. But at this time he should offer to The
Buddha and The Dharma; and donate to the poor. If he is miserly, the
wealth will disappear suddenly.

Jika seseorang terlahir di keluarga miskin karena kekikirannya [pada
kehidupan lampau], pakaiannya tidak sanggup menutup seluruh
tubuhnya. Selalu kekurangan makanan untuk mempertahankan hidupnya.
Penampilannya menjadi lemah dan kurus. Orang lain tidak suka
berjumpa dengannya. Apabila orang ini merasa malu dan pergi ke
sebuah gunung guna memetik beberapa bunga liar, menggiling [beberapa
batang kayu] guna dijadikan dupa. Setelah itu, ia pergi ke hadapan
stupa ini untuk menghaturkan hormat serta persembahan, berjalan
mengelilinginya tujuh kali searah dengan jarum jam; meneteskan air
mata dan menyesali kesalahannya. Kemiskinan orang itu akan sirna
dengan segera dan kemakmuran akan diperoleh. Tujuh permata berharga
akan tercurah dengan derasnya. Tidak ada kekurangan lagi. Tetapi
mulai saat itu, ia harus menghaturkan persembahan pada Buddha dan
Dharma, serta beramal pada orang miskin. Jika ia menjadi kikir,
kemakmuran yang telah diperoleh akan lenyap dengan segera.

***

If anybody establishes a Stupa with a height of four fingers for
planting good roots. He uses mud or bricks according to his ability.
He writes this spiritual Dharani and puts it into this Stupa. He
prostrates himself before this Stupa with fragrant flowers.
Frangrant cloud comes out from the small Stupa because of the power
of the Dharani and his faith. The fragrance and cloudy light spread
all over the Dharma Realm. This fragrance and brightness will do
Buddhist deeds. The merit and virtual are as the same as
abovementioned. That is to say no any wishes are not satisfying.

Jika seseorang mendirikan sebuah stupa dengan tinggi empat jari demi
menanam benih kebajikan. Entah ia menggunakan tanah liat atau batu
bata sesuai dengan kemampuannya, lalu menuliskan dharani ini dan
meletakkannya di dalam stupa. Kemudian ia bernamaskara di hadapan
stupa itu sambil membawa bunga-bunga harum; maka awan harum akan
keluar dari stupa itu dikarenakan kekuatan dharani serta
keyakinannya. Cahaya harum dan berwujud awan akan membumbung menuju
seluruh alam dharma (dharmadatu). Keharuman dan kegemilangan ini
akan memanifestasikan aneka kebajikan. Pahala dan kebajikannya sama
dengan yang telah disebutkan di atas. Tidak ada harapan yang tak
akan terpenuhi.

***

In the age of decadence, if noble men and noble women of the four
families of believers, strive to build this Stupas and settle the
miraculous Dharani in it, the resulting virtue and merits will be
immeasurable.

Pada zaman kemerosotan, jika ada pria atau wanita berbudi dari
kalangan empat kelompok umat Buddha, berusaha keras untuk membangun
stupa-stupa semacam ini dan meletakkan dharani ajaib ini di
dalamnya, jasa dan pahala kebajikannya yang dihasilkannya tak
terukur.

***

If some one who comes to the Stupa begging for blessing, he offers a
flower or an incense, prostrates himself before and makes offerings
to the Stupa, and circumanbulates the Stupa clockwise. Because of
such merits, the person will automatically gain happiness, high
position and fame without striving; obtain longevity and richness
without asking; defeat enemies and thieves without fighting;
diminish hatreds and curses without expelling; avoid diseases and
plagues without curing: get a noble husband or a lovely wife without
searching: bear smart sons and pretty daughters without praying; and
all wishes will be fulfilled.

Jika ada orang yang mengharapkan berkah dengan mengunjungi stupa
ini, dimana ia mempersembahkan setangkai bunga atau dupa,
bernamaskara di hadapan stupa tersebut, menghaturkan persembahan
serta mengelilinginya searah jarum jam; dikarenakan kebajikan
semacam itu, orang tersebut dengan sendirinya akan memperoleh
kebahagiaan, kedudukan tinggi, dan kemakmuran tanpa perlu bersusah
payah. Umur panjang dan kekayaan akan dimilikinya tanpa meminta;
musuh dan penjuru akan dikalahkan tanpa perlu bertarung; kebencian
dan kutukan akan sirna tanpa usaha apapun; penyakit dan wabah
menyakit akan menghindar dengan sendirinya; suami yang mulia atau
istri yang baik akan diperoleh tanpa mencari; putera cerdas serta
puteri cantik akan diperoleh; dan seluruh dambaan akan terpenuhi.

***

If there are birds, pigeons, dogs, wolves, mosquitoes and ants,
coming to the shadow of this Stupa or stepping on the grassland,
they will destroy the obstruct and understand from ignorance. They
will enter a Buddhist's home and receive the Dharma wealth.

Jika terdapat burung, burung dara, anjing, serigala, nyamuk, dan
semut, terkena bayangan stupa ini atau menginjak rerumputan di
sekitarnya, halangan karma mereka akan sirna serta terbebas dari
kebodohan. Mereka akan menerima kekayaan Dharma.

***

If any person sees the form of the Stupa, or he hears the sound from
the bells, or hears the name of this Stupa, or he is at the shadow
of this Stupa. His criminal obstruction will be demolished. His
wishes will be fulfilled. He will enjoy a serene life and will
reborn in the World of Ultimate Bliss after he dies. If anybody uses
a little mud to repair the spoiled wall of the Stupa, or uses a
small stone to prop up the leaning Stupa. His blessing and lifespan
will be raised. He will become a Wheel Turning King after this
life.

Jika ada orang melihat wujud stupa ini, mendengar suara genta-
gentanya, mendengar nama stupa ini, atau berada di bawah
bayangannya; seluruh hambatan akibat karma buruknya akan
dilenyapkan. Dambaan-dambaan hatinya akan terpenuhi. Ia akan
menikmati hidup yang damai serta terlahir di Tanah Buddha Sukhavati
setelah kematiannya. Apabila ada orang yang menggunakan sedikit
tanah untuk memperbaiki dinding stupa yang rusak atau menggunakan
sebongkah batu kecil untuk menyangga stupa itu; berkah dan usianya
akan meningkat. Ia akan terlahir sebagai Raja Pemutar Roda Dharma
setelah kehidupan ini.

***

After my nirvana, if anybody in the four families of my believers
offers incense and flowers, sincerely vows to read this Dharani in
front of the Stupa aiming to relieve the suffering of those in evil
patterns, every sentence will eliminate great light to shine the
three evil patterns. All suffering will be gone. The living beings
will be relieved from pain and the seed of Buddha will sprout. They
will reborn in any pure lands as they wish

Setelah aku parinirvana, jika ada salah seorang di antara empat
kelompok penganut ajarannya mempersembahkan dupa dan bunga, dengan
tulus berikrar melafalkan dharani ini di depan stupa demi
membebaskan para makhluk yang berada di alam penderitaan; maka
setiap kalimat yang diucapkannya akan memancarkan cahaya gemilang
hingga menyinari tiga alam sengsara. Seluruh penderitaan akan
berakhir. Para makhluk akan terbebas dari penderitaan dan benih
Buddha akan bertunas. Mereka akan terlahir di Tanah Buddha manapun
sesuai kehendak mereka.

***

If anybody standing on a mount and read this Dharani sincerely. All
living beings with hair, feather, scales and shells that are staying
in the mountains, forest, rivers and seas within the sight of this
man, will break the obstruction and understand from the ignorance.
The original three natures of the Buddha will appear. They will stay
in the serene place of great nirvana. If anybody walks with this
person on the same road. Or anybody touches his clothes or steping
on the footprint of this person. Or anybody meets him and has a talk
with this person. The serious sin of this person will be demolished
and he will fulfill a success.

Jika ada orang yang berdiri di puncak gunung dan melantunkan dharani
ini dengan tulus, semua makhluk berambut, berbulu, hidup di dalam
tempurung, dan bercangkang , yang tinggal di gunung, hutan, sungai,
serta lautan di dalam jangkauan pandangan orang itu, akan terbebas
dari belenggu dan kebodohan. Tiga hakekat asali Buddha akan
menampakkan dirinya. Mereka akan bernaung dalam kedamaian nirvana.
Jika ada orang yang berjalan dengan orang ini di jalan yang sama,
menyentuh bajunya, menapaki jejak kaki orang ini, atau berbicara
dengannya; kejahatan berat mereka akan dimusnahkan dan selain itu
mereka akan mencapai kesuksesan.

***

At that time, The Buddha told Varjrapania: " Now I enjoin this
secret mysterious Dhrani Sutra to you. You should pay respect and
protect it. Let this Dhrani Sutra be spread all over the world.
Don't let the living beings stop learning it.

Saat itu Buddha memberitahu Vajrapani, "Kini aku menyerahkan sutra
dharani yang penuh misteri ini padamu. Engkau hendaknya menghormati
dan melindunginya. Semoga sutra dharani ini dapat tersebar ke
seluruh dunia. Jangan biarkan para makhluk berhenti mempelajarinya.

***

Varjrapania said: " Now I am so lucky to be enjoined by The
Hounable One. We wish to protect and spread this Sutra day and night
to the world for paying a debt of gratitude to The Buddha. If
anybody writes ,up holds and remind continuously this Sutra. We will
urge the Shakra Emperor and the four Kings of the Heaven, all
Dragons and the Eight Departments on the Heaven to protect this
person day and night and do not leave him.

Vajrapani berkata, "Aku sangat beruntung dapat berjumpa dengan Yang
Dijunjungi. Kami berikrar untuk melindungi dan menyebarkan sutra ini
siang dan malam demi membalas budi kami pada Sang Buddha. Jika ada
orang yang menyalin, mempertahankan, dan merenungkan terus menerus
sutra ini, kami akan meminta Mahadewa Sakra, Empat Maharaja Langit,
seluruh naga, dan delapan kelompok makhluk surgawi untuk melindungi
orang ini siang dan malam tanpa pernah meninggalkannya."

***

The Buddha said: " Good indeed, Varjrapania. You protect this Dharma
and do not let it stop for the great benefit of all living beings in
the future.

Buddha berkata, "Baik sekali, Vajrapani. Engkau melindungi Dharma
ini dan jangan hentikan curahan kebajikannya bagi semua makhluk di
masa mendatang."

***

At that time, The Hounable One spoke The Casket Seal Dharani and
spread the Buddhis deeds. After that they went to the Bhraman's home
and accepted offerings. They made great benefits to all Heavenly
beings and Human beings and returned to their residence.

Pada saat itu, Yang Dijunjungi Dunia telah mengucapkan Dharani
Meterai Kotak dan membabarkan Dharma. Setelah itu mereka pergi
mengunjungi rumah sang brahmana dan menerima persembahannya. Seluruh
makhluk surgawi dan umat manusia menerima manfaat yang sungguh
besar. Mereka lalu pulang ke kediamannya masing-masing.

***

At that time, all the Bhishus, Bhishunis, laymen, laywomen, Heavenly
Dragons, Yechas, Jiandapoes,Axiuluoes, Jialouluoes, Jinaluoes,
Mohouluoqies, Human beings and Non-human beings were all happy. They
believed, accepted, up held and practised this Dharma.

Seluruh bhikshu, bhikshuni, umat awam pria, umat awam wanita, naga
surgawi, yaksha, gandharva, asura, garuda, kinnara, mahoraga,
manusia, dan bukan manusia bergembira. Mereka meyakini, menerima,
mempertahankan, dan mempraktekkan Dharma ini.
(Selesai 10 Juli 2006 – pukul 21.05) .Edisi ke-1. Revisi ke-0


sumber: mahayana_indonesia @ yahoogroups.com


sutra di atas ada laval mandarinnya tidak ? dan kegunaannya utk apa ?
__________________
OM MANI PADMA HUM
Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia
Maha Prajna Paramitha Hydrayam samatha
Reply With Quote
  #8 (permalink)  
Old 03-09-09, 20:10
insight Di suru ganti ya udah saya ganti aja..
Baru bergabung
 
Join Date: Oct 2008
Posts: 10
insight is on a distinguished road
Default

Da terjemahan indonesianya ga?
__________________
Reply With Quote
  #9 (permalink)  
Old 04-09-09, 13:45
jhon's Avatar
jhon menuju tanpa batas...
Penyebar Dharma
 
Join Date: Feb 2008
Posts: 1,660
Blog Entries: 1
jhon is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by insight View Post
Da terjemahan indonesianya ga?
Ini kan tidak sesuai dngan buddhisme, penolong mu adalah dirimu sendiri. Koq lafal sutra bs menolong kyak gitu.
__________________
CMIIW...
En, maaf apabila ada kata salah,
harap maklum.
Reply With Quote
  #10 (permalink)  
Old 06-09-09, 14:33
insight Di suru ganti ya udah saya ganti aja..
Baru bergabung
 
Join Date: Oct 2008
Posts: 10
insight is on a distinguished road
Default

Ya gapapa, pengen tau aja artinya...
Memang penolongmu adalah dirimi sendiri, tapi ga selalu begitu orang lain pun bisa menolong kita....apalagi yg tingkat nya ada diatas kita tentunya ga gratis...
__________________
Reply With Quote
  #11 (permalink)  
Old 06-09-09, 22:03
Wolvie's Avatar
Wolvie sudah mengganti statusnya, yang lain sudah belum?
Siswa Senior Sang Buddha
 
Join Date: Dec 2007
Posts: 723
Wolvie is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by insight View Post
Da terjemahan indonesianya ga?
berarti bacanya kurang teliti
Reply With Quote
  #12 (permalink)  
Old 13-09-09, 13:07
insight Di suru ganti ya udah saya ganti aja..
Baru bergabung
 
Join Date: Oct 2008
Posts: 10
insight is on a distinguished road
Default

Namad sedeliya divi kanam, sava tathagatanam, Om bhuvibha
vadhavari, vachari vachatai, suru suru dhara dhara, sarva tathagata
dhatudhari, padmabhavati jayavari mudri smara. Tathagata dharma
chakra, pravartana vajri bodhi pana, Rumkara rumkriti,
Sava tathagata dhistite, Bodhaya bodhaya bodhi bodhi, Buddhya
buddhya, Samboddhani samboddhaya, Chala chala chalamtu,
Sarva varanani, Sarva papavigate, Huru huru sarva sukhavigati, Sarva
tathagata haridaya vajrani,
Sambhara sambhara, Sarva tathagata suhaya dharani mudri, Buddhi
subuddhi, Sarva tathagata dhistita, dhatu garbhe svaha samaya
dhistite svaha, sarva tathagata haridaya, dhatu mudri svaha, supra
tisthita stubhe tathagata dhistite, huru huru hum hum svaha,
Om sarva tathagata usnisa, Dhatu mudrani, Sarva tathagatam sadha
tuvibhusita, Dhistite hum hum svaha.


Terjemahan dari ini yg diatas lo...
__________________
Reply With Quote
  #13 (permalink)  
Old 05-01-10, 10:54
sindi's Avatar
sindi baru lama
Siswa Senior Sang Buddha
 
Join Date: Aug 2009
Posts: 642
Blog Entries: 4
sindi is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by jhon View Post
Ini kan tidak sesuai dngan buddhisme, penolong mu adalah dirimu sendiri. Koq lafal sutra bs menolong kyak gitu.
baca mantra atau paritta memangnya untuk siapa ? untuk mahluk lain ? yang utama kita baca paritta ya untuk menolong diri kita sendiri. jadi kita baca parita sendiri menolong diri kita sendiri lebih dulu.
itu sudah saya alami pribadi. paritta sdharma pundarika dan shurangama dharani

Last edited by sindi; 05-01-10 at 11:20. Reason: tambahan
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Cintamani Cakravartin Dharani Sutra - Dharani Yang Menghancurkan Segala Karma Buruk usnisha Kumpulan Sutra & Vinaya Buddhist 43 23-02-10 01:04
Sutra Usnisa Vijaya Dharani Mantra Kumpulan Sutra & Vinaya Buddhist 28 31-03-08 21:47
Seputar Saddharmapundarika Sutra usnisha Mahayana 9 29-01-08 13:39
Sutra Dharani Mahanaga Kulika Zhou_wenhan Kumpulan Sutra & Vinaya Buddhist 0 26-07-06 09:57
Sutra Dharani Kedamaian Rumah Zhou_wenhan Kumpulan Sutra & Vinaya Buddhist 0 20-06-06 10:40


All times are GMT +7. The time now is 19:13.


Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Wihara.com 2004-2010 All rights reserved