|
||||
|
Pada waktu retret yang lalu, ada sedikit membahas sedikit mengenai avatamsaka sutra. Avatamsaka Sutra pada bagian akhir membahas mengenai kisah seorang pemuda Sudhana yang mencari pencerahan. Ia mula-mula bertemu dengan Manjushri, lalu bertemu dengan 53 orang yang lain. Orang yang terakhir ditemuinya adalah Samanthabadra.
Kisah selengkapnya mengenai perjalanan Sudhana dalam Avatamsaka Sutra ini diukir pada relief Candi BOROBUDUR !!.. Dikisahkan pula bagaimana Samanthabadra mencapai pencerahan (dalam 1 kali kehidupan saja) melalui doa yang dicatat dalam "Badracari parinidhana Sutra". dan mengajarkan sutra tersebut kepada Sudhana. Sutra tersebut sekarang mendasari aliran Tantra ketika melakukan visualisasi persembahan, visualisasi namaskara, dan sebagainya.... Aku baru mendengarkan Avatamsaka Sutra dari kulit luarnya, mengenai Avatamsaka Sutra selengkapnya, aku juga masih belum begitu jelas...
|
|
|||
|
Nagarjuna ya, Kris pernah mendengar cerita itu dari Cakra. Kalo yang suka ngedownload sutra2 sih ya si Cakra, ampe file2nya menuh2i komputer
.Tapi kalo ampe Cakra tau sutra itu, brati kabar baik nih, soalnya dia nggak sebrapa ngerti bhs Inggris and mandarin. Jadi pasti pake bahasa Indonesia .
|
|
|||
|
Quote:
|
|
||||
|
wah, thanks berat sdr.Mantra, saya sudah kirim private message alamat dan no HP saya, thx
__________________
Di dunia ini, Tiada orang yang tidak kukasihi, Tiada orang yang tidak dapat kupercaya, Tiada orang yang tidak dapat kumaafkan! (Jing Si Xiao Yu - Master Zhengyan) Om Mani Padme Hum![]() |
|
||||
|
Quote:
Saya boleh minta sekalian 9 sutra mahayana, termasuk avatamsaka sutra ..?
__________________
Negeri-Buddha yang satu terbuat dari tujuh permata, negeri-Buddha yang lain seluruhnya penuh dengan bunga teratai; negeri-Buddha yang satu seperti istana dewa Mahesvara, negeri-Buddha yang lain menyerupai cermin kristal, di mana berbagai negeri-buddha di sepuluh penjuru terpantulkan di sana. (Amitayur Dyana Sutra) resep masakan vegetarian | |
|
||||
|
wah, jadi bnyk yg minta... kesempatan buat sdr. Mantra utk berdana
![]() "Diantara smua dana, dana Dharma-lah yg tertinggi"
__________________
Di dunia ini, Tiada orang yang tidak kukasihi, Tiada orang yang tidak dapat kupercaya, Tiada orang yang tidak dapat kumaafkan! (Jing Si Xiao Yu - Master Zhengyan) Om Mani Padme Hum![]() |
|
|||
|
hei-hei. gua belum punya tuh sutra.
sdr Mantra gua juga mauu donk. gimana klo sutranya dikirim ke WDC tercinta ini aja, pasti banyakkan yg mau nyalin. belum lagi ntar bisa digunakan untuk rujukan, pada diskusi2 kita. mungkin bang momod ato bang admin bisa memberi petunjuk untuk project ini?
Last edited by cakra; 25-05-06 at 21:03. |
|
|||
|
Dulu pernah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, khusus hanya bagian yang berjudul "Dasabhumi" atau sepuluh tingkat bodhisattva. Penerbitnya Karaniya. Sekarang tidak ada lagi di pasaran
Last edited by sobat-dharma; 19-11-08 at 19:30. |
|
||||
|
Quote:
ko2 zhou, mungkin saya dapat membantu ... avatamsaka sutra juga terdiri dari ikrar bodhisattva samanthabadra Avatamsaka sutra Pada saat itu, Bodhisattva Mahasattva Samanthabadra setelah memuji pahala serta kebajikan Tathagata yang demikian besar dan banyak, bersabda kepada para Bodhisattva serta seorang pemuda suci (Kumara ) bernama Sudhana : “ Putra yang berbudi, ketahuilah, jasa-jasa yang dimiliki para Tathagata sungguh banyak sekali. Apabila semua Buddha di sepuluh penjuru menceritakannya terus menerus selama kalpa yang tak terhitung bagaikan titik debu di tanah Buddha yang tak terbilang tanpa berhenti, pahala dan kebajikan itupun tak dapat diungkapkan seluruhnya. Bagi mereka yang ingin menyempurnakan jalan menuju pahala dan kebajikan tersebut haruslah berlatih dengan tekun dalam 10 pelaksanaan prilaku dan ikrar (Samanthabadra) yang luas dan besar. "Apakah yang disebut 10 perilaku dan ikrar itu? 1. Memuja dan menghormati semua Buddha; 2. Memuji pahala dan kebajikan para Tahagata; 3. Memberikan persembahan kepada para Tathagata; 4. Menyesalkan sedalam-dalamnya atas segala kesalahan dan dosa yang menyebabkan rintangan karma dan bertobat; 5. Mengikuti dan bergembira atas segala pahala dan kebajikan; (apapun yang dilakukan mahluk hidup) 6. Memohon para Buddha memutar Roda-Dharma; 7. Memohon para Buddha berdiam di dunia (guna menyelamatkan mahluk hidup); 8. Selalu menuntut ajaran Buddha dengan tekun; 9. Selalu menyesuaikan diri dan mengabi kepada mahluk hidup; 10. Menyalurkan semua jasa (dari pahal kebajikan) yang diperoleh segala mahluk. Inilah yang disebut Dasa Samanthabadra Carya Pranidhanam atau 10 Pelaksanaan Cita-cita Bhadra yang senantiasa dipraktekkan oleh para Ariya, para Bodhisattva;. Setelah mendengar uraian Bodhisattva Samanthabadra, pemuda Sudhana bertanya: “Maha Ariya terhormat , apakah yang dimaksud dengan “memuja dan menghormati semua Buddha … sampai menyalurkan semua jasa yang diperoleh kepada segala makhluk’?”. IKRAR PERTAMA MEMUJA DAN MENGHORMATI SEMUA BUDDHA Bodhisattva Samanthabadra bersabda kepada pemuda Sudhana : “Putra yang berbudi, ‘memuja dan menghormati semua Buddha’ itu dapat dijelaskan sebagai berikut : Semua Buddha, Tathagata, adalah sebanyak titik debu di semua tanah Buddha di 10 penjuru dan 3 masa waktu, sampai dengan akhir dari alam Dharma dan ruang angkasa. Disebabkan oleh kekuatan prilaku dan ikrar Samanthabadra, aku mempunyai keyakinan dan pengertian yang mendalam terhadap mereka, seolah-olah mereka berada di hadapan mataku. Dengan karma tubuh, ucapan, dan pikiran yang murni aku senantiasa memuja dan menghormati mereka. Di setiap dan masing-masing tempat dimana terdapat Buddha, aku mewujudkaan tubuh yang banyaknya bagaikan titik debu di tanah Buddha yang tak terbilang. Setiap dan masing-masing tubuh di mana-mana memuja dan menghormati Buddha yang banyaknya bagaikan titik debu di tanah buddha yang tak terbilang”. Bilamana alam ruang angkasa telah berakhir, pemujaan dan penghormatanku akan berakhir. Akan tetapi, karena alam ruang angkasa itu tidak pernah berakhir, maka pemujaan dan penghormatanku juga tidak pernah berakhir. Demikian juga, bilamana alam makhluk hidup, karma makhluk hidup, dan penderitaan (klesa) makhluk hidup telah berakhir, pemujaan dan penghormatanku akan berakhir. Akan tetapi, karena alam makhluk hidup, karma makhluk hidup, dan penderitaan makhluk hidup tidak pernah berakhir, maka pemujaan dan penghormatan ku tidak akan berakhir. Hal ini kulakukan terus menerus setiap saat tanpa berhenti. Tubuh, mulut, dan pikiranku tidak pernah merasa letih dan bosan dalam melakukan perbuatan-perbuatan ini”. IKRAR KEDUA MEMUJI PARA TATHAGATA Selain itu, putra yang berbudi, ‘ memuji para tathagata’ dapat dijelaskan sebagai berikut: Di dalam setiap titik debu di seluruh tanah di 10 pemjuru dan 3 masa waktu, sampai dengan akhir alam Dharma dan alam ruang angkasa, terdapat Buddha yang banyaknya bagaikan titik debu di semua dunia. mAsing-masing dari Buddha ini dikelilingi oleh lautan persamuan Bodhisattva”. “Dengan pengertianku yang dalam dan luas, aku mengetahui dan, melihat mereka semua. Masing-masing tubuhku menjulurkan lidah yang mengeluarkan kefasihan sempurna melebihi kefasihan bicara dari Sarasvati , dewi kefasihan. Masing-masing lidah mengeluarkan lautan suara yang tidak pernah berakhir. Masing-masing suara memancarkan suatu lautan dari semua kata-kata yang memuji dan mengagungkan lautan segala pahala dan kebajikan para Tathagata. Pujian ini berlangsung terus menerus tanpa berhenti sampai mencapai tepian masa depan. Merambah ke Alam Dharma, suara ini berkumandang dimana-mana”. “Bilamana alam ruang angkasa telah berakhir, bilamana alam makhluk hidup telah berakhir, bilamana karma makhluk hidup telah berakhir dan bilamana penderitaan makhluk hidup telah berakhir, pada saat itu pujianku akan berakhir. Akan tetapi karena alam ruang angkasa sampai dengan penderitaan makhluk hidup, adalah tidak pernah berakhir, demikian juga pujianku tidak pernah berakhir. Pujian itu berlangsung terus menerus setiap saat tanpa berhenti. Tubuh, mulut dan pikiran-ku tidak pernah merasa letih dan bosan dalam melakukan perbuatan-perbuatan ini”. IKRAR KETIGA MEMBERIKAN PERSEMBAHAN KEPADA PARA TATHAGATA “Selain itu, putra yang berbudi, ‘memberikan persembahan kepada para ‘Tathagata’ dapat dijelaskan sebagai berikut : dalam setiap titik debu di semua tanah Buddha di 10 penjuru dan 3 masa waktu, sampai dengan akhir dari Alam Dharma dan alam ruang angkasa, terdapat Buddha yang banyaknya bagaikan titik debu halus di semua dunia. Masing- masing Buddha dikelilingi oleh berbagai lautan persamuan Bodhisattva. Dengan kekuatan prilaku dan ikrar Samanthabadra, aku dapat mempercayai dan mengertinya secara mendalam. Aku dapat mengetahui dan melihat mereka semuanya. Kepada masing-masing aku mempersembahkan pemberian yang termulia dan terbagus. Pemberian ini berupa : awan bunga, awan karangan bunga, awan musik surgawi, awan canopy surgawi, awan baju surgawi, segala jenis dupa surgawi, balsam surgawi, dupa bakar, dupa bubuk, dan awan pemberian lainnya seperti ini; masing-masing awan adalah sebesar gunung Semeru, raja segala gunung”. “Aku memasang segala jenis lampu: lampu mentega, lampu minyak dan lampu dari berbagai minyak wangi. Sumbu dari masing-masing lampu adalah setinggi gunung Semeru; sisi minyak di dalam masing-masing lampu adalah sebanyak isi air di dalam samudra. Dengan segala macam pemberian seperti ini, aku selalu memberikan persembahan”. Putra yang berbudi, dari segala persembahan, pemberian Dharma adalah yang tertinggi. Hal ini bisa berupa persembahan dengan melatih diri sesuai ajaran (Dharma); persembahan dengan memberi manfaat pada semua makhluk hidup; persembahan mewakili semua makhluk hidup menanggung penderitaan mereka; persembahan mengumpulkan segala akar kebajikan dengan tekun; persembahan tidak meninggalkan perbuatan-perbuatan Bodhisattva dan persembahan tidak mengingkari pikiran Bodhi”. “Putra yang berbudi, pahala dan kebajikan yang tak terukur dari memberikan persembahan-persembahan materiil berwujud ini, bila dibandingkan sdengan pahala dan kebajikan dari seberkas pikiran persembahan Dharma, tidak bisa menyamai 1/100 bagian, 1/1000 bagian, 1/100.000 nayuta, seper satu upanishad, atau pun seper satu bagian yang bisa disebutkan untuk perbandingan. Mengapa begitu ? Karena semua Tathagata menghormati Dharma. Melatih diri sesuai dengan ajaran melahirkan semua Buddha. Jika semua Bodhisattva memberikan persembahan Dharma, mereka menyempurnakan permberian persembahan kepada semua Tathagata. Melatih diri dengan cara ini adalah persembahan yang sejati, suatu persembahan yang luas, besar dan tertinggi”. Bilamana alam ruang angkasa telah berakhir, bilamana alam makhluk hidup telah berakhir, bilamana karma makhluk hidup telah berakhir dan bilamana penderitaan makhluk hidup telah berakhir, pada saat itu pemberian persembahanku akan berakhir. Akan tetapi, karena alam ruang angkasa sampai dengan penderitaan makhluk hidup tidak pernah berakhir, demikian juga pemberian persembahanku tidak pernah berakhir. Setiao saat tanpa berhenti, tubuh, mulut dan pikiranku tidak pernah merasa letih dan bosan melakukan perbuatan-perbuatan ini”. IKRAR KEEMPAT MENYESAL ATAS RINTANGAN KARMA DAN BERTOBAT “Selain itu, putra yang berbudi, ‘menyesal atas rintangan karma dan bertobat’ dapat dijelaskan sebagai berikut: Sang Bodhisattva merenungkan, semenjak kalpa yang tak berawal di masa lalu, aku telah menciptakan segala karma buruk yang tak terhingga banyaknya melalui badan,mulut, dan pikiranku, yang disebabkan oleh keserakahan, kebencian, dan ketidaktahuan. Jika karma buruk ini mempunyai isi dan wujud, semua ruang angkasa tidak dapat memuatnya. Aku sekarang memurnikan ke-3 karma ini sama sekali, dan dihadapan persamuan semua Buddha dan Bodhisattva, di seluruh Alam Dharma di tanah yang banyaknya bagaikan titik debu, dengan sungguh-sungguh aku menyesal dan bertobat atas kesalahanku dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Aku akan selalu berdiam di dalam segala pahala dan kebajikan dari mempertahankan sila murni”. Demikianlah, bilamana alam ruang angkasa telah berakhir, alam makhluk hidup telah berakhir, karma makhluk hidup telah berakhir dan penderitaan makhluk hidup telah berakhir, maka penyesalan dan tobatku akan berakhir. Akan tetapi karena alam ruang angkasa sampai dengan penderitaan makhluk hidup tidak pernah berakhir, demikian juga penyesalan dan tobatku tidak pernah berakhir. Hal ini berlangsung terus menerus tanpa berhenti. Tubuh, mulut, dan pikiranku tidak pernah merasa letih dan bosan dalam melakukan perbuatan-perbuatanb ini”. IKRAR KELIMA MENGIKUTI DAN BERGEMBIRA DI DALAM PAHALA DAN KEBAJIKAN “Selain itu, putra yang berbudi, ‘mengikuti dan bergembira di dalam pahala dan kebajikan’ dapat dijelaskan sebagai berikut : Semua Buddha, Tathagata, yang banyaknya bagaikan debu di semua tanah Buddha di 10 penjuru dan 3 masa waktu diseluruh Alam Dharma dan alam ruang angkasa, semenjak mereka pertama kali menumbuhkan tekat untuk mencari kebijaksanaan tertinggi (Bodhicitta), telah berlatih mengumpulkan pahala dengan tekun tanpa mengindahkan tubuh dan nyawa mereka. Mereka melakukannya sepanjang kalpa yang banyaknya bagaikan titik debu di dalam tanah Buddha yang tak terhitung”. “Dengan cara ini mereka berlatih segala praktek pengingkaran diri yang sulit menyempurnakan pintu berbagai paramita. Mereka memasuki dan berhasil menyelesaikan setiap tahapan bhumi kebijaksanaan Budhisattva dan menenangkan Bodhi tak terlampaui dari semua Buddha. Pada saat Parinirvana mereka, sharira-Nya dibagi dan disebar-luaskan. Aku sepenuhnya mengikuti dan bergembira atas segala akar kebajikan mereka”. Di samping itu terhadap segala jenis makhluk hidup yang berbeda di dalam keenam alam dan keempat jenis kelahiran di dalam setiap dunia di 10 penjuru, aku juga mengikuti dan bergembira atas pahala dan kebajikan mereka, sekalipun hanya sekecil titik debu. Aku sepenuhnya mengikuti dan bergembira atas pahala dan kebajikan semua Sravaka, Paccekhabuddha, mereka ‘yang masih belajar’dan mereka ‘yang sudah tidak perlu belajar’ di 10 penjuru dan 3 masa waktu. Aku mengikuti dan bergembira atas pahala dan kebajikan yang luas dan besar dari semua Bodhisattva, yang di dalam pencarian Anuttara-Samyak-Sambodhi, berlatih dengan praktek pengingkaran diri yang sulit dan tak terhitung banyaknya. Demikianlah, sekalipun alam ruang angkasa telah berakhir, alam makhluk hidup telah berakhir, karma makhluk hidup telah berakhir dan penderitaan makhluk hidup telah berakhir, ‘mengikuti dan bergembiraku’ adalah tidak berakhir. Hal itu berlangsung setiap saat tanpa berhenti, tubuh, mulut dan pikiranku tidak pernah merasa letih dan bosan dalam melakukan perbuatan-perbuatan ini”.
__________________
Tiga Hal yang aku jaga dalam hidupku aku hidup sederhana sewajarnya,aku harus menjalankan tekadku menjalankan parami, dan aku tidak akan mencari rahasia alam semesta... |
|
||||
|
PRILAKU DAN IKRAR SAMANTHABADRA
IKRAR KEENAM MEMINTA PEMUTARAN RODA DHARMA “Selain itu, putra yang berbudi, ‘ meminbta pemutaran Roda Dharma’ dapat dijelaskan sebagai berikut : di dalam setiap dan masing-masing titik debu di tanah Buddha di 10 penjuru dan 3 masa waktu, di seluruh Alam Dharma dan alam ruang angkasa, terdapat tanah Buddha yang luas dan besar, yang banyaknya bagaikan titik debu di tanah Buddha yang tak terbilang. Di setiap dan masing-masing tanah, setiap saat terdapat Buddha yang sedang mencapai penerangan sempurna dan setara, jumlahnya sebanyak titik debu di tanah Buddha yang tak terbilang. Juga terdapat Bodhisattva yang banyaknya bagaikan lautan mengelilingi setiap Buddha. Dengan menggunakan segala cara bijaksana dari tubuh, mulut dan pikiran, aku dengan sungguh-sungguh dan tekun akan selalu meminta mereka memutar Roda Dharma yang sangat bermanfaat”. Demikianlah, sekalipun alam ruang angkasa telah berakhir, makhluk hidup telah berakhir, karma makhluk hidup telah berakhir dan penderitaan makhluk hidup telah berakhir, permintaanku agar semua Buddha memutar Roda Dharma yang benar/ tepat adalah tidak pernah berakhir. Hal ini berlangsung terus menerus setiap saat tanpa berhenti. Tubuh, mulut dan pikiranku tidak pernah merasa letih dan bosan dalam melakukan perbuatan-perbuatan ini”. IKRAR KETUJUH MEMINTA PARA BUDDHA BERDIAM DI DUNIA “Selain itu, putra yang berbudi, ‘meminta para Buddha berdiam di dunia’ dapat dijelaskan sebagai berikut : Semua Buddha,Tathagatha, adalah sebanyak titik debu di semua tanah Buddha di 10 penjuru dan 3 masa waktu yang mencakup seluruh Alam Dharma dan alam ruang angkasa. Sewaktu mereka akan memasuki Parinirvana, bersama para Bodhisattva, para Sravaka, para Pacekkabuddha, mereka ‘yang sedang belajar dan ‘yang sudah tidak perlu belajar’ termasuk semua teman bijaksana (Mitra Kalyana) aku meminta mereka semua agar tidak memasuki Nirvana. Aku meminta agar mereka selalu berdiam di dunia selama kalpa yang lamanya bagaikan titik debu di semua tanah Buddha, guna memberikan manfaat dan kebahagiaan kepada semua makhluk hidup”. “Demikianlah, sekalipun alam ruang angkasa telah berakhir, alam makhluk hidup telah berakhir, karma makhluk hidup telah berakhir, permintaanku tidak poernah berakhir. Hal ini berlangsung terus setiap saat tanpa berhenti. Tubuh, mulut dan pikiranku tidak pernah merasa letih dan bosan dalam melakukan perbuatan-perbuatan ini”. IKRAR KEDELAPAN SELALU MENUNTUT AJARAN BUDDHA “Selain itu, putra yang berbudi, ‘ selalu menuntut ajaran Buddha’ dapat dijelaskan sebagai berikut : aku akan seperti Tathagatha Vairochana dari dunia Saha ini, yang sejak pertama menetapkan pikirannya (untuk mencari Bodhi), tidak pernah meninggalkan ketekunan (Virya). Beliau mengorbankan tubuh dan nyawa yang tak terhitung banyaknya. Beliau mengupas kulitnya untuk dijadikan kertas, membelah tulangnya untuk dijadikan alat tulis, meneteskan darah untuk dijadikan tinta, dan menuliskan sutra yang ditumpuk setinggi gunung semeru”. “Karena menghargai Dharma, beliau sama sekali tidak menyanyangi tubuh dan nyawanya sendiri. Apalagi yang namanya tahta kerajaan, kota besar, kota kecil, istana, taman ataupun benda material lainnya. Beliau mengerahkan usaha untuk berlatih berbagai praktek pengingkaran diri yang susah dan berat”. “Beliau mencapai penerangan sempurna di bawah pohon, memanifestasikan berbagai spiritual, menciptakan berbagai transformasi, mewujudkan berbagai tubuh Buddha dan berdiam di dalam berbagai persamuan yang berbeda. Beliau berdiam di tengah persamuan Bodhimandala para Bodhisattva Agung , persamuan Pacekkabuddha. Beliau bediam di tengah persamuan Bodhimandala Raja Pemutar Dharma dan rombongan raja kecil lainya. Beliau berdiam ditengah Bodhimandala kaum Ksatria, Kaum Brahmana, sesepuh dan umat awam, sampai dengan persamuan para dewa, naga dan ke – 8 kelompok makhluk spiritual lainnya, dan manusia maupun non manusia. Sewaktu berdiam di tengah persamuan yang berbeda-beda ini, dengan suara yang mantap dan sempurna bagaikan bunyi guntur, beliau membimbing semua makhluk hidup menuju kesempurnaan sesuai dengan kecenderungan dan keinginan mereka sampai dengan saat Beliau memanisfestasikan Nirvana”. “Dalam segala cara seperti ini aku akan belajar dari Hyang Buddha, dan sebagaimana dengan Buddha Vairochana di dunia yang sekarang ini, demikian juga dengan semua Tathagata di dalam setiap titik debu di semua tanah Buddha di 10 penjuru dan 3 masa waktu, di seluruh alam Alam Dharma dan alam ruang angkasa. Di dalam setiap saat aku belajar dari mereka semua”. Demikianlah, sekalipun alam ruang angkasa telah berakhir, alam makhluk hidup telah berakhir, karma makhluk hidup telah berakhir dan penderitaan makhluk hidup telah berakhir, keinginan belajarku pada mereka tidak pernah berakhir. Hal ini berlangsung terus menerus setiap saat tanpa berhenti. Tubuh, mulut, dan pikirianku tidak pernah merasa letih dan bosan dalam melakukan perbuatan-perbuatan ini”. IKRAR KESEMBILAN SENANTIASA MENYESUAIKAN DIRI DENGAN MAKHLUK HIDUP “Selain itu, putra yang berbudi , ‘ senantiasa menyesuaiakan diri dengan segala makhluk hidup’ dapat dijelaskan sebagai berikut : Di seluruh lautan dunia (Khsetra) di 10 penjuru yang mencakup alam Dharma dan alam ruang angkasa, terdapat bergai jenis makhluk hidup yaitu berupa : yang terlahir dari telur, yang terlahir dari rahim, yang terlahir dari cairan dan yangterlahir dari transformasi, demikian juga yang hidup yang tergantung pada tanah, air, api, dan udara untuk kelangsungan hidupnya, ada makhluk yang hidup di udara serta ada yang terlahir dan hidup di dalam tanaman dan pohon. Ini termasuk segala jenis dan turunannya dengan tubuh, bentuk, penampilan, umur, keluarga, nama dan sifat yang berbeda. Ini termasuk berbagai jenis pengetahuan dan pandangan, keinginan dan makanan mereka yang berbeda. Ini termasuk makhkluk yang berdiam di desa, kota kecil, kota besar , dan istana yang berbeda, juga para dewa, naga dan ke-8 kelompok makhluk spiritual lainnya, baik manusia maupun bukan. Juga terdapat makhluk tak berkaki, berkaki 2 berkaki 4 dan berkaki banyak, berwujud maupun tidak berwujud, berpikiran maupun tidak berpikiran, yang tidak seliruhnya mempunyai pikiran dan yang tidak berpikiran”. “Aku akan menyesuaikan diri dan menjaga semua dari berbagai jenis makhluk ini dengan memberikan segala macam pelayanan dan persembahan kepada mereka. Aku akan memperlakukan mereka dengan penghormatan yang sama seperti yang ku tunjukkan kepada orang tua sendiri, guru, tetua, arahat, dan bahkan terhadap Sang Tathagatha. Aku akan melayani mereka semua dengan sama tanpa perbedaan. Aku akan menjadi dokter bagi mereka yang sakit dan menderita, aku akan membimbing mereka yang tersesat kejalan yang benar. Aku akan menjadi cahaya yang terang bagi mereka yang berada di kegelapan malam, serta membuat orang miskin dan melarat menemukan harta karun. Demikianlah seorang Bodhisattva memberikan manfaat yang seimbang kepada semua makhluk hidup”. Mengapa begitu ? jika seorang Bodhisattva menyesuaikan diri dengan makhluk hidup, maka dia menyesuaikan diri dan memberikan persembahan kepada semua Buddha. Jika dia bisa menghormati / mengunjungi dan melayani makhluk, maka dia menjunjung dan melayani Tathagatha. Jika dia membuat makhluk hidup berbahagia dia membuat semua Tathagatha berbahagia. Mengapa begitu ? Karena semua Buddha, Tathagata, mengambil pikiran welas asih yang besar (Maha Karuna) sebagai hakikinya (sifat dasar), demi segala makhluk hiduplah mereka menumbuhkan pikiran welas asih yang besar. Dari welas asih yang besar ini pikiran Bodhi (Bodhi Citta) terlahir; dan disebabkan Bodhicitta, mereka mencapai penerangan sempurna dan setara”. “Bagaikan sebatang raja pohon besar yang tumbuh di karang dan pasir gersang, bila akarnya mendapat air, cabang, daun bunga dan buahnya akan mekar. Raja pohon Bodhi yang tumbuh di belantara kelahiran dan kematian adalah juga demikian. Semua makhluk hidup adalah juga akarnya, semua Buddha dan Bodhisattva adalah bunga dan buahnya. Dengan memberi manfaat kepada semua makhluk hidup melalui siraman air welas asih yang besar, seseorang dapat memperoleh bunga dan buah kebijaksanaan oleh Buddha dan Budhisattva”. “Mengapa begitu ? Jika semua Bodhisattva memberi manfaat kepada makhluk hidup dengan siraman air welas asih besar, mereka dapat mencapai Anuttara Samyaksambodhi. Oleh sebab itu, Bodhi berada pada makhluk hidup. Tanpa makhluk hidup tidak ada Bodhisattva yang dapat menyempurnakan penerangan sempurna”. “Putra yang berbudi, engkau harus mengerti prinsip ini dengan begini : Bila pikiran itu tidak memihak / seimbang terhadap semua makhluk hidaup, seseorang dapat mencapai welas asih yang besar dan sempurna. Dengan menggunakan hati yang welas asih untuk menyesuaikan diri dengan makhluk hidup, seseorang menyempurnakan pemberian persembahan kepada para Tathagatha. Dengan caa demikianlah Seharusnya Sang Bodhisattva selalu menyesuaikan diri dengan makhluk hidup”. “Demikianlah, sekalipun alam ruang angkasa telah berakhir, makhluk hidup telah berakhir, karma makhluk hidup telah berakhir dan penderitaan makhluk hidup telah berakhir, aku akan tetap menyesuaikan diri selamanya tanpa berhenti. Tubuh, mulut dan pikiran ku tidak pernah merasa letih dan bosan melakukan perbuatan-perbuatnan ini”. IKRAR KESEPULUH MELIMPAHKAN SEGALA PAHALA DAN KEBAJIKAN SECARA MENYELURUH “Selain itu, putra yang berbudi, ‘melimpahkan segala pahala dan kebajikan secara menyeluruh’ dapat dijelaskan sebagai berikut : segala pahala dan kebajikan yang berasal dari ikrar pertama: memuja dan menghormati … sampai dengan ikrar yang kesembilan: senantiasa menyesuaikan diri, aku melimpahkannya secara menyeluruh kepada semua makhluk hidup hidup yang terdapat di seluruh Alam Dharma dan sampai dengan tepian ruang angkasa. Aku berikrar agar semua makhluk hidup selalu menikmati ketentraman dan kebahagiaan, tanpa penyakit dan penderitaan. Aku berikrar agar tak seorang pun akan berhasil dalam berbuat kejahatan apa pun, agar semuanya segera menyempurnakan latihan karma baik. Aku berikrar untuk menutup semua pintu menuju kelahiran di alam rendah dan membukakan jalan menuju manusia, dewa dan Nirvana. Aku akan mewakili para makhluk menanggung segala buah penderitaan yang sangat berat, yang diakibatkan oleh karma perbuatan jahat mereka. Aku akan membebaskan semua makhluk ini dan selanjutnya membimbing mereka untuk mencapai Bodhi tak terlampaui. Demikianlah seharusnya Sang Bodhisattva melatih pelimpahan dengan cara ini”. “Sekalipun alam ruang angkasa telah berakhir, alam makhluk hidup telah berakhir, karma makhluk hidup telah berakhir dan penderitaan makhluk hidup telah berakhir, aku akan tetap melimpahkan segala pahala dan kebajikan tanpa berakhir, tanpa berhenti, setiap saat, mulut dan pikiranku tidak pernah bosan melakukan perbuatan-perbuatan ini”. PAHALA DARIPADA IKRAR-IKRAR INI “Putra yang berbudi, inilah ke – 10 ikrar pertama dari Bodhisattva Mahasattva secara keseluruhan. Jika semua Bodhisattva dapat mengikuti dan menjalani ke – 10 ikrar utama tersebut, maka mereka akan bisa membimbing semua makhluk hidup menuju kesempurnaan. Mereka akan bisa menyempurnakan perilaku dan ikrar Samanthabadra. Oleh karenaitu, putra yang berbudi, engkau harus benar-benar memahami maknanya”. “Jika seorang putra atau putri berbudi memenuhi dunia-dunia yang banyaknya bagaikan titik debu di tanah Buddha yang tak terbilang di 10 penjuru dengan 7 permata yang sangat indah dan berharga dan jika mereka juga memberikan semua ketentraman dan kebahagiaan utama yang dinikmati oleh para dewa dan manusia kepada setiap makhluk di dunia-dunia tersebut; dan jika mereka mempersembahkan pemberian seperti ini kepada semua Buddha dan Bodhisattva di dunia-dunia tersebut, terus menerus tanpa berhenti selama kalpa yang banyaknya bagaikan titik debu di tanah Buddha tersebut, mereka akan memperoleh banyak pahala dan kebajikan”. “Tetapi pahala dan kebajikan yang diperoleh dari pemberian ini bila dibandingkan dengan pahala dan kebajikan dari orang yang mendengarkan raja ikrar ini baik sekejabpun,tidak bisa menyamai 1/100 bagian, 1/1000 bagian atau nbahkan 1/upanishad sekalipun”. “Di samping itu, jika seseorang menerima dan mempertahankan ikrar besar ini dengan keyakinan yang dalam, membaca dan mengucapkannya, ataupun menuliskan 4 baris Gatha saja, dia bisa secepatnya menghapuskan karma ke-5 dosa tak terampun. Segala penyakit duniawi yang menghinggapi tubuh dan pikiran ,maupun berbagai penderitaan berat akan terhapus, termasuk karma buruk yang banyaknya setara dengan titik debu di tanah Buddha. “Segala pasukan iblis, yaksa, raksasa, kumbhada, pishacha, bhuta dan sebagianya, serta segala hantu dan iblis jahat yang meminum darah dan memakan daging tidak berani mendekati orang ini. Atau tidak lama kemudian mereka akan memutuskan untuk mendekati atau melindungi orang ini. Oleh sebabitu, jika dia mengucapkan ikrar ini dengan nyaring, dia akan bergerak dengan bebas di seluruh dunia tanpa rintangan, bagaikan bulan yang muncul melalui awan. Semua Buddha dan Bodhisattva akan memujinya, manusia dan dewa harus memberi hormat kepadanya, dan semua makhluk harus memberikan persembahan kepadanya. Orang bajik ini akan terlahir dengan mudah sebagai manusia dan akan menyempurnakan semua pahala dan kebajikan Samanthabadra. Tidak lama kemudian, dia akan menyerupai Samanthabadra sendiri, memperoleh tubuh fisik yang indah dan halus serta dilengkapi dengan 32 ciri manusia agung. Jika dia terlahir di antara manusia dan dewa dia akan tinggal dalam keluarga mulia (superior). Dia akan terhindar dari nasib buruk dan menjahui teman buruk. Mampu mengalahkan kaum externalist (penganut aliran lain), dia akan terbebas sama sekali dari segala penderitaan (klesa), bagaikan raja singa yang bisa menundukkan semua binatang liar. Orang ini akan pantas menerima persembahan dari segala makhluk hidup”. “Di samping itu, jika seseorang berada di ambang kematian, pada saat terakhir dari kehidupannya, sewaktu semua daya kemampuannya sudah melemah dan dia harus meninggalkan semua keluarganya, sewaktu semua kekuatan dan wibawa yang pernah dimilikinya menghilang dan tidak ada yang tersisa, semua pengikut dan bawahan termasuk: perdana mentri, pejabat tinggi, lingkungan dalam istana dan kota-kota indah, gajah, kuda, kereta, dan harta kekayaan batu permatanya tidak dapat menyertainya, hanyalah raja ikrar ini saja yang akan menyertainya. Dalam setiap saat raja ikrar ini akan membimbing menuju jalan kebahagiaan, dan dalam sekejab mata dia akan terlahir di tanah suci Sukhavati. Sesampainya di situ, dia akan melihat Buddha Amitabha, Bodhisattva, Manjusri, Bodhisattva, Samanthabadra, Bodhisattva Avalokitesvara, Bodhisattva Maitreya, dan lainnya. Penampilan dari para Bodhisattva ini sangat indah dan dihiasi dengan berbagai pahala dan kebajikannya yang sempurna. Bersama-sama pengikut-Nya mereka akan berjalan mengitari dia”. “Orang ini akan melihat dirinya terakhir dari sekuntum bunga teratai dan menerima ramalan (pencapaian penerangan sepurnanya ) dari Hyang Buddha. Kemudian dia akan melewati berjuta-juta nayuta kalpa, dan dengan kekuatan kebijaksanaannya dia akan menyesuaikan diri dengan kecenderungan dan keinginan makhluk hidup untuk memberikan manfaat kepada mereka dimana-mana di seluruh dunia yang tak terbilang di 10 penjuru. Tidak lama kemudian ia akan duduk di dalam suatu Bodhimandala, menaklukkan pasukan iblis mencapai penerangan sempurna dan setara, dan memutar Roda Dharma yang indah. Dia akan membuat makhluk hidup di dunia yang banyaknya bagaikan titik debu di tanah Buddha untuk membangkitkan pikiran Bodhi. Sesuai dengan sifat dasar (bakat dan pembawaan) mereka, dia akan mengajari, mengubah dan membimbing mereka menuju kesempurnaan. Sampai dengan akhir lautan kalpa di masa yang akan datang dia akan memberikan manfaat yang besar kepada semua makhluk”. “Putra yang berbudi, pahala dan kebajikan yang diperoleh makhluk hidup yang mendengarkan dan mempercayaai raja ikrar agung ini, yang menerima, mempertahankan, membaca, dan mengucapkannya, serta yang menerangkannya secara luas kepada yang lain, hanya bisa diketahui oleh Buddha, Hyang Tathagatha sendiri. Oleh sebab itu kalian yang mendengarkan raja ikrar ini tidak boleh meragukannya. Terimalah dengan penghormatan; sesudah menerimanya, engkau harus bisa mengucapkannya dengan nyaring, sesudah mengucapkannya dengan nyaring, engkau harus mempertahankannya, sampai dengan taraf menuliskan dan menerangkannya secara luas kepada yang lain. Maka, dalam sekejab mata, perilaku dan ikrarnya akan terpenuhi”.
__________________
Tiga Hal yang aku jaga dalam hidupku aku hidup sederhana sewajarnya,aku harus menjalankan tekadku menjalankan parami, dan aku tidak akan mencari rahasia alam semesta... |
|
||||
|
Pada saat itu, Bodhisattva Mahasattva Samanthabadra , untuk menyatakan kembali maksudnya, merenung ke segala arah di 10 penjuru dan mengucapkan Gatha ini”.
yavata keci dasad-disi loke sarva-triyadhva-gata nara-simha tan ahu vandami sarvi asesam kayatu vaca manena prasannah Di hadapan para Nara-simha di seluruh dunia di 10 penjuru, di masa lalu, sekarang dan yang akan datang, dengan tubuh, mulut dan pikiran yang murni sekali, aku memberi hormat kepada mereka semua tanpa kecuali. ksetra-rajopama-kaya-pramanaih sarva-jinana karomi pranamam sarva-jimabhimukhena manena bhadra-cari-pranidhana-balena Dengan kekuatan spiritual yang menakjubkan dari ikrar Samanthabadra, Aku muncul bersamaan di hadapan setiap Tathagatha dan Dalam tubuh trassformasi yang banyaknya bagaikan titik debu di dunia. Memberi hormat kepada Buddha yang banyaknya bagaikan titik debu di dunia. eka-rajagri rajopama-buddham buddha-sutana nisannanku madhye evam asesata dharmata-dhatum sarv adhimuchyani purna jinebhih Di dalam setiap titik debu terdapat Buddha yang banyaknya bagaikan titik debu, masing-masing berdiam diantara sekelompok Bodhisattva , demikian juga halnya seluruh titik debu di dalam Alam Dharma yang tak berakhir aku percaya sepenuhnya bahwa itu di penuhi dengan Buddha. tesu ca aksaya-varna-samudram sarva-svaranga-samudra-rutebhih sarva-jinana-gunam bhanamanas tam sugatam stavami ahu sarvam Dengan lautan dari setiap dan masing-masing suara, di mana-mana aku mengeluarkan suara dan ungkapan indah dan tak berakhir, dari sekarang dan sampai dengan semua kalpa di masa yang akan datang, memuji lautan pahala dan kebajikan Buddha yang besar dan mulia. puspa-varebhi ca malya-varebhih vadya-vilepana-cchattra-varebhih dipa-varebhih ca dhupa-varebhih pujana tesu jinanna karomi Karangan bunga nan indah dan terutama, musik, parfum,panji dan canopy, serta dekorasi lainnya yang mahal dan langka, aku mempersembahkannya kepada setiap Tathagatha. vastra-varebhih ca gandha-varebhis surna-putebhi-ca Meru- samebhih sarva-visita-viyuha-varebhih pujana tesu jinanakaromi Pakaian indah, dupa istimewa, dupa bubuk dan dupa bakar, lampu dan lilin, masing-masing ditumpuk setinggi gunung, aku mempersembahkan seluruhnya kepada semua Tathagatha ya ca anuttarapuja udara tan adhimucyami sarva-jinanam bhadra-cari-adhimukti-balen vandami pujayami jina sarvam Dengan pikiran yang luas, besar dan tak terikat, aku percaya pada semua Buddha di dalam ke-3 masa, transformasi dengan kekuatan prilaku dan ikrar Samanthabadra, Aku memberikan persembahan kepada semua Tathagatha di mana-mana, yac ca krtam mayi papu bhaveyya ragatu dvesatu moha-vasena kayatu vasa manena tathaiva tam pratidesayami ahu sarcam Terhadap segala kekuatan jahat yang kulakukan di masa lalu, melalui tubuh, mulut dan pikiranku, yang timbul dari keserakahan, kebencian dan ketidaktahuan yang tak berawal, aku sekarang merasa malu dan menyesalinya semua. yac ca dasad-disi punya jagasya saiksa-asaikan-pratyekajinanam buddhaasutan atha sarva-jinanam tam anumodayani ahu sarvam Aku bergembira di dalam pahala dan kebajikan dari semua makhluk di 10 penjuru mereka yang ‘masih belajar’ dan ‘tidak perlu belajar’ dari tahapan Sravaka, dan semua Tathagatha dan Bodhisattva. ye ca dasat-disi loke-pradipa bodhi vibudhya asangata praptah tan ahu sarvi adhyesami natham cakru anuttaru vartanatai Di hadapan lampu dunia (Loka Pradipa) di 10 penjuru mereka yang pertama mencapai kebodhian, aku sekarang meminta dan memohon mereka semua, memutar Roda Dharma yang sempurna dan tertinggi. ye pi ca nirviti darsitu-kamas tan abhiyacami pranjali-bhutah ksetra-rajopaca-kalpa sthihantu sarva-jagasya hitaya sukhaya Jika ada Buddha yang ingin memasuki Nirvana, aku meminta dengan sungguh-sungguh agar mereka berdiam di dunia, selama kalpa yang banyaknya bagaikan titik debu di dunia guna memberikan mangfaat dan kebahagiaan kepada setiap makhluk vandana-pujana-desanataya mosan-adhyesana-yacanataya yac ca subham mayi samcitu kimeid bodhayi namayami ahu sarcam Aku memuja mereka dengan pahala,memuji mereka dan memberikan persembahan, aku meminta agar para Buddha berdiam di dunia untuk memutar Roda Dharma, segala akar kebajikan akar yang kuperoleh dari mengikuti dan bergembira di dalam pahala dan kebajikan, serta dari menyesal dan bertobat, kulimpahkan kepada semua makhluk hidup dan jalan Buddha. pujita bhontu atitaka buddha ye ca dhriyanti dasad-disi loke ye ca anagata te laghu bhontu purna-manoratha bodhi-vibuddhah Aku mengikuti dan bergembira dalam pahala dan kebajikan menyesal dan bertobat atas perbuatan burukku, kemusdiaan melimpahkan akar kebajikan ini maupun pahalannya agar makhluk hidup bisa segera mencapai ke-Buddhaan yavata keci dasad-disi ksetras te parisuddha bhavantu udarah bodhi-drumendra-gatebhi jinebhir buddha-sutebhi ca bhontu prapurnah Aku menuntut ajaran Buddha dan mempraktekkan prilaku Samanthabadra yang sempurna aku memberikan persembahan kepada semua Tathagata dari masa lalu dan kepada semua Buddha masa kini di 10 penjuru. ya vata keci dasat-disi sattvas te sukhitah sada bhontu arogah sarva-jagasya ca dharmiku artho bhontu pradaksinu ridhyatu asa Semua guru para dewa dan manusia di masa yang akan datang, yang cita-citanya untuk menemukan kebahagiaan telah terpenuhi, aku akan mengikuti bimbingan-Nya sampai dengan ke-3 masa waktu, dan secepatnya mencapai Maha Bodhi bodhi-carim ca aham caramano bhavi jati-smaru sarva-gatisu sarvasu jatisu syuty-upapatti pravrajito ahu nityu bhaveyya Di semua dunia di 10 penjuru yang luas, besar, dan dihiasi dengan indahnya, semua Tathagatha duduk di bawah raja pohon Bodhi, dan persamuan yang mengelilingi mereka, aku berikrar agar semua makhluk di segala penjuru memperoleh ketentraman, kebahagiaan, dan tanpa kuatir, semoga mereka memperoleh bantuan besar dari Dharma yang tepat dan semoga segala penderitaan mereka terhapus tanpa kecuali. sarva-jinan anusiksayamano bhadra-carim paripurayamanah sila-carim vimalam parisuddham nityam akhandam acchidra careyam Bilamana aku melatih diri untuk mencapai kebodhihan, aku akan memperoleh pengetahuan tentang kehidupan masa lalu dari semua makhluk hidup, aku akan selalu meninggalkan kehidupan berkeluarga dan melatih sila murni, tanpa ‘kebocoran’, pelanggaran, dan tidak bernoda. deva-rutebhi ca naga-rutebhir yaksa-kumbhanda-manusya-rutebhih yani ca sarva-jagasya rutani tesu rutesy ahu desayi dharmam Apakah itu dewa, yaksha atau kumbhanda, sampai dengan manusia, bukan manusia, dan lainnya, dalam berbagai bahasa dari semua makhluk hidup hidup seperti ini, dengan setiap suara aku membabarkan Dharma, pesalu paramitasv abhiyukto bodhiyi sittu ma jatu vimuhye ye pi ca papaka avaraniyas tesu pariksayu bhotu asesam Aku akan melatih Paramita murni dengan tekun, dan tidak pernah meninggalkan pikiran bodhi, aku akan meninggalkan semua rintangan dan pencemaran, dan memenuhi semua praktek yang sempurna. karmatu klesatu mara-pathato loka-gatisu vimuktu carayam padma yatha selilena aliptah surya sasi gagane va asaktah Terhadap segala kepalsuan, karma dan pengaruh iblis, diantara jalan duniawi, aku akan terbebas seperti bunga teratai yang tidak menyentuh air, seperti matahari dan rembulan yang tidak pernah berhenti di angkasa. sarvi apaya-dukham prasamanto sarva-jagam sakhi sthapayamanah sarva-jagasya hitaya careyam yavata ksetra-patha disa tasu Mengakhiri penderitaan dari perbuatan jahat, dan memberikan kebahagiaan yang setara kepada setiap orang , semoga aku selalu memberi manfaat kepada semua di 10 penjuru selama kalpa yang banyaknya bagaikan titik debu di dunia . sattva-carim anuvartayamano bodhi-carim paripurayamanah bhadra-carim ca prabhavayamanah sarvi anagata-kalpa careyam Senantiasamenyesuaikan diri dengan makhluk hidup, berlatih prilaku Samantabhadra yang luas, sampai dengan seluruh kalpa yang akan datang, aku akan menyempurnakan Maha Bodhi yang tak terlampaui ye ca sabhagata mama caryaye tebhi samagamu nityu bhaveyya kayatu vacatu cetanato va eka-cari-pranidhana careyam Semoga semua yang berlatih bersamaku, berkumpul bersamaku di suatu tempat, dengan karma tubuh, mulut, dan pikiran yang sama, kami berlatih dan belajar semua praktek dan ikrar. ye pi ca mitra mama hita-kama bhadra-cariya nidarsayitarah tebhi samagamu nityr bhaveyya, tams ca aham na viragayi jatu Bersama semua teman baik dan bijaksana (Mitra Kalyana) yang membantuku, dengan menerangkan perbuatan Samantabhadra, aku berikrar untuk selalu berkumpul bersama, semoga aku tidak pernah mengecewakan mereka. samukha nityam aham jina pasye buddha-sutebhi ca parivrtu natham tesu ca puja kareya udaram sarvi anagata-kalpam-akhinnah Aku berikrar agar selalu bertemu langsung dengan para Tathagatha dan kumpulan siswa yang mengelilingi mereka, aku akan mengumpulkan persembahan yang luas dan besar, tanpa mengenal lelah sampai dengan akhir kalpa yang akan datang. dharayamanu jinana sad-dharmam bodhi-carim paridipayamanah bhadra-carim ca visedhayamanah sarvi anagata-kalpa careyam Aku akan mempertahankan Budha Dharma yang sempurna dan halus, serta menerangi praktek kebodhian, aku akan dimurnikan dalam praktek Samantabhadra pada akhirnya, dengan mempraktekkannya sampai dengan akhir masa. sarva-bhavesa ca samsaramanah punyatu jnanatu aksaya praptah prajna-upaya-samadhi-vimoksaih sarva-gungsir bhavi aksava-kosah Aku berlatih mengumpulkan pahala dan kebijaksanaan, yang tak terhabiskan di dalam semua kehidupan, dengan konsentrasi, kebijaksanaan, cara bijaksana dan pembebasan, aku akan memperoleh simpanan pahala dan kebajikan yang tak habis-habisnya. ekarajagri rajopama-ksetram trata ca ksetri acintiya buddham buddha-sutana nisannaku madhye pasyiya bodhi-carim caramanah Di dalam setiap titik debu terdapat dunia yang banyaknya bagaikan titik debu di dalam setiap dunia terdapat Buddha yang tak terhitung jumlahnya, di setiap tempat di mana Buddha berdiam aku melihat persamuan, membabarkan semua praktek bodhi dengan tak habis-habisnya. evam asesata sarva-disasu vala-pathesu triyadhva-pramanam buddha-samudr atha ksetra-samuddram otari carika-kalpa-samudram Di mana-mana di 10 penjuru, di seluruh lautan dunia, di ujung setiap lembar rambut di dalam lautan semua masa, juga terdapat suatu lautan Buddha, suatu lautan tanah Buddha, menjelajahi semua aku berlatih selama suatu lautan masa yang tak berakhir. eka-svaranga-samudra-rutebhih sarva jinana svaranga-visuddhim sarva-jagasya yathasaya-ghosam buddha-sarasvsatim otari nityam
__________________
Tiga Hal yang aku jaga dalam hidupku aku hidup sederhana sewajarnya,aku harus menjalankan tekadku menjalankan parami, dan aku tidak akan mencari rahasia alam semesta... |
|
||||
|
GATHA
Perkataan semua Tathagatha adalah murni, setiap kata mencakup suatu lautan dari semua suara, sesuai dengan apa yang ingin didengar makhluk hidup, lautan kefasihan Buddha mengalir keluar. tesu ca aksaya-ghosa-rutesu sarva-triyadhava-gatana jinanam cakra-nayam paravartayamano buddhi-balena aham praviseyam Semua Tathagatha dari ke-3 masa waktu selamanya memutar Roda Dharma sempurna tentang realita dan fenomena, dalam lautan kata dan bahasa yang tak habis-habisnya , aku memahaminya dengan kekuatan kebijaksanaan yang mendalam di mana-mana. eka-ksanena anagata sarvam kalpa-pravesa anam praviseyam ye pi ca kalpa triyadhva-pramanas tam ksana-koti-pravista careyam Aku dapat menembus masa yang akan datang, dan menembus semua kalpa dalam sekejap pikiran, di dalam sekejap pikiran aku sepenuhnya memasuki seluruh kalpa dari ke-3 masa waktu. ye ca triyadhva-gata nara- simhas tan ahu pasyiya eka-ksanena tesu ca pocarim atari nityam maya-gatena vimoksa-balena Dalam sekejap pikiran aku melihat semua Nara-simha dari masa lalu, sekarang dan yang akan datang, aku selalu menjajaki keadaan Buddha, pembebasan gaib mereka dan kekuatan mereka yang menakjubkan ye ca triyadhvasu ksetra-viyuhas tan abhinirhari eka-rajagre evam asesata sarva-disasu otari ksetra-viyuha jinanam Di ujung dari selembar rambut halus, muncul tanah permata dari waktu yang kekal, dunia di ujung rambut yang banyaknya bagaikan titik debu di dunia di 10 penjuru aku memasukinya semua, menghiasi dan memurnikannya. ye ca anagata loka-pradipas tesu vibudhyana cakra-pravrttim nirvrti-carsana nistha-prasantim sarvi aham upasmkrami natham Di masa mendatang banyak Loka-pradita akan datang Menerangi dunia, menyempurnakan jalan, memutar Roda Dharma, dan menyadarkan makhluk hidup, sewaktu mereka menyempurnakan tugas Buddha dan memanifestasikan Nirvana, aku mengunjungi dan mendekati mereka semua serta memperoleh rddhi-balena samanta-javena yana-balena samanta-mukhena carya-balena samanta-gunena maitra-balena wsamanta-gatena Kekuatan spiritual untuk pergi dengan cepat ke mana-mana, kekuatan untuk memasuki Mahayana melalui pintu yang seragam kekuatan kebijaksanaan dan perilaku untuk melatih pahala dan kebajikan secara universal, kekuatan spiritual untuk melindungi semuanya dengan Maha Maitri (cinta kasih besar) punya-balena samanta-subhena jnana-balena asanga-gatena prajna-upaya-samandhi-balena bodhi-balam samudanayamanah Kekuatan untuk memurnikan dan menghiasi pahala utama di mana-mana, kekuatan kebijaksanaan yang tidak melekat dan bebas, kekuatan spiritual yang menakjubkan serta kekuatan konsentrasi, kebijaksanaan dan cara bijaksana, kekuatan mengumpulkan Bodhi secara universal karma-balena parisodhayamanah klesa-balam parimardaya manha mara-balam abalam karamanah purayi bhadra cari-bala sarvsam Kekuatan karma baik yang memurnikan segala hal, kekuatan untuk menghapuskan semua penderitaan, kekuatan untuk menaklukkan semua iblis, kekuatan untuk menyempurnakan prilaku Samantabhadra ksetra-samudra visodhayamanah sattva-samudra vimocayamanah dharma-samudra vipasyayamano jnana-samudra vigahayamanah Aku menghiasi dan memurnikan lautan dunia di mana-mana, dan aku membebaskan lautan segala makhluk hidup, dengan ketrampilan aku memahami lautan segala Dharma, dan memasuki lautan kebijaksanaan yang dalam. carya-samudra visoshayamanah pranidhi-samudra prapurayamanah Buddha-samudra prapujayamanah kalpa-samudra careyam akhinnah Aku bisa memurnikan lautan segala latihan, menyempurnakan dan menyelesaikan suatu lautan ikrar, aku mendekati suatu lautan Buddha dan memberikan persembahan dan berlatih tanpa merasa lelah selama satu lautan waktu. ye ca triyadhva-gatana jinanam bodhi-cari pranidhana-visesah tan ahu purayi sarvi asesam bhadra-cariya vibudhyiya bodhim Kepada semua Tathagatha dari ke-3 masa waktu, dengan Bodhi, prilaku, dan ikrar yang paling utama, aku sepenuhnya mempersembahkan latihanku yang sempurna, dengan praktek Samantabhadra, aku menyadari Bodhi, Jvesthaku yah sutu sarva-jinanam yasya ca nama Samantatabhadra tasya vidusya sabhaga-cariya namayami kusalam imu sarvam Setiap Tathagatha mempunyai siswa utama, yang dinamakan Samantabhadra, yang dijunjungi, aku sekarang melimpahkan semua akar kebajikan, dan berikrar untuk melakukan perbuatan bijaksana yang sejenis kayatu vaca manasya visuddhis carya-visuddhy atha ksetra- yadrsa namana bhadra-visudya tadrsa bhotu samam mama tena Aku berikrar agar tubuh, mulut dan pikiranku akan selamanya murni dan agar segala kegiatan dan tanah Buddha juga akan demikian, aku berikrar agar dalam segala hal bisa menyamai kebijaksanaan Samantabhadra. bhadra-cariya Samanta-subhaye Manjusiri-prankdhana careyam sarvi anagat-kalpa-m-akhinnah purayi tam kriya sarvi asesam Aku akan memurnikan prilaku Samantabhadra secara keseluruhan, dan juga Maha ikrar Manjusri, segala perbuatan mereka akan kujalankan, tanpa ada yang tertinggal, sampai dengan akhir masa yang akan datang aku tidak pernah merasa letih. no ca pramanu bhaveyya cariye no ca pramanu bhaveyya gunanam apramanu cariyaya sthihitva janayi sarvi vikurvitu tesam Latihanku adalah tak terhitung dan tak terbatas, pahala dan kebajikan yang kuperoleh tak terhingga, di tengah praktek yang tak terbatas aku akan berdiam dalam ketentraman, dan menyempurnakan berbagai kekuatan spiritual. javata nistha nabhasya bhaveyya sattva asesata nistha tathaiva karmatu klesatu javata nistha tavata-nistha mama pranidhanam Manjusri memiliki kebijaksanaan, keberaniaan dan ketabahan, prilaku dan kebijaksanaan Samantabhadra juga demikian, aku sekarang melimpahkan semua akar kebajikan, guna mengikuti mereka dalam praktek dan belajar. ye ca dasad-disi ksetra ananta ratna-alamkrtu kurya jinanam divya ca manusa saukhya visistam ksetra-rajopama-kalpa dadeyam Di dalam ke-3 masa waktu, semua Buddha memuji ikrar yang demikian agung dan besar, aku sekarang melimpahkan semua akar kebajikan, dengan harapan menyempurnakan praktek tertinggi dari Samantabhadra. yas ca imam parinamana-rajam srutva sakrj janayed adhimuktim bodhi-varam anuprathayamano agru visista bhaved imu punyam Aku berikrar bila hidupku akan berakhir segala rintangan akan terhapus, aku akan melihat Buddha Amitabha, dan terlahir di tanah Sukhavati-Nya. varjita tena bhavanti apaya varjita tena bhavanti kumitrah ksipru sa pasyati tam amitabham yasy imu bhadra-cari-pranidhanam Sewaktu terlahir di tanah suci barat, aku akan menyempurnakan dan sepenuhnya memenuhi ikrar agung ini tanpa kecuali, guna menyenangkan dan memberi manfaat kepada segala makhluk. labha su-labha su jivitu tesam su agate te ilmu manusa janma yadrsa so hi Samantabhadaram te pi tatha na-cirena bhavanti Persamaan Buddha Amintabha adalah sangat murni, sewaktu aku terlahir dari sekuntum teratai yang tak tertandingi, aku akan melihat cahaya Sang Tathagatha yang tak terhingga sewaktu beliau muncul dihadapanku, untuk memberikan ramalan pencapaian Bodhi. papaka panca anantariyani yena ajnana-vasena krtani so imi bhadra-carim bhanamanah ksipru pariksayu bhoti asesam Menerima ramalan dari Tathagatha, aku akan menciptakan tubuh yang tak terhitung, dan dengan kekuatan kebijaksanaan yang besar dan luas mengembara ke-10 penjuru untuk memberi manfaat ke alam makhluk hidup. jinanatu rupatu laksanatas ca varmatu gotratu bhoti-r upetah tirthika-mara-ganebhir adhrsyah pujitu bhoti sa sarva-trilike Alam dari dunia-dunia dan ruang angkasa bisa berakhir, serta karma dan penderitaan makhluk hidup bisa di hilangkan, tetapi tidak bisa habis-habisnya demikian juga semua ikrarku adalah tidak habis-habisnya ksipru sa gacchati bodhi-drumendram gatva nisidati sattva-hitaya budhyati bodhi, pravartayi cakram dharsayi maru sa-sainyaku sarvam Dengan berbagai permata di dunia yang tak terbilang di 10 penjuru aku membuat dekorasi dan persembahan kepada Tathagatha selama kalpa yang banyaknya bagaikan titik debu di dunia, aku memberikan ketentramandan kebahagiaan yang utama kepada para dewa dan manusia. yo imu bhadra-cari-pranidhanam dharayi vasayi desayito va Buddha vijanati yo tra vipako bodhi visista ma kanksa janetha Sekalipun begitu, jika seseorang mempercayai raja ikrar yang utama ini, bilamana terdengar biar hanya sekalipun, dan jika di dalam pencarian Bodhi seseorang sungguh-sungguh mendambakan ikrar ini, pahala dan kebajikan yang akan diperoleh akan jauh melampaui. manjusiri yatha hanati surah so ca samantabhadra tathaiva tesu aham anusiksayamano namaymi kusalam imu sarvam Dengan menjauhi teman buruk selamanya, seseorang selamanya menjauhi jalan buruk menuju kesengsaraan, segera akan melihat cahaya tak terhingga dari Tathagatha, dan menyempurnakan ikrar utama Samantabhadra. sarva-triyadhva-gatebhi jinebhir ya parimanna varnita agra taya aham kusalam imu sarvam namayami vara-badra-cariye Dengan mudah mem-peroleh pahala usia panjang kelahiran di alam manusia terjamin, tidak lama kemudian dia akan menyempurnakan dan menyelesaikan praktek Samantabhadra. kala-kriyam ca aham karamano avaranam vinivartiya sarvam sammukha pasyiya tam amitabham tam ca sukhavati-ksetra vrajeyam Di masa lalu, disebabkan kurangnya kebijaksanaan ke-5 dosa berat tak terampun telah kulakukan dalam sekejap pikiran dosa itu bisa terhapuskan, dengan mengucapkan raja ikrar agung Samantabhadra tatra gatasya imi pranidhana amukhi sarvi bhaveyu samagrah tams ca aham paripurna asesam sattva-hitam kari yavata loke Marga, suku, warna kulit, ciri-ciri dan karakteristiknya, berikut kebijaksanaannya adalah sempurna dan utuh seluruhnya, iblis dan kaum sesat tidak bisa mengganggunya, dan dia pantas menerima persembahan dari ke-3 alam. tahi jina-mandali sobhani ramye padma-vare rucire upanannah vyakaranam ahu tatra labheya sammukhato amitabha-jinasya Dia akan segera menuju ke raja pohon Bodhi, dan duduk di situ untuk menaklukkan pasukan iblis, mendapat penerangan sempurna dan setara, dia akan memutar Roda Dharma, guna memberi manfaat kepada kumpulan makhluk hidup. Vyakaranam pratilabhya ca tasmim nirmitaokoti-satebhir anekaih sattva-hitani bahuny ahu kuryam diksu dasasv api buddhi-balena Jika seseorang bisa membaca, mengucapkan, menerima, dan mempertahankan selalu ikrar Samantabhadra serta menyebarkannya, pahalanya hanya bisa diketahui oleh Buddha, dan dia akan memperoleh jalan Bodhi yang tertinggi. Bhadra-cari-pranidhana pathitva yat kusalam mayi samcitu kimcit eka-ksanena samrdhyatu sarvam tena jagasya subham pranidhanam Jika seseorang mengucapkan ikrar Samantabhadra, maka hanya dari sebagian kecil akar kebajikan yang dimilikinya, segalanya akan disempurnakan dalam sekejap pikiran, dan ikrar murni dari makhluk hidup akan terpenuhi seluruhnya. Bhadra-carim parinamya yad aptam punyam anantam ativa visistam tena jagad vyasanaugha-nimagnam yav amitabha-purim varam eva Pahala tertinggi dan tak terbatas dari perilaku Samantabhadra, aku sekarang melimpahkannya secara universal, semoga segenap makhluk hidup, terbenam dan terapung segera kembali ke tanah cahaya tak terhingga (Sukhavati) Pada saat itu, sesudah Bodhisattva Mahasattva Samantabhadra selesai mengucapkan Gatha murni tentang raja ikrar agung Samantabhadra ini dihadapan Tathagatha, pemuda Sudhana diliputi kegembiraan yang meluap. Semua Bodhisattva juga sangat bergembira, dan Hyang Tathagatha memuji-Nya dengan bersabda : “Bagus!Bagus!”. Pada saat itu, Tathagatha membabarkan Pintu Dharma yang tertinggi tentang keadaan pembebasan yang tak terbayangkan kepada semua orang suci dan Bodhisattva Mahasattva, dengan Bodhisattva Manjusri sebagai pemimpin mereka. Juga hadir di situ para Bodhisattva agung dan ke-6000 Bhiksu yang telah sempurna, dengan Bodhisattva Maitreya sebagai pemimpin mereka. Semua Bodhisattva dari kalpa Bhadra (Worthy kalpa), dipimpin oleh Bodhisattva Samantabhadra yang tak ternoda, juga hadir. Semua Bodhisattva agung yang setelah sekali kelahiran lagi akan menjadi Buddha berikutnya dan yang berada di posisi pendiksaan mahkota berkumpul bersama dengan semua persamuan Bodhisattva Mahasattva, banyaknya bagaikan titik debu di dalam lautan dunia, yang datang dari dunia lainnya di 10 penjuru. Mereka dipimpim oleh Arya Shariputra Mahamaudgalyana dan lainnya. Semua Sravaka Agung, bersama semua manusia dewa, penguasa dunia, maupun para naga, yaksha, gandharva asura, garuda, kinnara, mahoraga, manusia dan non manusia dan sebagainya, serta seluruh persamuan besar, begitu mendengarkan apa yang diucapkan Hyang Buddha, semua sangat bergembira, menerimanya dengan keyakinan dan mempraktekkannya.
__________________
Tiga Hal yang aku jaga dalam hidupku aku hidup sederhana sewajarnya,aku harus menjalankan tekadku menjalankan parami, dan aku tidak akan mencari rahasia alam semesta... |
|
||||
![]() ![]() ![]() ![]() Setelah rekan Liao_fan mempostingkan Sutra ini.....semua rekan-rekan yang lain pada kabur entah kemana..... ![]() ![]() , langsung sepiiiiiiiiiiiiiiiii........nggak ada satupun yang muncul lagi disini sejak 12-11-2008......, agak mysterius memang......![]()
__________________
Salam Metta, Sabbe satta bhavantu sukhitatta http://tanhadi.blogspot.com/ http://www.tamandharma.com/ |
|
||||
|
ha ha ha...
sutra yang sangat menarik... saya hanya ingin bertanya di negeri Buddha koq ada debu yah??? maafkan daku... walau sutra ini sangat menggugah tapi masih janggal... saya hanye belajar untuk mengambil hikmah yang baiknya, meniggalkan bumbu-bumbunya... dan kulit luarnya... melihat inti pokok... |
|
||||
|
Quote:
|
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | Search this Thread |
| Display Modes | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | Thread Starter | Forum | Replies | Last Post |
| Sutra Kelenyapan Dharma | usnisha | Kumpulan Sutra & Vinaya Buddhist | 20 | 07-01-10 18:38 |
| Sutra Dharani Karandamudra | Zhou_wenhan | Kumpulan Sutra & Vinaya Buddhist | 12 | 05-01-10 09:54 |
| Sutra Penyembuhan Penyakit Berat | Zhou_wenhan | Kumpulan Sutra & Vinaya Buddhist | 3 | 27-12-09 00:32 |
| Teori dan Praktek dalam Buddhisme | usnisha | Topik Umum | 1 | 11-02-09 11:37 |
| Seputar Saddharmapundarika Sutra | usnisha | Mahayana | 9 | 29-01-08 12:39 |