Apakah Sang Buddha Mengizinkan Makan Daging? (Versi Mahayana) - Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha
Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha  

Go Back   Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha > Aliran-Aliran > Mahayana


Nona/mas manis, join Wihara.com donk :D . Jangan jadi guest doank hehe :))
Reply
 
LinkBack Thread Tools Search this Thread Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 02-04-08, 01:53
Top1 Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Senior
 
Join Date: Dec 2007
Posts: 151
Top1 is on a distinguished road
Thumbs up Apakah Sang Buddha Mengizinkan Makan Daging? (Versi Mahayana)

Jawabannya adalah Tidak jika kita menelusuri sabda Sang Buddha di sutra-sutra Mahayana seperti Lankavatara, Surangama, Mahaparinirvana dan Brahmajala. Semua dengan jelas dan tegas mengutuk praktek makan daging. Kita lihat teks dari bab Sutra Lankavatara yang khusus membahas kejahatan makan daging:
Karena dorongan cinta kasih sejati, seorang Bodhisatva akan menjauhi makanan daging yang dilahirkan dari cairan mani dan darah. Seorang Bodhisatva mendisiplinkan dirinya membabarkan welas asih tidak akan menimbulkan ketakutan bagi makhluk lain. Karenanya dia akan menampik
makan daging.

Tak benar bahwa daging adalah makanan yang benar dan boleh dikonsumsi
jika binatang itu tidak dibunuh oleh dirinya,
jika dia tidak memerintahkan orang lain membunuh untuknya,
jika binatang itu tidak dibunuh khusus untuk dirinya...
Bukan itu saja tetapi di masa mendatang akan banyak orang... dipengaruhi cita rasa daging akan bersama-sama dengan berbagai cara dan argumen yang canggih mempertahankan praktek makan daging.

Tetapi... makan daging dalam bentuk apapun, alasan bagaimanapun, dan dimanapun adalah dilarang dan tak dibenarkan...Praktek makan daging tidak saya izinkan kepada siapapun, tidak saya izinkan, tidak akan pernah saya izinkan... (Sutra Lanvakatara)
Sutra Surangama:

Tujuan mempraktekkan Dhyana dan upaya mencapai Samadhi adalah membebaskan diri dari penderitaan. Tetapi dalam perjuangan melepaskan diri dari penderitaan kita sendiri, bagaimana kita telah menjadi penyebab penderitaan bagi makhluk lain? Jika engkau tidak mengontrol pikiranmu hingga pikiran tentang hal-hal tak baik dan pembunuhan menjadi menjijikkan, maka engkau tak akan pernah terbebas dari belenggu dunia... Setelah aku mencapai Parinirvana maka dalam kalpa terakhir berbagai setan iblis akan bermunculan menipu orang dan mengajarkan bahwa mereka boleh makan daging dan masih dapat mencapai pencerahan... Bagaimana o seorang bikhu yang mendamba menyelamatkan makhluk yang tak terbatas jumlahnya menjadikan dirinya pemakan daging makhluk hidup lainnnya?
Sutra Mahaparinirvana (versi Mahayana): "Memakan daging memadamkan bibit maha welas kasih."

Bagaimana ajaran Mahayana begitu langsung bertentangan dengan Theravada dalam hal makan daging? Beberapa komentator berpendapat bahwa perbedaan ini mencerminkan perubahan sikap moral masyarakat yang terjadi pada masa penyusunan kedua set kitab suci tersebut. Tetapi pernyataan ini mengabaikan dua keberatan.
Pertama, berbagai tradisi spiritual dan kitab suci di India sebelum masa Sang Buddha sudah mengutuk praktek makan daging. Karena daging dianggap tidak mendukung pembinaan spiritual. Kedua, Conze dan sarjana buddhis lainnya menunjukkan sutra-sutra Sanskerta berusia lebih muda dibandingkan sutra berbahasa Pali (Theravada). Sehingga beralasan untuk menduga jika para sesepuh Mahayana menganggap sutra-sutra Theravada sudah benar merefleksikan pandangan Sang Buddha dalam hal makan daging maka mereka akan berdiam diri. Tetapi kenyataannya mereka berbicara dengan gigih sehingga dengan sendirinya menunjukkan betapa terganggunya mereka dengan apa yang jelas-jelas mereka rasakan sebagai penyelewengan terhadap ajaran Sang Buddha dan korupsi spirit dan maksud silapertama.

Pada topik ahimsa (tidak merugikan makhluk lain), Encyclopedia of Buddhism menunjukkan:
Di Cina dan Jepang, praktek makan daging dipandang sebagai kejahatan dan dilarang.....
Praktek makan daging kemudian berhenti secara bertahap (sekitar 517) dan cenderung membudaya. Akhirnya menjadi kebiasaan untuk tidak menggunakan segala jenis daging untuk masakan di biara.
Sampai abad ke-19 ketika Buddhisme masih berperan penting dalam kehidupan orang Jepang, praktek makan daging adalah tabu. Jepang pada dasarnya adalah negeri vegetarian. Jika seorang bikhu buddhis apalagi roshi ketahuan memakan ikan saja maka dia akan diejek namaguzubozu!, yang artinya "engkau bikhu tak suci berbau ikan mentah!"

Catatan guru Zen Dogen yang ditulis ketika dia berada di Cina pada abad ke-13 mengandung sejumlah bukti tentang larangan keras makan daging di Cina. Dogen bertanya kepada gurunya Juching, "Sikap mental dan aktivitas sehari-hari apakah yang harus dimiliki dan dipraktekkan ketika mendalami meditasi? Juching menjawab salah satu yang harus dihindari terutama jika dia sebagai pemula adalah daging.

Sampai pada masa modren, Holmes Welch, ahli Buddhisme Cina menunjukkan:
Bikhu Cina yang tak makan daging dapat melakukan ritual kematian dengan lebih efektif. Jika umat awam mengetahui ada biara yang bikhunya makan daging maka kemungkinan kecil mereka akan menyokong biara tersebut..... Ini menjadi sebab banyak pengunjung asing yang ditolak bermalam di biara karena takut mereka akan menyelundupkan daging dan memakannya di biara.
Alexandre David-Neel berdasarkan pengalamannya selama bertahun-tahun di Tibet menceritakan bahwa meskipun umumnya orang-orang Tibet sangat menyukai daging tetapi banyak Lama yang sama sekali tidak mengkonsumsi daging. Mereka yang makan daging ataupun tidak, sebagai pengikut doktrin Tantrayana percaya bahwa makan daging adalah perbuatan iblis. Perbuatan yang akan mendatangkan ganjaran atas dosa.
Tidak saja pembalasan tetap makan daging juga akan "menciptakan atmosfer psikis yang merusak di tempat di mana daging sering dimakan." David-Neel juga mengatakan bahwa di Pegunungan Sagain, Myanmar seluruh komunitas bikhu (Anggota Sangha) bervegetarian dengan ketat. Kenyataan ini menunjukkan tidak semua bikhu dan umat awam di negara-negara Theravada mengikuti versi Pali tentang apa yang katanya disabdakan Sang Buddha tentang praktek makan daging. Dia juga menunjukkan bahwa banyak umat saleh yang tak makan daging di Tibet. Tibet bagi David-Neel adalah negeri yang telah dikenalnya sebelum invasi dan pencaplokan oleh RRC. Di Tibet tambahnya, adalah hal umum jika orang menghindari makan daging pada hari-hari tertentu yaitu awal bulan, akhir bulan, dan pertengahan bulan.

Dikutip dari To Cherish All Life Karya Roshi Philip Kapleau

Last edited by Top1; 05-04-08 at 02:05.
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 08-04-08, 19:34
Arasmas Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Baru bergabung
 
Join Date: Feb 2008
Posts: 25
Arasmas is on a distinguished road
Default

Kalo vegetarian dianggap point untuk kesucian, harusnya kambing, kuda, sapi dkk lebih suci donk dibanding umat Buddha pada umumnya.
Mengapa kita menjalankan praktek Buddha, dan bukannya praktek kambing? Silakan dijawab.
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 08-04-08, 20:26
hadisentosa's Avatar
hadisentosa Segala permintaan anda tentang Wihara.com - Tolong Tulis di Bagian Feedback. Bukan cari saya
Happy Soul
 
Join Date: Nov 2004
Location: Inside Net
Posts: 1,782
Blog Entries: 4
hadisentosa is on a distinguished road
Default

ya coba bayangin ( silahkan merem skrg).

kamu pergi ke pasar, potong ayam nya sendiri hidup2, trs keluarin organ2 nya, usus2 nya, trs kamu potong2,

trs goreng sendiri

silahkan di makan abis itu

masih ketelen ga?

hati nurani ga bisa berdusta

ini bukan soal kesucian, ini welah asih.
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 09-04-08, 13:18
Top1 Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Senior
 
Join Date: Dec 2007
Posts: 151
Top1 is on a distinguished road
Default

Kita hidup di dunia hendaknya berbagi dengan makhluk2 lain. Berbeda dengan hewan yang herbivora maupun karnivora seorang manusia memiliki kebebasan untuk menentukan makanan-nya. Menurut pendapat pribadi saya dengan bervegetarian setidaknya kita membawa pesan damai dan kasih kepada makhluk lain. Apakah kita bisa mengasihi hewan sementara kita mengunyah daging mereka (walaupun itu bangkai)?
Di perut kitalah menjadi kuburan dari hewan tsb yang telah menjadi bangkai.
Jawablah dengan hati nurani anda.
Saya setuju dengan pendapat bro Rudy ini bukan soal kesucian tapi lebih ke welas asih.

Semoga Semua Makhluk Berbahagia.
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 18-04-08, 13:08
kupret Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Baru bergabung
 
Join Date: Apr 2008
Posts: 22
kupret is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by Top1 View Post
Semoga Semua Makhluk Berbahagia.
makhluk yg mana nih? bukankah tumbuhan juga makhluk hidup?

kalo iya berarti tumbuhan ga boleh dimakan juga donk?

mohon bimbingannya,

and cmiiw ya...
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 18-04-08, 13:52
Acala's Avatar
Acala Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Siswa Senior Sang Buddha
 
Join Date: Jun 2005
Location: Medan
Posts: 535
Acala is on a distinguished road
Default

Boleh makan daging atau tidak dari dulu sudah menjadi persoalan yang kontroversial.

setiap daerah mempunyai sumber alam yang berbeda ada yang gersang dan dingin.contohnya :Tibet disana daerahnya dingin kalau cuma makan sayur kita tidak bertenaga,cepat lemas,dan capek makanya mereka mengkomsumsi daging untuk menambah energinya.

jadi orang2 di tibet semuanya tidak suci?hanya karena makan daging???
Buddha mengajarkan kepada kita membersihkan pikiran, ucapan dan perbuatan.

vegeratian cuma salah satu contoh perbuatan baik, biarpun kalau kita vegetarian tetapi tingkah laku kita jelek ,suka memaki orang, berzinah ,berdusta , itu semuanya sama saja bohong..

kadang2 saya juga vegetarian tetapi hanya untuk kesehatan ..
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 18-04-08, 14:01
YongCheng Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Senior
 
Join Date: Nov 2007
Location: Denpasar, Bali
Posts: 234
YongCheng is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to YongCheng
Default

Quote:
Originally Posted by kupret View Post
makhluk yg mana nih? bukankah tumbuhan juga makhluk hidup?

kalo iya berarti tumbuhan ga boleh dimakan juga donk?

mohon bimbingannya,

and cmiiw ya...
dalam agama Buddha tumbuhan bukanlah makhluk hidup dan tidak termasuk dalam roda samsara
__________________
Apabila diri sendiri tidak ingin disakiti, maka hendaknya seseorang tidak menyakiti makhluk lain
Reply With Quote
  #8 (permalink)  
Old 18-04-08, 19:18
Top1 Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Senior
 
Join Date: Dec 2007
Posts: 151
Top1 is on a distinguished road
Default

Dear Kupret,

Tumbuhan adalah Benda Hidup.
Hewan adalah Makhluk Hidup.
Jika anda tidak setuju yah apa boleh buat

Salam Metta
Reply With Quote
  #9 (permalink)  
Old 18-04-08, 20:34
Aethan-Mark's Avatar
Aethan-Mark Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Baru bergabung
 
Join Date: Nov 2007
Posts: 22
Aethan-Mark is on a distinguished road
Default

Menurutku,

Bedanya Manusia dengan Hewan adalah Manusia memiliki akal dan pikiran sehingga apa yang diperbuatnya dapat berkembang dan dapat dikendalikan, sedangkan untuk hewan mereka hidup dengan naluri yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
__________________
Selagi Masih Bisa Teruslah Mencoba..

Last edited by Aethan-Mark; 18-04-08 at 20:35.
Reply With Quote
  #10 (permalink)  
Old 22-04-08, 14:35
Liao_fan's Avatar
Liao_fan Bimbinglah saya sebelum "jalan" itu terbuka ....
Siswa Senior Sang Buddha
 
Join Date: Sep 2007
Location: jakarta
Posts: 671
Blog Entries: 2
Liao_fan is on a distinguished road
Default

memakan hewan atau sayuran sama saja, memang benar kata yang lain, makanan itu tidak ada sangkut pautnya dengan kesucian tertentu.
jangan beranggapan bahwa dengan makan sayur diri kamu suci,
makan atau tidak daging, hanyalah perbuatan dan pikiran yang dapat menyucikan orang itu sendiri
tidak karena makanan,atau penyucian oleh mahluk2 suci
orang budhist seperti bikkhu membiasakan praktek vegetarian, mereka terutama didorong oleh penghormatan akan hidup dan bukan karena pandangan bahwa diet vegetarian itu baik untuk kesehatan atau bahwa daging pada dasarnya tidak suci.


berikut ini pertanyaan tentang sayuran dan hewan
Good Questions Good Answers:
Bersama Ven S. Dhammika

Sayuranisme


1. Apakah umat Buddha harus menjadi sayuranis (berpantang makan daging?

Tidak perlu. Sang Buddha sendiri bukan seorang sayuranis (vegetarian). Beliau tidak pernah mengajarkan siswa-siswa-Nya untuk menjadi sayuranis, dan hingga kini banyak umat Buddha yang baik tanpa harus menjadi sayuranis.


2. Tetapi, bila Anda menyantap daging, secara tak langsung Anda bertanggung jawab atas kematian suatu makhluk. Tidakkah ini merupakan pelanggaran sila pertama?

Memang benar jikalau Anda menyantap daging, secara tak langsung Anda kebagian tanggung jawab atas terbunuhnya suatu makhluk, namun tanggung jawab yang sama juga timbul ketika anda menyantap sayuran. Petani harus menyemprotkan insektisida dan racun pembunuh hama untuk mendapatkan hasil panen yang baik, dan akhirnya sampai ke hidangan Anda. Dan untuk ke sekian kalinya, hewan harus terbunuh untuk menyediakan kulit sebagai bahan sepatu, sabuk, atau tas yang Anda pakai, diambil minyaknya untuk keperluan manusia, bahkan obat-obatan pun melibatkan pembunuhan hewan percobaan. Tidaklah mungkin untuk hidup tanpa harus bertanggung jawab secara tak langsung terhadap kematian makhluk lain/ Inilah salah satu contoh yang dimaksud dalam Kesunyataan Mulia Pertaam, kondisi hidup pada umumnya adalah penderitaaan dan ketidakpuasan. Yang dimaksud dengan Sila Pertama, kita melatih diri untuk tidak bertanggung jawab secara langsung terhadap pembunuhan makhluk hidup.


3. Namun umat Buddha aliran Mahayana tidak menyantap daging.

j: Itu tidak benar. Agama Buddha Mahayana di Cina memang menekankan untuk menjadi sayurnis, namun dalam tradisi Mahayana di Jepang dan Tibet baik biarawan maupun umatnya juga menyantap daging.


4. Tapi saya rasa seorang umat Buddha seharusnya menjadi sayuranis.

Misalkan ada seseorang yang menjalankan sayuranisme dengan sangat ketat, namun bersifat egois, tidak jujur, dan licik; di lain pihak ada seseorang yang bukan sayuranis tetapi bersifat tenggang rasa, jujur, baik, dan bijaksana. Di antara kedua macam orang itu, manakah yang lebih layak disebut umat Buddha yang baik?


5. orang yang kedua

Mengapa?


6. Karena orang semacam itu jelas berbudi luhur

Tepat. Orang yang menyantap daging bisa saja memiliki hati yang suci, sebaliknya orang yang berpantang makan daging bisa sja berhati busuk. Dalam ajaran Buddha, hal yang terpenting adalah kualitas hati Anda, bukannya menu makanan Anda! Banyak umat Buddha yang berpantang keras makan daging, namun mereka kadang kurang menyadari bahwa mereka tetap memiliki sifat egois, tidak jujur, kejam, atau dengki. Mengubah menu makanan bukannya hal yang sulit, sebaliknya mengubah hati dan pikiran tidaklah mudah. Jadi baik Anda seorang sayuranis atau bukan, ingatlah bahwa penyucian pikiran adalah hal yang paling penting dalam ajaran Buddha.


Pelaksanaan sila membantu orang untuk menanam lima kebaikan mulia yang berkaitan dengan masing-masing sila. Yang pertama adalah mengembangkan belas kasihan; yang kedua kedermawanan dan ketidakmelekatan; yang ketiga adalah rasa puas; yang keempat kebenaran, dan yang kelima adalah perhatian penuh dan kejernihan pikiran.
semua sila saya rasa buddha babarkanpun bukan untuk mengikat, tapi sebagai latihan.jangan ada rasa ke akuan yang tinggi saat orang tidak melaksanakan sila sedang kamu sendiri melakukannya..
jauhi itu..
__________________
Tiga Hal yang aku jaga dalam hidupku
aku hidup sederhana sewajarnya,aku harus menjalankan tekadku menjalankan parami, dan aku tidak akan mencari rahasia alam semesta...
Reply With Quote
  #11 (permalink)  
Old 22-04-08, 14:58
cool_a's Avatar
cool_a Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Senior
 
Join Date: Apr 2008
Posts: 180
cool_a is on a distinguished road
Default

dr artikelnya aja uda ditunjukin sutta2 mana yg nunjukkin bhw haram makan daging...
lalu, koq org2 yg non vegi merasa kalo org2 yg vegi ini menganggap dirinya suci ya???? ap kurang jelas ya???? dgn bervegetarian, qt mewujudkan cinta kasih... salah 1 cara mewujudkan cinta kasih adl dgn bervegetarian... itu adl hal yg plg mudah utk dijadikan contoh... dan saya rasa jelas bangat ya, org2 vegi disini gak ada yg berasa sok suci. justru gw yakin, mrk mkn merasa hidupnya penuh dgn dosa, krn hati nurani yg semakin cemerlang. knp bisa cemerlang??? krn setidaknya uda ada bibit kasih akibat tdk memakan daging.... (sekali lg saya tekankan, bknnya saya mengatakan bhw org non vegi tdk memiliki kasih ya... )
n buat pemakan daging.... pernah denger kasus ayam tiren (ayam mati kemaren)... isu itu booming bangat kan... ayam tiren sama sekali gak blh dimakan, krn byk penyakit jika tdk dimasukkan ke dlm kulkas... kalo ayam tiren gak blh dimakan, berarti ayam2 itu hrs dipotong n lsg dijual saat itu jg... kalo gak, gak bakal laku... tp krn byk yg mo mkn, potong 10, abis 10 dalam 1 hari...
lalu mslh hewan2 herbivora yg jd buddha??? cb bandingkan, hewan itu punya akal dan pikiran gak??? mereka itu hanya punya naluri. jd mereka gak bs memilih apa makanan mereka.... manusia itu dikasi otak, buat pake pikirannya... pantes gak sih manusia itu memakan sesama maklhuk hidup???? kayana posting2an sebelumnya uda jelas ya...
n kalo mo bicara anatomi tubuh... usus manusia itu hanya cocok utk mengolah sayur2, buah, dan kacang2an... tidak bisa mengolah daging... palagi di maag... asam lambung manusia akan butuh wkt lama sekali dlm mengunyah daging yg ada di dlm... kalo daging n sayuran masuk ke dlm lambung secara bersamaan, sayur selesai diolah, daging blm selesai, akibatnya, sayur gak bs diproses lbh lanjut, jd mandeg di maag.. sayurnya jd busuk di maag... sayur busuk di maag, diolah masuk ke dalam usus... mending lsg mkn sayur busuk aja kalo gt...

lalu soal perbandingan org yg vege tapi berhati busuk dibandingkan dgn org non vege berhati lurus (suci).... uda di test blm??? jgn membandingkan 2 org yg berbeda... tetapi bandingkan 1 org yg sama... mksdnya... coba liat saat dia tdk bervegetarian... kemudian, coba lihat kembali saat dia telah bervegetarian... itu br compare yg bener...
lalu kalo mo dicompare lg.... anda bisa melihat... org yg bervegetarian antara yg berhati busuk dgn yg tidak perbandingannya berapa besar.... asumsi saya mgkn 6:4 (6 berhati baik, 4 berhati busuk).... coba bandingkan antara yg non vegetarian antara yg berhati busuk dgn yg tidak..... asumsi saya bisa aja 4:6 (4 berhati baik, 6 berhati busuk)... bahkan mgkn bs 3:7.... silakan survey sendiri... n saya yakin anda tidak akan mendapat angka yg exact, krn.... "dlmnya lautan tdk bisa diukur, hati orang sapa yg tau"
__________________
God Is Everywhere....

Last edited by cool_a; 22-04-08 at 14:59.
Reply With Quote
  #12 (permalink)  
Old 22-04-08, 17:31
indukmalang Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Baru bergabung
 
Join Date: Apr 2008
Posts: 18
indukmalang is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by Liao_fan View Post
memakan hewan atau sayuran sama saja, memang benar kata yang lain, makanan itu tidak ada sangkut pautnya dengan kesucian tertentu.
jangan beranggapan bahwa dengan makan sayur diri kamu suci,
makan atau tidak daging, hanyalah perbuatan dan pikiran yang dapat menyucikan orang itu sendiri
tidak karena makanan,atau penyucian oleh mahluk2 suci
orang budhist seperti bikkhu membiasakan praktek vegetarian, mereka terutama didorong oleh penghormatan akan hidup dan bukan karena pandangan bahwa diet vegetarian itu baik untuk kesehatan atau bahwa daging pada dasarnya tidak suci.


berikut ini pertanyaan tentang sayuran dan hewan
Good Questions Good Answers:
Bersama Ven S. Dhammika

Sayuranisme


1. Apakah umat Buddha harus menjadi sayuranis (berpantang makan daging?

Tidak perlu. Sang Buddha sendiri bukan seorang sayuranis (vegetarian). Beliau tidak pernah mengajarkan siswa-siswa-Nya untuk menjadi sayuranis, dan hingga kini banyak umat Buddha yang baik tanpa harus menjadi sayuranis.

Top1 already quoted what buddha said. are you saying that Buddha is hypocrate? ... But I agree with you, emang tidak perlu kalo tujuan anda mencuci pikiran. Tapi kalo anda mempunyai tujuan untuk menyetop karma buruk, that's one way to go


2. Tetapi, bila Anda menyantap daging, secara tak langsung Anda bertanggung jawab atas kematian suatu makhluk. Tidakkah ini merupakan pelanggaran sila pertama?

Memang benar jikalau Anda menyantap daging, secara tak langsung Anda kebagian tanggung jawab atas terbunuhnya suatu makhluk, namun tanggung jawab yang sama juga timbul ketika anda menyantap sayuran. Petani harus menyemprotkan insektisida dan racun pembunuh hama untuk mendapatkan hasil panen yang baik, dan akhirnya sampai ke hidangan Anda. Dan untuk ke sekian kalinya, hewan harus terbunuh untuk menyediakan kulit sebagai bahan sepatu, sabuk, atau tas yang Anda pakai, diambil minyaknya untuk keperluan manusia, bahkan obat-obatan pun melibatkan pembunuhan hewan percobaan. Tidaklah mungkin untuk hidup tanpa harus bertanggung jawab secara tak langsung terhadap kematian makhluk lain/ Inilah salah satu contoh yang dimaksud dalam Kesunyataan Mulia Pertaam, kondisi hidup pada umumnya adalah penderitaaan dan ketidakpuasan. Yang dimaksud dengan Sila Pertama, kita melatih diri untuk tidak bertanggung jawab secara langsung terhadap pembunuhan makhluk hidup.

Just like I said in my other post "I love you goatie, but i have to eat you when you are dead". Ignorance is not a bliss my friend. Have you ever thought the first person that found your sect have his own agenda? The greed of flesh run rampant and omit the very important chapter of books? and adding whatever neccessary?
Are you suggesting me that i can eat human flesh too if they are dead? because it's so called indirect killing?



3. Namun umat Buddha aliran Mahayana tidak menyantap daging.

j: Itu tidak benar. Agama Buddha Mahayana di Cina memang menekankan untuk menjadi sayurnis, namun dalam tradisi Mahayana di Jepang dan Tibet baik biarawan maupun umatnya juga menyantap daging.

Karma doesn't happen only in China



4. Tapi saya rasa seorang umat Buddha seharusnya menjadi sayuranis.

Misalkan ada seseorang yang menjalankan sayuranisme dengan sangat ketat, namun bersifat egois, tidak jujur, dan licik; di lain pihak ada seseorang yang bukan sayuranis tetapi bersifat tenggang rasa, jujur, baik, dan bijaksana. Di antara kedua macam orang itu, manakah yang lebih layak disebut umat Buddha yang baik?

Apa hubungannya antara menjadi vegetarian dengan egois, tidak jujur, licik? ... Seperti mengatakan "buat apa beramal kalo orangnya egois, tidak jujur, licik?" Beramal adalah tindakan mulia, vegetarian juga adalah tindakan mulia. Kita bervegetarian itu bukan untuk mencuci pikiran doang, itu the least reason of being vegetarian. Vegetarian tujuannya adalah untuk menyetop karma bisnis bunuh membunuh, menjadikan seseorang appreciate life. Kalo buddhism tidak menganjurkan umatnya untuk vegetarian, dan cuman mencuci pikiran saja,.. lebih baek kita ke psychiatrist minta therapi, Mereka punya alat lebih modern, atau ke yoga class, lebih sehat.


5. orang yang kedua

Mengapa?


6. Karena orang semacam itu jelas berbudi luhur

Tepat. Orang yang menyantap daging bisa saja memiliki hati yang suci, sebaliknya orang yang berpantang makan daging bisa sja berhati busuk. Dalam ajaran Buddha, hal yang terpenting adalah kualitas hati Anda, bukannya menu makanan Anda! Banyak umat Buddha yang berpantang keras makan daging, namun mereka kadang kurang menyadari bahwa mereka tetap memiliki sifat egois, tidak jujur, kejam, atau dengki. Mengubah menu makanan bukannya hal yang sulit, sebaliknya mengubah hati dan pikiran tidaklah mudah. Jadi baik Anda seorang sayuranis atau bukan, ingatlah bahwa penyucian pikiran adalah hal yang paling penting dalam ajaran Buddha.

Partially right. ingat, kualitas hati anda juga tercermin dari menu makanan anda. Again, what is it with linking vegetarianism dengan egois tidak jujur atau dengki? it has no connection!!! Mengubah hati dan pikiran dengan menu makanan itu yang paling sulit my friend. Andapun tidak bisa melalukannya. Penyucian pikiran BUKAN tujuan Buddha. Pikiran, tindakan dan CHOICE IS.



Pelaksanaan sila membantu orang untuk menanam lima kebaikan mulia yang berkaitan dengan masing-masing sila. Yang pertama adalah mengembangkan belas kasihan; yang kedua kedermawanan dan ketidakmelekatan; yang ketiga adalah rasa puas; yang keempat kebenaran, dan yang kelima adalah perhatian penuh dan kejernihan pikiran.
semua sila saya rasa buddha babarkanpun bukan untuk mengikat, tapi sebagai latihan.jangan ada rasa ke akuan yang tinggi saat orang tidak melaksanakan sila sedang kamu sendiri melakukannya..
jauhi itu..

Amin
Reply With Quote
  #13 (permalink)  
Old 22-04-08, 21:24
hadisentosa's Avatar
hadisentosa Segala permintaan anda tentang Wihara.com - Tolong Tulis di Bagian Feedback. Bukan cari saya
Happy Soul
 
Join Date: Nov 2004
Location: Inside Net
Posts: 1,782
Blog Entries: 4
hadisentosa is on a distinguished road
Default

ini menurutku aja ya, zaman dulu Buddha kan ngemis,

ngemis = dapet dari daging yg uda ada, bukan di pesen. = tidak mencampuri supply and demand law.

kalo pesen di restoran = +1 , bukan dari supply yg uda ada , spt ngemis.


masalahnya bukan membunuh ato engga juga, tp world poverty, deforestation, clean water supplies. terlalu bnyk kalo harus di ceritain detail kenapa hal2 tersebut berhubungan dengan Meat industry, harus research sendiri.

Last edited by hadisentosa; 22-04-08 at 21:26.
Reply With Quote
  #14 (permalink)  
Old 22-04-08, 23:28
Sitatapatra Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Super Moderator
 
Join Date: Jan 2008
Posts: 841
Sitatapatra is on a distinguished road
Default

Bukankah Sang Buddha dulu melakukan pindapatta, pada saat berpindapata Sang Buddha menerima dana makanann apapun yang diberikan, tidak bisa mengatakan mau atau makan daging, seharusnya baik versi Mahayana maupun Theravada sama saja. Setahu saya vegetarian bermulai di China pada masa Kaisar Liang Wu Ti, kaisar meminta semua Bhiksu bervegetaran. Pada masa Sakyamuni Buddha vegetarian / tidak terserah pribadi masing-masing yang penting saat makan daging, misalnya ayam kita tidak memotong sendiri ayam itu.
Sekedar tambahan vegetarian / tidak terganting hati kita, bila vegetarian tetapi ucapan, pikiran, dan perbuatannya tidak benar, lebih baik orang yang tidak vegetarian, tetapi ucapan, pikiran, dan perbuatannya benar. Menurut pandangan saya, sebenarnya walaupun kita vegetarian, saat kita memasak sayur ada banyak bakteri yang mati, vegetarian bertujuan melatih emosi, karena orang yang tidak makan daging emosinya lebih terkontrol dari orang yang makan daging, sehingga lebih baik untuk pelatihan diri. Yang betul-betul tidak membunuh adalah dengan hanya memakan buah-buahan yang tidak perlu dimasak

Last edited by Sitatapatra; 22-04-08 at 23:39.
Reply With Quote
  #15 (permalink)  
Old 23-04-08, 00:45
highlander's Avatar
highlander Pelaksana Sutra Bunga Teratai
Tidak baru lagi
 
Join Date: Oct 2007
Posts: 41
highlander is on a distinguished road
Default

Seberapa pentingkah makan daging atau tidak makan daging?? Itu kan ajaran lama dari sang Buddha, setau saya, di dalam Mahayana sesungguhnya, sang Buddha pun memakan daging. Dan itu tidak dilarangnya, mungkin yg dikatakan dilarang adalah waktu dia berpindapatta dan bertemu dgn org yg mempunyai hawa nafsu atau sifat pembunuh yg jahat, sehingga sang Buddha melarang orang tsb memakan daging. Nah dgn tidak beraninya dia memakan daging, apalagi kalau membunuh yg berdarah kan?? Begitu maksud sang Buddha. Dan perlu diingat oleh kita semua, dalam Buddhisme tidak ada kata2 "DILARANG", yang kita tau hanyalah hukum sebab akibat.
Oh ya, sebagai seorang Buddhis, makan daging atau tidak pun bukanlah suatu masalah besar, yang penting bagaimana kita berperilaku sebagai seorang Buddha. Buat apa kalau banyak pantangan ini dan itu tapi nggak pernah berbuat kebajikan dan membahagiakan orang lain? Ego juga toh? Maka dari itu, berperilaku lah seperti layaknya seorang Buddha yg welas asih, suka membantu orang yang menderita, sebarluaskan ajarannya, laksanakan ajarannya. Itu aja. Thx ya...
__________________
Prestasi terbesar tidak selalu berupa penghargaan atau hadiah. Prestasi terbesar tidak berupa materi, melainkan pelajaran berharga tentang semangat manusia.
Penghargaan bisa memudar, Hadiah bisa kehilangan kilaunya. Tapi pelajaran yang kita peroleh akan tinggal untuk selamanya.
Reply With Quote
  #16 (permalink)  
Old 23-04-08, 03:57
indukmalang Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Baru bergabung
 
Join Date: Apr 2008
Posts: 18
indukmalang is on a distinguished road
Default

highlander,
betul sekali, dalam kenyataan (tidak cuman di buddhism) itu tidak ada kelarangan. yang ada adalah hukum sebab akibat.
Kalo mencuri, dipenjara
merampok, memperkosa, membunuh juga dipenjara. Itu hukum.
hukum alam: membunuh seseorang, ada saudaranya yang balas dendam.
hukum karma: membunuh, pasti akan dibalas kalo dendam itu ada. No matter kamu pikirannya suci kayak apa, pasti kena. termasuk membunuh kuman kuman. dendam pasti ada.

Probabilitas karma itu akan datang dan efect you in any way and any form (dari besar sampai kecil)

membunuh secara langsung
fasilitator buat membunuh
membunuh karena kelalaian
memakan daging yang dibunuh khusus buat dia
memakan daging yang dimanufacture buat konsumsi in general
memakan daging yang telah mati / dibuang
membunuh binatang untuk self defense (yes, termasuk kuman)

Buddha Gautama set the standard buat public as tidak memakan daging yang dibunuh khusus buat dia. Pertama, Buddha Gautama tidak bisa terlalu strict dengan kondisi mereka dan culture mereka pada saat itu, karena food is not like now readily available. mereka tidak mengenal manufacturing meat (alias tidak ada KFC) yang mereka kenal adalah hunting for food. Jadi untuk mendapatkan meat, mereka haruslah membunuh atau disediakan khusus buat mereka. Karena Vegetable juga ga bisa readily available, diperbolehkan makanan yang telah mati/dibuang. Makanya itu seorang bikhu harus mengemis.
Sekarang bukan jaman itu lagi, kita tidak akan kelaparan kalau tidak memakan daging. Jaman berubah, choice juga berubah sesuai dengan waktu. kenapa saya vegetarian? because I can.
Reply With Quote
  #17 (permalink)  
Old 23-04-08, 14:26
Liao_fan's Avatar
Liao_fan Bimbinglah saya sebelum "jalan" itu terbuka ....
Siswa Senior Sang Buddha
 
Join Date: Sep 2007
Location: jakarta
Posts: 671
Blog Entries: 2
Liao_fan is on a distinguished road
Default

terima kasih semua masukannya...
tapi sesungguhnya, orang itu tidak boleh menilai kemurnian atau ketidakmurnian manusia hanya berdasar apa yang dimakannya.
dalam Amagandha Sutta, sang Buddha mengatakan :

Bukan daging atau berpuasa atau bertelanjang
bukan kepala tercukur atau rambut kusut atau kotor,
bukan kulit yang kasar atau pemujaan api,
bukan semua pengampunan dosa di dunia ini,
bukan kidung atau pengorbanan,
bukan pesta musiman
yang akan memurnikan seseorang yang dikuasai keragu-raguan

makan ikan atau daging sendiri tidak membuat seseorang menjadi tidak murni. manusia membuat dirinya tidak murni dengan kefanatikan, penipuan, iri hati, mengagungkan diri, penghinaan, dan niat jahat lainnya.melalui pikiran dan perbuatan jahatnya sendiri manusia membuat dirinya tidak murni.buddha sendiri menasihati para bikkhu untuk menghindari memakan sepuluh jenis daginguntuk kehormatan dan perlindungan diri mereka.jenis daging itu manusia, gajah, anjing, ular, kuda, singa, harimau, macan, beruang, dan hyena.beberapa hewan menyerang orang yang jika mereka mencium daging jenis mereka sendiri ( Vinaya Pittaka )
kita ambil contoh saat devadata, salah seorang muridnya menganjurkan untuk memberlakukan vegetarianisme kepada sang Buddha. Sang Buddha menolak hal itu. karena ajaran buddha bebas, nasihatnya adalah untuk menyerahkan masalah itu kepada murid-muridnya. Ia tidak menganggap hal itu sebagai sikap religius yang terlalu penting.

atau contoh lain mengacu pada Jivaka Sutta
Jivaka Komarabacha, sang dokter membahas hal kontroversial ini dengan sang Buddha.Yang Mullia, saya telah mendengar bahwa hewan sengaja dibantai untuk petapa Gotama, dan bahwa petapa Gotama secara sadar telah memakan daging yang sengaja dibunuh untuknya.
Yang Mulia, apakah mereka yang mengatakan bahwa hewan yang sengaja dibunuh untuk Nya, memberi tuduhan palsu???
atau apa mereka mengatakan yang sebenarnya?apakah pernyataan anda dan pernyataan tambahan anda tidak diejek oleh orang lain dengan segala cara ??
"jivaka, mereka yang berkata : "hewan sengaja dibantai untuk petapa Gotama, dan petapa Gotama secara sadar makan daging tersebut tidaklah sesuai dengan apa yang aku telah nyatakan dan mereka memberi tuduhan palsu pada Ku, Aku telah menyatakan bahwa seseorang tidak boleh makan daging jika terlihat, terdengar, atau dicurigai telah sengaja dibunuh untuk seorang bikkhu.aku mengijinkan para bikkhu makan daging yang cukup dalam tiga hal : jika daging itu tidak terlihat, terdengar atau dicurigai telah sengaja dibunuh untuk seorang bikkhu ( Jivaka Sutta )

disini terlihat sang Buddha sendiri tidak mengharuskan agar siswa Nya berpantang daging.kita harus mengambil jalan tengah dalam hal makanan bukan menolak ini menerima itu.
saat kita menjadi vegetarian itu, bila kita tetap rakus dalam makanan sayur2an, umbi2an, atau kacang2an saya rasa sama saja.jalan tengah terbaik menurut saya makan secukupnya, tanpa membedakan rasa, warna, atau unsur2 lainnya.Sang Buddha sendiri makan dilakukan hanya untuk mengisi tenaga saja, bertahan hidup tanpa ada unsur ingin suci dsb.bukan karena apa yang masuk ke dalam tubuh yang mengotori diri seseorang melainkan apa yang dikeluarkan dari mulutnya.

ingat nasihat buddha

sucikan hati dan pikiran, perbanyaklah berbuat kebajikan
itulah jalan utama para buddha
__________________
Tiga Hal yang aku jaga dalam hidupku
aku hidup sederhana sewajarnya,aku harus menjalankan tekadku menjalankan parami, dan aku tidak akan mencari rahasia alam semesta...
Reply With Quote
  #18 (permalink)  
Old 23-04-08, 15:12
Liao_fan's Avatar
Liao_fan Bimbinglah saya sebelum "jalan" itu terbuka ....
Siswa Senior Sang Buddha
 
Join Date: Sep 2007
Location: jakarta
Posts: 671
Blog Entries: 2
Liao_fan is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by indukmalang View Post
indukmalang, saya mau anda berpikir sejenak..
pernahkah anda merebus air, atau memasak sayuran..
saat anda memasak air bukankah anda menunggu air matang??atau saat anda menarik napas, dan mengeluarkan nafas, atau bila anda sedang berada dalam sebuah gurun pasir, apa yang anda pikirkan?

di alam semesta ini, semua di sekeliling kita banyak kehidupan, mikroorganisme pun termasuk mahluk hidup bukan, kutu, amoeba, atau hewan2 mikroskopik.
semua itu ada dimana-mana.apa saat kamu memasak air kamu tidak membunuh mikroorganisme itu?bahkan secara sadar kamu membunuhnya bukan...

atau saat menarik nafas juga.atau saat berada di gurun pasir, anda tidak akan pernah menemukan sayuran, apa anda lebih memilih mati?kekeringan di padang gurun...

Sang Buddha mengajarkan 5 sila pada umumnya untuk melatih diri menuju pembebasan Nibbana.Nibbana itu harus tidak melekat dari semua hal keduniawian.jika ada kemelekatan terhadap seseorang atau sesuatu atau jika ada ke engganan terhadap seseorang atau sesuatu, seseorang tidak akan mencapai Nibbana. nibbana melampaui suka atau tidak suka, kemelekatan dan ke engganan.

semua karma tidak berlaku hanya di kalangan buddhist, semua agama tentunya ada, hanya bagaimana mereka menanggapi tentang karm adalam arti mereka masing2.

Partially right. ingat, kualitas hati anda juga tercermin dari menu makanan anda. Again, what is it with linking vegetarianism dengan egois tidak jujur atau dengki? it has no connection!!! Mengubah hati dan pikiran dengan menu makanan itu yang paling sulit my friend. Andapun tidak bisa melalukannya. Penyucian pikiran BUKAN tujuan Buddha. Pikiran, tindakan dan CHOICE IS.

kualitas hati tidak terlihat dari apa yang di lihat, jika kamu memandang demikian maka rasa ke Akuan mu sungguh masih besar.di tibet, Dalai Lama memakan daging, jadi apakah Bikkhu di Tibet lebih rendah dalam kesucian ?

mengubah menu makanan tidak sulit. yang sulit itu mengubah pola pikir, kita bervegetarian untuk mencegah pembunuhan.jika kamu memandang rendah org yang tidak vegetarian itu sama saja kamu menguatkan egomu yang lain, kilesa baru muncul.kamu menjalankan sila dengan cara begitu bagus, tapi mengenai memandang rendah org yg tidak vegy, apa bijak?
oiya kamu tau 8 sila ( athangsila)
di 8 sila, kita melatih diri untuk tidak menyantap makanan lebih dari jam 12 siang, dan menghindari pemakaian parfum dn sejenisnya, menonton pertunjukan dan juga menggunakan tempat duduk yang tinggi dan mewah..
untuk apa kita melatih diri melakukan 5 ditambah 3 sila ??
semua itu untuk melatih diri dari nafsu indrawi..
bukan untuk membuat diri lebih suci atau lebih tinggi...jangan sampai kilesa halus terbentuk....lihatlah segala sesuatu apa adanya...
dengan mengambil jalan tengah ..


Kebenaran Ariya tentang Asal Mula Dukkha
(Dukkha Samudaya Ariya Sacca)

Guru Buddha bersabda, “Sekarang, O, para bhikkhu, Kebenaran Ariya tentang Asal Mula Dukkha, yaitu : Ketagihan (tanhâ) yang menyebabkan tumimbal lahir, disertai dengan hawa nafsu untuk menemukan kesenangan di sana sini, yaitu kamatanhâ : ketagihan akan kesenangan indria, bhavatanhâ : ketagihan akan penjelmaan, vibhavâtanhâ : ketagihan untuk memusnahkan diri.”

Pada bagian ini Guru Buddha menjelaskan bahwa sumber dari dukkha atau penderitaan adalah tanhâ, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-habisnya. Tanha dapat diibaratkan seperti candu atau opium yang menimbulkan dampak ketagihan bagi yang memakainya terus-menerus, dan semakin lama akan merusak fisik maupun mental si pemakai. Tanha juga dapat diibaratkan seperti air laut yang asin yang jika diminum untuk menghilangkan haus justru rasa haus tersebut semakin bertambah.

Ada tiga bentuk tanhä, yaitu :

1.Kämatanhä : adalah ketagihan akan kesenangan indriya, ialah ketagihan akan :
a. bentuk-bentuk (indah)
b. suara-suara (merdu)
c. wangi-wangian
d. rasa-rasa (nikmat)
e. sentuhan-sentuhan (lembut)
f. bentuk-bentuk pikiran

2.Bhavatanhä : adalah ketagihan untuk lahir kembali sebagai manusia yang berdasarkan pada kepercayaan yang mengatakan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada).

3.Vibhavatanhä : adalah ketagihan untuk memusnahkan diri, yang berdasarkan kepercayaan yang mengatakan bahwa setelah manusia meninggal maka berakhirlah segala riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda).



sabbe sattha bhavantu sukhitata..
sabbe sattha avera hontu
__________________
Tiga Hal yang aku jaga dalam hidupku
aku hidup sederhana sewajarnya,aku harus menjalankan tekadku menjalankan parami, dan aku tidak akan mencari rahasia alam semesta...
Reply With Quote
  #19 (permalink)  
Old 23-04-08, 15:56
cool_a's Avatar
cool_a Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Senior
 
Join Date: Apr 2008
Posts: 180
cool_a is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by Liao_fan View Post
ingat nasihat buddha

sucikan hati dan pikiran, perbanyaklah berbuat kebajikan
itulah jalan utama para buddha
hehehe... gmn sucikan hati dan pikiran yah, kalo msh mau makan daging...
(hehehe.. pasti ngundang konfrontasi lagi nih kalo gw hanya ngetik segitu)...
pdhl makna dr tulisan gw diatas sgt dlm.... n pasti byk yg gak ngerti dr statement gw yg diatas, ato uda berasumsi macam2....
spt sabda budha aja..... dia omong sekalimat... tp diartikan jd beribu2 kalimat, baik oleh muridnya ato yg mendengarkannya, terus ditulis pula jd kitab..... abis itu diajarin pula ke banyak org....
Budha mengatakan a, oleh muridnya ditulis jd ab, dijabarkan oleh org ahli jd abc, ditangkap ama para umat jd abcd.... ujung2nya... abcdef (aduh bok cape d eike fusingggggggg)....
__________________
God Is Everywhere....
Reply With Quote
  #20 (permalink)  
Old 24-04-08, 13:42
Liao_fan's Avatar
Liao_fan Bimbinglah saya sebelum "jalan" itu terbuka ....
Siswa Senior Sang Buddha
 
Join Date: Sep 2007
Location: jakarta
Posts: 671
Blog Entries: 2
Liao_fan is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by cool_a View Post
hehehe... gmn sucikan hati dan pikiran yah, kalo msh mau makan daging...
(hehehe.. pasti ngundang konfrontasi lagi nih kalo gw hanya ngetik segitu)...
pdhl makna dr tulisan gw diatas sgt dlm.... n pasti byk yg gak ngerti dr statement gw yg diatas, ato uda berasumsi macam2....
spt sabda budha aja..... dia omong sekalimat... tp diartikan jd beribu2 kalimat, baik oleh muridnya ato yg mendengarkannya, terus ditulis pula jd kitab..... abis itu diajarin pula ke banyak org....
Budha mengatakan a, oleh muridnya ditulis jd ab, dijabarkan oleh org ahli jd abc, ditangkap ama para umat jd abcd.... ujung2nya... abcdef (aduh bok cape d eike fusingggggggg)....
iya.
semua itu tergantung niat kamu dalam menjalani itu.kamu ingin membangkitkan bodhicitta bukan. dengan melakukan vegetarian kamu menjalankan sila pertama dalam pancasila
tapi taukah kamu, selama kamu memakan makanan vegy atas dasar pencerapan pun sama. inti dari vegetarian adalah kita mencegah supaya mahluk hidup hewan khususnya tidak terbunuh...
tujuan menjadi vegy untuk membuat kita menyadari akan penderitraan mahluk hidup lain.
kemarahan, kebodohan, ke akuan, sikap kasar, tipu daya, iri hati, kesombongan, kebohongan, teman tidak baik, ini adalah makanan yang tidak suci...bukan daging ( sutta nipata 245 )
__________________
Tiga Hal yang aku jaga dalam hidupku
aku hidup sederhana sewajarnya,aku harus menjalankan tekadku menjalankan parami, dan aku tidak akan mencari rahasia alam semesta...
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Apakah Sang Buddha mengizinkan makan daging? (versi Theravada) Top1 Theravada 113 22-02-10 09:40
Metode ajaran Nianfo usnisha Mahayana 7 01-01-10 01:47
Kasih Sayang Seorang Ibu hadisentosa Artikel Buddhist 17 11-12-09 02:00
Kisah Vasavattimaradhiraja -- maharaja dari para dewa Mara usnisha Kisah-Kisah Sang Buddha 3 06-11-09 14:01
Sutra Pujian Akan Tanah Suci dan Perlindungan Oleh Buddha Sakhyamuni dorameon Seputar Buddhisme 9 04-05-07 14:59


All times are GMT +7. The time now is 19:01.


Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Wihara.com 2004-2010 All rights reserved