|
|||
|
Ringkasan :
Kualitas hidup kita memang ditentukan dari isi pikiran dan perbuatan kita. Demikianlah yang saya ketahui dari Sang Buddha Sakyamuni yang saya sangat kagumi. Namun di forum ini saya sebenarnya kurang berminat untuk diskusi karena banyak Siswa2 Buddha yang jago2 berdebat tapi saya tidak melihat isi diskusi ini banyak membawa manfaat selain untuk menyatakan ajaran Maitreya tidak cocok dimasukkan sebagai agama Buddha Namun hari ini Saya ingin meluruskan dan menjelaskan secara singkat Inti Ajaran Maitreya yang saya ketahui sebagai seorang umat Maitreya di Indonesia yang sudah cukup lama chiu tao. Inti Ajaran Mi Le Ta Tao (secara singkat) : Jadi saya akan langsung menjelaskan secara sederhana : 1. Lao Mu itu bukan suatu wujud roh tapi manifestasi dari alam semesta. 2. Oleh karena itu Umat Maitreya diajarkan untuk mengasihi Alam Semesta (Ta Ce Ran) dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. 3. Di sini Makhluk2 yang hidup di Alam baik hewan yang bisa terbang, yang bisa berenang di air dan hidup di darat dianggap seperti saudara oleh karena itu umat Maitreya biasanya bervegetarian karena mereka tidak makan saudaranya sendiri. 4. Mengapa Umat Maitreya ada 3 mustika? Mustika itu semacam alat untuk digunakan sebagai sarana khou thou (sembahyang) sehingga dapat dilakukan untuk bertobat setiap sembahyang disamping untuk meneladani sifat2 Buddha / Nabi yang disebutkan dalam acara sembahyang. 5. Umumnya umat Maitreya diajarkan bukan untuk mengejar nibbana tapi bagaimana kita berjuang untuk mempersiapkan dunia yang lebih baik bagi diri kita dan orang lain dengan hidup berdampingan dengan alam sehingga dari situlah baru kita nanti benar2 berani mengharapkan Buddha Maitreya akan datang ke dunia dan mengajarkan Dharmanya. Bumi Suci Maitreya yang dimaksud itu sebenarnya bukan Surga Tusita tapi adalah dunia di mana kita bertempat tinggal, dan umat Maitreya sebenarnya sedang mempersiapkan dunia yang lebih baik untuk menyambut kedatangan Buddha Maitreya kelak. Sangat ditekankan dalam berbagai kesempatan, dharma dll supaya umat Maitreya harus mengasihi alam dan menjaga linkungan mengingat kondisi bumi sekarang yang banyak bencana akibat perbuatan kita sendiri. Terus dengan dibangunnya patung 72 meter di Taiwan itu sebenarnya untuk meningkatkan kepedulian umat manusia pada lingkugan dengan maksud nantinya diharapkan sidang PBB untuk Global Warming juga bisa dilaksanakan di Erl Mei Taiwan. INLA itu juga dimaksudkan sama untuk menggugah keperdulian kita terhadap lingkungan. 6. Terus selain itu Ada 2 macam tugas rutin dari umat Maitreya : Internal Membina Diri sendiri untuk mengikis sifat2 buruk sedangkan Eksternal bagaimana mengembangkan Cinta Kasih ke Makhluk lain baik terhadap manusia, hewan maupun alam. (Ini adalah tugas seumur hidup, kalau gak sempurna biarpun ada 3 mustika tetap aja gak bisa jadi seorang Buddha) Demikianlah inti ajaran Maitreya yang saya ketahui. Mohon maaf jika ada yang bersalah dan banyak kekurangan dalam penyampaian-nya. Salam Metta Top1 |
|
|||
|
Boleh tau praktisi tsb ngotot membunuh apa? Apakah nyamuk?
Saya rasa kalian waktu itu pasti sudah masuk dalam diskusi yang tidak sehat sehingga masing2 merasa pendapat diri sendiri yang paling benar. Tentu saja yang terbaik adalah vegetarian dan juga tidak membunuh nyamuk. Saya rasa kenyataan-nya memang masih ada umat maitreya yang membunuh nyamuk. Karena banyak dari umat Maitreya percaya nyamuk itu bukan kesadaran(roh) yang utuh tapi pecahan dari kesadaran(roh). Di luar hal tsb saya pikir alangkah baiknya umat Maitreya harus banyak belajar dari Umat Buddha bagaimana untuk tidak membunuh nyamuk. Selain nyamuk saya rasa umat Maitreya yang vegetarian biasanya sangat menghindari pembunuhan. Lebih baik kita menjaga kebersihan di rumah supaya nyamuk tidak berkembang biak karena bagaimanapun nyamuk dapat menularkan berbagai penyakit. Coba saudara arasmas mau membuka diri dan merenung apakah hewan ada merugikan kita sehingga pantas dibunuh untuk diambil dagingnya? Nyamuk bisa menyebabkan penyakit atau setidaknya rasa gatal yang mengganggu saat kita tidur namun apakah itu cukup menjadikan alasan nyamuk untuk dibunuh? Sebaiknya mari kita sama2 introspeksi diri. Salam Metta Last edited by Top1; 06-02-08 at 06:32. |
|
|||
|
Quote:
2. Kalopun nyamuk (sebenarnya bukan nyamuk saja sih yang jadi perbincangan) adalah pecahan kesadaran, apakah pecahan tersebut sudah bukan merupakan makhluk hidup? 3. Makan daging jelas beda dengan membunuh. Makhluk hidup dalam Buddhism adalah gabungan dari 5 skhanda. Jika hanya daging, jelas yang ada hanya rupa. 4. Apakah dalam proses dari sayur di ladang sampai makanan vegetarian di atas meja, sudah terjamin tidak ada 1pun makhluk yang dirugikan? 5. Sekarang, adakah benda yang kita interaksi yang bukan merupakan hasil penderitaan makhluk lain? 6. Apakah benar digigit nyamuk adalah penyebab penyakit? Yang saya lihat, digigit nyamuk dan terkena penyakit adalah 2 akibat dari karma yang berbeda. Just asking.
|
|
|||
|
Vegetarian Or Not pastilah ada proses pembunuhan, untuk selengkapnya Sdr Arasmas bisa buka di thread ini Vegetarian or not? U must pay the price! so choose it by yourself! ;)
__________________
Apabila diri sendiri tidak ingin disakiti, maka hendaknya seseorang tidak menyakiti makhluk lain |
|
|||
|
Jika sdr arasmas bertanya karena bertujuan ingin bervegetarian silahkan klik link yang diberikan sdr YongCheng.
Ada delapan penyebab timbulnya penyakit: 1. angin yang berlebihan; 2. cairan empedu yang berlebihan; 3. lendir yang berlebihan; 4. campuran dari tiga cairan tubuh; 5. variasi temperatur; 6. stress lingkungan; 7. pengaruh luar; dan ... 8. kamma. Siapapun yang berkata, 'Hanyalah kamma yang mengatur makhluk', berarti dia tidak mengikutsertakan tujuh penyebab lainnya. Dan karena itu, pernyataannya itu salah. Bila unsur angin dalam diri seseorang terganggu, gangguan itu dapat terjadi karena salah satu dari 10 penyebab: 1. karena dingin; 2. karena panas; 3. karena lapar; 4. karena haus; 5. karena terlalu banyak makan; 6. karena berdiri terlalu lama; 7. karena pengerahan tenaga yang berlebihan; 8. karena berlari; 9. karena pengobatan medis; atau ... 10. karena akibat dari kamma. Empedu dapat terganggu karena tiga hal: karena dingin; karena panas; atau karena makanan yang tidak tepat. Lendir dapat terganggu karena tiga hal: karena dingin; karena panas; atau karena makan dan minum. Bila ketiga-tiganya yang terganggu ini bercampur, terjadi rasa sakit tersendiri. Kemudian ada rasa sakit yang timbul dari variasi temperatur, stress lingkungan, dan pengaruh-pengaruh luar. Kemudian ada juga rasa sakit yang disebabkan oleh kamma. Jadi rasa sakit yang disebabkan oleh kamma jauh lebih sedikit daripada rasa sakit yang ditimbulkan oleh penyebab-penyebab lainnya. Orang yang salah pandangan sudah keterlaluan bila mengatakan bahwa segala sesuatu yang dialami itu disebabkan oleh kamma. Tanpa pandangan terang dari seorang Buddha, tidak ada yang dapat menentukan jangkauan dari kamma. Daging emang adalah rupa tapi apakah itu membuat sdr arasmas boleh menyantap daging keluarga yang sudah meninggal? Tahukan anda produk kulit yang kita pakai berasal dari mana? Di sini ada video asal kulit dari hewan : http://www.petatv.com/downloads/fur_farm.zip Jika anda ingin tahu asal Daging yang anda santap silahkan klik video di bawah ini: http://www.petatv.com/downloads/meet_your_meat.zip Setelah didownload kemudian di unzipped. Bisa di buka dengan Windows Media Player. Sebaiknya sdr arasmas menonton dan merenung dulu 2 video tsb sebelum bertanya lebih lanjut. Salam Metta Last edited by Top1; 06-02-08 at 17:53. |
|
|||
|
Quote:
1. angin yang berlebihan; 2. cairan empedu yang berlebihan; 3. lendir yang berlebihan; 4. campuran dari tiga cairan tubuh; 5. variasi temperatur; 6. stress lingkungan; 7. pengaruh luar; ? Karma kan? Jika ada yang menyatakan penyebab kita bukan dari karma, sampai kapanpun kita tidak akan mencapai nirvana. ![]() Jelas vegetarian tidak salah. Lihat pernyataan saya di atas. Saya ulangi deh pertanyaan saya biar ga salah paham : Apakah umat Mi Le selain vegetarian, diajarkan melakukan praktek cinta kasih terhadap mahkluk lain? |
|
|||
|
Quote:
Re Ai Ta Ce Ran secara singkat berarti kita harus menghargai dan mencintai Alam beserta makhluk2 di dalamnya. Dari semangat Loving Nature diantaranya sudah dibentuk THE INLA (The International Nature Loving Association). Adapun salah satu praktek kegiatan yang telah diadakan di indonesia tahun lalu dapat melihat situs berikut : http://www.jiexpo.com/news.asp?loc=id&p=217 dan http://www.walubi.or.id/warta2007/wa...08.28.01.shtml Salam Metta Last edited by Top1; 08-02-08 at 08:58. Reason: Tambah Link Situs Kegiatan INLA |
|
|||
|
nice thread n good posting mr. top1
saya amat sangat setuju dgn pernyataan2 top1. Mohon maaf, saya terkadang bingung..intisari mempelajari keAgama an Buddha itu sendiri apa? Mengapa para senior2 bahkan gelar "tidak baru lagi" amat sangat suka dengan perdebatan2 yg saya nilai menyubektifkan pendapat masing2. Alangkah baik nya forum ini dijadikan sarana menggalang cinta kasih dan saling Menghargai sesama Umat beragama dan aliran2.. (mohon maaf yg sebesar besar nya bila ada kesalahan perkataan maupun kelancangan ho sie) mohon di buka pintu ke welas asihan nya dan di berikan koreksi serta pengampunan. salam hormat, will "Lao Mu Che Pei" |
|
|||
|
Quote:
|
|
|||
|
Quote:
kalo bisa jangan ditafsirkan begitu, bukankah ada yang bilang " Tak kenal maka tak sayang, Tak sayang maka tak cinta " nah pertanyaan dalam forum diskusi wihara.com ini sebenarnya bertujuan untuk saling mengenal ajaran2 dari masing2 aliran, karena MLDD kita ini adalah pencampuran Dao, Confuciusnism dan Buddhisme tiongkok tentu saja banyak perbedaan yang menjadi pertanyaan bagi umat Buddha aliran lainnya ![]() selama masih didasari Metta, saya rasa sah2 aja kita saling bertanya dan berdiskusi untuk memperkaya wawasan Ci Bei |
|
|||
|
maaf pak........
cuma saya lihat sedikit ada posting2 yg extreme aja... sampai2 ada 1 mustika yg di bocor kan bukan tdk setuju dgn Quote yg tak kenal tak sayang itu, tp kalau td nya kenal trus jadi benci gimana ? ![]() huehuehuheh.... dan sekali lagi ... saya sempat memohon maaf bila ada kesalahan2 perkataan sekira nya koko yeyex yg saya hormati mau membuka pintu maaf utk saya dan selalu mengkoreksi ho sie thx "Lao Mu Che Bei" |
|
|||
|
Ya begitulah yang namanya perdebatan yang udah menjurus ke tidak-sehatan dari postingan2/copy paste yg berniat propaganda/menjelekkan suatu aliran, sekiranya saudara2 se-dharma bisa melihat dan menilai sendiri, utk diingatkan "coin memiliki 2 buah sisi"
Untuk Sdr Rudy (Mr. Admin) mo kasih saran kalo bisa gelar "senior" diganti aja soalnya bisa menimbulkan salah persepsi, senior adalah panutan untuk junior, kalo ada postingan yg agak menyimpang yg diposting senior dan di turuti oleh junior gimana? bukankah akan makin menyimpang???? thx
__________________
Apabila diri sendiri tidak ingin disakiti, maka hendaknya seseorang tidak menyakiti makhluk lain |
|
|||
|
Quote:
![]() Anyway, debat itu ga masalah, soalnya bisa anda bayangkan ga, di jaman Buddha Gautama, beliau sendirian mengerti dharma. Gimana caranya meyakinkan yang lain kalo bukan melalui debat? Cuma ya itu. Debat yang membangun dan debat dengan ego hanya beda setipis koin. ![]() Dari ajaran yang anda pelajari, itu ga masalah, soalnya kan hak masing2 untuk menganut apapun itu. Termasuk kalo misalnya saya bilang kalo saya itu Atheis. Yang patut dipertanyakan, apakah ajaran yang kalian bawa itu, adalah ajaran Buddha? Soalnya kan Maitreya itu sama sekali belum ada di dunia ini. Klaim bahwa sudah ada ajarannya itu darimana? Orangnya belum ada, bagaimana mungkin jejaknya bisa ada? Ngerti kan maksud saya? Thx. |
|
|||
|
Quote:
Ci Bei |
|
|||
|
Quote:
bagi yang baru bisa salah persepsi, saya juga pernah salah ngartiin sekarang sudah ngerti deh kenapa ada gelar "senior" ![]() Quote:
![]() Quote:
__________________
Apabila diri sendiri tidak ingin disakiti, maka hendaknya seseorang tidak menyakiti makhluk lain |
|
|||
|
Quote:
![]() Quote:
Quote:
Lagipula dari Buddha Gautama, beliau tidak pernah 1x pun menyebut jalan dia adalah jalan keTuhanan. Saya sih ga menyatakan siapa salah siapa benar. Toh ajaran itu didapat dari orang2 dekat. Dan di sana akan timbul pikiran, saya percaya mereka karena mereka tidak ada alasan untuk menipu saya. ![]() Konsep ehi pashiko harusnya dipakai, termasuk dalam mengecek ajaran Buddha itu benar/tidak. Sama seperti kita sewaktu membeli mobil, kita pasti mencek jenis mesin, kekuatan, garansi, harga, daya tahan, fasilitas, dll agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari. Demikianlah kita harusnya mengecek dharma yang digunakan untuk perjalanan spiritual kita. |
|
|||
|
Sesepuh ke-6 Hui Neng juga adalah orang awam namun Sesepuh ke-5 bisa melihat kebijaksanaan dirinya sangat besar sehingga diangkat sebagai penerus jubah Aliran Zen.
Sebaiknya juga gunakan konsep ehi pashiko untuk mengetahui aliran Maitreya langsung dari sumbernya di vihara ketika ada ceramah bulanan. Jangan dengar sedikit dari sana sini dan langsung sudah mengambil kesimpulan. Tanyakan dalam diri sendiri mengapa begitu banyak ketidakpuasan dalam melihat aliran yang berbeda dengan keyakinan anda? Salam Metta |
|
|||
|
Quote:
Quote:
Quote:
Maaf agak keras, tapi jangan dibaca dengan ego ya hihi ![]() ![]() ![]() mohon maaf kalo ada tulisan yang menyinggung perasaan para member, thx With Metta,
__________________
Apabila diri sendiri tidak ingin disakiti, maka hendaknya seseorang tidak menyakiti makhluk lain |
|
|||
|
Quote:
__________________
Apabila diri sendiri tidak ingin disakiti, maka hendaknya seseorang tidak menyakiti makhluk lain |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | Search this Thread |
| Display Modes | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | Thread Starter | Forum | Replies | Last Post |
| Propoganda terhadap ajaran Buddha | Acala | Kongko2 | 57 | 04-01-10 10:41 |
| Kisah Vasavattimaradhiraja -- maharaja dari para dewa Mara | usnisha | Kisah-Kisah Sang Buddha | 3 | 06-11-09 13:01 |
| Cakraphala - Pengembangan Citta Mahayana | usnisha | Tantrayana | 5 | 01-08-09 23:06 |
| Teori dan Praktek dalam Buddhisme | usnisha | Topik Umum | 1 | 11-02-09 11:37 |
| Sutta ttg Maha Karuna Dharani | Wisely | Kumpulan Sutra & Vinaya Buddhist | 6 | 29-10-07 16:14 |