|
||||
|
BUDDHISME MAITREYA
Ketuhanan dalam Buddhisme Maitreya Buddhisme Maitreya menganut konsep Ketuhanan ganda. Di satu sisi, ia dapat menerima konsep Ketuhanan yang personal, dengan menghadirkan sosok LAO MU (Bunda Semesta) sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Di sisi lain, ia menerima pula konsep Ketuhanan non-personal, di mana keberadaan Tuhan sesungguhnya adalah suatu kebenaran yang harus direalisasikan dalam pribadi kita, dalam wujud kebaikan, cinta kasih, dan perjuangan. Untuk selengkapnya baca di artikel Ketuhanan Maitreya. Silsilah dan Keselamatan Buddhisme Maitreya Dikisahkan bahwa pada masa setelah sesepuh Hui Neng, perkembangan Buddhisme memasuki dua periode, yaitu periode terbuka dan periode tertutup. Periode tertutup ditandai dengan munculnya Buddhisme Maitreya. Dalam periode ini, dipercaya adanya ajaran Buddha yang sifatnya rahasia, dan hanya dapat diwariskan kepada mereka yang berjodoh, yaitu mereka yang memiliki tumpukan pahala karma baik yang amat besar. Ajaran rahasia tersebut merupakan misi keselamatan tunggal dari Buddha Maitreya untuk membebaskan kita dari samsara. Kesalahan terbesar yang diwariskan dari generasi ke generasi adalah menganggap upacara pendhiksaan (semacam baptis di Kristen, atau visudhi di Buddhis) sebagai sarana atau tiket ke Nirwana. Padahal, secara Buddhis, hal itu tidak mungkin. Penyimpangan oleh Intern Buddhisme Maitreya Kekeliruan - Anggapan bahwa upacara pendhiksaan merupakan upacara keselamatan. - Keselamatan berarti setelah mati masuk Nirwana (surga). - Seseorang yang belum di-dhiksa, setelah mati akan masuk Neraka. - Adanya misi keselamatan tunggal dari Buddha Maitreya. - Anggapan Triratna sebagai tiga mustika keselamatan: pintu nurani, pertanda suci, dan perkataan suci; yang semuanya bersifat rahasia. Penyebab - Pengaruh kepercayaan non-Buddhis yang menganggap adanya hadiah keselamatan - Anggapan salah bahwa Nirwana adalah alam bahagia seperti surga. - Kepercayaan salah bahwa setiap manusia yang mati akan terlahir di Neraka. Pelurusan- Pendhiksaan hanyalah upacara perlindungan, menunjuk Maitreya sebagai guru. - Berlindung berarti meneladani pribadi Maitreya yang maha cinta kasih. - Tiga mustika hanyalah simbolis: pintu suci (pikiran), pertanda suci (perbuatan), dan perkataan suci (ucapan), haruslah dijaga supaya bersih dan suci. - Keselamatan bergantung pada faktor karma. Dengan kekuatan keyakinan dalam doa, memang ada faktor-faktor eksternal yang dapat membantu dalam batasan tertentu, tetapi segala akibatnya pun tidak terlepas dari faktor karma. - Dengan meneladani pribadi Maitreya, berarti mengkondisikan cetana untuk terlahir di surga Tusita, tempat Bodhisatva Maitreya mengajar sekarang, sebelum mencapai Kebuddhaan yang sempurna (Samma Sam-Buddha). - Dengan cinta kasih, memupuk jasa pahala, membangun tekad untuk terlahir di alam tempat Buddha Maitreya mengajar nantinya setelah mencapai Kebuddhaan yang sempurna (Samma Sam-Buddha). - Dengan terlahir di alam Maitreya, mendengarkan ajaran-Nya, maka kita dapat terbebas dari samsara, sehingga tercapailah Nirwana. Penyimpangan oleh Ekstern Buddhisme Maitreya Kekeliruan - Anggapan Maitreya telah hadir sebagai Buddha di dunia. - Umat Maitreya ber-vegetarian karena dapat membuat orang menjadi suci. Penyebab - Anggapan bahwa sebagai umat Maitreya berarti mengikuti ajaran Buddha Maitreya. - Semua umat Maitreya dianjurkan untuk ber-vegetarian. Pelurusan - Umat Maitreya meneladani pribadi Maitreya yang maha cinta kasih, tidak terlalu menekankan ajaran-ajaran yang teoritis dan filosofis, melainkan penekanan pada ajaran-ajaran yang praktis dalam kehidupan sehari-hari. - Secara badani Maitreya memang belum terlahir sebagai seorang Buddha, tetapi bagi umat Maitreya, Beliau adalah seorang Buddha. - Maitreya adalah pribadi yang maha cinta kasih, sehingga tidaklah mengherankan umat Maitreya dianjurkan bervegetarian, tetapi umat Maitreya menganggap vegetarian hanyalah salah satu sarana mendasar dalam membina diri. (bd) Sumber: http://www.geocities.com/budicentre -------------------------------------------------------------------------- Comments : Artikel ini menurut saya cukup proporsional, dipaparkan ajaran serta kemungkinan penyimpangan, akibat dan pelurusannya. Silahkan bro n sis yang membaca menyimak kemudian meneliti dan bila perlu didiskusikan benar tidaknya artikel tsb. Amitabha,
__________________
GATE, GATE, PARAGATE PARASAN GATE, BODHI! SVAHA! Menyeberang, menyeberanglah
Menyeberanglah ke Pantai Seberang Selamatlah mencapai Pantai Seberang nan Bahagia Terpujilah Sang Maha Sadar! Semoga demikianlah hendaknya! |
|
||||
|
KETUHANAN DALAM BUDDHISME MAITREYA
Artikel berikut ini hanyalah pandangan pribadi saya, setelah bertahun-tahun mengikuti Buddhisme tradisi Maitreya, khususnya setelah mempelajari ajaran Ketuhanan dalam tradisi ini, dan semua terserah Anda menilai, karena kebebasan berargumentasi adalah hak setiap orang, dan pada dasarnya setiap ajaran agama hendaknya boleh dikaji dan dianalisa, demi sebuah pencarian kebenaran! Buddhisme Maitreya, seperti halnya agama dan tradisi Buddhis yang lain, juga terpecah menjadi beberapa sub aliran, sehingga di antara tiap aliran itu pun memiliki pandangan mengenai konsep Ketuhanan yang dapat saling berbeda satu sama lain. Ajaran dari Buddha yang diwariskan kepada murid-muridNya, dari generasi ke generasi, selalu mungkin bagi seorang siswa yang belum mencapai pencerahan, dan belum mengerti dengan benar sang jalan kebenaran, sehingga ajaran dari siswa tersebut kepada generasi berikutnya menjadi keliru. Belum lagi generasi yang sudah keliru itu mencoba mempersepsikan kebenaran sesuai dengan pola pikirnya, hanya sebatas pemahamannya tentang sang kebenaran. Inilah yang terjadi dalam ajaran Buddha, dan pasti juga terjadi dalam agama lainnya! Dalam Buddhisme Maitreya, ada kalanya sosok Tuhan dipersonifikasikan sebagai Bunda Lao Mu, Tuhan yang memiliki sifat dan perasaan bagaikan seorang ibu yang mengasihi anak-anaknya. Kehadiran seorang bunda yang mendambakan anak-anakNya kembali ke pangkuanNya, dengan anggapan bahwa manusia adalah seperti anak-anak yang telah tersesat di rimba duniawi ini. Dijelaskan bahwa manusia asalnya dari roh suci, tetapi karena selama berada di alam duniawi ini, mata rohaninya tertutup oleh hal-hal duniawi, maka pintu suci menjadi tertutup, kita tidak lagi mengetahui jalan pulang ke pangkuan Sang Bunda. Saat kematian, kita hanya berputar dan terus berputar di sejumlah alam kehidupan yang tidak kunjung habis. Hanyalah dengan membuka mata batin yang suci ini, kita mengetahui jalan pulang kembali ke surgawi/Lao Mu, itulah Nirwana sejauh pemahaman tradisi Maitreya. Beberapa sub aliran Maitreya saling berbeda pendapat dan meyakini hanyalah mereka yang memiliki otoritas langsung untuk membuka pintu suci ini, mereka saling klaim masing-masing telah tersesat jalan. Permasalahan utama hanyalah pada apa yang dianggap sebagai benang emas, yaitu otoritas pendhiksaan yang diturunkan oleh sesepuh dari generasi ke generasi. Yang memiliki rantai warisan otoritas ini yang dianggap berhak melakukan pembukaan pintu suci. Dan, di antara mereka saling meyakini otoritas murni hanya ada pada tradisinya. Selain menggambarkan Tuhan sebagai personal, ada lagi yang mencirikan Tuhan sebagai sesuatu yang luhur. Pandangan ini lebih mendekati pendekatan Tuhan secara impersonal. Umumnya mereka yang telah memiliki pemahaman sejauh ini adalah mereka yang telah mewujudkan pribadi yang luhur dalam dirinya. Mereka menyadari betul bahwa Tuhan yang sesungguhnya adalah sesuatu yang tidak dapat digambarkan secara manusiawi dan dipersonifikasikan. Tuhan hanya dapat dirasakan melalui perjuangan nyata dalam kehidupan sehari-hari: Pelayanan kasih terhadap sesama manusia, demi mewujudkan sebuah dunia Maitreya yang lebih baik di bumi. Sayangnya, pendekatan Tuhan sebagai personal lebih dapat diterima sebagian besar orang, tetapi ini bukan berarti mereka benar seluruhnya. Ini lebih disebabkan kecenderungan manusia yang lebih membutuhkan sosok orang tua sebagai pelindung dan tumpuan harapan dan kasih sayang. Padahal, pada tingkatan tertinggi, Tuhan adalah suatu wujud kesempurnaan batin seorang manusia yang telah mencapai pencerahan mutlak. Tuhan hanya dapat direalisasikan secara nyata dalam wujud kasih dan keluhuran pribadi seorang manusia. Tuhan tidak dapat dibicarakan secara konseptual, tetapi lebih merupakan jalan yang harus dilalui bagi setiap manusia untuk merealisasikan inti kebenaran. Tuhan adalah bagaimana anda memperlakukan orang-orang di sekitar Anda, bagaimana Anda membahagiakan orang-orang sekitar Anda, bagaimana Anda membuat dunia ini lebih baik. Itulah Tuhan! Sumber: http://www.geocities.com/budicentre -------------------------------------------------------------------------- Comments : Artikel diatas adalah pendapat tersendiri dari penulis diatas, disini bisa disimak bahwasanya penulis tersebut menjelaskan prinsip keTuhanan dalam aliran "Maitreya", namun diterangkan lagi dari segi yang lebih klop dari Buddhisme, ini dipaparkan dengan sangat baik sekali. Sehingga tidak secara agresif menjatuhkan "pendapat" suatu pihak lain. Yang mana yang paling klop di hati Anda? Jawaban ini mungkin berpulang pada pemahaman dalam doktrin Buddhisme sebagai Buddhis sejati. Selamat memahami.. Amitabha,
__________________
GATE, GATE, PARAGATE PARASAN GATE, BODHI! SVAHA! Menyeberang, menyeberanglah
Menyeberanglah ke Pantai Seberang Selamatlah mencapai Pantai Seberang nan Bahagia Terpujilah Sang Maha Sadar! Semoga demikianlah hendaknya! |
|
||||
|
Quote:
terus yang paling terakhir itu ketawa apa keselek tuh bro padma? Amitabha,
__________________
GATE, GATE, PARAGATE PARASAN GATE, BODHI! SVAHA! Menyeberang, menyeberanglah
Menyeberanglah ke Pantai Seberang Selamatlah mencapai Pantai Seberang nan Bahagia Terpujilah Sang Maha Sadar! Semoga demikianlah hendaknya! |
|
||||
|
Quote:
saya juga pernah sekali ke vhr maitreya. setau saya, mereka menggunakan nama agama Buddha hny kpd pihak eksternal doank. kalo untuk internal, sepertinya mereka sudah tdk lagi menggunakan nama agama Buddha. kalo d vhr yg saya pernah dtg, mereka menyebut ajaran mereka Tiandao/Jalan Ketuhanan Amitufo, Zhou |
|
||||
|
Quote:
Amitabha,
__________________
GATE, GATE, PARAGATE PARASAN GATE, BODHI! SVAHA! Menyeberang, menyeberanglah
Menyeberanglah ke Pantai Seberang Selamatlah mencapai Pantai Seberang nan Bahagia Terpujilah Sang Maha Sadar! Semoga demikianlah hendaknya! |
|
||||
|
Quote:
. kalo kita pake konsep buddhis ubntuk mengkritiknya maka sampe botak juga ngak bakalan ketemu. saya pernah di beritahu oleh teman saya kalo mau bahas suatu masalah atau konsep agama maka kita harus mempunyai satu bahanyang disepakati dulu untuk dijadikan acuan, umpamanya kalo ngomong ama orang kris kalo kita pake buddha dharma sampe mati juga ngak bakalan mau dia orang, begitu juga sebaliknya. tapi kalo kita sama2x gunain alkitab maka mereka mau nagak mau musti terima juga. gt loh.
__________________
sabbe satta bhavantu sukhitatta.
|
|
||||
|
Makanya kalo ketawa telan dulu biar gak keselek
Setuju kalo diskusi ama sdr/i yang beragama Kristen pake alkitab biar nyambung, itu kalo Kristen. Tapi karena sebagian besar dari sdr/i yang keyakinannya aliran "Maitreya" yakin agamanya itu termasuk Buddha, mau gak mau kita harus menggunakan pemahaman Buddhisme. Kecuali, bila ada yang berpendapat aliran mereka itu bukan Buddhis (tapi karena dari dulunya ngaku Buddhis, jadi mau gak mau harus diterusin) seperti misalnya mau didiskusikan dari pemahaman historikal, antropologi, atau apapun itu, mungkin sdr/i yang di pihak ini harus mencari pihak yang sejalur dengan mereka. Yah, misalnya kedua pihak itu berasal dari latar belakang dengan unsur historikal, antropologi, atau apapun itu, yang sama. Dengan begitu pasti bisa nyambung. Tapi, kalau berkenan berdiskusi di forum Buddhis, mau gak mau harus ditelaah dengan kacamata Buddhisme, sesuai dengan makna atau "jiwa" dari forum tersebut--yakni Buddhisme. Amitabha,
__________________
GATE, GATE, PARAGATE PARASAN GATE, BODHI! SVAHA! Menyeberang, menyeberanglah
Menyeberanglah ke Pantai Seberang Selamatlah mencapai Pantai Seberang nan Bahagia Terpujilah Sang Maha Sadar! Semoga demikianlah hendaknya! |
|
||||
|
Quote:
Quote:
Quote:
Those are my understanding after attending the classes in Tao temple for almost 2 years. ^^ |
|
||||||
|
Quote:
And for all three main sect (Mahayana, Theravada, Tantrayana) there is none doctrines told so. Real Buddhism not believe any practice like this. Buddhism not just taught how to gain way to heaven (and this is not the ultimate truth) but reach Nibbana, as well as Buddha Himself already have it. Quote:
But,.. it is different on "Maitreya's" sect teaching. This sect believe that human is a sinner since their birth, because all of human lost their path from 'Lao Mu' [they claim that she is the Great Mother, whose born us become human in the world]. Furthermore, this doctrine take us back to 'diksa', a ritual to gain back our first-holy-nature in front of 'Lao Mu'. This doctrine makes "Maitreya's" sect become special, because even our Buddhism Teacher--Buddha Shakyamuni-- Himself on His 49 years teaching career, never taught such thing before. Quote:
But, this become different on "Maitreya's" sect teaching. And the truth is, only this sect claim that for one becoming vegetarian, it is equal with holy itself. If this is true, how about monks on Thailand, Tibet, Nepal, etc... is it true just because don't practice becoming vegetarian so they will forever far from the 'holy' state? Buddhism is famous with middle path (divided further wellknown as noble eight fold-path), none of it forcing His disciple to practice some doctrine (it means we are free to choose being a vegetarian or still eat meat instead). Once again, it is different on "Maitreya's" sect. They 'insist' their believer to practice becoming vegetarian. Can not be totally at the first time? Don't worry, they will teach you how to reach it step by step. And just because, they believe on their teaching, being a Buddhist eventually must-to-be vegetarian. This practice is important, because this sect believe vegetarian will make one become holy.
__________________
GATE, GATE, PARAGATE PARASAN GATE, BODHI! SVAHA! Menyeberang, menyeberanglah
Menyeberanglah ke Pantai Seberang Selamatlah mencapai Pantai Seberang nan Bahagia Terpujilah Sang Maha Sadar! Semoga demikianlah hendaknya! |
|
||||||
|
Wahhh, komentar pertama dari ying2 neh di forum, harus serius n cermat simaknya neh...... *Dhammapala observe-mode ON*
Quote:
And for all three main sect (Mahayana, Theravada, Tantrayana) there is none doctrines told so. Real Buddhism not believe any practice like this. Buddhism not just taught how to gain way to heaven (and this is not the ultimate truth) but reach Nibbana, as well as Buddha Himself already have it. Quote:
But,.. it is different on "Maitreya's" sect teaching. This sect believe that human is a sinner since their birth, because all of human lost their path from 'Lao Mu' [they claim that she is the Great Mother, whose born us become human in the world]. Furthermore, this doctrine take us back to 'diksa', a ritual to gain back our first-holy-nature in front of 'Lao Mu'. This doctrine makes "Maitreya's" sect become special, because even our Buddhism Teacher--Buddha Shakyamuni-- Himself on His 49 years teaching career, never taught such thing before. Quote:
But, this become different on "Maitreya's" sect teaching. And the truth is, only this sect claim that for one becoming vegetarian, it is equal with holy itself. If this is true, how about monks on Thailand, Tibet, Nepal, etc... is it true just because don't practice becoming vegetarian so they will forever far from the 'holy' state? Buddhism is famous with middle path (divided further wellknown as noble eight fold-path), none of it forcing His disciple to practice some doctrine (it means we are free to choose being a vegetarian or still eat meat instead). Once again, it is different on "Maitreya's" sect. They 'insist' their believer to practice becoming vegetarian. Can not be totally at the first time? Don't worry, they will teach you how to reach it step by step. And just because, they believe on their teaching, being a Buddhist eventually must-to-be vegetarian. This practice is important, because this sect believe vegetarian will make one become holy. Buddha bless us to seeking the Truth, Amitabha,
__________________
GATE, GATE, PARAGATE PARASAN GATE, BODHI! SVAHA! Menyeberang, menyeberanglah
Menyeberanglah ke Pantai Seberang Selamatlah mencapai Pantai Seberang nan Bahagia Terpujilah Sang Maha Sadar! Semoga demikianlah hendaknya! |
|
||||
|
@lex
Dunno why i dont feel like countering ur reply... haha.. but just wanna let u know that the maitreyas DO NOT insist the disciples to become vegetarian. I've been in the temple for over 2 years now and no one has ever forced me to be a vegetarian. Gradually i gained more understanding of what the vegetarianism is all about, and i've had interest of joining the team eventually. I still cudnt do it completely and i'm not forcing myself to be. Coz forcing one's state of mind is never a buddism way. I'll just take it as it comes. It's all depends on affinity. (jodoh) |
|
||||
|
@ying
Quote:
and i sincerely hope you will find your best way countering your path to seeking the truth on Buddhism. Hopefully you can share any of your knowledge at forum and feel free for it . Since we have affinity to meet each other as disciple of Buddha, should be nice to enrich our Dhamma knowledge together. Amitabha, P.S : I make conclution the Maitreyas 'insist' their group to becoming vegetarian, since on my neighbourhood they do so. They do such thing like : telling their believer that doing vegetarian is a natural call for a Buddhist disciple. Which I know it isn't like that.
__________________
GATE, GATE, PARAGATE PARASAN GATE, BODHI! SVAHA! Menyeberang, menyeberanglah
Menyeberanglah ke Pantai Seberang Selamatlah mencapai Pantai Seberang nan Bahagia Terpujilah Sang Maha Sadar! Semoga demikianlah hendaknya! |
|
||||
|
Quote:
|
|
||||
|
@ying
OK.. But, do you agree that most of the Maitreyas teaching told that vegetarian is taught by Buddha Himself? Furthermore, that add it with teaching that being vegetarian will make one holy. As matter of fact, even Buddha Himself doesn't practice vegetarian you know..Please check this website :http://dhammacakratra.org/www/bulle...mangala0310.pdf I'm not offending with vegetarian practice, i agree with it if the reason because to increasing our mercy heart for sentient beings. But I totally disagree with Maitreyas method that all Buddhist must be a vegetarian and because of it can make one holy. Amitabha,
__________________
GATE, GATE, PARAGATE PARASAN GATE, BODHI! SVAHA! Menyeberang, menyeberanglah
Menyeberanglah ke Pantai Seberang Selamatlah mencapai Pantai Seberang nan Bahagia Terpujilah Sang Maha Sadar! Semoga demikianlah hendaknya! |
|
||||
|
Quote:
Sancai sancai.. ;-) |
|
||||
|
Quote:
|
|
||||
|
@ying
The most important thing you must know is Buddhism is a teaching note worthly middle-path. Yes, there is many ways to attain Buddhahood, but as a Buddhist we must always beware is it all the practices or belief we cultivate in identically with Dhamma, whose been taught by our Spiritual Teacher, Buddha Shakyamuni Himself. I know there is a link will helping you to entering the path of being Buddhism, here it is :http://www.buddhanet.net/e-learning/5minbud.htm, I hope it would given you guidance, no matter what ways you have choosen. With metta, Amitabha,
__________________
GATE, GATE, PARAGATE PARASAN GATE, BODHI! SVAHA! Menyeberang, menyeberanglah
Menyeberanglah ke Pantai Seberang Selamatlah mencapai Pantai Seberang nan Bahagia Terpujilah Sang Maha Sadar! Semoga demikianlah hendaknya! |
|
||||
|
hehehe, tenang aja ko hartono... nimbrung aja lagi
, bentar lagi cita-cita rudi wihara.com 'go international' bakal terwujud neh. Amitabha,
__________________
GATE, GATE, PARAGATE PARASAN GATE, BODHI! SVAHA! Menyeberang, menyeberanglah
Menyeberanglah ke Pantai Seberang Selamatlah mencapai Pantai Seberang nan Bahagia Terpujilah Sang Maha Sadar! Semoga demikianlah hendaknya! |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | Search this Thread |
| Display Modes | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | Thread Starter | Forum | Replies | Last Post |
| Metteyya = Muhammad SAW ??? | Kelana | Topik Umum | 53 | 21-10-09 14:00 |
| Membebaskan Buddhisme dari Sektarianisme | usnisha | Topik Umum | 1 | 04-06-09 12:45 |
| Teori dan Praktek dalam Buddhisme | usnisha | Topik Umum | 1 | 11-02-09 12:37 |
| Buddhisme Sebagai Pendidikan? | Y@M@NT@K@ | Zen | 0 | 22-11-06 05:32 |
| Aliran Maitreya? Buddhis ato Non-Buddhis? | Anapanasamadhi | Maitreya | 71 | 01-12-05 21:00 |