(bag 2)
Pendekatan Buddhis terhadap Pembangunan
Dalam sebuah negara, kita dapati dua sektor yaitu: sektor formal dan informal. Sektor formal mencakup sektor pemerintah dan swasta. Sektor formal inilah yang memiliki hubungan dengan berbagai organisasi antarpemerintah dan korporasi multi nasional. Sedangkan sektor informal terdiri dari berbagai komunitas dan kelompok kecil yang transaksi sosial serta ekonominya tidak masuk dalam statistik akunting publik. Sektor informal ini diabaikan dan dilangkahi para pembuat kebijakan pembangunan ekonomi dan sosial yang formal serta pihak-pihak yang menjalankan proyek.
Tetapi, kalaupun memang ada contoh kasus orang mengikuti pendekatan Buddhis terhadap pembangunan ekonomi dan sosial, maka contoh ini bisa ditemukan di sektor informal. Kadang ada organisasi-organisasi sektor informal yang telah berhasil menemukan, mendayagunakan, serta mengorganisir berbagai inisiatif komunitas untuk dijadikan model pembangunan sosial dan ekonomi ala Buddhis. Dari berbagai organisasi tersebut yang paling saya kenali adalah Gerakan Sarvodaya Shramadana dari Sri Lanka yang telah bereksperimen dengan model ini selama 40 tahun terakhir ini. Dalam makalah ini, saya akan merujuk pada Gerakan ini untuk menunjukkan betapa praktisnya pendekatan Buddhis terhadap pembangunan sosial dan ekonomi, bahkan di jaman modern ini sekalipun, khususnya di wilayah pedesaan.
Buddha berarti Yang Telah Bangkit. Semua manusia berpotensi untuk membangkitkan kepribadian dirinya hingga sepenuhnya melalui praktik ‘dana’ – yang berarti memberi, kedermawanan, atau berbagi secara benar, ‘sila’ atau prinsip-prinsip moral, dan ‘bhavana’ atau mengolah perhatian penuh secara benar. Pengembangan moralitas, mengolah ketrampilan agar menjadi sadar setiap saat, dan perhatian benar membantu kepribadian manusia untuk mengolah kebijaksanaan tertinggi. Inilah yang dicapai Buddha serta yang dianjurkan-Nya kepada para pencari kebenaran yang berusaha mencapai kebahagiaan tertinggi.
Intisari ajaran Buddha ditemukan dalam ajaran-Nya tentang Empat Kebenaran Arya, Jalan Arya Beruas Delapan, dan ‘paticca samuppada dhamma’ – Ajaran tentang asal mula yang saling bergantungan. Ajaran-ajaran ini harus dipahami dan dipraktikkan setiap individu dengan mengandalkan dirinya sendiri. Tidak ada guru, bahkan Buddha sekalipun yang dapat membebaskan seseorang. Yang bisa dilakukan pihak luar hanyalah memandu orang-orang yang sedang mencari Kebenaran. Tetapi, ajaran Buddha juga penuh dengan panduan tentang cara untuk mencapai dan menpertahankan lingkungan sosial, ekonomi, dan politik yang dapat membantu individu untuk menelusuri jalur penyucian diri. Upaya-upaya macam inilah yang akan kami sampaikan dalam makalah ini.
Dalam arti yang paling pokok, mestinya semua upaya dari seluruh sektor, formal maupun informal, ditujukan untuk mencapai kebahagiaan tertinggi bagi semua. Saat Buddha mempunyai 60 orang biku yang telah mencapai pencerahan penuh, Beliau katakan kepada mereka, “Oh para biku, sebarkanlah Dharma ke seluruh penjuru dunia demi kesejahteraan dan kebahagiaan sebanyak mungkin manusia. Janganlah dua orang pergi ke arah yang sama.” Kesejahteraan, kebahagiaan, dan kebangkitan semua pihak adalah tujuan pendekatan Buddhis terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan politik.
Dalam sudut pandang Buddhis, pembangunan merupakan suatu proses kebangkitan. Pembangunan berkelanjutan adalah kapasitas komunitas untuk mempertahankan kondisi-kondisi yang memungkinkan tercapainya kebangkitan tersebut, untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Ini merupakan upaya yang dilakukan terus menurus untuk bangkit di segala aspek, spiritual dan etikal maupun sosial dan ekonomi, individu, keluarga, komunitas, kelompok pedesaan maupun perkotaan, bangsa-bangsa, dan komunitas dunia. Di dalam ajaran Buddha, dalam banyak ceramah, Beliau telah memberikan nasihat tentang bagaimana kebangkitan dari tingkat individu hingga global ini dapat dicapai.
Dalam Gerakan Sarvodaya, program-program yang sesuai dengan ajaran Buddha telah dikembangkan selama bertahun-tahun untuk kebangkitan semua pihak. Sekarang saya akan mengulas beberapa dari program-program itu, dimulai dengan pembangunan sosial dan ekonomi komunitas pedesaan. (bersambung)
|