|
|||||||
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools | Search this Thread | Display Modes |
|
|||
|
Quote:
Tetapi makin jauh membaca, saya malah mendapat kesan bahwa kritik tersebut TIDAK PADA TEMPAT-nya dan TIDAK KUAT ARGUMENTASI-nya. Seperti contoh : kritik terhadap larangan makan makanan di atas jam 12.00 siang, dicontohkan dengan minum susu yang dilarang, tetapi minum jus diperbolehkan. dsbnya. Menurut saya, larangan makan di atas jam 12.00 bagi bhikkhu theravada adalah salah satu cara/latihan untuk mengurangi nafsu duniawi termasuk nafsu terhadap makanan. Terhadap peraturan ini, sudah banyak sekte yang kemudian berusaha mengubah-nya sehingga pada jaman dahulu, berdiri-lah sekte sekte yang berusaha merubah vinaya (ala theravada) seperti halnya persoalan larangan makan di atas jam 12.00.... Bhiksu Mahayana sendiri tidak menjalani vinaya larangan makan di atas jam 12.00, tetapi bhiksu mahayana menjalani vinaya vegetarian. Kembali lagi ini berbeda... Kalau kita lihat cerita-cerita pada jaman sang BUDDHA, persoalan makanan non-vegetarian tidak dilarang oleh BUDDHA sepanjang memenuhi 3 persyaratan yaitu tidak membunuh sendiri, tidak melihat dan mendengar makhluk hidup itu dibunuh, tahu dengan pasti pasti bahwa makhluk tersebut tidak dibunuh untuk dipersembahkan sebagai makanan. Lantas keinginan sebagian umat BUDDHa untuk kemudian memasukan larangan makan makanan bernyawa itu sah sah saja, sehingga timbullah sekte sekte di luar theravada yang kita kenal sekarang. CONTOH LAIN adalah kritik tentang VASSA (bhikkhu menetap di suatu tempat pada musim hujan), menurut saya juga terlalu dipaksakan... alasannya adalah bahwa VASSA itu sudah tidak sesuai dengan situasi sekarang yang kemana-mana sudah menggunakan transportasi sehingga tidak berjalan kaki lagi menelusuri jalan jalan setapak... NAH... kalau persoalan seperti ini, bisa saja seorang bhikkhu theravada tidak melakukan vassa di vihara tertentu, tetapi dapat pergi kesana kemari dengan mobil atau bahkan pesawat terbang... tetapi esensi lain dari VASSA adalah bahwa pada waktu VASSA (selama jangka waktu 3 bulan) diharapkan para bhikkhu tidak melakukan perjalanan sehingga dapat tinggal di vihara tertentu dan dapat memberikan pelayanan dhamma kepada para umat di sekitar vihara.... Tetapi perlu diingat bahwa di negara negara yang masih berkembang dan miskin seperti Srilanka dan bahkan Laos dan Kamboja, masih banyak bhikkhu yang kesana kemari dengan berjalan kaki... Seperti halnya saya pernah ke KAMBOJA dan melihat sendiri bhikkhu pindapata (meminta persembahan makanan)... Kalau kita di Indonesia sendiri, saya bahkan tidak pernah melihat bahwa ada bhikkhu yang pindapata kesana kemari... MENGAPA ? Apakah bhikkhu tidak pindapata itu SALAH ? Menurut saya tidak salah, memang pada dasarnya KARMA BAIK bhikkhu di Indonesia itu lebih baik sehingga tidak perlu pindapata karena kebutuhan makanan sudah disediakan oleh para umat sedemkian rupa berlimpah, sehingga malah kalau mau berdana makanan kepada bhikkhu, harus antri... Tidak seperti nasib bhikkhu di negara negara buddhis yang jumlah bhikkhu-nya cukup banyak, sehingga ketika umat tidak dapat melayani bhikkhu di vihara, para bhikkhu terpaksa pindapata ke luar vihara. Kalau mau di counter, saya rasa masih panjang sekali... tetapi dengan melihat sekilas saja, saya merasa bahwa kritikan yang dilakukan oleh penulis S.Dhammika TIDAK PADA TEMPAT-NYA dan TIDAK KUAT ARGUMENTASI-nya... Sampai sekarang ini, pertanyaan pertanyaan berkaitan dengan keragu-raguan yang paling baik dan berbobot bisa ditemukan pada MILINDA PANHA (percakapan antara RAJA MILINDA dengan Bhikkhu NAGASENA)... Boleh di-search di Internet MILINDA PANHA, yang sudah tersedia dalam terjemahan bahasa indonesia. |
|
||||
|
Quote:
Namun beliau ad benarny jg bhw sisi (-) tsb hrs segera d musnahkan,jk tdk akan menghancurkn agama buddha itu sendiri. Beliau mencthkan kemunduran agm buddha d pakistan,afganistan,indonesia shg neg2 tsb mnjd neg islam saat ini sbg akibat jk sisi buruk tsb tdk d atasi. |
|
|||
|
Quote:
Kalau sekarang kita lihat, malah ajaran BUDDHA sekarang ini menyebar dengan pesat di BARAT yang notabene telah memiliki karakter analitis dan kemandirian yang tinggi. Penganut agama BUDDHA di BARAT malah menunjukkan peningkatkan yang luar biasa dari tahun ke tahun, yang merupakan pindahan dari agama sebelum-nya. Sedangkan di asia timur raya dan asia tenggara misalnya di Hong Kong, Taiwan, Korea, Jepang, Singapura malah banyak generasi muda yang pindah ke ajaran Kristen. Tidak tahu mengapa ? mungkin karena image ajaran buddha sebagai ajaran yang kuno. Tetapi hal ini bertolak belakang dengan situasi di BARAT yang lebih analitis dan kritis. Salah satu slogan ajaran BUDDHA yaitu EHI PHASSIKO dimana tidak ada usaha usaha misionaris atau sejenis dakwah untuk terus meluaskan pengaruh ajaran dan menarik umat, malah saya anggap sebagai TITIK KELEMAHAN, mengapa kadang kala ajaran BUDDHA itu tidak "MENJUAL"... |
|
||||
|
Seorang Bkhikkhu mestinya telah bebas dari "kecenderungan" thdp.pemahaman yang keliru........, apakah dalam hal ini Bhikkhu S.Dhammika termasuk dalam golongan yang " berkecenderungan " tsb ?
![]() wah......kayaknya jadi Bhikkhu dijaman sekarang lebih banyak tantangannya, baik dari luar maupun dari dalam dirinya sendiri..... ataukah ada perubahan kwalitas antara Bhikkhu jaman dahulu dengan Bhikkhu jaman sekarang dalam kontak kehidupan sucinya secara menyeluruh ?
__________________
Salam Metta, Sabbe satta bhavantu sukhitatta http://tanhadi.blogspot.com/ http://www.tamandharma.com/ |
|
||||
|
Saya rasa bhante s.dhammika hanyalah berusaha menyesuaikan pelaksanaan buddha dhamma & vinaya agar lebih sesuai dg era modernisasi saat ini. Beliau termsk bhikkhu "reformist" yg berpandangan agar agm buddha dpt berthn d ms dpn mk hrs d reformasi sistemny (bkn ajaranny) spt yg terjd pd agm kristen dulu
|
|
||||
|
Bukankah dalam Mahaparinibbana sutta Buddha menyatakan kpd Ananda jika sangha menghendaki maka sangha dapat mengubah beberapa peraturan vinaya yang kecil dan tidak penting. walaupun demikian, para arahat pada konsili buddhis pertama yang dipimpin oleh Mahakassapa tidak memperoleh kata sepakat tentang peraturan kecil yang tidak penting tersebut sehingga diputuskan untuk tidak mengubah vinaya.
Namun saat ini, menurut bhikkhu s. dhammika terdapat beberapa aturan vinaya yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman dan mungkin dapat diubah atau dihilangkan.
__________________
Para Buddha hanya mengajarkan satu jalan, tidak dua ataupun tiga. Mereka hanya mengajarkan jalan Kebuddhaan. (Saddharma Pundarika Sutra) Jangan lupa download e-book Buddhis saya dg judul "Riwayat Hidup Raja Asoka" di http://www.wihara.com/forum/download...id=65&act=down |
|
|||
|
pendapat saya ni,bener ga?
pada jaman Sang BUddha,pada waktu itu belon ada elekrtonik jam. kalo menurut saya ya?saya berpikir menurut logika saya. pada waktu itu para bikkhu paginya berjalan pindapata,selesai makan mereka menyebarkan dhamma,karena mengembara,menyebarkan dharma sangat melelahkan,terik matahari.mereka hanya minum,makan buah2an,mungkin ya? mereka istirahat/pindapata lag deh dan makan lagi.setelah itu para bikkhu mengembara lagi membabarkan dharma.karena cuaca ga terik matahari,akhirnya ga merasakan sangat haus,lapar dsbgny.jadi mungkin kelupaan akibat saking asiknya membabarkan dharma.maklum kalo uda sore orang2 kan pada nyantai,dan berjalan2.karena ga panas.karena mungkin kelupaan jadi para bikkhu kelelahan deh membabarkan dharmanya akhirnya para bikkhu tidur.karena belon ada jam ataupun alaram/penerangan.maklum,kan di hutan.mereka hanya berpatokan pada terangnya matahari pagi.setelah para bikkhu bangun dan ga bisa melihat apa2 karena gelap,jadi mereka ga bisa berjalan/melanjutkan pengembaraanya. para bikkhu baru bisa melanjutkan pengembaraanya ketika dia bisah melhat telapak tangannya/sekitarnya.mungkin di perkirakan jam 6-7an kali ya? di sana para bikkhu baru pindapata lagi cari makan.dan begitulah seterusnya jadi mungkin dari sini kebiasaan para bikkhu di contoh oleh bikkhu2 lainnya.dan akhirnya menjadi sebuah vinaya/peraturan. nah.... peraturan itu di ciptakan ga? kan hanya suatu kebiasaan.maka dari itu boleh ga kalo kita mengubah peraturan tsb.yang penting kita masih bersikap/bertingkah laku yang sewajarnya sesuai dengan kebenaran? selama engak berbuat salah? niat dari seorang yang melatih diri kan cuma mehilangkan kemelekatan yang ada di dalam diri kita.kalo belon bisa di hilangkan di kurangkan sedikit demi sedikit.barulah kita mencapai satu pencapaian masing2 tentang peraturan boleh ga di langar? kalo menurut saya sah2 aja ya? karena misi seorang para bikkhu hanya membabarkan dhama,dan mehilangkan kemelekatan/kekotoran batinnya.sehngga mencapai tingkat2 kesucian tertentu. thx atas numpang pendapatnya semoga bermanfaat |
|
||||
|
perubahan-perubahan inilah yang menurut saya akan membuat ajaran dhamma Sang Buddha yang asli hilang/tidak dipraktikkan lagi di masa mendatang(5000 tahun dari BE), dimana akan memunculkan Samma samBuddha yang baru yaitu Buddha Maitreya
|
|
||||
|
saya kira ini adalah pendapat pribadi masing2 orang yg menyelami dharma... Beliau mungkin lebih sesuai dengan vinaya yg aggak longgar yah is up to him lah.... bukankah di masa sang Buddha juga para Bhikku diajarkan dengan cara yang sesuai kemampuannya masing-masing???
ada yang konsen memperdalam pengetahuan dhrama dan sebagian memperdalam intuisi (meditasi)... jadi jangan dianggap terlalu serius... ajaran Buddha adalah satu kesatuan.... seperti gambar panorama utuh... ada langit biru, awan putih, rumput hijau, samudra luas... itu hanya masalah kecocokan masing-masing aliran dan personalnya... salam kenal... maaf saya tidak hafal bahasa pali dan istilah-istilahnya jadi pakai bahasa "gue"... ha ha ha maaf... |
|
||||
|
ADAKAH AJARAN BUDDHA YANG ASLI DARI DULU SAMPAI SEKARANG MASIH BERTAHAN??
menurut saya tidak ada, karena Sang Buddha sendiri mengatakan bahwa karena didirikannya Sangha Bhikkuni maka Dharma yang luhur hanya akan BERTAHAN 500 tahun. Nah kenyataannya betul kan?? KALAU ADA YANG BILANG DARI DULU TIDAK ADA YANG BERUBAH, berarti tidak setuju dengan konsep ANICCA. KEBENARAN SELAMANYA BARU (buktinya 4 kesunyataan mulia sampai sekarang masih berlaku), ATURAN SELAMANYA BISA BERUBAH (yang terpenting, tidak melenceng dari kaidah2 melatih diri) Yang TIDAK BERUBAH adalah intisari dari ajaran SANG BUDDHA itu sendiri. Tidak harus menjadi Bhikku untuk mencapai penerangan sempurna. Tetapi dengan menjadi Bhikku akan mempermudah dalam melatih diri. UNTUK APA KITA MEMILIKI KALAMA SUTTA?? Supaya bisa membedakan mana yang asli dan mana yang palsu. ![]() ![]() ![]() ini menurut saya loh ya.
__________________
~Sebagian orang hanya bisa menunjuk kepada orang lain, tidak pernah menunjuk kepada dirinya sendiri~
Mau Kuliah Di Binus University?? Cari info tentang pendaftaran mahasiswa baru, beasiswa dan jurusan? Pengen beli formulir, tapi mau dikirim ke rumah?Click disini untuk keterangan lebih lanjut! ![]() "May All Beings Are Happy" ![]() |
|
||||
|
hehehe.. nah itu yang saya sebut intisari dari ajaran Sang Buddha itu sendiri kk.
__________________
~Sebagian orang hanya bisa menunjuk kepada orang lain, tidak pernah menunjuk kepada dirinya sendiri~
Mau Kuliah Di Binus University?? Cari info tentang pendaftaran mahasiswa baru, beasiswa dan jurusan? Pengen beli formulir, tapi mau dikirim ke rumah?Click disini untuk keterangan lebih lanjut! ![]() "May All Beings Are Happy" ![]() |
|
|||
|
Quote:
|
|
||||
|
Quote:
sayangnya umat Buddha melakukan PEMBENARAN dengan konsep EHI PHASSIKO, bahwa ajaran Buddha tidak perlu di-"Jual", seperti agama tetangga. Padahal apabila sanak saudara umat Buddha tersebut bener-bener pindah agama, maka umat Buddha tersebut ngomel-ngomel dibelakang. kenapa kita tidak meniru ke-agresivan agama tetangga dalam menjual agama ya?
__________________
Negeri-Buddha yang satu terbuat dari tujuh permata, negeri-Buddha yang lain seluruhnya penuh dengan bunga teratai; negeri-Buddha yang satu seperti istana dewa Mahesvara, negeri-Buddha yang lain menyerupai cermin kristal, di mana berbagai negeri-buddha di sepuluh penjuru terpantulkan di sana. (Amitayur Dyana Sutra) resep masakan vegetarian | |
|
||||
|
nasti satyat parodharmo
na nrtat patakam param, triloke ca hi dharmasyat tasmat satyam na lopayet artinya : Tidak ada kewajiban yang lebih tinggi dari Kebenaran , tidak ada dosa yang lebih hina dari pada dusta Dharma itu harus dilaksanakan di ketiga dunia yaitu : masa lalu....masa kini ....masa akan datang atau di bumi ini , alam pitara dan lebih lagi di alam yang kekal membabar kan agama Buddha kepada masyarakat ...ber arti melaksanakan Dharma membabar kan agama kepada masyarakat ..bukan hanya kampanye kata kata tapi harus disertai kelakuan sebagai figur publik membabarkan agama kepada masyarakat harus realita dengan ke adaan masah kini . membabarkan agama kepada masyarakat memerlukan pengorbanan moril maupun materiil yang besar , pendukung yang solid saat ini pengembangan agama Buddhis di saat ini terasa berjalan lamban dibandingkan agama tetangga . Memang benar yang di katakan Unisha . Sekarang sudah waktunya untuk ..berusaha lebih ..dari pada sebelum nya . harus kita sadari Meletakkan harapan sepenuh nya pada nasib dan tetap diam berarti kita mengurangi usaha pengembangan atau pembabaran agama Buddha Dengan usaha dan doa ......, pengembangan dengan cepat akan dapat di capai. Tanpa usaha dan doa , ...keberhasilan pengembangan agama buddha dimasyrakat ...terasa lamban Mulai lah berusaha NAMO SANGHYANG ADI BUDDHAYA |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | Search this Thread |
| Display Modes | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | Thread Starter | Forum | Replies | Last Post |
| Bagaimana Sang Buddha Wafat..?? | gono | Seputar Buddhisme | 50 | 08-01-10 15:35 |
| Sutra Dharani Karandamudra | Zhou_wenhan | Kumpulan Sutra & Vinaya Buddhist | 12 | 05-01-10 09:54 |
| 23 Questions and Answers on the True Buddha School | Light_lotus | True Buddha School | 18 | 20-04-09 16:23 |
| sejarah agama buddha di indonesia | bluez_icezz | Buddhayana | 6 | 02-11-08 00:37 |
| Sutra Pujian Akan Tanah Suci dan Perlindungan Oleh Buddha Sakhyamuni | dorameon | Seputar Buddhisme | 9 | 04-05-07 13:59 |