PRAKTEK Dhamma sehari-hari - Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha
Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha  

Go Back   Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha > Aliran-Aliran > Theravada


Nona/mas manis, join Wihara.com donk :D . Jangan jadi guest doank hehe :))
Reply
 
LinkBack Thread Tools Search this Thread Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 07-02-10, 20:47
kantaviriya berbuat kebaikan dengan semangat dan riang gembira
Banned
 
Join Date: Oct 2009
Location: どこに住んで
Posts: 3,435
Blog Entries: 14
kantaviriya is on a distinguished road
Default PRAKTEK Dhamma sehari-hari

pertama-tama sebagai umat awam kita diharapkan untuk menerapkan sila
mari kita bahas dari sila kesatu;

Sila pertama, “Panatipata”

Istilah “panatipata” terdiri dari 2 kosa kata yaitu : Pana dan atipata yang secara harafiah “pana” berarti mahluk atau kehidupan, “atipata” berarti lepas dengan cepat, gabungan dua kosa kata tersebut mempunyai arti perbuatan yang membuat suatu mahluk / kehidupan mati sebelum waktunya (pembunuhan)
Inti pemahaman sila ini adalah :
- Menghargai hak hidup setiap mahluk dan melatih cinta-kasih (metta) terhadap semua mahluk hidup.
Suatu perbuatan dapat dikatakan “membunuh, pembunuhan” bila 5 faktor yang mendasari perbuatan itu terpenuhi, yaitu :
- Adanya mahluk hidup (pano) – manusia atau binatang
- Menyadari bahwa mahluk itu masih hidup (panasannita)
- Berkehendak untuk membunuhnya (vadhakacittam)
- Melakukan usaha membunuhnya (upakkamo)
- Mahluk itu mati akibat pembunuhan itu (tena maranam)
Pemahaman arti “mahluk-hidup” berdasarkan ajaran Buddhis yaitu bila suatu mahluk yang mempunyai “nama-rupa”; nama berarti batin (roh dalam istilah awam), rupa berarti tubuh / phisik.
Ia , karena kehendak atau insting senantiasa berupaya untuk mempertahankan kehidupannya, dan berkembang biak.
Ada 6 macam cara/usaha pembunuhan, yaitu :
- Membunuh yang dilakukan sendiri (sahatthika)
- Memerintahkan kepada orang lain untuk membunuh (anattika)
- Membunuh mempergunakan senjata (nissaggiya)
- Membunuh dengan membuat perangkap permanent (thavara)
- Membunuh memakai ilmu perdukunan (vijjamaya)
- Membunuh mempergunakan kemampuan batin (iddhimaya)
Akibat dari perbuatan membunuh :
Pembunuhan, apapun alasannya akan memberi akibat buruk (akusala-kama) bagi pelakunya, walau kadar berat ringannya berbeda. Akibat berat (mahasavajja) bila pembunuhan dilakukan terhadap orang-tua, rohaniwan atau orang suci (orang ang berbudi luhur), guru, atau terhadap binatang yang mempunyai ukuran tubuh besar dan bermanfaat bagi kehidupan manusia; sedang akibat ringan (appasavajja) bila dilakukan terhadap binatang bertubuh kecil dan kurang manfaatnya. Kehendak yang mendasari perbuatan itu dilakukan juga akan berpengaruh terhadap kadar akibat yang disandang pelakunya.
Seorang pembunuh akan menanggung akibat perbuatannya buruknya berupa :
- Lahir kembali dalam keadaan cacat
- Berwajah dan perawakan tubuh yang jelek
- Berbadan lemah dan berpenyakitan
- Idiot, penakut dan senantiasa diselimuti perasan cemas
- Dibenci, dimusuhi orang serta tak berkawan
- Dipisahkan dengan orang yang disayangi, dicintai
- Berusia pendek atau terbunuh oleh berbagai sebab
-
Iktisar :
1. Obyek :
1.1 – Manusia
1.2 – Binatang : berguna, tidak berguna
merugikan, tidak merugikan
2. Kehendak
2.1 – Direncanakan, dikehendaki, disengaja
2.2 – Tidak direncanakan, tidak dikehendaki, tidak disengaja
Dorongan sesaat, mempertahankan diri, kecelakaan
3. Usaha
3.1 – Secara langsung
3.2 – Secara tidak langsung

praktek sehari hari pemenuhan sila pertama ini karena ada cetana "dosa mula citta"


banyak yang bedalih tindakan membunuh disebabkan oleh "REPLEK" contohnya
terhadap nyamuk, apakah diakui dalam buddha dhamma replek membunuh
nyamuk sebagai contoh dapat dikatakan 'ketidak sengajaan"

jawabannya "salah" replek membunuh harus ada 2 hal yang bersekutu
yaitu;
dosa mula citta dan moha mula citta.
dengan demikian tindakan melangar sila pertama dapat dilaksanakan, bagai
mana cara menghindarinya, sebagian umat mungkin sudah mengembangkan
bathin dengan meditasi dan berbuah sati, sati ini akan memuncak pada satisampajjana
yaitu pikiran yang sadar, sadar akan tindakan dan dapat mempertimbangkan
akibat perbuatan tersebut.
bagaimana dengan umat yang belum mengembangkan meditasi, cara termudah
adalah dengan merenungkan cinta kasih setiap saat (dalam mahayana dapat
melakukan tehnik Nien-Fo)
dengan demikian dapat diharapkan dosa mula citta yang ada di pikiran kita dapat di kikis.

Dosa mula citta adalah bentuk/dorongan pikiran yang sangat kuat, dengan sifat
yang kuat itu siswa yang bertekad mempraktekan dhamma dapat mengenali dengan mudah
dasar pikiran atau tindakan yang di dorang oleh dosa mula citta;
sebagai contoh,
ada teman kita atau musuh kita yang berbuat hal yang tidak baik pada kita
kita dendam dan setiap kita mengingat orang tersebut kebencian pasti muncul
maka setiap pikiran ucapan dan tindakan kita pada orang tersebut di dorang oleh
pikiran yang berakar pada DOSA MULA CITTA, yang merupakan landasan pertama
dalam melangar sila pertama dan diperkuat jika dia bersekutu dengan MOHA.

apa akibat terberat dari pelangaran sila pertama yaitu kelahiran di alam NIRAYA.

sunguh berat akibat dari melangar sila pertama yang didasari oleh dosa mula citta
sebagai umat buddhis kita wajib memenuhi sila pertama ini

mari kita renungi ayat Dhammapada;

AKKOCCHI MAM AVADHI MAM
AJINI MAM AHASI ME
YE CA TAM NUPANAYHANTI
VERAM TESUPASAMMTI


ia menghina saya,ia memukul saya
ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya
Jika seseorang sudah tidak lagi menyimpan
pikiran-pikiran seperti itu
maka kebencian akan berakhir

semoga kita semua dapat melaksanakan apa yang dinyatakan oleh yang Terberkahi

sabbesatta bhavantu sukkhitatta


Last edited by kantaviriya; 07-02-10 at 20:51.
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 07-02-10, 21:19
bambu's Avatar
bambu ^^
Anggota tetap
 
Join Date: Dec 2009
Posts: 60
bambu is on a distinguished road
Default

om^^, apa yang saya lakukan hingga saat ini membunuh secara tidak langsung ngak?

ceritanya begini, saya orangnya suka bersih-bersih.
nah setiap ada genangan air, selalu saya bersihkan. begitu juga baju-baju yang digantung, barang-barang bekas, dan lainnya selalu saya bersihkan atau rapihkan.
tempat-tempat itukan sarangnya nyamuk dan serangga lainnya.
dengan hilangnya tempat-tempat itukan, nyamuk dan serangga lainnya tidak dapat melanjutkan hidupnya lagi.
kira-kira itu termasuk membunuh secara tidak langsung ngak yah?

ehm... belum lagi kalo nyamuk dan serangga lainnya malah berpindah tempat ke tempat lain dan berkembang biak. kemudian menularkan penyakit di sana. apakah saya mencelakakan orang lain secara tidak langsung ngak yah?

atau om kanta ada solusi yang lebih baik untuk menghindari nyamuk dan serangga lainnya?
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 07-02-10, 21:47
kantaviriya berbuat kebaikan dengan semangat dan riang gembira
Banned
 
Join Date: Oct 2009
Location: どこに住んで
Posts: 3,435
Blog Entries: 14
kantaviriya is on a distinguished road
Default

saudara sedham bambu,

yang anda lakukan tidak termasuk pelangaran sila pertama,
saya tidak membaca ada binatang yang terbunuh ke satu
apa yang anda lakukan bukan berdasarkan dosa mula citta (ini yang penting)

lakukan tugas anda dan tetap pertahankan metta dalam pikiran, lebih berhati-hati dalam
pekerjaan bersih-bersih, penuh kesadaran dalam melakukan kegiatan tersebut (sati)

anumodana bro bambu semoga tumbuh dalam diri kita sati terhadap setiap
pikiran ucapan dan tindakan kita,
senang dapat bertukar pendapat dengan anda

metta citta
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 07-02-10, 21:54
kantaviriya berbuat kebaikan dengan semangat dan riang gembira
Banned
 
Join Date: Oct 2009
Location: どこに住んで
Posts: 3,435
Blog Entries: 14
kantaviriya is on a distinguished road
Default

Quote:
ehm... belum lagi kalo nyamuk dan serangga lainnya malah berpindah tempat ke tempat lain dan berkembang biak. kemudian menularkan penyakit di sana. apakah saya mencelakakan orang lain secara tidak langsung ngak yah?

atau om kanta ada solusi yang lebih baik untuk menghindari nyamuk dan serangga lainnya?
Menurut saya konsekwensi logis alam kehidupan binatang/hewan berbeda dengan kita
yang terbaik adalah mempertahankan pikiran kita dalam metta
sekilas memang bertentangan ya,
nanti kalau sudah tumbuh pemahaman secara menyeluruh, dalam arti begitulah hidup
(alam kehidupan ) maka kita akan timbuk upekha (dalam hal yang baik tentunya)
kita tidak dapat menentukan kehidupan mahluk lain, walaupun pikiran anda baik
berlandaskan karuna, tetapi begitulah kamma, kamma membentuk kehidupan beserta
konsekwensi nya

salam metta
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 08-02-10, 12:09
kantaviriya berbuat kebaikan dengan semangat dan riang gembira
Banned
 
Join Date: Oct 2009
Location: どこに住んで
Posts: 3,435
Blog Entries: 14
kantaviriya is on a distinguished road
Default

dosa mula citta, begitu mudah di kenali
jika dia muncul hati (contoh) seperti sakit

karena sifatnya yang kuat ada enaknya kita mudah mengenalinya

metta citta
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 08-02-10, 14:17
bambu's Avatar
bambu ^^
Anggota tetap
 
Join Date: Dec 2009
Posts: 60
bambu is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by kantaviriya View Post
lebih berhati-hati dalam
pekerjaan bersih-bersih, penuh kesadaran dalam melakukan kegiatan tersebut (sati)
iya nih^^, kalo tidak hati-hati bisa-bisa tanpa disadari melakukan kesalahan ^^.

Quote:
Originally Posted by kantaviriya View Post
Menurut saya konsekwensi logis alam kehidupan binatang/hewan berbeda dengan kita
yang terbaik adalah mempertahankan pikiran kita dalam metta
sekilas memang bertentangan ya,
nanti kalau sudah tumbuh pemahaman secara menyeluruh, dalam arti begitulah hidup
(alam kehidupan ) maka kita akan timbuk upekha (dalam hal yang baik tentunya)
kita tidak dapat menentukan kehidupan mahluk lain, walaupun pikiran anda baik
berlandaskan karuna, tetapi begitulah kamma, kamma membentuk kehidupan beserta
konsekwensi nya

salam metta
iya^^, terima kasih om kanta^^.
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 08-02-10, 14:20
kantaviriya berbuat kebaikan dengan semangat dan riang gembira
Banned
 
Join Date: Oct 2009
Location: どこに住んで
Posts: 3,435
Blog Entries: 14
kantaviriya is on a distinguished road
Default

dear bambu,
sering-sering OL yah, saya senang mempunyai saudara sedhamma dengan anda
pengetahuan luas dan mempraktekan dhamma

metta citta
mohon bantuanya jika saya ada keliru mohon nasehatnya,
Reply With Quote
  #8 (permalink)  
Old 09-02-10, 13:41
Vajra Mudra's Avatar
Vajra Mudra STATUS OFF
Siswa Senior Sang Buddha
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 907
Vajra Mudra is on a distinguished road
Default

ikutan manggil om aja ah pada manggil om semua

om,membunuh org tua,guru,orang suci masih ada kemungkinan terlahir sebagai manusia lagi om?

nah membunuh nyamuk atau seranga lainnya itu susah...sekarang kita kalu tidak menepak atau menyemprot dgn obat nyamuk nanti digigit dan bisa kena penyakit..jadi bagaimana dong?
__________________
SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATTA.
Reply With Quote
  #9 (permalink)  
Old 12-02-10, 21:27
sukanto's Avatar
sukanto Belum Tercerahkan
Siswa Sang Buddha
 
Join Date: May 2009
Posts: 396
sukanto is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by Vajra Mudra View Post
ikutan manggil om aja ah pada manggil om semua

om,membunuh org tua,guru,orang suci masih ada kemungkinan terlahir sebagai manusia lagi om?

nah membunuh nyamuk atau seranga lainnya itu susah...sekarang kita kalu tidak menepak atau menyemprot dgn obat nyamuk nanti digigit dan bisa kena penyakit..jadi bagaimana dong?
hehehe...saya wakilin om kanta aja deh(walaupun belum izin) karena beliau sudah "parinibbana".

makanya sebelum digigit dilakukan pencegahan dulu dong seperti misalnya bersih2 rumah agar tidak jadi sarang nyamuk, memasang kawat nyamuk, memakai softell/lavender dan sejenisnya, dsbnya....

dimana ada tekad dan kemauan untuk melatih sila disitu ada "jalan", masalahnya cuma mau/tidak mau saja...
__________________
1. Aku akan mengalami usia tua, aku belum terbebas dari usia tua.
2. Aku akan menderita penyakit, aku belum terbebas dari penyakit.
3. Aku akan mengalami kematian, aku belum terbebas dari kematian.
4. Semua yang menjadi milikku, yang kucintai dan yang menyenangkan hati, akan berubah, terpisah dari diriku.
5. Aku adalah pemilik kamma ku, penanggung kamma ku, lahir dari kamma ku, berhubungan dengan kamma ku, dilindungi oleh kamma ku.

SABBE DEWA, SABBE BHUTA, SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATTA

Last edited by sukanto; 12-02-10 at 21:28.
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Ajaklah keluarga anda mengenal dhamma tanhadi Ceramah Bhante 2 17-10-09 14:56
Right Practice - Steady Pratice benharkirtan Theravada 0 12-08-09 20:13
Makna hari-hari suci agama buddha ThoeYulius Seputar Buddhisme 0 01-08-09 16:53
Hi, Tanya tentang Vihara mana yg cocok utk saya ? bloated7brain Topik Umum 6 20-03-09 07:44
Teori dan Praktek dalam Buddhisme usnisha Topik Umum 1 11-02-09 12:37


All times are GMT +7. The time now is 07:45.


Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Wihara.com 2004-2010 All rights reserved