Kata Albert Einstein ~ Tentang Spiritualitas - Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha
Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha  

Go Back   Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha > General Buddhism > Topik Umum


Nona/mas manis, join Wihara.com donk :D . Jangan jadi guest doank hehe :))
Reply
 
LinkBack Thread Tools Search this Thread Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 18-04-06, 12:54
MettaKaruna's Avatar
MettaKaruna Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Siswa Sang Buddha
 
Join Date: Jan 2006
Location: Indonesia
Posts: 327
MettaKaruna is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to MettaKaruna
Smile Kata Albert Einstein ~ Tentang Spiritualitas

KATA ALBERT EINSTEIN ~ TENTANG SPIRITUALITAS
Posted by Anatta on 2005-10-10

1. Saya ingin memahami pemikiran Tuhan; selebihnya adalah soal detail saja.

2. Pengetahuan tanpa agama adalah pincang. Sedang agama tanpa pengetahuan adalah buta.

3. Agama saya terdiri dari seuntai kekaguman yang sederhana, terhadap suatu kekuatan supra yang tak-terbatas - yang tertampak dalam rincian yang dapat kita cerap menggunakan persepsi lemah dan remang kita.

4. Semakin jauh kemajuan evolusi spiritual umat manusia, semakin pasti bagi saya bahwa: jalan menuju religiusitas sejati tak semata-mata terletak pada ketakutan terhadap kehidupan, ketakutan terhadap kematian, keyakinan yang membuta; namun suatu perjuangan mengikuti kaidah-kaidah pengetahuan rasional.

5. Setiap orang yang terlibat secara serius didalam pencarian pengetahuan, menjadi yakin bahwasanya, ada suatu jiwa termanifestasikan pada hukum Semesta raya - jiwa yang secara luas superior terhadap jiwa-jiwa manusia, dan sesuatu dimana dihadapan-Nya, kita beserta kekuatan mutahir kita terasa sedemikian lemahnya.

6. Rasa religius para ilmuwan berbentuk suatu kekaguman, yang terpesona pada keharmonisan hukum alam; yang menampakan suatu superioritas kecerdasan, dibandingkan dengan seluruh sistematika berpikir dan bertindak dari umat manusia, dalam suatu refleksi signifikan yang tak terbantahkan lagi.

7. Tiada cara logis untuk mengungkap hukum-hukum elemental. Yang ada hanyalah cara intuitif, yang dibantu oleh suatu ketajaman rasa, terhadap runtutan yang melandasi di balik suatu penampakan.

8. Batin intuitif adalah anugrah sakral, dan pikiran rasional adalah 'pelayan' setianya. Kita telah membangun sebuah tatanan masyarakat yang memulyakan 'pelayan' dan melupakan anugrah.

9. Sesuatu yang terindah yang kita alami adalah: pengalaman misterius kita; Ia-lah sumber dari seni dan pengetahuan sejati.

10. Kita mesti waspada untuk tidak menjadikan intelek sebagai Tuhan kita; ia memang memiliki kekuatan, namun ia tak memiliki kepribadian.

11. Barang siapa yang memfungsikan dirinya sebagai hakim dari Kebenaran dan Pengetahuan, akan porak-poranda menjadi bahan tertawaan para dewata.

12. Bila mana jalan keluar terasa mudah, Tuhan-lah yang memberikan jawaban.

13. Tuhan tidak mempermainkan semesta seperti dadu.

14. Tuhan sedemikian licinnya, namun Ia tak bermaksud jahat.

15. Umat manusia adalah bahagian dari keseluruhan, dari apa yang kita sebut dengan Semesta, bahagian yang terbatas dalam ruang dan waktu. Ia mengalami diri-Nya sendiri, pikiran dan perasaan-Nya ibarat terlepas dari yang lainnya -- yang bersifat seperti khayalan optik -- terhadap Kesadaran-Nya. Khayalan ini, sesungguhnya adalah sejenis 'penjara', yang mengekang kita dari nafsu-nafsu keinginan pribadi dan dari beberapa orang terdekat, kesayangan kita. Tugas kita adalah membebaskan diri dari penjara ini, dengan cara memperluas lingkaran pengorbanan kita, hingga mencakup semua makhluk hidup dan seluruh alam dalam keindahannya.

16. Tiada sesuatupun yang memberi nilai manfaat pada kesehatan manusia dan memberikan kesempatan hidup di muka Bumi ini, sebesar evolusi yang diberikan oleh pola makan vegetaris.

17. Manusia yang menjalani hidupnya secara tak bermanfaat bagi makhluk lainnya, bukan saja tak beruntung, akan tetapi nyaris tak layak bagi kehidupan.

18. Perdamaian tidak dapat dijaga dengan Kekuatan. Ia hanya dapat dicapai melalui saling pengertian.

19. Hanya kehidupan bagi kehidupan lain sajalah, yang bermanfaat.

20. Pikiran manusia tak mampu untuk meraih Semesta. Kita ibarat seorang anak yang memasuki perpustakaan raksasa. Dinding-dinding dan langit-lagitnya tertutup rapat oleh buku-buku dalam berbagai bahasa yang berbeda-beda. Si anak mengetahui bahwa, pasti ada seseorang yang menulis semua buku-buku itu; walau ia tak mengetahui siapa dan bagaimana caranya. Iapun tak mengerti bahasa yang digunakan dalam penulisan buku-buku itu. Akan tetapi, si anak mencatat adanya suatu rancangan baku dalam susunan buku-buku tersebut serta dalam urutannya -- yang misterius -- yang tak ia pahami, kecuali melalui dugaan-dugaan picisannya saja.

21. Yang terpenting adalah, untuk tidak berhenti mempertanyakannya. Keingin-tahuan memiliki alasannya sendiri dalam membangkitkan rasa panasaran. Seseorang tak dapat membantu, namun hanya terpesona ketika ia berkontemplasi: terhadap misteri-misteri kekekalan, terhadap kehidupan, terhadap struktur realitas yang mengagumkan. Adalah cukup, bila seseorang mencoba melengkapi dirinya dengan secuil misteri setiap hari. Tanpa kehilangan kekagumannya yang holistik itu.

22. Apa yang saya saksikan di Alam, adalah suatu struktur yang mengagumkan yang hanya dapat kita pahami dengan tak-sempurna, dimana seorang pemikir semestinya merasa sedemikian rendahnya. Tak ada yang dapat dilakukan terhadap mistikisme, inilah ungkapan rasa religiusitas yang murni.

23. Emosi terhalus kita, dimana kita mampu merasakannya, adalah emosi mistis. Disinilah tergelar bagian terkecil dari semua seni dan pengetahuan sejati. Siapapun yang asing bagi perasaan ini, yang tak lagi mampu merasakan ketakjuban, dan hidup dalam kondisi ketakutan, sesungguhnya telah mati. Guna mengetahui sesuatu yang tak terselami bagi kita, sebetulnya benar-benar ada dan memanifestasikan dirinya sebagai kebijaksanaan tertinggi dan keindahan yang paling bersinar, dimana bentuk terkasar dari pengetahuan inipun merupakan suatu yang membutuhkan intelektualitas yang memadai; perasaan ini adalah .....sentimen religius yang sesungguhnya. Dalam pengertian ini......dan hanya dalam pengetian inilah, saya menempatkan diri saya dalam deretan manusia-manusia religius besar.

24. Masalah nyata bagi kita adalah hati dan batin manusia. Adalah lebih mudah mengubah sifat plutonium, dibandingkan dengan merubah sifat ke-setan-an dalam diri manusia.

25. Agama Sejati adalah kehidupan nyata, hidup dalam jiwa manusia, hidup dalam kebajikan dan hidup dalam kebenaran, bagi semua.

26. Intelejensia memberi kejelasan kesaling-tergantungan antara makna-makna dan jawaban akhir daripadanya. Akan tetapi, hanya dengan memikirkannya saja, tak dapat memberikan kita rasa - tentang akhir yang bersifat fundamental dan ultima tersebut. Guna memperjelas akhir fundamental dan nilai-nilai, serta mempercepat mereka dalam kehidupan emosional individu, dengan persis tertampak oleh saya bahwa: fungsi yang paling penting dari agama adalah bila agama berhasil membentuk kehidupan sosial manusia.

_________________________________________
Adopted from "The Divine Life Society's website".
Last Updated: Mon Jul 22, 1996
Interpreted by: anatta-bali.
__________________
Om Guru Lien Shen Siddhi Hum
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 29-04-06, 13:29
Kelana's Avatar
Kelana Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Banned
 
Join Date: Dec 2004
Posts: 841
Kelana is on a distinguished road
Default

Agama masa depan akan merupakan suatu agama kosmis. Ia hanya
melampaui suatu ‘Tuhan yang berpribadi’ dan menghindari dogma – dogma dan
teologi. Meliputi baik hal yang bersifat natural maupun spiritual, ia harus didasari
pada pengertian religius yang timbul dari pengalaman berbagai hal, yang natural
dan spiritual, sebagai suatu kesatuan yang berarti. Agama Buddha memenuhi
penjabaran ini.

Albert Einstein
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 21-05-06, 04:07
DjieHan's Avatar
DjieHan www.suhandi.com
Tidak baru lagi
 
Join Date: Apr 2006
Location: B.Lampung
Posts: 40
DjieHan is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to DjieHan
Default

SIp banget>>!!!!!!!!!!
__________________
Karena kekotoran batin, seseorang akan tercemar. Karena kesucian batin, seseorang akan dimuliakan. (Samnyutta Nikaya III 151)
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 23-05-06, 13:35
tula's Avatar
tula Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Siswa Sang Buddha
 
Join Date: Jan 2006
Posts: 310
tula is on a distinguished road
Default

emm dari post itu kelihatan kan kalo einstein jg percaya akan adanya Tuhan ?? (bukan prinsip ketuhanan lo tp tuhan)

seperti ini :
12. Bila mana jalan keluar terasa mudah, Tuhan-lah yang memberikan jawaban.

13. Tuhan tidak mempermainkan semesta seperti dadu.

14. Tuhan sedemikian licinnya, namun Ia tak bermaksud jahat.
maaf kalo salah pengertian ne ....
__________________
BUDDHA bahkan menyarankan, "Jangan percaya apa yang Kukatakan kepadamu sampai kamu mengkaji dengan
kebijaksanaanmu sendiri secara cermat dan teliti apa yang Kukatakan" [keren abis ya ?]
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 23-05-06, 21:26
Kelana's Avatar
Kelana Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Banned
 
Join Date: Dec 2004
Posts: 841
Kelana is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by tula
emm dari post itu kelihatan kan kalo einstein jg percaya akan adanya Tuhan ?? (bukan prinsip ketuhanan lo tp tuhan)

seperti ini :
12. Bila mana jalan keluar terasa mudah, Tuhan-lah yang memberikan jawaban.

13. Tuhan tidak mempermainkan semesta seperti dadu.

14. Tuhan sedemikian licinnya, namun Ia tak bermaksud jahat.
maaf kalo salah pengertian ne ....
Semua yang dikatakan Einstein di atas merupakan bantahan Einstein terhadap konsep tuhan ala monotheis khususnya Nasrani . Einstein lebih menganggap tuhan itu tidak lain adalah alam (nature) itu sendiri. Ini statemen dia mengenai tuhan:

About God, I cannot accept any concept based on the authority of the Church. As long as I can remember, I have resented mass indocrination. I do not believe in the fear of life, in the fear of death, in blind faith. I cannot prove to you that there is no personal God, but if I were to speak of him, I would be a liar. I do not believe in the God of theology who rewards good and punishes evil. My God created laws that take care of that. His universe is not ruled by wishful thinking, but by immutable laws.
—W. Hermanns, Einstein and the Poet—In Search of the Cosmic Man (Branden Press, Brookline Village, Mass., 1983), p.132, quoted in Jammer, p.123.

http://www.einsteinandreligion.com/personal.html
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 25-05-06, 20:33
kris forgive, thank, be happy
Penyebar Dharma
 
Join Date: Feb 2006
Posts: 1,040
kris is on a distinguished road
Default

Einstein itu kan Yahudi to. Tapi ya seperti itulah, semakin mendalami ilmu pengetahuan sebenernya membuat orang semakin menyadari hakikat "TUHAN", bukannya doktrin maupun teologi.

Dalam pengetahuan, sesuatu yang pasti itu justru adalah KETIDAKPASTIAN. Setiap teori2 akan selalu tergantikan karena manusia selalu mempelajari hal2 baru yang tidak terprediksikan sebelumnya.

Kalo di SMU kita tau bahwa: A + B --> C ; hal itu nggak berlaku di kuliah. A + B tidak hanya menghasilkan C, tapi juga D, E, F, dst dengan perentase tertentu. Itulah yang menyebabkan seorang scientist "seharusnya" tidak lagi terikat pada teori2, doktrin2, dsb.

Btw, apalagi Einstein kan penemu teori Relativitas
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
KeTuhanan dalam Agama Buddha Hand15 Topik Umum 75 11-03-10 22:16
Mengapa Ada Banyak Agama ?? hendri_Limz Topik Umum 24 23-03-09 13:43


All times are GMT +7. The time now is 06:34.


Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Wihara.com 2004-2010 All rights reserved