|
||||
|
Agama masa depan akan merupakan suatu agama kosmis. Ia hanya
melampaui suatu ‘Tuhan yang berpribadi’ dan menghindari dogma – dogma dan teologi. Meliputi baik hal yang bersifat natural maupun spiritual, ia harus didasari pada pengertian religius yang timbul dari pengalaman berbagai hal, yang natural dan spiritual, sebagai suatu kesatuan yang berarti. Agama Buddha memenuhi penjabaran ini. Albert Einstein |
|
||||
|
emm dari post itu kelihatan kan kalo einstein jg percaya akan adanya Tuhan ?? (bukan prinsip ketuhanan lo tp tuhan)
seperti ini : 12. Bila mana jalan keluar terasa mudah, Tuhan-lah yang memberikan jawaban. 13. Tuhan tidak mempermainkan semesta seperti dadu. 14. Tuhan sedemikian licinnya, namun Ia tak bermaksud jahat. maaf kalo salah pengertian ne ....
__________________
BUDDHA bahkan menyarankan, "Jangan percaya apa yang Kukatakan kepadamu sampai kamu mengkaji dengan kebijaksanaanmu sendiri secara cermat dan teliti apa yang Kukatakan" [keren abis ya ?]
|
|
||||
|
Quote:
About God, I cannot accept any concept based on the authority of the Church. As long as I can remember, I have resented mass indocrination. I do not believe in the fear of life, in the fear of death, in blind faith. I cannot prove to you that there is no personal God, but if I were to speak of him, I would be a liar. I do not believe in the God of theology who rewards good and punishes evil. My God created laws that take care of that. His universe is not ruled by wishful thinking, but by immutable laws. —W. Hermanns, Einstein and the Poet—In Search of the Cosmic Man (Branden Press, Brookline Village, Mass., 1983), p.132, quoted in Jammer, p.123. http://www.einsteinandreligion.com/personal.html |
|
||||
|
Einstein itu kan Yahudi to. Tapi ya seperti itulah, semakin mendalami ilmu pengetahuan sebenernya membuat orang semakin menyadari hakikat "TUHAN", bukannya doktrin maupun teologi.
Dalam pengetahuan, sesuatu yang pasti itu justru adalah KETIDAKPASTIAN. Setiap teori2 akan selalu tergantikan karena manusia selalu mempelajari hal2 baru yang tidak terprediksikan sebelumnya. Kalo di SMU kita tau bahwa: A + B --> C ; hal itu nggak berlaku di kuliah. A + B tidak hanya menghasilkan C, tapi juga D, E, F, dst dengan perentase tertentu. Itulah yang menyebabkan seorang scientist "seharusnya" tidak lagi terikat pada teori2, doktrin2, dsb. Btw, apalagi Einstein kan penemu teori Relativitas
__________________
Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa Panatipata veramani sikkhapadam samadiyami Adinnadana veramani sikkhapadam samadiyami Kamesu micchara veramani sikkhapadam samadiyami Musavada veramani sikkhapadam samadiyami Sura-meraya-majja-pamadatthana veramani sikkhapadam samadiyami |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | Search this Thread |
| Display Modes | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | Thread Starter | Forum | Replies | Last Post |
| Mengapa Ada Banyak Agama ?? | hendri_Limz | Topik Umum | 24 | 03-23-2009 13:43 |
| KeTuhanan dalam Agama Buddha | Hand15 | Topik Umum | 50 | 10-12-2006 13:37 |