|
|||
|
Quote:
Kuncinya adalah semua tergantung kepada karma masing-masing. Maksudnya adalah keterkaitan karma kita kepada "dewa" tersebut. Jika ada keterkaitan karma (ikatan karma), bukan tidak mungkin kita bisa mewarisi kemampuan mediumisasi dari orang tua (baik dengan "dewa" yang sama atau bukan). Kalau penjelasan diatas, lebih cenderung kepada ikatan karma lampau. Jadi sebenarnya ada jalan lain, yaitu dengan menciptakan karma baru yaitu dengan jalan "belajar". Tetapi "belajar"-nya kepada orang yang tepat dan baik (maksudnya tidak punya niat jahat). Dalam beberapa kasus, saya mendapati bahwa orang awam (yang pada awalnya tidak mempunyai kemampuan mediumisasi), tetapi memiliki minat yang kuat supaya bisa menjadi medium, biasanya bisa berhasil, tetapi semuanya kembali tergantung kepada karma dan usaha sendiri. mungkin ada sepatah dua kata dari saya : semuanya ok ok saja.. yang paling penting NIAT KITA... kita harus ber-NIAT baik dalam semua perbuatan. itu yang paling penting. |
|
||||
|
Quote:
__________________
God Is Everywhere....
|
|
||||
|
Quote:
![]() tambahan pula...., kalo yang saya dengar dari seorang ceng it ritual potong lidah, dsbnya ada maknanya. Biasanya pada waktu lo/ trans, sang medium pertama dikasih hio. Setelah di kasih hio, tang shien akan pai ke Thian dan ke Shien beng lainnya. Setelah itu, akan meminta po kiam/ senjata, pada waktu akan memukul badannya, coba perhatikan, tang shien akan menggoyangkan tangan ke kiri dan ke kanan sebelum nantinya akan memukul badannya dengan senjata tajam (sebelummnya umat diminta untuk kui). Tangan(sambil pegang senjata, mis. pedang) di goyang ke kiri dan ke kanan berarti= manusia sama, pria-wanita, tua-muda, kaya-miskin, dsb. Pedang di pukulkan ke badan= memohon ke Thian agar semuanya di ampuni kesalahannya, lewat pengorbanan darah dari shien. Umat di minta kui= diharapkan umat dengan sungguh2 mau bertobat dan memperbaiki kesalahan mereka. Mengenai potong lidah, bisa berarti yang dikatakan shien beng itu adalah benar dan bukan bohong, atau untuk mengambil darah untuk membuat hu. Tidak semua hu menggunakan darah. Kalau tidak diperlukan memakai darah, maka hanya menggunakan gincu merah. Darah dipercaya, mengandung kekuatan magis bukan hanya dalam ajaran Tao. Mengenai menusuk pipi dan lidah, hal tsb hanya digunakan, pada ritual besar, seperti cap go meh dan kirab. Ada yang menagtakan para shien, meminta bantuan pengawalnya karena dalam ritual besar diibaratkan para dewa sedang 'berperang' dengan makhluk2 yang jahat atau untuk membersihkan daerah yang dilewati dari hawa2 negatif. Mengenai membedakan yang masuk itu shien atau bukan, dalam hu hwat yg sebutkan oleh sdr. Qwerty, ada cara2nya untuk mengetes/mengusir, bila yang masuk itu bukan dewa. Tapi cara2 ini hanya bisa dilakukan oleh org2 yg chi-nya sudah baik, kalau tidak bisa berbahaya bagi diri sendiri. Kalau orang yang sudah biasa dengan Tang ki, pasti bisa membedakan bahwa yang masuk ini adalah benar2 shen atau Tang Ki bohongan. Bisa dilihat dari gayanya (mis, kalau yang masuk Guan Gong mata tang shiennya agak naik ke atas dan menjadi sipit), bila ingin mohon sesuatu/ bertanya ada baiknya sebutkan dalam hati, salah satu cara untuk mengetes apakah Tang Ki tersebut pura2 kerasukan atau tidak. Kalau memiliki berkah khusus, bisa melihat, yang masuk adalah siapa, tapi ada juga yang hanya bisa merasakan. Mau menjelaskannya agak susah juga karena Tang Ki di tiap daerah dan aliran berbeda-beda gayanya. Sesuai kebijakan dari masing-masing aliran. Untuk menjadi Tang Ki, menurut ceng it yang saya tanya, 1. Faktor keturunan atau memiliki bakat 2. Jodoh 3. Orang yang pernah kerasukan/ kesambet, biasanya bisa menjadi tang ki. karena ada beberapa kasus, orang yang pernah kerasukan, setelah diobati, karena dianya masih belum kuat, maka demi menjaga agar tidak dirasuki lagi, maka shen harus merasuki dia, sampai anak tersebut bisa lebih kuat. 4. Bisa dilatih, tapi kalau memang tidak memiliki jodoh, yah tidak bisa juga. Saya setuju sekali memang Tang Ki menjadikan beberapa orang menjadi ketergantungan, namun lewat Tang Ki inipun, byk orang yang bisa dibantu. Jadi, tinggal kembali ke diri masing2, apakah anda percaya dgn Tang Ki atau tidak. Bagi saya Shen atau hun, tidak ada beda, yang saya lihat adalah perbuatan baik dari makhluk yang merasuki medium tsb. Jika ia berbuat begitu, untuk menambah jasa, saya pun ikut berbahagia, apakah anda tidak senang melihat orang lain menjadi lebih baik? Apakah anda tidak senang bila setan ingin berbuat baik? Last edited by momokampung; 12-06-09 at 15:10. |
|
||||
|
Quote:
|
|
|||
|
teman2 gmn ya kalo mau belajar jadi kitong?kan katanya mesti ada bakat dll?kita kan masih awam,apakah ada yang bisa liat kita ini ada bakat dll?kalo kitong di daerah saya pas masih kecil sempet ramal katanya gw shien khut(Tulang dewa-alias ada ketrunun jadi kitong),tapi sampe skrngpun gw masih kurang gtu paham...
mohon bimbingannnya..... |
|
||||
|
Quote:
__________________
1. Aku akan mengalami usia tua, aku belum terbebas dari usia tua. 2. Aku akan menderita penyakit, aku belum terbebas dari penyakit. 3. Aku akan mengalami kematian, aku belum terbebas dari kematian. 4. Semua yang menjadi milikku, yang kucintai dan yang menyenangkan hati, akan berubah, terpisah dari diriku. 5. Aku adalah pemilik kamma ku, penanggung kamma ku, lahir dari kamma ku, berhubungan dengan kamma ku, dilindungi oleh kamma ku. SABBE DEWA, SABBE BHUTA, SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATTA |
|
||||
|
Quote:
SALAM METTA
__________________
1. Aku akan mengalami usia tua, aku belum terbebas dari usia tua. 2. Aku akan menderita penyakit, aku belum terbebas dari penyakit. 3. Aku akan mengalami kematian, aku belum terbebas dari kematian. 4. Semua yang menjadi milikku, yang kucintai dan yang menyenangkan hati, akan berubah, terpisah dari diriku. 5. Aku adalah pemilik kamma ku, penanggung kamma ku, lahir dari kamma ku, berhubungan dengan kamma ku, dilindungi oleh kamma ku. SABBE DEWA, SABBE BHUTA, SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATTA |
|
|||
|
duh saya sangat tergugah,tersentuh...
bener juga ya saya juga masih muda,masih byk bikin salah... sebernya saya mau jadi kitong mau membantu orang sekitar,kadang2 ada penyakit non medis atau apalah... trus yang saya mksd itu,apakah ucapan orang(paranormal-kitong) itu benar?atau cuma dia salah liat atau lain2.... cuma mau memastikan aja,iya sih mungkin gak terlalu penting apa ramalan itu bener atau gak...tapi kebetulan saya orangnnya penasaran bgt...hehehe... trim's |
|
||||
|
Quote:
Salam Metta
__________________
1. Aku akan mengalami usia tua, aku belum terbebas dari usia tua. 2. Aku akan menderita penyakit, aku belum terbebas dari penyakit. 3. Aku akan mengalami kematian, aku belum terbebas dari kematian. 4. Semua yang menjadi milikku, yang kucintai dan yang menyenangkan hati, akan berubah, terpisah dari diriku. 5. Aku adalah pemilik kamma ku, penanggung kamma ku, lahir dari kamma ku, berhubungan dengan kamma ku, dilindungi oleh kamma ku. SABBE DEWA, SABBE BHUTA, SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATTA |
|
||||
|
sebetulnya istilah asli dari Kitong Adalah "Ling Mei" Ling = Kekuatan (Spirit), Mei = Penghubung.
jadi pengertiannya adalah Ling Mei = Kekuatan dari Para Avatar / Roh Suci / Shen Ming yang turun untuk melaksanakan Revitalisasi di 3 Alam Suci (Hierophani) dengan cara Transendet, yang hadir didalam Diri seorang Ling Mei melalui Imanensi, setelah Imanensi dari para Avatar / Roh Suci / Shen Ming maka Ling Mei Itu di Namakan "Dang Shen" menjadi Duta Suci Ilahi / mewakili Alam "Miao" / samar (Mythe) demi Refitalisasi di 3 Alam Suci : Langit-Bumi-Manusia........... Ling Mei ini juga terdiri dari 2 Golongan : Pria di sebut "Tong Ji" Wanita di sebut "Wang Yi" Ling Mei diadakan hanyalah Untuk Menyempurnakan Upacara Suci Langit Golongan Celestial Ceremony / yaitu Golongan Shen Dao seperti aliran : Lv Shan Pai - Zheng Yi Pai - Pu An Pai - dll,......... namun terlepas dari pada hal itu ternyata ada golongan Awam yang melaksanakan Upacara Ritus Ling Mei ini tanpa melalui konsep yang jelas, nah hal inilah yang menyebabkan distorsi terhadap kebenaran dari Celestial Ceremony ini,........... Xie-xie |
|
||||
|
BUddha, Bodhisatva dan arahat karena merupakan energi cahaya yang sangat kuat, badan manusia tidak dapat menampungnya, bisa hancur apalagi manusianya tidak menjalankan sila. Jadi yang masuk ke medium kebanyakan dewa-dewa tingkatan rendah, dewa-dewa tingkatan rendah seperti hok tek ceng sin itu masih bersifat yin (hantu) tapi sudah mempunyai sinar. tingkatan para buddha, bodhisatva seperti Kwan Se im pousat ada yang rendah dan ada yang paling tinggi jadi bos berhierarki seperti piramida istilahnya dewa jerami istilanya jadi utusan dewi kwan im, utusan dewa kwankong banyaknya seperti jerami jadi tidak hanya satu medium yang bersatu dengan dewa kwankong. MIsalnya di kehidupan ini kita rajin membaca sutra dewa kwankong, atau sutra dewi kwan im bila pahala kita baik bisa mengikuti dewi kwan im dan bisa di utus turun ke dunia sebagi wakilnya mebantu membabarkan dharma, yang asli masih di langit tidak pernah turun ke dunia saha. tangki/medium yang bisa menurunkan ke anaknya biasanya yang menjadi dewanya adalah leluhurnya yang sedikit punya ilmu bila tidak itu dari luar. sekarang coba dilbert test ke tangki yang dimasuki medium suruh baca sutra buddha, setahu saya bila bukan dewa tapi hantu tidak akan berani membacanya, ataupun bila berani ia akan segera terselamatkan dan keluar dari mediumnya. Bila sudah ketemu tangki yang bagus bisa ditest mana sutra buddha yang asli, kenapa medium pribumi waktu kemasukan bisa rajin membaca ayatnya ? bila mantera buddha yang tidak asli salah ketikan atau salah baca tidak bereaksi, arwah yang membaca sutra yang benar mengalami peningkatan derajat tingkatannya, hawa gelapnya sebagai hantu lama-kelamaan hilang berganti dengan sinar dan menjadi dewa.
saya berasal dari aliran tantrayana sudah sering bergaul dengan medium dan orang yang bisa melihat(islam dan kristen) kami sering berdiskusi dan mengetes mana sutra buddha yang benar cara bacanya dan ada hasilnya, dengan mengundang hantu dan jin. |
|
||||
|
Quote:
![]() Mohon Maap yah...... tidak semua praktik Medium itu Keliru karena ada yang menjalaninya sesuai Konsep dan yang tidak menggunakan Konsep. "Ling Mei" (Duta Ilahi) yang di laksanakan Oleh Golongan Fa Zhu di TITD Ban Hing Kiong Manadao & di TITD Tian Hou Kiong Gorontalo TIDAK SAMA dengan Praktik Medium yang lain (Kerasukan),........ memang saya sadari akan banyaknya Praktik Medium Tersebut,..... namun kita hanya mampu meratapi mereka yang menjalaninya tanpa Konsep yang Jelas,......... NB: sy seorang Pelaksana Upacara Suci Langit (celestial Ceremony) Shen Dao ( yang menggunakan "Ling Mei" ) dari Lv Shan Jiao Aliran Fa Zhu Gong Pai, di propinsi Gorontalo - Sulawesi,...... xie-xie Last edited by Luo Qing Yang; 25-09-09 at 12:56. |
|
||||
|
mau nanya nih..., kalo memang yg masuk ke badan (bukan benar2 masuk, tp lewat sinar) tang shien bersifat yin (ktanya hawanya dingin). namun bagi umat awam yang bisa merasakan hawanya, ketika berada di samping tang shien merasa panas sekali, tapi untuk tang shiennya sendiri merasa dingin sekali namun keringatan.
Jadi, apakah benar yang menyinari tang shien tersebut hanya hun yang bersifat yin, ato benar dewa yang bersifat yang, melihat kalo umat awam (yg bs merasakan hawanya/ tidak ada bakal calon menjadi tang shien) merasakannya panas. thx.
__________________
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Semua bentuk pikiran ini akan muncul dan lenyap, semoga aku senantiasa dapat mengendalikan pikiran2 ini. |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | Search this Thread |
| Display Modes | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | Thread Starter | Forum | Replies | Last Post |
| Cina di Indonesia | usnisha | Kongko2 | 6 | 12-03-10 18:59 |
| Ngapain jadi Buddhis? | maitri | Topik Umum | 127 | 22-12-09 17:05 |
| Kisah Vasavattimaradhiraja -- maharaja dari para dewa Mara | usnisha | Kisah-Kisah Sang Buddha | 3 | 06-11-09 13:01 |
| Teori dan Praktek dalam Buddhisme | usnisha | Topik Umum | 1 | 11-02-09 11:37 |
| Sutra Pujian Akan Tanah Suci dan Perlindungan Oleh Buddha Sakhyamuni | dorameon | Seputar Buddhisme | 9 | 04-05-07 13:59 |