Pedang Kebijaksanaan Satyabuddha - Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha
Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha  

Go Back   Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha > Aliran-Aliran > True Buddha School


Nona/mas manis, join Wihara.com donk :D . Jangan jadi guest doank hehe :))
Reply
 
LinkBack Thread Tools Search this Thread Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 15-06-09, 14:36
Light_lotus Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Siswa Sang Buddha
 
Join Date: Jan 2006
Posts: 385
Light_lotus is on a distinguished road
Default Pedang Kebijaksanaan Satyabuddha

Pedang Kebijaksanaan Satyabuddha

Hinayana Adalah Adharmik ?


~Liansheng Huofo Lu Shengyan~



Setelah bangkitnya Mahayana, Hinayana memperoleh kritikan, direndahkan sebagai :

Egois
Hinayana adalah adharmik (ajaran di luar Dharma yang benar)
20 macam kesesatan Hinayana
Guru ajaran sesat

Yang mengkritik Hinayana mengatakan bahwa meskipun pencapaian Arahat dan Pratyeka Buddha ada tingkat dangkal dan dalamnya, namun semua adalah tergolong pencerahan Nirvana yang melenyapkan tubuh melenyapkan jnana kembali pada kekosongan, ini tidak boleh dicapai, karena ini adalah adharmik.

Saya sendiri telah membaca buku beberapa sadhaka Mahayana, mereka memandang pencapaian Arahat dan Pratyeka Buddha sebagai :

Tidak bermanfaat.
Patut dicela.
kekosongan yang melenyapkan keberadaan, nihilisme.
Kendaraan kedua.

Abhidharma, Satyasiddhi dan sila adalah ajaran dari Buddha bagi orang yang berbakat kecil dan rendahan.

Berbakat kecil.
Kesucian kecil.

Praktisi Mahayana sangat memandang rendah Hinayana, menyebutnya sebagai mencari keuntungan bagi diri sendiri dan egois, bagaikan orang awam dan orang rendahan.

Terlebih dahulu Hinayana ada terlebih dahulu, baru kemudian Mahayana, setelah menyebarnya sutra Mahayana maka bangkitlah Mahayana : (Avatamsaka Sutra. Prajnaparamita Sutra, Samdhinirmocana Sutra, Lankavatara Sutra dan lain sebagainya)

Di India ada :

Madhyamika.
Yogacara.
Yang merupakan sekte Mahayana.

Di Cina , madhyamika adalah Sekte Tiga Risalah, Yogacara adalah Sekte Dharmalaksana.

Setelah Buddha Dharma berubah menjadi Mahayana, maka mahayana merendahkan hinayana, ajaran mahayana berdasarkan Avatamsaka Sutra, Prajnaparamita Sutra, Saddharmapundarika Sutra dan lain sebagainya, menyempurnakan sadparamita dan mencapai Kebuddhaan.

Oleh karena itu Mahayana memuji diri snediri sebagai :

Hati Mahayana adalah Tanah Suci Bodhisattva.
Sebab dari Mahayana adalah Boddhicitta.
Kebenaran dalam Mahayana adalah pencapaian Kebuddhaan yang sejati.
Anuttara Dharma dalam Mahayana adalah Ekayana Dharma.

Mahayana menampilkan realisasi bhavana sebagai Tantrayana, merealisasikan Mulalokakaya, maka dinamakan Realisasi Nyata Mahayana.

Buddha dikatakan memutar Dharmacakra tiga kali :
Buddha di Lumbini membabarkan Dharma kepada para Sravaka, dengan menjelaskan mengenai Catur Aryasatya, yaitu dukha, samudaya, nirodha dan marga. Ini dikatakan sebagai tiga putaran : Penjelasan, .
penekanan dan realisasi.

Putaran penjelasan : penjelasan mengenai dukha, sebab-sebab dukha, lenyapnya dukha dan jalan menuju lenyapnya dukha.
Putaran penekanan : menyadari dukha, memotong sebab-sebab dukha, merealisasikan akhir dukha dan menjalankan jalan menuju berakhirnya dukha.
Putaran realisasi : Dukha telah disadari, sebab-sebabnya telah dipotong, lenyapnya dukha telah direalisasikan, jalannya telah dilaksanakan.

Inilah tiga kali pemutaran Dharmacakra.

Catur Aryasatya dan Paticca Samuppada, ini semua diajarkan sendiri oleh Buddha.
Saya sendiri berpendapat :
Theravada melatih diri menggunakan dukha, sunya, anicca dan anatta untuk menuju pada lepasnya kemelekatan pada duniawi.
Mahayana melatih diri menggunakan madhyamika, yogacara dan paramita untuk menuju pada Bodhicitta.

Dukha, sunya dan anitya adalah fenomena nyata di alam ini.
Dana, ksanti, virya, sila, samadhi dan prajna adalah penekunan dalam pintu Dharma Mahayana.

Theravada juga menjalankan sila, samadhi dan prajna.

Sesungguhnya kita menggunakan Theravada sebagai dasar, dengan Mahayana menyelamatkan insan, keduanya di padukan dalam pembinaan diri, bukankah ini sangat indah ! Inilah prinsip saya.

Sakyamuni Buddha terlebih dahulu memabbarkan Theravada untuk permulaannya, bila tiada ajaran mengenai dukha, sunya dan anitya, maka dari mana timbul keinginan untuk melepaskan diri dari kemelekatan duniawi ?


Menyamakan Theravada dengan adharmik, bukankah ini sama saja dengan menghina Buddha ?

Bukankah demikian ?



《真佛論劍》

小乘是外道?

‧蓮生活佛盧勝彥‧



在「大乘佛教」興起之後,「小乘佛教」就被批判了,被貶為: 

自了漢。

小乘即外道。

小乘外道二十種。

外道論師。

批判小乘者,說「阿羅漢果」與「辟支佛果」,雖有淺深之別,然皆為灰身滅智歸於空寂涅槃之悟,不可取也,故 是外道。

我個人讀了許多大乘行者的書,他們對於阿羅漢果及辟支佛果是:

不屑。

嗤之以鼻。

滅有之空理,小空耳。

二乘。

「俱舍」、「成實」及「律」,是佛隨小機者說,以調下劣根性之人也。

小根。

小聖。

總之,大乘行者對小乘佛教是極端的排斥,謂其自私自利,如同凡夫及小人一般。



小乘在先,大乘在後,自從大乘經典流布之後,大乘佛教就興起了《華嚴經》、《般若經》、《解深密經》、《楞 伽經》等等等等。

在印度有:

中觀。

瑜伽。

是大乘宗。

在中國,中觀是「三論宗」,瑜伽是「法相宗」。

佛法演變成「大乘」,大乘自然貶低小乘,大乘的教法依《華嚴》、《般若》、《法華》等大乘經典之教化,滿六 度之行而成佛果。

於是大乘自讚:

大乘心──菩薩淨土。

大乘因──菩提心。

大乘道──究竟佛果。

大乘無上法──一乘之法。

大乘現證──修行「祕密乘」,現證本界體,故名大乘現證。



佛陀有三轉法輪之說:

佛在「鹿野苑」對聲聞乘人,說「苦集滅道」之四諦,有「示勸證」之三轉。

示轉──此是苦。此是集。此是滅。此是道。

勸轉──苦當知。集當斷。滅當證。道當修。

證轉──苦已知。集已斷。滅已證。道已修。

這是三轉法輪。

佛說「四諦法」及「十二因緣法」,這都是佛陀親口宣說的。

我個人覺得:

小乘以苦、空、無常、無我來修行,是偏向「出離心」。

大乘以中觀、瑜伽、六度來修行,是偏向「菩提心」。

苦、空、無常是人世間實有的現象。

佈施、忍辱、精進、持戒、禪定、智慧是修大乘的法門。

小乘也修戒、定、慧。

其實我們以「小乘」為基。以「大乘」來度眾,二者融合的修行,豈不是善哉!這是我的主張。

釋迦牟尼佛先說「小乘」為起因,如果沒有「苦」、「空」、「無常」,豈能發出修行的心?

把佛說的小乘法與外道相等,豈不是侮辱了佛陀?

如此對嗎?


source : Hinayana Adalah Adharmik ? - Smile - Yahoo!????
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 18-06-09, 22:55
sekha's Avatar
sekha is learning
Penyebar Dharma
 
Join Date: Jan 2009
Posts: 1,374
Blog Entries: 5
sekha is on a distinguished road
Default

Pandangan Mahaguru sangat bijaksana dan benar adanya. Perlu diperhatikan oleh rekan2 seDharma lainnya.
__________________
~Sebagian orang hanya bisa menunjuk kepada orang lain, tidak pernah menunjuk kepada dirinya sendiri~

Mau Kuliah Di Binus University?? Cari info tentang pendaftaran mahasiswa baru, beasiswa dan jurusan? Pengen beli formulir, tapi mau dikirim ke rumah?
Click disini untuk keterangan lebih lanjut!


"May All Beings Are Happy"


Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 26-06-09, 07:52
Light_lotus Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Siswa Sang Buddha
 
Join Date: Jan 2006
Posts: 385
Light_lotus is on a distinguished road
Default

Excellent!!!
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 03-07-09, 23:45
candra sam's Avatar
candra sam no discrimination
Senior
 
Join Date: May 2009
Location: bangka belitung
Posts: 285
candra sam is on a distinguished road
Arrow

Tidak bermanfaat.
Patut dicela.
kekosongan yang melenyapkan keberadaan, nihilisme.
Kendaraan kedua.


bagaimana ini, kok umat sedharma mencela umat sedharma. saya kira tak ada yang namanya sesuatu yang benar benar kosong atau benar benar ber ada. bagaimana mungkin kekosongan melenyapkan keberadaan, sedangkan kekosongan dan keberadaan adalah dua hal yang tak dapat di pisah kan. ibarat koin punya 2 sisi. bagaimana mungkin satu sisi melenyapkan sisi yang lain? jika satu sisi koin di lenyapkan maka satu sisinya lagi akan ikut lenyap. tapi sebenarnya apakah maksud dari penganut mahayana " kekosongan melenyapkan keberadaan" itu? adakah dari teman2 yang mengerti hal ini?
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 03-07-09, 23:54
candra sam's Avatar
candra sam no discrimination
Senior
 
Join Date: May 2009
Location: bangka belitung
Posts: 285
candra sam is on a distinguished road
Arrow

luar biasa maha guru lu. beliau mengatakan theravada adl dasar. coba kita renungkan, di antara semua guru dari sd ampe PT. mana yang paling berjasa? saya kira adalah guru sd kelas 1. om guru lien sheng siddhi hum.
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 04-07-09, 02:37
co_ols's Avatar
co_ols pergi mengikuti angin
Penyebar Dharma
 
Join Date: May 2009
Location: JAPAN ( JAkarta PANas )
Posts: 1,761
Blog Entries: 1
co_ols is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to co_ols
Default

Quote:
Originally Posted by Light_lotus View Post
Setelah Buddha Dharma berubah menjadi Mahayana, maka mahayana merendahkan hinayana, ajaran mahayana berdasarkan Avatamsaka Sutra, Prajnaparamita Sutra, Saddharmapundarika Sutra dan lain sebagainya, menyempurnakan sadparamita dan mencapai Kebuddhaan.

Oleh karena itu Mahayana memuji diri sendiri sebagai
saya bingung bacanya, sebab merendahkan(mencela) aliran(keyakinan) lain dan memuji aliran sendiri itu jelas bukan ajaran Sang Buddha.


Quote:
Originally Posted by Light_lotus View Post
Sakyamuni Buddha terlebih dahulu membabarkan Theravada
ini adalah salah satu yg paling keliru, Sang Buddha itu membabarkan Dharma bukan Theravada, di jaman sang buddha tidak dikenal dan belum ada yg namanya Theravada, karena theravada itu adalah kelompok(aliran) dan bukan ajaran, Sang buddha tidak pernah mengelompokkan ajarannya menjadi yg ini ajaran Mahayana dan yg ini ajaran Theravada. Yang Sang Buddha babarkan adalah Dharma, untuk semuanya.

benarkah tulisan itu ditulis oleh GM LSY ? ataukah si penterjemah salah menterjemahkannya?
kalau saya liat situsnya, itu bukan situs resmi, itu cuma blogger hasil karya seseorang yg mencoba2 berasumsi dengan pikirannya sendiri dan menggunakan GM LSY sebagai tamengnya, sungguh ironis.
__________________
http://www.tamandharma.com
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 04-07-09, 02:42
tanhadi's Avatar
tanhadi Berbuat baiklah, tapi jangan harapkan orang berterima kasih sebagai balasannya.
Super Moderator
 
Join Date: Mar 2008
Location: Sidoarjo
Posts: 2,609
tanhadi is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to tanhadi
Default

Quote:
Originally Posted by co_ols View Post
saya bingung bacanya, sebab merendahkan(mencela) aliran(keyakinan) lain dan memuji aliran sendiri itu jelas bukan ajaran Sang Buddha.



ini adalah salah satu yg paling keliru, Sang Buddha itu membabarkan Dharma bukan Theravada, di jaman sang buddha tidak dikenal dan belum ada yg namanya Theravada, karena theravada itu adalah kelompok(aliran) dan bukan ajaran, Sang buddha tidak pernah mengelompokkan ajarannya menjadi yg ini ajaran Mahayana dan yg ini ajaran Theravada. Yang Sang Buddha babarkan adalah Dharma, untuk semuanya.

benarkah tulisan itu ditulis oleh GM LSY ? ataukah si penterjemah salah menterjemahkannya?
kalau saya liat situsnya, itu bukan situs resmi, itu cuma blogger hasil karya seseorang yg mencoba2 berasumsi dengan pikirannya sendiri dan menggunakan GM LSY sebagai tamengnya, sungguh ironis.
Rekan Co_ols ternyata cukup cermat juga......saya angkat topi buat anda..
__________________
Salam Metta,
Sabbe satta bhavantu sukhitatta

http://tanhadi.blogspot.com/
http://www.tamandharma.com/
Reply With Quote
  #8 (permalink)  
Old 04-07-09, 10:40
hendra07's Avatar
hendra07 Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Siswa Sang Buddha
 
Join Date: Dec 2006
Location: pontianak
Posts: 405
hendra07 is on a distinguished road
Default

setuju...jangan menggunakan seseorang sebagai tameng..apalagi itu tulisan dari blog, belum pasti kebenarannya...
Reply With Quote
  #9 (permalink)  
Old 06-07-09, 00:05
Sitatapatra Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Super Moderator
 
Join Date: Jan 2008
Posts: 844
Sitatapatra is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by co_ols View Post
saya bingung bacanya, sebab merendahkan(mencela) aliran(keyakinan) lain dan memuji aliran sendiri itu jelas bukan ajaran Sang Buddha.



ini adalah salah satu yg paling keliru, Sang Buddha itu membabarkan Dharma bukan Theravada, di jaman sang buddha tidak dikenal dan belum ada yg namanya Theravada, karena theravada itu adalah kelompok(aliran) dan bukan ajaran, Sang buddha tidak pernah mengelompokkan ajarannya menjadi yg ini ajaran Mahayana dan yg ini ajaran Theravada. Yang Sang Buddha babarkan adalah Dharma, untuk semuanya.

benarkah tulisan itu ditulis oleh GM LSY ? ataukah si penterjemah salah menterjemahkannya?
kalau saya liat situsnya, itu bukan situs resmi, itu cuma blogger hasil karya seseorang yg mencoba2 berasumsi dengan pikirannya sendiri dan menggunakan GM LSY sebagai tamengnya, sungguh ironis.
Yang saya tangkap di sana, maksud dari tulisan Maha Guru Lian Sheng, adalah sebelum Buddha Sakyamuni mengajarkan Ajaran yang lain (yang pada saat ini menjadi Ajaran yang sangat ditekankan di Aliran selain Theravada), Buddha Sakyamuni terlebih dahulu mengajarkan Ajaran yang pada masa sekarang ini sangat ditekankan di Aliran Theravada, itulah maksud dari Pernyataan Sakyamuni Buddha terlebih dahulu membabarkan Theravada
__________________
Never troubles trouble until troubles trouble you
Reply With Quote
  #10 (permalink)  
Old 06-07-09, 00:59
co_ols's Avatar
co_ols pergi mengikuti angin
Penyebar Dharma
 
Join Date: May 2009
Location: JAPAN ( JAkarta PANas )
Posts: 1,761
Blog Entries: 1
co_ols is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to co_ols
Default

Quote:
Originally Posted by Sitatapatra View Post
Yang saya tangkap di sana, maksud dari tulisan Maha Guru Lian Sheng, adalah sebelum Buddha Sakyamuni mengajarkan Ajaran yang lain (yang pada saat ini menjadi Ajaran yang sangat ditekankan di Aliran selain Theravada), Buddha Sakyamuni terlebih dahulu mengajarkan Ajaran yang pada masa sekarang ini sangat ditekankan di Aliran Theravada, itulah maksud dari Pernyataan Sakyamuni Buddha terlebih dahulu membabarkan Theravada
Tapi dari yg saya tahu sejarahnya tidak seperti itu, selama 45 tahun Sang Buddha hanya mengajar kepada 500 orang arahat, dan dari 500 arahat itu hanya YA Ananda yg paling lama dan paling setia mengikuti sang Buddha. Dan YA Ananda pula yg dipercaya semua arahat untuk mengulangi semua ajaran2 Sang Buddha sehingga ia dijuluki Bendahara Dhamma. Jadi ajaran lain yg mana yg dimaksudkan?

Tapi kalau menurut versi Mahayana sepertinya memang tidak mengacu pada sejarah itu, dalam Mahayana hanya ada 18 arahat tapi sayang saya tidak pernah mengetahui sejarahnya, apakah ada yg tahu sejarahnya?
__________________
http://www.tamandharma.com
Reply With Quote
  #11 (permalink)  
Old 06-07-09, 11:05
Sitatapatra Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Super Moderator
 
Join Date: Jan 2008
Posts: 844
Sitatapatra is on a distinguished road
Post

Ajaran lain yang saya maksud adalah Ajaran yang pada saat ini tidak menjadi hal yang sangat ditekankan pada Ajaran Theravada. Sebagai contoh Dukha, Sunya, dan Anitya, merupakan hal yang sangat ditekankan (menjadi pokok) di Aliran Theravada, sedangakan di Aliran Mahayana Dana, Ksanti, Virya, Sila, Samadhi, dan Prajna adalah hal yg sangat ditekankan. Dan seperti yang kita lihat pada saat ini Ajaran Mahayana sebenar nya lebih mendalam dari Ajaran Theravada, maksud dari pernyataan itu adalah Buddha Sakyamuni pertama kali terlebih dahulu mengajarkan Ajaran yang lebih bersifat dasar (yang sekarang ini menjadi pokok dari Ajaran Theravada) setalah itu baru mengajarkan Ajaran yang lebih Mendalam (misalnya Ajaran yang pada saat ini menjadi pokok dari Ajaran Mahayana). Bila kita pikirkan secara logika saja tidak mungkin Buddha Sakyamuni mengajarkan Murid nya (500 Arahat) secara sembarangan dan acak - acakan, dalam mengajarkan Dharma Buddha Sakyamuni pasti mengAjarkan terlebih dahulu yang paling dasar, kemudian baru Ajaran yang lebih mendalam karena bila tidak memiliki pemahaman pada hal yang dasar tentunya akan lebih sulit untuk memahami hal yang mendalam.

Yang saya tahu 18 Arahat itu adalah Arahat setelah jaman Buddha Sakyamuni, sebenar nya Arahat itu bersal dari India dan jumlah nya adalah 16 Arahat, sampai di tanya ditambah lagi 2 Arahat, oleh karena itu pada masa sekrang ini di Vihara Tradisi Mahayana yg berasal dari China sering terdapat Pratima dari Arahat dan jumlah nya adalah 18 bukan 16. Di banyak Vihara Mahayana di China, seperti di Ling Yin Se (Vihara Ling Yin) di Hang Zhou terdapat Pratima dari 500 Arahat, tetapi dari yang saya ketahui 500 Arahat yang ada di sana berbeda dengan 500 Arahat murid Buddha Sakyamuni. Pada 500 Arahat di sana 18 Arahat termasuk di dalam nya
__________________
Never troubles trouble until troubles trouble you

Last edited by Sitatapatra; 06-07-09 at 20:07.
Reply With Quote
  #12 (permalink)  
Old 06-07-09, 11:52
co_ols's Avatar
co_ols pergi mengikuti angin
Penyebar Dharma
 
Join Date: May 2009
Location: JAPAN ( JAkarta PANas )
Posts: 1,761
Blog Entries: 1
co_ols is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to co_ols
Default

trims untuk infonya


tapi yg ini masih mengganjal saya:
Quote:
Originally Posted by Sitatapatra View Post
Yang saya tahu 500 Arahat itu adalah Arahat setelah jaman Buddha Sakyamuni, sebenar nya Arahat itu bersal dari India dan jumlah nya adalah 16 Arahat, sampai di tanya ditambah lagi 2 Arahat, oleh karena itu pada masa sekrang ini di Vihara Tradisi Mahayana yg berasal dari China sering terdapat Pratima dari Arahat dan jumlah nya adalah 18 bukan 16. Di banyak Vihara Mahayana di China, seperti di Ling Yin Se (Vihara Ling Yin) di Hang Zhou terdapat Pratima dari 500 Arahat, tetapi dari yang saya ketahui 500 Arahat yang ada di sana berbeda dengan 500 Arahat murid Buddha Sakyamuni. Pada 500 Arahat di sana 18 Arahat termasuk di dalam nya
yg saya tahu Sang Buddha tidak pernah mengajar sampai ke luar India, dan 500 arahat itu saya ketahui dari kisah2 Sang Buddha terutama yang terdapat dalam kisah2 Dhammapada dan tentunya kisah2 yg sedemikian banyaknya tsb tentunya bukan cuma karangan belaka kan?.
Lalu kalau dalam Mahayana saya harus menggunakan apa untuk mengetahui bahwa Arahat pada jaman Sang Buddha hanya ada 16 orang, koq sedikit sekali yah? bukankah itu berarti sama dengan mengganggap mencapai Arahat itu sesuatu yg sangat2 sukar untuk dicapai sehingga akhirnya aliran Mahayana mencari jalan Bodhisatva sesuatu yg lebih mudah daripada mencari jalan Arahat.

Mohon bimbingannya.
__________________
http://www.tamandharma.com
Reply With Quote
  #13 (permalink)  
Old 06-07-09, 20:24
Sitatapatra Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Super Moderator
 
Join Date: Jan 2008
Posts: 844
Sitatapatra is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by co_ols View Post
trims untuk infonya


tapi yg ini masih mengganjal saya:


yg saya tahu Sang Buddha tidak pernah mengajar sampai ke luar India, dan 500 arahat itu saya ketahui dari kisah2 Sang Buddha terutama yang terdapat dalam kisah2 Dhammapada dan tentunya kisah2 yg sedemikian banyaknya tsb tentunya bukan cuma karangan belaka kan?.
Lalu kalau dalam Mahayana saya harus menggunakan apa untuk mengetahui bahwa Arahat pada jaman Sang Buddha hanya ada 16 orang, koq sedikit sekali yah? bukankah itu berarti sama dengan mengganggap mencapai Arahat itu sesuatu yg sangat2 sukar untuk dicapai sehingga akhirnya aliran Mahayana mencari jalan Bodhisatva sesuatu yg lebih mudah daripada mencari jalan Arahat.

Mohon bimbingannya.
Maaf di penjelasan saya mengenai Arahat yang sebelum nya ada kesalahan, di sana pada kalimat pertama seharusnya bukan 500 Arahat, tetapi 18 Arahat, saya kurang fokus sewaktu menulis nya saya bermaksud menulis 18 Arahat, tetapi salah tulis menjadi 500 Arahat. Sekali lagi saya minta maaf kalo hal ini membuat anda bingung

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya setahu saya baik 500 Arahat maupun 18 Arahat yang biasa terdapat Pratima nya di Vihara Tradisi Mahayana bukanlah Arahat pada masa Buddha Sakyamuni. Tidak pernah ada anggapan bahwa Arahat pada masa Buddha Sakyamuni itu hanya berjumlah 16 Arahat, semua yang saya jelaskan itu adalah Arahat setelah masa Buddha Sakyamuni dan berbeda dengan 500 Arahat yang ada pada kisah - kisah Buddha Sakyamuni, itu sudah saya tuliskan di penjelasan saya. Setahu saya Arahat - Arahat yang biasa Pratima nya terdapat di Vihara Tradisi Mahayana itu tidak dikenal di dalam Theravada

Mengenai pertanyaan anda yang terakhir tentu nya tidak seperti itu karena Jalan Bodhisatva (Ajaran Mahayana / Ajaran yang pada saat ini menjadi pokok Ajaran Mahayana) adalah Ajaran yang lebih mendalam dari Ajaran Theravada (Ajaran yang pada saat ini menjadi pokok pada Aliran Theravada)
__________________
Never troubles trouble until troubles trouble you

Last edited by Sitatapatra; 06-07-09 at 20:33.
Reply With Quote
  #14 (permalink)  
Old 06-07-09, 22:46
co_ols's Avatar
co_ols pergi mengikuti angin
Penyebar Dharma
 
Join Date: May 2009
Location: JAPAN ( JAkarta PANas )
Posts: 1,761
Blog Entries: 1
co_ols is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to co_ols
Default

Quote:
Originally Posted by Sitatapatra View Post
Setahu saya Arahat - Arahat yang biasa Pratima nya terdapat di Vihara Tradisi Mahayana itu tidak dikenal di dalam Theravada
ya karena itulah saya penasaran dan ingin tau sejarah ke 18 arahat tsb kalau memang 18 arahat itu adalah setelah jaman Sang Buddha, tapi sayangnya hingga saat ini saya tidak mendapatkan informasi apapun mengenai 18 arahat tsb.

Quote:
Originally Posted by Sitatapatra View Post
Mengenai pertanyaan anda yang terakhir tentu nya tidak seperti itu karena Jalan Bodhisatva (Ajaran Mahayana / Ajaran yang pada saat ini menjadi pokok Ajaran Mahayana) adalah Ajaran yang lebih mendalam dari Ajaran Theravada (Ajaran yang pada saat ini menjadi pokok pada Aliran Theravada)
Nah inilah yg menurut saya mebingungkan, disatu sisi Ajaran Mahayana menganggap Jalan Bodhisatva lebih mendalam dibanding jalan Arahat lalu mengapa yg tercerahkan adalah 18 arahat mengapa bukan 18 bodhisatva?

mengapa tidak ada satupun yg berhasil menjadi Bodhisatva. Karna kita tahu semua Bodhisatva yang kita puja adalah Bodhisatva yg berasal dari masa sebelum Sang Buddha, sedangkan setelah masa Sang Buddha adakah yg berhasil menjadi Bodhisatva?

Apakah Lu Sheng Yen adalah Bodhisatva?
tapi kalau LSY adalah bodhisatva mengapa aliran Mahayana tidak mengenalinya sebagai Bodhisatva?

maaf pertanyaan saya mungkin aneh, tapi saya rasa tidak sedikit orang yg ingin tahu juga mengenai hal ini. besar harapan ada yg bisa memberi penjelasan. thx
__________________
http://www.tamandharma.com
Reply With Quote
  #15 (permalink)  
Old 07-07-09, 00:26
Sitatapatra Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Super Moderator
 
Join Date: Jan 2008
Posts: 844
Sitatapatra is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by co_ols View Post
ya karena itulah saya penasaran dan ingin tau sejarah ke 18 arahat tsb kalau memang 18 arahat itu adalah setelah jaman Sang Buddha, tapi sayangnya hingga saat ini saya tidak mendapatkan informasi apapun mengenai 18 arahat tsb.


Nah inilah yg menurut saya mebingungkan, disatu sisi Ajaran Mahayana menganggap Jalan Bodhisatva lebih mendalam dibanding jalan Arahat lalu mengapa yg tercerahkan adalah 18 arahat mengapa bukan 18 bodhisatva?

mengapa tidak ada satupun yg berhasil menjadi Bodhisatva. Karna kita tahu semua Bodhisatva yang kita puja adalah Bodhisatva yg berasal dari masa sebelum Sang Buddha, sedangkan setelah masa Sang Buddha adakah yg berhasil menjadi Bodhisatva?

Apakah Lu Sheng Yen adalah Bodhisatva?
tapi kalau LSY adalah bodhisatva mengapa aliran Mahayana tidak mengenalinya sebagai Bodhisatva?

maaf pertanyaan saya mungkin aneh, tapi saya rasa tidak sedikit orang yg ingin tahu juga mengenai hal ini. besar harapan ada yg bisa memberi penjelasan. thx
Lebih mendalam karena Jalan Bodhisatva adalah kendaraan Besar (Mahayana) tentu nya lebih mendalam dari kendaraan kecil (Hinayana). Orang yang melatih diri dengan menapaki Jalan Bodhisatva bukan berarti bahwa tingkatan yang dicapai pastilah tingkat Bodhisatva, bisa saja orang itu belum merealisasikan tingkat Bodhisatva, tetapi merealisasikan tingkat Arahat. Walaupun tidak terdapat Pratima nya atau tidak dipuja di vihara Mahayana bisa saja ada orang yang sudah menjadi Bodhisatva tetapi tidak diketahui dan tidak dipuja di vihara, tidak dipuja dan tidak ada Pratima nya di vihara bukan berarti tidak ada

Bagi saya Maha Guru Lian Sheng adalah Buddha, karena Maha Guru Lian Sheng sudah merealisasikan Ke Buddha an, tetapi hal ini bukan berarti Maha Guru Lian Sheng adalah Samyak Sambuddha seperti Buddha Sakyamuni, walaupun Maha Guru Lian Sheng sudah mencerahi Pencerahan seperti yang dicerahi oleh Buddha Sakyamuni (mencapai Samyak Samboddhi) tetapi bukan berarti Maha Guru Lian Sheng adalah Samyak Sambuddha seperti Buddha Sakyamuni, oleh karena itu Buddha Sakyamuni tidak meramalkan kelahiran Maha Guru Lian Sheng, dan yang diramalkan Buddha Sakyamuni adalah kelahiran Maitreya, karena yang diramalkan oleh Buddha Sakyamuni bukanlah kelahiran Orang yang mencapai Samyak Samboddhi, tetapi yang diramalkan Buddha Sakyamuni adalah kelahiran Samyak Sambuddha, seperti kita ketahui setelah masa Buddha Sakyamuni Samyak Sambuddha nya adalah Maitreya, oleh karena itu kelahiran Maitreya lah yang diramalkan Buddha Sakyamuni

Di Tradisi Mahayana memang tidak ada menghormati (memuja) orang yang masih memiliki tubuh manusia, walaupun sudah mencapai Tingkat Kesucian Yang Sangat Tinggi sekalipun. Menghormati Guru dengan meletakkan Foto nya di Altar itu hanya ada di Tradisi Tantrayana, di Aliran Tantrayana Guru adalah Buddha, dan semua Murid Tantrayana diharuskan untuk Menghormati Guru nya dan hal ini berlaku di semua Aliran Tantra dan harus dilaksanakan oleh semua murid Tantra
__________________
Never troubles trouble until troubles trouble you
Reply With Quote
  #16 (permalink)  
Old 07-07-09, 01:06
co_ols's Avatar
co_ols pergi mengikuti angin
Penyebar Dharma
 
Join Date: May 2009
Location: JAPAN ( JAkarta PANas )
Posts: 1,761
Blog Entries: 1
co_ols is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to co_ols
Default

Quote:
Originally Posted by Sitatapatra View Post
Lebih mendalam karena Jalan Bodhisatva adalah kendaraan Besar (Mahayana) tentu nya lebih mendalam dari kendaraan kecil (Hinayana). Orang yang melatih diri dengan menapaki Jalan Bodhisatva bukan berarti bahwa tingkatan yang dicapai pastilah tingkat Bodhisatva, bisa saja orang itu belum merealisasikan tingkat Bodhisatva, tetapi merealisasikan tingkat Arahat. Walaupun tidak terdapat Pratima nya atau tidak dipuja di vihara Mahayana bisa saja ada orang yang sudah menjadi Bodhisatva tetapi tidak diketahui dan tidak dipuja di vihara, tidak dipuja dan tidak ada Pratima nya di vihara bukan berarti tidak ada

Bagi saya Maha Guru Lian Sheng adalah Buddha, karena Maha Guru Lian Sheng sudah merealisasikan Ke Buddha an, tetapi hal ini bukan berarti Maha Guru Lian Sheng adalah Samyak Sambuddha seperti Buddha Sakyamuni, walaupun Maha Guru Lian Sheng sudah mencerahi Pencerahan seperti yang dicerahi oleh Buddha Sakyamuni (mencapai Samyak Samboddhi) tetapi bukan berarti Maha Guru Lian Sheng adalah Samyak Sambuddha seperti Buddha Sakyamuni, oleh karena itu Buddha Sakyamuni tidak meramalkan kelahiran Maha Guru Lian Sheng, dan yang diramalkan Buddha Sakyamuni adalah kelahiran Maitreya, karena yang diramalkan oleh Buddha Sakyamuni bukanlah kelahiran Orang yang mencapai Samyak Samboddhi, tetapi yang diramalkan Buddha Sakyamuni adalah kelahiran Samyak Sambuddha, seperti kita ketahui setelah masa Buddha Sakyamuni Samyak Sambuddha nya adalah Maitreya, oleh karena itu kelahiran Maitreya lah yang diramalkan Buddha Sakyamuni

Di Tradisi Mahayana memang tidak ada menghormati (memuja) orang yang masih memiliki tubuh manusia, walaupun sudah mencapai Tingkat Kesucian Yang Sangat Tinggi sekalipun. Menghormati Guru dengan meletakkan Foto nya di Altar itu hanya ada di Tradisi Tantrayana, di Aliran Tantrayana Guru adalah Buddha, dan semua Murid Tantrayana diharuskan untuk Menghormati Guru nya dan hal ini berlaku di semua Aliran Tantra dan harus dilaksanakan oleh semua murid Tantra

kalau boleh jujur, sebetulnya saya masih belum puas terhadap jawaban2 tsb (terutama yg saya bold) karena menurut saya jawaban2 itu masih mengambang. Tapi biar bagaimanapun saya ucapkan banyak terimakasih atas atensinya menjawab pertanyaan2 saya.

salam dalam dharma
Namo Budhaya
__________________
http://www.tamandharma.com
Reply With Quote
  #17 (permalink)  
Old 07-07-09, 02:02
Sitatapatra Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Super Moderator
 
Join Date: Jan 2008
Posts: 844
Sitatapatra is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by co_ols View Post
kalau boleh jujur, sebetulnya saya masih belum puas terhadap jawaban2 tsb (terutama yg saya bold) karena menurut saya jawaban2 itu masih mengambang. Tapi biar bagaimanapun saya ucapkan banyak terimakasih atas atensinya menjawab pertanyaan2 saya.

salam dalam dharma
Namo Budhaya
Mengenai Penjelasan pada paragraf pertama, seperti yang kita ketahui Tingkat Bodhisatva adalah Tingkat yang lebih tinggi dari Arahat, dan Orang yang menapaki Jalan Bodhisatva belum tentu bisa mencapai tingkat Bodhisatva, bisa saja orang melatih jalan Bodhisatva tetapi belum berhasil mencapai tingkat Bodhisatva dan tingkat yang dicapai nya masih Arahat.
Walaupun anda tidak melihat ada Bodhisatva baru (orang yang merealisasikan tingkat Bodhisatva kemudian sudah meninggal) dipuja di vihara Mahayana, walaupun kita belum pernah melihat hal ini bukan berarti tidak ada orang yang berhasil mencapai Tingkat Bodhisatva, mungkin saja sudah ada yang mencapai nya tetapi tidak kita ketahui

Pada paragraf kedua saya menyatakan Maha Guru Lian Sheng sudah mencapai Pencerahan seperti yang dicerahi Buddha Sakyamuni, maksud saya adalah menjelaskan kepada anda walupun Buddha Hidup Lian Sheng sudah mencapai Samyak Samboddhi, tetapi bukan Sakyamuni bukanlah Samyak Sambuddha, pada saat ini Samyak Sambuddha tetaplah Buddha Sakyamuni dan Maha Guru Lian Sheng bukanlah Samyak Sambuddha

Maksud saya di Aliran Mahayana walaupun ada seorang Guru yang masih memiliki tubuh manusia, tetapi sudah mencapai Tingkat Kesucian Yang Tinggi tetap saja tidak dihormati (dipuja) seperti Para Buddha dan Bodhisatva yang Pratima nya diletakkan di Altar, tetapi kalo di Tradisi Tantrayana Guru sangat dihormati dan menghormati Guru dengan meletakkan Foto (Gambar Rupang nya) di Altar dan dihormati seperti menghormati Para Buddha dan Bodhisatva itu hanya ada di Tradisi Tantra, di Aliran Mahayana tidak ada hal seperti ini
__________________
Never troubles trouble until troubles trouble you
Reply With Quote
  #18 (permalink)  
Old 07-07-09, 03:45
co_ols's Avatar
co_ols pergi mengikuti angin
Penyebar Dharma
 
Join Date: May 2009
Location: JAPAN ( JAkarta PANas )
Posts: 1,761
Blog Entries: 1
co_ols is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to co_ols
Default

makasih bro atas penjelasannya tapi itu kan sama saja dengan penjelasan yg sebelumnya, sedangkan yg saya mau ketahui penjelasan2 anda itu terdapat dalam sutra apa?

mungkin perlu sedikit saya kasih masukkan kalau tidak keberatan,
Quote:
Originally Posted by Sitatapatra View Post
Mengenai Penjelasan pada paragraf pertama, seperti yang kita ketahui Tingkat Bodhisatva adalah Tingkat yang lebih tinggi dari Arahat, dan Orang yang menapaki Jalan Bodhisatva belum tentu bisa mencapai tingkat Bodhisatva, bisa saja orang melatih jalan Bodhisatva tetapi belum berhasil mencapai tingkat Bodhisatva dan tingkat yang dicapai nya masih Arahat.
itu kan versi mahayana, dari yg saya ketahui menurut versi theravada justru kebalikannya. Bodhisatva itu belum arahat, arahat itu takkan terlahir lagi dan setelah meninggal langsung merealisasi Nibbana, sedangkan Bodhisatva belum bisa merealisasi Nibbana, untuk merealisasi Nibana Bodhisatva harus menjadi Buddha dan untuk merealisasi tujuan tersebut Bodhisatva harus terlahir ke alam Manusia.


Quote:
Originally Posted by Sitatapatra View Post
Walaupun anda tidak melihat ada Bodhisatva baru (orang yang merealisasikan tingkat Bodhisatva kemudian sudah meninggal) dipuja di vihara Mahayana, walaupun kita belum pernah melihat hal ini bukan berarti tidak ada orang yang berhasil mencapai Tingkat Bodhisatva, mungkin saja sudah ada yang mencapai nya tetapi tidak kita ketahui

Pada paragraf kedua saya menyatakan Maha Guru Lian Sheng sudah mencapai Pencerahan seperti yang dicerahi Buddha Sakyamuni, maksud saya adalah menjelaskan kepada anda walupun Buddha Hidup Lian Sheng sudah mencapai Samyak Samboddhi, tetapi bukan Sakyamuni bukanlah Samyak Sambuddha, pada saat ini Samyak Sambuddha tetaplah Buddha Sakyamuni dan Maha Guru Lian Sheng bukanlah Samyak Sambuddha
Buddha dan Bodhisatva yg mengajarkan pengetahuannya kepada seluruh umat manusia takan menyembunyikan identitasnya, baik Buddha maupun Bodhisatva akan mengungkapkan kebenaran demikian pula kebenaran identitas dirinya, dalam hal guru LSY saya belum menemukan tulisan guru LSY yang mengatakan dirinya adalah Buddha, tapi kalau memang pernah ada, mohon kesediaannya untuk di beritahukan ke saya paling tidak sumber beritanya. thx
__________________
http://www.tamandharma.com
Reply With Quote
  #19 (permalink)  
Old 07-07-09, 13:30
Sitatapatra Ganti Statusnya Donk, CLICK di "Edit"
Super Moderator
 
Join Date: Jan 2008
Posts: 844
Sitatapatra is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by co_ols View Post
makasih bro atas penjelasannya tapi itu kan sama saja dengan penjelasan yg sebelumnya, sedangkan yg saya mau ketahui penjelasan2 anda itu terdapat dalam sutra apa?

mungkin perlu sedikit saya kasih masukkan kalau tidak keberatan,

itu kan versi mahayana, dari yg saya ketahui menurut versi theravada justru kebalikannya. Bodhisatva itu belum arahat, arahat itu takkan terlahir lagi dan setelah meninggal langsung merealisasi Nibbana, sedangkan Bodhisatva belum bisa merealisasi Nibbana, untuk merealisasi Nibana Bodhisatva harus menjadi Buddha dan untuk merealisasi tujuan tersebut Bodhisatva harus terlahir ke alam Manusia.



Buddha dan Bodhisatva yg mengajarkan pengetahuannya kepada seluruh umat manusia takan menyembunyikan identitasnya, baik Buddha maupun Bodhisatva akan mengungkapkan kebenaran demikian pula kebenaran identitas dirinya, dalam hal guru LSY saya belum menemukan tulisan guru LSY yang mengatakan dirinya adalah Buddha, tapi kalau memang pernah ada, mohon kesediaannya untuk di beritahukan ke saya paling tidak sumber beritanya. thx
Mengenai yang pertama, untuk hal ini anda tidak bisa menggunakan sudut Pandang Theravada, untuk membahas mengenai Ajarana Mahayana anda harus mencoba melihat darisudut pandang Mahayana, baru bisa nyambung dan bisa anda pahami dalam belajar segala sesuatu lihatlah sudut pandang yang sepaham dengan sesuatu itu baru anda bisa mempelajari nya, jangan melihat dari sudut pandang yg bertentangan karena, bila anda terus melihat suatu masalah dari sudut pandang yang bertentangan dengan hal itu anda tidak akan dapat memahami hal itu secara keseluruhan
__________________
Never troubles trouble until troubles trouble you
Reply With Quote
  #20 (permalink)  
Old 07-07-09, 14:06
sekha's Avatar
sekha is learning
Penyebar Dharma
 
Join Date: Jan 2009
Posts: 1,374
Blog Entries: 5
sekha is on a distinguished road
Default

Buddha Sakyamuni mengatakan adalah tidak tepat disebut terlahir kembali, dan tidak tepat disebut tidak terlahir kembali.

Mereka yang telah bebas, jejaknya bagai burung2 di udara. Adalah sungguh tidak tepat kita mengatakan bahwa Seorang Buddha, Arahat, Bodhisatva adalah TIDAK TERLAHIR LAGI.
__________________
~Sebagian orang hanya bisa menunjuk kepada orang lain, tidak pernah menunjuk kepada dirinya sendiri~

Mau Kuliah Di Binus University?? Cari info tentang pendaftaran mahasiswa baru, beasiswa dan jurusan? Pengen beli formulir, tapi mau dikirim ke rumah?
Click disini untuk keterangan lebih lanjut!


"May All Beings Are Happy"


Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Tiga Hal Penting dalam Menyeberangkan Insan Sitatapatra True Buddha School 2 19-03-09 22:10
Namo Upayakausalyaparivartah Arya Dharmaparyaya Suttram sen Kumpulan Sutra & Vinaya Buddhist 4 30-08-08 10:44
Kebijaksanaan Buddha adalah Pandangan Benar, Hidup dengan Bahagia Sekarang Juga Acala True Buddha School 0 05-02-08 14:47
Kebijaksanaan Dhamma Kemenyan Books Review 2 15-07-07 15:01
Mata Kebijaksanaan..cakra Paling Mistikal hendri_Limz Topik Umum 0 13-04-06 12:22


All times are GMT +7. The time now is 08:12.


Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Wihara.com 2004-2010 All rights reserved