Betapa Berharganya Mantra - Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha
Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha  

Go Back   Wihara.com - Forum Diskusi Agama Buddha > Aliran-Aliran > True Buddha School


Nona/mas manis, join Wihara.com donk :D . Jangan jadi guest doank hehe :))
Reply
 
LinkBack Thread Tools Search this Thread Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 09-02-10, 00:02
sindi's Avatar
sindi baru lama
Siswa Senior Sang Buddha
 
Join Date: Aug 2009
Posts: 642
Blog Entries: 4
sindi is on a distinguished road
Default Betapa Berharganya Mantra

Berharganya Mantra
(oleh Maha Acarya Lian Shen)
buku Hum 1

Hari ini saya akan membahas tentang manfaat mantra.
Kita semua tahu bahwa kitab suci Budhisme dibagi menjadi Sutra, Vinaya, dan
Sastra. Sutra adalah koleksi ceramah dari Sakyamuni Budha. Vinaya adalah Sila (peraturan) yang harus ditaati sesuai kesepakatan yang dibuat di jaman Sakyamuni Budha. Sastra adalah komentar komentar tentang berbagai sutra oleh patriak patriak leluhur.
Semua koleksi ini disebut sebagai 12 Divisi dari Kitab Mahayana. Karena
koleksi ini tersedia dalam tulisan, sudah jelas bahwa ini merupakan tradisi Mahayana. Mantra tidak tercantum dalam koleksi ini karena mantra merupakan bagian dari tradisi Tantrayana.
Mantra ditemukan di akhir dari banyak sutra.
Sewaktu kita menyebut "Namo Guru Utama Sakyamuni Budha" atau "Namo
Amitabha Budha", kita sedang menyebut nama seorang Budha. Sewaktu kita menjapa "Om Ah Mi Te Wa Seh", kita sedang menjapa makna rahasia yang tersembunyi di hati seorang Budha. Sewaktu kita menjapa "Om Mani Padme Hum", kita sedang menjapa makna rahasia yang tersembunyi di hati seorang Bodhisattva.
Dua cara ini berbeda.
Yang pertama berfokus pada bentuk luar sedangkan yang
kedua berfokus pada bentuk dalam.
Itu sebabnya Patriak Tsongkapa dalam buku nya "Ulasan Umum Tentang Tahap Tahap Berlatih Tantrayana" menyatakan bahwa cara
menyebut nama seorang Budha adalah untuk memohon bentuk nya sedangkan
penjapaan mantra dapat mencapai benak dalam nya.

Karena pikiran kita tak terlihat, kita dapat menggunakan pikiran untuk
menyimpan banyak rahasia. Itu sebabnya, Tantrayana disebut sebagai "aliran rahasia" dalam bahasa Mandarin karena penjapaan mantra adalah bagian penting dari Tantrayana.
Karena mantra tidak terlihat dan penuh dengan rahasia, Tantrayana
menggunakan mantra sebagai alat untuk membabarkan Budhisme.
Ada banyak mantra. Hampir semua Budha, Bodhisattva, Dharmapala, dan dewa mempunyai mantra nya masing masing. Bila mantra mantra ini dikumpulkan, bisa sampai banyak buku. Bila ditambah lagi dengan penjelasan, maka kita telah mendapatkan harta mantra yang sangat bernilai.
Kalian sudah tahu bahwa aliran Tanah Suci (Sutrayana) percaya bahwa bila
orang menyebut nama Budha (khususnya Amitabha Budha) dengan pikiran yang terfokus, maka sewaktu ia meninggal dunia, Amitabha Budha akan muncul untuk menjemputnya ke tanah suci Nya. Para Guru Leluhur di masa lampau juga telah mengkonfirmasi bahwa pahala dari menyebut nama Budha sungguh besar sehingga dapat melenyapkan karma buruk yang tertumpuk semenjak masa lampau yang tak terhingga. Namun, para Tantrika berkeyakinan bahwa dengan menjapa mantra dengan pikiran terfokus, mereka akan dapat menggugah hati seorang Budha/Bodhisattva untuk menjemput mereka ke tanah suci pula. Hal ini lebih meyakinkan karena menyentuh hati secara langsung tentunya lebih akrab/intim dibandingkan penyebutan nama Buddha.
Pendek kata, kita bisa memperoleh keberhasilan rohani (kontak batin) lewat
penyebutan nama Budha maupun penjapaan mantra.
Perlu diingat bahwa kedua metode ini bukannya berdiri sendiri sendiri. Banyak
umat Budha dari aliran Sutrayana juga membaca mantra.
Misalnya, Biksu Senior Wu Ming menghabiskan seluruh hidupnya menjapa mantra Maha Karuna Dharani. Meskipun ia terkenal atas jasanya di aliran Sutrayana dan Zen, ia dikenal menjapa "10 Mantra Kecil" dan mantra "menglipat-gandakan makanan" dalam setiap acara sadhana pagi hari dan malam hari.
Meskipun kita bisa belajar banyak ritual dari aliran Sutrayana, bila menyangkut
ritual tertentu, kita harus mengandalkan kekuatan mantra.
Misalnya, sewaktu kita membaca sutra Kwan Im "Pu Men Ping"(sadharma pundarika), kita mengakhiri
nya dengan penjapaan mantra Maha Karuna Dharani. Dan, bila kita membaca sutra Kao Wang Kwan Se Im Cen Cing, kita mengakhirinya dengan membaca mantra 7 Budha pelenyap karma buruk.(lipo lipo thi chiu ho ciu ho ti tho lo niti niho loti pili niti moho cia ti ceng lin cia ti soha) Semua mantra ini adalah dalam bahasa Sansekerta. Tak ada mantra Cina.

Pendek kata, di jaman sekarang ini, kebanyakan umat Budha belajar Sutrayana
dengan Tantrayana atau Tantrayana dengan Sutrayana.
Adalah penting untuk menjaga supaya hubungan antara kedua tradisi ini tetap
berjalan harmonis. Asal anda tahu saja bahwa ritual Sutrayana yang terkenal sebagai Yu Jia Yian Kou sesungguhnya adalah Tantrayana.
Demikian untuk hari ini.
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Rahasia mantra dewa bumi Balthazor Topik Umum 74 09-02-10 14:25
Manfaat Mantra panjang Padmakumara. Acala True Buddha School 12 18-01-10 00:29
Mantra-Mantra dan Mantra Yoga Tentara dharma Topik Umum 0 02-08-09 00:00
macam 2 doa dalam mahayana Prajna Paramita Mahayana 5 28-04-08 08:36
Membahas Ganesha Devaraja kris Tantrayana 31 22-04-07 20:07


All times are GMT +7. The time now is 07:34.


Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Wihara.com 2004-2010 All rights reserved