Bingung ? Ke Jalan2.com Aja !
Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 28

Belajar ilmu kesaktian

di indonesia banyak sekali bertaburan perguruan bila itu adalah perguruan silat tidak msalah yang memperihatinkan

  1. #1
    sindi's Avatar
    sindi is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    1,564
    Thanks
    4
    Thanked 115 Times in 98 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default Belajar ilmu kesaktian

    Bosen ?? Ke Jalan2.com Aja Skrg !
    di indonesia banyak sekali bertaburan perguruan bila itu adalah perguruan silat tidak msalah yang memperihatinkan adalah yang menyangkut adanya kekuatan masalah gaib.... saya hanya membeberkan pengalaman dari yang pernah belajar terutama.

    pengalaman Mantan Reiki Waskita menurut kacamata islam :

    Sekilas Tentang Diri Saya
    Nama saya adalah Dr Ivan.A (nama samaran) seorang dokter yang lahir 33 tahun yang lalu, lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga muslim yang taat beragama. Sifat saya yang keras dan tempramental mendorong saya mempelajari berbagai aliran bela diri sejak memasuki masa remaja. Pada mulanya saya hanya menggeluti beladiri yang berbasis pada teknik dan olah fisik. Bagi saya latihan bela diri merupakan sarana untuk melepaskan dorongan agresifitas yang didasari oleh sifat tempramental saya, dan pada kenyataannya saya memang sering terlibat perkelahian. Menggeluti bela diri ternyata tidak membuat saya dapat mengontrol emosi dengan baik, sikap yang ramah dan bersahabat dapat berubah dengan tiba-tiba menjadi kasar bila saya merasa tertantang oleh sikap arogan yang ditunjukkan oleh orang lain. Kalau sudah terpancing emosi akan membuat saya lupa semua ajaran agama yang ditanamkan oleh orang tua dan guru agama saya.
    Pengalaman dikeroyok lebih dari tiga orang dan kekalahan dalam perkelahian melawan musuh yang memiliki postur tubuh lebih besar menyebabkan saya mulai mempelajari aliran beladiri yang berbasis pada tenaga dalam dan kesaktian. Saya pernah bergabung dalam beberapa perguruan diantaranya: GJ, MP, Al-H, dan BR, sulit bagi saya untuk mengingat berapa banyak tokoh yang saya anggap sakti yang saya datangi untuk mendapatkan berbagai tambahan ilmu kesaktian. Kehidupan seperti ini terus saya jalani sampai dibangku Fakultas Kedokteran. Pada semester empat saya mulai terlibat dalam aktivitas keagamaan di kampus dan semakin lama semakin intensif, hal ini membuat saya melupakan berbagai obsesi saya dalam ilmu beladiri, dan menyadari kekeliruan saya. Seiring dengan perubahan sikap dan cara hidup saya, berbagai kemampuan saya dibidang ilmu kedigjayaan pun hilang dengan sendirinya.
    Saya dan Reiki
    Saya lulus dari Fakultas Kedokteran dengan hasil yang sangat memuaskan dan diterima sebagai pegawai negeri saya. Sebagai seorang dokter yang baru lulus saya sudah merasakan dunia kedokteran yang sebenarnya, dan kesibukan menyebabkan saya tidak pernah lagi mengikuti pengajian.
    Ternyata mengobati pasien tidaklah sesederhana teori yang saya dapatkan di bangku kuliah. Sebagai dokter umum tentu saja kemampuan saya sangat terbatas, dan ini yang membuat saya melirik pengobatan alternative sebagai salah satu solusinya. Pilihan saya jatuh pada reiki, kebetulan ada seorang teman yang memiliki pengetahuan tentang reiki dan apa yang dijelaskannya cukup masuk akal.
    Saya mendapatkan attunement pertama pada tahun 1999, saya merasakan adanya sensasi hawa sejuk dan listrik yang lembut pada saat attunement ini. Beberapa orang master memberikan pujian kepada saya, karena saat melakukan meditasi saya memancarkan aura yang indah. Bagi saya meditasi bukanlah hal yang baru (pada saat mempelajari tenaga dalam saya sering melakukannya), namun kemampuan mereka melihat aura dan ketajaman intuisi membuat saya kagum kepada beberapa master reiki.
    Setelah attunement pertama seakan saya tidak bisa lepas dengan reiki, self healing dan meditasi hampir tak pernah terlewatkan setiap harinya. Seiring dengan itu kualitas dan kuantitas ibadah saya mulai menurun. Rupanya hal ini tidak lepas dari pengamatan isteri saya, dan beberapa kali dia mengingatkan namun tidak saya hiraukan. Bagi saya reiki dapat menjadi sarana ibadah. “Bukankah dengan membantu menyembuhkan orang lain dengan segala yang kita bisa berarti telah berbuat kebaikan yang besar “. Jawaban inilah yang sering saya kemukakan.
    Pada level ini saya sudah dapat menghilangkan serangan asma, rasa nyeri, dan sakit kepala dalam waktu yang singkat. Tanpa sadar berbagai kemampuan kedigjayaan yang sebelumnya telah saya campakkan mulai bermunculan, terutama ilmu getaran.
    Saya mendapatkan attumenent kedua empat bulan setelah attunement pertama, dan kemampuan penyembuhan saya semakin meningkat. Tidak cukup dalam lokakarya, saya juga berhubungan dengan para master reiki setiap ada kesempatan, dan biasanya saya mendapatkan tambahan ilmu baru, terutama dalam hal meditasi. Pada level ini saya sudah mampu melihat aura, dan dalam meditasi saya sering merasakan keluar dari tubuh saya sendiri dan dapat mengamati lingkungan sekitar. Saya juga mulai melakukan meditasi kundalini.
    Kerusakan akidah mulai terjadi, tiba-tiba saya memiliki pemahaman bahwa semua agama sama, “berasal dari satu Tuhan yang diterjemahkan dengan cara berbeda oleh masing-masing pemeluknya”. Pemahaman seperti ini muncul dengan begitu saja tanpa berproses, seakan-akan muncul dari hati kecil saya. Sholat saya sudah jauh dari khusyu, dalam sholat yang muncul justru bayangan para master dan guru spiritual. Pemahaman saya tentang Akidah Islam yang benar telah hilang total.
    Kalau sebelumnya saya mengalami kekacauan dalam kehidupan beragama karena ilmu kesaktian yang pada dasarnya memiliki kemampuan untuk mencelakakan lawan, pada masa-masa ini kekacauan itu muncul lagi dalam model yang berbeda yaitu motivasi untuk menyembuhkan. Bagi saya yang penting pasien sembuh, bahkan untuk pelayanan reiki saya tidak pernah menarik imbalan. Bagi saya cukup ucapan terima kasih dan kepuasan pasien. Saya merasa apa yang saya lakukan sudah benar.
    Saya terus meningkatkan kemampuan reiki saya, baik dengan attunemen maupun dengan meditasi dan self healing. Saya semakin tersesat, tidak hanya pada lapangan akidah, dalam aktivitas keseharian pun saya mulai menyimpang. Saya mulai menyukai sabung ayam, dan akhirnya saya memutuskan untuk membeli puluhan ayam aduan. Sebenarnya bukan aspek judi yang menarik bagi saya, tapi lebih kepada tontonan yang menghibur. Ayam-ayam aduan tersebut tersebut saya titipkan pada teman-teman agar tidak mengundang kecurigaan isteri saya. Setiap ada ayam yang terluka di arena aduan akan menjadi pasien saya. Disinilah saya mulai melakukan pengamatan efek energi reiki terhadap penyembuhan luka, dan saya akui ayam yang terluka akan cepat pulih bila mendapatkan energi reiki. Saya tidak merasa berdosa saat menyabung ayam karena pada saat itu muncul pemahaman baru. “Tuhan telah menciptakan setiap makhluknya dengan kodratnya masing-masing, ayam jantan memiliki kodrat selalu ingin berkelahi, jadi tidaklah menjadi persoalan bila kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan korat itu”. Kesimpulannya menyabung ayam bukanlah suatu kesalahan.
    Kehebatan Sihir Reiki yang Menyesatkan

    Dengan usaha yang serius saya berhasil membangkitkan inti kundalini sampai melewati cakra mahkota. Kemampuan penyembuhan dan pewaskitaan saya menjadi sangat meningkat dan saya telah memiliki guru spiritual yang tetap. Beberapa kejadian yang luar biasa pun terjadi, diantaranya:
    - Saya berhasil menyembuhkan penderita kanker paru yang mengalami komplikasi gagal ginjal, dengan penyaluran energi jarak jauh hanya dalam waktu 27 hari. Padahal vonis tidak ada harapan hidup telah dijatuhkan oleh para dokter ahli.
    - Pasien yang saya terapi di tempat praktek, mengeluarkan jarum dari beberapa bagian tubuhnya setelah berada di rumah.
    - Saya berhasil memecahkan teka-teki tentang suara ketukan di sebuah ruangan di rumah sakit, suara ketukan ini membuat beberapa orang teman saya ketakutan. Mengetahui adanya suara ketukan aneh tersebut mendorong saya melakukan meditasi agar terjadi transendensi antara jiwa saya dengan sumber ketukan. Ternyata ketukan berasal dari alam yang didominasi oleh warna abu-abu, untuk memasuki alam tersebut sangatlah sukar. Saya diserang oleh sekelompok orang berbadan pendek (tidak mirip dengan manusia) dengan bola-bola api. Akhirnya saya tahu sumber ketukan dari sebuah peti yang berisi jasad manusia. Saya tidak sempat melakukan tindakan apapun karena hujan bola api mengharuskan saya mengakhiri meditasi. Anehnya setelah itu tidak pernah ada lagi suara ketukan aneh.
    - Tiba-tiba saya mengetahui saudara sepupu saya yang bertugas sebagai guru di Masohi (Maluku) dianiaya oleh kelompok orang yang memusuhi Islam. Kejadian ini terjadi sebelum pecahnya kerusuhan di Ambon. Saya dapat meyakinkan kerabat saya dengan menunjukkan satu-satunya koran yang memuat berita tersebut, beberapa waktu kemudian.
    - Saya memiliki kesadaran aneh tentang adanya belahan diri saya di alam yang berbeda.
    Banyak lagi kejadian luar biasa yang saya alami, dan saya sama sekali tidak bisa membedakan antara karomah dan sihir. Saya menganggap semuanya adalah karunia Allah SWT.
    Semangat saya mendalami reiki mengundang pertanyaan dari beberapa orang dokter teman saya. Mereka menganggap saya terjebak dalam kehidupan mistik. Namun saya berhasil mementahkan anggapan mereka dengan mengemukaan alasan yang terkesan ilmiah dan rasional. Saya malah balik menasehati mereka agar jangan terjebak dengan segala sesuatu yang hanya dapat ditangkap oleh panca indera, dan menganjurkan mereka untuk mempertajam intuisi (indera keenam).
    Saya memiliki pemahaman tentang energi universal dan menjadi salah satu argumen saya. Dalam konsep energi universal tidak ada ruang dan massa yang tidak terisi oleh energi. Seluruh jagat raya ini tersusun atas energi, bahkan elektron penyusun atom pun tersusun atas energi. Materi adalah energi yang tersusun dengan kepadatan yang tetap. Setiap perubahan bentuk materi menjadi lebih sederhana menghasilkan energi. Energi dapat digunakan untuk apa saja. Manusia dapat memanfaatkan seluruh energi di jagat raya dengan melakukan proses resonansi jiwa dan tubuh, agar sesuai dengan medan elektromagnetik yang dikendaki. Bila energi yang memiliki frekwensi lebih tinggi dari sinar infra merah kita masukkan kedalam tubuh, maka akan mengaktivasi axis psikoneuroimunologi dalam tubuh yang menimbulkan kondisi optimal untuk pencegahan dan penyembuhan segala jenis penyakit. Celakanya saya mengatakan elemen utama dari energi universal itu adalah reiki (dalam hal ini saya menentang pendapat yang mengatakan reiki hanya berguna untuk proses penyembuhan).
    Argumen saya membuat beberapa dokter (termasuk isteri saya), tertarik mengikuti lokakarya reiki dan mendapatkan attunement. Astagfirullah !!. Pada saat attunement reiki isteri saya sempat protes kepada salah seorang master karena keberadaan beberapa hio di sudut ruangan, dan master tersebut menjawab hanya untuk mengharumkan ruangan. Sesampainya di rumah, isteri saya yang aktif di kegiatan pengajian sejak bangku kuliah mengajukan pertanyaan bertubi-tubi tentang hio tersebut, dan saya mengakui bahwa saya tidak punya pengetahuan tentang itu. Saya sendiri tidak punya keinginan untuk melakukan attunement terhadap orang lain, karena bagi saya mengkaji aspek meta-energi secara pribadi lebih menyenangkan, dan saya berprinsif tidak akan melakukan sesuatu yang belum sepenuhnya saya mengerti. Saya juga prihatin karena munculnya master-master attunement dadakan, yang hanya mengerti simbol-simbol reiki tanpa bisa memahami karakter energinya.
    Datangnya Petunjuk Allah SWT
    Kemenangan demi kemenangan ayam aduan saya membuat apa yang saya sembunyikan selama ini terbuka. Tiba-tiba tersiar khabar bahwa pemilik ayam aduan yang dianggap sangat hebat itu adalah saya, padahal saya tiddak pernah membawa ayam aduan ke arena sabung ayam, dan biasanya yang menyabung ayam-ayam aduan itu adalah teman saya. Kedua orang tua saya, isteri dan adik saya akhirnya mengetahui kalau setiap ada hari libur saya pergi ke arena sabung ayam, dan mereka ramai-ramai menasehati saya. Peringatan keras dari orang tua membuat saya meninggalkan arena sabung ayam dan fokus pada hobi saya yang lainnya yaitu mengamati fenomena kehebatan reiki.
    Laporan yang mengherankan datang dari seseorang yang diterapi reiki dan membuat saya bingung. Bagaimana mungkin seseorang yang mengalami patah dan retak tulang yang belum sempat direposisi (dikembalikan posisinya), dapat merasakan perbaikan hanya dalam satu malam. Energi yang disalurkan dari jarak jauh dan diprogram dengan metode standar, bekerja dengan sangat aneh. Kenapa pasien merasakan seakan ada energi yang menyusun kembali tulangnya yang patah ? Inilah pertanyaan yang mengusik saya. Walaupun reiki merupakan meta-energi, tetapi pada saat bekerja di dalam tubuh haruslah sesuai dengan kaidah-kaidah Fisiologis (kerja fungsional berbagai alat tubuh) dan Homeostasis (keseimbangan) yang alami. Bila satu bagian tubuh patah maka otot-otot di daerah tersebut akan memendek (kontraksi) dan hal ini tidak memungkinkan untuk terjadinya reposisi alami, harus melalui proses penarikan atau operasi. Pasien akhirnya sembuh dalam waktu sangat singkat tanpa operasi.
    Saya mulai mencurigai adanya oknum makhluk yang cerdas dan memiliki naluri layaknya manusia, yang terlibat dalam penyembuhan reiki. Berarti sudah dua kali saya tertipu oleh oknum ini, yang pertama ketika saya mempelajari berbagai ilmu kesaktian dan sekarang dalam kemasan penyembuhan. Saya mulai mencurigai keterlibatan bangsa jin dalam proses ini. Bangsa jin diciptakan dari api, dan mereka adalah makhluk gaib bagi manusia. Mulai saat itu saya mulai melakukan rekontruksi terhadap pemahaman saya.
    Konsep reiki dan jin muncul di benak saya. Saya memahami jin merupakan makhluk ruhaniah yang tersusun dari elektron-elektron hidup (bion), yang memiliki frekwensi getaran yang sangat tinggi dan memiliki daya tembus yang luar biasa, dan mampu mempengaruhi medan elektromagnetik otak manusia. Masuk akal kalau mereka terlibat dalam proses penyembuhan reiki. Pemahaman saya bahwa reiki murni energi alam, mulai goyah.
    Namun saya tidak berhenti pada kecurigaan, praktek reiki tetap saya jalankan. Saya kemudian terlibat diskusi panjang dan intensive dengan seorang ustadz pimpinan sebuah majlis taklim, beliau seorang sarjana dalam bidang ilmu syariah, master hukum dan berprofesi sebagai pengacara. Terhitung puluhan kali saya berdiskusi dengan beliau. Disamping itu saja juga berdiskusi dengan teman saya, seorang dokter yang aktif dalam kegiatan dakwah.
    Hasil diskusi membuat saya memahami akidah Ahlussunah Wal Jamaah yang sesuai dengan manhaj salaf, dan kualitas ibadah saya menjadi semakin baik (selama asyik dengan reiki saya beribadah hanya untuk menggugurkan kewajiban). Sampai suatu ketika saya mencoba untuk diruqyah, pada saat dibacakan ayat-ayat ruqyah saya merasakan adanya getaran listrik halus terutama pada titik diantara kedua mata (cakra ajna) dan merasa tidak nyaman.
    Saya kemudian menyadari bahwa paham wihdatul wujud (menganggap alam semesta merupakan perwujudan zat Tuhan), wihdatul adyan (menganggap semua agama sama), dan paham kodrat alami, yang mempengaruhi saya dan didapatkan dari guru spiritual, adalah paham yang ditanamkan oleh iblis. Guru spiritual saya tersebut ternyata termasuk golongan setan. Kuat dugaan saya bahwa praktisi reiki dan ilmu kesaktian yang yang beragama Islam dan memiliki guru spiritual dari alam arwah dan alam malaikat sebenarnya tertipu oleh setan. Guru spiritual tersebut bukanlah arwah yang berasal dari dimensi kedelapan, dan bukan pula malaikat yang berasal dari dimensi kesembilan. Sebenarnya mereka adalah setan dari golongan jin.
    Keruwetan pemahaman keberagamaan saya dan perasaan tidak nyaman saat diruqyah, membuat saya terus melakukan diskusi dan perenungan panjang. Akhirnya saya menarik kesimpulan bahwa penyaluran reiki yang saya lakukan selama ini tidak diridhoi Allah SWT. Saya juga melupakan konsep energi universal yang dalam penggunaannya yang banyak melibatkan unsur imajinasi, karena mustahil memahaminya secara utuh, ilmu manusia hanyalah setitik air bila dibandingkan samudera ilmu Allah SWT yang tidak bertepi, yang dilakukan manusia selama ini hanyalah meraba-raba dalam kegelapan, dan dalam kondisi ini setan dengan mudah menyesatkan manusia. Saya pun mengembalikan persoalan ini kedalam hal-hal ghoib yang hanya diketahui oleh Allah SWT dan harus dipahami sesuai dengan syariat Islam. Sedangkan apa yang disebut denga reiki, bioenergi atau ssejenisnya, yang didapatkan dengan cara-cara yang tidak Islami semua berasal dari alam jin.
    Dalam proses ruqyah kedua saya merasakan benturan energi yang hebat pada bagian-bagian tubuh yang selama ini saya anggap sebagai tempat simpul dan jalur energi. Kepala saya tidak berhenti berputar sampai ruqyah selesai. Setelah ruqyah kedua ini kemampuan pewaskitaan saya hilang dan saya tidak pernah lagi menyalurkan reiki. Alhamdulillah berkat doa kedua orang tua, isteri, saudara dan orang-orang yang mencintai saya, Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepada saya.
    Dengan berdoa kepada Allah SWT, maka Dia akan menurunkan Hidayah,Izzah dan Maunahnya. Cukuplah Allah SWT sebagai penolong.
    Himbauan Saya Bagi Para Praktisi Reiki dan Bioenergi yang Beragama Islam
    Bagi praktisi reiki maupun praktisi bioenergi dan sejenisnya, lakukanlah kajian kritis terhadap apa yang anda lakukan. Mulailah mengukur apa yang anda lakukan, dan yang anda alami dengan standar syariat Islam. Mudah-mudahan anda mendapat hidayah dari Allah SWT.
    Praktisi reiki, bioenergi dan ilmu kesaktian hanya akan mendapatkan efek dari ruqyah syar’iyah berupa izzah dan maunah Allah SWT, bila sudah memahami konsep Akidah Ahlussunah Wal Jamaah dan manhaj salaf, dan dengan niat semata-mata untuk taat pada Allah SWT.

    source : metafisis.wordpress
    Last edited by sindi; 15-08-10 at 10:49.

  2. #2
    sindi's Avatar
    sindi is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    1,564
    Thanks
    4
    Thanked 115 Times in 98 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    PENGERTIAN, ALIRAN DAN KETERLIBATAN MAKHLUK HALUS DALAM REIKI
    Posted on Desember 5, 2009 by Perdana Akhmad S.Psi
    Pengertian Reiki
    Reiki berasal dari bahasa jepang.Reiki adalah gabungan dari kata Rei yang berarti alam semesta dan Ki berarti energi. Dengan kata lain Reiki adalah energi alam semesta atau biasa disebut para praktisi Reiki sebagai Energi Ilahi dan mempunyai tingkat getaran yang sangat tinggi juga energinya sangat halus dibanding energi Prana atau energi tenaga dalam lainnya. Orang yang pertama kali menemukan Reiki adalah seorang pendeta Budha yang bernama Dr.Mikao Usui setelah bermeditasi selama 21 hari di gunung Kurama. Ada juga sumber yang mengatakan Reiki sebetulnya sudah dipergunakan para Pendeta Tibet jauh sebelum Master Mikao Usui menemukan Reiki.
    Sebenarnya REIKI adalah salah satu bentuk ‘Penyembuhan Alternatif’ yang dilandasi Gerakan Zaman Baru (New Age) dan menekankan metoda ‘sentuhan’ (therapeutic touch). Perbedaan dengan cara penyembuhan alternatif ‘New Age’ lainnya adalah:
    Pertama, Dalam hal metodanya, Tai-Chi & Yoga menggunakan latihan gerak-nafas-meditasi, Chi-Kung menggunakan latihan nafas-meditasi, Akupunktur menggunakan tusukan jarum, dan Pijat refleksi menggunakan pijatan, maka REIKI menggunakan sentuhan, bukan saja untuk diri sendiri tetapi juga untuk kesembuhan orang lain.
    Kedua, dalam hal falsafahnya, penyembuhan laternatif lainnya mendasarkan dirinya pada mistik sedangkan REIKI mendasarkan diri dengan mistik yang diberi ‘jubah agama’ (misalnya diiringi doa semua agama). Kesamaannya dengan cara penyembuhan alternatif ‘New Age’ lainnya adalah kekuatan penyembuhan itu diperoleh dari ‘Energi Kehidupan’ yang ada dalam diri manusia dan alam. Sekalipun berjubah agama, agama disini adalah agama ‘inklusif yang sinkretis’ yaitu menganggap ‘tuhan semua agama itu sama’ tetapi akhirnya ternyata bahwa tuhan yang dimaksudkan adalah ‘tuhan mistik & pantheis’. Dalam REIKI-tingkat dua yang menggunakan simbol-simbol mantera, simbol pertama berbunyi: ‘CHO KU REI’ (Saya mohon kehadiran Yang Maha Kuasa), dan simbol kedua yang berbunyi ‘SEI HE KI’ (‘Yang mempertemukan Tuhan dengan hambanya’ atau ‘Mengaktifkan Sumber yang ada di dalam diri kita’) menunjukkan penyatuan diri dengan kekuatan alam mistisisme/pantheisme.
    Ada yang menyebutkan (misalnya dalam REIKI) bahwa ‘energi kehidupan itu’ sama dengan kekuatan jiwa yang Tuhan karuniakan kepada manusia, bahkan ada yang menyebutkan bahwa kekuatan itu adalah kekuatan Tuhan yang ada di dalam diri kita.
    Jika seseorang ingin dapat mengalirkan energi Reiki maka ia harus di attunement yaitu pembukaan dan penyelarasan energi dengan membuka minimal Chakra Mahkota, Chakra Jantung, Chakra kedua telapak tangan dan jalur-jalur energinya dari kotoran-kotoran negatif atau karma-karma negatif terutama pada jalus sushumna yang berasal dari kehidupan sebelumnya.
    Pembukaan dan penyelarasan energi dikatakan oleh para master Reiki dapat dilakukan melalui meditasi atau dibantu seorang master Reiki dan dengan bantuan makhluk halus (para Malaikat, Ascended Master seperti Saint Germain, Budha, Dewi Kwan Im atau makhluk halus lain yang dipercayai sudah mempunyai tingkat spiritualitas yang tinggi[1] ) secara langsung atau jarak jauh kepada seseorang yang ingin mendapat kemampuan untuk menyalurkan Reiki atau energi-energi tertentu yang sejenis dengan Reiki.
    Siapa yang tidak kagum dengan kehebatan Reiki? Sudah banyak orang yang sembuh dari sakitnya setelah dialiri Reiki beberapa waktu. Seluruh penyakit fisik bisa diatasi dengan hanya meletakkan tangan dan dengan hanya niat mengalirkan Reiki maka proses penyembuhan terjadi, bahkan proses penyembuhan dapat dilakukan secara jarak jauh.
    Karena kehebatannya maka sudah banyak orang yang minta di attunement Reiki, dan sudah sangat banyak bermunculan berbagai macam aliran Reiki yang mengadakan lokakarya-lokakarya Reiki yang sudah sangat banyak menghasilkan orang yang sudah mencapai taraf master dan memiliki berbagai macam energi yang dapat memberikan attunement Reiki pada orang lain. Tidak itu saja Reiki juga dikatakan dapat mengatasi masalah-masalah psikis seperti stres, depresi bahkan dapat melindungi seseorang dari hal-hal yang negatif dan juga Reiki dikatakan dapat digunakan untuk mengusir makhluk halus yang mengganggu manusia.
    Reiki juga menjanjikan kita untuk mendapatkan peningkatan spiritualitas, lebih mendekatkan diri kita pada Tuhan. Dalam agama-agama lain dikatakan Reiki dapat membangkitkan kundalini sebagai jalan pintas untuk dapat memutuskan lingkaran reinkarnasi secara cepat, mendapat kemampuan-kemampuan psikis seperti dapat melihat makhluk halus, meraga sukma, melihat masa lalu dan masa depan juga kemampuan-kemampuan ajaib lainnya.
    Reiki juga banyak dipromosikan tidak mempunyai pantangan dan dapat dimiliki oleh siapa saja dalam semua agama maka dengan semua kehebatannya sangat mengundang khalayak ramai untuk memiliki kemampuan Reiki terutama umat Islam yang merupakan mayoritas di Indonesia ini.
    Aliran Dalam Reiki
    Dibawah ini akan saya jelaskan juga sejarah munculnya aliran-aliran Reiki di Dunia dengan keterlibatan makhluk halus didalamnya [2]:
    a. Usui Reiki
    Ketika Dr.Mikao Usui bermeditasi selama 21 hari digunung Kurama ia tiba-tiba melihat banyak suatu bentuk cahaya yang mengitari dan masuk kedalam tubuhnya namun ia tidak mengatahui cahaya apa itu,namun ketika ia sakit perut karena telah berpuasa selama 21 hari ia memegang tangannya maka tiba-tiba tangannya panas dan merasakan ada yang mengalir dan sakit perutnya mereda juga pada saat ia berjalan dan kesandung batu hingga kakinya berdarah maka ia memegang kakinya dan penyembuhan terjadi.Dr.Mikao Usui juga sempat menyembuhkan seorang nyonya pemilik rumah makan yang sakit gigi. Hingga ia akhirnya sadar bahwa ia mendapat suatu kekuatan dalam penyambuhan dan akhirnya diajarkan pada murid-muridnya dan terbentuk aliran Reiki yang bernama Reiki Usui.
    Dr.Mikao Usui sang penemu Reiki Usui

    b. Seichem Reiki
    Reiki aliran Seichem dibawa oleh seorang Swedia bernama Patrick Zeigler ke Amerika di Khartum, sebelumnya Patrick mendapatkan inisiasi dari seorang Sufi ternama Osman Brahani. Patrick banyak membaca buku tentang Seichem dari buku-buku kuno. Bahkan di sekolah arsiteknyapun ia sudah tertarik dengan kebesaran bangunan Piramid. Ketika bekerja sebagai sukarelawan Pasukan perdamaian PBB 1978 di Yemen, dengan kemampuannya berbahasa Arab, ia banyak menekuni Qur’an disamping Alkitab. Ada cerita spiritual yang tersembunyi dibalik kitab-kitab tersebut. Ia berusaha mencari jawaban cerita yang terkandung dalam kitab suci kepada beberapa Sufi, tetapi nampaknya di Yemen ia belum berjodoh menemukan seorang gurupun. Arti harafiah Sufi adalah orang berbaju kulit domba atau wool. Tidak berapa lama, Patrick pindah ke Mesir. Melihat piramida yang memang dikaguminya semenjak bangku kuliah, intuisinya mengakatakan bahwa ia harus bersemedi di dalam piramida. Ia tahu bahwa makam utama para raja Mesir kuno dibuat menurut perhitungan yang teliti. Akhirnya ia menemukan suatu cara memasuki ruang raja di dalam Piramid. Ketika menyelidiki bangunan Piramid ia menemukan semacam lorong kecil. Lalu diputuskan untuk melakukan meditasi di sana.
    Makhluk Berpola Delapan
    Malam berikutnya ia mendengar suara-suara para penjaga piramid mendatanginya. Ketika ia berniat bersembunyi, ternyata yang datang adalah makhluk dalam delapan pola melayang diatasnya. “This is why you have come” – suara berat menginterogasinya. Lalu “srett” dadanya serasa dibelah, dan ketakutannya hilang dan ia mendengar kesunyian yang belum pernah dialami sebelumnya. Bahkan detak jantungnyapun terdengar jelas. Patrick selalu melakukan meditasi dengan berpura-pura ikut rombongan turis.
    Ketika para turis kembali ia menyelinap sembunyi dengan menutupi tubuhnya dengan pasir. Hampir ia tertangkap penjaga piramid kalau saja tidak segera meloncat kedalam sebua bus yang kebetulan lewat. Di sebuah mesjid bernama Saidina Hussein, ia bertemu seorang wanita Jerman, yang kebetulan juga mencari guru Sufi. Suatu kebetulan, karena kefasihannya berbahasa Arab, pontren Sufi tadi bisa ditemukan. Selama seminggu mereka berzikir di asrama Sufi tersebut Kedua petualang ini akhirnya diberi tiket oleh pengurus pontren untuk kembali ke Khartoum-sudan. Anehnya, Master Sufi yang sulit dicari selama ini, seakan-akan muncul begitu saja di Khartoum. Patrick menjalani inisiasi sesuai dengan ajaran Tarekat tersebut langsung oleh sang Sufi.
    Sejak itulah dengan menaruh tangan dibagian tubuhnya yang sakit, Patrick merasa keajaiban terjadi. Begitu tangannya bergetar, sakitnya berkurang lalu sembuh. Sufi tadi mengajarkan OBE (Outer Body Experience), suatu perjalanan astral diluar tubuh fisik. Sebuah benda dimasukkan kedalam jantungnya, lalu Sufi itu hanya menyuruh saya memvisualisasikan atau membayangkan seberkas sinar didalam masuk jantung dan saya mampu keluar tubuh saya sendiri. Kadang saya merasa tidak memerlukan tubuh ini lagi. Latihan Outer Body Sensation dilakukan setiap minggu
    Patrick berkesempatan bertugas di Nepal, yang tentunya tidak disia-siakannya dengna melakukan meditasi di Himalaya. Karier Insinyur Arsitek sudah tidak menarik perhatiannya. Sekembalinya dari Nepal, ia tinggal di Santa Fe dan belajar Reiki. Pengajarnya adalah Barbara Ray. Berita duka diterima Patrick, sang Sufi meninggal dunia, dan meninggalkan beberapa warisan termasuk jenis benda yang dimasukkan kedalam jantungnya. Di California, Patrick bertemu dengan Christine Gerber yang konon mampu melihat masa lampau.
    Ketika dalam keadaan trance, Christine kemasukan spirit (makhluk halus) bernama Marat, yang mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah Seichem, bukan Reiki. Marat bahkan menambahkan sebuah simbol yang disebut infinity, yang ternyata banyak ditemui di kuburan para raja Mesir. Dengan penambahan simbol tersebut, ilmu yang dipelajarinya bernama Seichem.
    Seorang lelaki bernama Tom Seaman yang minta di inisiasi (free) oleh Patrick, sebagai bonus, Patrick juga menginisiasi Seichem kepada Tom. Rupa-rupanya Tom mengajarkan Seichem kepada wanita bernama Kathleen McMaster, yang sekarang menjadi Phoenix Summerfield. Material pengajaran mengalami perubahan, simbol temuan baru ditambahkan dan Seichem dibagi atas beberapa level. Patrick hanya memberikan support, karena kagum akan kemampuan Phoenix memasarkan Seichem. Patrick mencatat bahwa Kathleen Milner setelah mendapatkan Attunement sampai tingkat Master oleh murid dari Phoenix Summerfield. Setelah itu Kathleen Milner menggabungkan Seichem dengan Tera-Mai dan menyebutnya TeraMai Seichem Reiki.
    c. Lightarian Reiki
    Pada tahun 1997, Christopher and Jeannine memperkenalkan “Lightarian Institute for Global Human Transformation” menyediakan informasi mengenai pengetahuan yang meliputi proses Human transformastion & Planetary transformation serta mempekenalkan modal energy untuk mendukung proses tersebut. Prinsipnya adalah memfokuskan pada spiritual serta mempersiapkan proses human transformation..
    Pada bulan July 2000, mereka memperkenalkan “Center for Celestial Connections“ yang mendukung para Lightworkers yang memperkenalkan dan attunement dengan para Ascended Masters (gelar untuk roh manusia suci yang telah mati yang berubah menjadi tubuh cahaya) berkomunikasi dengan para Angels (malaikat-malaikat) serta Celestials yang lain. Pada pertengahan tahun 1997 Jeannine Marie Jelm, wakil dari pendiri Lightarian Institute, Lightarian Reiki terinsiprasi dari Jeannine men-channelkan (bertemu dengan Budha) dengan Ascended Master Buddha. Ascended Master Buddha menawarkan Reiki dengan konsep yang baru untuk membersihkan memperjelas serta meningkatkan kemampuan untuk memahami Energy Reiki.
    Ascended Master Buddha menganjurkan agar Jeannine mengajarkan pengetahuan mengenai energy penyembuhan serta system attunement kepada orang lain. Lightarian Reiki™ memfokuskan pada pengembagan diri manusia antara lain: menyembuhkan tubuh fisik & tubuh eterik, meningkatkan getaran dari Energy Reiki. Melalui proses channeling[3] , didapat bahwa Energy Reiki terbagi menjadi 8 band (gelombang). 2 gelombang yg terendah dapat diperoleh dg mempelajari Reiki dari Traditional Reiki, sedangkan 6 gelombang lainnya didapat dg mempelajari Lightarian Reiki TM yang merupakan hasil bimbingan dari Ascended Master Buddha agar manusia dapat meningkatkan tingkatan spiritual ke tingkat yg lebih tinggi.
    Dalam Lightarian Reiki sebenarnya terbagi menjadi 2 kelompok besar yaitu:
    1. Lightarian Ray TM : Empowerment Ray, Clearing Ray, Healing Ray, Activation Ray, Manifestation Ray
    2. Lightarian Reiki TM : Level 1-6 Setiap Level dibagi menjadi 1. Level 1-22. Level 33. Level 44. Level 5-6
    Setiap attunement dianjurkan diambil dg jangka + 1 bulan, kecuali level 1-2 (dapat digabung menjadi satu) & level 5-6 (dapat digabung menjadi satu).Lightarian Reiki dapat diberikan kepada orang yg telah memperoleh Traditional Reiki Master & Karuna Reiki ®, dg kata lain jika sebelum memperoleh Traditional Reiki Master & Karuna Reiki ®, harus melalui 1 proses attunement lagi yg disebut dg Lightarian Buddhic Boost attunement[4].

    Master Budha yang menginisiasi Lightarian Reiki pada Jeannine Marie Jelm
    d. Shambala Reiki
    Tahun 1995,telah diyakini oleh para praktisi Shambala Reiki bahwa Ascended Master Saint Germain datang lewat meditasi dan memberikan Attunement Shambala Reiki pada John Armitare atau lebih dikenal dengan nama Dr. Haridas Melchizedek, seorang tokoh spiritual & penyembuh yang sudah sangat dikenal di Eropa dan Amerika.Metode Penyembuhan Shamballa ini telah dipercayai mereka diturunkan ke bumi ini pada jaman Atlantis kuno, yang dipelopori oleh seorang yang sekarang dikenal sebagai Ascended Master Saint Germain.Shamballa bukan merupakan suatu metode penyembuhan saja, tetapi juga telah dikatakan merupakan suatu cara untuk mempercepat perkembangan spiritual praktisi. Setelah Atlantis tenggelam, metode penyembuhan ini juga hampir punah. Sebelum seluruh Atlantis tenggelam, Germain dan murid-muridnya pergi ke Tibet Kuno. Di tempat ini mereka mencoba meneruskan metode Shamballa ini untuk penyembuhan dan meningkatkan kesadaran spiritual manusia.
    Dalam website Shambala Reiki dapat dilihat pernyataan roh halus Saint Germain mengenai misi dia memberi Shambala Reiki sebagai berikut :
    SELAMAT DATANG DIDUNIA SHAMBALLA !
    Shamballa adalah karunia Tuhan yang diberikan melalui Saya, GERMAIN, kepada umat manusia.Shamballa bukan hanya suatu metode penyembuhan saja, dia adalah suatu jalan untuk mempercepat perkembangan kesadaran spiritual anda.Banyak tehnik-teknik dan cara-cara ditambahkan pada metode atau tehnik-teknik REIKI dari DR. Mikao Usui.Karena itulah metode ini kita namakan metode Shamballa.
    Sekali anda sudah di – attune ke (Cahaya) Reiki, attunement itu akan anda miliki untuk selamanya.Di masa lalu anda sudah pernah di-attune Reiki dan anda sekarang berada pada masa dimana anda kembali disadarkan akan kemampuan Reiki anda.Dengan menggunakan metode Shamballa pada diri sendiri maupun orang lain, anda akan mengalami pencerahan (en-lightened).Sebagian besar metode-metode Atlantis seperti Shamballa ini, sudah sejak ribuan tahun sirna dari planet Bumi ini.
    Saya sekarang memberikan kembali kepada manusia tehnik-teknik yang pernah hilang tersebut.Planet Bumi selalu berubah, ber-evolusi dan menuju kepada kesempurnaan.Dia akan mengalami ini, dengan maupun tanpa anda.Anda bisa membantunya dengan mengalirkan healing energies dan energi Cinta Kasih Illahi padanya dan pada penduduk yang hidup diplanet ini.Ini akan membantu transisi-nya menjadi halus dan lancar.Tidak perlu terjadi goncangan-goncangan traumatis di-planet Bumi anda ini, bila anda langsung menapak jalan menuju Cahaya ( The Light).
    Perjalanan anda dalam Cahaya ini akan menyebabkan anda mendapatkan kebebasan.Kebebasan dari ketakutan, kebebasan dari penyakit dan kebebasan dari kematian.Anda bisa, bila anda mau, menjadi abadi.Tubuh anda akan berubah menjadi Cahaya. Ini adalah hak anda sejak anda berada dibumi ini (Birth-right), karena itu ambillah kebebasan anda, menuju kesempurnaan.
    Sepanjang masa saya melayani anda.
    SAYA ADALAH ASCENDED MASTER GERMAIN
    16 Maret 1996.

    Saint Germain sang khodam Shambala Reiki

    Grandmaster Shamballa Reiki John Armitage sedang bermeditasi dalam piramida buatan
    e. Tera Mai Reiki (Karuna Reiki)
    Karuna Ki merupakan salah satu aliran yang besar dan memiliki banyak praktisi yang tersebar di seluruh dunia. Sejarah perkembangan Karuna dimulai dari perjalanan seorang Reiki Master Kathleen Milner dan Marcy Miller ke India bulan Januari 1991 untuk menemui seorang Avatar yaitu Sathya Sai Baba.
    Marcy Miller sempat tinggal beberapa lama di Ashram Sathya Sai Baba dan melakukan berbagai kegiatan spiritual dengan bimbingan Sathya Sai Baba.
    Dan menemukan Vibrasi dari Reiki Ray yang sangat tinggi yang akhirnya disebut sebagai Sai Baba Reiki dan dikembangkan oleh William Lee Rand yang mengubah nama Sai Baba Reiki menjadi Karuna Reiki dan meluas ke seluruh dunia sampai sekarang.
    Kathleen Milner dengan Tera Mai Reiki mengaku punya hubungan spesial dengan lima mahluk halus yang juga sering bekerja sama dengan Marcy Miller (Tera-Mai Reiki Master) dalam memperoleh syimbol hingga disempurnakan tahun 1995 untuk menyempurnakan system Energi dan memberi nama Karuna Reiki.[5]

    Satya Sai Baba seorang “Dajjal” yang menginisiasi karuna Reiki pada Kathleen Milner
    f. Kundalini Reiki
    Kundalini Reiki, dikembangkan oleh Olle Gabrielson. Didasarkan pada hasil meditasi chanelling dari Master Kundalini, yaitu Ascended Master Kuthumi. Aliran ini terdiri atas 9 level. Aliran ini mengklaim bisa membangkitkan kundalini dengan aman, pembangkitan kundalini diberikan pada level 2.

    Grandmaster Ole Gabrielsen

    Ascended Master Kuthumi sang Khodam Kundalini Reiki
    g. Imara Reiki
    Imara Reiki dikembangkan oleh Barton Wendel.Imara Reiki menempati Level ke-5 dari skala Reiki tradisional. Diyakini Energi dari Imara Reiki memiliki vibrasi yang kuat terhadap “Spiritual Being” (Ascended Master & Angels). Tradisi ini diyakini efektif untuk penyembuhan hal-hal yang berkaitan dengan masa lalu (Past Life), atau hal-hal yang berkaitan dengan Unconscious Mind (pikiran bawah sadar).
    h. Violet Flame Reiki
    Violet Flame Reiki dikembangkan oleh Ivy Moore dari hasil pertemuannya melalui meditasi dengan Dewi Kuan Im yang memberikan inisiasi Violet Flame padanya.Energi Violet Flame diyakini dapat menghubungkan seseorang dengan Ascended Master Dewi Kuan Im dan Mantra Kuan Shih Yin Pousa.

    Dewi Kwan Im sang Khodam Violet Flame Reiki
    Dari penjelasan diatas, ada banyak lagi aliran-aliran Reiki yang didapat melalui inisiasi yang diberikan makhluk ghoib seperti Angels serta Celestials (malaikat-malaikat yang memberikan attunement Reiki) atau Ascended Master. Bahkan para praktisi Reiki baik diluar negeri maupun di Indonesia kerap dalam meditasinya didatangi seberkas cahaya lalu membentuk suatu makhluk lalu mengaku malaikat atau makhluk-makhluk lain dan memberi suatu jenis energi baru yang akhirnya menjadi berkembang menjadi aliran Reiki baru (bisa dilihat pada website-website Reiki di internet). Praktisi Reiki banyak berhubungan dengan makhluk halus yang diistilahkan dengan Ascended Master. Padahal dalam akidah Islam meminta bantuan kepada selain Allah adalah termasuk dosa besar. Allah Subhanahu wa Ta ala berfirman dalam kitab-Nya :
    “Dan orang-orang yang kamu seru selain Allah tiada mempunyai apa-apa meskipun setipis kulit ari. Jika kamu meminta kepada mereka, mereka tiada mendengar seruanmu, dan kalau mereka mendengar mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu.” (Faathir: 13-14)
    Selain Reiki ada banyak lagi sihir kekuatan energi yang memiliki kemampuan untuk penyembuhan atau berbagai kemampuan lain seperti perlindungan diri, materialisasi keinginan, kemampuan ghoib menurut tuturan para praktisinya bisa didapat melalui “olah” energi dari berbagai macam aliran-aliran yang menitik beratkan pada meditasi, pembukaan chakra, penarikan atau penyaluran energi alam yang bisa didapat pada kesemua aliran ilmu-ilmu metafisika dibawah ini:
    Bioenergi : Sejenis ilmu untuk menarik energi alam semesta yang konsepnya hampir sama dengan Reiki untuk kesehatan tubuh,menyembuhkan penyakit dan berbagai keperluan lainnya.
    Prana : Sejenis ilmu yang dipopulerkan oleh Choa Kok Sui dengan melalui proses pengaktifan chakra tubuh untuk menarik energi prana (diistilahkan oleh praktisinya ‘Zat Hidup’) yang dapat dipergunakan untuk kesehatan,perlindungan diri dan berbagai macam keperluan lainnya.
    Chikung : Sejenis ilmu yang tujuan utamanya untuk kesehatan dan penyembuhan penyakit dengan mengalirkan energi tubuh dengan dibarengi visualisasi untuk membuang penyakit.
    Taichi, Falungong dan masih banyak lagi aliran meditasi dan seni gerak pernapasan yang menggunakan sihir energi.
    [1] Berikut ini adalah sekilas penjelasan mengenai ascended master yang saya dapat pada website Yayasan Arogya Karuna Indonesia : Siapakah pribadi yang dibicarakan sebagai Ascended Masters, apakah mereka ini telah mengalami Ascension ( Kenaikan/ Penerangan Sempurna/ Moksa) ?
    Mereka adalah suatu grup keberadaan dalam golongan cahaya baik yang berasal dari bumi ini maupun dari planet/ galaksi lain yang telah menyelesaikan proses ascension mereka.
    Proses Ascension adalah sebuah proses terintegrasinya / menyatunya lightbody ( tubuh cahaya/ tubuh Ilahi) ke dalam tubuh fisik manusia.
    Tubuh Cahaya bisa menyatu ke tubuh fisik manusia dikarenakan Tingkat Kesucian Hati dan Pikiran manusia tersebut sudah mencapai dalam taraf “Penyatuan dengan Ilahi.” sepenuhnya. Sehingga tubuh fisik mereka secara otomatis berubah menjadi tubuh cahaya. Seperti contohnya tubuh para Suciwan selalu bercahaya terang memancarkan Cahaya dan Cinta Kasih Ilahi. Mereka dulunya adalah seorang manusia biasa seperti kita. Karena Hati dan Pikiran serta segala tindakan mereka sesuai dengan Jalan Tuhan sehingga dalam waktu tertentu mencapai “Ascension / Penerangan Sempurna. “
    Ini bukan suatu pertanyaan soal percepatan struktur selular anda sampai anda menjadi cahaya, karena jika anda melakukannya anda akan meledak secara spontan. Idenya adalah untuk memfasilitasi grounding tubuh cahaya anda dengan mengembangkan struktur selular anda untuk menahan cahaya. Inilah yang sesungguhnya telah terjadi pada waktu kita bekerja sebagai healing fasilitator ( menyembuhkan diri sendiri / orang lain ) sebagai Praktisi Reiki/ Shamballa/ Karuna Ki/ Kundalini. Ide dari penyembuhan itu bukan hanya menjadi sehat dan seimbang dalam tubuh fisik dan emosi tetapi untuk menjadi sehat dan seimbang secara multi dimensional antara I am Presence ( Pribadi Tinggi) kita dengan tubuh fisik kita, secara mental, emosional dan spiritual. Jadi bersatunya cahaya ke dalam tubuh fisik adalah sesungguhnya sangat penting. Para Ascended Masters telah mencapai hal ini secara multi dimensional. Banyak orang-orang jaman dahulu telah berhasil dalam proses Ascension mereka/ Penyempurnakan hidup seperti halnya para tokoh-tokoh Suciwan ( Para Nabi, Para Wali, Malaikat, Dewa, Arahat, Budha dll ).
    Banyak orang bingung dengan istilah Ascended Master. Master disini bukan menyatakan hirarki dalam suatu system, tetapi orang yang mendapat nama Ascended Masters telah mencapai Self Mastery yang berarti mampu untuk bergerak di semua dimensi dalam keadaan sadar. Ascended Master sebagai individu-individu secara fisik sudah tidak ada lagi. Mereka adalah suatu Kesadaran Cahaya Ilahi kolektif.
    Energi dari kesadaran para Ascended Master ini adalah seperti sebuah berlian yang merefleksikan cahaya dan cinta kasih dari Tuhan. Mereka mempunyai banyak keahlian yang besar , tetapi keahlian paling besar dan umum mereka adalah memancarkan energi cinta kasih tanpa pamrih ( Unconditional Love ) dan Welas Asih ( Compassition ). Mereka dapat membantu anda untuk membawakan energi UCL dan Compassition ini ke dalam hidup anda dan juga ke dalam hidup orang lain.Banyak sekali Ascended Master yang bekerja sama membantu manusia dalam penapakan jalan menuju cahaya. Mereka sangat mudah di-channel. Mereka adalah wakil-wakil dari Tuhan untuk membimbing manusia seperti halnya dengan para Malaikat Suci. Contoh Ascended Master : St. Germain, Kuthumi, Djwal Khul, Vayamus, Wotona, dll juga termasuk Para Nabi dari seluruh agama di dunia ini.
    [2] Jika ingin lebih jelas mengetahui berbagai macam aliran reiki silahkan buka website http://www.geocities.com/shinkiclub/nontradisional.html
    [3] Medium fisik yang mengklaim dapat bertindak sebagai saluran bagi informasi dari diri-diri lain (other selves) yang biasanya dilepaskan dari entitas kehidupan pada taraf yang lebih tinggi. Channeling ini dipercaya praktisi ilmu metafisika dapat berhubungan dengan mahluk yang beranekaragam seperti halnya para master tingkat tinggi (ascended masters), malaikat, dewa-dewa, entitas kelompok, roh alam dan sang Diri yang lebih tinggi (the Higher Self).
    [4] Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Lightarian Institute for Global Human Transformation, PO Box 4352, Sedona, AZ 86340, USA. Telephone: 1-888-596-1071 (Toll Free within the USA); 520-203-0443 (outside the USA) Fax: 520-203-0443 E-mail: lightarian@sedona.net
    [5] Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada The International Center for Reiki Training website: The International Center for Reiki Training. Dan bisa menghubungi Kathleen Ann Milner atau e-mail Kathleen Milner di: kathleenmilner@earthlink.net
    Last edited by sindi; 15-08-10 at 11:50.

  3. #3
    sindi's Avatar
    sindi is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    1,564
    Thanks
    4
    Thanked 115 Times in 98 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    cerita kedua :
    Ilmu Pagar Ghoib “Tenaga Dalam” Asma’ul Husna

    KUTINGGALKAN tanah kelahiranku di Sumatera di pertengahan tahun.
    Kuturuti kata hati. Merantau ke tanah jawa demi cita-cita yang membuncah di jiwa. Bukan gelar dokter atau insinyur yang ingin kusandang.
    Atau atribut duniawi lainnya. Aku hanya ingin menyambung cita-cita orangtua yang belum kesampaian. Mereka telah lama ingin mendirikan pesantren. Tapi apalah daya. Keterbatasan pemahaman agama membatasi gerak mereka.
    Sebuah pesantren di jawa Tengah menjadi labuhan harapan. Puluhan kitab berbahasa Arab mulai menjadi harian. Aku terbilang anak yang menonjol di kelas. Setelah menamatkan satu kitab, kami menerima amalan atau lelakon yang harus dijalani. Setiap kitab berbeda amalannya. Ada yang harus puasa tiga hari. Ada yang satu minggu. Atau merapal wirid dalam bilangan tertentu. Dan ada pula yang pantang menyantap makanan yang bernyawa. Tiap hari mereka hanya mengkonsumsi makanan nabati. Baik dari dedaunan atau yang lainnya. Dalam setahun, setidaknya aku menamatkan tiga puluhan kitab. Sudah bisa dibayangkan bagaimana kehidupan santri di sana. Ya, kuakui tujuh puluh lima persen santri mengamalkan berbagai amalan-amalan itu.

    Mulanya, aku termasuk orang yang malas amalan puasa. Di tahun kedua, aku mulai bersemangat. Puasa mutih tujuh hari kulalap begitu saja. Puasa mutih nemang terbilang berat, terlebih bila di hari ke tujuh aku tidak makan dan minum dan tidak tidur selama dua puluh empat jam. Sejak itu, berbagai jenis amalan dan lelakon mulai kulahap. Keinginan yang kuat agar pulang dengan membawa hasil membuatku pantang menyerah. Lulus dari satu ujian kuikuti ujian berikutnya. Tetap dengan keyakinan yang sama. Aku tidak ingin mengecewakan orangtua. Sampa! pada titik ini, aku merasa telah berbuat maksimal. Baik di kelas maupun di luar kelas. Berbagai jenis tempaan batinpun tak lepas dari incaranku. Aku pernah tirakat tidak makan nasi putih selama setahun. Bukan karena mengidap penyakit tertentu dan dilarang oleh dokter. Tapi lebih karena nasi putih adalah pantangan dari tirakat yang sedang kulakoni. Setiap hari aku hanya makan gorengan atau mie instant. Tak lagi kupertanyakan mengapa tidak boleh makan nasi saat menjalani lelakon tertentu. Karena kudapatkan ilmu tersebut di pesantren.
    Merambah tahun kedua, kusingsingkan lengan baju. Kuberlari dan terus berlari menggapai harapan. Larangan santri Sekolah Tsanawiyah bergabung dengan perguruan silat pun tidak berlaku bagiku. Kedekatanku dengan guru besar perguruan silat membuatku memperoleh tempat tersendiri. Saat itu usiaku memang masih muda. Tapi usia bukanlah hambatan bagi seseorang meretas pulau Jawa, kerinduanku akan kampung halaman tak terbendung. Bayang-bayang permainan dengan teman serta keluarga kembali berkelebat. Sudah tiga tahun lebih kutinggalkan mereka. Sudah saatnya aku memuaskan dahaga kerinduan ini. Kesempatan itu tiba di bulan Ramadhan. Aku pulang. Masalahnya, gambaran masyarakat tentang pesantren sudah sedemikian mengakar. Bahwa orang yang nyantri di tanah Jawa itu hebat. Hebat dalam artian yang luas. Dia memiliki pemahaman agama yang bagus dan olah batin yang tidak kalah kuatnya.
    Citra ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagiku. Di usia yang masih muda. Kulewatkan Ramadhan dengan ceramah keliling. Aku berpindah dari satu desa ke desa yang lain. Dengan satu tujuan, mengamalkan Hmu yang kupelajari di pesantren selarna ini. Ramadhan, menjadi sentuhan dakwahku yang pertama dengan masyarakat. Merekapun tanpa ragu menerima kehadiranku dengan tangan terbuka. Meski usiaku masih muda. Terkadang mereka umumkan keliling desa bahwa aku yang akan menjadi penceramah Jum’at di masjid mereka. Sebuah kenangan yang manis untuk dikenang. Aku mulai dikenal kebersinggunganku dengan mereka semakin luas. Ladang warga di desaku dikelilingi oleh hutan yang masih perawan. Sekawanan babi, kera maupun binatang buas lainnya masih berdiam di sana. Keberadaan ladang di pinggir hutan seperti ini menjadi masalah tersendiri. Hasil perkebunan mereka sering dijarah hewan liar. Tidak ketinggalan pula dengan ladang bibi. Letaknya yang persis di pinggir hutan menjadi santapan empuk hewan liar. Mengetahui aku ada di rumah, bibi segera menemuiku. Selain menghilangkan kerinduan, bibi ingin aku melakukan sesuatu agar ladangnya terbebas dari serangan hewan liar. Kuturuti kemauan bibi. Meski aku tahu bahwa itu bukan hal yang mudah. Aku harus begadang dan membaca wirid tertentu pada sejumput garam. Selain itu, kutulis lafadz basmalah pada selembar kertas sebanyak 4000 kali, Bacaan dan tulisan ini masih diperkuat dengan beberapa wiridan yang kutulis pada daun
    Sejumput garam itu kuberikan pada bibi. Kusuruh memasukkan ke dalam plastik lalu mengikatnya dengan kain putlh. Semcsntata akti sendiri, memasukkan tulisan ke dalam sepotong bambu. Selanjutnya sepotong bambu itu harus ditanam dengan cara tertentu. Hasilnya cukup memuaskan. Ladang bibi terbebas dari jarahan babi hutan, justru ladang orang lain yang lebih jauh dari hutan menjadi sasaran yang empuk. Orang-orang pada keheranan. Mereka kasak-kusuk. Ada apa dengan ladang bibi. Sejumput garam dalam balutan plastik menggantung di ranting pohon di pojokan ladang ditemukan. Sejumput garam yang membuat mereka penasaran lalu mendatangi bibi. Akibatnya, di malam berikutnya terkumpul empat kilo gram garam dari warga yang harus kubacakan wiridan. Meski kali itu, aku tidak perlu repot-repot lagi menulis basmalah. Aku tinggal memfotokopi yang telah ada sebelumnya. Ramadhan telah berlalu. Menyisakan kenangan baru. Keberadaanku sebagai santri di tanah Jawa mulai diperhitungkan. Apa yang kulakukan di Ramadhan itu meningkatkan semangat juangku. Bahwa apa yang kupelajari di tanah Jawa tidaklah sia-sia. Aku telah mulai meretas harapan dengan menebar jala dakwah di sana. Meski hanya sebulan. Aku kembali ke pesantren dengan semangat baru.
    MELUMPUHKAN KEKUATAN DUKUN BOLA DENGAN ILMU ASMA’UL HUSNA
    Kujalani rutinitas pesantren seperti biasa. Belajar dan terus belajar. Tentu dengan amalan baru, wiridan baru serta tingkat kemampuan beladiri yang kian hari semakin tinggi. Gerakan silat dasar sudah kukuasai. llmu pernafasan pun kulahap dengan cepat. Hingga pada akhirnya berbagai jenis ilmu guru dapat kuwarisi dengan baik. Ilmu karamah dan ilmu Asma’ul Husna pun perlahan mendarah daging di tubuhku. Hanya dengan tarikan nafas aku sudah bisa melakukan gerakan-gerakan silat tanpa harus banyak belajar. Selain itu, tingkatanku di perguruan beladiri mulai menanjak hingga akhirnya aku diangkat sebagai pelatih.
    Saat melakukan latihan beladiri dengan menggunakan kekuatan tenaga dalam, aku sering membentengi tempat latihan dengan pagar ghaib. Kala itu, aku tidak lagi membutuhkan tulisan di janur kuning, garam atau basmalah 4000 kali. Aku hanya menerapkan jurus Asmaul Husna dan sedikit tarikan nafas, urusan pemagaran ghaib pun beres. Waktu terus bergulir. Tanpa terasa bulan Ramadhan kembali hadir. Tiba saatnya aku kembali ke kampung halaman. Tentu dengan semangat dakwah yang tidak surut termakan usia. Aku pulang. Kebetulan di kampung sedang digelar pertandingan sepakbola. Enam kesebelasan memperebutkan hadiah seekor kambing. Hadiah yang cukup menggiurkan bag! warga desa. Di antara enam kesebelasan itu ada satu kesebelasan yang terbilang unik.
    Ya, kesebelasan yang beranggotakan para perantau yang pulang mudik. Unik, karena kebanyakan mereka jarang atau tidak pernah bermain bola. Aktifitas mereka di perantauan sudah disibukkan dengan rutinitas kerja. Aku pun tergabung dengan kesebelasan ini. Sebagai kesebelasan gado-gado yang tidak pernah latihan, wajar bila keberadaan kesebelasanku tidak diperhitungkan. Lima kesebelasan yang lain sudah terbiasa latihan. Setidaknya dua kali seminggu hingga mereka tidak lagi asing si kulit bundar yang menjadi rebutan. Pada sisi lain, aku sadar bahwa permainan bola di kampung halamanku tidak terlepas dari mistik. Tidak sedikit dari dukun yang terlibat di sana sebagai backing. Meski kesebelasanku menghadapi dua jenis lawan yang tidak bisa diremehkan, tap! aku tidak patah arang. Sebagai seseorang yang mengenyam pendidikan di pesantren, aku yakin seratus persen bahwa aku dapat mengalahkan dukun. Kekuatan jampi dan mantra mereka masih kalah dengan ilmu yang kupelajari selama ini. Waktu itu, aku meyakini bahwa ilmu yang kupelajari adalah ilmu putih.
    Tinggal menyisakan satu masalah lagi. Bagaimana membangun kesebelasan yang tangguh dalam waktu yang singkat. Dalam beberapa kali latihan, kegamangan terpancar kuat di muka teman-teman. Kubakar semangat mereka bahwa kami harus menunjukkan kemampuan. Kami harus berjuang agar tidak dipandang sebelah mata. Lalu dilecehkan begitu saja. Kutunjukkan kekuatan jiwaku meski aku bukan yang terbaik. Di kesebelasan, aku tercatat sebagai pemain cadangan. Lawan pertama kesebelasan perantauan adalah kesebelasan RT satu dan dua. Mereka lawan yang tangguh. Buktinya, lima belas menit pertama, kesebelasanku kelimpungan. Mereka nampak tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sehingga menjadi bulan-bulanan kesebelasan lawan. Aku miris. Teman-teman pontang-panting. Mereka berlarian kesana kemari tanpa kordinasi.
    Dari pinggir lapangan, kusaksikan semua itu dengan dada bergetar. Kami tidak boleh kalah. Kami tidak boleh kalah. Dorongan dalam jiwa itu pada akhirnya menyadarkanku apa yang seharusnya kulakukan. Dari pinggir lapangan aku merapal ilmu Asmaul Husna. Aku rapal jurus yang sering kujadikan sebagai ajian sirep dengan sekali tarikan nafas. Setidaknya dengan itu aku merasa sedikit tenang. Setelah lima betas menit, teman-teman memutuskan aku harus masuk ke dalam lapangan. Untuk mengisi kebuntuan di lini depan. Dalam beberapa kali latihan, aku memang lebih memilih sebagai pemain depan. Kurapal kembali ilmu Asmaul Husna. Karena ilmu ini seakan sudah mendarah daging, aku hanya menarik nafas dan menahannya sebentar, ilmu ini sudah merasuk. Energi mistiknya sudah otomatis tersalurkan. Ketika lawan menguasai bola, aku bisa mengarahkan bola dengan nafas. Dan membuat tendangan mereka melenceng. Bola yang seharusnya masuk ke dalam gawang pun menyamping ke kiri atau ke kanan. Lima menit berada di lapangan, terjadilah keanehan. Pemain belakang lawan melakukan gol bunuh diri. Kejadiannya memang di luar nalar. Pemain lawan bernomor punggung tujuh melempar bola kepada temannya yang bernomor punggung empat. Bola itu diterima dengan baik. Seorang temanku menghadang. la berusaha merebut bola dari pemain bernomor punggung empat. Pemain melawan mengoper bolanya ke pemain belakang bernomor punggung tiga. Pemain itu lima meter berada di depanku. Hanya aku yang dekat dengannya. Tapi tanpa diduga. Pemain bernomor punggung tiga yang menerima bola tanpa perlawanan itu membalik badan. la yang semula membelakangi gawangnya, secara tak terduga menendang bola dengan keras ke arah gawangnya sendiri. Goool. Penjaga gawang hanya bisa melongo. la membiarkan bola menembus gawangnya.
    Heboh. Penonton ternganga. Mereka tidak percaya dengan apa yang terjadi. Tapi begitulah kejadiannya. Tanpa ayal pemain bernomor punggung tiga itu mendapat makian dari pendukungnya. Sebaliknya, penonton yang berpihak kepada kamf pun bersorak kegirangan. Pertandirigan sore itu bertahan hingga babak kedua berakhir dengan skor I -0. Kesebelasanku yang memenangkan pertandingan, meski tidak diunggulkan. Keesokan harinya, aku mendengar bahwa pemain bernomor punggung tiga itu tidak sadar bahwa dia menendang bola ke gawangnya sendiri. la mengira bahwa ia menendang bola ke lapangan tengah dan diberikan kepada temannya yang berdiri bebas di sana. Pertandingan dengan sistim kompetisi penuh ini mempertemukan dua kesebelasan terbaik di final. Dan tanpa diduga kesebelasanku yang diremehkan orang, pada akhirnya menembus final. Tapi sayang, partai final yang digelar empat hari setelah lebaran itu tidak dapat kuikuti, karena aku harus segera kembali pesantren. Aku tidak bisa membantu mereka memenangkan pertandingan dengan ilmu dan ketrampilan yang kumiliki.
    Bagi warga kampung di tempat kelahiranku, lumrah bila dalam suatu pertandingan antar kampung mereka menggunakan jasa dukun. Rata-rata mereka adalah dukun murni. Biasanya dukun itu meniup bola atau menanam sesuatu di gawang lawan. Media yang biasa mereka tanam adalah daun lidah buaya atau daun pacar. Kedua jenis daun itu membuat lemas. Dengan itu diharapkan stamina lawan mereka akan cepat terkuras hingga tidak dapat mengembangkan permainan. Untuk mengetahui keberadaan mereka bagiku tidaklah sulit. Karena aku bisa merasakan kekuatan mereka. Bila bola itu memancarkan selubung tipis seperti air yang menguap tersengat terik matahari, maka itu adalah pertanda ada dukun di antara penonton. Selain itu, degup jantungku juga menjadi sinyal keberadaan mereka. Bila jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya, maka itu adalah suatu pertanda. Karena itu untuk mengalahkan kekuatan magic dukun itu, aku menyuruh salah seorang seorang pemain untuk kencing di gawang lawan atau di salah satu sudut lapangan. Sulit kehadiran mereka tidak dapat kurasakan, maka aku cukup melakukan pemagaran dengan ilmu Asmaul Husna. Pemagaran ini berpengaruh seperti ajian strep yang membelokkan arah bola. Atau membuat mata mereka salah pandang. Kaki seakan mengarahkan bola ke gawang, tapi yang terjadi kemudian, bola itu ditendang jauh dari gawang. Bisa ke atas atau menyamping. Atau bisa juga pemain lawan merasakan berat bola bertambah. Mereka seakan menendang benda keras dan bukan bola yang terbuat dari kulit. Pernyataan seperti beberapa kali aku dengar dari lawan main kesebelasan kampungku dimana aku sering membantu pemagaran ghaib mereka.
    DIHANTUI BAYANGAN KEMATIAN
    Bermain sepakbola atau menjadi backing pertandingan itu hanya kulakukan selama berada di kampung halaman. Yang pada hakekatnya hanya di bulan Ramadhan. Selebihnya kuhabiskan waktu di pesantren. Setelah enam tahun belajar, akhirnya aku mengabdi di pesantren selama dua tahun. Dalam kurun waktu itu, aku terus mengasah kemampuan dan keahlian dalam berbagai bentuknya. Namun, tanpa kusadari seiring dengan semakin banyaknya amalan yang kulakoni dan wiridan yang kurapal dari jam sembilan malam hingga jam tiga pagi, membawa dampak tersendiri bagi diriku. Aku pernah mengalami ketakutan yang luar biasa. Dalam perjalanan ke Semarang naik bus, aku mendapat firasat yang tidak baik. Badanku gemetar. Dalam hati aku merasa bis yang kutumpangi akan mengamali kecelakaan. Semua penumpangnya meninggal. Karena itu aku turun di Solo. Dari sana, aku naik ojek ke rumah teman. Di rumah teman, keadaanku makin parah, Ketakutan pada sesuatu yang belum terjadi membuat aku jatuh sakit. Kondisiku mengkhawatirkan, Aku berpikir bahwa nyawaku sudah berada di ujung tanduk. Dalam kondisi ketakutan itu aku segera mengganti baju dengan yang bersih. Aku shalat sampai rnenangis. Orang-orang pun terkejut mendengar suara tangisanku. Mereka tergopoh-gopoh masuk ke dalam kamar. Melihat kehadiran mereka, aku justru merasakan ajalku semakin dekat. Dengan terbata-bata kuminta mereka menyaksikan syahadatku kembali.
    Yang ada dalam bayanganku hanyalah kematian. Sampai akhirnya aku berwasiat kepada mereka. Meski tidak banyak harta yang kumiliki selain dari kitab-kitab yang selama kupelajari. Kitab-kitab itulah yang pada akhirnya aku wasiatkan selain sedikit hutang yang belum terbayar. Beberapa bulan kemudian, kutinggalkan kehidupan pesantren. Masa pengabdianku selama dua tahun telah habis. Aku pikir, aku membutuhkan suasana baru untuk menempa kejiwaanku sebelum kembali ke kampung halaman. Selain itu, aku ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Saat kuliah itu, bayangan kematian kembali hadir. Setiap sore pikiranku mengatakan bahwa aku tidak akan bertahan sampai pagi. Malam hari mau tidur aku takut, ketika diajak teman berziarah ke pemakaman, aku tidak berani masuk. Aku takut pada kematian. Ketakutan yang luar biasa. Ketika hal ini kuceritakan kepada seorang teman, ia mengatakan bahwa apa yang kualami itu adalah gangguan syetan. Aku tidak percaya mendengarnya. Bagaimana mungkin bisa terjadi. Bukankah selama tiga tahun kuliah, aku sudah tidak mengamalkan ilmu Asma’ul Husna atau wiridan lainnya? Selama ini yang aku pahami bahwa ilmu asmaul husna itu akan luntur dengan sendirinya bila tidak diamalkan minimal empat puluh hari sekali.
    Aku masih tidak mengerti. Sampai pada akhirnya aku menemukan beberapa kesalahan fatal yang selama ini aku lakukan. Wirid Asmaul Husna yang selama ini kuulang dan mendarah daging di dalam hatiku ternyata tidak semuanya merupakan bagian dari sifat-sifat Allah. Selain itu beberapa wirid dari ayat Al-Qur’an ternyata juga tidak lengkap. Ada sebagian ayat yang dipotong di tengahnya. Seperti firman Allah, “Afahasibtum annama khalaqnakum ‘abatsan.” Dalam wirid yang selalu kubaca ternyata lafadznya adalah ‘Afahasibtum khalaqa abatsan…”. Padahal selama ini aku menyakini bahwa lafadz ini adalah bagian dari Al-Quran.
    Dari sini, aku mulai sadar. Terlebih bila kurenungkan perjalanan hidupku akhir-akhir ini. Emosional tinggi dan seakan selalu sial. Akibatnya, badanku kurus. Aku bersyukur pada akhirnya dipertemukan dengan ruqyah. Hingga pada akhirnya secara bertahap aku temukan ketenangan hidupku kembali. Kini, setelah menjalani terapi ruqyah lebih dari dua belas kali, aku merasa tenang. Lepas dari pesantren bukan berarti aku melarikan diri dari cita-cita semula. Aku tetap dalam jalur yang kugariskan selama ini. Mengabdikan diri dalam dakwah dengan gaya yang berbeda, meski tidak lagi di pesantren. Tapi sekarang aku jadi praktisi ruqyah. Aku ingin menebus kesalahan yang dulu dengan memberikan bantuan kepada orang lain. Memang, kuakui masyarakat sangat membutuhkan seorang juru dakwah yang selalu komitmen menyampaikan kebenaran. Walau itu terasa pahit. Meski pada akhirnya kebenaran itu bertentangan dengan apa yang selama ini dilakoninya. Dan diamalkan selama bertahun-tahun.
    source : Majalah GHOIB, Edisi 68 Thn 4

    jiwa muda biasanya langsung tertarik mendengar adanya kekuatan/kesaktian walaupun memagari diri dari agama ini gak mau ikut. tetapi tetap saja tertarik mengikuti jalan ceritanya.karena semua tulisan ada pancaran daya tarik magnetnya bagi yang bertentangan tidak kuat membacanya, hanya yang netral atau sejalan.....yang bisa membacanya.

  4. #4
    xenzation's Avatar
    xenzation is offline Senior
    Join Date
    Dec 2009
    Location
    sumut, indonesia
    Posts
    152
    Thanks
    0
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    nice post....
    mendapat banyak pengetahuan gua
    om mane padme hum
    sabbe satta bhavantu sukitatta
    ray::goodjob::bingo:

  5. #5
    sindi's Avatar
    sindi is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    1,564
    Thanks
    4
    Thanked 115 Times in 98 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    itu dinilai dari sisinya dia, nulis komentar sedikit di situsnya , waduh.....langsung keluar serangannya.......jin2 nya mulai tidak senang dikritik.

  6. #6
    d4rwin is offline Anggota tetap
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    66
    Thanks
    1
    Thanked 3 Times in 2 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    waahh keren om sindi, ditunggu lagi ya ulasan2nya

    kalau bisa ditambahkan komen2/review dari sudut pandang Buddhis

    supaya newbie2 spt saya yg ga ngerti gaib bisa lebih paham

  7. #7
    Koli is offline Baru bergabung
    Join Date
    Jul 2005
    Posts
    23
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    Ha ha ha

  8. #8
    sindi's Avatar
    sindi is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    1,564
    Thanks
    4
    Thanked 115 Times in 98 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    Dhana Gaib

    Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak” Ungkapan yang tepat untuk menggambarkan deritaMulyadi (nama samara). Seorang wakil manager perusahaan Jepang di Bekasi yang berasala dari Medan. Bagaimana tidak, harapan dan impian menjadi milyuner kandas di tengah jalan. Berganti dengan derita. Hidup tertatih-tatih delapan bulan lamanya. Dan, harus menjual rumahnya senilai tujuh puluh juta untuk membayar hutang setelah tertipu mentah-mentah melakoni drama peminjaman uang di bank ghoib. Berikut petikan kisah nyata yang disampaikan langsung ke Majalah Ghoib di rumahnya, di Bekasi.

    Perkenalan saya dengan Bustari (nama samaran) terjadi pada tahun 1998 ketika sama-sama mengobati orang yang kena santet. Saat itu, saya mengenalnya sebagai “orang pinter” yang baik hati dan suka membantu sesama. Itulah kesan pertama yang saya rasakan. Semenjak itu saya sudah tidak berhubungan lagi. Tapi kra-kira pada bulan Juli tahun 2001 adik saya, Anton (bukan nama sebenarnya), datang dari Medan untuk mencari kerja. Setelah saya perhatikan nampaknya Adik saya juga punya ilmu yang cukup keras “ilmu preman”. Ia cepat naik darah. Lalu, saya sarankan agar ilmunya dibuang saja dan ia setuju.

    Akhirnya saya ajak dia ke Bustari. Kata Bustari proses pembuangan ilmu itu memakan waktu dua minggu sampai satu bulan. Namun, rencana itu dibatalkan karena ia harus kembali ke Medan untuk menjaga bapak yang sedang sakit. Selain itu, Bustari sempat mengajarkan ilmu nyedot pusaka dari alam ghoib dan memberinya bambu kuning yang ruasnya ketemu, atau lebih terkenal dengan bambu pethuk. Ternyata harga bambu pethuk sangatlah mahal, bisa mencapai tiga ratus juta rupiah.


    Hal ini membuat saya semakin terpikat dengan kebaikannya. Dia itu orang miskin, tapi mau memberikan sesuatu yang nilainya besar. Akhirnya saya dan adik berniat mengangkat saudara kepada Bustari. “Kalau bapak butuh bantuan, bilang saja. Lnsya A llah akan saya bantu. Begitu juga kalau saya perlu bantun bapak, saya akan bilang.” Kata saya kepada Bustari. Selang beberapa hari kemudian, adik saya pulang ke Medan.

    Akhir bulan Agustus itu, Bustari menelpon dan bilang mau minta tolong. Waktu itu, saya pikir dia mau pinjam uang. Tapi ketika saya ke rumahnya, ternyata tidak. Dia bahkan ceritablak-blakan bahwa sebenarnya dia punya uang sekitar seratus milyar, yang disirnpan di bank. Uang itu cair setahun sekali, sekitar awal November. Katanya, uang tersebut adalah hasil penggandaan uang antara gurunya dan anak seorang mantan penguasa negeri ini melalui bantuan jin. Waktu itu modalnya sekitar 68 juta. Digandakan menjadi 68 milyar, yang kalau dalam kurs rupiah sekarang bisa mencapai seratus milyar karena sudah didepositokan selama lima tahun.

    Katanya, dia akan membeli perkebunan senilai lima milyar yang harus dibayar pada pertengahan September. Selain itu, katanya dia juga bekerja sama dengan sebuah pabrik semen di Cibinong untuk pengadaan 40 truk. Dan, pada akhir Oktober, dia harus bayar 3 milyar. Dia memang punya uang tapi baru bisa dicairkan pada bulan November. Oleh karena itu, dia punya ide untuk meminjam uang di “bank ghoib”, istilah bagi bank yang dikelola bangsa Jin

    Saya tidak tahu mengapa saat itu saya percaya begitu saia, hingga dia menerangkan cara peminjamannya. Saya juga disuruh mencari orang yang kuat begadang, kuat wirid dan puasa tiga hari tiga malam. Selang beberapa hari kemudian saya datang kembali ditemani Yasto, yang sanggup tirakat tiga hari tiga malam, dan lima orang lainnya. Waktu itu, Bustari menghitung unsur nama, tanggal dan hari lahir. Misalnya, Yasto. Huruf ‘Y’ itu menyamai angka berapa, ‘A’ itu angka berapa dan seterusnya. Setelah itu hari lahirnya apa, misalnya Jumat pon. Jumat itu menyamai angka berapa, Pon itu berapa. Serta tanggal lahir. Dari kesemuanya itu lalu dijumlah. Dari sini diketahui berapa kekuatan Yasto untuk meminjam uang dari bank ghoib. Total jendral, kata Bustari, Yasto mampu meminjam uang senilai tujuh milyar.

    Setelah sepakat semua, kemudian dibicarakan berapa modal yang harus dikeluarkan. Setelah ditotal, untuk membeli minyak wijaya kusuma, candu jenis lima tengkorak, hio, bunga tujuh rupa, kemenyan, kelapa hijau, minyak wangi dan tasbih, dibutuhkan dana lima juta. Jumlah yang tidak sedikit sehingga tidak ada yang sanggup.

    Akhirnya saya yang menyanggupi walau sebenarnya saat itu saya tidak punya uang. Terpaksa saya meminjam kesana kemari. Kebetulan saat itu, saya sudah tidak kuat kerja di kantor karena saya melihat kecurangan-kecurangan yang ada. Mendapat tawaran menjadi pengelola perusahaan yang akan didirikan Bustari dengan uang yang bernilai milyaran itu, akhirnya saya tertarik dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari kantor.

    Untuk memperlancar pekerjaan itu, Bustari mengajarkan “ilmu kebal” kepada seluruh anggota rombongan. Setelah membaca surat Yasin puluhan kali tangan saya bergerak sendiri dan menunjuk ke salah satu Asmaul Husna. Selanjutnya Bustari memberi kita minuman yang telah dibacakan doa-doa tertentu. Kemudian dengan hanya memakai celana dalam kita di uji dengan beberapa alat dan ternyata kita benar-benar kebal. Terus terang, setelah memiliki kekebalan tubuh ini rasa percaya diri saya semakin tinggi dan yakin pasti berhasil.

    Mencairkan Dana Pinjaman dari Bank Ghoib

    Setelah semua persyaratan terpenuhi, mobil juga sudah disewa, akhirnya rombongan yang beranggotakan sembilan orang itu berangkat ke Ujung Genteng daerah Jampang di pesisir selatan. Menuju goa bawah tanah. Setelah memeriksa keadaan goa, Bustari bilang “Goa ini tidak bisa diiadikan sebagai tempat peminjaman uang.” Akhirnya kita berangkat lagi ke tempat lain, menuiu daerah Sumur Tujuh di Pelabuhan Ratu. Tepatnya, di sekitar hotel Marina Beach. Di bawahnya ada goa bercabang tujuh dengan tiga pintu. Di dalam goa itu terdapat sebuah makam dengan lebar dua meter dan tinggi satu setengah meter. Untuk sampai ke sana kita harus jalan jongkok saat melewati lorong goa yang sempit sebelum akhirnya tiba di jembatan batu alami sepaniang satu setengah meter dengan genangan air hijau di bawahnya.

    Setelah maghrib, Yasto lalu duduk bersila di ruangan itu, setelah terlebih dahulu seluruh persyaratan diletakkan di sana. Sementara anggota rombongan yang lain membantunya dengan wiridan, yang diambil dari buku mujarobat, di depan pintu goa. Komunikasi antara Yasto dengan rombongan lain hanya menggunakan kilatan lampu senter. Bila Yasto membutuhkan sesuatu, dia menyorotkan senternya beberapa kali, maka seorang teman yang lain mendatanginya. Yasto tidak boleh berkata apa-apa. Dia hanya menulis apa keperluannya. Lalu, kitalah yang memenuhi apapun kebutuhannya. Setelah semuanya siap dengan tugas masing-masing, Bustari minta uang satu juta lalu pergi sepanjang malam. Katanya ke pesantren gurunya di Tasik untuk minta bantuan. Dari sanalah, dia memonitor dan membantu menarik uang.

    Hembusan angin dingin yang menusuk tulang ditambah dengan tingkah polah binatang malam membikin bulu kuduk berdiri. Terlebih, setelah ada kejadian aneh, wiridan saya terbolak-balik, sepertinya saya lupa. Padahal sebelumnya sudahngelontok. Demikian pula yang dialami teman-teman. Secara batin, saya merasakan bahwa itu semua gangguan dari jin, hingga bulu kuduk saya merinding, badan terasa panas dingin.

    Pada jam 9 pagi, saat matahari mulai menghangatkan tubuh, Yasto sudah tidak kuat lagi, dia keluar dengan wajah menghitam terkena asap hio. Katanya, dia sulit wiridan. Seperti ada sesuatu yang menghalanginya sehingga membaca basmalah saja harus tertatih-tatih “Bis … mil …lah” begitu juga dengan wiridan lainnya, pikirannya galau. Tak lama kemudian, saya tahu bahwa ada kelompok lain yang juga tirakat di sini, sehingga wiridan kita berbenturan dengan mereka.

    Dua jam kemudian Bustari datang. Lalu memutuskan untuk pindah ke gunung Tumpang di Banten. Setelah melewati perkampungan terakhir kita terus naik melalui jalan setapak yang berkelok mengitari jurang sejauh lima ratus meter. Di sana terdapat empat buah batu yang tersusun seperti tungku masak dengan celah yang membiarkan cahaya masuk ke dalam. Di atasnya terdapat batu besar yang menutupinya, batu itu bagaikan panci pemasak. Di dalam ruangan seluas tiga kali empat meter dan tinggi satu setengah meter itu kita menggelar sajadah dan meletakkan seluruh persyaratan di sebelahnya.

    Di sini Yasto masih bertugas wiridan didalam karena ia belum dinyatakan gagal. Saat Maghrib tiba dia mulai wiridan. Sementara, enam orang yang lain membantunya dari jarak 200 meter, melewati jalan setapak di antara semak belukar yang memutari lereng Pegunungan. Suasana di sini tidak kalah menyeramkan dibandingkan di Pelabuhan Ratu. Musik malam yang menakutkan itu terus ditimpali dengan suara jin yang menggoda untuk membatalkan tirakat. Sungguh menegangkan.

    Saya ingat, waktu itu Bustari menyuruh saya menanam segenggam tanah yang katanya dihuni oleh jin Aji Karang, yang tidur di atas peti uang. Bila kita berhasil membangunkannya, jin itu akan menuniukkan tempat penyimpanan uang senilai tiga milyar. Pada malamnya, jin Aji Karang yang menurut Bustari berbentuk manusia berambut api itu

    mendatangi Yasto dan mengganggunya. Yasto berteriak ketakutan, tapi jin Aji Karang itu tidak dapat masuk karena tempatnya sudah dipagari terlebih dahulu.

    Malam itu, Yasto sukses melaksanakan tugas dengan baik, namun saat pagi menjelang ia mendengar bunyi anak ayam dan kicauan burung, bagaikan alunan musik yang merdu, suara alam itu membuatnya terlena dan tertidur hingga memutuskan wiridannya. Akhirnya, kali ini ia dinyatakan gagal.

    Tak lama kemudian Bustari datang. Saya tidak mengerti bagaimana ia pulang secepat itu, padahal katanya tadi ia berangkat ke Tasik dengan lama perjalanan enam jam. “Saya sudah pinjam uang dari bank ghoib dan sudah serah-serahan. Tapi, ternyata baru ditarik sepertiga perjalanan. Sayang sekali. Padahal, pinjaman itu harus tetap dilunasi.” Kata Bustari. Bingung rasanya mendengar penuturan Bustari. Uang yang sudah sepertiga perjalanan itu, apa harus hilang kembali? Akhirnya kita berunding kembali, dan harus mencari orang baru yang menggantikan Yasto. Orang itu harus lahir pada hari Rabu. Saya teringat ternyata adik saya yang telah kembali ke Medan juga lahir pada hari Rabu.

    Bustari setuju saya memanggil adik saya. Selain itu, ia juga minta tambahan uang lima juta. Padahal setiba di sini saya sudah memberinya tiga jutaan. Saya benar-benar terhipnotis total, apapun yang diinginkan Bustari selalu saya turuti. Akhirnya saya turun gunung. Saya telpon adik agar segera ke Jakarta. “Pokoknya kamu harus datang. Nanti saya jemput di bandara. Terus usahakan minta uang lima juta.”

    Di Medan, orangtua kelimpungan mencari uang lima juta, tapi saya tidak peduli. Ketika saya menelpon, ibu bilang sambil menangis, “ltu kan, sudah nggak benar. Sudah hentikan saja.” Saya sudah terlanjur putus kerja dan habis puluhan juta. Sudah kepalang basah. Hingga saya bicara keras sama orangtua, “Kalau bapak dan ibu tidak mau bantu, ya lebih baik saya mati saja.” Tapi akhirnya saya melunak, “Ya sudah, carikan saja uang untuk biaya naik pesawat.” Akhirnya adik jadi berangkat dan saya tunggu di Bandara.

    Sebenarrya, saya sudah tidak punya uang. Dan harus pinjam kesana-kemari tapi anehnya ada saia yang meminjami. Setelah semua perryaratan tersedia dan adik juga sudah tiba, rombongan segera berangkat ke Bukit Tumpang.

    Di sana, adik langsung tirakat di ruangan dan paling lama bertahan. Bisa dikatakan dia sudah berhasil 99%. Tak lama setelah masuk ruangan dan melaksanakan wiridan beberapa saat, adik saya merasa dikelilingi tujuh khadam dari jin yang berpakaian wali. Mereka memakai surban dan tasbih. Mereka membenarkan kesalahan wiridan adik saya. Begitu pula ketika mengalami kesulitan dan butuh bantuan, jin itu bilang, “ltu, yang di bawah sedang istirahat. Minta bantuan mereka!” Akhirnya adik saya memberikan kode dengan sorot senter. Lalu, seorang teman saya menemuinya. Lalu, adik saya menulis, “Tolong bantu wiridan. Pembuka jalannya bagaimana?”

    Saat itu, kata adik saya, dia juga sempat diajak keliling taman bunga. Bahkan, salah satu jin mengatakan, “Kamu tidak usah pinjam uang. Lebih baik ikut saya saja. Kalau kamu ikut, saya siapkan pakaiannya. Keluarga kamu juga saya jamin kemuliaannya. Dan saya jamin, kamu bisa membantu keluarga.”

    Adik menolak tawaran itu, karena ia masih ingat pesan saya, “Tugas kamu cuma pinjam uang. Berhasil, ya diambil. Nggak ya, nggak apa-apa.” Merasa tidak berhasil membujuk adik saya, akhirnya jin itu menyerah, “Ya sudah, kalau tekad kamu sudah bulat, kita buat perjanjian di selembar kertas.” Lalu ia menunjukkan peti kepada adik saya, “lni peti uangnya. Terserah mau kamu angkat pakai apa. Tapi, uang ini hanya boleh dipakai untuk hal-hal yang baik dan harus dikembalikan dalam jangka waktu 25 tahun. Kalau uang ini dimanfaatkan untuk yang tidak baik, maka kamu yang mendapat teguran pertama kali. Dan, bila sampai pada teguran ketiga masih tidak berubah maka kamu harus ikut kami, masuk ke dunia jin.” ujar jin itu. Adik saya setuju dan langsung tanda tangan.

    Pada saat itu, kita menyaksikan peristiwa yang sangat luar biasa. Dari jauh, segerombolan kabut datang menutupi bukit Tumpang. Dengan pancaran cahaya merah, putih, biru, dan kuning silih berganti berpencaran dari kanan kiri. Luar biasa, kita seperti menonton film di TV saja.

    Setelah peristiwa itu, kita yang membantu wiridan semakin yakin. Dan, hilanglah kekhawatiran akan kegagalan seperti yang terjadi beberapa saat lalu. lmpian menjadi milyuner seakan terbayang di pelupuk mata. Terlebih setelah sore harinya Bustari datang. Katanya sebentar lagi uang pinjaman itu sudah sampai. Kemudian dia naik bersama yang lain, hanya saya yang tinggal di bawah. Karena saya lahir pada hari Jumat. Bila orang seperti saya ini ikut naik ke atas, lalu ketemu dengan khadam jin, khadamnya akan kabur semua.

    Sesampainya di dalam ruangan, siapapun tidak boleh menyalakan senter dan tidak boleh bicara. Namun, ketika mau masuk Bustari mengatakan, “Ton, sudah minggir?” “Ya” jawabnya. Selanjutnya adik saya yang masih dalam ruangan itu bahkan bertanya sambil menghidupkan senter, “Mana sandal saya?” Adik saya melakukan tiga pelanggaran. Jadi peti uang yang tadinya sudah ada itu hilang kembali. Sempat terjadi tarik menarik dengan jin yang menjaga uang itu. Tapi mereka lebih kuat akhirnya peti itu hilang lagi.

    Setelah kejadian itu, tekad semua rombongan semakin kuat. Akhirnya tirakat diulang lagi. Dan, adik saya masih bertugas melakukan wiridan. Pada jam satu malam adik saya metihat khadam jin itu sudah datangsambil marah-marah, “Kamu sudah gagal. Ayo turun.” Adik saya tetap tidak mau turun, sampai akhirnya badannya ditenteng kemudian ditendang. la menuruni jalan setapak seperti melayang saja. Sampai sepuluh meter di dekat kami, dia baru melangkahkan kaki dalam keadaan sempoyongan. Dia langsung merangkul saya. “Mas, gagal. Mas.”

    Setelah kegagalan itu saya mencari orang lain lagi. Namanya Seno. Ketika ia mulai wiridan, awan gelap segera menyelimuti bukit Tumpang. Tak lama kemudian kilatan petir yang menyambar-nyambar menerangi langit yang hitam pekat. Disertai dengan suaranya yang memekakkan telinga mengiringi turunnya hujan. Hujan itu seperti tercurah dari langit. Dalam keadaan demikian, dia melihat kondisi istrinya yang sedang menangis. Akhirnya wiridannya terputus.

    Saya tidak tahu. Mengapa kegagalan demi kegagalan itu masih belum menyadarkan saya, walau sebenarnya dana bukan saja sudah habis, tapi sejak awal sudah piniam kesana kemari. Seperti saat itu, saya terus saja mencari pinjaman dan mencari pengganti Seno.

    Akhirnya saya ketemu dengan Marto. Tapi kejadiannya sangat diluar dugaan. Belum setengah jam, dia sudah kembali dalam keadaan takut yang tidak terkira. Bicaranya, “u, a, u.” la pingsan dan baru bisa ditanya keesokan harinya. Katanya, dia seakan dipaksa lihat ke atas. Begitu melihat ke atas, ia langsung menjerit. Ternyata dia melihat sebuah kepala dengan gigi taring yang tajam dan mulut terbuka siap menerkamnya.

    Setelah kegagalan yang kesekian kalinya ini, saya sulit mencari orang yang lahir pada hari Rabu. Hingga akhirnya saya bertemu dengan seorang penjual bunga. Saya tawari dan dia pun mau. Tapi hasilnya sama dengan yang sebelumnya, baru beberapa jam dia sudah kembali dalam keadaan tidak bisa bicara. La ketakutan sekali. Katanya ia sepertinya sudah mau mati saja.

    Sebenarnya, kita telah melakukan berbagai cara untuk mencegah kembalinya peti ke buto ljo. Pernah, kita menguncinya dengan kepala kambing. Hingga empat kambing yang sudah dipotong dan kepalanya dipersembahkan ke buto ljo. Namun, setelah kegagalan yang kelima, akhirnya kita mencoba cara lain. Kita mengikat peti yang hanya bisa dilihat oleh Bustari itu dengan tambang lalu ditarik ramai-ramai. Ketika ditarik, peti itu seperti bergerak sedikit, tapi akhirnya tak bergerak lagi. Kita terus menariknya hingga tali yang sebesar jari telunjuk itu putus jadi tiga potong. Aneh, memang. Saya belum putus asa. Lalu saya cari tali sebesar ibu jari. Waktu itu saya mulai curiga, jangan-iangan Bustari mengikatnya di batu. Akhirnya tali yang kedua itu kita yang mengikatnya. Bustari hanya memberikan aba-aba. Dan, kita tidak boleh menginjak tanah yang ada di tengahnya. Setelah kita tarik, ternyata tetap saja tidak bisa.

    Saya berpikir, dimana letak kesalahannya. Peti yang ditarik sepuluh orang itu tidak bergerak sama sekali. Akhirnya Bustari mencoba menghitung berat peti itu. Ternyata peti itu katanya seberat l6 ton, sementara kita, yang menariknya setelah diisi tenaga dalam oleh Bustari, hanya mencapai 10 ton. Kemudian kita mencari cara lain. Kita berencana mengangkatnya dengan pengungkit kayu dan meletakkannya di atas balok-balok kayu berjajar.

    Tapi rencana ini tidak jadi, karena ketika saya ukur, lebar pintu ruangan itu hanya 93 cm. Padahal peti itu kata Bustari panjangnya satu meter, lebar satu meter dan tingginya juga satu meter. Akhirnya rencana itu tidak jadi.

    Tertipu Tujuh Puluh Juta

    Dari sini nilai ketidakpercayaan saya pada Bustari mencapai puncaknya. Akhirnya saya dan teman-teman berunding di rumah saya. Sebenarnya di sela-sela aktifitas selama ini, setiap orang punya kecurigaan dengan Bustari. Pertama, ketika mau berangkat ke pesantren di Tasik, ia pernah minta uang satu juta. Saya kasih. Lalu, dia bilang uangnya hilang. Kemudian minta lagi. Kedua, cerita dari pemuda kampung itu, bahwa ia pernah diajak Bustari ke pelabuhan Ratu. Di sana, -diluar dugaan- dia minum-minum dan bergandengan dengan wanita. Awalnya, kita tidak percaya karena dia lulusan pesaptren. Tapi setelah mengingat kembali bahwa kita tidak pernah melihatnya shalat, akhirnya kepercayaan kita luntur semuanya.

    Lemas rasanya badan ini. Setelah habis-habisan mencurahkan seluruh tenaga, sana dan pikiran untuk mengejar impian menjadi milyuner, ternyata gagal total. Apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Tinggallah penyesalan yang tersisa dan beban hutang yang menumpuk. Dalam kondisi demikian saya teringat dengan bambu pethuk, yang dulu diberikan Bustari kepada adik saya. Benda itu saya tawarkan ke para pecinta benda keramat. Karena memang, saya sudah habis tujuh puluh jutaan. Sampai rumah seisinya terjual untuk membayar hutang. Sebenarnya, keberanian pinjam uang itu didasari oleh keberadaan bambu pethuk itu. Tidak perlu jauh-jauh, misalnya laku seratus juta saja, uang saya kembali. Tapi, ternyata bambu pethuk itu palsu. Kemarahan saya tak tertahankan lagi. Saya dibohongi terang-terangan.

    Terlebih lagi saat itu istri dan anak-anak sudah saya ungsikan ke mertua di Ponorogo. Karena memang tidak ada pilihan lain. Saya ingat, ketika anak dan istri masih di Bekasi, saya pernah hanya punya uang sepuluh ribu. Sementara saya harus menanggung empat orang. Saya bingung, mau dibelikan apa? Saya lihat ke dapur -alhamdulillah- masih ada beras. Akhirnya saya belikan sayur. Sedih rasanya melihat anak dan istri seharian hanya makan nasi tanpa ikan. Sedang esoknya tidak tahu, mau makan apa. Selain itu, di masyarakat saya sudah tidak punya muka. Saya sudah menentang semua teman dekat saya. Masyarakat juga sudah tidak mau perduli karena mungkin muak dengan keangkuhan saya, yang waktu itu bermimpi jadi milyuner.

    Sampai akhirnya, saya tidak tahan lagi di Bekasi. Saya pulang ke Medan bersama adik berbekal uang penjualan almari yang laku 500 ribu rupiah. Saya menangis dan meminta maaf pada orangtua. Namun, keberadaan saya di pulau seberang tetap tidak bisa melupakan kenangan pahit itu. Dendam saya tetap membara, hingga setiap hari saya mengasah pedang. Yang terpikir hanya Bustari atau saya yang mati. Saya tidak lagi memikirkan keluarga. ltulah yang terbayang dalam pikiran saya, karena mau lapor ke polisi juga tidak menyelesaikan masalah. Tidak ada bukti yang bisa menjeratnya. Walau rombongan saya berjumlah enam orang dan mau menjadi saksi. Tapi, kasus ini tidak bisa diselesaikan melalui jalur hukum. Hingga akhirnya saya bertemu dengan guru saya yang telah lama tak bertemu. Beliau mengatakan, “Kalau kamu bisa mengikhlaskan apa yang terjadi, -insyaAllah- Allah akan mengganti kerugianmu berlipat ganda.” Saat itu saya tetap tidak bisa memaafkannya. Dalam hati saya berpikir, “Bagaimana bisa ikhlas, wong saya sudah retak dengan istri.”

    Di keheningan malam, saya terpekur merenung. Akhirnya saya sadar bahwa syetan telah menghipnotis saya sampai lupa segalanya. Selain itu, saya yakin dengan kuasa Allah bahwa semuanya itu sudah ada rizkinya. Jangankan manusia, semut pun sudah ada rizkinya. Dengan demikian saya mencoba melupakan masa lalu, walau awalnya terasa berat.

    Setelah bertahan beberapa minggu di Medan, akhirnya orangtua memberi saya uang tiga juta. Beliau ingin saya kumpul kembali dengan anak dan istri. Kemudian, saya kembali ke Bekasi dan mencicil sebagian hutang. Alhamdulillah, mereka mau memahami kondisi saya. Dan dengan sisa uang itu saya pergi ke Ponorogo menemui istri saya. Saya tanyakan apakah ia tinggal di sini dan saya kembali ke Bekasi. Tapi istri saya dengan teguh mengatakan, “Kita makan nggak makan yang penting kumpul.” Akhirnya saya boyong kembali anak dan istri ke Bekasi.

    Sebenarnya orangtua mengirimkan uang tiga ratus ribu setiap bulan. Namun, uang itu tidak cukup untuk hidup di Bekasi. Padahal gaji saya, sebelumnya sudah mencapai tiga juta setengah karena saya menjabat wakil manajer di perusahaan asing Jepang.

    Dalam kondisi seperti itu, apapun saya kerjakan. Melukis, membuat keraiinan, atau jadi tukang bangunan. Akhirnya, banyak tetangga yang simpati. Tapi untuk minta bantuan dicarikan kerja, saya tidak berani. Saya sudah terlanjur malu. Yang saya lakukan selain membuat kerajinan itu selalu mengirim surat lamaran kerja ke berbagai tempat.

    Alhamdulillah, setelah sempat nganggur 8 bulan akhirnya saya diterima kerja di Tangerang pada bulan Juli 2002. Minimal untuk makan bulanan tidak lagi menggantungkan pada orangtua. Tak lama kemudian pada bulan Oktober 2002 saya diterima keria di Cikampek, sebagai manajer di sebuah perusahaan asing Jepang sampai sekarang.

    Namun, rupanya derita itu tidak berhenti sampai di sini. Jin yang dengan bebasrya merasuki tubuh saya menjadi derita tersendiri. Ya, bagaikan rumah tak berpintu. Hal ini mulai terjadi sejak saya mempelaiari ilmu kebal, sebelum melakoni drama peminjaman uang di ‘bank ghoib’. Meski sebenarnya jin itu hanya menguasai kepala hingga leher. Sedangkan bagian jantung ke bawah semuanya masih dalam kendali saya, tapi tak urung badan saya terasa berat, gerak badan tidak bisa saya kendalikan total.

    Gangguan itu terasa lengkap, bila jin yang masuk ke tubuh saya termasuk jenis jin yang ganas. Tingkat emosi saya meninggi. Saat seperti itu biasanya saya segera mencari tempat yang sunyi kemudian saya paksa jin itu keluar dari tubuh saya dengan menggunakan tenaga dalam.

    Saya ingin hidup normal seperti orang lain. Tidak menjadi media keluar masuknya jin. Maka tak mau saya harus minta bantuan kepada orang yang berkompeten dalam hal ini. Kebetulan saat itu ada teman yang cerita bahwa di kantor Majalah Ghoib ada terapi gangguan jin. Akhirnya saya memintanya untuk mendaftarkan saya.

    Dan dengan ditemani seorang teman, saya pergi ke MajalahGhoib. Ketika masuk ke jalan Kebon Manggis saya merasakan masuknya khadam dari jin itu ke dalam diri saya. Saya menahannya sekuat tenaga sehingga jin itu tidak bisa menguasai diri saya seratus persen. Pas ketika sampai di kantor Majalah Ghoib terjadilah sedikit kesalahpahaman. Sementara jin itu begitu kuatnya ingin menguasai diri saya akhirnya saya lepaskan begitu saja. Tidak saya tahan lagi. Hasilnya saya benar-benar mengalami kesurupan jin. Peristiwa ini terjadi di depan pintu pendaftaran. Saat selanjutnya saya tidak tahu apa yangterjadi. Katanya saat itu saya terus mengeluarkan jurus-jurus.

    Wah, gempar sekali suasananya. Ustadz Junaedi, Lc dan para pasien segera menghambur keluar rumah. Saat selanjutnya, ustadz Junaedi menendang saya sambil bertakbir hingga saya terkapar. Padahal waktu itu saya sedang mengeluarkan semua jurus yang saya pelajari. Heboh sekali.

    Kemudian saya dibawa ke dalam ruangan dan terus diruqyah hingga akhirnya saya sempat muntah. Badan terasa lemas tak bertenaga tapi anehnya ketika saya dipukul saya tidak merasa sakit sama sekali. Setelah di ruqyah itu saya merasa badan lebih enak dan tidak lagi ada jin yang merasuk seperti dulu. Hidup pun lebih tenang. Saya berharap kisah ini menjadi bahan renungan bersama bahwa berhubungan dengan jin itu tidak ada manfaatnya, yang terjadi justru sebaliknya. Kita yang terpedaya. Selain itu pandai-pandailah mencari teman dan jangan mudah terkecoh oleh hal-hal yang tidak masuk akal.
    jangan bergaul dengan teman yang sesat (yang belajar ilmu hitam)

    dalam suatu lingkungan kerja atau sekolah bahkan keluarga jika ada yang belajar ilmu kebathinan, hati2 nasehatilah agar membuangnya kembali walaupun untuk membuangnya itu tidak gampang.....

    saya juga pernah kesalahan berteman dengan paranormal...yang ternyata dibelakang dia sering mengirim dan mengetes kita yang waktu itu masih bloon dan awam masalah gaib...hingga 5 tahun berhasil lepas dari dia....waktu itu kita pikir lumayan ada teman buat konsultasi msalah hantu / gaib gratis lagi....ha...ternyata makan dari belakang...
    terakhir baru baca ternyata ada sila dilarang berteman dengan teman yang sesat...intinya jangan sekali2 merasa tertarik dengan paranormal yang menawarkan sesuatu bahkan amulet dari thailang menurut saya pribadi...didalamnya mengandung pelet yang menghipnotis sekali kena sukar terlepas dari lingkaran setan...hanya manjur sesaat...jika expirenya datang sialnya lebih lama malah dobel berkali2....yang sudah terlanjur wajib sadhana vajrasatva baru bisa membersihkannya itu juga membutuh kan waktu tahunan dan keteguhan/disiplin diri menjalankan sila
    Last edited by sindi; 18-08-10 at 02:02.

  9. #9
    sindi's Avatar
    sindi is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    1,564
    Thanks
    4
    Thanked 115 Times in 98 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    Dikira anak Indigo

    Sosok anak kecil (8 thn) berkaca mata yang tinggal di Bekasi itu terkesan tenang dan pendiam. Tapi siapa sangka di balik ketenangannya itu ia menyimpan sebuah kisah penuh misteri. Awal mula keanehan itu seakan merupakan suatu kelebihan, karena si anak bisa melihat jin yang tidak terlihat oleh orang yang bersamanya. Namun, perjalanan selanjutnya ternyata melahirkan suatu penderitaan yang beruntun yang harus ditanggung oleh “si anak indigo” itu.

    Dirumah orangtuanya yang asri, merangkap sebagai tempat pembelajaran anak-anak, Majalah Ghoib berbincang santai dengan kedua orangtuanya. Inilah penuturannya.


    Terus terang keluarga saya secara turun temurun, senang mempelajari ilmu kanuragan. Mulai dari buyut, kakek, hingga ayah. Bedanya, ayah tidak suka menggunakan kepandaiannya dan tidak mau mendalaminya. Setiap orang yang mempelajari ilmu semacam ini suka ataupun tidak, tentu sadar bahwa ilmunya itu bisa turun kepada anak-anaknya. Dan itulah yang terjadi pada keluarga saya. Hingga sekarang. Saat ini saudara saya masih ada yang memperdalam kemampuannya, sampai bisa menghilang dair pandangan orang lain. Hal ini sangat disadari ayah dan beliau tidak ingin saya mewarisi ilmunya ini, sehingga beliau berusaha keras melindungi saya yang kebetulan adalah anak yang paling disayanginya. Disamping itu, saya merupakan satu-satunya anak perempuan di keluarga.

    Meskipun saya tidak mewarisi ilmu itu, bukan berarti saya bisa bernafas dengan lega. Sebab saya juga khawatir ilmu itu akan terwarisi oleh anak saya, karena menurut hitungan uwak saya, ilmu itu akan diwarisi oleh Andi (nama samaran), anak saya yang kedua. Saya masih belum menyadarinya hingga suatu hari saya menderita sakit. Temperatur panas badan saya sangat tinggi. Dan keesokan harinya saya langsung berobat ke dokter. Saya terperangah, seakan tidak percaya ketika mendengar penjelasan dokter. “Ibu mengidap penyakit kelenjar getah bening dalam taraf yang sudah akut. Ibu harus menjalani operasi”. Demikian dokter menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorium kepada saya dan suami. Seakan tersambar Guntur di siang hari, saya tidak percaya. Bagaimana mungkin demam yang baru saya derita satu hari dinyatakan sudah akut dan harus dioperasi. Padahal sebelumnya saya tidak merasakan gejala orang sakit kelenjar getah bening. Saya hanya pasrah, “Kalau sakit itu merupakan ujian, saya harus bersabar.” ltu saja yang membuat saya terus semangat beribadah.

    Namun, untuk menjalani operasi kelenjar getah bening terus terang saia saya masih belum siap, dan secara kebetulan ada beberapa teman yang memberikan informasi bahwa di Sukabumi ada pengobatan alternatif yang terkenal. Akhirnya dengan ditemani suami saya berobat ke sana. Sepulang berobat saya dikasih rajah yang harus direbus dengan cara-cara tertentu dan diminum selama empat puluh hari. Terus terang, saya tidak tahu apakah ada kaitan antara sakit yang diderita Andi dengan peristiwa yang saya alami ini, sebab kejadiannya memang susul menyusul.

    Muncul keanehan-keanehan

    Andi mulai mengalami perubahan yang diluar nalar. Bagaimana tidak. la mulai bisa melihat sesuatu yang ghoib, sesuatu yang tidak dilihat oleh orang-orang yang bersamanya, meski orang itu adalah kami, orangtuanya sendiri. “Bapak jangan duduk di kursi itu, karena sudah ada yang duduk di sana nanti bapak menyakitinya,” kata Andi kepada ayahnya yang hendak duduk di sebuah kursi. Kejadian seperti ini seringkali berulang. Bukan hanya di rumah tapi juga di sekolah. Andi sering melihat makhluk lain yang menakutkan di sekolah. Sehingga guru-gurunya di sebuah sekolah TK saat itu heran, mengapa Andi tidak mau bermain dengan teman-temannya, tapi sering mengikuti gurunya kemana pun dia pergi.

    “Pak, Bu. Sekarang apa yang dialami Andi sehingga ia harus mengikuti gurunya kemana-mana?” tanya seorang gurunya kepada kami. Ketika hal itu saya tanyakan kepada Andi, ia menjawab, “Soalnya di sekolah itu banyak ninja. Kalau Andi di ayunan, ia ikut di ayunan. Kalau Andi di perosotan ia ikut di perosotan. Saya takut. Orang-orang asing itu juga terkadang ada di antara teman-teman Andi”, katanya. Terus saya meminta Andi mendiskripsikan “Pokoknya seperti ninja. Hitam-hitam,” lanjut Andi. “Aku tidak mau lagi sekolah, sebab orangnya terlalu banyak. Dan orang itu tidak Andi kenal”. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2000, saat Andi masih sekolah TK kelas B.

    Andi semakin sering melihat anak kecil berkepala botak dan berkulit hitam. Bahkan saat selanjutnya, ia juga melihat wanita tua. Setelah tiba di rumah dia langsung berteriak, “Tuh kan, ia sekarang sudah menunggu.” “Siapa yang menunggu?” Tanya saya. Sebab saya tidak melihat siapapun di rumah. “ltu, nenek tua yang sering Andi lihat di sekolah,” jawab Andi. “Bagaimana rupanya?” saya merasa penasaran juga. “Nenek berambut panjang,” Andi mencoba menjelaskannya.

    Andi tidak mau main dengan teman-temannya ketika di sekolah. Padahal selama ini, dia anak yang biasa-biasa saja. Di rumah, dia mulai mempunyai kebiasaan aneh. Dia sibuk dengan tembok, kelihatan asyik ngobrol sendiri di tembok. Kadang-kadang, kalau sedang bermain dia banyak bebicara, seperti ada temannya. Padahal dia cuma sendirian. Apa yang diobrolkannya pun tidak jelas. Terkadang tanpa bicara hanya dengan bahasa isyarat, seakan di depannya memang ada anak seusianya dan mereka kelihatan asyik sekali bermainnya. Kalau kita menemaninya. Dia akan diam, lalu memandang kita dengan raut wajah ketakutan. Setelah kita pergi, dia kembali asyik dengan mainannya.

    Suatu ketika saya bilang, “Andi, kalau mama lagi ngajar, kamu main ya, sama teman-teman”. Dia malah tidak mau, “Tidak usah, suruh pulang saja, Andi berani kok main di rumah sendiri”, kata Andi.

    lntensitas gangguan yang dialami Andi juga semakin sering, bahkan wujud yang dilihatnya juga semakin aneh. Wujud yang tidak lazim. Kali ini, yang dilihat orang bertanduk, sangat menakutkannya. Hingga suatu saat, ketika Andi sedeang di kamar, dia meloncat kepada ayahnya sambil berteriak, “Dia meloncat lewat jendela dan sekarang ia mengganggu Andi”. Hal itu sudah keterlaluan dan mengganggu Andi.

    Ternyata, apa yang diderita Andi itu semakin kuat seiring dengan semakin seringnya saya berobat ke Sukabumi hingga empat kali. Saya berpikir, “Kok Andi begini, kok saya begini?” Saya juga sering bermimpi melihat dua orang jelek, persis seperti yang diceritakan Andi. Dari mimpi itu saya membayangkan wajah orang yang sering dilihat Andi. Memang menakutkan.

    Masalah bertambah

    Setelah kondisi Andi semakin mengkhawatirkan, ibu menyuruh saya untuk membawanya ke uwak, karena ia juga bisa melihat sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Agar Andi diobati. Sepulang dari uwak, kemampuan Andi tidak berkurang, bahkan semakin tajam. Uwak pernah memandikannya dengan air kembang tujuh rupa dan meminta kain hitam. Kemudian uwakmembacakan do’a-do’a pada kain hitam yang dicelupkan di air. Setelah itu Andi disuruh meminumnya.

    Ternyata, uwak semakin mengasah ketajaman penglihatan Andi. Misalnya ketika ada orang yang punya masalah, uwakminta Andi untuk menyebutkan berapa jin yang mengganggu orang itu. lstilahnya, Andi menjadi penyambung antara uwakdengan jin. Ya, kalau ada pasien yang datang, uwak menyuruh Andi untuk melihatnya.

    Demikian juga ketika uwak menjenguk saya, pada saat sakit saya kambuh kembali, “Andi, coba lihat pada mama itu ada siapa?” kata uwak dengan tenang. Akhirnya Andi yang menyebutkannya.

    Peristiwa ini menyadarkan saya bahwa apa yang dilakukanuwak itu tidak benar. Saya ingin Andi sembuh dari gangguan yang menyakitkan ini. Saya ingin Andi menjadi normal seperti anak-anak lain yang menikmati dunianya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Kemampuan Andi semakin dipertajam. Sehingga Andi bisa melihat makhluk yang lain, bukan hanya anak kecil berkepala botak dan kedua orang tuanya. Dia juga melihat ada dua monyet di dalam rumah neneknya, atau ada sesuatu yang ditaruh di bawah pohon kelapa. Andi tahu semuanya. Terus terang, uwak saya itu memang punyakhadam dari jin.

    Secara diam-diam, uwak memberi kalung kepada Andi. Setelah saya tahu bahwa ada sesuatu yang dibungkus di dalam bandul kalung itu, dan saya yakin itu adalah rajah. Segera, saya cabut kalungnya dan saya buang. Terang saja uwak marah melihat barang titipannya saya buang. “ltu pendamping anakmu” alasan uwak. “Kalau uwak bilang itu sebagai pendamping, sayatidak setuju”, jawab saya dengan tidak kalah sengitnya.

    Waktu kalung itu saya buang, Andi kelihatan mulai berubah. Dia bisa menghabiskan makanan yang secara logika tidak mungkin anak seumur Andi sanggup menghabiskannya. Karena makanan yang berupa kue itu, saya siapkan untuk kami berlima, seluruh anggota keluarga. Selain itu, cara makannya juga tidak wajar, misalnya dengan membuka lebar jari-jarinya dan mengambil nasi yang cukup banyak untuk ukuran mulutnya. la juga makan dengan tangan kiri. Sampai akhirnya saya bertanya-tanya. “lni anakku atau bukan, ya?” Bukan hanya itu, Andi juga bisa menghabiskan daging ayam separuh. Makannya juga aneh. Dengan mengeluarkan suara dan matanya kelihatan beringas. Selesai makan, saya bertanya, “Andi, maaf ya. Mama mau tanya. Andi tadi makan ayamnya kok banyak sekali?” “Tidak, Andi tidak makan”. Jawabnya, la tidak sadar bahwa makanan itu ia yang menghabiskan semuanya. la menyangkalnya dengan ngotot. Padahal saya meihat sendiri cara dia makan tadi.

    Ucapannya juga sudah aneh-aneh, “Ma, tadi ada bapaknya ke sini”, katanya “Anaknya itu di sini, ma. Sekarang ibunya yang berambut panjang, sedang mengejar-ngejar anaknya, disuruh pulang,” lanjut Andi. Rupanya ia diikuti oleh anak jin yang berkulit hitam sejak dari sekolah. “Tapi anaknya tidak mau,” katanya. Saya tanya lagi, “Kenapa tidak mau?” “Dia mau main sama Andi,” jawab Andi.

    Semakin lama keanehannya semakin bertambah. la makan dengan cara tertentu. Bila sudah sampai hitungan ke sembilan ia berhenti makan, walau makanan itu belum habis. Ketika makan pisang, misalnya. Setelah sampai hitungan sembilan dia langsung berhenti. Makan apapun akan berhenti setelah sampai pada hitungan sembilan. Hingga bapaknya pun terkadang menggoda, “Andi sudah sampai sembilan, belum?” jadi malah kita jadikan gurauan.

    Tapi saya semakin berpikir “Kok aneh ya”. Dalam kondisi seperti itu Andi malah sering berani menggoda gurunya, “liiih, di belakangnya ibu ada temannya, kan?” Sampai akhirnya saya lebih khawatir ketika dia mulai diajak beberapa teman saya ke rumahnya dan disuruh untuk melihat apakah ada sesuatu yang aneh atau tidak di rumahnya. “Andi, coba lihat. Apa di rumah ini kosong apa nggak dari makhluk aneh?” pintanya.

    Terapi Ruqyah Syar’iyyah

    Sebulan kemudian, ia berubah drastis. Sekarang menjadi penakut, dan tidak pernah lagi menyebut melihat sesuatu. Tapi malah ketakutan, “Ma, Andi takut, temanin Andi, ma!,” akhirnya saya tanya, “Kamu lihat yang menyeramkan, ya?” Saat itu, Andi mulai tidak mau mendiskripsikan apa yang dilihatnya. “Pokoknya, Andi takut. pokoknya, Andi takut”. Dari situ saya mulai berpikir untuk mencari pengobatan buat Andi. Banyak orang yang menyarankan ke sana kemari. Hingga akhirnya saya membaca Majalah Ghoib. di samping itu saya juga mulai mengikuti kajian kelslaman di sebuah lembaga lslam. Dari sini, Alhamdulillah saya menemukan jalan.

    Singkat kata, saya langsung tertarik dengan pengobatan ruqyah ini. Sebab saya tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu. Akhirnya saya, suami dan Andi pergi ke kantor Majalah Ghoib untuk terapi ruqyah. Saya ingat, saat itu kami harus menunggu giliran, sambil istirahat di halaman rumah. Ketika sedang menunggu giliran, Andi sudah mulai gelisah dan menghabiskan semua bekal makanan yang saya bawa. Waktu disuruh masuk Andi juga tidak mau. Akhirnya saya bujuk. Setelah diputarkan kaset ruqyah, Andi berontak dan lari. Lalu ia ditenangkan oleh Ustadz Musyaffa. Tak lama kemudian Andi ditangani oleh Ustadz Junaedi dan Ustadz Fadhlan. Saat itulah Andi mulai tenang.

    Kebetulan, saat itu ada seseorang yang sedang diruqyah dan kelihatan ada reaksi dari jin yang di tubuhnya. Ustadz Fadhlan berkata. “Andi, lihat! di depanmu ada apa?”. “Andi tidak melihat apa-apa. Andi cuma melihat orang berbaring saja”. Jawab Andi. “Ya sudah, berarti jin yang bersama kamu sudah hilang.” komentar ustadz Fadhlan. Saya bersyukur kepada Allah dan berterima kasih atas pertolongan tim ruqyah MajalahGhoib, karena sejak saat itu, Alhamdulillah Andi sudah tidak bisa melihat jin.

    Setelah proses ruqyah Andi selesai, saya juga minta diruqyah. Barangkali saya juga mengalami gangguan yang sama. Ternyata benar, saya juga kemasukan jin. Waktu itu, ustadz Fadhlan sempat bilang “Bu, mungkin ini keturunan”. Saya memang belum sempat cerita tentang latar belakang keluarga saya. Sebulan kemudian saya datang lagi. Saat itu saya melihat Andi sudah mulai berubah. la bilang “Andi kan tidak sakit, Andi kan tidak seperti orang itu, Andi kan tidak terganggu jin”. Saya pikir anak saya ini masih kecil dan tidak bisa dibawa ke pengobatan masal seperti ini. Akhirnya saya bilang kepada ustadz Junaedi bahwa saya ingin belajar ruqyah dengan tujuan saya bisa menangani anak saya sendiri. Dalam perjalanan selanjutnya, Alhamdulillah, saya bisa meruqyah dan bisa membantu orang lain yang merasakan derita gangguan jin.

    Memperoleh wawasan baru

    Untuk menghilangkan gangguan jin secara total pada usia belum baligh, memang agak sulit. Oleh karena itu, saya berusaha membangun benteng yang melindungi kami dari gangguan jin. Saya mencoba mengajak Andi ikut berdzikir. Pada bulan pertama dia bisa ikut berdzikir, tapi pada bulan kedua saya lihat reaksinya sudah berubah. Dia sudah mulai tidak mau shalat, saya suruh berdzikir juga tidak mau. Akhirnya, saya mengajaknya menemui ustadz Junaedi. Beliau bilang, “lbu, pertahanannya bukan di Andi, pertahanannya pada ibu dan bapak. Karena Andi masih belum punya pertahanan apa-apa dan jangan dipaksa”. Dari sini saya semakin rajin belajar agama dan rutin ibadah.

    Saya juga tidak pernah menyerah menghadapi kasus Andi, akhirnya saya memutuskan untuk berbicara terbuka kepada Andi, akan problem yang dihadapinya. Saya mengajaknya bicara dengan bahasa anak-anak, “Andi kondisi kamu itu sebenarnya begini lho, kamu itu diganggu, kamu itu harus punya pertahanan seperti ini”. Dengan pendekatan seperti itu, Andi mulai mau berdzikir kembali. Cuma memang prosesnya itu sangat memberatkannya. Kadangkala saya menemani Andi berdzikir, saya bilang, “Andi berdzikir satu lingkaran saja, tiga puluh tiga kali”. Dengan membaca ,”Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Dan bagi-Nya seluruh kekuasaan dan segala puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Baru berdzikir sekitar dua puluh kali, Andi sudah jatuh terjungkal. “Mama, Andi tidak kuat”. Katanya. “ltu bukan Andi, Andi harus kuat, Andi harus melawan”. Saya mencoba menguatkannya. Akhirnya ia berdzikir dengan terbata-bata. “Ya Allah lindungilah anak saya,” saya berdoa dengan cucuran air mata membasahi pipi. Kemudian saya menelpon Ustadz Junaedi. Kata beliau, “lbu jangan terlalu memaksa, kalau Andi bisa berdzikir sepuluh kali, ya sepuluh kali saia. Kalau bisa dua puluh, Ya puluh kali saja. Jangan terlalu dipaksa”.

    Akhirnya, saya perlonggar lagi dan saya biarkan dia berdzikir sendiri. Tapi yang terjadi justru diluar di luar perkiraan saya. Dzikirnya sudah berubah. Dia berdzikir “Golajong ….” Lafadz dzikir itu aneh dan tidak saya pahami, hampir semua kata-katanya itu tidak terlepas dari huruf G. Akhirnya saya perhatikan kembali dan saya dengarkan dengan seksama. Eh, ia berdzikir seperti yang saya ajarkan. Ketika tidak saya perhatikan, dia kembali berdzikir dengan dzikir yang aneh. Akhirnya saya pikir ini hanya masalah tarik ulur saja. Dan saya berpikir, “Saya harus memperkuat diri sendiri terlebih dahulu, kemudian Andi”.

    Di samping itu, saya memutar kaset ruqyah dua puluh empat jam tanpa jeda. Awalnya Andi bilang, “Ma, matiin deh, kepala Andi pusing.” Saya tidak menuruti kemauannya, kaset itu tetap saya putar sampai akhirnya Andi marah lalu mematikan kaset. Saat selanjutnya, saya menangkap Andi menggendongnya, lalu saya meruqyah-nya. Hingga Andi menangis. Saya membiarkannya menangis, asalkan gangguan itu hilang. Tak terasa saya pun menangis tersedu-sedu, meskipun demikian saya harus terus membacakan ayat ruqyah. Sungguh, saya tidak tega melihat penderitaan yang dialami buah hati saya yang masih kecil. Rasanya sungguh berat derita yang ditanggungya. Padahal dia tidak tahu masalah apa-apa. Saya berharap ini adalah cobaan terakhir yang dialami keluarga saya. Dan tidak ada orang lain yang mengalami nasib seperti anak saya ini.

    Mungkin karena kaset itu sering diputar, sehingga Andi sendiri sudah hafal bacaan ruqyah itu. Dan saat ruqyah berikutnya, karena memang membiasakan meruqyahnya, setelah saya membaca beberapa ayat Andi langsung meneruskannya sendiri. Lalu saya menelpon tim ruqyah, saya sampaikan apa yang terjadi. “Nggak apa-apa ibu, semoga itu Andi sendiri yang membaca,” kata Ustadz Junaedi. Sampai suatu ketika Andi bilang, “Mama, boleh nggak aku belajar sama ustadz Fadhlan saya mau bisa ruqyah”. Lalu saya tanya “Apa kamu bisa hafal bacaan-bacaan ruqyah?” Akhirnya dia membacanya dan memang dia hafal. Dia juga sering melihat saya meruqyah.

    Sebulan lalu saya sempat membawa Andi ke tim ruqyah Majalah Ghoib. Karena sekarang serangan jin itu terjadi di waktu ashar atau maghrib. Saya tidak tahu sebabnya, tiba-tiba Andi menangis, tapi tidak mengeluar-kan air mata. Terkadang mengamuk dengan tanpa sebab. Setelah saya tanya, “lngatkah kalau Andi tadi nangis?” “Nangis?” katanya dengan nada tidak percaya. “Tadi kan Andi digendong mama”.

    Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sekarang, setelah ashar Andi sudah tidak boleh keluar ia harus sudah ada di dalam. Dan kita selalu memutar kaset muratal. Selain itu sehabis Maghrib saya berusaha meruqyah Andi, ia gelisah dan mengeluarkan keringat sebesar jagung. Sungguh penderitaan yang berat.

    Alhamdulillah, pengaruhnya itu sangat baik, sekarang ini Andi kalau dzikir sudah tidak harus disuruh lagi. Bahkan bilang, “Habis maghrib mama harus mengetes hapalanku”. Begitu juga kalau akan pergi sekolah dia juga minta dibacakan do’a, “Ma, tolong bacakan do’a untuk Andi”. Do’a-do’a yang sering saya bacakan untuk Andi adalah “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari keburukan makhluk ciptan-Nya”. Sebenarnya dia sendiri sudah hapal do’a-do’anya, tapi rupanya do’a saya itu terasa lebih menenangkannya.

    lnilah sepenggal cerita perjalanan saya dan buah hati saya. Semoga hal ini bisa dijadikan pelajaran dan bahan renungan oleh siapapun. Terutama saudara dan kerabat saya yang masih menekuni ilmu warisan tersebut. Teriring do’a semoga Allah menjadikan kita orang yang mau mengikuti kebenaran walau pahit rasanya.

    anakku yang pertama waktu sd cerita ada temannya tiap waktu ke wc gak berani sendirian pasti minta ditemani padahal sudah klas 6, ternyata dia sudah bsia melihat hantu, pantes aja di wc sekolah ya pasti ada, darimana kemampuanya itu... dari akongnya (pihak papa) yang sudah meninggal mewariskan sebuah kitab. kitab ini berbahasa melayu tionghwa lengkap dengan cermin mengecek reinkarnasi...kitab ini dberikan akongnya diam2 tanpa setahu orang tuanya lalu dipelajarinya/hanya dibaca.. ada aturannya harus dibaca sampai selesai....ada segala macam ilmu dari ilmu pelet, ilmu kebal....pada waktu membaca hingga halaman 2 ratusan, mata gaibnya sudah kebuka ? bukan sudah ada jin yang nempel yang memberikan penglihatan gaib !
    kemana2 tidak berani sendirian paranoid, orang tuanya bercerai, hingga dia ikut neneknya, ibunya harus bekerja merantau ke kalimantan... semua keluarganya pernah dibaptis di ikuantao....waktu ketemu dilihat ha... ada dua yang aneh...satu siluman buaya ...dari kitab dan satu lagi seperti srigala...waktu itu dia sudah sakti bisa lihat reinkarnasi orang hingga tujuh kehidupan dengan melihat cerminnya...bayangkan anak kelas 6 sd...sudah pernah ke vihara theravada waktu kitabnya mau dibawa ke bhante, dari rumah sudah dibawa, sampai vihara, kitabnya hilang, balik sendiri kerumah....nah pulangnya dia pasti dapat hukuman kesialan.. jadi dia gak berani lagi bawa kitab itu diperlihatkan keorang lain......hanya mengajarkan dia merafal mantera guru....dan memberikan talisman protection dari padmasambava untuk membakar kitabnya supaya gak kabur lagi... katanya sih sudah berhasil dibakar di tempat sampah lalu ditinggal perg, berikut cerminnya juga dibuang sekitar tempat sampah kalibata....yang pasti setelah setengah tahun matanya sudah normal kembali tidak bisa lagi melihat hantu dengan merafal mantera guru dan ekolahnya juga bisa lulus hingga akhirnya pulang ke bangka melanjutkan smpnya....dia lahir tgl 27 juni = hut Maha guru.


    saya juga pernah ke gereja tiberias dan mendengar kaset ruqyah tidak ada pengaruhnya dengan hantu yang sudah merapal mantera buddha.... gak tau pengalaman yang lain.......
    Last edited by sindi; 18-08-10 at 02:25.

  10. #10
    ji3n's Avatar
    ji3n is offline Senior
    Join Date
    Jun 2009
    Posts
    117
    Thanks
    82
    Thanked 18 Times in 15 Posts
    Downloads
    4
    Uploads
    0

    Default

    nice post....lanjutkan ...!!
    Pertanyaanya.....!!!!!
    Bagaimana kalau seseorang mempunyai gejala2 munculnya indera ke -6, dari sudut pandang Budhis harus
    bagaimana...mengasahnya...atau....membiarkannya seiring dgn waktu kemapuan indera ke-6 nya terasah..??

  11. #11
    sindi's Avatar
    sindi is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    1,564
    Thanks
    4
    Thanked 115 Times in 98 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    Quote Originally Posted by ji3n View Post
    nice post....lanjutkan ...!!
    Pertanyaanya.....!!!!!
    Bagaimana kalau seseorang mempunyai gejala2 munculnya indera ke -6, dari sudut pandang Budhis harus
    bagaimana...mengasahnya...atau....membiarkannya seiring dgn waktu kemapuan indera ke-6 nya terasah..??
    pengalaman ku ya dibiarkan saja bukan kita yang mencari/meminta malahan harrus lebih mawas diri kenapa aku bisa, karena kemampuan lebih itu menuntut tanggung jawab yang lebih besar.....jika karena kita rajin sadhana atau berzikir itu mungkin ada dewa yang mengayomi.. tapi jika itu didapat bukan karena olah diri datangnya tiba2 berhati-hatilah, yang dapat melihat tanpa melatih diri kebanyakan sudah hampir menyatu dengan mahluk sejenis....yang kita lihat bisa kita mawas diri test bagaimana yang lain itu melihat apa sama wujudnya.....? pengalaman intinya sama tapi rupa/penampakan bisa beda seperti buaya ada yang bisa lihat lebih spesifik pake mahkota lah tanduknya lebih banyak tapi intinya sama buaya....orang yang melatih diri ibaratnya mengasah diri menjadi sebuah magnet....daya tariknya makin kuat banyak orang senang dan kagum...jika makin dibenci orang ya berhati-hatilah lebih seriuslah berlatih pertobatan dan jaga sila...yang pasti mahluk halus tidak akan tertipu dengan keberhasilan sadhana palsu.....

  12. #12
    sindi's Avatar
    sindi is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    1,564
    Thanks
    4
    Thanked 115 Times in 98 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    ini juga pengalaman seorang paranormal di kaskus, kalau boleh dibilang, pencari ilmu kesaktian sejatinya terselubung agama padahal agamanya sejati melarangnya, tetapi kebijaksanaannya...... sudah mulai muncul....

    di dalam aturan main dunia ini,menurut pengetahuan alam yang di rahasiakan
    dalam kumpulan makhluk ciptaanNya terdapatlah 4 jenis paku,paku ini adalah istilah sesuatu yang menjaga daerah tersebut.

    masing masing jenis paku itu adalah :
    1.paku bumi

    paku bumi ini bisa berupa makhluk ataupun tumbuhan ataupun pusaka,yang tugasnya menjaga suatu daerah dengan daya energi dari karomah orang yang menanamnya.loh karomah itu apa mas pengQ?karomah adalah suatu kemampuan makhluk hidup dalam berdoa yang tulus kepada yang Maha Kuasa sehingga bisa menimbulkan daya energi yang sangat kuat sehingga kekuatan dari doa itu di terima oleh Gusti Allah.

    pernah denger pusaka paku bumi,klo di tarik atau di angkat suatu tempat akan terkena bencana?nah gue pernah kejadian narik pusaka paku bumi yang mengakibatkan longsor sebuah bukit di suatu desa di jawa barat.

    loh paku bumi ini memang dari siapa mas?
    paku bumi ini berasal dari doa sesepuh di desa tempat tersebut yang gunanya sebagai perantara doa sehingga wilayah tersebut luput dari bencana.

    2.paku hirup(hidup)

    paku hidup adalah orang orang yang berada di suatu daerah yang setiap hari berdoa kepada Gusti Allah agar semua orang di daerah itu selamat.
    ciri ciri paku hirup :
    - tingkah lakunya baik dan dalam segi agama beliau beliau ini tidak menujukan kemampuannya.
    - selalu tersenyum dan penuh tulus ikhlas dalam bekerja
    - selalu berada dalam kegiatan masyarakat atau pun kegiatan beragama

    3.paku ilmu

    paku ilmu ini adalah orang orang yang memberikan keilmuan dengan kebijaksanaannya memberikan petunjuk kepada semua orang yang membutuhkan.
    ciri cirinya?kayaknya di kaskus banyak deh....

    4.paku manungsa

    paku manungsa tugasnya menjaga keamanan suatu tempat atau wilayah di mana ia tinggal,biasanya kemampuan bela dirinya sangat mumpuni sehingga menjadi keamanan dalam menjaga suatu daerah.

    nah apabila dalam suatu daerah tidak ada paku2 ini?
    berdoalah semoga sang Gusti tidak meletakkan marabahaya dan bencana di daerah tersebut.ga percaya?coba liat daerah yang banjir kemarin?4 elemen ini udah ngga ada,hasilnya?ya begitu deh....orang orang berbuat dengan seenaknya,tidak mengikuti norma kehidupan atau norma sosial...hasilnya?
    welcome to the jungle.

    kita lihat daerah yang terkena bencana alam besar, dari aceh, padang, yogya, hingga lapindo banyak orang sakti tapi hampir tidak ada yang berfungsi sebagai paku bumi yang mengayomi masyarakat disekitarnya.

  13. #13
    sindi's Avatar
    sindi is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    1,564
    Thanks
    4
    Thanked 115 Times in 98 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    Pesan dari ki sawung
    Tunggulah Saatnya Ilmu Hikmah Membuatmu Kecewa

    Atas dasar tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina..
    gerakan hati misteri mengapa sampai menyukai dunia supranatural
    di mana ada guru hikmah dikejar, di mana ada orang sakti disambangi
    di mana ada keramat didatangi, diziarahi..
    di mana ada jimat sakti dan pusaka ampuh dimiliki

    di mana ada kitab hikmah dibeli, dicari sampai dapat, lalu dipelajari
    apapun itu namanya
    yang penting ilmu... , ilmu hikmah, ilmu kebatinan, dan sebagainya
    berapapun biayanya tidak perduli
    syukur-syukur gratis
    pokoknya sampai dapat

    sampai saatnya tiba..
    semua sudah difahami
    semua sudah dijalani
    semua sudah dibuktikan
    dan keajaiban-keajaiban menjadi teman keseharian
    sudah menjadi biasa baginya
    namun bagi orang lain ialah luar biasa
    menimbulkan kekaguman dan pengakuan

    kemudian timbullah tragedi
    keajaiban itu seolah hilang
    deraan kehidupan datang bertubi-tubi
    kekaguman dan pengakuan berobah jadi hinaan

    semua ilmu hikmah menjadi tawar
    tak ada keampuhannya lagi

    semua jimat tak sakti lagi
    dan pusaka jadi hiasan

    bingung dan sedih datang mendera
    kecewapun semakin bersemi

    kemarahan telah hadir
    menggugat nasibnya

    kemana semua itu
    mengapa tak ada lagi keajaiban

    mengapa kesengsaraan jadi teman

    sudahlah... hancurlah sekalian semuanya
    tak ada gunanya lagi
    dan tak ada gunanya lagi.....

    percuma saja telah mempelajari dan membuktikan ilmu hikmah
    karena akhirnya pasti mengecewakan

    sangat mengecewakan..

    apalagi selanjutnya.... tudingan syirik, musyrik, bid`ah
    semakin nyaring terdengar
    dan menantang dengan penuh kesombongan... buktikan ilmu hikmah itu
    just find a real life, just find a real job
    jangan hidup dalam halusinasi semu, dunia hikmah hanyalah pepesan kosong
    dan surganya para penipu

    sedihnya... ilmu hikmah kembali tak menunjukkan kesaktiannya


    ibarat pepatah mengatakan
    sudah jatuh tertimpa tangga pula


    ( niat ingsun menyampaikan, semoga teman-teman bisa menghadapi dan melalui hal ini, karena memang harus dilalui , dan temukanlah sesuatu kejutan baru, dan kenyataan baru, life begin.. lahirlah kembali sesudah mati sa`jroning urip.. )

  14. #14
    sindi's Avatar
    sindi is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    1,564
    Thanks
    4
    Thanked 115 Times in 98 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    satu lagi masalah Dana Gaib

    dari sekitar.kami.....
    banyak mendapatkan pelajaran....

    Sungguh sebuah nilai dari harta duniawi
    setiap orang mengagung''kan memujanya.....

    Dimulai sebuah cerita....
    Team kenalan kami melakukan ritual....
    didaptkanlah harta kekayaan
    Uang Rupiah berkamar''
    Tapi apa yang didapat
    mereka meninggalkan hasil itu
    karena sebuah kecelakaan di tol
    tiga nyawa melayang....

    Hanya satu orang yang berhasil selamat
    beliau hanya mengambil uang sekitar 3 juta
    kemudian dikencingilah uang tersebut......

    Saat bersama pak Nadi juru kunci KRB
    kedatangan tamu seorang ibu''

    beliau menangis....
    suaminya ada diantara dunia nyata dan pararel
    dengan mendapatkan uang berkamar''
    yang uangnya tersebut tidak bisa dipakai...
    sang suami muksa. beliau masih berada di kamar tsb
    tapi beliau tidak iklas
    uang tersebut dipergunakan

    Sebuah nilai ganti rugi.....
    karena duit
    bunga wijaya kesuma berasal dari pohon wijaya kesuma yang berada di cilacap,mengambilnya juga berada di tengah pulau kecil yang hanya keluar pada saat tertentu.

    dalam proses pengambilannya juga harus meminta restu dari banyak pihak dan ijin tertentu yang hanya di keluarkan khusus kepada orang yang memang pada saatnya harus naik tahta.
    dan dari sebuah bunga terdapt sebuah simbol kearifan sebagai pemimpin.

    salah satu ciri khas orang orang khusus adalah selalu mepunyai bunga wijaya kesuma jenis tertentu yang tumbuhnya juga secara spesial.

    arti dari bunga wijaya kesuma itu sendiri :
    Wi mengandung arti menguasai segala ilmu, ilmu tata lahir dan bathin

    Jaya berarti menang, ibarat unggul tanpa ngasorake, teguh tanpa ,meremehkan asih tanpa pamrih.

    Kusuma tedak turuning Ratu, maha mbeg utama berbudi luhur, pepindaning rembesing madu, (artinya sebagai keturunan seorang raja harus memiliki watak utama, berbudi luhur, ibarat sari dari madu).



    dan wijaya kesuma itu sendiri berada di lama hati manusia yang akan mekar menyemai untuk kebaikan di sekitarnya.
    salah satunya ada di lukisan mas yudi di atas....







    Budhata,
    Manusia berasal dari mahluk langit yang berasal dari alam cahaya turun kebumi. Sekarang mereka baru sadar yang disebut sifat buddha ada terdapat pada setiap mahluk, hanya cahaya itu tertutup/terselubung


    saya cuma ngasih hasil diskusi saya sama beberapa sesepuh dari berbagai macam aliran dan agama....

    bagian terkecil dalam sel di sebut atom
    kemudian para ilmuwan menemukan qwarkz
    bagian terkecil dari atom itu sendiri
    dan baru baru ini para ilmuwan tercengang karena yang lebih kecil dari qwarkz itu adalah cahaya...

    nah klo dalam agama islam di sebut nur,itulah kenapa di sebut nur Illahi
    karena di semua benda,makhluk hidup dan apapun di dunia ini ada cahaya dari sang Pencipta.

    jangan di rasa mas...
    biar cahayanya yang datang merasakan si mas...
    Last edited by sindi; 21-08-10 at 01:15.

  15. #15
    jhon's Avatar
    jhon is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    milky way galaxy...
    Posts
    1,975
    Thanks
    19
    Thanked 19 Times in 19 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    Untuk reply 1, Setelah baca2, Berarti kundalini ama reiki mrupakan ilmu dari iblis ya?
    Untk reply 14, apakah ada sumber link yg pasti bhwa ilmuwan mengatakan didalam quark ada cahaya?

  16. #16
    sekha's Avatar
    sekha is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Jan 2009
    Posts
    1,887
    Thanks
    121
    Thanked 20 Times in 15 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    kira2, shi xiong, berarti pengaktifan kundalini yang attunement nya dengan kata2 biasa dan jarak jauh gitu ada pengaruh dari makhluk2 lain yang mengikuti sang master ya?


    ~Sebagian orang hanya bisa menunjuk kepada orang lain, tidak pernah menunjuk kepada dirinya sendiri~

    Lebih baik seorang Buddhis tradisi yang banyak menjalankan kebaikan, daripada seorang Buddhis "fanatik" yang hanya berdebat teori tanpa praktek nyata.


    "May All Beings Are Happy" SVAHA!



  17. #17
    sindi's Avatar
    sindi is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    1,564
    Thanks
    4
    Thanked 115 Times in 98 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    semua sudah ada jodohnya... hasil perbincangan terakhir dengan sesiung senior di citra .... kundalini juga bisa aktif sendiri jika sudah waktunya walaupun dengan hanya membaca satu mantra misalnya namo amitofo...lihat saja contoh di tibet yang baca om mani bei me hum dan mantra guru padmasambava..terus sering/rajin menonton video secun dan mendengar suara secun akan sering mendapat pancaran adhistana

  18. #18
    sindi's Avatar
    sindi is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    1,564
    Thanks
    4
    Thanked 115 Times in 98 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    Quote Originally Posted by jhon View Post
    Untuk reply 1, Setelah baca2, Berarti kundalini ama reiki mrupakan ilmu dari iblis ya?
    Untk reply 14, apakah ada sumber link yg pasti bhwa ilmuwan mengatakan didalam quark ada cahaya?
    bukan saya yang mengatakannya, itu sumber dari salah satu aliran islam, kristen juga adabegitu itu. menurut saya itu relatip, kadang jalan hidup kita begitu mesti menjalani dari yang palsu baru kita tahu bedanya setelah mengenal yang asli. hanya saja jangan sampai terjebak selamanya di yang palsu. selalu membuka hati menerima kritikan.

  19. #19
    sindi's Avatar
    sindi is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    1,564
    Thanks
    4
    Thanked 115 Times in 98 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    Quote Originally Posted by sekha View Post
    kira2, shi xiong, berarti pengaktifan kundalini yang attunement nya dengan kata2 biasa dan jarak jauh gitu ada pengaruh dari makhluk2 lain yang mengikuti sang master ya?

    yang instan sudah pasti, apalagi masternya sudah dikenal sakti, mau bisa baca butuh waktu, belajar berjalan juga butuh waktu walau ada yang jenius tapi itu sedikit sekali.... pembangkitan kundalini berasal dari ajaran hindu nanti saya post kalu gak salah ada 9 cara untuk membangkitkan kundalini.

  20. #20
    sekha's Avatar
    sekha is offline Penyebar Dharma
    Join Date
    Jan 2009
    Posts
    1,887
    Thanks
    121
    Thanked 20 Times in 15 Posts
    Downloads
    0
    Uploads
    0

    Default

    Bosen ?? Ke Jalan2.com Aja Skrg !
    Quote Originally Posted by sindi View Post
    yang instan sudah pasti, apalagi masternya sudah dikenal sakti, mau bisa baca butuh waktu, belajar berjalan juga butuh waktu walau ada yang jenius tapi itu sedikit sekali.... pembangkitan kundalini berasal dari ajaran hindu nanti saya post kalu gak salah ada 9 cara untuk membangkitkan kundalini.
    thank you shi xiong..


    ~Sebagian orang hanya bisa menunjuk kepada orang lain, tidak pernah menunjuk kepada dirinya sendiri~

    Lebih baik seorang Buddhis tradisi yang banyak menjalankan kebaikan, daripada seorang Buddhis "fanatik" yang hanya berdebat teori tanpa praktek nyata.


    "May All Beings Are Happy" SVAHA!



Page 1 of 2 12 LastLast

Similar Threads

  1. 10 Point untuk belajar Ilmu Maosan(putih)
    By NamoGuru in forum Taoisme
    Replies: 0
    Last Post: 01-06-10, 20:06
  2. belajar mengatasi ilmu pelet
    By sindi in forum Kongko2
    Replies: 29
    Last Post: 20-02-10, 11:57
  3. Tanya Mantra2 Kesaktian ?
    By Balthazor in forum Topik Umum
    Replies: 25
    Last Post: 21-12-07, 23:09
  4. Kesaktian
    By Saddhatara in forum True Buddha School
    Replies: 9
    Last Post: 02-05-07, 15:36
  5. Belajar Agama Buddha Belajar Diri Sendiri
    By mul in forum Tantrayana
    Replies: 6
    Last Post: 27-12-05, 17:24

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •