|
||||
|
Sejak didalam kandungan , kita butuh orang lain.
Dari kelahiran hingga kematian tiba, kita butuh orang lain. Sesungguhnya hidup dan kehidupan didunia ini , adalah saling ketergantungan dengan orang lain. Bahkan... Hukum Sebab- Akibat ( Hukum Karma ) dapat berputar karena adanya suatu perbuatan yang dilakukan oleh diri kita terhadap makhluk lain. Tidak ada yang benar-benar dalam kesendirian, kita butuh orang lain. Inilah realita hidup dan kehidupan didunia ini. Segala bentuk keinginan menjadi ini dan itu, ingin melepas atau mengikat, Ingin menjadi jahat atau suci, Ingin mencapai pencerahan sempurna atau tetap dalam kegelapan, Ingin mencapai kondisi Nibbana atau tetap bermain dalam roda samsara. Inilah realisasi yang dapat dilakukan oleh diri sendiri, bukan pemberian dari orang lain.
__________________
Salam Metta, Sabbe satta bhavantu sukhitatta http://tanhadi.blogspot.com/ http://www.tamandharma.com/ |
|
||||
|
Quote:
|
|
||||
|
Quote:
__________________
Salam Metta, Sabbe satta bhavantu sukhitatta http://tanhadi.blogspot.com/ http://www.tamandharma.com/ |
|
|||
|
Quote:
kesendirian...... maaf....kurang sependapat deh..... tapi saya masih belum bisa memberikan komentar lagi stress nih...... hehehehehehe............................ ![]() ![]() ![]()
|
|
||||
|
Quote:
|
|
||||
|
Quote:
![]() ![]() ![]()
|
|
|||
|
Quote:
Saya lebih suka membuang DIRI. Krn ada "DIRI", baru munculah pandangan dualisme antara bagus jelek, km dan ak. Dari sini muncullah kebahagiaan dan penderitaan. Saya tidak tahu apa yang anda maksud dgn kesendirian. Kita berada dlm satu realitas. Oleh karena itu dlm sutra teratai dikatakan bahwa pada hakikatnya semua adalah nirwana. "Sendiri" dan "bersama" tidak berbeda. Di dalam kebersamaan terdapat hakikat kesendirian. Dalam kesendirian terdapat hakikat kebersamaan. Saya bknnya tdk stuju dgn postingan di atas, namun saya khawatir bahwa "kesendirian" tsb diartikan sebagai sendiri yang berarti terpisah dgn org lain. Tentu ini akan menjadikan seseorg menjadi egois. Dan tahu org lain. Pdhl kita ini hidup dlm suatu masyarakat yg penuh dgn kebersamaan.Demikian pendapat saya. Saddhu... Last edited by hanlin; 30-06-09 at 15:00. |
|
|||
|
Nirwana is diri, mungkin saja benar,
Namun saya mau bertanya... Mana yang nirwana, mana yg bukan? Bila anda mengatakan diri yg satu adlh nirwana, sementara diri yang lain adlh bukan nirwana, maka anda tlah membelakangi hakikat nirwana itu sendiri. Bila anda katakan semua diri adalah nirwana, maka apakah masih ada perbedaan antara diri yg satu dgn yg lain? Saya btul2 meragukan apakah anda memahami apa yg disebut "hakikat diri" dan "nirwana". Yah selepas itu, terserah anda mau bagaimana menanggapi. Saddhu... |
|
||||
|
lalu siapakah yang menagis dan tertawa... siapa pula yang sedang berpikir...
siapa pula yang menyadari? apakah diri itu? apakah sesuau "yang lain" itu? tidak di luar... tidak pula di dalam... diri... karena "diri" itu satu... tidak ada yang terpisah... semua adalah satu.... satu adalah segalanya... kekinian adalah keabadian... dimana pikiran berhenti... dan hilang dalam yang tidak lahir dan tidak mati, tidak berubah dan mutlak.... semua yang di atas hanya kentut... pembahasan hanya pembahasan... zen adalah zen... Last edited by bodohsatva; 30-06-09 at 22:16. |
|
|||
|
Quote:
![]() Akhirnya... ada yang sadar juga... Saya kira semua org di sini sudah pada tidur lelap Thank you very much... Zen is zen. Excelent... Dan maaf buat kekentutan kata-kata saya ya... Saddhu... Last edited by hanlin; 30-06-09 at 23:07. |
|
||||
|
mari kita kentut rame2
|
|
|||
|
kentut nya admin bau kue bapau.....setengah mateng.....
kesendirian....... kesendirian akankah di raih saat kesendirian itu tiba...... mungkinkah kita sendiri saat kesendirian itu kita temukan.... mengapa kita harus mencapai kesendirian......... kesendrian akan lebih bermanfaat jika di realitaskan.... bagaimana kita merealitaskan kesendirian agar kita bener2 masuk ke dalam realitas dan memahami realitsa bukan untuk kesendirian...... mungkin ketika kita menemukan kesendirian itu di saat2 kesadaran kita sudah benar2 penuh kali ya? coba aja deh kita kita belajar dan memahami dari kentut bareng itu benarkah itu adalah kesendirian.........? hehehehehehehhee................... |
|
|||
|
Quote:
hidup adalah kenyataan..... dengan kenyataan yang ada..... bagaimana kita menyingkapinnya dengan permunculan2 yang terjadi..... dharmma yang bijaksana ga selallu selammanya singkron dengan kehidupan nyatta.... makannya dharma selalu berubah2 mengikuti kenyataan di kehidupan sekarang ini hehehehehehehehehe................. mohon bimbingannya bos........... dharmma arupa mu....... thx ya? |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | Search this Thread |
| Display Modes | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | Thread Starter | Forum | Replies | Last Post |
| Niyama dan Ketuhanan | ariyakumara | Theravada | 79 | 15-02-10 20:44 |
| Meditasi - Kejawen | usnisha | Meditasi | 5 | 05-02-10 21:01 |
| Metode ajaran Nianfo | usnisha | Mahayana | 7 | 01-01-10 01:47 |
| Good Meditation | ThoeYulius | Seputar Buddhisme | 0 | 24-04-09 22:56 |
| Teori dan Praktek dalam Buddhisme | usnisha | Topik Umum | 1 | 11-02-09 12:37 |