Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

Pengalaman dengan Ki Tong (Medium) - Tang Ki


  • Please log in to reply
233 replies to this topic

#1 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 07 July 2007 - 09:49 PM

Saya kebetulan menganut ajaran buddhis mahzab theravada, tetapi memiliki beberapa orang kenalan yang bisa menjadi medium (Ki Tong) dari beberapa dewa. Hubungan kami sejauh ini baik baik saja, sejauh kami saling menghormati kepercayaan masing-masing.

Sepanjang pengalaman saya, teman teman saya pernah saya minta untuk "memantau" patung-patung dewa, bodhisatva dan bahkan patung buddha.

Hasilnya adalah :
1. Untuk Patung Dewa
Ada yang "ber-isi" dan ada yang tidak, tergantung pada pemiliknya bagaimana memperlakukan patung dewa tersebut.

2. Untuk patung bodhisatva seperti patung avalokitesvara bodhisatva (kwan se im pou sat). Hanya kelihatan sinar terang saja.

3. Untuk patung buddha, menurut mereka tidak terpantau. Karena tingkatannya yang sudah sedemikian tinggi.

Sedangkan mengenai apakah yang "merasuki" tubuh mereka adalah benar-benar dewa. Ada beberapa pengalaman, saya langsung berkomunikasi. Hasilnya adalah lebih sering yang "merasuki" adalah golongan dewa-dewa tingkat rendah, makhluk peta, ataupun dari golongan asura (semi gods) yang merupakan "anak buah" atau utusan dari dewa utama tersebut.
  • edysetiawan likes this

#2 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 07 July 2007 - 09:52 PM

Kemudian juga banyak pengalaman bersama dengan orang-orang yang akan meminta bantuan Dewa melalui KI TONG (medium).

Saya mendapati bahwa, orang-orang yang perilaku sehari-hari sesuai dengan ajaran buddha (Perbanyak perbuatan baik, hindari perbuatan jahat, sucikan hati pikiran), biasanya tidak mengalami banyak masalah. Tetapi orang-orang yang menyimpang dan melakukan banyak lobha, dosa dan moha... kebanyakan mengalami masalah dan biasanya "dengan mudah" diketahui perbuatannya oleh "dewa-dewa" tersebut.
  • edysetiawan likes this

#3 hedikasmanto

hedikasmanto

    Siswa Sang Buddha

  • Members
  • 0
  • 357 posts
  • 0 thanks

Posted 08 July 2007 - 06:40 AM

Thanks atas infonya.. :D

#4 bobo chan

bobo chan

    Senior

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 0
  • 194 posts
  • 1 thanks

Posted 08 July 2007 - 07:13 AM

Saya kebetulan menganut ajaran buddhis mahzab theravada, tetapi memiliki beberapa orang kenalan yang bisa menjadi medium (Ki Tong) dari beberapa dewa. Hubungan kami sejauh ini baik baik saja, sejauh kami saling menghormati kepercayaan masing-masing.

Sepanjang pengalaman saya, teman teman saya pernah saya minta untuk "memantau" patung-patung dewa, bodhisatva dan bahkan patung buddha.
Hasilnya adalah :
1. Untuk Patung Dewa
Ada yang "ber-isi" dan ada yang tidak, tergantung pada pemiliknya bagaimana memperlakukan patung dewa tersebut.

2. Untuk patung bodhisatva seperti patung avalokitesvara bodhisatva (kwan se im pou sat). Hanya kelihatan sinar terang saja.

3. Untuk patung buddha, menurut mereka tidak terpantau. Karena tingkatannya yang sudah sedemikian tinggi.

Sedangkan mengenai apakah yang "merasuki" tubuh mereka adalah benar-benar dewa. Ada beberapa pengalaman, saya langsung berkomunikasi. Hasilnya adalah lebih sering yang "merasuki" adalah golongan dewa-dewa tingkat rendah, makhluk peta, ataupun dari golongan asura (semi gods) yang merupakan "anak buah" atau utusan dari dewa utama tersebut.



dilbert bisa "memantau?" punya mata batin?
keren bangettt.... kalo bisa.
jadi bisa liat aura tiap orang juga?

#5 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 08 July 2007 - 10:32 AM

dilbert bisa "memantau?" punya mata batin?
keren bangettt.... kalo bisa.
jadi bisa liat aura tiap orang juga?


bukan saya, tapi teman-teman saya (KI TONG / medium)... Biasanya sih mereka di kasih lihat sama "dewa" mereka. Apakah yang mereka lihat berupa aura atau yang lainnya saya juga kurang jelas.
  • edysetiawan likes this

#6 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 08 July 2007 - 10:38 AM

Walaupun di dunia nyata, umat masing-masing agama seperti Agama Buddha, Agama Taoisme, Agama Kong Hu Cu dan agama lainnya. Tetapi di dalam dunia SAM KAW (Tri Dharma) kayaknya semuanya berhubungan satu sama lain.

Dewa dewa TAOISME seperti Thai Siong Lo Kun, Siong Te Kong maupun Kuan Kong. Dewa -dewa Kong Hu Cu seperti Toa Pek Kong, sampai pada dewa-dewa yang dikenal di agama Buddha seperti Se Ta Thien Wang (Catumaharajika / Empat Raja Langit) semuanya bisa berhubungan baik satu sama lain. Dan kelihatannya mereka semua pada dasarnya kembali kepada satu asal.

Juga biasanya , bahwa setiap KI TONG (medium) yang mempunyai dewa-dewa dari BUDDHISME, TAO atau Kong HU Cu, tetap didampingi oleh datuk-datuk yang beragama lain, biasanya muslim atau hindu.

Datuk-datuk itu seperti Datuk macam putih, datuk harimau putih, datuk kuda putih. Pernah dalam beberapa kali mediumisasi datuk, para KI TONG dengan sangat fasihnya melantunkan ayat-ayat suci al-quran. Padahal KI TONG itu saya tahu persis dalam keadaan sadar tidak mungkin melantunkan ayat-ayat suci al-quran.

Pesan-pesan yang disampaikan juga pada dasarnya sama.

#7 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 08 July 2007 - 10:43 AM

Pernahkah Saudara-saudara berpikir bahwa dari sekian banyaknya perseteruan antar agama dan kepercayaan di dunia ini. Pada dasarnya di "dunia yang lain" itu, pada dasarnya semua mengikuti satu mahzab.

Kita katakan saja mahzab tersebut sesuai dengan hukum kesunyataan yang universal. Sesuatu yang dikatakan ultimate absolute (Realitas Tertinggi).

Tidak masalah apakah anda Buddhis, Muslim, Kristen, Taoisme, Kong Hu Cu, Maitreya, Zhen Fo Cong, Suma Ching Hai, Sai Ba Ba ataupun sampai yang tidak beragama (atheis)... semuanya berada dalam satu lingkup ultimate absolute yang tergantung pada hukum kesunyataan.

Semuanya mengalami lahir, sakit, tua dan mati.

#8 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 08 July 2007 - 10:49 AM

Pejuang Taliban di afganistan menghancurkan situs Buddha BAMIYAN... (Apakah mereka mendapatkan hukuman dari BUDDHA/ BODHISATVA maupun DEWA-DEWA aliran BUDDHIS ???)

Amerika (notabene Kristen) menyerang IRAQ, AFGANISTAN (notabene Muslim), apakah mendapatkan hukuman langsung dari ALLAH ???)

ISRAEL (notabene agama yahudi) menguasai PALESTINA (notabene muslim) apakah mendapatkan hukuman langsung dari ALLAH ???)

Pemerintah Cina (notabene Komunis dan atheis) menduduki TIBET (notabene Buddhisme Tantrayana). Mengapa hal ini bisa terjadi ?? Apakah para yidam, dakini ataupun orang-orang suci dari aliran tantrayana TIBET turun tangan untuk menggagalkan rencana tersebut ??

JAWABANNYA tidak...

JIKA ada campur tangan dari BUDDHA, BODHISATVA, DEWA, YESUS, MALAIKAT, ALLAH atau apapun, pastilah akan terjadi hal yang lebih dahsyat lagi dari sekedar pertempuran antar manusia.

Manusia dengan tameng-tameng agama menyerang satu sama lain. Bayangkan dewa-dewa / malaikat atau makhluk makhluk dari realitas lebih tinggi tersebut menyerang satu sama lain atas dasar agama dan kepercayaan.

#9 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 08 July 2007 - 11:02 AM

Dari sekian banyaknya aliran agama dan kepercayaan... Saya rasa hanya buddhisme Therava (yang benar benar mengerti) dan aliran Tridharma (sam kau) yang menyembah dewa-dewa yang tidak terlalu menyerang aliran lain.

Buddhisme Theravada menekankan pada pencerahan diri sendiri dan tidak terlalu peduli dengan intervensi dari aliran lain.

Sedangkan aliran tridharma yang banyak berhubungan dengan dewa-dewa juga tidak terlalu memusingkan dengan intervensi dan hujatan dari aliran lain, karena mereka mengalami sendiri pengalaman-pengalaman tersebut.

Saya pernah melihat bahwa ada orang Kristen (yang notabene tidak percaya dengan makhluk halus, dewa ataupun yang sejenis-nya) dijadikan medium-isasi makhluk halus oleh KI TONG (tapi ini KI TONG-nya mempunyai ilmu yang tinggi). Hal ini disebabkan oleh orang KRISTEN itu selalu mencela, tidak percaya, menjurus menghina, seakan-akan KI TONG tersebut menipu,

Akibat-nya dia dijadikan medium-isasi makhluk halus kesurupan.

Jadi kesimpulannya...

Tetaplah menghormati apapun agama dan kepercayaan orang lain.
Kadang dengan pengetahuan kita yang dangkal, kita sering mencela dan menyalahkan orang lain, tetapi membenarkan kita.
Orang-orang dengan pengetahuan yang tinggi, tidak akan memandang rendah dan mencela orang lain. Karena mengetahui hal-hal realitas yang lebih tinggi yang tidak dimengerti oleh orang lain.

#10 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 08 July 2007 - 11:08 AM

Kalau kita menanyakan "sesuatu" hal kepada dewa-dewa (melalui perantara medium / KITONG tentunya), biasanya mereka langsung tahu kita kiblat-nya ke mana...

apakah kristen, muslim, hindu, buddhis (apakah theravada yang hanya bersujud pada buddha dan tidak terlalu menyembah dewa), apakah kita banyak menyembah bodhisatva seperti kwan im, ti cang wang atau yang lain, apakah kita di rumah ada menyembah dewa-dewa tertentu seperti TOA PEK KONG, SIONG TE KONG, CHAI SEN, CI KUNG atau yang lainnya.) ataupun kita sering-sering ke tempat DATUK-DATUK (notabene kebanyakan dari muslim).

Jadi semuanya bisa di lacak... (Harus KI TONG yang bagus, bukan sembarang KI TONG)

dari pengalaman saya dengan KI TONG yang bagus. Dalam "pelayanan-nya", dewa-dewa itu tidak pernah sekalipun mengajak orang-orang yang meminta pertolongannya untuk pindah agama dan kepercayaan... walaupun masalah diselesaikan...

#11 Kemenyan

Kemenyan

    Kebetulan

  • Administrators
  • 27
  • 381 posts
  • 10 thanks

Posted 08 July 2007 - 11:41 AM

lanjut juragan...
top markotob ini ulasannya...

benar-benar bisa membuka "pikiran sempit" gue...

#12 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 08 July 2007 - 12:12 PM

saya banyak dapat keterangan dari "orang dalam" (maksud-nya KI TONG / medium) itu tentang hal-hal di luar jangkauan kita.

seperti halnya. ada pembagian tugas antar dewa-dewa.
misalnya : TOA PEK KONG (HOK TEK) megang kunci tentang duit dan rezeki. Jadi yang ngatur rezeki seseorang (tentunya sesuai karma masing-masing) adalah TOA PEK KONG. Sedangkan Chai Sen (dewa rezeki) yang pelaksana operasionalnya.

sering orang minta rezeki nomplok seperti minta no TOGEL... menurut "teman" saya... sebenarnya TOA PEK KONG tahu, tapi biasanya tidak dikasih. Karena sesuai dengan rezeki masing-masing.

Jadi ada pengalaman, kita ke tempat KI TONG dewa-dewa lain... terus ada orang yang minta NOMOR sama dewa tersebut... kebetulan "teman" saya yang medium-nya TOA PEK KONG ada... pasti disuruh minta ke teman saya itu... Jadi untuk urusan REZEKi itu, begitu ada kehadiran TOA PEK KONG, maka dewa-dewa lain pasti tidak akan mendahului.

#13 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 08 July 2007 - 12:16 PM

Jadi sewaktu saya tanyakan, masalah putus nomor (kena togel). Bagaimana mekanisme-nya ??

Teman saya (yang TOA PEK KONG) katanya semua itu sesuai dengan karma masing-masing. Jikalau memang ada di kasih nomor, itu adalah pinjaman (Kas Bon) dari kemungkinan pemasukan kita di masa mendatang. Kecuali kalau pendapatan kita dari bisnis. Kalau pendapatan kita dari JUDI. itu semua hanya pinjaman,\

Taruh kata kita putus nomor dan menang uang ratusan juta. Ini hanya pinjaman (kas bon) kita sendiri. Jika uang ratusan juta itu kita mainkan lagi ke meja judi. Itu semua bakalan habis. Tetapi jika kita pakai uang tersebut untuk bisnis. Ibaratnya kita tanam pohon baru lagi. Jadi nanti kita akan nikmati buah dari pohon tersebut.

Demikian penjelasannya.
  • edysetiawan likes this

#14 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 08 July 2007 - 12:21 PM

Sedangkan dari "teman" yang lain lagi yang medium-nya Se Ta Thien Wang (Catumaharajika)... Jago-nya di Hong Shui, karena Catumaharajika menguasai empat penjuru.

Pendapatnya tentang hong Shui adalah :

Hong Shui itu ada, dan menjadi pembantu dari karma kita.
Maksudnya. Karma yang paling utama, kalau karma kita bagus (rezeki memang jalan), dengan bantuan HONG SHUI yang bagus, kita akan makin jaya.
Jadi HONG SHUI itu seperti membuka jalan bagus, tetapi apakah ada karma kita untuk menjalani jalan bagus itu... tentunya terpulang kepada karma masing-masing.

Kalau karma kita tidak kesampaian. Sebagus apapun hong shui rumah kita, hong shui tempat bisnis kita, sampai hong shui kuburan kita sebagus apapun. maka kita tetap tidak bisa mencapai kejayaan.

#15 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 08 July 2007 - 12:30 PM

Jadi pernah kita diceritain tentang bagaimana karma itu yang paling utama.

Ada seorang KI TONG (medium dewa) yang jago dan banyak membuat orang lain berhasil, tetapi KI TONG itu sendiri tidak lah berjaya (kaya). Penghidupannya biasa-biasa saja dan cenderung kesulitan. Jadi ada anak lelakinya protes kepada ayahnya yang KI TONG itu.

Anak : Pak, kenapa bapak tidak bisa merubah nasib kita yang serba pas pas-an ini, sedangkan bapak berhasil merubah nasib banyak orang ??

KI TONG : Semuanya itu tergantung pada karma (nasib). Karma kita pada kehidupan ini tidak lah membuat kita bisa berjaya (kaya). Jadi sejago apapun ayah kamu, kita tidak akan bisa berjaya pada kehidupan ini.

Anak : Baiklah, kalau karma ayah begini. Bagaimana dengan karma saya ? Apakah saya bisa berjaya.

(Setelah dipantau oleh ayahnya)
KI TONG : Karma kamu juga tidak terlalu bagus, Kamu terlahir di keluarga pas-pasan dan kelihatannya di masa mendatang, karma kamu juga begitu begitu saja.

Anak : Saya tidak percaya, saya mahu ayah merubah nasib saya. Jika tidak nanti kalau ayah udah meninggal, akan saya kuburkan secara berdiri.

KI TONG ini karena tidak berdaya dengan anak laki-laki-nya kemudian mencoba merubah nasib anaknya. Tetapi KI TONG tersebut tahu, anaknya bakalan merealisasikan janjinya untuk menguburkan ayahnya secara berdiri (dimana secara HONG SHUI itu sangat jelek dan akan mempengaruhi kejayaan keturun-annya yakni anak itu sendiri).


Jadi selain mencoba merubah nasib anaknya. KI TONG ini kemudian mencoba mencari tanah kuburan yang paling CHIONG (berlawanan) sehingga nantinya jika anak-nya itu menguburkan ayahnya secara berdiri di tanah yang CHIONG. Maka secara hong Shui akan menjadi netral dan baik.

Tapi ternyata setelah ayahnya meninggal. Sang Anak ternyata tidak tega untuk menguburkan ayahnya secara berdiri. Sang Ayah dikuburkan normal dengan berbaring. Akibatnya yah, karena dikuburkan di tanah yang CHIONG tetapi dengan kondisi berbaring. Maka buat keturunannya, itu jadi HONG SHUI yang sangat jelek.

Akibatnya ya, anaknya tidak bisa berjaya.

Jadi kesimpulannya : MIA CUI (karma) lebih penting dari pada HONG SHUI...

#16 Samsara

Samsara

    Siswa Sang Buddha

  • Members
  • 0
  • 414 posts
  • 0 thanks

Posted 09 July 2007 - 06:35 PM

Tul betul kata saudara Dilbert

#17 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 10 July 2007 - 08:14 PM

Apakah ada pengalaman rekan-rekan yang lain dengan "dewa-dewa" ataupun "medium dewa" ???

#18 johnwencie

johnwencie

    Senior

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 0
  • 181 posts
  • 0 thanks

Posted 13 July 2007 - 05:26 PM

Apakah Empat Raja Langit bisa memasuki seorang medium?
Aku adalah seorang Buddha Dan Kamu juga adalah seorang Buddha
:) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :)

#19 dilbert

dilbert

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 6
  • 785 posts
  • 1 thanks

Posted 13 July 2007 - 08:09 PM

Apakah Empat Raja Langit bisa memasuki seorang medium?


Saya juga tidak berani memastikan apakah memang Empat Raja Langit (Catumaharajika). Tetapi yang saya tahu dari cerita "medium dewa" yang lain lagi, katanya seperti ini :

Misalnya seorang "medium" memegang panji dewa Empat Raja Langit, maka yang sering "merasuki" medium adalah utusan dari dewa Empat Raja Langit. Sesekali memang Empat raja Langit sendiri yang "datang". Itupun kalau ada peristiwa emergency atau ada perayaan penting.

misalkan analogi seperti ini....
Kodam II (Komando Daerah Militer) Siliwangi tentunya dipimpin oleh seorang Pangdam Siliwangi yang memegang panji kodam siliwangi. Jika seorang utusan dari pangdam siliwangi datang dengan panji kodam siliwangi, maka seperti melihat pangdam siliwangi datang sendiri.

Katanya seperti itu...
  • edysetiawan likes this

#20 bobo chan

bobo chan

    Senior

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 0
  • 194 posts
  • 1 thanks

Posted 14 July 2007 - 05:28 AM

biasanya kan orang sering mencari penanggalan yang bagus untuk bisnis, dll..
mana yang lebih tepat?
dari seorang tang ki? ato dari ahli feng shui (orang biasa yang membaca dari buku2 feng shui)?

Thanked by 1 Member:
Apollo



1 user(s) are reading this topic

0 members, 1 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close