Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

Parabhava Sutta


  • Please log in to reply
1 reply to this topic

#1 singthung

singthung

    Anggota tetap

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 0
  • 75 posts
  • 0 thanks

Posted 07 November 2007 - 09:26 AM

Parabhava Sutta




Posted Image

Indah pada awalnya, Indah ditengah dan Indah pada akhirnya




PARABHAVA SUTTA berisikan jawaban Sang Buddha atas pertanyaan dewa tentang sebab-sebab kejatuhan / penderitaan. Siapa saja yang hanyut dalam 12 arus noda-noda perilaku seperti yang disebutkan dalam sutta ini, akan membawannya hanyut hingga jauh dari kemajuan mental dan spiritual dalam dunia ini. Bila kamu tidak mau menjadi salah satu dari mereka…… jangan lupa untuk mencicipi suguhan kami - Sutta tentang penyebab penderitaan.

Demikianlah yang saya dengar:

Pada suatu ketika Sang Bhagava sewaktu berdiam dekat Savatthi,di Jetavana dalam arama persembahan Anathapindika. Ketika menjelang subuh, datanglah menghadap Sang Buddha, seorang dewa yang bercahaya gemerlapan menerangi seluruh taman Jeta, ia berdiri pada salah satu sisi dan berkata kepada Sang Bhagava sebagai berikut:

"Kami ingin bertanya Yang Mulia Gotama tentang orang yang menghadapi penderitaan. Kami telah datang untuk bertanya kepada Sang Bhagava, apakah sebab terjadinya penderitaan (apaya mukkha) itu?

"Orang yang sejahtera mudah diketahui,orang yang menghadapi penderitaan mudah pula diketahui. Orang yang mencintai Dhamma akan sejahtera, dan orang yang mengingkari Dhamma akan mengalami penderitaan."

"Demikianlah kami telah mengetahui, sebab penderitaan yang pertama. Kami mohon agar Sang Bhagava berkenan menjelaskan sebab penderitaan yang kedua."

"Ia mencintai orang-orang jahat, dan tidak berbuat sesuatu yang menyenangkan orang baik-baik, tetapi menyenangi kejahatan dan tipu muslihat,inilah sebab penderitaan"

"Demikianlah kami telah mengetahui, sebab penderitaan yang kedua. Kami mohon agar Sang Bhagava berkenan menjelaskan sebab penderitaan yang ketiga."

"Orang yang senang tidur,senang pergaulan yang foya-foya, malas, mudah tersinggung, tidak bersemangat, inilah sebab penderitaan."

"Demikianlah kami telah mengetahui, sebab penderitaan yang ketiga. Kami mohon agar Sang Bhagava berkenan menjelaskan sebab penderitaan yang keempat."

"Orang yang berada dalam keadaan makmur, tetapi tidak menyokong ibu atau ayahnnya yang telah tua dan lemah, inilah sebab penderitaan."

"Demikianlah kami telah mengetahui, sebab penderitaan yang keempat. Kami mohon agar Sang Bhagava berkenan menjelaskan sebab penderitaan yang kelima."

"Ia yang dengan berbohong, menipu seorang brahmana atau samana,atau para suci lainnya, inilah sebab penderitaan."

"Demikianlah kami telah mengetahui, sebab penderitaan yang kelima.Kami mohon agar Sang Bhagava berkenan menjelaskan sebab penderitaan yang keenam"

"Orang yang memiliki kekayaan yang berlimpah-limpah (emas dan makanan), namun ia hanya memakainya untuk dirinya sendiri tanpa membagikannya pada orang lain (yang membutuhkannya), inilah sebab penderitaan."

"Demikianlah kami telah mengetahui, sebab penderitaan yang keenam. Kami mohon agar Sang Bhagava berkenan menjelaskan sebab penderitaan yang ketujuh"

"Orang yang merasa sombong atas keturunannya, kekayaan dan sukunya, bahkan merendahkan sanak keluargannya sendiri,inilah sebab penderitaan."

"Demikianlah kami telah mengetahui, sebab penderitaan yang ketujuh. Kami mohon agar Sang Bhagava berkenan menjelaskan sebab penderitaan yang kedelapan"

"Ia yang menyerahkan dirinya pada wanita-wanita, minuman keras, perjudian serta menghamburkan apa yang diperolehnya dengan susah payah,inilah sebab penderitaan."

"Demikianlah kami telah mengetahui, sebab penderitaan yang kedelapan. Kami mohon agar Sang Bhagava berkenan menjelaskan sebab penderitaan yang kesembilan"

"Orang yang tidak puas dengan istrinya sendiri, berhubungan dengan wanita-wanita pelacur, serta terlihat bersama-sama dengan istri orang lain, inilah sebab penderitaan"

"Demikianlah kami telah mengetahui, sebab penderitaan yang kesembilan. Kami mohon agar Sang Bhagava berkenan menjelaskan sebab penderitaan yang kesepuluh"

"Orang yang telah melewati masa mudanya,tetapi membawa pulang seorang wanita yang berpayudara seperti buah timbaru,dan tidak dapat tidur karena merasa cemburu terhadap dia, inilah sebab penderitaan"

"Demikianlah kami telah mengetahui, sebab penderitaan yang kesepuluh. Kami mohon agar Sang Bhagava berkenan menjelaskan sebab penderitaan yang kesebelas"

"Ia yang memuliakan seorang wanita yang serakah, yang suka menghamburkan harta kekayaan, atau lelaki yang sejenis itu, inilah sebab penderitaan."

"Demikianlah kami telah mengetahui, sebab penderitaan yang kesebelas. Kami mohon agar Sang Bhagava berkenan menjelaskan sebab penderitaan yang keduabelas"

"Ia yang memiliki sedikit kekayaan, tetapi mempunyai banyak keinginan, terlahir sebagai seorang kesatria dan mengharapkan sebuah kerajaan, inilah sebab penderitaan."

"Orang bijaksana yang mengetahui dengan baik sebab sebab penderitaan ini,orang mulia itu yang mendapatkan berkah kesempurnaan pandangan akan hidup dalam dunia kemenangan."

Semoga kamma baik dari perbuatan baik ini dapat dilimpahkan untuk semua mahluk di alam semesta . Dan semoga jasa baik ini mempercepat kita mencapai Nibbāna .
"Katam punna phalam mayham sabbe bhagi bhavantu te". ” Idam me punnam nibbanassa paccayo hotu.


#2 kantaviriya

kantaviriya

    Legenda WDC

  • Members
  • 6
  • 3,435 posts
  • 0 thanks

Posted 19 December 2009 - 12:09 AM

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu kali Sang Buddha sedang berdiam di Vihara Anathapindaka, di hutan Jeta dekat Savatthi. Ketika menjelang fajar seorang dewa dengan cahayanya yang cemerlang menerangi seluruh hutan Jeta, datang ke hadapan Sang Buddha, mendekat dan memberi hormat, berdiri di satu sisi lalu berkata :

Dewa :

Mohon kiranya kami diberi petunjuk, O Sang Buddha, tentang kejatuhan manusia. Sudilah kiranya ceritakan kepada kami sebab-sebab kejatuhan.


Sang Buddha :

Mudah diketahui orang-orang yang dalam kemajuan.
Mudah diketahui orang-orang yang dalam kejatuhan.
Barang siapa mencintai Dhamma akan mendapat kemajuan.
Barang siapa mengingkari Dhamma akan mendapat kejatuhan.


Dewa :

Kini kami telah mengetahui.
Inilah sebab pertama kejatuhan.
Sudilah kiranya menceritakan kepada kami sebab kedua (Kata-kata ini diulang setiap akhir syair-syair berikut, dengan nomor berurutan).


Sang Buddha :

Menyukai orang-orang yang jahat,
tidak menyenangi orang-orang yang bajik,
lebih menyukai cara-cara yang dilakukan orang yang jahat,
inilah sebab kejatuhan.

Sangat menyenangi tidur,
menyukai kumpul-kumpul,
lamban, malas dan mudah marah,
inilah sebab kejatuhan.

Meskipun dalam keadaan sejahtera,
tetapi tidak menyokong ayah dan ibu
yang sudah tua dan lemah,
inilah sebab kejatuhan.

Menipu dengan kepalsuan
pada seorang brahmana atau pertapa
ataupun rahib lainnya,
inilah sebab kejatuhan.

Mempunyai kekayaan berlimpah
serta banyak emas dan makanan
tetapi hanya dinikmati oleh diri sendiri,
inilah sebab kejatuhan.

Menyombongkan keturunan
kekayaan atau kesukuan
merendahkan keluarga sendiri
inilah sebab kejatuhan.

Menjadi seorang perisau,
peminum, atau penjudi
memboroskan semua penghasilan,
inilah sebab kejatuhan.

Tidak puas dengan isteri sendiri,
bersama perempuan lacur
dan isteri orang lain,
inilah sebab kejatuhan.

Seorang yang telah tua
memperistrikan wanita muda
dan tidak dapat tidur karena cemburunya,
inilah sebab kejatuhan.

Memberikan kekuasan kepada seorang wanita
untuk munim-minum dan pemborosan
atau kepada laki-laki dengan kelakuan serupa,
inilah sebab kejatuhan.

Terlahir dalam keluarga ksatria
dengan cita-cita tinggi dan sedikit kemampuan,
merindukan tahta kekuasaan,
inilah sebab kejatuhan.

Mengetahui dengan baik
semua sebab kejatuhan di dunia,
pertapa suci yang memiliki pandangan terang
menjalani kehidupan yang berbahagia.
berkat bimbingan guru saya sampai disini, terima kasih guru atas kasih sayangnya,
pada Sammasambuddha dan Bodhisattva Mahasattva




0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close