Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

Sang Buddha Tidak Dapat Membantu Kita Untuk Terlahir di Alam Surga


  • Please log in to reply
33 replies to this topic

#1 tanhadi

tanhadi

    Fenomena WDC

  • Members
  • 12
  • 5,149 posts
  • 0 thanks

Posted 31 July 2012 - 11:21 PM

Sang Buddha Tidak Dapat Membantu Kita Untuk Terlahir di Alam Surga.



Ada seorang Kepala Desa dari suatu desa datang untuk berbicara pada Sang Buddha. Kepala desa tersebut berkata pada Sang Buddha bahwa di sana di sebelah Barat terdapat kumpulan Brahmana yang memiliki tradisi yang aneh.

Di samping tradisi memikul air, mandi di air untuk memurnikan diri mereka dan memuja api, ketika sanak keluarga mereka meninggal dunia, mereka segera membawa jasad tubuh keluar dari rumah, dan merentangkan jasad tersebut tinggi-tinggi di udara. Jasad tersebut dihadapkan ke langit dan mereka meneriaki nama dari orang yang meninggal tersebut dan menunjukkan dia jalan ke surga. Mereka percaya karena jasad tersebut menghadap langit, yang meninggal dapat melihat langit, dan ketika mereka meneriaki rohnya, secara otomatis, rohnya akan naik ke surga. Lalu kepala desa berkata mungkin Sang Buddha (yang memiliki kekuatan supranormal) dapat membawa setiap orang yang telah meninggal dunia untuk terlahir kembali di alam surga. (Ini adalah pertanyaan yang menarik karena bahkan sampai pada era yang moderen ini, orang-orang tertentu masih mempercayai Sang Buddha dapat membantu kita untuk terlahir kembali di alam surga).

Sang Buddha kemudian menjawab dengan sebuah perumpamaan;

Sang Buddha : “Andaikan seorang pria datang menuju ke tepi danau yang sangat dalam, dan memegang sebuah batu besar yang berat di kedua tangannya, dan kemudian melemparnya ke tengah danau. Sekarang, dikarenakan batunya mulai tenggelam ke dalam air, semua orang ramai berdatangan dan berteriak pada batu tersebut, memuji batu itu, meminta (Berdoa) batu tersebut untuk mengapung di permukaan dan mengapung menuju tepian. Apakah batunya dapat mengapung?”.

Kepala desa :” Itu tidak mungkin karena batunya berat, secara alamiah akan tenggelam ke dalam air”.

Sang Buddha : “ Dengan cara yang sama, andaikan seseorang telah melakukan banyak kejahatan, dia telah membunuh, mencuri, berasusila, berbohong dan sebagainya. Ketika dia meninggal dunia (dan kamma buruknya menarik dia ke bawah), orang ramai berdatangan dan meneriaki dia untuk pergi ke surga; mungkinkah ia dapat pergi ke sana?”

Kepala desa : “Itu tidak mungkin karena ia telah banyak melakukan kejahatan; sama kasusnya dengan batu tersebut, dia akan tenggelam menuju kelahiran kembali yang buruk”.

Kemudian Sang Buddha berkata :” Andaikan seseorang lainnya datang ke tepian danau yang dalam. Dia mengambil secangkir minyak dan melemparkan secangkir minyak itu ke tengah danau. Cangkirnya akan tenggelam tetapi minyaknya, karena ringan, akan mengapung di permukaan. Dikarenakan minyaknya mengapung di permukaan, orang berdatangan dan meneriaki minyaknya untuk tenggalam ke dalam air. Mungkinkah minyak tersebut dapat tenggelam?”.

Kepala desa :” Itu tidak mungkin karena minyaknya ringan, dan secara alami akan mengapung”.

Sang Buddha : “ Dengan cara yang sama, andaikan seseorang telah melakukan banyak kebajikan, tidak pernah melukai makhluk hidup, dan ketika saatnya tiba dia meninggal dunia. Jika banyak orang berdatangan dan berteriak, dan mengutuknya pergi ke neraka, mungkinkah ia dapat pergi ke neraka? “

Kepala desa :” Itu tidak mungkin karena dia adalah orang yang baik. Secara alamiah dia akan pergi ke surga, diangkat oleh kamma baiknya sendiri”.

Dengan menjawab pertanyaan ini, kepala desa memahami apa yang dimaksudkan Sang Buddha, yakni, Sang Buddha tak dapat menolong kita. Apakah kita mengapung atau tenggelam, adalah tergantung pada kamma kita. Itulah sebabnya mengapa ajaran Buddhis berbeda dengan ajaran lainnya, dengan kata lain Sang Buddha tidak berkata bahwa dengan menjadi seorang Buddhis, anda dijaminkan suatu tempat di surga. Tidak ada pilih kasih.

Apakah anda pergi ke surga atau tempat manapun, tergantung pada kamma anda sendiri. Kita tidak dapat menyuap surga untuk membukakan pintu bagi kita – ini adil.


Sumber :
- Only We Can Help Ourselves -Bhikkhu Dhammavuddho Maha Thera
- Samyutta Nikaya 42.6 : Paccha-bumika Sutta



Semoga bermanfaat.
Salam Metta,

Sabbe satta bhavantu sukhitatta
Semoga semua makhluk berbahagia


Jika berkenan, silahkan teman-teman berkunjung ke Blog saya :
-------------------------------------------------------------------
http://tanhadi.blogspot.com/

#2 H swiechun

H swiechun

    Penggemar WDC

  • Members
  • 3
  • 613 posts
  • 1 thanks

Posted 01 August 2012 - 10:03 AM

Sahabat Tanhadi ............................. Sutta yang sangat bermanfaat ................... agar terhindar dari ritual2 TRADISI yang keliru ..........................

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA ....................

Edited by H swiechun, 01 August 2012 - 10:04 AM.


#3 BigBosS

BigBosS

    Silent Reader Activist

  • Members
  • 53
  • 916 posts
  • 12 thanks
  • LocationAlam Manusia

Posted 01 August 2012 - 05:56 PM

Ini kan versi agama Buddha, kalo agama lain pake ritual pesen ticket om karena tuhannya maha ini maha itu. hehehe

tp itulah kebenaran yg diajarkan oleh sang bhagava, bisa dinalar, mudah dicerna.

dan saya kembali ingin mengingatkan kepada teman2, bahwa semua kebenaran mengundang untuk dibuktikan (ehipasiko)

jangan percaya begitu saja hanya karena omongan orang yg dianggap suci
karena yg tahu tingkat kesucian seseorang itu hanya dia sendiri.

Bahkan kata-kata Buddha saja mengundang untuk dibuktikan. apalagi kata2 makhluk2 biasa

namun ya itulah ada banyak cara untuk membuktikannya, sebijak mungkin kita harus tahu kapan menggunakannya dan apa tujuan untuk membuktikannya

Tidak ada orang di dunia ini yg bisa tahu apakah Dia adalah Buddha, dia adalah Tuhan, atau dia adalah mahkluk2 suci lainnya, karena yg tahu adalah mereka sendiri. dan yg tahu tingkat kesucian maklhuk lain itu biasanya bukan orang, tetapi makhluk yg lebih tinggi tingkatnya.

buktinya dewa Mara saja bisa menjelma sebagai Buddha. bahkan pernah menjelma jadi makhluk lain untuk mengganggu Gautama dalam pertapaannya.

CMIIW

Edited by BigBosS, 01 August 2012 - 06:11 PM.


#4 hadisantoso

hadisantoso

    semoga berguna

  • Members
  • 275
  • 4,714 posts
  • 67 thanks

Posted 07 August 2012 - 10:19 AM

:lol2:

#5 fen_bandaaceh

fen_bandaaceh

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 0
  • 828 posts
  • 1 thanks

Posted 17 August 2012 - 04:37 PM

:lol2:


Udah di sundul koq gak nyahut2 semuanya???
Bagus untuk hidup selanjutnya.....
Apa mau tunggu kematian mengetuk pintu baru kita sibuk???
Percayalah.....begitu kematian datang.....dia akan langsung masuk dan mengambilnya. Tak peduli kita siap ato tidak, suka ato tidak
makanya tekunlah di dalam berlatih

Sorry, kalo ada yang tidak suka
KSJSS

:D:DMy Blood, my soul and my Heart are RED. My life is WHITE, CLEAN, FULL COLOUR and FAR from Evil :D:D



#6 sindi

sindi

    Senior WDC

  • Members
  • 9
  • 1,693 posts
  • 2 thanks

Posted 18 August 2012 - 08:18 AM

dalam tradisi mahayana dan tantrayana masih ada tradisi memohon Buddha menolong orang tua/ sanak keluarga supaya masuk surga seperti membacakan sutra Shukavati vyuha dharani, Sutra Amithaba bahkan berzikir Namo Amitofo, tradisi ritual penyeberangan arwah, memang ritual itu tidak semuanya/sekali langsung berhasil....seperti ritual penyeberangan arwah, jika karma arwah tersebut berat...dia tidak bisa datang bisa karena terbelenggu oleh mahluk lain untuk pembayaran hutang karma atau terprovokasi sehingga tidak mau datang ke tempat ritual. secara bertahap kita sebagai anak cucunya wajib melimpahkan jasa kepada orang tua atau leluhur kita secara bertahap akan ada hasilnya mungkin dari jauh melihat ritualnya yang diselenggarakan setiap tahun seperti dibulan chitgwee ini, lalu kemudian akan lebih dekat lagi sampai akhirnya mau naik teratai yang telah disediakan semuanya memerlukan proses dan waktu untuk yang karmanya berat tetapi itu bukan berarti tidak bisa ditolong oleh anak cucunya...dalam tradisi mahayana dan tantra surga yang dituju adalah surga tanah suci Shukavati loka sedangkan tradisi theravada saya belum tahu...yang mana ya ?
bahkan dalam tradisi agama samawi saja ada doa memohon tuhan seperti agar orang tua masuk surga. walau orang tuanya misalnya seorang penjahat...sekalipun...
boleh dibilang kita bukan anak yang berbakti bila tidak memohon Buddha agar orangtua/yang kita sayangi diselamatkan.dari penderitaan....mungkin ada salah pengertian dalam memahami sutta diatas. ada yang missing link....jadi masing2 tradisi beda pengertian jadi tidak bisa di generalisasikan....terserah anda mau ehipasiko atau tidak bahkan yang bukan agama buddha saja seperti islam dan kristen bisa dielamatkan dengan ritual penyeberangan arwah....sudah banyak kesaksian termasuk saya juga sudah pernah mngalaminya.

saya sendiri belum mengerti kenapa tipitaka dan tripitaka isinya ada yang bertentangan sperti dibahas di thread ini http://www.wihara.co...-tripitaka.html

tipitaka diyakini dari YM BUddha Gautama sendiri
sedangkan Tripitaka Selain dariYm Buddha Gautama + ehipasiko Para Arya agung yang juga mencapai pembebasan dengan membuktikan sendiri.

sedangkan kita tahu 2 kitab suci didunia ini yang paling banyak dipakai adalah

1. Injil isinya Ajaran Sang Nabi Yesus ditambah ehipasiko dari 12 rasul murid sang nabi dalam membuktikan ajarannya.
2. Al Qur'an yang dipegang umat muslim selain itu ada juga Hadist yang berisi pengalaman ehipasiko para muridnya yang telah membuktikan ajaran Sang Nabi.

jadi mungkin ada hal-hal yang belum dapat dimengerti oleh umat2, bisa melihat hasil Ehipasiko Para Arya yang telah membuktikan sendiri.

nah [engertian itu tidak bisa dipaksakan bila dipaksakan aku punya yang benar itu ada aroma Mara yang mau mengadu domba....hehehe peace

Edited by sindi, 18 August 2012 - 09:10 AM.

www.padmakumara.wordpress.com
www.strokehelping.blogspot.com
www.buddha168.blogspot.com

#7 H swiechun

H swiechun

    Penggemar WDC

  • Members
  • 3
  • 613 posts
  • 1 thanks

Posted 18 August 2012 - 09:57 AM

Sahabat2 ........................... ternyata jalan yang ada banyak pertigaan atau persimpangan .................... ada yang berbelok kiri atau kanan .................... sesuai karma masing2 , semoga tiba ditempat yang diharapkan .......................

Sahabat2 ....................... kepanikan ikan2 yang di danau hampir kering karena kemarau , sehingga mempercayai seekor burung bangau untuk menyeberangkan ke tempat lain yang lebih baik .................. mereka percaya burung bangau dengan membawa seekor demi seekor ikan untuk / sudah ehipasiko , bahwa betul ada tempat yang lebih baik ....................... akhir nya cukup tragis ........................ memang tak berdaya , percaya atau tidak hak masing2 ikan ..........

Sahabat2 ...................... apakah kekuatan karma ditaklukan kekuatan ritual ?????????????? .................


SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA .................................

Edited by H swiechun, 18 August 2012 - 10:01 AM.


#8 fen_bandaaceh

fen_bandaaceh

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 0
  • 828 posts
  • 1 thanks

Posted 18 August 2012 - 11:17 AM

dalam tradisi mahayana dan tantrayana masih ada tradisi memohon Buddha menolong orang tua/ sanak keluarga supaya masuk surga seperti membacakan sutra Shukavati vyuha dharani, Sutra Amithaba bahkan berzikir Namo Amitofo, tradisi ritual penyeberangan arwah, memang ritual itu tidak semuanya/sekali langsung berhasil....seperti ritual penyeberangan arwah, jika karma arwah tersebut berat...dia tidak bisa datang bisa karena terbelenggu oleh mahluk lain untuk pembayaran hutang karma atau terprovokasi sehingga tidak mau datang ke tempat ritual. secara bertahap kita sebagai anak cucunya wajib melimpahkan jasa kepada orang tua atau leluhur kita secara bertahap akan ada hasilnya mungkin dari jauh melihat ritualnya yang diselenggarakan setiap tahun seperti dibulan chitgwee ini, lalu kemudian akan lebih dekat lagi sampai akhirnya mau naik teratai yang telah disediakan semuanya memerlukan proses dan waktu untuk yang karmanya berat tetapi itu bukan berarti tidak bisa ditolong oleh anak cucunya...dalam tradisi mahayana dan tantra surga yang dituju adalah surga tanah suci Shukavati loka sedangkan tradisi theravada saya belum tahu...yang mana ya ?
bahkan dalam tradisi agama samawi saja ada doa memohon tuhan seperti agar orang tua masuk surga. walau orang tuanya misalnya seorang penjahat...sekalipun...
boleh dibilang kita bukan anak yang berbakti bila tidak memohon Buddha agar orangtua/yang kita sayangi diselamatkan.dari penderitaan....mungkin ada salah pengertian dalam memahami sutta diatas. ada yang missing link....jadi masing2 tradisi beda pengertian jadi tidak bisa di generalisasikan....terserah anda mau ehipasiko atau tidak bahkan yang bukan agama buddha saja seperti islam dan kristen bisa dielamatkan dengan ritual penyeberangan arwah....sudah banyak kesaksian termasuk saya juga sudah pernah mngalaminya.

saya sendiri belum mengerti kenapa tipitaka dan tripitaka isinya ada yang bertentangan sperti dibahas di thread ini http://www.wihara.co...-tripitaka.html

tipitaka diyakini dari YM BUddha Gautama sendiri
sedangkan Tripitaka Selain dariYm Buddha Gautama + ehipasiko Para Arya agung yang juga mencapai pembebasan dengan membuktikan sendiri.

sedangkan kita tahu 2 kitab suci didunia ini yang paling banyak dipakai adalah

1. Injil isinya Ajaran Sang Nabi Yesus ditambah ehipasiko dari 12 rasul murid sang nabi dalam membuktikan ajarannya.
2. Al Qur'an yang dipegang umat muslim selain itu ada juga Hadist yang berisi pengalaman ehipasiko para muridnya yang telah membuktikan ajaran Sang Nabi.

jadi mungkin ada hal-hal yang belum dapat dimengerti oleh umat2, bisa melihat hasil Ehipasiko Para Arya yang telah membuktikan sendiri.

nah [engertian itu tidak bisa dipaksakan bila dipaksakan aku punya yang benar itu ada aroma Mara yang mau mengadu domba....hehehe peace


Sahabat2 ........................... ternyata jalan yang ada banyak pertigaan atau persimpangan .................... ada yang berbelok kiri atau kanan .................... sesuai karma masing2 , semoga tiba ditempat yang diharapkan .......................

Sahabat2 ....................... kepanikan ikan2 yang di danau hampir kering karena kemarau , sehingga mempercayai seekor burung bangau untuk menyeberangkan ke tempat lain yang lebih baik .................. mereka percaya burung bangau dengan membawa seekor demi seekor ikan untuk / sudah ehipasiko , bahwa betul ada tempat yang lebih baik ....................... akhir nya cukup tragis ........................ memang tak berdaya , percaya atau tidak hak masing2 ikan ..........

Sahabat2 ...................... apakah kekuatan karma ditaklukan kekuatan ritual ?????????????? .................


SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA .................................


Hai....rekan2 anda semua benar
Hidup adalah simpel dan mudah, kalo kita mau mudah. Tapi akan sulit kalo kita mau mempersulitnya
Satu pedoman saya adalah : saya ingin di sayangi oleh semua orang, maka saya juga harus menyayangi orang lain. Saya tidak ingin di sakiti, maka juga saya tidak mau menyakiti orang lain. Simpelnya adalah jangan berbuat sesuatu yang ujung2nya menimbulkan hal2 yang tidak menyenangkan, di mana kita sendiri tidak ingin mengalaminya.

Saya kira kalo kita sudah lakukan itu, minimal kita akan terlahir kembali menjadi manusia, berkumpul kembali di forum ini ;)
akhir kata...sorry ya bagi yang tidak berkenan

Posted Image Posted Image Posted Image

:D:DMy Blood, my soul and my Heart are RED. My life is WHITE, CLEAN, FULL COLOUR and FAR from Evil :D:D



#9 sindi

sindi

    Senior WDC

  • Members
  • 9
  • 1,693 posts
  • 2 thanks

Posted 18 August 2012 - 09:50 PM

Sahabat2 ........................... ternyata jalan yang ada banyak pertigaan atau persimpangan .................... ada yang berbelok kiri atau kanan .................... sesuai karma masing2 , semoga tiba ditempat yang diharapkan .......................

Sahabat2 ....................... kepanikan ikan2 yang di danau hampir kering karena kemarau , sehingga mempercayai seekor burung bangau untuk menyeberangkan ke tempat lain yang lebih baik .................. mereka percaya burung bangau dengan membawa seekor demi seekor ikan untuk / sudah ehipasiko , bahwa betul ada tempat yang lebih baik ....................... akhir nya cukup tragis ........................ memang tak berdaya , percaya atau tidak hak masing2 ikan ..........

Sahabat2 ...................... apakah kekuatan karma ditaklukan kekuatan ritual ?????????????? .................


SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA .................................


yang dibold apakah menunjuk kepada umat mahayana dan tantra yang panik ? sepertinya tidak cocok tidak ada yang panik, ajaran Buddha dharma dikenal sebagai ajaran jalan tengah tidak ada baik dan tidak ada kejahatan baru bisa merealisasikan kebuddhaan jika masih ternoda oleh pandangan sesat dan baik masih terbelenggu duniawi tidak lepas dari lingkaran samsara apalagi mengklaim orang lain salah/sesat...itu adalah aroma kesombongan Mara. Masing-masing mempunyai jalan sendiri dan karma sendiri kenapa ikut campur tradisi orang lain apalagi menertawakannya......hehehe mulai sekarang kita dijalan masing-masing khan ...

Edited by sindi, 18 August 2012 - 09:52 PM.

www.padmakumara.wordpress.com
www.strokehelping.blogspot.com
www.buddha168.blogspot.com

#10 H swiechun

H swiechun

    Penggemar WDC

  • Members
  • 3
  • 613 posts
  • 1 thanks

Posted 19 August 2012 - 07:00 AM

yang dibold apakah menunjuk kepada umat mahayana dan tantra yang panik ? sepertinya tidak cocok tidak ada yang panik, ajaran Buddha dharma dikenal sebagai ajaran jalan tengah tidak ada baik dan tidak ada kejahatan baru bisa merealisasikan kebuddhaan jika masih ternoda oleh pandangan sesat dan baik masih terbelenggu duniawi tidak lepas dari lingkaran samsara apalagi mengklaim orang lain salah/sesat...itu adalah aroma kesombongan Mara. Masing-masing mempunyai jalan sendiri dan karma sendiri kenapa ikut campur tradisi orang lain apalagi menertawakannya......hehehe mulai sekarang kita dijalan masing-masing khan ...



Sahabat2 ....................... uraian saya bukan untuk dibaca dan dipahamani komunitas tertentu ( bukan menanggapi uraian siapapun sebelumnya ) ........................... untuk seluruh manusia ( Buddhis non Buddhis ) ......................... hak masing2 untuk memahaminya sesuai kondisi masing2 .............. mereka yang berpikiran positip maka akan memahaminya positip , demikian sebaliknya ..................

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA .....................

#11 hadisantoso

hadisantoso

    semoga berguna

  • Members
  • 275
  • 4,714 posts
  • 67 thanks

Posted 19 August 2012 - 07:24 AM

Sahabat2 ....................... uraian saya bukan untuk dibaca dan dipahamani komunitas tertentu ( bukan menanggapi uraian siapapun sebelumnya ) ........................... untuk seluruh manusia ( Buddhis non Buddhis ) ......................... hak masing2 untuk memahaminya sesuai kondisi masing2 .............. mereka yang berpikiran positip maka akan memahaminya positip , demikian sebaliknya ..................

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA .....................


No problem,

#12 fen_bandaaceh

fen_bandaaceh

    Siswa Senior Sang Buddha

  • Members
  • 0
  • 828 posts
  • 1 thanks

Posted 19 August 2012 - 10:26 AM

yang dibold apakah menunjuk kepada umat mahayana dan tantra yang panik ? sepertinya tidak cocok tidak ada yang panik, ajaran Buddha dharma dikenal sebagai ajaran jalan tengah tidak ada baik dan tidak ada kejahatan baru bisa merealisasikan kebuddhaan jika masih ternoda oleh pandangan sesat dan baik masih terbelenggu duniawi tidak lepas dari lingkaran samsara apalagi mengklaim orang lain salah/sesat...itu adalah aroma kesombongan Mara. Masing-masing mempunyai jalan sendiri dan karma sendiri kenapa ikut campur tradisi orang lain apalagi menertawakannya......hehehe mulai sekarang kita dijalan masing-masing khan ...


Sahabat2 ....................... uraian saya bukan untuk dibaca dan dipahamani komunitas tertentu ( bukan menanggapi uraian siapapun sebelumnya ) ........................... untuk seluruh manusia ( Buddhis non Buddhis ) ......................... hak masing2 untuk memahaminya sesuai kondisi masing2 .............. mereka yang berpikiran positip maka akan memahaminya positip , demikian sebaliknya ..................

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA .....................


Semoga demikian adanya ya sahabat......

:heart2:

:D:DMy Blood, my soul and my Heart are RED. My life is WHITE, CLEAN, FULL COLOUR and FAR from Evil :D:D



#13 sindi

sindi

    Senior WDC

  • Members
  • 9
  • 1,693 posts
  • 2 thanks

Posted 19 August 2012 - 12:18 PM

" JIKA CAHAYA ADALAH CAHAYA, WALAU MENYILAUKAN, JANGAN PERNAH RAGU UNTUK TETAP MENATAPNYA. Kenyamanan bukan tanda mutlak bagi anda telah menemukan Kesejatian. Karena untuk menemukan Kesejatian, memerlukan pergulatan bathin yang luar biasa. Anda yang takut bergulat, berarti anda termasuk diantara mereka yang takut menatap Cahaya Sejati yang menyilaukan itu. Demi sebuah kenyamanan dan ketentraman semu, anda rela menolak pergulatan sebagai jalan tak terhindarkan untuk beroleh Kesejatian." ini ungkapan di kutip dari teman dharma sasangka dari diskusi spiritual....dalam mempelajari dharma apapun jangan punya timbul syak wasangka itu aliran sesat jangan ikut, kalau kita tidak cocok ya gak usah berkomentar, selama ajaran iu mengajari kebajikan...masalah sesat atau tidak semuanya lebih tergantung diri sendiri jika kita sendiri bersih tidak pernah mempunyai pikiran buruk dan merupakan cahaya tidak akan takut....kedua semua juga ada takdirnya jika kita sedikit salah jalan/tersesat artinya sebagian karma buruk kita sudah dihabiskan...semua memerlukan pergulatan/penderitaan dalam memahami dharma dan kebijaksanaan.tanpa penderitaan tidak akan bisa memahami dharma..sebenarnya semua dharma di dunia ini adalah dharma buddha hanya manusia yang mengolong-golongkannya. dharma itu sudah ada sebelum Buddha Gautama membabarkannya, jadi bukan hanya milik Buddha Gautama milik semua Buddha baik yang lampau maupun yang akan datang....YM Buddha Gautama hanya mengungkapkan dharma yang sudah ada bukan menciptakan dharma seperti yang sering dikatakan Bahwa YM Buddha Gautama selama 49 tahun tidak mengajarkan Dharma apapun maksudnya tidak menciptakan dharma yang baru. dan Jalan dharma itu ada 84000 jalan sedangkan YM Buddha Gautama hanya mengungkap kan sebagian saja itu juga sudah cukup dan memerlukan/menantikan Buddha yang lain untuk mengkapkannya.....

Edited by sindi, 19 August 2012 - 12:21 PM.

www.padmakumara.wordpress.com
www.strokehelping.blogspot.com
www.buddha168.blogspot.com

#14 H swiechun

H swiechun

    Penggemar WDC

  • Members
  • 3
  • 613 posts
  • 1 thanks

Posted 19 August 2012 - 01:18 PM

Sahabat2 ........................ emas dan kuningan memantulkan cahaya yang mirip ............................ sejak dahulu , sekarang dan sampai kapanpun ..................emas adalah emas , kuningan adalah kuningan .................... tetap berbeda , tidak akan pernah / bisa sama .............................. perbedaan justru menambah wawasan , kenapa khawatir ......................... biarlah emas memantulkan cahayanya , demikian juga kuningan ......................... SUN GOKONG akan menentukan mana emas mana kuningan ..................

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA ..................................

#15 hadisantoso

hadisantoso

    semoga berguna

  • Members
  • 275
  • 4,714 posts
  • 67 thanks

Posted 19 August 2012 - 03:55 PM

oh agama Buddha.kenapa sama dengan agama lain? banyak aliran dan banyak konsep,
sehingga membuat umat kebingungan untuk memilih,
bahkan lebih dari itu gesekan2 diantara umat Buddha tak dapat dihindari,
untuk mendinginkan suasana,banyak umat mengatakan---biarlah kita pegang keyakinan masing2,jangan saling menyalahkan,memperdebatkan,melecehkan atau mencela.
harusnya kita saling menghargai dan saling menghormati keyakinan masing2.
himbauan ini BENAR,tapi masih banyak celahnya.
misalnya bila ada seorang member tanya di forum(terbuka)----
saya harus mengikuti aliran mana?
mana yang benar?
ada Tuhan gak ? ada Tien Kung gak? ada Lao Mu gak? ada Dewa yang bisa membantu/menolong saya gak? dan masih banyak pertanyaan2 lain.
bila ada yang menjawab sesuai keyakinannya--tentu dengan argumen2 nya---salah atau tidak yang menjawab?
forum ini menurut saya adalah wadah untuk mencari kebenaran,menguji kebenaran yang dimiliki,dan untuk menemukan sesuatu yang belum kita miliki.
maksudnya----bila sebelumnya saya meyakini konsep A, namun setelah banyak membaca posting2 di forum ini,mungkin suatu saat bisa berubah jadi meyakini konsep B, ----salahkah ?

jadi diskusi di forum terbuka seperti WDC ini memang bisa positif ,bisa juga negatif hasilnya----tergantung masing2.
kusus bagi yang pemula---begitu menyimak beberapa thread,yang kebetulan adalah thread panas,maka dia pasti terpental,----wah kok begini ajaran Buddha? banyak saling mengejek dan menyudutkan pihak lain.
suatu resiko yang tidak bisa dihindari kah?????????????

gimana sebaiknya ??
mari diskusikan bersama.

#16 abcd

abcd

    Tidak baru lagi

  • Members
  • PipPipPip
  • 0
  • 43 posts
  • 0 thanks

Posted 19 August 2012 - 06:16 PM

oh agama Buddha.kenapa sama dengan agama lain? banyak aliran dan banyak konsep,
sehingga membuat umat kebingungan untuk memilih,
bahkan lebih dari itu gesekan2 diantara umat Buddha tak dapat dihindari,
untuk mendinginkan suasana,banyak umat mengatakan---biarlah kita pegang keyakinan masing2,jangan saling menyalahkan,memperdebatkan,melecehkan atau mencela.
harusnya kita saling menghargai dan saling menghormati keyakinan masing2.
himbauan ini BENAR,tapi masih banyak celahnya.
misalnya bila ada seorang member tanya di forum(terbuka)----
saya harus mengikuti aliran mana?
mana yang benar?
ada Tuhan gak ? ada Tien Kung gak? ada Lao Mu gak? ada Dewa yang bisa membantu/menolong saya gak? dan masih banyak pertanyaan2 lain.
bila ada yang menjawab sesuai keyakinannya--tentu dengan argumen2 nya---salah atau tidak yang menjawab?
forum ini menurut saya adalah wadah untuk mencari kebenaran,menguji kebenaran yang dimiliki,dan untuk menemukan sesuatu yang belum kita miliki.
maksudnya----bila sebelumnya saya meyakini konsep A, namun setelah banyak membaca posting2 di forum ini,mungkin suatu saat bisa berubah jadi meyakini konsep B, ----salahkah ?

jadi diskusi di forum terbuka seperti WDC ini memang bisa positif ,bisa juga negatif hasilnya----tergantung masing2.
kusus bagi yang pemula---begitu menyimak beberapa thread,yang kebetulan adalah thread panas,maka dia pasti terpental,----wah kok begini ajaran Buddha? banyak saling mengejek dan menyudutkan pihak lain.
suatu resiko yang tidak bisa dihindari kah?????????????

gimana sebaiknya ??
mari diskusikan bersama.



Makanya, di wihara.com, ada pembagian kategori aliran seperti True Buddha School, Zen, Theravada, Mahayana, Tantrayana, dan lain lain. Masing-masing telah diberikan rumah sendiri untuk berbicara dengan bahasa sendiri dan keyakinan sendiri. Bila member non-TBS masuk ke thread kategori TBS, dia adalah tamu. Bila member TBS masuk ke thread aliran lain, dia juga tamu. Tamu sebaiknya menghormati kategori aliran lain dan silahkan berbicara keyakinan aliran nya sendiri di kategori nya sendiri. Seorang member pemula bisa diperingatkan sedari awal menjadi member bahwa setiap kategori adalah bagaikan rumah makan tersendiri yang akan menunjukkan kelezatan makanan nya sendiri.

Sekali-sekali, akan ada member yang lulus dari wihara.com. Masuk ke kategori aliran manapun, ia akan memahami dinamika "upaya kausalya". Semua nya tidak masalah. Upeksa (Upekha).



"Sang-buddha-tidak-dapat-membantu-kita-untuk-terlahir-di-alam-surga." Oh, betul sekali, pak Tanhadi. Di aliran Theravada. Di kategori "Ruang Dharma"
"Sang Buddha dapat menolong kita terlahir di tanah suci Buddha." Oh, betul sekali. Di aliran Mahayana dan Tantrayana.
"Mana ada tempat yang bukan tanah suci Buddha." Oh, betul sekali. Di aliran Zen.

Setiap kali ingin ber partisipasi dalam sebuah thread, perhatikan "kategori aliran" nya. Yang Nasrani tidak menyerbu mesjid karena ceramah ulama di mesjid. Yang muslim tidak menyerbu gereja karena ceramah pendeta di gereja. Begitu pula aliran-aliran Buddhis antara satu aliran dengan aliran lainnya. Barulah bisa hidup rukun. RW (Rukun Wihara.com).

Menggunakan feature "today's posts" tanpa memperhatikan "kategori aliran" dari thread tersebut -- ada resiko nya.


Minal Aidin Walfa ijin

Edited by abcd, 19 August 2012 - 06:36 PM.


#17 hadisantoso

hadisantoso

    semoga berguna

  • Members
  • 275
  • 4,714 posts
  • 67 thanks

Posted 19 August 2012 - 07:13 PM

Makanya, di wihara.com, ada pembagian kategori aliran seperti True Buddha School, Zen, Theravada, Mahayana, Tantrayana, dan lain lain. Masing-masing telah diberikan rumah sendiri untuk berbicara dengan bahasa sendiri dan keyakinan sendiri. Bila member non-TBS masuk ke thread kategori TBS, dia adalah tamu. Bila member TBS masuk ke thread aliran lain, dia juga tamu. Tamu sebaiknya menghormati kategori aliran lain dan silahkan berbicara keyakinan aliran nya sendiri di kategori nya sendiri. Seorang member pemula bisa diperingatkan sedari awal menjadi member bahwa setiap kategori adalah bagaikan rumah makan tersendiri yang akan menunjukkan kelezatan makanan nya sendiri.

Sekali-sekali, akan ada member yang lulus dari wihara.com. Masuk ke kategori aliran manapun, ia akan memahami dinamika "upaya kausalya". Semua nya tidak masalah. Upeksa (Upekha).



"Sang-buddha-tidak-dapat-membantu-kita-untuk-terlahir-di-alam-surga." Oh, betul sekali, pak Tanhadi. Di aliran Theravada. Di kategori "Ruang Dharma"
"Sang Buddha dapat menolong kita terlahir di tanah suci Buddha." Oh, betul sekali. Di aliran Mahayana dan Tantrayana.
"Mana ada tempat yang bukan tanah suci Buddha." Oh, betul sekali. Di aliran Zen.

Setiap kali ingin ber partisipasi dalam sebuah thread, perhatikan "kategori aliran" nya. Yang Nasrani tidak menyerbu mesjid karena ceramah ulama di mesjid. Yang muslim tidak menyerbu gereja karena ceramah pendeta di gereja. Begitu pula aliran-aliran Buddhis antara satu aliran dengan aliran lainnya. Barulah bisa hidup rukun. RW (Rukun Wihara.com).

Menggunakan feature "today's posts" tanpa memperhatikan "kategori aliran" dari thread tersebut -- ada resiko nya.


Minal Aidin Walfa ijin


solusi yang tepat dan harus ditaati setiap saat.

#18 abcd

abcd

    Tidak baru lagi

  • Members
  • PipPipPip
  • 0
  • 43 posts
  • 0 thanks

Posted 20 August 2012 - 09:58 AM

yang dibold apakah menunjuk kepada umat mahayana dan tantra yang panik ? sepertinya tidak cocok tidak ada yang panik, ajaran Buddha dharma dikenal sebagai ajaran jalan tengah tidak ada baik dan tidak ada kejahatan baru bisa merealisasikan kebuddhaan jika masih ternoda oleh pandangan sesat dan baik masih terbelenggu duniawi tidak lepas dari lingkaran samsara apalagi mengklaim orang lain salah/sesat...itu adalah aroma kesombongan Mara. Masing-masing mempunyai jalan sendiri dan karma sendiri kenapa ikut campur tradisi orang lain apalagi menertawakannya......hehehe mulai sekarang kita dijalan masing-masing khan ...



Sdr. Sindi (seorang murid TBS) adakala nya bisa khilaf tentang kategori aliran apa ia sedang posting sehingga sampai mengucapkan "kenapa ikut campur tradisi orang lain". Thread ini ada di kategori "Ruang Dharma", membahas sutra-sutra yang dijunjung sahabat-sahabat akrab kita di aliran Theravada. Pak Tanhadi sudah mempraktekkan kode etik yang sopan, sudah berada di kategori thread yang tepat. Silahkan pak Tanhadi dan adik-adik asuh nya melanjutkan diskusi topik ini dengan tenang dan damai. Topik "Sang Buddha tidak dapat membantu kita untuk terlahir di alam surga" sangatlah indah dan bisa saya lihat manfaat besar nya.

Saya adalah murid TBS. Pernah sekali, saya melihat posting pak Tanhadi di kategori TBS dimana beliau sekedar menuliskan kalimat "Semoga semua makhluk berbahagia". Tidak ada kalimat lain. Cukup 1 kalimat itu saja, sudah mengharukan hati saya. Saya betul-betul merasakan hati luas dari pak Tanhadi dan ketulusan beliau supaya "semua makhluk ber bahagia". Begitu pula sekarang saya balas mengucapkan di kategori "Ruang Dharma" (Theravada): Semoga semua makhluk berbahagia. Setulusnya. Setulusnya. Setulusnya.

Di hari raya lebaran, murid TBS ini juga mengucapkan "mohon maaf lahir batin" kepada pak Tanhadi, adik2 asuh beliau, dan juga sdr. Sindi.


!!!

#19 BigBosS

BigBosS

    Silent Reader Activist

  • Members
  • 53
  • 916 posts
  • 12 thanks
  • LocationAlam Manusia

Posted 20 August 2012 - 03:16 PM

oh iya saya pribadi juga ingin mengucapkan Mohon maaf lahir batin, baik yg telah saya perbuat, maupun yg akan saya perbuat.

Posted Image

#20 tanhadi

tanhadi

    Fenomena WDC

  • Members
  • 12
  • 5,149 posts
  • 0 thanks

Posted 20 August 2012 - 09:10 PM

Sdr. Sindi (seorang murid TBS) adakala nya bisa khilaf tentang kategori aliran apa ia sedang posting sehingga sampai mengucapkan "kenapa ikut campur tradisi orang lain". Thread ini ada di kategori "Ruang Dharma", membahas sutra-sutra yang dijunjung sahabat-sahabat akrab kita di aliran Theravada. Pak Tanhadi sudah mempraktekkan kode etik yang sopan, sudah berada di kategori thread yang tepat. Silahkan pak Tanhadi dan adik-adik asuh nya melanjutkan diskusi topik ini dengan tenang dan damai. Topik "Sang Buddha tidak dapat membantu kita untuk terlahir di alam surga" sangatlah indah dan bisa saya lihat manfaat besar nya.

Saya adalah murid TBS. Pernah sekali, saya melihat posting pak Tanhadi di kategori TBS dimana beliau sekedar menuliskan kalimat "Semoga semua makhluk berbahagia". Tidak ada kalimat lain. Cukup 1 kalimat itu saja, sudah mengharukan hati saya. Saya betul-betul merasakan hati luas dari pak Tanhadi dan ketulusan beliau supaya "semua makhluk ber bahagia". Begitu pula sekarang saya balas mengucapkan di kategori "Ruang Dharma" (Theravada): Semoga semua makhluk berbahagia. Setulusnya. Setulusnya. Setulusnya.

Di hari raya lebaran, murid TBS ini juga mengucapkan "mohon maaf lahir batin" kepada pak Tanhadi, adik2 asuh beliau, dan juga sdr. Sindi.


!!!


Terima kasih sahabat abcd,

Kalimat-kalimat Anda sungguh tulus dan menyejukkan hati serta bermanfaat bagi kita semua.

Semoga ke-saling mengertian-an seperti ini dapat membawa nuansa damai dalam menjalin persahabatan kita dalam Dhamma,

Dengan berjalannya waktu, semoga kita semuanya dapat terbebas dari dukkha,

Semoga Anda dan kita semuanya berbahagia,

Semoga semua makhkuk berbahagia.


Sadhu...Sadhu...Sadhu.._/|\_
Salam Metta,

Sabbe satta bhavantu sukhitatta
Semoga semua makhluk berbahagia


Jika berkenan, silahkan teman-teman berkunjung ke Blog saya :
-------------------------------------------------------------------
http://tanhadi.blogspot.com/




0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close