Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

Sang Buddha Tidak Dapat Membantu Kita Untuk Terlahir di Alam Surga


  • Please log in to reply
33 replies to this topic

#21 wen78

wen78

    ....

  • Moderators
  • 37
  • 1,294 posts
  • 10 thanks

Posted 20 August 2012 - 11:58 PM

Makanya, di wihara.com, ada pembagian kategori aliran seperti True Buddha School, Zen, Theravada, Mahayana, Tantrayana, dan lain lain. Masing-masing telah diberikan rumah sendiri untuk berbicara dengan bahasa sendiri dan keyakinan sendiri. Bila member non-TBS masuk ke thread kategori TBS, dia adalah tamu. Bila member TBS masuk ke thread aliran lain, dia juga tamu. Tamu sebaiknya menghormati kategori aliran lain dan silahkan berbicara keyakinan aliran nya sendiri di kategori nya sendiri. Seorang member pemula bisa diperingatkan sedari awal menjadi member bahwa setiap kategori adalah bagaikan rumah makan tersendiri yang akan menunjukkan kelezatan makanan nya sendiri.

Sekali-sekali, akan ada member yang lulus dari wihara.com. Masuk ke kategori aliran manapun, ia akan memahami dinamika "upaya kausalya". Semua nya tidak masalah. Upeksa (Upekha).



"Sang-buddha-tidak-dapat-membantu-kita-untuk-terlahir-di-alam-surga." Oh, betul sekali, pak Tanhadi. Di aliran Theravada. Di kategori "Ruang Dharma"
"Sang Buddha dapat menolong kita terlahir di tanah suci Buddha." Oh, betul sekali. Di aliran Mahayana dan Tantrayana.
"Mana ada tempat yang bukan tanah suci Buddha." Oh, betul sekali. Di aliran Zen.

Setiap kali ingin ber partisipasi dalam sebuah thread, perhatikan "kategori aliran" nya. Yang Nasrani tidak menyerbu mesjid karena ceramah ulama di mesjid. Yang muslim tidak menyerbu gereja karena ceramah pendeta di gereja. Begitu pula aliran-aliran Buddhis antara satu aliran dengan aliran lainnya. Barulah bisa hidup rukun. RW (Rukun Wihara.com).

Menggunakan feature "today's posts" tanpa memperhatikan "kategori aliran" dari thread tersebut -- ada resiko nya.




Sdr. Sindi (seorang murid TBS) adakala nya bisa khilaf tentang kategori aliran apa ia sedang posting sehingga sampai mengucapkan "kenapa ikut campur tradisi orang lain". Thread ini ada di kategori "Ruang Dharma", membahas sutra-sutra yang dijunjung sahabat-sahabat akrab kita di aliran Theravada. Pak Tanhadi sudah mempraktekkan kode etik yang sopan, sudah berada di kategori thread yang tepat. Silahkan pak Tanhadi dan adik-adik asuh nya melanjutkan diskusi topik ini dengan tenang dan damai. Topik "Sang Buddha tidak dapat membantu kita untuk terlahir di alam surga" sangatlah indah dan bisa saya lihat manfaat besar nya.




jika memang demikian, kategori "Ruang Dharma" salah tempat dan harus dipindahkan ke dalam sub aliran Theravada.

Lakukan apa yg seharusnya dilakukan, dan tidak melakukan apa yg seharusnya tidak dilakukan. ― ....


“Your beliefs become your thoughts, Your thoughts become your words, Your words become your actions, Your actions become your habits, Your habits become your values, Your values become your destiny.” ― Mahatma Gandhi


#22 H swiechun

H swiechun

    Penggemar WDC

  • Members
  • 3
  • 613 posts
  • 1 thanks

Posted 21 August 2012 - 07:07 AM

jika memang demikian, kategori "Ruang Dharma" salah tempat dan harus dipindahkan ke dalam sub aliran Theravada.


Sahabat2 ...................... sebetulnya dimana saja tidak masalah ................ yang penting diskusi dengan etika baik ............... seperti kata sahabat Hadisantoso , setelah saling berdiskusi / berdebat bisa saja kita yang tadinya berpikiran konsep AAA menjadi lebih yakin atau bahkan berubah konsep menjadi BBB ........................ dengan adanya tanggapan / pertanyaan yang kritis malah menambah wawasan , apa yang tidak terpikir sebelumnya akhirnya terpikir juga ......................... yang penting tidak BENCI ................. kenapa harus benci , kenal hanya di forum pakai indentitas samaran lagi ( menambah penderitaan saja ) ....................... disinilah kita melatih untuk mengendalikan pikiran , perasaan dan kesadaran ............................

Sahabat2 ................. seperti kata pepatah , GIGI DAN LIDAH SAMA2 DIMULUT , ADAKALANYA TERGIGIT JUGA .................. sesama komunitas adakalanya bersinggungan apa yang aneh ....................

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA ......................

Edited by H swiechun, 21 August 2012 - 07:13 AM.


#23 abcd

abcd

    Tidak baru lagi

  • Members
  • PipPipPip
  • 0
  • 43 posts
  • 0 thanks

Posted 21 August 2012 - 06:25 PM

Formalitas "kode etik antar-aliran" bisa di-formulasi-kan oleh pemilik website bersama dengan para moderator masing-masing kategori aliran.

Akan selalu ada kelemahan dalam setiap pembuatan sistim.

Namanya juga sedang berdiskusi tentang sistim, perlu pula dipertimbangkan diciptakannya kategori "Predator" (seperti film "Predator") dimana "partisipasi berarti berperang", biasa disebut "alam asura". Yang mampu belajar dengan cara bertikai, disitulah tempat nya. Yang ingin ketenangan, jangan sekali-sekali masuk kesana. Di luar kategori "Predator", maka "rule and law non-intervensi antar-aliran" berlaku. Saya tidak ngotot tentang hal ini. Bagaimana pun diatur nya, tak masalah buat saya.

Komentar member "wen78" adil dan dengan tepat sekali -- mengoreksi saya. "Ruang Dharma" ada di kategori "General Buddhism" sehingga komentar sdr. Sindi tidaklah melanggar kode-etik antar-aliran. Selama ini, kategori "ruang dharma" mirip negara Indonesia (bukan negara Islam, tapi penduduknya mayoritas Islam), secara de-fakto merupakan kategori Theravada. Mayoritas threads nya berasal dari pak Tanhadi yang saya persepsikan Theravada.

Pak Tanhadi perlu mempertimbangkan apakah topik anda termasuk "General Buddhism" yaitu topik yang bisa diterima oleh semua kalangan Buddhisme seperti "Sakyamuni Buddha sebagai tokoh permersatu agama Buddha", "hukum karma", "tumimbal lahir". Topik "Sang Buddha tidak dapat membantu kita untuk terlahir di alam surga" jelas tidak memenuhi kriteria "General Buddhism" dan memang lebih tepat dipindahkan ke kategori aliran yang mendukung keyakinan tersebut. Bila "General Buddhism" tidak "general", maka berpotensi menjadi kategori "predator" (asura). Di kategori "General Buddhism", saya juga melihat thread "Sutra Raja Avalokitesvara" (Gao wang jing) yang juga tidak memenuhi persyaratan sebagai "General Buddhism".


Dengan resmi saya menyampaikan permohonan maaf kepada sdr. Sindi dan wen78. Dan saya akan bersadhana melakukan pertobatan atas kesalahan saya ini.


Saya hampir saja mengusulkan kategori "Harus Tertawa". LOL.

Karena sudah kehabisan usul, ini adalah akhir dari partisipasi saya dalam diskusi "non-intervensi antar-aliran". Be happy, everybody.



!!!






!!!

Edited by abcd, 21 August 2012 - 07:20 PM.


#24 tanhadi

tanhadi

    Fenomena WDC

  • Members
  • 12
  • 5,149 posts
  • 0 thanks

Posted 21 August 2012 - 10:14 PM

Teman-teman se-Dhamma,

Pada intinya, aliran/sekte apapun yang masih dalam lingkup BUDDHISM yang membahas soal DHARMA/DHAMMA SANG BUDDHA , sudah tepat kiranya bila di diskusikan di kelompok "General Buddhism", namun demikian tetap harus diperhatikan disitu ada sub-sub Forum al.: Topik Umum, Seputar Buddhisme, Meditasi dan Ruang Dharma. Hal ini memang dipisahkan agar setiap pembahasan/diskusi lebih terfokus pada pokok pembahasan sesuai Thread/Topiknya, dan sekaligus untuk menghindari pembahasan Dharma yang tercampur-baur dengan Topik lain yang bersifat lebih umum.

Pembahasan /diskusi di Ruang Dharma sebenarnya secara khusus untuk STUDY pembahasan Sutta/Sutra dan Abhidhamma/Abhidharma berdasarkan Kitab Suci Agama Buddha yaitu : Tipitaka/Tripitaka. Sehingga diharapkan para peserta/diskuser benar-benar serius dan fokus disaat membahas Topik yang ada dan tidak melenceng keluar dari PEDOMAN UTAMANYA yaitu: TRIPITAKA/TIPITAKA.

Tujuannya saya kira cukup jelas, yaitu untuk mempelajari dan lebih memahami AJARAN SANG BUDDHA dari berbagai sisi sudut pandang aliran/sekte yang masih dalam kelompok Buddhisme (Theravada dan Mahayana <termasuk didalamnya Tantrayana, Buddhayana >).

Yang terpenting dari semua itu adalah etika disaat 'akan, sedang dan setelah' berdiskusi, kalau tujuannya hanya untuk iseng-iseng nimbrung berdiskusi, ini biasanya disertai dengan ketidakseriusannya sehingga bisa saja terjadi malah mengacaukan suasana diskusi, hal ini yang patut untuk dihindari.

Demikian penjelasan dari saya, semoga dapatnya dimengerti.

Salam sejahtera dan damai selalu.

Sadhu...sadhu...sadhu..._/|\_

Edited by tanhadi, 21 August 2012 - 10:15 PM.

Salam Metta,

Sabbe satta bhavantu sukhitatta
Semoga semua makhluk berbahagia


Jika berkenan, silahkan teman-teman berkunjung ke Blog saya :
-------------------------------------------------------------------
http://tanhadi.blogspot.com/

#25 abcd

abcd

    Tidak baru lagi

  • Members
  • PipPipPip
  • 0
  • 43 posts
  • 0 thanks

Posted 22 August 2012 - 04:45 PM

Pak Tanhadi,

terima kasih atas klarifikasi anda yang diatas.

Lewat klarifikasi anda, Saya dapat merasakan asas manfaat dari "General Buddhism" dan kategori "Ruang Dharma" nya, dan karena nya bisa menerima penjelasan anda mengapa thread "Sang Buddha tidak dapat membantu kita untuk terlahir di alam surga" boleh saja tetap ada di kategori "General Buddhism".

Juga, saya telah diyakinkan klarifikasi anda bahwa pemahaman ajaran sang Buddha yang anda usahakan akan mencakup berbagai sudut pandang aliran/sekte Buddhisme.

Seperti biasa, anda menyejukkan, membuat saya kagum.

Namun, ijinkan saya menyampaikan sebuah masukan yang alangkah baiknya bila diterapkan di masa mendatang.

Untuk sebuah thread yang berjudul kontroversil seperti ini dan "isi awal" nya, masukan saya adalah supaya anda menerapkan prinsip "sedia payung sebelum hujan" atau "preventive approach", sebagai bagian dari "etika awal".

Sebagai contoh, bila saya adalah anda, begitu saya post kutipan Tripitaka tentang "Sang Buddha tidak dapat membantu kita untuk terlahir di alam surga", saya akan langsung membuat post ke dua (saat itu juga dan tidak beberapa hari kemudian) sebagai berikut:

"Rekan-rekan sedharma, demikianlah kutipan dari Tripitaka. Meski topik ini terkesan awalnya memojokkan ajaran Mahayana dan Tantrayana, yakinlah bahwa topik ini akan dibahas dari berbagai sudut pandang aliran/sekte Buddhisme, sesuai dengan misi kategori "General Buddhism". Setelah nanti dikupas lebih mendalam, judul topik ini ternyata selaras pula dengan ajaran Mahayana dan Tantrayana. Sama sekali tidak bertentangan. Mari kita mulai mengupas nya."


Cukup dengan beberapa kalimat ini, sudah akan mengubah proses diskusi menjadi lebih sehat. Murid-murid aliran Mahayana dan Tantrayana akan bersabar menunggu pengupasan Dharma yang indah ini tanpa perlu merasa diserang. Murid-murid aliran Theravada tidak akan merasa mendapat persetujuan Tripitaka untuk menyerang Mahayana/Tantrayana. Di akhir diskusi thread yang awalnya kontroversil tersebut, akan semakin kuat apresiasi para peserta diskusi akan berbagai aliran Buddhisme, akan sangat meningkatkan tali persaudaraan diantara murid-murid berbagai aliran Buddhisme.

Bukankah itu selaras dengan niat "membahagiakan semua makhluk" yang kita usahakan bersama.

Saya sampaikan masukan ini dari lubuk hati saya yang terdalam, tanpa membeda-bedakan aliran.

Silahkan lanjutkan memimpin proses diskusi thread ini. Wihara.com beruntung memiliki seorang dharmaduta yang demikian ber kwalitas seperti anda. Mengagumkan.


Om Guru Liansheng Siddhi Hum
Namo Sakyamuni Buddha




.

#26 H swiechun

H swiechun

    Penggemar WDC

  • Members
  • 3
  • 613 posts
  • 1 thanks

Posted 22 August 2012 - 06:15 PM

Sahabat2 ........................ perlu dibuat satu thread khusus " ETIKA BERDISKUSI " ..................... ketika posting satu topik apakah punya niat serang menyerang komunitas lain ????????? SAYA YAKIN TIDAK .................. apakah komunitas AAA PASTI mengetahui pemahaman / cara2 komunitas BBB ????????? BELUM PASTI ....................... apakah komunitas saling berprasangka buruk serang menyerang seperti itu ????????? SAYA YAKIN TIDAK ..................... forum ini adalah untuk diskusi BUKAN UNTUK SERANG MENYERANG ..................... PIKIRAN ADALAH PELOPOR ....................... bagaimana bisa berpikiran seperti ini ...................... kalau pikiran damai maka yamg muncul damai , demikian sebaliknya ............

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA ................................

#27 wen78

wen78

    ....

  • Moderators
  • 37
  • 1,294 posts
  • 10 thanks

Posted 23 August 2012 - 12:13 AM

menarik, sebenarnya siapa yg menyerang dan siapa yg diserang? :)



dan sebenarnya Mahayana dan Tantrayan tidak menolak apa yg di post TS, atau mengatakan apa yg di post TS adalah salah atau tidak benar.




@H swiechun
benar, pikiran damai maka yang muncul damai.
pikiran damai maka akan muncul ucapan damai,
dan pikiran damai akan melepaskan pikiran kritis.

Lakukan apa yg seharusnya dilakukan, dan tidak melakukan apa yg seharusnya tidak dilakukan. ― ....


“Your beliefs become your thoughts, Your thoughts become your words, Your words become your actions, Your actions become your habits, Your habits become your values, Your values become your destiny.” ― Mahatma Gandhi


#28 tanhadi

tanhadi

    Fenomena WDC

  • Members
  • 12
  • 5,149 posts
  • 0 thanks

Posted 23 August 2012 - 04:53 AM

Pak Tanhadi,

terima kasih atas klarifikasi anda yang diatas.

Lewat klarifikasi anda, Saya dapat merasakan asas manfaat dari "General Buddhism" dan kategori "Ruang Dharma" nya, dan karena nya bisa menerima penjelasan anda mengapa thread "Sang Buddha tidak dapat membantu kita untuk terlahir di alam surga" boleh saja tetap ada di kategori "General Buddhism".

Juga, saya telah diyakinkan klarifikasi anda bahwa pemahaman ajaran sang Buddha yang anda usahakan akan mencakup berbagai sudut pandang aliran/sekte Buddhisme.

Seperti biasa, anda menyejukkan, membuat saya kagum.

Namun, ijinkan saya menyampaikan sebuah masukan yang alangkah baiknya bila diterapkan di masa mendatang.

Untuk sebuah thread yang berjudul kontroversil seperti ini dan "isi awal" nya, masukan saya adalah supaya anda menerapkan prinsip "sedia payung sebelum hujan" atau "preventive approach", sebagai bagian dari "etika awal".

Sebagai contoh, bila saya adalah anda, begitu saya post kutipan Tripitaka tentang "Sang Buddha tidak dapat membantu kita untuk terlahir di alam surga", saya akan langsung membuat post ke dua (saat itu juga dan tidak beberapa hari kemudian) sebagai berikut:

"Rekan-rekan sedharma, demikianlah kutipan dari Tripitaka. Meski topik ini terkesan awalnya memojokkan ajaran Mahayana dan Tantrayana, yakinlah bahwa topik ini akan dibahas dari berbagai sudut pandang aliran/sekte Buddhisme, sesuai dengan misi kategori "General Buddhism". Setelah nanti dikupas lebih mendalam, judul topik ini ternyata selaras pula dengan ajaran Mahayana dan Tantrayana. Sama sekali tidak bertentangan. Mari kita mulai mengupas nya."


Cukup dengan beberapa kalimat ini, sudah akan mengubah proses diskusi menjadi lebih sehat. Murid-murid aliran Mahayana dan Tantrayana akan bersabar menunggu pengupasan Dharma yang indah ini tanpa perlu merasa diserang. Murid-murid aliran Theravada tidak akan merasa mendapat persetujuan Tripitaka untuk menyerang Mahayana/Tantrayana. Di akhir diskusi thread yang awalnya kontroversil tersebut, akan semakin kuat apresiasi para peserta diskusi akan berbagai aliran Buddhisme, akan sangat meningkatkan tali persaudaraan diantara murid-murid berbagai aliran Buddhisme.

Bukankah itu selaras dengan niat "membahagiakan semua makhluk" yang kita usahakan bersama.

Saya sampaikan masukan ini dari lubuk hati saya yang terdalam, tanpa membeda-bedakan aliran.

Silahkan lanjutkan memimpin proses diskusi thread ini. Wihara.com beruntung memiliki seorang dharmaduta yang demikian ber kwalitas seperti anda. Mengagumkan.


Om Guru Liansheng Siddhi Hum
Namo Sakyamuni Buddha

.

Sahabat abcd,

Terima kasih banyak atas masukannya yang berharga dan patut untuk menjadi bahan pertimbangan serius ini _/|\_

Kita semua disini adalah sahabat dalam Dharma , kalau pun suatu saat diantara sesama Buddhist ada terjadi 'persimpangan' kata dan pendapat dalam sebuah diskusi, saya pikir hal itu hanyalah terletak pada soal latar belakang Tradisi dan Budaya dimana Aliran/sekte itu berkembang.

Dan saya sangat berharap bahwa kita masing-masing tidak menutup 'pintu wawasan' untuk dapat saling mempelajari, sedikitnya mengetahui bahwa ada banyak cara dan Jalan yang di upayakan untuk dilalui oleh umat Buddhis ini demi sampai pada Tujuan (Nirwana/Nibbana).

Contohnya didalam kehidupan sehari-hari, untuk menuju dan dapat sampai di kota Jakarta, kita bisa mempergunakan transportasi apapun, mis. Pesawat, helikopter, kapal laut, mobil, sepeda motor, sepeda angin bahkan dengan berjalan kaki - Soal cepat atau lambat sampai di tujuan, itu hanyalah soal waktu saja, asalkan syarat utama ini harus dipenuhi yaitu : kita HARUS MENGETAHUI ARAH DAN TUJUANNYA (Peta dan kompasnya). Dengan demikian apakah yang harus dipermasalahkan lagi soal 'cara dan jalan' yang hendak kita tempuh ?

Demikian pula dengan Dhamma ini, Tidak ada satu pun diantara kita umat Buddhis (termasuk anggota Sangha) yang bisa menjamin bahwa dengan menjalankan cara A, B, C maupun D -kita akan PASTI Mencapai Nibbana/Nirwana. Namun yang perlu di ingat adalah, bahwa Sang Buddha dengan niat baik dan usahaNya yang luar biasa serta berdasarkan Kasih sayangNya kepada umat manusia dan para dewa, Beliau telah memberikan Petunjuk-petunjukNya kepada kita, Beliau telah memberikan Peta dan Kompasnya kepada kita dan selanjutnya semuanya tergantung pada diri kita sendiri, karena hanya kita-lah yang dapat melakukannya untuk mencapai Tujuan itu, Sang Buddha hanyalah sebagai Penunjuk Jalan !

Sadhu...Sadhu...Sadhu..._/|\_

Edited by tanhadi, 23 August 2012 - 09:14 AM.

Salam Metta,

Sabbe satta bhavantu sukhitatta
Semoga semua makhluk berbahagia


Jika berkenan, silahkan teman-teman berkunjung ke Blog saya :
-------------------------------------------------------------------
http://tanhadi.blogspot.com/

#29 abcd

abcd

    Tidak baru lagi

  • Members
  • PipPipPip
  • 0
  • 43 posts
  • 0 thanks

Posted 23 August 2012 - 08:16 AM

Dan saya sangat berharap bahwa kita masing-masing tidak menutup 'pintu wawasan' untuk dapat saling mempelajari, sedikitnya mengetahui bahwa ada banyak cara dan Jalan yang di upayakan untuk dilalui oleh umat Buddhis ini demi sampai pada Tujuan (Nirwana/Nibbana).

Sadhu...Sadhu...Sadhu..._/|\_



Terima kasih, pak Tanhadi. Jawaban bapak diatas melegakan saya. Dengan pernyataan bapak yang terakhir ini, healing process (proses penyembuhan, curative approach) di thread ini telah dimulai.

Silahkan melanjutkan, pak. Saya pamit.

#30 tanhadi

tanhadi

    Fenomena WDC

  • Members
  • 12
  • 5,149 posts
  • 0 thanks

Posted 23 August 2012 - 09:25 AM

Terima kasih, pak Tanhadi. Jawaban bapak diatas melegakan saya. Dengan pernyataan bapak yang terakhir ini, healing process (proses penyembuhan, curative approach) di thread ini telah dimulai.

Silahkan melanjutkan, pak. Saya pamit.


Sama-sama terima kasih atas partisipasinya untuk memberikan masukan-masukan yang berharga ini, yang tak lain maksud dan tujuan kita (misi) adalah demi terjalinnya kerukunan dan kedamaian diantara para sesama pembelajar Ajaran Buddha dan khususnya sesama Buddhist di WDC ini...:)

Semoga demikianlah adanya,

Sadhu...Sadhu...Sadhu..._/|\_
Salam Metta,

Sabbe satta bhavantu sukhitatta
Semoga semua makhluk berbahagia


Jika berkenan, silahkan teman-teman berkunjung ke Blog saya :
-------------------------------------------------------------------
http://tanhadi.blogspot.com/

#31 Nini Dewi

Nini Dewi

    Penggemar WDC

  • Members
  • 1
  • 630 posts
  • 0 thanks

Posted 24 August 2012 - 12:14 AM

:lol2:

:buddha:Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta :)

BELAJAR BUDDHA DHAMMA : PUSTAKA DHAMMA

"Dhamma sejati tidak akan lenyap selama tiruan dari Dhamma sejati tidak muncul.
Tetapi ketika tiruan Dhamma sejati muncul di dunia ini, maka Dhamma sejati lenyap.
"

~ SN 16.13 Saddhammappatirūpaka Sutta: Tiruan Dhamma Sejati


#32 Tss

Tss

    Sahabat WDC

  • Members
  • 2
  • 458 posts
  • 0 thanks

Posted 12 May 2013 - 02:54 AM

Sang Buddha Tidak Dapat Membantu Kita Untuk Terlahir di Alam Surga.



Ada seorang Kepala Desa dari suatu desa datang untuk berbicara pada Sang Buddha. Kepala desa tersebut berkata pada Sang Buddha bahwa di sana di sebelah Barat terdapat kumpulan Brahmana yang memiliki tradisi yang aneh.

Di samping tradisi memikul air, mandi di air untuk memurnikan diri mereka dan memuja api, ketika sanak keluarga mereka meninggal dunia, mereka segera membawa jasad tubuh keluar dari rumah, dan merentangkan jasad tersebut tinggi-tinggi di udara. Jasad tersebut dihadapkan ke langit dan mereka meneriaki nama dari orang yang meninggal tersebut dan menunjukkan dia jalan ke surga. Mereka percaya karena jasad tersebut menghadap langit, yang meninggal dapat melihat langit, dan ketika mereka meneriaki rohnya, secara otomatis, rohnya akan naik ke surga. Lalu kepala desa berkata mungkin Sang Buddha (yang memiliki kekuatan supranormal) dapat membawa setiap orang yang telah meninggal dunia untuk terlahir kembali di alam surga. (Ini adalah pertanyaan yang menarik karena bahkan sampai pada era yang moderen ini, orang-orang tertentu masih mempercayai Sang Buddha dapat membantu kita untuk terlahir kembali di alam surga).

Sang Buddha kemudian menjawab dengan sebuah perumpamaan;

Sang Buddha : “Andaikan seorang pria datang menuju ke tepi danau yang sangat dalam, dan memegang sebuah batu besar yang berat di kedua tangannya, dan kemudian melemparnya ke tengah danau. Sekarang, dikarenakan batunya mulai tenggelam ke dalam air, semua orang ramai berdatangan dan berteriak pada batu tersebut, memuji batu itu, meminta (Berdoa) batu tersebut untuk mengapung di permukaan dan mengapung menuju tepian. Apakah batunya dapat mengapung?”.

Kepala desa :” Itu tidak mungkin karena batunya berat, secara alamiah akan tenggelam ke dalam air”.

Sang Buddha : “ Dengan cara yang sama, andaikan seseorang telah melakukan banyak kejahatan, dia telah membunuh, mencuri, berasusila, berbohong dan sebagainya. Ketika dia meninggal dunia (dan kamma buruknya menarik dia ke bawah), orang ramai berdatangan dan meneriaki dia untuk pergi ke surga; mungkinkah ia dapat pergi ke sana?”

Kepala desa : “Itu tidak mungkin karena ia telah banyak melakukan kejahatan; sama kasusnya dengan batu tersebut, dia akan tenggelam menuju kelahiran kembali yang buruk”.

Kemudian Sang Buddha berkata :” Andaikan seseorang lainnya datang ke tepian danau yang dalam. Dia mengambil secangkir minyak dan melemparkan secangkir minyak itu ke tengah danau. Cangkirnya akan tenggelam tetapi minyaknya, karena ringan, akan mengapung di permukaan. Dikarenakan minyaknya mengapung di permukaan, orang berdatangan dan meneriaki minyaknya untuk tenggalam ke dalam air. Mungkinkah minyak tersebut dapat tenggelam?”.

Kepala desa :” Itu tidak mungkin karena minyaknya ringan, dan secara alami akan mengapung”.

Sang Buddha : “ Dengan cara yang sama, andaikan seseorang telah melakukan banyak kebajikan, tidak pernah melukai makhluk hidup, dan ketika saatnya tiba dia meninggal dunia. Jika banyak orang berdatangan dan berteriak, dan mengutuknya pergi ke neraka, mungkinkah ia dapat pergi ke neraka? “

Kepala desa :” Itu tidak mungkin karena dia adalah orang yang baik. Secara alamiah dia akan pergi ke surga, diangkat oleh kamma baiknya sendiri”.

Dengan menjawab pertanyaan ini, kepala desa memahami apa yang dimaksudkan Sang Buddha, yakni, Sang Buddha tak dapat menolong kita. Apakah kita mengapung atau tenggelam, adalah tergantung pada kamma kita. Itulah sebabnya mengapa ajaran Buddhis berbeda dengan ajaran lainnya, dengan kata lain Sang Buddha tidak berkata bahwa dengan menjadi seorang Buddhis, anda dijaminkan suatu tempat di surga. Tidak ada pilih kasih.

Apakah anda pergi ke surga atau tempat manapun, tergantung pada kamma anda sendiri. Kita tidak dapat menyuap surga untuk membukakan pintu bagi kita – ini adil.


Sumber :
- Only We Can Help Ourselves -Bhikkhu Dhammavuddho Maha Thera
- Samyutta Nikaya 42.6 : Paccha-bumika Sutta



Semoga bermanfaat.




SANG BUDDHA tidak dapat menbantu kita untuk terlahir dialam surga! menurut saya pernyataan diatas terlalu dini. karna dalam maha sukhavati vyuha sutra ada 48 ikrar BUDDHA AMITABHA, yang diantaranya mengatakan bagi mereka yang ingin terlahir dialam sukhavati dengan menjapa nama BUDDHA AMITABHA. maka BUDDHA AMITABHA akan datang menjemput disaat menjelang kematiannya. seorang manusia bila sudah janji, akan berusaha menepatinya. apalagi ini janji dari seorang BUDDHA pasti akan ditepati. dan ini sudah banyak buktinya dari mereka yang lakukan penyeberangan roh atau makhluk kealam sukhavati.

已故四叔附體-1(有字幕) - YouTube

糞尿地獄眾生附體求解脫-1(有字幕) - YouTube

附體實錄04_知青下鄉造罪死後墮入地獄-1 - YouTube

mungkin teman2 bisa pelajari dari kejadian dari video yang dilampirkan. dari video tersebut terbukti roh2 dapat diseberangkan kealam sukhavati dengan menjapa nama BUDDHA AMITABHA. gampang sekali kelihatannya tidak perlu syarat yang rumit2 cuma mau bertobat dan berikrar serta japa BUDDHA AMITABHA. Bila ada yang mau tanya kok bisa? kalau yang lakukan manusia tentu gak bisa, tapi yang lakukan itu BUDDHA. ya bisa saja yang tidak dapat dilakukan oleh manusia, BUDDHA dapat melakukannya. apalagi tujuannya itu baik, yakni mengajak mereka yang mau kesana melatih diri mencapai kebuddhaan disana. semoga penjelasan ini tidak melunturkan semangat bina diri dari aliran lain. penjelasan yang lebih detail bisa nanyakan arti isi sutranya diwihara mahayana lebih khususnya lagi dialiran AMITABHA. terimaksih.
SEMOGA SEMUA MAKHLUK BEBAS DARI PENDERITAAN.


#33 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 81 thanks
  • LocationMalang

Posted 12 May 2013 - 06:34 AM



SANG BUDDHA tidak dapat menbantu kita untuk terlahir dialam surga! menurut saya pernyataan diatas terlalu dini. karna dalam maha sukhavati vyuha sutra ada 48 ikrar BUDDHA AMITABHA, yang diantaranya mengatakan bagi mereka yang ingin terlahir dialam sukhavati dengan menjapa nama BUDDHA AMITABHA. maka BUDDHA AMITABHA akan datang menjemput disaat menjelang kematiannya. seorang manusia bila sudah janji, akan berusaha menepatinya. apalagi ini janji dari seorang BUDDHA pasti akan ditepati. dan ini sudah banyak buktinya dari mereka yang lakukan penyeberangan roh atau makhluk kealam sukhavati.

已故四叔附體-1(有å*—幕) - YouTube

糞尿地獄眾生附體求解脫-1(有å*—幕) - YouTube

附體實錄04_知青下鄉é€*罪æ*»å¾Œå¢®å…¥åœ°ç„-1 - YouTube

mungkin teman2 bisa pelajari dari kejadian dari video yang dilampirkan. dari video tersebut terbukti roh2 dapat diseberangkan kealam sukhavati dengan menjapa nama BUDDHA AMITABHA. gampang sekali kelihatannya tidak perlu syarat yang rumit2 cuma mau bertobat dan berikrar serta japa BUDDHA AMITABHA. Bila ada yang mau tanya kok bisa? kalau yang lakukan manusia tentu gak bisa, tapi yang lakukan itu BUDDHA. ya bisa saja yang tidak dapat dilakukan oleh manusia, BUDDHA dapat melakukannya. apalagi tujuannya itu baik, yakni mengajak mereka yang mau kesana melatih diri mencapai kebuddhaan disana. semoga penjelasan ini tidak melunturkan semangat bina diri dari aliran lain. penjelasan yang lebih detail bisa nanyakan arti isi sutranya diwihara mahayana lebih khususnya lagi dialiran AMITABHA. terimaksih.
SEMOGA SEMUA MAKHLUK BEBAS DARI PENDERITAAN.



Anda salah presepsi dalam cerita sutra Amitabha...
Pertama ada seseorang yang melimpahkan jasa kepadanya dengan ketulusan hatinya (baca sutra Ksitigarbha Bodhisattva)
Kedua orang yang menerima limpahan jasa memiliki keyakinan dalam hatinya dengan Buddha Amitabha (kalau tidak yakin bagaimana bisa menolongnya)
Ketiga orang yang menerima limpahan jasa ada ketenangan dalam hatinya

Kalau memang semudah itu kenapa tidak anda limpahkan jasa kepada seluruh alam neraka sehingga semua yang menderita di neraka terbebaskan (tinggal diseberangkan saja semua ke alam Buddha Amitabha) ... dengan demikian biar Ksitigharba Bodisattva langsung menyempurnakan dirinya jadi Buddha ...

Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#34 H swiechun

H swiechun

    Penggemar WDC

  • Members
  • 3
  • 613 posts
  • 1 thanks

Posted 12 May 2013 - 11:01 AM



SANG BUDDHA tidak dapat menbantu kita untuk terlahir dialam surga! menurut saya pernyataan diatas terlalu dini. karna dalam maha sukhavati vyuha sutra ada 48 ikrar BUDDHA AMITABHA, yang diantaranya mengatakan bagi mereka yang ingin terlahir dialam sukhavati dengan menjapa nama BUDDHA AMITABHA. maka BUDDHA AMITABHA akan datang menjemput disaat menjelang kematiannya. seorang manusia bila sudah janji, akan berusaha menepatinya. apalagi ini janji dari seorang BUDDHA pasti akan ditepati. dan ini sudah banyak buktinya dari mereka yang lakukan penyeberangan roh atau makhluk kealam sukhavati.

已故四叔附體-1(有å*—幕) - YouTube

糞尿地獄眾生附體求解脫-1(有å*—幕) - YouTube

附體實錄04_知青下鄉é€*罪æ*»å¾Œå¢®å…¥åœ°ç„-1 - YouTube

mungkin teman2 bisa pelajari dari kejadian dari video yang dilampirkan. dari video tersebut terbukti roh2 dapat diseberangkan kealam sukhavati dengan menjapa nama BUDDHA AMITABHA. gampang sekali kelihatannya tidak perlu syarat yang rumit2 cuma mau bertobat dan berikrar serta japa BUDDHA AMITABHA. Bila ada yang mau tanya kok bisa? kalau yang lakukan manusia tentu gak bisa, tapi yang lakukan itu BUDDHA. ya bisa saja yang tidak dapat dilakukan oleh manusia, BUDDHA dapat melakukannya. apalagi tujuannya itu baik, yakni mengajak mereka yang mau kesana melatih diri mencapai kebuddhaan disana. semoga penjelasan ini tidak melunturkan semangat bina diri dari aliran lain. penjelasan yang lebih detail bisa nanyakan arti isi sutranya diwihara mahayana lebih khususnya lagi dialiran AMITABHA. terimaksih.
SEMOGA SEMUA MAKHLUK BEBAS DARI PENDERITAAN.



Sahabat2 ...................... adalah bijaksana untuk menghormati keyakinan masing2 komunitas Buddhis ............... Komunitas Buddhis dengan Buddha Sidharta Gautama sebagai Guru Agung ( pencetus awal keyakinan Buddha ) ...................... Komunitas Buddhis dengan Buddha Amithaba sebagai junjungannya ................... dan komunitas2 Buddhis lainnya , demikianlah adanya berbagai komunitas ........................ adalah tidak bijaksana jika membanding2kan , membenarkan atau menyalahkan keyakinan yang berbeda dari komunitas yang berbeda , bahkan membuat pernyataan yang tidak berkenan ,dengan ukuran keyakinan yang berbeda ( bibit perselisihan antar komunitas ) ......................

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA .....................

Edited by H swiechun, 12 May 2013 - 11:04 AM.





0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close