Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

Kisah Ayuvaddhanakumara


  • Please log in to reply
6 replies to this topic

#1 Nini Dewi

Nini Dewi

    Penggemar WDC

  • Members
  • 1
  • 630 posts
  • 0 thanks

Posted 31 October 2012 - 09:58 AM

Kisah Ayuvaddhanakumara

Suatu waktu terdapat dua orang pertapa yang tinggal bersama, mempraktekkan pertapaan yang keras (tapacaranam) selama bertahun-tahun lamanya. Kemudian, satu di antara dua pertapa itu meninggalkan kehidupan bertapa dan menikah. Setelah seorang anak laki-lakinya lahir, keluarga tersebut mengunjungi pertapa tua temannya dan memberi hormat kepadanya. Kepada kedua orang tua anak itu, sang pertapa berkata "Semoga kalian panjang umur", tetapi dia tidak berkata apa-apa kepada si anak.

Kedua orang tua tersebut bingung dan menanyakan kepada pertapa, apakah alasannya ia tidak berkata apa-apa kepada anak itu. Sang pertapa berkata kepada mereka bahwa anak tersebut hanya akan hidup tujuh hari lagi dan ia tidak tahu bagaimana untuk mencegah kematiannya, tetapi Buddha Gotama mungkin tahu bagaimana cara mencegahnya.

Kemudian orang tua tersebut membawa anaknya menghadap Sang Buddha, ketika mereka memberi hormat kepada Sang Buddha, Beliau juga berkata "Semoga kalian panjang umur" hanya kepada kedua orang tua itu dan tidak kepada anaknya. Sang Buddha juga memperkirakan kematian akan datang pada anak itu. Untuk mencegah kematiannya, Sang Buddha berkata kepada orang tua itu agar mereka membangun paviliun di depan pintu masuk rumahnya dan meletakkan anak tersebut pada dipan di dalam paviliun. Kemudian beberapa bhikkhu diundang ke sana untuk membaca paritta selama tujuh hari. Pada hari ketujuh Sang Buddha sendiri datang ke paviliun itu. Para dewa dari seluruh alam semesta juga datang. Pada waktu itu raksasa Avaruddhaka berada di pintu masuk, menunggu kesempatan membawa anak itu pergi. Tetapi kedatangan para dewa menyebabkan raksasa tersebut hanya dapat menunggu di suatu tempat yang jauhnya 2 yojana dari anak tersebut. Sepanjang malam, pembacaan paritta dilaksanakan tanpa henti, sehingga melindungi anak tersebut. Hari berikutnya, anak tersebut diambil dari dipan dan melakukan penghormatan kepada Sang Buddha. Pada kesempatan itu, Sang Buddha berkata "Semoga kamu panjang umur" kepada anak tersebut. Ketika ditanya berapa lama anak tersebut akan hidup, Sang Buddha menjawab bahwa ia akan hidup selama seratus dua puluh tahun. Kemudian anak itu diberi nama Ayuvaddhana.

Ketika anak tersebut remaja, ia pergi berkeliling negeri dengan disertai lima ratus orang pengikut. Suatu hari mereka datang ke Vihara Jetavana, para bhikkhu mengenalinya, dan bertanya kepada Sang Buddha, "Dengan melaksanakan apa seseorang bisa berumur panjang?" Sang Buddha menjawab, "Dengan menghormati dan menghargai yang lebih tua, yang memiliki kebijaksanaan serta kesucian, niscaya seseorang akan memperoleh tidak hanya umur panjang, tetapi juga keindahan, kebahagiaan, dan kekuatan."

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 109 berikut:

"Abhivadanasilissa
niccam vuddhapacayino
cattaro dhamma vaddhanti
ayu vanno sukham balam."


Ia yang selalu menghormati dan menghargai orang yang lebih tua,
kelak akan memperoleh empat hal, yaitu:
umur panjang, kecantikan, kebahagiaan, dan kekuatan.


Ajaran Buddha Gotama dalam Bentuk Syair Berikut Kisah yang Melatarbelakanginya - Dhammapada - Bhagavant.com

Edited by Nini Dewi, 31 October 2012 - 10:01 AM.

:buddha:Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta :)

BELAJAR BUDDHA DHAMMA : PUSTAKA DHAMMA

"Dhamma sejati tidak akan lenyap selama tiruan dari Dhamma sejati tidak muncul.
Tetapi ketika tiruan Dhamma sejati muncul di dunia ini, maka Dhamma sejati lenyap.
"

~ SN 16.13 Saddhammappatirūpaka Sutta: Tiruan Dhamma Sejati


#2 Nini Dewi

Nini Dewi

    Penggemar WDC

  • Members
  • 1
  • 630 posts
  • 0 thanks

Posted 31 October 2012 - 10:15 AM

Ada yang mau saya tanyakan pada rekan2 seDhamma di WDC untuk kalimat :
"Ayu Vanno Sukham Balam"

yang saya tau, kalimat "Ayu Vanno Sukham Balam" ini baik di ucapkan saat berdana di Vihara... dan di akhiri dengan Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta (selalu pd moment apapun).
lalu selain itu, kalimat "Ayu Vanno Sukham Balam" baik di ucapkan pada saat apa ya?

Apa pada saat memberikan Dana makan/uang/apa pun bentuknya(dana) tersebut dan kepada siapa pun, kalimat tersebut juga baik di ucapkan?

Cth : berdana pada Pengemis / Orang Gila

Mohon bimbingannya dari rekan2/Senior Sedhamma di WDC

Anumodana _/\_

Edited by Nini Dewi, 31 October 2012 - 12:19 PM.

:buddha:Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta :)

BELAJAR BUDDHA DHAMMA : PUSTAKA DHAMMA

"Dhamma sejati tidak akan lenyap selama tiruan dari Dhamma sejati tidak muncul.
Tetapi ketika tiruan Dhamma sejati muncul di dunia ini, maka Dhamma sejati lenyap.
"

~ SN 16.13 Saddhammappatirūpaka Sutta: Tiruan Dhamma Sejati


#3 leonardo

leonardo

    Siswa Sang Buddha

  • Members
  • 0
  • 332 posts
  • 0 thanks

Posted 31 October 2012 - 10:58 AM

Non Nini
"Ayu, vanno, sukham, balam" artinya semoga Anda panjang umur, ...

[SIGPIC][/SIGPIC]

#4 Nini Dewi

Nini Dewi

    Penggemar WDC

  • Members
  • 1
  • 630 posts
  • 0 thanks

Posted 31 October 2012 - 12:21 PM

Non Nini
"Ayu, vanno, sukham, balam" artinya semoga Anda panjang umur, ...


ya ko, umur panjang, kecantikan, kebahagiaan, dan kekuatan.

Edited by Nini Dewi, 31 October 2012 - 12:22 PM.

:buddha:Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta :)

BELAJAR BUDDHA DHAMMA : PUSTAKA DHAMMA

"Dhamma sejati tidak akan lenyap selama tiruan dari Dhamma sejati tidak muncul.
Tetapi ketika tiruan Dhamma sejati muncul di dunia ini, maka Dhamma sejati lenyap.
"

~ SN 16.13 Saddhammappatirūpaka Sutta: Tiruan Dhamma Sejati


#5 tanhadi

tanhadi

    Fenomena WDC

  • Members
  • 12
  • 5,149 posts
  • 0 thanks

Posted 31 October 2012 - 01:40 PM

Ada yang mau saya tanyakan pada rekan2 seDhamma di WDC untuk kalimat :
"Ayu Vanno Sukham Balam"

yang saya tau, kalimat "Ayu Vanno Sukham Balam" ini baik di ucapkan saat berdana di Vihara... dan di akhiri dengan Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta (selalu pd moment apapun).
lalu selain itu, kalimat "Ayu Vanno Sukham Balam" baik di ucapkan pada saat apa ya?

Apa pada saat memberikan Dana makan/uang/apa pun bentuknya(dana) tersebut dan kepada siapa pun, kalimat tersebut juga baik di ucapkan?

Cth : berdana pada Pengemis / Orang Gila

Mohon bimbingannya dari rekan2/Senior Sedhamma di WDC

Anumodana _/\_


“Ayu vanno sukham balam” (Baca : Ayu wano sukhang balang): artinya semoga Anda panjang umur, cantik/tampan (elok), bahagia, dan kuat.

a). Kalimat ini biasanya di ucapkan oleh seorang Bhikkhu ketika menerima persembahan/Dana dari para umat.

B). Namun kalimat itu bisa juga dipergunakan oleh kita/umat, ketika memberikan ucapan selamat sebagai ungkapan pengharapan kita kepada orang yang menikah, Ulang Tahun atau kepada orang yang berhasil mencapai prestasi tertentu (sukses) pada bidangnya masing-masing.

c). Kalau kita pada posisi sebagai "Pemberi dana" ,Kalimat itu kayaknya kurang sesuai, adalah lebih sesuai jika diganti dengan :

" Semoga dengan kekuatan keyakinan atas kebajikan yang kulakukan ini dapat membuahkan kebahagiaan bagi diri anda"



CMIIW :)

Edited by tanhadi, 31 October 2012 - 01:56 PM.

Salam Metta,

Sabbe satta bhavantu sukhitatta
Semoga semua makhluk berbahagia


Jika berkenan, silahkan teman-teman berkunjung ke Blog saya :
-------------------------------------------------------------------
http://tanhadi.blogspot.com/

#6 Nini Dewi

Nini Dewi

    Penggemar WDC

  • Members
  • 1
  • 630 posts
  • 0 thanks

Posted 31 October 2012 - 02:08 PM

“Ayu vanno sukham balam” (Baca : Ayu wano sukhang balang): artinya semoga Anda panjang umur, cantik/tampan (elok), bahagia, dan kuat.

a). Kalimat ini biasanya di ucapkan oleh seorang Bhikkhu ketika menerima persembahan/Dana dari para umat.

B). Namun kalimat itu bisa juga dipergunakan oleh kita/umat, ketika memberikan ucapan selamat sebagai ungkapan pengharapan kita kepada orang yang menikah, Ulang Tahun atau kepada orang yang berhasil mencapai prestasi tertentu (sukses) pada bidangnya masing-masing.

c). Kalau kita pada posisi sebagai "Pemberi dana" ,Kalimat itu kayaknya kurang sesuai, adalah lebih sesuai jika diganti dengan :

" Semoga dengan kekuatan keyakinan atas kebajikan yang kulakukan ini dapat membuahkan kebahagiaan bagi diri anda"



CMIIW :)


Anumodana Ko Tanhadi atas jawabannya,
sebenarnya tadi karena penasaran saya sudah tanyakan pada Bhante Cittagutto mengenai hal ini dan jawaban Ko Tanhadi sama dengan apa yang di sampaikan Bhante pada saya tadi...
Hanya saja, jawaban Bhante lebih singkat dan jelas.. dan jawaban Ko Tan lebih ada contoh yang bisa menambah pengetahuan Dhamma saya dan teman2 di sini.


Salam Metta _/\_

:buddha:Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta :)

BELAJAR BUDDHA DHAMMA : PUSTAKA DHAMMA

"Dhamma sejati tidak akan lenyap selama tiruan dari Dhamma sejati tidak muncul.
Tetapi ketika tiruan Dhamma sejati muncul di dunia ini, maka Dhamma sejati lenyap.
"

~ SN 16.13 Saddhammappatirūpaka Sutta: Tiruan Dhamma Sejati


#7 tanhadi

tanhadi

    Fenomena WDC

  • Members
  • 12
  • 5,149 posts
  • 0 thanks

Posted 31 October 2012 - 02:12 PM

Anumodana Ko Tanhadi atas jawabannya,
sebenarnya tadi karena penasaran saya sudah tanyakan pada Bhante Cittagutto mengenai hal ini dan jawaban Ko Tanhadi sama dengan apa yang di sampaikan Bhante pada saya tadi...
Hanya saja, jawaban Bhante lebih singkat dan jelas.. dan jawaban Ko Tan lebih ada contoh yang bisa menambah pengetahuan Dhamma saya dan teman2 di sini.


Salam Metta _/\_


Sadhu...sadhu...sadhu...

_/|\_
Salam Metta,

Sabbe satta bhavantu sukhitatta
Semoga semua makhluk berbahagia


Jika berkenan, silahkan teman-teman berkunjung ke Blog saya :
-------------------------------------------------------------------
http://tanhadi.blogspot.com/




0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close