Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

ask...kenapa..? mohon penjelasan...


  • Please log in to reply
14 replies to this topic

#1 pannapadipo

pannapadipo

    Senior

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 1
  • 139 posts
  • 0 thanks

Posted 26 January 2013 - 09:56 PM

salam dharma...
para sesepuh yg bijaksana...
ada timbul pertanyaan dalam diri saya...
yang mana agak sulit bagi saya untuk mengolahnya...
sekiranya para sesepuh yg bijaksana berkenan untuk menjelaskannya...
sehingga saya dapat memahaminya dan merasa puas atas penjelasan para sesepuh yg bijaksana...
sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih...
pertanyaannya adalah...
sewaktu Buddha Gautama pernah berjalan di bawah suatu bukit...maka Devadata yg selalu iri kepada Buddha...menggelindingkan sebuah batu besar kepada Buddha...dgn tujuan untuk membunuh Buddha...
akan tetapi peristiwa tersebut hanya melukai kaki Buddha...
dan peristiwa tersebut bisa terjadi dari akibat karma masa lalu Buddha sewaktu pernah menjadi seorang Bodhisatva...
nah...inilah yg menimbulkan pertanyaan dalam diri saya...
di katakan bahwa Buddha adalah sebagai orang yg telah bebas dan mencapai kesempurnaan...
mengapa Buddha masih di pengaruhi oleh hukum sebab akibat itu...?
bukankah seharusnya Buddha bisa bebas dari pengaruh hukum sebab akibat itu...?
hal ini sangat bertolak belakang dengan sebutan Buddha yaitu orang yg telah bebas dan mencapai kesempurnaan...
kalau masih terpengaruh oleh hukum sebab akibat atau karma masa lalu...bukankah berarti belum bebas dan belum mencapai kesempurnaan...?
heran juga ya...?
kok bisa gitu...?
bingung deh...
Be Good...Be Happy...Be Mindfull... :):):)

#2 yoh***s

yoh***s

    i dont know

  • Members
  • 31
  • 1,794 posts
  • 8 thanks

Posted 27 January 2013 - 12:04 AM

salam dharma...
para sesepuh yg bijaksana...
ada timbul pertanyaan dalam diri saya...
yang mana agak sulit bagi saya untuk mengolahnya...
sekiranya para sesepuh yg bijaksana berkenan untuk menjelaskannya...
sehingga saya dapat memahaminya dan merasa puas atas penjelasan para sesepuh yg bijaksana...
sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih...
pertanyaannya adalah...
sewaktu Buddha Gautama pernah berjalan di bawah suatu bukit...maka Devadata yg selalu iri kepada Buddha...menggelindingkan sebuah batu besar kepada Buddha...dgn tujuan untuk membunuh Buddha...
akan tetapi peristiwa tersebut hanya melukai kaki Buddha...
dan peristiwa tersebut bisa terjadi dari akibat karma masa lalu Buddha sewaktu pernah menjadi seorang Bodhisatva...
nah...inilah yg menimbulkan pertanyaan dalam diri saya...
di katakan bahwa Buddha adalah sebagai orang yg telah bebas dan mencapai kesempurnaan...
mengapa Buddha masih di pengaruhi oleh hukum sebab akibat itu...?
bukankah seharusnya Buddha bisa bebas dari pengaruh hukum sebab akibat itu...?
hal ini sangat bertolak belakang dengan sebutan Buddha yaitu orang yg telah bebas dan mencapai kesempurnaan...
kalau masih terpengaruh oleh hukum sebab akibat atau karma masa lalu...bukankah berarti belum bebas dan belum mencapai kesempurnaan...?
heran juga ya...?
kok bisa gitu...?
bingung deh...


salam dharma sdr pannapadipo :) _/\_
sebelumnya aku minta maaf dulu atas kelancangan aku dalam mengusulkan pendapat dan pandangan aku yg juga masih belajar ini ,atas pertanyaan sdr pannapadipo diatas ...

penjelasannya adalah sbb;

seperti apa yg sdr ketahui, bahwa akibat karma (vipaka karma ) yg menimpa sang Buddha adalah akibat perbuataan yg pernah beliau lakukan sebelum beliau mencapai penerangan sempurna dan menjadi Buddha ,

" tdk diangkasa ,ditengah lautan ataupun didalam goa 2x gunung ,tdk dimana pun seseorang dapat menyembunyikan dirinya dari akibat perbuatan-perbuatan jahatnya " (Dhammapada) Chiiw

namun perbuatan yg beliau lakukan setelah mencapai penerangan sempurna dan menjadi Buddha "bagaikan menggaris diatas air" hanya ada perbuatan, tdk menimbulkan akibat terhadap beliau lagi (vipaka karma)... itu sebabnya di katakan bahwa Sang Buddha adalah sebagai orang yg telah bebas dan mencapai kesempurnaan...

"O para bhikkhu ,bilamana perbuatan-perbuatan seseorang dilakukan tanpa keserakahan... dilakukan tanpa kebencian... dilakukan tanpa kegelapan batin ,maka perbuatan-perbuatan tersebut ditinggalkan,dijadikan seperti tonggak pohon kelapa,dan menjadi mandul serta tidak dapat tumbuh lagi pada masa yg akan datang " (anguttara Nikaya,tikannipata 172) Chiiw

salam metta _/\_

#3 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 27 January 2013 - 11:35 AM

salam dharma...
para sesepuh yg bijaksana...
ada timbul pertanyaan dalam diri saya...
yang mana agak sulit bagi saya untuk mengolahnya...
sekiranya para sesepuh yg bijaksana berkenan untuk menjelaskannya...
sehingga saya dapat memahaminya dan merasa puas atas penjelasan para sesepuh yg bijaksana...
sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih...
pertanyaannya adalah...
sewaktu Buddha Gautama pernah berjalan di bawah suatu bukit...maka Devadata yg selalu iri kepada Buddha...menggelindingkan sebuah batu besar kepada Buddha...dgn tujuan untuk membunuh Buddha...
akan tetapi peristiwa tersebut hanya melukai kaki Buddha...
dan peristiwa tersebut bisa terjadi dari akibat karma masa lalu Buddha sewaktu pernah menjadi seorang Bodhisatva...
nah...inilah yg menimbulkan pertanyaan dalam diri saya...
di katakan bahwa Buddha adalah sebagai orang yg telah bebas dan mencapai kesempurnaan...
mengapa Buddha masih di pengaruhi oleh hukum sebab akibat itu...?
bukankah seharusnya Buddha bisa bebas dari pengaruh hukum sebab akibat itu...?
hal ini sangat bertolak belakang dengan sebutan Buddha yaitu orang yg telah bebas dan mencapai kesempurnaan...
kalau masih terpengaruh oleh hukum sebab akibat atau karma masa lalu...bukankah berarti belum bebas dan belum mencapai kesempurnaan...?
heran juga ya...?
kok bisa gitu...?
bingung deh...



Sdr. Pannapadipo,
Apa beda insan & Buddha...
Insan menghindari akibat, sedangkan Buddha menghindari sebab, karena itu Buddha tidak perlu menghindari karma yang menimpanya (Karena di sini terjadi namanya pembalikkan karma).
Kalau dulu saya yang berhutang, sekarang kebalikkan dianya yang berhutang (dengan demikian lunas sudah hubungan karma diantara mereka)...

Ada salah persepsi tentang Buddha & karma, karena banyak anggapan Kalau sudah menjadi Buddha berarti terbebas dari hukum karma, akan tetapi sesungguhnya Buddha menjadi satu dengan hukum karma tersebut...

Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#4 pannapadipo

pannapadipo

    Senior

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 1
  • 139 posts
  • 0 thanks

Posted 30 January 2013 - 11:17 PM

salam dharma sdr pannapadipo :) _/\_
sebelumnya aku minta maaf dulu atas kelancangan aku dalam mengusulkan pendapat dan pandangan aku yg juga masih belajar ini ,atas pertanyaan sdr pannapadipo diatas ...

penjelasannya adalah sbb;

seperti apa yg sdr ketahui, bahwa akibat karma (vipaka karma ) yg menimpa sang Buddha adalah akibat perbuataan yg pernah beliau lakukan sebelum beliau mencapai penerangan sempurna dan menjadi Buddha ,

" tdk diangkasa ,ditengah lautan ataupun didalam goa 2x gunung ,tdk dimana pun seseorang dapat menyembunyikan dirinya dari akibat perbuatan-perbuatan jahatnya " (Dhammapada) Chiiw

namun perbuatan yg beliau lakukan setelah mencapai penerangan sempurna dan menjadi Buddha "bagaikan menggaris diatas air" hanya ada perbuatan, tdk menimbulkan akibat terhadap beliau lagi (vipaka karma)... itu sebabnya di katakan bahwa Sang Buddha adalah sebagai orang yg telah bebas dan mencapai kesempurnaan...

"O para bhikkhu ,bilamana perbuatan-perbuatan seseorang dilakukan tanpa keserakahan... dilakukan tanpa kebencian... dilakukan tanpa kegelapan batin ,maka perbuatan-perbuatan tersebut ditinggalkan,dijadikan seperti tonggak pohon kelapa,dan menjadi mandul serta tidak dapat tumbuh lagi pada masa yg akan datang " (anguttara Nikaya,tikannipata 172) Chiiw

salam metta _/\_


Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada sdr Yoh***s...
tapi saya masih belum puas dgn penjelasan nya...
karena dalam penjelasan itu diterangkan bahwa Buddha memang tak membuat akibat dari karma baru...
akan tetapi tetap menerima akibat dari karma masa lalu...
berarti beliau masih belum bebas sempurna dari akibat karma masa lalu tsb...
dan masih tetap menerima akibat dari perbuatan beliau sewaktu belum menjadi Buddha...
karena beliau terluka kan setelah menjadi Buddha...pada peristiwa dgn Devadata itu...
dan akibat dari perbuatan Devadata tsb...dia langsung terlahir di neraka aviji...
Be Good...Be Happy...Be Mindfull... :):):)

#5 pannapadipo

pannapadipo

    Senior

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 1
  • 139 posts
  • 0 thanks

Posted 30 January 2013 - 11:29 PM

Sdr. Pannapadipo,
Apa beda insan & Buddha...
Insan menghindari akibat, sedangkan Buddha menghindari sebab, karena itu Buddha tidak perlu menghindari karma yang menimpanya (Karena di sini terjadi namanya pembalikkan karma).
Kalau dulu saya yang berhutang, sekarang kebalikkan dianya yang berhutang (dengan demikian lunas sudah hubungan karma diantara mereka)...

Ada salah persepsi tentang Buddha & karma, karena banyak anggapan Kalau sudah menjadi Buddha berarti terbebas dari hukum karma, akan tetapi sesungguhnya Buddha menjadi satu dengan hukum karma tersebut...


thanks kepada sdr Legend...
saya masih belum mengerti arti dari pembalikkan karma itu...
dan Buddha menjadi satu dengan hukum karma...saya juga belum mengerti...
seandainya Buddha adalah hukum karma...mengapa beliau masih menerima akibat dari hukum karma itu...?
bukankah itu berarti beliau menyakiti diri sendiri...?
Be Good...Be Happy...Be Mindfull... :):):)

#6 yoh***s

yoh***s

    i dont know

  • Members
  • 31
  • 1,794 posts
  • 8 thanks

Posted 31 January 2013 - 01:03 AM

Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada sdr Yoh***s...
tapi saya masih belum puas dgn penjelasan nya...
karena dalam penjelasan itu diterangkan bahwa Buddha memang tak membuat akibat dari karma baru...
akan tetapi tetap menerima akibat dari karma masa lalu...
berarti beliau masih belum bebas sempurna dari akibat karma masa lalu tsb...
dan masih tetap menerima akibat dari perbuatan beliau sewaktu belum menjadi Buddha...
karena beliau terluka kan setelah menjadi Buddha...pada peristiwa dgn Devadata itu...
dan akibat dari perbuatan Devadata tsb...dia langsung terlahir di neraka aviji...


selamat malam sdr pannapadipo _/\_
dari pernyataan sdr bahwa beliau masih belum bebas sempurna dari akibat karma masa lalu, untuk ini aku tdk berani berspekulasi dalam menjawab tanpa disertai sutta2x yg mendukung penjelasan pernyataan tersebut ,namun jika kita anggap ini sebagai obrolan ringan terbebas dari benar dan salah dalam berpandangan ,maka aku akan coba menjawab dengan pandangan aku yg kira-kira ini :) _/\_

kata terbebaskan untuk mahluk Buddha adalah terbebaskan dari tiga akar kejahatan(loba,dosa,moha) ,bukan terbebaskan dari vipaka kamma yg masih terjerat oleh sebab perbuatan masa lalu yg dilandaskan tiga akar kejahatan... _/\_

sosok boddhisatva yg melakukan perbuatan masih dialandasi tiga akar kejahatan , sehingga menimbulkan akibat kamma
sosok buddha yg melakukan perbuatan tdk lagi dilandasi tiga akar kejahatan , sehingga tdk menimbulkan akibat kamma

namun walaupun sosok kedua ini berbeda dlm kebebebasan dari tiga akar kejahatan pada saat Ke-Buddha-an dan saat setelahnya ,namun bukan pula berbeda dlm kebebasan dari tiga akar kejahatan pada masa lalu hingga masa ke-Buddha-an ... _/\_

salam metta _/\_

#7 djoe

djoe

    Legenda WDC

  • Moderators
  • 229
  • 4,797 posts
  • 44 thanks

Posted 31 January 2013 - 09:24 AM

salam dharma...
para sesepuh yg bijaksana...
ada timbul pertanyaan dalam diri saya...
yang mana agak sulit bagi saya untuk mengolahnya...
sekiranya para sesepuh yg bijaksana berkenan untuk menjelaskannya...
sehingga saya dapat memahaminya dan merasa puas atas penjelasan para sesepuh yg bijaksana...
sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih...
pertanyaannya adalah...
sewaktu Buddha Gautama pernah berjalan di bawah suatu bukit...maka Devadata yg selalu iri kepada Buddha...menggelindingkan sebuah batu besar kepada Buddha...dgn tujuan untuk membunuh Buddha...
akan tetapi peristiwa tersebut hanya melukai kaki Buddha...
dan peristiwa tersebut bisa terjadi dari akibat karma masa lalu Buddha sewaktu pernah menjadi seorang Bodhisatva...
nah...inilah yg menimbulkan pertanyaan dalam diri saya...
di katakan bahwa Buddha adalah sebagai orang yg telah bebas dan mencapai kesempurnaan...
mengapa Buddha masih di pengaruhi oleh hukum sebab akibat itu...?
bukankah seharusnya Buddha bisa bebas dari pengaruh hukum sebab akibat itu...?
hal ini sangat bertolak belakang dengan sebutan Buddha yaitu orang yg telah bebas dan mencapai kesempurnaan...
kalau masih terpengaruh oleh hukum sebab akibat atau karma masa lalu...bukankah berarti belum bebas dan belum mencapai kesempurnaan...?
heran juga ya...?
kok bisa gitu...?
bingung deh...


Tubuh kita bukanlah milik kita dst...
Tubuh Buddha bukanlah buddha. Itu hanyalah materi. Itu hanyalah jasad saja. Tubuh ini adalah sankara dharma, tidak kekal, tidak tetap dan tidak memuaskan.
Segala sesuatu yang lahir dan mati adalah tidak kekal dan mengalami perubahan. Mengalami perubahan artinya mengikuti hukum karma.
Segala sesuatu yang lahir pasti mati. Tidak terkecuali tubuh Buddha. Tubuh Buddha bukanlah Buddha. Itu hanya materi.
BUkan tubuh Buddha yang mencapai pencerahan, karena tubuh hanyalah benda mati. Ia tetapi mengikuti sifat alamiahnya.
Jika tubuh kita tidak mati, bukankah itu sendiri sudah bertentangan dengan ajaran Buddha.


Seseorang yang mencapai pencerahan terbebaskan dari karma dalam artian bagi dia tidak ada yang namanya karma. Bagi dia segala sesuatu adalah realita apa adanya.
Tidak adanya namanya penderitaan, tidak ada ... dst
Ia terbebaskan dari segala konsep konsep yang ada.
Ketika tubuhnya sakit, ia hanya melihatnya sebagai realita bukan sebagai karma.

Edited by djoe, 31 January 2013 - 09:28 AM.

By refutation of the false, not by acquiring the truth, is the revelation of the TRUTH


#8 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 31 January 2013 - 10:18 AM

thanks kepada sdr Legend...
saya masih belum mengerti arti dari pembalikkan karma itu...
dan Buddha menjadi satu dengan hukum karma...saya juga belum mengerti...
seandainya Buddha adalah hukum karma...mengapa beliau masih menerima akibat dari hukum karma itu...?
bukankah itu berarti beliau menyakiti diri sendiri...?



Saya pernah melihat dalam film "Master of Zen" di mana di cerita akhir di mana Bodhidharma berhadapan dengan para perampok ...
Pada awalnya para perampok dengan ganas menyerang Bodhidarma untuk membunuhnya, ketika Bodhidharma menerima panah dari para perampok nah dari situ terjadi pembalikkan karma ...
Dalam kehidupan masa sebelumnya Bodhidharma hutang karma dengan para perampok, ketika Bodhidharma menerima panah tersebut yang terjadi para perampok tersebut saat ini berhutang karma dengan Bodhidharma .... (lunas sudah hutang karma di antara mereka, karena Bodhidharma tidak akan berhutang lagi)

Dalam kasus hal ini bukan berarti Buddha menyakiti diri sendiri, akan tetapi melunasi semua hutang karma yang terjadi...

Untuk menjadi Buddha juga berasal dari suatu sebab, dan Buddha merupakan suatu akibat (karena itu Buddha merupakan kesatuan dari hukum karma)

Edited by Legend, 31 January 2013 - 10:28 AM.

Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#9 H swiechun

H swiechun

    Penggemar WDC

  • Members
  • 3
  • 613 posts
  • 1 thanks

Posted 31 January 2013 - 11:48 AM

salam dharma...
para sesepuh yg bijaksana...
ada timbul pertanyaan dalam diri saya...
yang mana agak sulit bagi saya untuk mengolahnya...
sekiranya para sesepuh yg bijaksana berkenan untuk menjelaskannya...
sehingga saya dapat memahaminya dan merasa puas atas penjelasan para sesepuh yg bijaksana...
sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih...
pertanyaannya adalah...
sewaktu Buddha Gautama pernah berjalan di bawah suatu bukit...maka Devadata yg selalu iri kepada Buddha...menggelindingkan sebuah batu besar kepada Buddha...dgn tujuan untuk membunuh Buddha...
akan tetapi peristiwa tersebut hanya melukai kaki Buddha...
dan peristiwa tersebut bisa terjadi dari akibat karma masa lalu Buddha sewaktu pernah menjadi seorang Bodhisatva...
nah...inilah yg menimbulkan pertanyaan dalam diri saya...
di katakan bahwa Buddha adalah sebagai orang yg telah bebas dan mencapai kesempurnaan...
mengapa Buddha masih di pengaruhi oleh hukum sebab akibat itu...?
bukankah seharusnya Buddha bisa bebas dari pengaruh hukum sebab akibat itu...?
hal ini sangat bertolak belakang dengan sebutan Buddha yaitu orang yg telah bebas dan mencapai kesempurnaan...
kalau masih terpengaruh oleh hukum sebab akibat atau karma masa lalu...bukankah berarti belum bebas dan belum mencapai kesempurnaan...?

heran juga ya...?
kok bisa gitu...?
bingung deh...


Sahabat Pannapadipo ........................ pertanyaan yang diuraikan sangat kritis , bukan hanya sahabat , beberapa juga demikian ( bahkan ada 12 vipaka karma , diantaranya seperti uraian sahabat ) ................... beberapa sahabat telah berusaha memberikan penjelasan dengan sangat baik ( saya sendiri mendapatkan manfaat dari jawaban sahabat2 ) .................... namun Sahabat Pannadipo belum bisa memahami , ini karena sahabat Pannadipo tetap mempertahankan pemahaman ( mengenai terbebas ) sahabat sendiri yang berbeda ................ saya coba ilustrasikan , bahwa warna biru dan kuning bila dicampur akan menjadi hijau ( ini adalah kenyataan ) , namun ada orang yang tidak bisa menerima kenyataan ini , karena menurut dia biru dicampur kuning tidak akan menjadi hijau ................... jadi sulit untuk menjelaskan ................ walaupun ilustrasi ini kurang tepat , namun kurang lebih demikianlah adanya ...................... maaf , maksud saya adalah kita harus menyadari , bahwa tidak semua / belum tentu apa yang kita pahami sudah tepat dan benar .....................

Demikianlah , mohon maaf jika tidak berkenan ...................

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA ..................

Edited by H swiechun, 31 January 2013 - 12:07 PM.


#10 Nini Dewi

Nini Dewi

    Penggemar WDC

  • Members
  • 1
  • 630 posts
  • 0 thanks

Posted 31 January 2013 - 04:54 PM

Hukum Karma berlaku bagi siapa saja tak peduli Ia telah menjadi Buddha atau belum, tetap terkena hukum karma...,
Sang Buddha masih menerima Kamma-Vipaka(hasil perbuatannya) selama Beliau masih memiliki pancakandha(Tubuh dan batin/nama-rupa). Setelah Beliau Parinibbana sempurna maka semua karma-karma Beliau menjadi Ahosi Kamma(karma yang tidak bisa berbuah lagi-mandul).

Di buku Riwayat Para Buddha (RPB) ada tercantum kisah 12 Karma Buruk Sang Buddha Gotama yang masih diterimanya sebagai akibat dari perbuatan masa lalunya, ini karena Sang Buddha walaupun sudah mencapai penerangan sempurna, tapi masih terbelenggu oleh keberadaan tubuhnya..., hanya saja Sang Buddha sudah tidak membuat/menanam karma baru, buruk maupun baik lagi pada kehidupannya setelah menjadi Buddha [Th].

:buddha:Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta :)

BELAJAR BUDDHA DHAMMA : PUSTAKA DHAMMA

"Dhamma sejati tidak akan lenyap selama tiruan dari Dhamma sejati tidak muncul.
Tetapi ketika tiruan Dhamma sejati muncul di dunia ini, maka Dhamma sejati lenyap.
"

~ SN 16.13 Saddhammappatirūpaka Sutta: Tiruan Dhamma Sejati


#11 pannapadipo

pannapadipo

    Senior

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 1
  • 139 posts
  • 0 thanks

Posted 31 January 2013 - 10:53 PM

Terima kasih para sesepuh...atas penjelasannya...saya mulai memahami...bahwa tubuh Buddha bukan hanya satu...salah satu tubuh bisa di gunakan sebagai pembalikkan atau pelunasan karma masa lalu...
tubuh jasmani Buddha bukanlah milik Buddha...beliau hanya mengendalikannya saja...
mungkin di sini...maksud dari bebas sempurna itu...dalam artian setelah beliau parinibbana...
seandainya pemahaman saya ini kurang tepat...
mohon di koreksi...
Be Good...Be Happy...Be Mindfull... :):):)

#12 Nini Dewi

Nini Dewi

    Penggemar WDC

  • Members
  • 1
  • 630 posts
  • 0 thanks

Posted 31 January 2013 - 11:17 PM

Sang Buddha telah mencapai Penerangan Sempurna itu adalah "Kondisi Bathin-Nya", bukan fisiknya.., oleh karena itu Beliau disebut juga "Yang Sadar". Kalau soal fisik Beliau juga mengajarkan " bahwa semua yang terkondisi adalah Anicca, Dukkha, dan Anatta".., jadi baik seorang Buddha maupun tidak sama saja akan mengalami 3 kondisi tersebut. Kecuali setelah Parinibbana.

Bukankah Sang Buddha telah menjelaskan bahwa terdapat 2 elemen/jenis Nibbana, yaitu :

1). Sa-upadisesa Nibbana : Nibbana masih bersisa, yang dapat dicapai dalam kehidupan sekarang ini juga. Yang dimaksud adalah masih adanya pancakkhandha. Namun kondisi batinnya telah murni, tenang dan seimbang.
2). An-upadisesa Nibbana : Nibbana tanpa sisa, setelah meninggal dunia, seorang arahat akan mencapai nibbana ini yang dinamakan Parinibbana, dimana tidak ada lagi Pancakkhandha.

Jadi, ukuran manusia sempurna yang telah mencapai "Penerangan Sempurna" itu bukan di ukur dari fisiknya, tapi batinnya.[Th]

:buddha:Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta :)

BELAJAR BUDDHA DHAMMA : PUSTAKA DHAMMA

"Dhamma sejati tidak akan lenyap selama tiruan dari Dhamma sejati tidak muncul.
Tetapi ketika tiruan Dhamma sejati muncul di dunia ini, maka Dhamma sejati lenyap.
"

~ SN 16.13 Saddhammappatirūpaka Sutta: Tiruan Dhamma Sejati


#13 pannapadipo

pannapadipo

    Senior

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 1
  • 139 posts
  • 0 thanks

Posted 01 February 2013 - 01:45 PM

Sang Buddha telah mencapai Penerangan Sempurna itu adalah "Kondisi Bathin-Nya", bukan fisiknya.., oleh karena itu Beliau disebut juga "Yang Sadar". Kalau soal fisik Beliau juga mengajarkan " bahwa semua yang terkondisi adalah Anicca, Dukkha, dan Anatta".., jadi baik seorang Buddha maupun tidak sama saja akan mengalami 3 kondisi tersebut. Kecuali setelah Parinibbana.

Bukankah Sang Buddha telah menjelaskan bahwa terdapat 2 elemen/jenis Nibbana, yaitu :

1). Sa-upadisesa Nibbana : Nibbana masih bersisa, yang dapat dicapai dalam kehidupan sekarang ini juga. Yang dimaksud adalah masih adanya pancakkhandha. Namun kondisi batinnya telah murni, tenang dan seimbang.
2). An-upadisesa Nibbana : Nibbana tanpa sisa, setelah meninggal dunia, seorang arahat akan mencapai nibbana ini yang dinamakan Parinibbana, dimana tidak ada lagi Pancakkhandha.

Jadi, ukuran manusia sempurna yang telah mencapai "Penerangan Sempurna" itu bukan di ukur dari fisiknya, tapi batinnya.[Th]

Oh...thanks banget buat saudari Nini Dewi...saya cukup puas dgn penjelasannya...saya jadi lebih mengerti sekarang...
Be Good...Be Happy...Be Mindfull... :):):)

#14 Rico Tsiau

Rico Tsiau

    Hanya Sederhana Saja

  • Moderators
  • 1
  • 553 posts
  • 1 thanks

Posted 01 February 2013 - 03:07 PM

telah di jawab dengan baik sekali oleh Nini Dewi :)
:namaste2:
. Namaste

#15 Edogawa

Edogawa

    Detective Conan

  • Members
  • 44
  • 3,032 posts
  • 21 thanks

Posted 02 February 2013 - 10:36 AM

[Th] = Tanhadi :)

rj1pgw.jpg





0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close