Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

Sila 1 Pada Pancasila


  • Please log in to reply
13 replies to this topic

#1 terryds

terryds

    Baru Bergabung

  • Members
  • PipPip
  • 0
  • 22 posts
  • 0 thanks

Posted 01 February 2013 - 07:06 PM

Salam semuanya..
Saya lihat sila 1 pada Pancasila, berbunyi jgn membunuh..
Jadi, bagaimana dgn tukang potong daging yg membunuh hewan tsb?
Apakah diperbolehkan?

#2 Top1

Top1

    Senior WDC

  • Moderators
  • 34
  • 1,985 posts
  • 20 thanks

Posted 01 February 2013 - 07:08 PM

@terryds.

Tidak diperbolehkan, itu melanggar Sila 1

#3 terryds

terryds

    Baru Bergabung

  • Members
  • PipPip
  • 0
  • 22 posts
  • 0 thanks

Posted 01 February 2013 - 08:58 PM

Jadi, maksudnya Buddhisme tidak cocok untuk tukang potong daging ?
Lalu, saya pernah baca bahwa makan daging itu diperbolehkan asal tidak dilihat, didengar, ataupun dicurigai....
Jadi, kalau jawabannya bahwa Buddhisme memang tidak cocok untuk tukang potong daging, maka, secara otomatis, kita juga menjadi vegetarian.. (dalam lingkup negara yang sebagian besar beragama Buddha, misal : Laos)
Benarkah ?

#4 Top1

Top1

    Senior WDC

  • Moderators
  • 34
  • 1,985 posts
  • 20 thanks

Posted 01 February 2013 - 09:12 PM

Jadi, maksudnya Buddhisme tidak cocok untuk tukang potong daging ?
Lalu, saya pernah baca bahwa makan daging itu diperbolehkan asal tidak dilihat, didengar, ataupun dicurigai....
Jadi, kalau jawabannya bahwa Buddhisme memang tidak cocok untuk tukang potong daging, maka, secara otomatis, kita juga menjadi vegetarian.. (dalam lingkup negara yang sebagian besar beragama Buddha, misal : Laos)
Benarkah ?


Mungkin maksud anda itu tukang jagal yah (orang yang menyembelih hewan). Jika benar maka disarankan untuk berganti profesi karena itu bukan mata pencaharian yang benar.
Buddhisme aliran Theravada tidak menganjurkan vegetarian cuma tidak menentang untuk alasan yang anda sebutkan, karena bhikku kan berpindapatta (menerima makanan dari umat) sehingga tidak memilih-milih makanan.

Dalam Aliran Mahayana ada diajarkan untuk bervegetarian.

Namun vegetarian sebaiknya dianjurkan untuk umat biasa, kenapa?

Karena umat biasa pemakan daging memesan dengan membayar sejumlah UANG bukan dihidangkan di depan anda dengan gratis(ADA UANG yang dibayarkan), berarti ada niat. Dan hidangan yang dimakan adalah daging yang dibunuh untuk dimakan dagingnya. Sebenarnya dia tahu daging itu dari mana, cuma biasanya dia akan menyangkal dan berpikir daging itu tidak dihidangkan untuknya, padahal dia membayarnya dengan uang untuk memperoleh makanan daging.

Walaupun makan daging tidak benar2 dilarang dalam ajaran Buddha tapi sangat dianjurkan untuk bervegetarian selama kondisi memungkinkan

#5 H swiechun

H swiechun

    Penggemar WDC

  • Members
  • 3
  • 613 posts
  • 1 thanks

Posted 01 February 2013 - 09:32 PM

Salam semuanya..
Saya lihat sila 1 pada Pancasila, berbunyi jgn membunuh..
Jadi, bagaimana dgn tukang potong daging yg membunuh hewan tsb?
Apakah diperbolehkan?


Sahabat Terryds ........................... terjemahan Sila pertama yang benar adalah , melatih / membina diri berusaha untuk tidak membunuh ................ sehubungan pertanyan anda , tentang membunuh hewan untuk diperdagangkan sebagai usaha mencari pendapatan , selain tidak sesuai SILA juga termasuk usaha mencari pendapatan yang tidak benar ( dalam uraian DHAMMA ) ..................... Sang Buddha menguraikan SILA juga menguraikan KEBIJAKSANAAN untuk membina diri ...................

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA ........................

Edited by H swiechun, 01 February 2013 - 09:36 PM.


#6 terryds

terryds

    Baru Bergabung

  • Members
  • PipPip
  • 0
  • 22 posts
  • 0 thanks

Posted 05 February 2013 - 06:14 PM

Hmm.. Begini..
Jika misalnya di dunia ini tak ada sama sekali tukang jagal (motong hewan), dan semua orang disini bervegetarian dan tidak membunuh hewan sama sekali...
Maka, secara otomatis, hewan berkembang biak dengan pesat dan merajalela karena tidak ada orang yang memakan/membunuhnya, melainkan hanya predator yang memakannya...
Karena hewan berkembang biak dengan pesat, Bukankah itu mengancam kelangsungan hidup manusia secara tak langsung?
Maksud saya, ambil contoh ini..
Nyamuk jika tidak dibunuh (ditepok) maka ia akan berkembang sangat pesat.. Kita tahu bahwa nyamuk itu menghisap darah manusia untuk terus berkembang biak..
Penyakit DBD pun semakin merajalela, belum lagi jika nyamuk bertambah ganas mengeluarkan penyakit-penyakit lainnya..
Tikus jika tidak dibunuh, maka akan merusak tanaman petani.. Petani pun semakin 'galau' jika tikus itu bertambah jumlahnya...
Dan, jika kita hanya memanfaatkan tumbuhan (tidak membunuh hewan), bukannya itu juga akan merusak keseimbangan ekosistem kita?
Mohon Penjelasannya..
Anumodana...

#7 H swiechun

H swiechun

    Penggemar WDC

  • Members
  • 3
  • 613 posts
  • 1 thanks

Posted 05 February 2013 - 06:26 PM

Hmm.. Begini..
Jika misalnya di dunia ini tak ada sama sekali tukang jagal (motong hewan), dan semua orang disini bervegetarian dan tidak membunuh hewan sama sekali...
Maka, secara otomatis, hewan berkembang biak dengan pesat dan merajalela karena tidak ada orang yang memakan/membunuhnya, melainkan hanya predator yang memakannya...
Karena hewan berkembang biak dengan pesat, Bukankah itu mengancam kelangsungan hidup manusia secara tak langsung?
Maksud saya, ambil contoh ini..
Nyamuk jika tidak dibunuh (ditepok) maka ia akan berkembang sangat pesat.. Kita tahu bahwa nyamuk itu menghisap darah manusia untuk terus berkembang biak..
Penyakit DBD pun semakin merajalela, belum lagi jika nyamuk bertambah ganas mengeluarkan penyakit-penyakit lainnya..
Tikus jika tidak dibunuh, maka akan merusak tanaman petani.. Petani pun semakin 'galau' jika tikus itu bertambah jumlahnya...
Dan, jika kita hanya memanfaatkan tumbuhan (tidak membunuh hewan), bukannya itu juga akan merusak keseimbangan ekosistem kita?
Mohon Penjelasannya..
Anumodana...

Sahabat Terryds .... uraian yang menarik , namun kenyataan tidak mungkin seluruh manusia vegetarian , kecuali komunitas tertentu .......... karenanya KEBIJAKSANAAN perlu untuk mempraktekkan SILA ......

Sahabat2 ................ ketika berdiskusi beberapa mengajukan kondisi dengan misalnya begini atau begitu , adakalanya kondisi itu tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak mungkin terjadi dikehidupan nyata ........... demikian mempertahankan kondisi misal yang diajukan , sehingga membuat diskusi berakhir perdebatan .................. namun DHAMMA selalu sesuai kenyataan yang ada , sehingga dapat dipahami ........................

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA ............................

Edited by H swiechun, 05 February 2013 - 06:41 PM.


#8 Top1

Top1

    Senior WDC

  • Moderators
  • 34
  • 1,985 posts
  • 20 thanks

Posted 05 February 2013 - 07:10 PM

Hmm.. Begini..
Jika misalnya di dunia ini tak ada sama sekali tukang jagal (motong hewan), dan semua orang disini bervegetarian dan tidak membunuh hewan sama sekali...
Maka, secara otomatis, hewan berkembang biak dengan pesat dan merajalela karena tidak ada orang yang memakan/membunuhnya, melainkan hanya predator yang memakannya...
Karena hewan berkembang biak dengan pesat, Bukankah itu mengancam kelangsungan hidup manusia secara tak langsung?
Maksud saya, ambil contoh ini..
Nyamuk jika tidak dibunuh (ditepok) maka ia akan berkembang sangat pesat.. Kita tahu bahwa nyamuk itu menghisap darah manusia untuk terus berkembang biak..
Penyakit DBD pun semakin merajalela, belum lagi jika nyamuk bertambah ganas mengeluarkan penyakit-penyakit lainnya..
Tikus jika tidak dibunuh, maka akan merusak tanaman petani.. Petani pun semakin 'galau' jika tikus itu bertambah jumlahnya...
Dan, jika kita hanya memanfaatkan tumbuhan (tidak membunuh hewan), bukannya itu juga akan merusak keseimbangan ekosistem kita?
Mohon Penjelasannya..
Anumodana...


Saudara Terryds,
Asumsi tidak sama dengan fakta. Hewan tidak akan berkembang biak pesat kalau tidak ada campur tangan manusia.

Tahukah anda di Amerika saja 9 milyar ayam1 dibunuh setiap tahunnya untuk dikonsumsi. Bandingkan dengan jumlah manusia yang hanya 6 milyar manusia.
Dulu sebelum ada industri peternakan, jumlah hewan tidak sebanyak sepesat ini.
Justru ketika dengan sengaja dikembang-biakkan manusia untuk kepentingan industri jumlah hewan meningkat pesat. Campur tangan manusialah yang menternakkan dan memelihara yang membuat hewan berkembang biak pesat.

Walaupun kita tidak mengkonsumsi hewan bukan berarti kita boleh boros dalam makan misalnya membuang2 sisa makanan dengan alasan tidak enak.

Di video ini kucing pun dibunuh untuk dikonsumsi : http://www.wihara.co...ing-images.html

1 PDf Sumber data : USDA 2009-2010

Edited by Top1, 05 February 2013 - 07:33 PM.
Tambah Sumber Data


#9 Top1

Top1

    Senior WDC

  • Moderators
  • 34
  • 1,985 posts
  • 20 thanks

Posted 05 February 2013 - 07:17 PM

Setiap tahun, lebih dari 150 milyar hewan dibunuh di dunia untuk dikonsumsi, begitu juga 1,5 trilyun hewan laut. Di negara kaya, 99% hewan ternak dibesarkan dan dibunuh di industri peternakan dan hidup hanya sebagian kecil dari harapan hidup mereka. Sebagai gantinya menurut laporan FAO dari PBB mengenai perubahan iklim,
produksi ternak bertanggung jawab lebih besar dari emisi efek rumah kaca (18 persen) dibandingkan yang disumbang sektor transportasi di seluruh dunia.
satu Solusi adalah mengurangi makan daging.

Every year, more than 150 billion land animals are killed in the world for human consumption, as well as some 1.5 trillion sea animals. In rich countries, 99 percent of these land animals are raised and killed in industrial farms and live only a fraction of their life expectancy. In addition, according to United Nations and FAO reports on climate change, livestock production is responsible for a greater proportion of emissions (18 percent) of greenhouse gases than the entire global transportation sector. One solution may be to eat less meat!


Sumber : ECOBUDDHISM :: Matthieu Ricard

Matthieu Ricard was a scientist in cell genetics 40 years ago when he decided to live in the Himalayas and become a Buddhist monk. He is a photographer and the author of several books, including Happiness: How to Cultivate Life’s Most Important Skill. He lives in Nepal and has been involved in more than 100 humanitarian projects.

Edited by Top1, 05 February 2013 - 07:22 PM.


#10 yoh***s

yoh***s

    i dont know

  • Members
  • 31
  • 1,794 posts
  • 8 thanks

Posted 05 February 2013 - 10:48 PM

Salam semuanya..


salam juga sdr teryds _/\_

Saya lihat sila 1 pada Pancasila, berbunyi jgn membunuh..


aku punya sumber lain lho yaitu sila 1 berbunyi : Panatipata veramani sikkhapadam samadiyami yg artinya aku berusaha untuk tdk merusak/merugikan/membunuh mahluk lain

Jadi, bagaimana dgn tukang potong daging yg membunuh hewan tsb?


tukang potong hewan tsbt berarti melanggar sila 1 pada pancasila ...;)

Apakah diperbolehkan?


tentu tdk boleh bagi yg melatih diri dalam perlindungan Buddha,dhamma ,dan sangha

Jadi, maksudnya Buddhisme tidak cocok untuk tukang potong daging ?


o iya tentu tdk cocok sama sekali :)

Lalu, saya pernah baca bahwa makan daging itu diperbolehkan asal tidak dilihat, didengar, ataupun dicurigai....
Jadi, kalau jawabannya bahwa Buddhisme memang tidak cocok untuk tukang potong daging, maka, secara otomatis, kita juga menjadi vegetarian.. (dalam lingkup negara yang sebagian besar beragama Buddha, misal : Laos)
Benarkah ?


keliatannya begitu :rolleyes:,semua menjadi otomatis wkwkwkk:D

Hmm.. Begini..
Jika misalnya di dunia ini tak ada sama sekali tukang jagal (motong hewan), dan semua orang disini bervegetarian dan tidak membunuh hewan sama sekali...
Maka, secara otomatis, hewan berkembang biak dengan pesat dan merajalela karena tidak ada orang yang memakan/membunuhnya, melainkan hanya predator yang memakannya...
Karena hewan berkembang biak dengan pesat, Bukankah itu mengancam kelangsungan hidup manusia secara tak langsung?


pertama-tama sang Buddha tdk menyuruh untuk makan yg hanya tumbuh2xan saja , namun yg ditekankan adlah untuk berusaha tdk membunuh/merugikan/merusak mahluk lain
kedua ... sang Buddha yg bijaksana tdk melarang memakan daging ,karena daging bukan lah mahluk hidup :)
ketiga ... jika yg berlatih/berlindung pada Buddha,dhamma,sangha berusaha untuk tdk ada perusakan/pembunuhan/merugikan mahluk lain, maka semuanya dikembalikan kepada alam ,dan alam akan mencari jalannya sendiri ,sesuai Dhamma nya alam yaitu keseimbangan
keempat... justru manusia lah yg lagi pesat pertumbuhannya wkwkwkwkwk hingga Loba,Dosa,Moha nya wkwkwkwk ... ini lah yg benar-benar sebab yg bisa mengancam kelangsungan manusia sendiri dan mahluk lain , secara tdk langsung wkwkwkwkwkwk:D

salam metta _/\_

#11 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 06 February 2013 - 08:57 AM

Salam semuanya..
Saya lihat sila 1 pada Pancasila, berbunyi jgn membunuh..
Jadi, bagaimana dgn tukang potong daging yg membunuh hewan tsb?
Apakah diperbolehkan?



Dalam Jalan Utama Berunsur Delapan sudah disebutkan Bermata pencaharian yang benar, Usaha penjagalan tentunya bukan termasuk dalam Bermata pencaharian yang benar, karena sudah melakukan pelanggaran sila 1....

Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#12 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 06 February 2013 - 09:12 AM

Hmm.. Begini..
Jika misalnya di dunia ini tak ada sama sekali tukang jagal (motong hewan), dan semua orang disini bervegetarian dan tidak membunuh hewan sama sekali...
Maka, secara otomatis, hewan berkembang biak dengan pesat dan merajalela karena tidak ada orang yang memakan/membunuhnya, melainkan hanya predator yang memakannya...
Karena hewan berkembang biak dengan pesat, Bukankah itu mengancam kelangsungan hidup manusia secara tak langsung?
Maksud saya, ambil contoh ini..
Nyamuk jika tidak dibunuh (ditepok) maka ia akan berkembang sangat pesat.. Kita tahu bahwa nyamuk itu menghisap darah manusia untuk terus berkembang biak..
Penyakit DBD pun semakin merajalela, belum lagi jika nyamuk bertambah ganas mengeluarkan penyakit-penyakit lainnya..
Tikus jika tidak dibunuh, maka akan merusak tanaman petani.. Petani pun semakin 'galau' jika tikus itu bertambah jumlahnya...
Dan, jika kita hanya memanfaatkan tumbuhan (tidak membunuh hewan), bukannya itu juga akan merusak keseimbangan ekosistem kita?
Mohon Penjelasannya..
Anumodana...


Itu semua hanyalah asumsi semata, karena alam mempunyai keseimbangan yang luar biasa.. Jangan karena hanya menuruti sebuah ego saja sehingga melakukan sebuah pembenaran sebuah tindakan. Kebanyakan orang memang lebih suka melakukan sebuah pembenaran bukan mencari kebenaran..

Semua penyakit yang di derita juga merupakan salah satu karma buruk yang kita petik saat ini... Jadi waspada boleh tp tidak berlebihan, sehingga timbul namanya pembenaran ego...

Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#13 gono

gono

    Senior WDC

  • Members
  • 5
  • 1,388 posts
  • 0 thanks

Posted 06 February 2013 - 11:45 PM

Dari dulu saya beranggapan, seandainya tidak ada lagi orang yg berprofesi sebagai penjagal hewan dan tidak ada komoditas daging yg dijual di pasar dan bisa dibeli tanpa perencanaan terlebih dahulu, ya tidak mustahil saya pun akan jadi herbivora semata. :D

Kalau mengacu pada mekanisme alam (memangsa-dimangsa) versus cara kerja kamma, ya logikanya biarlah kamma buruk makhluk lain berbuah pada waktunya, tapi jangan sampai kita yg jadi eksekutornya.

Edited by gono, 06 February 2013 - 11:51 PM.


#14 wen78

wen78

    ....

  • Moderators
  • 37
  • 1,294 posts
  • 10 thanks

Posted 11 February 2013 - 12:31 AM

Hmm.. Begini..
Jika misalnya di dunia ini tak ada sama sekali tukang jagal (motong hewan), dan semua orang disini bervegetarian dan tidak membunuh hewan sama sekali...
Maka, secara otomatis, hewan berkembang biak dengan pesat dan merajalela karena tidak ada orang yang memakan/membunuhnya, melainkan hanya predator yang memakannya...
Karena hewan berkembang biak dengan pesat, Bukankah itu mengancam kelangsungan hidup manusia secara tak langsung?
Maksud saya, ambil contoh ini..
Nyamuk jika tidak dibunuh (ditepok) maka ia akan berkembang sangat pesat.. Kita tahu bahwa nyamuk itu menghisap darah manusia untuk terus berkembang biak..
Penyakit DBD pun semakin merajalela, belum lagi jika nyamuk bertambah ganas mengeluarkan penyakit-penyakit lainnya..
Tikus jika tidak dibunuh, maka akan merusak tanaman petani.. Petani pun semakin 'galau' jika tikus itu bertambah jumlahnya...
Dan, jika kita hanya memanfaatkan tumbuhan (tidak membunuh hewan), bukannya itu juga akan merusak keseimbangan ekosistem kita?
Mohon Penjelasannya..
Anumodana...

banyak cara untuk mengatasi masalah tanpa harus membunuh.
nyamuk akan banyak bila lingkungan kita tidak bersih atau ada genangan air.
tikus memang merusak tanaman padi, tetapi yg saya ketahui tidak merusak seperti belalang yg bisa merusak hingga seluruh area pertanian.
semua tinggal kepada manusianya bagaimana bertindak dalam mengatasi sebuah masalah.

ada seorang bhikku asal Taiwan yg pindah ke Australia(kl gak salah ingat).
di tempat barunya beliau menanam tanaman dan tanamannya selalu dimakan hama.
lalu beliau menanam tanaman lain agar hama tersebut makan tanaman yg disediakan dan tidak mengganggu tanaman lain.
lewat beberapa bulan kemudian, hama tersebut tidak mengganggu tanaman lainnya.

seperti beberapa waktu yg lalu, dapur saya banyak semut karena memang ada sisa makanan yg belum dibersihkan.
lalu saya katakan 10 menit lagi saya akan bersihkan dapur. bila kalian(semut) masih ada, maaf kl nanti mati ketika saya bersihkan.
percaya atau tidak, ketika saya balik, semut sudah tidak ada.

akan lebih baik, memahami dan mempelajari mengapa diajarkan untuk tidak membunuh. bukan mempelajari dari akibat dari tidak membunuh :)

Lakukan apa yg seharusnya dilakukan, dan tidak melakukan apa yg seharusnya tidak dilakukan. ― ....


“Your beliefs become your thoughts, Your thoughts become your words, Your words become your actions, Your actions become your habits, Your habits become your values, Your values become your destiny.” ― Mahatma Gandhi





0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close