Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

Mengenai Dharma


  • Please log in to reply
18 replies to this topic

#1 anyin

anyin

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 2
  • 143 posts
  • 1 thanks

Posted 13 May 2013 - 09:27 AM

setelah agak lama di forum ini, saya mendapati ada yang beragama Buddha tapi kurang paham akan bentuk-bentuk Dharma, menurut saya ada baiknya hal ini dibahas lagi agar yang kurang memahami menjadi paham, dan percaya karma
ada contoh orang yang benar2 paham karma dan percaya karma, karena berada pada forum ini maka saya ambil populasi dari forumers
ini adalah orangnya:
[11-05, 21:17] Top1:seberapa jahat ataupun baik kita, matahari tetap terbit di timur dan tenggelam di barat
[11-05, 21:20] Legend:top1 : tidak semua orang mengerti hal tersebut
2 orang yang saya yakin memahami karma dan dharma di atas rata2.

untuk memulai diskusi saya akan ambil contoh
- mr a mau nyeberang jalan, tapi kendaraan melaju kencang sulit menyeberang, mr a buka toko, karena dia berada diseberang maka tokonya kosong. ia melihat ditokonya ada banyak orang ngantri beli. bisa jadi ada yang maling. anggap aja mr a ini adalah diri sendiri.
- hanya ada 2 kepercayaan di dunia pertama percaya dharma (sesuai dharma) ke 2 tidak percaya dharma/tidak sesuai dharma. 5 agama beserta ratusan sekte di dunia hanya dibagi menjadi 2 golongan ini

Edited by anyin, 13 May 2013 - 10:23 AM.
tambahan


#2 Rico Tsiau

Rico Tsiau

    Hanya Sederhana Saja

  • Moderators
  • 1
  • 553 posts
  • 1 thanks

Posted 13 May 2013 - 10:49 AM

rekan anyin, saya masih tidak mengerti diskusi ini akan diarahkan kemana?

apa sebenarnya yang ingin anda bahas?
karma? dhamma? adhamma?

contoh yang anda berikan :

mr a mau nyeberang jalan, tapi kendaraan melaju kencang sulit menyeberang, mr a buka toko, karena dia berada diseberang maka tokonya kosong. ia melihat ditokonya ada banyak orang ngantri beli. bisa jadi ada yang maling. anggap aja mr a ini adalah diri sendiri.

contoh ini mau bahas tentang apa?

contoh ke-2 :

hanya ada 2 kepercayaan di dunia pertama percaya dharma (sesuai dharma) ke 2 tidak percaya dharma/tidak sesuai dharma. 5 agama beserta ratusan sekte di dunia hanya dibagi menjadi 2 golongan ini

ini maksudnya mau bahas dhamma dan adhamma ya?

ok, saya coba berikan pandangan sedikit mengenai karma.
anda menyinggung tentang paham dan percaya. nah disini konsep karma secara buddhisme sudah jelas, karma berarti semua jenis kehendak (cetana), perbuatan yang baik maupun buruk/jahat, yang dilakukan oleh jasmani (kaya), perkataan (vaci) dan pikiran (mano), yang baik (kusala) maupun yang jahat (akusala).
Karma atau sering disebut sebagai Hukum Karma merupakan salah satu hukum alam yang berkerja berdasarkan prinsip sebab akibat. Selama suatu makhluk berkehendak, melakukan karma (perbuatan) sebagai sebab maka akan menimbulkan akibat atau hasil. Akibat atau hasil yang ditimbulkan dari karma disebut sebagai Karma Vipaka.

mengenai percaya atau tidak, ini tidak berpengaruh apapun. karena karma akan tetap jalan. namun bagi personal yang memahami, ini bisa memberikan nilai tambah yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, contoh :
1. Keyakinan
Dengan mengamati dan memahami Hukum Karma kita mengetahui bahwa hukum karma merupakan hukum yang sangat adil. Dengan mengetahui keadilannya maka kita akan merasa yakin bahwa apa yang kita perbuat akan menghasilkan sesuai dengan sifat perbuatan kita, perbuatan baik ataupun buruk yang kita lakukan pastilah memberikan dampak, dan perbuatan yang tidak pernah kita perbuat maka tidak akan menimbulkan akibat pada diri kita. Ini membuat kita tidak merasa khawatir apa yang akan terjadi kepada diri kita. Dan dengan keyakinan ini dapat menguatkan langkah kita untuk lebih melangkah lebih dalam melakukan perbuatan yang akhirnya akan membahagiakan kita.

2. Kepercayaan pada diri sendiri.
Menyadari bahwa kita mewarisi karma kita sendiri, lahir dari karma kita sendiri, berhubungan dengan karma kita sendiri, dilindungi oleh karma kita sendiri, maka dengan demikian kitalah penentu ke arah mana hidup dan kehidupan kita ini akan kita bawa. Dengan demikian kita tidak perlu lagi menggantungkan seluruh kehidupan kita kepada makhluk lain karena tidak ada makhluk lain yang dapat mengendalikan dan menentukan kehidupan kita. Dan akhirnya kepercayaan terhadap kemampuan diri muncul dan bertambah.

3. Kemampuan.
Dengan memahami Hukum Karma, maka kita akan memperoleh kemampuan tidak hanya untuk menentukan jalan kehidupan kita sendiri dikemudian hari, tetapi juga untuk menolong makhluk-makhluk lain. Pelaksanaan karma baik yang kemudian berkembang akan menghilangkan rintangan-rintangan dan kejahatan-kejahatan untuk kemudian menghancurkan belenggu-belenggu yang menghalangi kita untuk dapat menyelami Kesunyataan Mutlak, Nibbana.

4. Kesabaran.
Memahami bahwa Hukum Karma merupakan pelindung bagi kita dan dengan memahami bahwa karma pasti akan menimbulkan akibat/hasil dalam waktu yang cepat maupun lambat, maka kita dapat belajar untuk bersabar. Ketika kita mendapatkan penderitaan kita akan bersabar dengan memahami bahwa kita sedang menuai hasil dari perbuatan buruk/jahat kita dan memahami bahwa penderitaan tersebut pasti akan berlalu. Dengan kesabaran kita akan mendapatkan ketenangan, kebahagiaan, dan keamanan.

5. Pengendalian diri.
Dengan memahami bahwa perbuatan buruk/jahat akan menimbulkan akibat yang buruk berupa malapetaka pada diri kita, maka kita akan berusaha berhati-hati serta mengendalikan diri di dalam melakukan perbuatan yang dilakukan oleh pikiran, ucapan, maupun jasmani.

demikian sekilas tentang karma, tulisan diatas sebahagiannya saya kutip dari web lain dan saya modif sedikit.

mengenai dhamma dan adhamma, mungkin rekan2 lain bisa memberikan masukan.
:namaste2:
. Namaste

#3 anyin

anyin

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 2
  • 143 posts
  • 1 thanks

Posted 13 May 2013 - 11:27 AM

mengetahui dharma bisa menjadi patokan dari setiap perbuatan, pikiran, dan ucapan, tujuan dari diskusi ini adalah agar orang bisa berpikir "apakah tindakan ku sesuai dharma, apakah yang akan aku lakukan nanti sesuai dharma, apakah ucapan aku berikutnya sesuai dharma. dalam kekinian ia akan berpikir untuk menentukan tindak tanduk berikutnya. selain itu sebagai tambahan pengetahuan tentang dharma.
setahu saya dharma sulit didefinisikan dharma hanya bisa dicireni dalam bentuk2nya. dalam pepatah yang tertulis dibawah setiap thread legend seperti jari menunjuk bulan; dharma bukan jari yang menunjuk tetapi dharma adalah bulan itu.

Edited by anyin, 13 May 2013 - 11:28 AM.


#4 Edogawa

Edogawa

    Detective Conan

  • Members
  • 44
  • 3,032 posts
  • 21 thanks

Posted 13 May 2013 - 12:45 PM

Tentang pengertian Dhamma (Sanskrit: Dharma) pernah dibahas secara lengkap oleh Pak Tanhadi di http://www.wihara.co...mma-ratana.html

rj1pgw.jpg


#5 Edogawa

Edogawa

    Detective Conan

  • Members
  • 44
  • 3,032 posts
  • 21 thanks

Posted 13 May 2013 - 01:14 PM

Sebagai tambahan, apa yang termasuk Dhamma sebagai ajaran Sang Buddha adalah 37 faktor yang membawa pada pencerahan (bodhipakkhiya-dhamma), seperti yang Beliau katakan sebelum Parinibbana-Nya:

3.50. Kemudian Sang Bhagavā memasuki aula pertemuan dan duduk di tempat yang telah dipersiapkan. Kemudian Beliau berkata kepada para bhikkhu: ‘Para bhikkhu, untuk alasan ini, hal-hal tersebut yang telah Kutemukan dan Kuajarkan telah kalian pelajari dengan saksama, dipraktikkan, dikembangkan dan dilatih, sehingga kehidupan suci ini dapat bertahan lama, ini adalah demi manfaat dan kebahagiaan banyak makhluk, demi belas kasihan kepada dunia, demi manfaat dan kebahagiaan para dewa dan manusia. Dan apakah hal-hal tersebut itu ...? [120] Yaitu: empat landasan perhatian, empat usaha benar, empat jalan menuju kekuatan, lima indria spritual,[50] lima kekuatan batin,[51] tujuh faktor penerangan sempurna, jalan mulia berfaktor delapan.’[52]
(DN 16 Mahaparinibbana Sutta)

Sedangkan hal2 yang tidak berhubungan dengan 37 faktor yang membawa pada pencerahan ini disebut Adhamma (bukan ajaran Buddha).

Edited by ariyakumara, 13 May 2013 - 01:15 PM.

rj1pgw.jpg


#6 febriarini_jovovich

febriarini_jovovich

    Newbie

  • Members
  • Pip
  • 0
  • 2 posts
  • 0 thanks

Posted 16 February 2016 - 05:13 PM

selamat pagi semuanya. I'm a newbie here. A Muslim but I am always interested in studying God in all religions. Saya meyakini Tuhan/Allah/Semesta menghendaki saya untuk mempelajari Nya di semua kitab yang ada. 

Sangat menarik mempelajadi konsep dharma dalam agama Budha (dan juga agama lainnya seperti Hindu, Jain, Sikh, dll). Dalam bahasa sanskrit dharma berarti menjaga (sustain), pengertian dasarnya mengabdi pada aturan - aturan sesuai ajaran agama yang kita anut. Secara esensial kita menjaga keutuhan dualitas semesta yang ada di dalam diri kita. Adakah ketidakseimbangan biasanya terjadi sesuatu yang (mohon maaf) tidak sesuai keinginan atau harapan semisal kecelakaan, kehilangan, dll. Karena Semesta pun memiliki harapan yakni keyakinan kita akan kebesaran, keteraturan dan kemampuanNya akan segala hal dari yang terbesar hingga terkecil menurut lahir, maupun yang tidak terlihat (dalam batin), maka dharma adalah kewajiban yang mesti kita jalankan sebagai umat yang beragama/berkeyakinan akan Dia (Tuhan/Semesta/Allah).



#7 arieosho

arieosho

    Fenomena WDC

  • Members
  • 289
  • 6,099 posts
  • 43 thanks

Posted 16 February 2016 - 06:32 PM

selamat pagi semuanya. I'm a newbie here. A Muslim but I am always interested in studying God in all religions. Saya meyakini Tuhan/Allah/Semesta menghendaki saya untuk mempelajari Nya di semua kitab yang ada.
Sangat menarik mempelajadi konsep dharma dalam agama Budha (dan juga agama lainnya seperti Hindu, Jain, Sikh, dll). Dalam bahasa sanskrit dharma berarti menjaga (sustain), pengertian dasarnya mengabdi pada aturan - aturan sesuai ajaran agama yang kita anut. Secara esensial kita menjaga keutuhan dualitas semesta yang ada di dalam diri kita. Adakah ketidakseimbangan biasanya terjadi sesuatu yang (mohon maaf) tidak sesuai keinginan atau harapan semisal kecelakaan, kehilangan, dll. Karena Semesta pun memiliki harapan yakni keyakinan kita akan kebesaran, keteraturan dan kemampuanNya akan segala hal dari yang terbesar hingga terkecil menurut lahir, maupun yang tidak terlihat (dalam batin), maka dharma adalah kewajiban yang mesti kita jalankan sebagai umat yang beragama/berkeyakinan akan Dia (Tuhan/Semesta/Allah).

Selamat bergabung rekan febriarini . Saya senang , anda mau di Wihara.com.

Itu foto anda ya ?

.
Semua yang terjadi dan akan terjadi adalah berhubungan dengan KARMA. Apakah anda akan mencapai pencerahan agung sekarang atau di kelahiran yang akan datang ? Kejadian itu berhubungan dengan KARMA Baik anda. Maka mulailah dengan lHati Nurani agar semua pikiran dan tindakan anda menghasilkan KARMA baik. Jika KARMA baik anda telah memenuhi target , jalan akan terbuka. anda akan menemukan kebenaran apapun yang anda perlu sesuai dengan KARMA baik anda.. Hati Nurani.

#8 seniya

seniya

    Sahabat WDC

  • Members
  • 24
  • 406 posts
  • 12 thanks

Posted 17 February 2016 - 07:40 AM

selamat pagi semuanya. I'm a newbie here. A Muslim but I am always interested in studying God in all religions. Saya meyakini Tuhan/Allah/Semesta menghendaki saya untuk mempelajari Nya di semua kitab yang ada. 
Sangat menarik mempelajadi konsep dharma dalam agama Budha (dan juga agama lainnya seperti Hindu, Jain, Sikh, dll). Dalam bahasa sanskrit dharma berarti menjaga (sustain), pengertian dasarnya mengabdi pada aturan - aturan sesuai ajaran agama yang kita anut. Secara esensial kita menjaga keutuhan dualitas semesta yang ada di dalam diri kita. Adakah ketidakseimbangan biasanya terjadi sesuatu yang (mohon maaf) tidak sesuai keinginan atau harapan semisal kecelakaan, kehilangan, dll. Karena Semesta pun memiliki harapan yakni keyakinan kita akan kebesaran, keteraturan dan kemampuanNya akan segala hal dari yang terbesar hingga terkecil menurut lahir, maupun yang tidak terlihat (dalam batin), maka dharma adalah kewajiban yang mesti kita jalankan sebagai umat yang beragama/berkeyakinan akan Dia (Tuhan/Semesta/Allah).


Menurut Buddhisme, segala sesuatu yg terjadi di alam semesta ini bukan diatur oleh Tuhan atau sosok Mahakuasa mana pun, tetapi segalanya berjalan menurut hukum ketetapan Dhamma (Dhammaniyama) yg tdk diciptakan dan diatur oleh sosok Mahapencipta mana pun....

#9 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 17 February 2016 - 09:18 AM

Menurut Buddhisme, segala sesuatu yg terjadi di alam semesta ini bukan diatur oleh Tuhan atau sosok Mahakuasa mana pun, tetapi segalanya berjalan menurut hukum ketetapan Dhamma (Dhammaniyama) yg tdk diciptakan dan diatur oleh sosok Mahapencipta mana pun....


Jadi DHAMMAkebetulan adanya.
Dan berlaku kebetulan.
Dan kebetulan juga hukum ini berlaku melingkupi seluruh alam semesta dgn segala isinya.
Dan kebetulan juga segala sesuatu terjadi menjadi sebagaimana dalam kewujudan bentuk dan fungsinya masing2 secara tepat guna masing-masing secara sempurna.
Dan kebetulan pula manusia khususnya umat menjadi serupa manusia dgn keberadaan kewujudan dan fungsi2 keberadaan anggota tubuhnya karena evolusi.
Sebagai contoh kebetulan organ2 tubuh terjadi dan berfungsi saling menopang kehidupan makhluk tsbt.
Sebagai contoh kebetulan mungkin menurut umat, proses bgmn simplenya proses kelahiran seorang manusia.
Untung kebetulan juga wujud umat sama sbgmn wujud kita sbg manusia.
Tapi untung klo keberadaan kehidupan coeda bukan kebetulan belaka bukan sebatas proses terjadinya secara random kebetulan.
Kaki tanganya kuda, kepalanya bebek, pantatnya unggas, otak kera.
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#10 seniya

seniya

    Sahabat WDC

  • Members
  • 24
  • 406 posts
  • 12 thanks

Posted 18 February 2016 - 06:33 AM

Jadi DHAMMAkebetulan adanya.
Dan berlaku kebetulan.
Dan kebetulan juga hukum ini berlaku melingkupi seluruh alam semesta dgn segala isinya.
Dan kebetulan juga segala sesuatu terjadi menjadi sebagaimana dalam kewujudan bentuk dan fungsinya masing2 secara tepat guna masing-masing secara sempurna.
Dan kebetulan pula manusia khususnya umat menjadi serupa manusia dgn keberadaan kewujudan dan fungsi2 keberadaan anggota tubuhnya karena evolusi.
Sebagai contoh kebetulan organ2 tubuh terjadi dan berfungsi saling menopang kehidupan makhluk tsbt.
Sebagai contoh kebetulan mungkin menurut umat, proses bgmn simplenya proses kelahiran seorang manusia.
Untung kebetulan juga wujud umat sama sbgmn wujud kita sbg manusia.
Tapi untung klo keberadaan kehidupan coeda bukan kebetulan belaka bukan sebatas proses terjadinya secara random kebetulan.
Kaki tanganya kuda, kepalanya bebek, pantatnya unggas, otak kera.


“Para bhikkhu, ada tiga doktrin sektarian ini yang, ketika dipertanyakan, diinterogasi, dan didebat oleh para bijaksana, dan dibawa menuju kesimpulan mereka, akan berakhir dalam tidak-berbuat. Apakah tiga ini?

(1) “Ada, para bhikkhu, beberapa petapa dan brahmana yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya disebabkan oleh apa yang telah dilakukan di masa lalu.’
(2) Ada para petapa dan brahmana lainnya yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya disebabkan oleh aktivitas Tuhan pencipta.’
(3) Dan ada para petapa dan brahmana lain lagi yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya terjadi tanpa suatu sebab atau kondisi.’

Jadi ajaran Buddha selain menolak segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, juga menolak bahwa segala sesuatu terjadi secara kebetulan (tanpa sebab atau kondisi) ataupun segala sesuatu terjadi disebabkan oleh perbuatan masa lampau.

#11 arieosho

arieosho

    Fenomena WDC

  • Members
  • 289
  • 6,099 posts
  • 43 thanks

Posted 18 February 2016 - 07:50 AM

ang dimaksud Coed adalah jika terjadi sendiri nya , maka bisa saja formasi nya tidak berupa coeda. Bisa saja pantat nya bebek , kaki tangan nya kuda .

Jadi ada campur tangan dari TUHAN di awal penciptaan. Karena nya ada formasi seperti ini .
Semua yang terjadi dan akan terjadi adalah berhubungan dengan KARMA. Apakah anda akan mencapai pencerahan agung sekarang atau di kelahiran yang akan datang ? Kejadian itu berhubungan dengan KARMA Baik anda. Maka mulailah dengan lHati Nurani agar semua pikiran dan tindakan anda menghasilkan KARMA baik. Jika KARMA baik anda telah memenuhi target , jalan akan terbuka. anda akan menemukan kebenaran apapun yang anda perlu sesuai dengan KARMA baik anda.. Hati Nurani.

#12 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 18 February 2016 - 07:54 AM

Jadi DHAMMAkebetulan adanya.
Dan berlaku kebetulan.
Dan kebetulan juga hukum ini berlaku melingkupi seluruh alam semesta dgn segala isinya.
Dan kebetulan juga segala sesuatu terjadi menjadi sebagaimana dalam kewujudan bentuk dan fungsinya masing2 secara tepat guna masing-masing secara sempurna.
Dan kebetulan pula manusia khususnya umat menjadi serupa manusia dgn keberadaan kewujudan dan fungsi2 keberadaan anggota tubuhnya karena evolusi.
Sebagai contoh kebetulan organ2 tubuh terjadi dan berfungsi saling menopang kehidupan makhluk tsbt.
Sebagai contoh kebetulan mungkin menurut umat, proses bgmn simplenya proses kelahiran seorang manusia.
Untung kebetulan juga wujud umat sama sbgmn wujud kita sbg manusia.
Tapi untung klo keberadaan kehidupan coeda bukan kebetulan belaka bukan sebatas proses terjadinya secara random kebetulan.
Kaki tanganya kuda, kepalanya bebek, pantatnya unggas, otak kera.



“Para bhikkhu, ada tiga doktrin sektarian ini yang, ketika dipertanyakan, diinterogasi, dan didebat oleh para bijaksana, dan dibawa menuju kesimpulan mereka, akan berakhir dalam tidak-berbuat. Apakah tiga ini?
(1) “Ada, para bhikkhu, beberapa petapa dan brahmana yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya disebabkan oleh apa yang telah dilakukan di masa lalu.’
(2) Ada para petapa dan brahmana lainnya yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya disebabkan oleh aktivitas Tuhan pencipta.’
(3) Dan ada para petapa dan brahmana lain lagi yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya terjadi tanpa suatu sebab atau kondisi.’Jadi ajaran Buddha selain menolak segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, juga menolak bahwa segala sesuatu terjadi secara kebetulan (tanpa sebab atau kondisi) ataupun segala sesuatu terjadi disebabkan oleh perbuatan masa lampau.



1. Bisa dijelaskan bro Seniya isi Sutta tsb berkaitan dengan konsep umat buddhis memadang tentang karma?
2. Bgmn dengan kepercayaan seseorang manusia padmasambavha lahir ujug-ujug dari bunga? Anak manusia atau anak bunga?
Atau kambing, katak, kecoa ataupun manusia dibunuh untuk terlahir di Sukhavati. (Catatan coeda saja untuk aliran tsb, memang itu Sukhavati yang mana yah, milik sendiri atau Amitabha?
3. Catatan coeda, klo yang no. 3 Atheist/komunis tulen. Tapi banyak umat sok-sok-an loh bilang non theist, tapi melakukan apapun kepercayaan, bahkan ramalan, atau melakukan penyembahan-penyembahan kepada patung-patung yang padahal buatan manusia.
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#13 arieosho

arieosho

    Fenomena WDC

  • Members
  • 289
  • 6,099 posts
  • 43 thanks

Posted 18 February 2016 - 08:51 AM

Pernyataan bahwa : Semua terjadi Karena Sebab Kondisi .... Pernyataan ini tidak luar biasa.

Pernyataan ini adalah kausal umum. Ini tidak mencerminkan sebuah Pemunculan terjadi sendiri nya.

Perlu kita ketahui , Pemunculan memiliki Formasi . Misa nya kita berbicara tentang pemunculan PANCA-KHANDA.

Pancakhanda memiliki formasi 5 unsur atau 5 kelompok wadah. Kalau hanya ada sebab dan kondisi , maka hanya ada pemunculan saja , tetapi tidak bisa dalam formasi Pancakhanda spewrti manusia. Kalau hanya ada sebab dan kondisi , maka yang muncul itu bisa adalah angin topan bukan pancakhanda.

Jadi pernyataan , adanya sebab dan kondisi , bukan sebuah solusi yang utuh.

Pemunculan ada formasi nya. Jika causal nya hanya sebab dan kondisi , kenapa di dalam masyarakat tidak muncul manusia 8 khanda ? Kenapa hanya 5 khanda ?

Sebab dan kondisi tidak memiliki batasan. '' Sebab '' nya tidak memiliki batasan dan '' kondisi '' nya juga tidak memiliki batasan ,
Ini tidak mungkin memunculkan pancakhanda dalam formasi yang terbatas hanya 5 khanda.

Sebab dan kondisi , bukan sebuah kebenaran yang spesial yang menjawab secara benar dan utuh.

Pernyataan Sebab dan kondisi hanya dipandang superior di zaman dahulu sebagai solusai atas pemunculan.

.
Semua yang terjadi dan akan terjadi adalah berhubungan dengan KARMA. Apakah anda akan mencapai pencerahan agung sekarang atau di kelahiran yang akan datang ? Kejadian itu berhubungan dengan KARMA Baik anda. Maka mulailah dengan lHati Nurani agar semua pikiran dan tindakan anda menghasilkan KARMA baik. Jika KARMA baik anda telah memenuhi target , jalan akan terbuka. anda akan menemukan kebenaran apapun yang anda perlu sesuai dengan KARMA baik anda.. Hati Nurani.

#14 arieosho

arieosho

    Fenomena WDC

  • Members
  • 289
  • 6,099 posts
  • 43 thanks

Posted 18 February 2016 - 09:11 AM


(1) “Ada, para bhikkhu, beberapa petapa dan brahmana yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya disebabkan oleh apa yang telah dilakukan di masa lalu.’

(2) Ada para petapa dan brahmana lainnya yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya disebabkan oleh aktivitas Tuhan pencipta.’

(3) Dan ada para petapa dan brahmana lain lagi yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya terjadi tanpa suatu sebab atau kondisi.’

(4) kemudian ada yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini : ' apapun yang dialami orang ini - apakah menyenangkan , menyakitkan atau bukan menyakitkan juga bukan menyenangkan - semua terjadi karena Sebab dan Kondisi. '

(5) tetapi yang benar adalah : '' terjadi karena sistem semesta alam alam yang berlaku yang diciptakan oleh TUHAN. Yang mana bekerja berdasarkan sebab dan kondisi. ''

Ini-lah yang benar . Dengan demikian pikiran bisa menjadi jernih mengurangi delusi . Pemahaman yang benar dan tepat membebaskan pikiran dari delusi.

.
Semua yang terjadi dan akan terjadi adalah berhubungan dengan KARMA. Apakah anda akan mencapai pencerahan agung sekarang atau di kelahiran yang akan datang ? Kejadian itu berhubungan dengan KARMA Baik anda. Maka mulailah dengan lHati Nurani agar semua pikiran dan tindakan anda menghasilkan KARMA baik. Jika KARMA baik anda telah memenuhi target , jalan akan terbuka. anda akan menemukan kebenaran apapun yang anda perlu sesuai dengan KARMA baik anda.. Hati Nurani.

#15 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 18 February 2016 - 10:41 AM

Pada beberapa hari ini sebenarnya apa yang didiskusikan pada beberapa topik saling berkaitan....
Silahkan baca juga penjelasan coeda pada reply http://www.wihara.co...da/#entry815091

GOD bless
Salam. Coeda.
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#16 seniya

seniya

    Sahabat WDC

  • Members
  • 24
  • 406 posts
  • 12 thanks

Posted 18 February 2016 - 12:22 PM

1. Bisa dijelaskan bro Seniya isi Sutta tsb berkaitan dengan konsep umat buddhis memadang tentang karma?


Jika dikatakan segala sesuatu disebabkan oleh karma masa lampau, Sang Buddha menyanggahnya dlm SN 36.21 Sivaka Sutta.

2. Bgmn dengan kepercayaan seseorang manusia padmasambavha lahir ujug-ujug dari bunga? Anak manusia atau anak bunga?
Atau kambing, katak, kecoa ataupun manusia dibunuh untuk terlahir di Sukhavati. (Catatan coeda saja untuk aliran tsb, memang itu Sukhavati yang mana yah, milik sendiri atau Amitabha?


No comment, krn OOT dan secara pribadi gw bukan pengikut ajaran tsb.

3. Catatan coeda, klo yang no. 3 Atheist/komunis tulen. Tapi banyak umat sok-sok-an loh bilang non theist, tapi melakukan apapun kepercayaan, bahkan ramalan, atau melakukan penyembahan-penyembahan kepada patung-patung yang padahal buatan manusia.


Utk umat awam melakukan/mempercayai ramalan, itu masih boleh, itu tergantung pd masing2 individu, tetapi gw pribadi tdk melakukan itu ataupun percaya ramalan. Utk bhikkhu, Sang Buddha menyatakan ini sbg praktek salah (lihat DN 1 Brahmajala Sutta).

Sedangkan masalah penghormatan kepada rupang Buddha, jika dilakukan sekedar utk menghormati dan mengingat kembali kemuliaan Sang Buddha, itu tdk masalah. Jika sampai meminta2 rezeki dan sejenisnya, jelas ini praktek yg salah....

#17 seniya

seniya

    Sahabat WDC

  • Members
  • 24
  • 406 posts
  • 12 thanks

Posted 18 February 2016 - 12:34 PM

(1) “Ada, para bhikkhu, beberapa petapa dan brahmana yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya disebabkan oleh apa yang telah dilakukan di masa lalu.’
(2) Ada para petapa dan brahmana lainnya yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya disebabkan oleh aktivitas Tuhan pencipta.’
(3) Dan ada para petapa dan brahmana lain lagi yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya terjadi tanpa suatu sebab atau kondisi.’
(4) kemudian ada yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini : ' apapun yang dialami orang ini - apakah menyenangkan , menyakitkan atau bukan menyakitkan juga bukan menyenangkan - semua terjadi karena Sebab dan Kondisi. '

(5) tetapi yang benar adalah : '' terjadi karena sistem semesta alam alam yang berlaku yang diciptakan oleh TUHAN. Yang mana bekerja berdasarkan sebab dan kondisi. ''
Ini-lah yang benar . Dengan demikian pikiran bisa menjadi jernih mengurangi delusi . Pemahaman yang benar dan tepat membebaskan pikiran dari delusi.

.


Ini namanya pemalsuan sutta, nama ada Sang Buddha mengajarkan demikian, benar2 "maling" ajaran Buddha...

Kalo anda baca sutta lengkapnya dlm AN 3.61, setelah membantah ketiga pandangan salah itu Sang Buddha menyatakan bahwa ajaran yg beliau ajarkan utk melampaui ketiganya adalah 4KM:
 

“Tetapi, para bhikkhu, Dhamma yang diajarkan olehKu ini tidak dapat dibantah, tidak kotor, tidak dapat disalahkan, dan tidak dapat dicela oleh para petapa dan brahmana bijaksana. Dan apakah Dhamma yang diajarkan olehKu yang tidak dapat dibantah, tidak kotor, tidak dapat disalahkan, dan tidak dapat dicela oleh para petapa dan brahmana bijaksana?

 

“‘Ini adalah enam elemen’: ini, para bhikkhu, adalah Dhamma yang diajarkan olehKu yang tidak dapat dibantah … tidak dapat dicela oleh para petapa dan brahmana bijaksana. ‘Ini adalah enam landasan bagi kontak’ … ‘Ini adalah delapan belas pemeriksaan pikiran’ … ‘Ini adalah empat kebenaran mulia’: ini, para bhikkhu, adalah Dhamma yang diajarkan olehKu yang ini tidak dapat dibantah, tidak kotor, tidak dapat disalahkan, dan tidak dapat dicela oleh para petapa dan brahmana bijaksana.



#18 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 18 February 2016 - 01:05 PM

“Para bhikkhu, ada tiga doktrin sektarian ini yang, ketika dipertanyakan, diinterogasi, dan didebat oleh para bijaksana, dan dibawa menuju kesimpulan mereka, akan berakhir dalam tidak-berbuat. Apakah tiga ini?(1) “Ada, para bhikkhu, beberapa petapa dan brahmana yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya disebabkan oleh apa yang telah dilakukan di masa lalu.’(2) Ada para petapa dan brahmana lainnya yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya disebabkan oleh aktivitas Tuhan pencipta.’(3) Dan ada para petapa dan brahmana lain lagi yang menganut doktrin dan pandangan seperti ini: ‘Apa pun yang dialami orang ini – apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan – semuanya terjadi tanpa suatu sebab atau kondisi.’Jadi ajaran Buddha selain menolak segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, juga menolak bahwa segala sesuatu terjadi secara kebetulan (tanpa sebab atau kondisi) ataupun segala sesuatu terjadi disebabkan oleh perbuatan masa lampau.


Jadi yang benar itu apa bro Seniya?
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#19 seniya

seniya

    Sahabat WDC

  • Members
  • 24
  • 406 posts
  • 12 thanks

Posted 18 February 2016 - 04:39 PM

Jadi yang benar itu apa bro Seniya?


Kamu salah quote kayaknya, emang apa yg ditanyakan sbg "yg benar" itu? :confused:




0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close