Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

coeda - penjelasan coeda tentang kenyataan kebenaran topik ' dukkha itu konsep.'

dukkha sunyata jhana meditasi kosong BUDDHA zen awam duniawi makhluk

  • Please log in to reply
54 replies to this topic

#1 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 28 March 2016 - 07:46 PM

Benarkah dukkha itu konsep?

Pada masa akhir kehidupanNya, guru Buddha mengalami keracunan, sehingga mengalami sakit perut akut. Jika demikian apakah Beliau mengalami rasa sakit tersebutkah atau mati rasa? Seperti juga mengalami panas dan dingin perubahan cuaca. Jika mengalami tentu saja Beliau mengalami penderitaan.
Umat berbicara panjang lebar tentang sunyata, pencapaian,pencerahan, jhana dll
Tahukah mengapa guru Buddha yang seorang Buddha masih mengalami penderitaan, kesakitan pada masa kehidupanNya di dunia ini? Jawaban benar dari pertanyaan ini, adalah jawaban kenyataan kebenarannya.

Jadi pandangan 'dukkha itu konsep' adalah KONSEP.(dari imaginasi kekhayalan pergerakan pikiran makhluk awam/duniawi)

Salam, coeda.
Selamat Paskah.
JESUS bless u.

'Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.'
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#2 The Legend

The Legend

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 18
  • 199 posts
  • 4 thanks

Posted 28 March 2016 - 09:44 PM

Sayang sekali pembahasannya ini tidak tepat sasaran

 

Pada masa akhir kehidupanNya, guru Buddha mengalami keracunan, sehingga mengalami sakit perut akut. Jika demikian apakah Beliau mengalami rasa sakit tersebutkah atau mati rasa? Seperti juga mengalami panas dan dingin perubahan cuaca. Jika mengalami tentu saja Beliau mengalami penderitaan.

 

 

Dari tulisan ini anda tidak bisa membedakan apa itu dukkha dan apa itu penderitaan ....
 

Tahukah mengapa guru Buddha yang seorang Buddha masih mengalami penderitaan, kesakitan pada masa kehidupanNya di dunia ini? Jawaban benar dari pertanyaan ini, adalah jawaban kenyataan kebenarannya.

 

 

Sang Buddha mengajarkan berakhirnya dukkha bukan berakhirnya penderitaan .....

 

Penggambaran @ coedcoed menunjukkan Sang Buddha masih mengalami dukkha... Secara logika mana ada orang yang belum terbebas dukkha bisa mengajarkan pembebasan dukkha....


  • djoe likes this

#3 The Legend

The Legend

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 18
  • 199 posts
  • 4 thanks

Posted 28 March 2016 - 09:52 PM

Bagi orang kebanyakan / awam penderitaan (misal sakit) adalah dukkha...

Bagi orang yang tercerahkan penderitaan tidak sama dengan dukkha ....


  • coedcoed likes this

#4 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 28 March 2016 - 11:08 PM

Bagi orang kebanyakan / awam penderitaan (misal sakit) adalah dukkha...
Bagi orang yang tercerahkan penderitaan tidak sama dengan dukkha ....


Nah inilah yang coeda maksud.....
Seperti tulisan bro arie, demikian juga tulisan bro legend.
Pandangan ini ditulis oleh siapa? Oleh orang kebanyakan/awam atau oleh yang tercerahkan?
Demikianlah kualitas tulisan/pandangan tesebut, seperti yang anda jelaskan.
Ada kebodohan atau sudah tiada kebodohan?
Jika ada kebodohan, apa yang ditulis tentu saja bukan kenyataan kualitas yang sebenarnya(wacana). jangan mempercayai sepenuhnya dan menggenggam erat pandangan kita sendiri.
Jika tiada kebodohan, tentu saja seseorang sedang berbohong.

Salam, coeda.
GOD loves u
  • kasina likes this
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#5 maniaks

maniaks

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 16
  • 139 posts
  • 4 thanks

Posted 29 March 2016 - 01:04 AM

Salam gan CoedCoed,

 

Ulasan yang sangat menarik sekali mengenai "Dukkha itu konsep", Setelah dipikir - pikir saya jadi sependapat dengan itu.

 

Penderitaan itu memanglah sebuah konsep dari pikiran kita berdasarkan pengalaman - pengalaman sebelumnya.

 

Kita yang menganggap / mengkonsepkan kalau itu adalah penderitaan.

 

Kita 'dipaksa' untuk berpikir kalau kita sedang sakit pasti kita harus menderita.

 

kalau kita sedang susah pasti kita harus menderita.

 

kalau kita berpisah dengan orang yang kita sayangi pasti kita harus menderita.

 

Kenyataannya kita menderita / berbahagia semuanya hanya kita yang memutuskan nya sendiri.

 

 

Terima kasih.


  • djoe and The Legend like this

#6 hariyono

hariyono

    Fenomena WDC

  • Members
  • 170
  • 6,928 posts
  • 44 thanks

Posted 29 March 2016 - 07:34 AM

Salam gan CoedCoed,

 

Ulasan yang sangat menarik sekali mengenai "Dukkha itu konsep", Setelah dipikir - pikir saya jadi sependapat dengan itu.

 

Penderitaan itu memanglah sebuah konsep dari pikiran kita berdasarkan pengalaman - pengalaman sebelumnya.

 

Kita yang menganggap / mengkonsepkan kalau itu adalah penderitaan.

 

Kita 'dipaksa' untuk berpikir kalau kita sedang sakit pasti kita harus menderita.

 

kalau kita sedang susah pasti kita harus menderita.

 

kalau kita berpisah dengan orang yang kita sayangi pasti kita harus menderita.

 

Kenyataannya kita menderita / berbahagia semuanya hanya kita yang memutuskan nya sendiri.

 

 

Terima kasih.

 

@maniak

Konsep adalah abstraksi dari pikiran kita atas segala hal ada.

Namun...,

harus kita sadari konsep bukan dunia yang sebenarnya.

 

Ingin bahagia!!

lepaskanlah yang namanya konsep.

 

Yang saya tulis diatas itu pun juga konsep.

 

 

 

Semoga semua makluk berbahagia


  • djoe and The Legend like this

#7 djoe

djoe

    Legenda WDC

  • Moderators
  • 229
  • 4,797 posts
  • 44 thanks

Posted 29 March 2016 - 08:11 AM

tulisan para senior diatas seharusnya membuka wawasan kita terutama coeda tentang bentuk hakikat dari dukkha.

 

Dengan memahami ini seseorang bisa terbebaskan dari dukkha

 

Tanpa pemahaman ini maka jalan terbebaskan dari dukkha menjadi gelap.

 

Cuba coeda renungkan

 

kita mengalami dukkha seperti yang kita konsepkan dan pikirkan.

 

padahal yg kita pikirkan itu konsep bukan realitas seperti yang kita bayangkan.

 

Statement coeda bahwa pandangan ini beraasal dari awam atau buddha, hanyalah statement bunuh diri, mengunci pemikiran. Itu logika dilemma. Dilemma adalah bentuk kebodohan dan terkondisi olehnya.

 

Apa yg kita pahami adalah memang diajarkan buddha demikian. Anda hanya butuh perspektif  yang tepat. Kalau tidak bisa diajarkan karena kita terpenjara, untuk apa buddha mengajarkan dhamma??

 

Karena itu dhamma adalah rakit, bukan kebenaran.

 

Lepaskanlah pandangan coeda yg mengunci pengembangan diri coeda tersebut. Karena tiada bermanfaat bagi pengembangan spiritual anda


By refutation of the false, not by acquiring the truth, is the revelation of the TRUTH


#8 djoe

djoe

    Legenda WDC

  • Moderators
  • 229
  • 4,797 posts
  • 44 thanks

Posted 29 March 2016 - 08:27 AM

 

Dukkha muncul dari kebodohan. Seperti air dan basah. Air adalah kebodohan dan dukkha adalah basah. Setiap ada air pasti ada basah, demikian juga kebodohan mengkondisikan basah.

 

Dan dalam konteks ini kedua istilah dapat dipergunakan satu sama lain. 

 

Kebodohan adalah realitas + delusif. Ini adalah realitas sehari hari yg diterima apa adanya oleh awam sebagai realitas apa adanya dan meresponnya demikian

 
selama kita belum menghilangkan penyebab dukkha, maka kita akan senantiasa diliputi dukkha.
 
jadi pembahasn disini adalah tentang bentuk sejati dukkha, bukan dalam konteks yg anda bahas. Jadi beda pembahasan dan konteknya coeda.
 
Syarat pembebasan adalah penembusan bentuk sejati fenomena. Pembahasan disini dalam konteks penyelidikan bentuk sejati dari dukkha.
 
 
Dan bukan dalam bentuk pemahaman dukkha seperti yang coeda pahami dan kemudian komentari dan respon diatas. Dan paham yg dukkha respon dan komentar juga adalah pemahaman dukkha sebagai nihil. Karena itu anda meresponnya demikian. Karena dgn mengatakan dukkha ilusi, coeda memahami sebagai dukkha sama sekali tiada. Itu nihil. Pemahaman dukkha ilusi bukan seperti itu.. Coeda harus bisa melihat perspektif yg tepat dari statement dukkha itu konsep/ilusif baru bisa memahami apa yg sedang dibahas
 

 

 

Dengan memahami ini, maka seseorang akan memahami dukkha, sebab dukkha.

 

Dengan memahami sebab dukkha, maka dukkha dapat dihilangkan.

 

Jadi sebelum terbebaskan dari dukkha, kita harus memahami apa itu dukkha, menyelidikinya, sebab kemunculannya??? Bukan menerima saja dukkha itu apa adanya seperti yg dipikirkan dan dicerap dgn cara awam, cara keseharian kita mencerap realitas.


  • The Legend likes this

By refutation of the false, not by acquiring the truth, is the revelation of the TRUTH


#9 maniaks

maniaks

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 16
  • 139 posts
  • 4 thanks

Posted 29 March 2016 - 02:11 PM

@maniak

Konsep adalah abstraksi dari pikiran kita atas segala hal ada.

Namun...,

harus kita sadari konsep bukan dunia yang sebenarnya.

 

Ingin bahagia!!

lepaskanlah yang namanya konsep.

 

Yang saya tulis diatas itu pun juga konsep.

 

 

 

Semoga semua makluk berbahagia

 

@ Gan Hariyono,

 

Saya ingin bahagia,  Bagaimanakah cara melenyapkan konsep ?

 

Terima kasih


  • kasina likes this

#10 maniaks

maniaks

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 16
  • 139 posts
  • 4 thanks

Posted 29 March 2016 - 02:18 PM

Semakin saya banyak baca ulasan dan pembahasan mengenai topik Dukkha, jadi tambah bingung. Begitu banyak argumentasi, konsep dan pemahaman yang tumpang tindih. Kalau saya boleh bertanya :

 

1. Apakah ada bukti nyata mengenai keberadaan dukkha didunia ini ?

 

2. Darimana kah asal muasal dukkha ?

 

3. Bagaimana kah cara melenyapkan dukkha berdasarkan bukti pertanyaan no. 1.

 

mohon bantuan nya untuk berbagi dan melenyapkan ketidak-tahuan bathin (moha)

 

terima kasih


  • kasina likes this

#11 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 29 March 2016 - 04:24 PM

Semakin saya banyak baca ulasan dan pembahasan mengenai topik Dukkha, jadi tambah bingung. Begitu banyak argumentasi, konsep dan pemahaman yang tumpang tindih. Kalau saya boleh bertanya :
 
1. Apakah ada bukti nyata mengenai keberadaan dukkha didunia ini ?
 
2. Darimana kah asal muasal dukkha ?
 
3. Bagaimana kah cara melenyapkan dukkha berdasarkan bukti pertanyaan no. 1.
 
mohon bantuan nya untuk berbagi dan melenyapkan ketidak-tahuan bathin (moha)
 
terima kasih


Ha..ha.. bro maniaks..., pertanyaan mudah untuk dijawab. Tapi sukar dilaksanakan. Belum tentu juga mengerti rasa dari jawaban benarnya.
Coba coeda lempar dulu ke yang lain untuk menjawabnya. Jangan-jangan jika coeda duluan menjawab, yang lain malah menikmati sebatas mengomentari saja. Sebaiknya yang mau mengomentari silakan beri jawaban dulu.... biar satu sama, yaitu sama-sama memberi jawaban. Bukan mengomentari tetapi tidak memberi jawaban.
Dijamin oleh coeda, coeda tidak mengomentari jawaban. Coeda hanya memberi jawaban coeda.

Salam, coeda.
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#12 djoe

djoe

    Legenda WDC

  • Moderators
  • 229
  • 4,797 posts
  • 44 thanks

Posted 29 March 2016 - 08:20 PM

Wah coeda curang. Dah ngelak duluan lempar bola panas

By refutation of the false, not by acquiring the truth, is the revelation of the TRUTH


#13 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,703 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 29 March 2016 - 10:15 PM

Semakin saya banyak baca ulasan dan pembahasan mengenai topik Dukkha, jadi tambah bingung. Begitu banyak argumentasi, konsep dan pemahaman yang tumpang tindih. Kalau saya boleh bertanya :

 

1. Apakah ada bukti nyata mengenai keberadaan dukkha didunia ini ?

 

2. Darimana kah asal muasal dukkha ?

 

3. Bagaimana kah cara melenyapkan dukkha berdasarkan bukti pertanyaan no. 1.

 

mohon bantuan nya untuk berbagi dan melenyapkan ketidak-tahuan bathin (moha)

 

terima kasih

 

Gan @maniaks tidak perlu bingung dengan ulasan atau argumen, yang paling utama bagaimana bisa meningkatkan prajna. Ulasan hanyalah salah satu acuan untuk melihat inti permasalahan, karena yang menyelami kebenaran adalah diri sendiri.
 

1. Kalau mau bukti ada dukkha atau tidak, bisa cek ke diri sendiri dulu, semisal kalau kehilangan sesuatu yang berharga, merasa sedih atau tidak ? JIka menemui hal hal yang tidak menyenangkan, merasakan marah / benci atau tidak ?

 

2. Asal usul dukkha bermula dari cara pandang yang salah (tidak bisa membedakan realita dengan ilusi) yang disebut dengan Avijja,

 

3. Sang Buddha mengajarkan Sila, Samadhi dan Prajna sebagai jalan melenyapkan dukkha.


  • djoe likes this

Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#14 maniaks

maniaks

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 16
  • 139 posts
  • 4 thanks

Posted 30 March 2016 - 03:23 PM

Gan @maniaks tidak perlu bingung dengan ulasan atau argumen, yang paling utama bagaimana bisa meningkatkan prajna. Ulasan hanyalah salah satu acuan untuk melihat inti permasalahan, karena yang menyelami kebenaran adalah diri sendiri.
 

1. Kalau mau bukti ada dukkha atau tidak, bisa cek ke diri sendiri dulu, semisal kalau kehilangan sesuatu yang berharga, merasa sedih atau tidak ? JIka menemui hal hal yang tidak menyenangkan, merasakan marah / benci atau tidak ?

 

2. Asal usul dukkha bermula dari cara pandang yang salah (tidak bisa membedakan realita dengan ilusi) yang disebut dengan Avijja,

 

3. Sang Buddha mengajarkan Sila, Samadhi dan Prajna sebagai jalan melenyapkan dukkha.

 

Terima kasih gan @legend sudah membantu menjelaskan. Saya mau mencoba mempersamakan pemahaman :

 

1. Jadi selama kita tidak merasa sedih, tidak merasa marah / benci maka itu bukanlah Dukkha ?

 

2. Berarti Avijja itu solusi nya adalah dengan menjadi orang realistis ?

 

3. Jadi dengan bersila baik, menguasai samadhi, dan memiliki prajna maka dukkha akan lenyap ?

 

Lalu untuk apakah Jalan mulia berunsur delapan ?

 

Semoga diskusi ini bermanfaat untuk kita dan orang lain.

 

Terima kasih


  • kasina likes this

Thanked by 1 Member:
kasina

#15 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 30 March 2016 - 06:44 PM

Bro maniaks sudah membuat charflownya.....
Coeda jadi pindah kesana memberi komentarnya...he3x...
http://www.wihara.co...view=getnewpost
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#16 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,703 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 30 March 2016 - 08:31 PM

Terima kasih gan @legend sudah membantu menjelaskan. Saya mau mencoba mempersamakan pemahaman :

 

1. Jadi selama kita tidak merasa sedih, tidak merasa marah / benci maka itu bukanlah Dukkha ?

 

2. Berarti Avijja itu solusi nya adalah dengan menjadi orang realistis ?

 

3. Jadi dengan bersila baik, menguasai samadhi, dan memiliki prajna maka dukkha akan lenyap ?

 

Lalu untuk apakah Jalan mulia berunsur delapan ?

 

Semoga diskusi ini bermanfaat untuk kita dan orang lain.

 

Terima kasih

 

1. sedih, marah / benci merupakan respon dari dukkha.

Tidak sedih, tidak marah / benci tidak identik dengan lenyap dukkha. Tetapi lenyap dukkha sudah pasti identik dengan tidak sedih, tidak marah / benci

 

2. Maksud dari realistis itu apa ?

 

3. Sila, samadhi, dan prajna adalah metode ibarat rakit untuk menyeberang

 

Jalan mulia berunsur delapan adalah aplikasi dari sila, samadhi dan prajna

 

Ucapan Benar (sammä-väcä), Perbuatan Benar (sammä-kammanta), Penghidupan Benar (sammä-ajiva) ini adalah kelompok sila

 

Daya-upaya Benar (sammä-väyäma), Perhatian Benar (sammä-sati), Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) ini adalah kelompok samadhi

 

Pengertian Benar (sammä-ditthi), Pikiran Benar (sammä-sankappa) ini adalah kelompok prajna


Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#17 maniaks

maniaks

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 16
  • 139 posts
  • 4 thanks

Posted 31 March 2016 - 12:36 AM

1. sedih, marah / benci merupakan respon dari dukkha.

Tidak sedih, tidak marah / benci tidak identik dengan lenyap dukkha. Tetapi lenyap dukkha sudah pasti identik dengan tidak sedih, tidak marah / benci

 

2. Maksud dari realistis itu apa ?

 

3. Sila, samadhi, dan prajna adalah metode ibarat rakit untuk menyeberang

 

Jalan mulia berunsur delapan adalah aplikasi dari sila, samadhi dan prajna

 

Ucapan Benar (sammä-väcä), Perbuatan Benar (sammä-kammanta), Penghidupan Benar (sammä-ajiva) ini adalah kelompok sila

 

Daya-upaya Benar (sammä-väyäma), Perhatian Benar (sammä-sati), Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) ini adalah kelompok samadhi

 

Pengertian Benar (sammä-ditthi), Pikiran Benar (sammä-sankappa) ini adalah kelompok prajna

 

Saya mau mencoba melanjutkan diskusi ini, dengan mencoba untuk mendapatkan pemahaman yang sama dengan gan Legend. mohon dibantu : 

 

1. Berarti dukkha itu adalah ?

 

2. realistis adalah orang yang dapat membedakan realita dengan ilusi.

karena dari pernyataan :  Asal usul dukkha bermula dari cara pandang yang salah (tidak bisa membedakan realita dengan ilusi) yang disebut dengan Avijja,

jadi untuk menghilangkan asal usul dukkha cukup dapat membedakan realita dengan ilusi ?

 

3. Berarti maksud anda sila, samadhi, dan panna adalah metode dari sebuah aplikasi jalan bermulia berunsur delapan untuk melenyapkan Dukkha ?

 

terima kasih.


  • kasina likes this

Thanked by 1 Member:
kasina

#18 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,703 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 31 March 2016 - 10:28 AM

Saya mau mencoba melanjutkan diskusi ini, dengan mencoba untuk mendapatkan pemahaman yang sama dengan gan Legend. mohon dibantu : 

 

1. Berarti dukkha itu adalah ?

 

2. realistis adalah orang yang dapat membedakan realita dengan ilusi.

karena dari pernyataan :  Asal usul dukkha bermula dari cara pandang yang salah (tidak bisa membedakan realita dengan ilusi) yang disebut dengan Avijja,

jadi untuk menghilangkan asal usul dukkha cukup dapat membedakan realita dengan ilusi ?

 

3. Berarti maksud anda sila, samadhi, dan panna adalah metode dari sebuah aplikasi jalan bermulia berunsur delapan untuk melenyapkan Dukkha ?

 

terima kasih.

 

1. Dukkha adalah pancakhanda yang mengalami delusi

 

2. Realistis adalah proyeksi menuju pembebasan dukkha,  dimana untuk menemukan akar permasalahan dukkha.

 

3. benar.


Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#19 kasina

kasina

    Anggota tetap

  • Members
  • 7
  • 389 posts
  • 6 thanks

Posted 31 March 2016 - 11:59 AM

Pancakhanda itulah delusi, delusi yg mengalami delusi = delusi kuadrat

#20 kasina

kasina

    Anggota tetap

  • Members
  • 7
  • 389 posts
  • 6 thanks

Posted 31 March 2016 - 12:08 PM

Melihat Realitas bagi siapa yg menggemari pancakhanda, hanya menyepakati sejauh realitas dengan delusinya, bukan kesunyataan(realitas kenyataan apa adanya).

Kesepakatan realitas adalah tanda2 kegemaran panchakanda, yg begini ini penuh delusi .





Also tagged with one or more of these keywords: dukkha, sunyata, jhana, meditasi, kosong, BUDDHA, zen, awam, duniawi, makhluk

0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close