Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

coeda - penjelasan coeda tentang kenyataan kebenaran topik ' dukkha itu konsep.'

dukkha sunyata jhana meditasi kosong BUDDHA zen awam duniawi makhluk

  • Please log in to reply
54 replies to this topic

#41 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 03 April 2016 - 02:30 PM

haha. anda bagus juga pemikiran anda. 

 

 

tapi saya tidak lelah. saya hanya ingin menyampaikan secara lugas dan sedikit sindiran. jika itu motivasi anda. kapan anda akan seperti beliau ?

 

dalam sejarah selama 2500 tahun , siapa yang tercatat telah seperti beliau ? 

 

ini yang membuat anda patut dikasihani , karena anda berharap pada yang tidak ada.

 

alasan anda pasti lebih dari itu. anda hanya tidak menyadari itu. anda tidak akan mengkultus individu sebagai motivasi. anda renungkan kembali.

 

Tidak ada versi arieosho atau tidak ada apanya ?

 

Kalau anda mau jujur banyak sekali orang yang berhasil setelah Sang Buddha Gautama contoh Sariputta, Moggalana, Mahakassapa, dan masih banyak tokoh tokoh yang terkenal lainnya seperti Padmasambhava, Tilopa, Naropa, Milarepa, Bodhidharma, Huineng, dll

 

 


Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#42 arieosho

arieosho

    Fenomena WDC

  • Members
  • 289
  • 6,099 posts
  • 43 thanks

Posted 03 April 2016 - 02:59 PM

Tidak ada versi arieosho atau tidak ada apanya ?

 

Kalau anda mau jujur banyak sekali orang yang berhasil setelah Sang Buddha Gautama contoh Sariputta, Moggalana, Mahakassapa, dan masih banyak tokoh tokoh yang terkenal lainnya seperti Padmasambhava, Tilopa, Naropa, Milarepa, Bodhidharma, Huineng, dll

bagaimana  legend tahu mereka itu sudah seperti Sang Buddha ? 

 

jangan jangan , Legend hanya menduga duga. 

 

.

 

 

dalam sejarah selama 2500 tahun , siapa yang tercatat telah seperti beliau ? 

  • kasina likes this
Semua yang terjadi dan akan terjadi adalah berhubungan dengan KARMA. Apakah anda akan mencapai pencerahan agung sekarang atau di kelahiran yang akan datang ? Kejadian itu berhubungan dengan KARMA Baik anda. Maka mulailah dengan lHati Nurani agar semua pikiran dan tindakan anda menghasilkan KARMA baik. Jika KARMA baik anda telah memenuhi target , jalan akan terbuka. anda akan menemukan kebenaran apapun yang anda perlu sesuai dengan KARMA baik anda.. Hati Nurani.

#43 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 03 April 2016 - 03:06 PM

bagaimana  legend tahu mereka itu sudah seperti Sang Buddha ? 

 

jangan jangan , Legend hanya menduga duga. 

 

.

 

Saya tidak menduga duga sama sekali,

Dengan jelas mereka baik Sariputta, Mogalana dan Mahakassapa sudah diakui pencapaiannya oleh Sang Buddha...

 

Apa anda mau menyangkal kejadian hal itu ?

 

Kalau anda tidak mengakui hal tersebut tidak ada yang memaksa anda untu mempercayainya....


Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#44 maniaks

maniaks

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 16
  • 139 posts
  • 4 thanks

Posted 03 April 2016 - 04:13 PM

haha. anda bagus juga pemikiran anda. 

 

 

tapi saya tidak lelah. saya hanya ingin menyampaikan secara lugas dan sedikit sindiran. jika itu motivasi anda. kapan anda akan seperti beliau ?

 

dalam sejarah selama 2500 tahun , siapa yang tercatat telah seperti beliau ? 

 

ini yang membuat anda patut dikasihani , karena anda berharap pada yang tidak ada.

 

alasan anda pasti lebih dari itu. anda hanya tidak menyadari itu. anda tidak akan mengkultus individu sebagai motivasi. anda renungkan kembali.

 

Kita tidak perlu menjadi seperti beliau, yang kita perlukan untuk mengalami kemajuan dalam spiritual hanyalah mempelajari dharma dan mencintai diri kita seperti ibu yang mencintai anak kandungnya.

 

Selama masih ada keinginan untuk mengubah diri menjadi yg lebih baik. maka kita tidak akan mengalami kemajuan. termasuk dalam meditasi.

 

kalau menurut anda menjadi Sama-sambudha tentu tidak mungkin ada. tetapi kalau memiliki pemahaman dharma yang serupa tentu banyak sekali.

 

Kutipan dari seorang bijak :

 

"Pengetahuan akan dharma lebih baik dari semua kekuatan ghaib"

 

 

Dharma itu simple, tetapi pengetahuan kita sebelumnya yang membuatnya menjadi kompleks

 

Pemikiran - persepsi - pandangan 



#45 arieosho

arieosho

    Fenomena WDC

  • Members
  • 289
  • 6,099 posts
  • 43 thanks

Posted 03 April 2016 - 04:35 PM

Saya tidak menduga duga sama sekali,
Dengan jelas mereka baik Sariputta, Mogalana dan Mahakassapa sudah diakui pencapaiannya oleh Sang Buddha...

Apa anda mau menyangkal kejadian hal itu ?

Kalau anda tidak mengakui hal tersebut tidak ada yang memaksa anda untu mempercayainya....


Anda benar . Maka anda boleh berharap .
.

.
Rekan @ maniaks akhirnya sadar. Bahwa mengharapkan yang '' tidak ada '' . Awalnya , @ maniaks ingin seperti beliau , Sang Buddha. Sekarang , @ maniaks telah ubah haluan. Dia melihat kebenaran dari apa yang saya katakan. Tidak lagi mengkultus individu sebagai motivasi.

.

.
Semua yang terjadi dan akan terjadi adalah berhubungan dengan KARMA. Apakah anda akan mencapai pencerahan agung sekarang atau di kelahiran yang akan datang ? Kejadian itu berhubungan dengan KARMA Baik anda. Maka mulailah dengan lHati Nurani agar semua pikiran dan tindakan anda menghasilkan KARMA baik. Jika KARMA baik anda telah memenuhi target , jalan akan terbuka. anda akan menemukan kebenaran apapun yang anda perlu sesuai dengan KARMA baik anda.. Hati Nurani.

#46 arieosho

arieosho

    Fenomena WDC

  • Members
  • 289
  • 6,099 posts
  • 43 thanks

Posted 03 April 2016 - 04:39 PM

Jangan-lah sering sering pakai kutipan orang bijak. Mereka , orang bijak tidak tahu apa yang mereka katakan , dan perkataan nya mempengaruhi pikiran umat awam yang tidak tahu apa apa. Membuat kerangkeng mengurung pikiran umat awam.

.
Semua yang terjadi dan akan terjadi adalah berhubungan dengan KARMA. Apakah anda akan mencapai pencerahan agung sekarang atau di kelahiran yang akan datang ? Kejadian itu berhubungan dengan KARMA Baik anda. Maka mulailah dengan lHati Nurani agar semua pikiran dan tindakan anda menghasilkan KARMA baik. Jika KARMA baik anda telah memenuhi target , jalan akan terbuka. anda akan menemukan kebenaran apapun yang anda perlu sesuai dengan KARMA baik anda.. Hati Nurani.

#47 maniaks

maniaks

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 16
  • 139 posts
  • 4 thanks

Posted 03 April 2016 - 04:41 PM

Anda benar . Maka anda boleh berharap .
.

.
Rekan @ maniaks akhirnya sadar. Bahwa mengharapkan yang '' tidak ada '' . Awalnya , @ maniaks ingin seperti beliau , Sang Buddha. Sekarang , @ maniaks telah ubah haluan. Dia melihat kebenaran dari apa yang saya katakan. Tidak lagi mengkultus individu sebagai motivasi.

.

.

 

iya, gan @ arieosho anda telah menyadarkan saya. terima kasih

 

berdasarkan pengalaman saya dalam hal ini, kita harus bersedia menanggalkan baju yang kita pakai saat ini apabila kita menemukan baju yang lebih baik.

 

 

Terima kasih



#48 maniaks

maniaks

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 16
  • 139 posts
  • 4 thanks

Posted 03 April 2016 - 04:43 PM

Jangan-lah sering sering pakai kutipan orang bijak. Mereka , orang bijak tidak tahu apa yang mereka katakan , dan perkataan nya mempengaruhi pikiran umat awam yang tidak tahu apa apa. Membuat kerangkeng mengurung pikiran umat awam.

.

 

engga sering kok gan @ arieosho , kalau sesuai aja baru saya pakai ^_^

 

terima kasih



#49 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 03 April 2016 - 06:22 PM

Anda benar . Maka anda boleh berharap .
.

.
Rekan @ maniaks akhirnya sadar. Bahwa mengharapkan yang '' tidak ada '' . Awalnya , @ maniaks ingin seperti beliau , Sang Buddha. Sekarang , @ maniaks telah ubah haluan. Dia melihat kebenaran dari apa yang saya katakan. Tidak lagi mengkultus individu sebagai motivasi.


.

 

Hal itu adalah pilihan, jadi sah sah saja Maniaks tidak berharap seperti Sang Buddha. Tetapi tidak setiap orang akan melakukan hal yang sama, kembali ke personal masing masing.

 

Tidak tepat dikatakan sebagai pengkultusan, sebuah motivasi berbeda dengan pengkultusan.

Motivasi / inspirasi dibutuhkan diawal perjalanan spiritual...

 

Seseorang tidak bisa menjadi orang lain, yang bisa dia lakukan hanyalah menjadi dirinya sendiri...
 


Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#50 arieosho

arieosho

    Fenomena WDC

  • Members
  • 289
  • 6,099 posts
  • 43 thanks

Posted 03 April 2016 - 07:29 PM

Hal itu adalah pilihan, jadi sah sah saja Maniaks tidak berharap seperti Sang Buddha. Tetapi tidak setiap orang akan melakukan hal yang sama, kembali ke personal masing masing.

 

Tidak tepat dikatakan sebagai pengkultusan, sebuah motivasi berbeda dengan pengkultusan.

Motivasi / inspirasi dibutuhkan diawal perjalanan spiritual...

 

Seseorang tidak bisa menjadi orang lain, yang bisa dia lakukan hanyalah menjadi dirinya sendiri...
 

akhirnya , anda mengatakan yang benar. 


Semua yang terjadi dan akan terjadi adalah berhubungan dengan KARMA. Apakah anda akan mencapai pencerahan agung sekarang atau di kelahiran yang akan datang ? Kejadian itu berhubungan dengan KARMA Baik anda. Maka mulailah dengan lHati Nurani agar semua pikiran dan tindakan anda menghasilkan KARMA baik. Jika KARMA baik anda telah memenuhi target , jalan akan terbuka. anda akan menemukan kebenaran apapun yang anda perlu sesuai dengan KARMA baik anda.. Hati Nurani.

#51 djoe

djoe

    Legenda WDC

  • Moderators
  • 229
  • 4,797 posts
  • 44 thanks

Posted 03 April 2016 - 08:35 PM

akhirnya , anda mengatakan yang benar.


Benar.. akhirnya anda berbuat yg benar

By refutation of the false, not by acquiring the truth, is the revelation of the TRUTH


#52 danny1878

danny1878

    Baru Bergabung

  • Members
  • 147
  • 411 posts
  • 88 thanks

Posted 04 April 2016 - 02:36 AM

-

Ini sebabnya debat teori tidak pernah bermanfaat. Lebih baik ke arah ehi passiko contohnya dalam praktek praktek spt meditasi, mantra, pendalaman dhamma. Itupun harus ada indikasi/patokan keberhasilan dan manfaatnya (bukan untuk dipertontonkan melainkan untuk patokan pribadi)
 
Debat teori memang menguntungkan tapi hanya untuk dibaca, mengenali diri dan lawan bicara dari sisi persepsi cara melihat. Ada yg pintar disisi kiri tapi lemah disisi kanan. Ada yg suka sisi kiri malah jadi anti sisi kanan. Yang pada akhirnya cuma menghasilkan rasa "saya yakin saya paling benar". Yang ujung2nya menghasilkan "tuhan saya lah yang paling benar", itulah yg terjadi di timur tengah, perang tanpa ada akhirnya. Yang rugi ialah diri sendiri dalam hal ini manusianya juga.
 
Hal2 debat teori spt inilah yang dimanfaatkan oleh oknum2 agama lain untuk memecah belah.
 
Kalau saya lebih suka dengan pendekatan melihat kedalam, terserah kepercayaan orang lain itu apa. Contoh sewaktu saya masuk kristen, dilarang untuk mempertanyakan kebenaran sedangkan jelas jelas sudah terbukti bahwa bumi itu bukanlah pusat alam semesta. Bumi saja masih mengitari pusat lainnya yaitu matahari. Selalu dijawab dengan jangan mempertanyakan kehebatan tuhan, soalnya kita cuma manusia biasa. Kalau bandel ujung ujungnya yah permusuhan. Tapi dilain sisi, adapula saat dimana kita harus menerima dulu tanpa mempersoalkannya. Contoh bumi itu bulat, yg melihat dari bulan, pasti tahunya bumi itu bulat, sedangkan apakah bumi itu benar benar bulat? kan gak juga.
 
Kuat di teori tanpa patokan keberhasilan ibarat jalan ditempat. Kesana kagak, kesini juga enggak. Kalau ditanya apakah efek dari mantra, mungkin gak tau. Kenapa tidak digali semuanya itu, kan semuanya itu ada di dalam agama Buddha. Kalau agama lain mungkin cuma disuruh yakin aja tanpa harus tahu efeknya apa. Justru karena di agama Buddha, semuanya itu bisa di eksplorasi. Saya sendiri waktu bergabung dengan forum ini bingung dengan keberadaan roh halus karena bertentangan dgn konsep anatta, tapi malah berpindah ke konsep anatta tsb tanpa menghilangkan atta. Ada bbrp tipe yg saya lihat yg berkaitan dengan keseimbangan spt didalam brahmajala. Yang percaya x itu salah, yg tidak percaya x juga salah. Ada yg cuma tahu x, makanya mati matian cuma percaya x dimana menurut brahmajala itu adalah salah, demikian juga sebaliknya. Ada juga yg mementingkan keseimbangan, dimana seseorang mendalami kulit a dan kulit b. Tapi itu cuma sebatas kulit. Yang benar2 mengerti keseimbangan ialah mempelajari secara mendalam atta dan anatta tanpa menghilangkan kedua duanya dan tidak cuma sebatas kulitnya saja.
 
Inti pemikiran saya : praktekan meditasi, mantra, prajna, dhamma (maaf Buddhistnya masih setingkat anak sd, mungkin ada nama2 lainnya) dengan mencari manfaat dan mencari patokan keberhasilan daripada debat kusir. Yang kalau ditanya manfaatnya apa? jawabannya gak tahu juga. Yang sudah mengerti justru gak sempet main2 di forum, karena sibuk meditasi dsbnya. Jadi jgn kecewa kalau ketemu forum yg sepi, ada 2 indikasi, 1. memang sepi atau 2. semuanya lagi meditasi wkwkwkw.
 
Memang argumen yg paling gampang untuk memenangkan teori yaitu "memangnya kamu sudah tercerahkan, memangnya kamua sudah ke nirvana?" sama seperti "berapa banyak yg kamu kenal sudah pernah kesurga dan balik lagi", "berapa banyak yg sudah diselamatkan tuhan?" --- wkwkwwk. Tapi kalau kita sendiri yg merasakan manfaat meditasi, pradja dsbnya dan bisa mencari patokan keberhasilan yg tidak bisa dijelaskan secara kata kata, bukankah itu sesuatu hasil pencapaian pribadi yg tak ternilai?
 
Yang percaya dan tidak percaya tahayul juga salah menurut brahmajala. Tapi kalau kenyataannya meditasi yg benar itu membuka hal2 yg tahayul, melihat masa depan meskipun cuma 30 menit kedepan, keuntungan fisik maupun materi, bukankah itu adalah patokan/ukuran? Dan ukuran tsb tidak dapat dipertontonkan/dimengerti oleh semua orang karena cuma segelintir yang berhasil, berjodoh, berkeinginan kuat yang bisa mengerti. Semua orang bisa jago matematik, komputer, ekonomi, jago debat kusir dsbnya karena gampang dipelajari asal ada waktu, uang, otak dan kemauan.
 
Cuma iseng, menuang isi otak yang penuh dgn sampah wkwkwk

  • djoe likes this

#53 maniaks

maniaks

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 16
  • 139 posts
  • 4 thanks

Posted 04 April 2016 - 08:41 AM

Benar.. akhirnya anda berbuat yg benar

 

Akhirnya anda juga berbuat yang benar...



#54 djoe

djoe

    Legenda WDC

  • Moderators
  • 229
  • 4,797 posts
  • 44 thanks

Posted 04 April 2016 - 10:43 PM

Akhirnya anda juga berbuat yang benar...



Ibarat dalaam kisah zen org terakhir mentertawai murid murid lain dgn bangga dan berkata "hahaha, saya tidak berbicara tapi anda sekalian berbicara"


Begutulah delusif.

Semoga menyadari.

By refutation of the false, not by acquiring the truth, is the revelation of the TRUTH


#55 maniaks

maniaks

    Anggota Tetap WDC

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 16
  • 139 posts
  • 4 thanks

Posted 05 April 2016 - 03:37 PM

Ibarat dalaam kisah zen org terakhir mentertawai murid murid lain dgn bangga dan berkata "hahaha, saya tidak berbicara tapi anda sekalian berbicara"


Begutulah delusif.

Semoga menyadari.

 

Analogi yang bagus sekali, jadi ingat signature nya gan @ legend :

 

Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran... :D







Also tagged with one or more of these keywords: dukkha, sunyata, jhana, meditasi, kosong, BUDDHA, zen, awam, duniawi, makhluk

0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close