Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

coeda - adakah suatu keberadaan/keadaan/kualitas diluar atau yang bukan 'yang berkondisi'?

berkondisi zen kosong sunya anicca anatta kandha kendali harapan tidak kekal

  • Please log in to reply
49 replies to this topic

#1 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 10 April 2016 - 10:38 PM

[21:58 10/04/2016] Hendar: "Sabbe sankhara anicca`ti. Yada pannaya passati; atha nibbindati dukkhe. Esa maggo visuddhiya."
Segala sesuatu yang berkondisi adalah anicca. Apabila dengan kebijaksanaan orang dapat melihat hal ini; maka ia akan merasa jemu dengan penderitaan. Inilah Jalan yang membawa pada kesucian.
(Dhammapada 277)

"Sabbe sankhara dukkha`ti. Yada pannaya passati; atha nibbindati dukkhe. Esa maggo visuddhiya."
Segala sesuatu yang berkondisi adalah dukkha. Apabila dengan kebijaksanaan orang dapat melihat hal ini, maka ia akan merasa jemu dengan penderitaan. Inilah Jalan yang membawa pada kesucian.
(Dhammapada 278)

"Sabbe dhamma anatta`ti. Yada pannaya passati; atha nibbindati dukkhe. Esa maggo visuddhiya."
Segala dhamma (kebenaran) adalah anatta. Apabila dengan kebijaksanaan orang dapat melihat ini, maka ia akan merasa jemu dengan penderitaan. Inilah Jalan yang membawa pada kesucian.
(Dhammapada 279)

[21:59 10/04/2016] Hendar: Anattalakkhana Sutta; Samyutta Nikaya 22.59 {S 3.66}, Guru Buddha menjelaskan bahwa Rupa (jasmani), Vendana (perasaan), Sanna (pencerapan), Sankhara (pikiran) dan Vinnana (kesadaran) disebut sebagai Panca Khanda (lima kelompok kehidupan/kegemaran) yang semuanya bukanlah diri sejati. Jika Khanda itu merupakan diri sejati, maka tidak akan mengalami penderitaan, dan semua keinginan seseorang akan kandha-nya akan terpenuhi, ”Biarkan Kandha-ku seperti ini dan bukan seperti itu.”

Tetapi karena khanda tidak dapat dikendalikan sesuai dengan keinginan atau harapan seseorang, ” Biarkan Kandha-ku seperti ini dan bukan seperti itu”, dan juga mengalami penderitaan, maka dikatakan bahwa kandha bukanlah diri sejati.

[22:02 10/04/2016] Hendar: Kenyataan bahwa semua yang dijelaskan adalah tentang perwujudan yang berkondisi.
[22:10 10/04/2016] Hendar: Jika apa yang dijelaskan tentang ciri ketidak-kekalan, ketanpa-intian yang dari segala perwujudan dari kualitas yang berkondisi, seperti dijelaskan pada AnattalakkhananSutta di atas dimana dinyatakan dengan penjelasan oleh karena :
'Tetapi karena (panca) khanda tidak dapat dikendalikan sesuai dengan kenginan atau harapan seseorang, "Biarkan kandha ku seperti ini dan bukan seperti itu", dan juga mengalami penderitaan, maka (sehingga) dikatakan kandha bukanlah diri sejati.'
[22:15 10/04/2016] Hendar: Jika kita melihat semua penjelasan apa yang diungkapkan guru Buddha bahwa itu merujuk kepada (segala perwujudan) kualitas 'yang berkondisi', tentunya dengan penunjukan ini, guru Buddha bukan menerangkan untuk segala sesuatunya seperti yang disalah-kaprah dicerap dan diturun-ajarkan, diterima oleh umat.
[22:22 10/04/2016] Hendar: Jika yang dituju jelaskan oleh guru Buddha anicca anatta adalah sifat dari segala yang berkondisi, bukan semua secara global (ingat itu adalah kualitas yang berkondisi) segala sesuatunya.
Tentu saja dengan penggambaran (ada) kata 'segala yang berkondisi', ada sisi lain dari suatu keberadaan atau kualitas yang bukan 'yang berkondisi.'.
[22:23 10/04/2016] Hendar: Jika demikian ada suatu keberadaan/keadaan/kualitas diluar atau yang bukan 'yang berkondisi.'
[22:25 10/04/2016] Hendar: Coeda untuk bahan diskusi meminta tanggapan teman-teman atas pertanyaan coeda ini, adakah suatu keberadaan/keadaan/kualitas yang bukan atau diluar dari 'yang berkondisi tersebut'?
[22:26 10/04/2016] Hendar: Silahkan beri jawaban adakah atau tidak. Nanti coeda lanjutkan apakah jawabannya dengan penjelasannya.


Salam, coeda.
JESUS bless you. (The WAY,the TRUTH, and the LIFE. THE RESURRECTION AND LIFE)
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#2 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 81 thanks
  • LocationMalang

Posted 11 April 2016 - 11:20 AM

Jika demikian ada suatu keberadaan/keadaan/kualitas diluar atau yang bukan 'yang berkondisi.'

 

 

Pernyataan ini cocok dengan idiom "keluar mulut harimau masuk mulut buaya"

 

Keluar dari ilusi yang satu masuk ilusi yang lain, dalam hal ini ilusi "ide"

 

Sang Buddha mengenalkan "sunyata" karena kebanyakan orang masih melekat dengan "keberadaan"

 

Melekat terhadap "sunyata" sama buruknya dengan melekat "keberadaan"

 

Orang yang melekat dengan keberadan obatnya dengan sunyata

Orang yang melekat dengan sunyata obatnya dengan keberadaan

 

Sunyata dan keberadaan harus seimbang


Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#3 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 19 April 2016 - 01:54 PM

Tentu saja ada.
Jika tiada, malah guru Buddha merujuk bahwa tujuan pencarian guru Buddha dan titik tertinggi pencapaian guru Buddha adalLI seperti yang Beliau jelaskan pada Udanna VIII.

“ Atthi bhikkhave ajâtam abhûtam akatam asankhatam,
no ce tam bhikkhave abhavisam ajâtam abhûtam akatam asankhatam,
nayidha jâtassa bhûtassa katassa sankhatassa nissaranam paññâyetha.
Yasmâ ca kho bhikkhave atthi ajâtam abhûtam akatam asankhatam,
Tasmâ jâtassa bhûtassa sankhatassa nissaranam paññâya’ ti. “

“ Para bhikkhu, ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak. Para bhikkhu, bila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, dan pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, dan pemunculan dari sebab yang lalu. “

Jadi dari Sutta ini, jelas bahwa pencerapan pemahaman 'SEGALA SESUATU' annica dan anatta yang dipersepsikan umat secara umum telah tersangkali oleh ajaran guru Buddha sendiri.
Dan teori kekhayalan imaginasi/ilusi umat yang membijak-bijak-sanakan diri tentang 'KEKOSONGAN' adalah kata-kata kosong, kata-kata sia-sia, pemikiran kosong semata alias kekhayalan/imaginasi/ilusi sendiri.
Bahkan seolah-olah diri sudah merasa sebagai master zen dengan teori negasinya, atau para pengagum ajaran madayamikanya, padahal belum tentu memahaminya yang sebenarnya alias menurut persepsinya sendiri (mengagumi dirinya sendiri LOL..merasa sudah tercerahkah?...), Padahal jelas-jelas pada Sutta tersebut guru Buddha menunjuk, menyatakan adanya sesuatu yang demikian pada Sutta Udanna VIII tsb.

Nah sekarang yang jadi pertanyaan lanjutan adalah apakah NIBANNA itu?

Siapa yang dapat mengenal TUHAN YME, YANG MUTLAK, jika inisiatifnya dari manusia?
Tetapi IA sendiri yang berinisiatif, KEBENARAN-NYA, Firman-NYA telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Mari kita lanjutkan lagi diskusi memanas ini.....

Salam, coeda.
JESUS loves all.
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#4 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 46 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 19 April 2016 - 03:21 PM

Apa yg anda tulis....

perhatikan penjelasan sya :
1. Adakah keberadaan diluar yg berkondisi ?
Dijawab : ADA

Oke....stop dulu....anggap saya setuju

ADA


2. Lalu dilanjutkan.....jika ADA

Sy ulang point pentingnya "Jika ADA"
Apakah itu tuhan ?

● bukan tuhan
●ajaran buddha tidak mengenal sosok pencipta adikodrati (silahkan point ini dibantah)
●tunjukkan pada sya kutipan sutta yg merujuk pada penciptaan oleh mahkluk adikodrati

● Pemahaman anda salah....
Bukan umat memahami pencerapan segala sesuatu anicca dan anatta adalah kosong , padahal buddha sendiri menyangkalinya

Bukan gitu...anda salah persepsi
Ini penjelasannya :

1. Segala yg berkondisi anicca dan anatta....oke setuju ya ?

2. Mutlak dalam kutipan udana ...
●bukanlah kosong ...sekali lagi....bukan kosong
●keadaan mutlak dlm udana adalah pembeda yg berkondisi
● stop dan jangan digambarkan keadaan itu
●kasarannya....runtuhnya dependent origination adalah keadaan yg dimaksud udana itu

Kata kunci nya : runtuhnya dependent origination

Stop sampai sini dan penjelasan apapun untuk keadaan itu selanjutnya disebut delusi
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#5 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 46 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 19 April 2016 - 03:36 PM

Sya coba tunjukkan pada anda letak kesalahan argumentasi anda...

"Siapa yang dapat mengenal TUHAN YME, YANG MUTLAK, jika inisiatifnya dari manusia?
Tetapi IA sendiri yang berinisiatif, KEBENARAN-NYA, Firman-NYA telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran"

●Jika IA sendiri yg berinisiatif , mengapa ada perintah "jadikanlah semua bangsa muridKU ?"

berarti tuhan masih mengutus manusia umat untuk ...menjadikan semua bangsa muridku

●lhoooo tuhan saja tidak mampu bikin orang farisi percaya padaNya...
Katanya...
Katanya....

Ia sendiri yg berinisiatif
Mana buktinya ?
Ada 7 milyar an manusia di bumi sekarang
Kok pake suara anda ?
Tulisan anda ?
Usaha anda ?

Kok tuhan tidak berinisiatif muncul di forum ini
Geeetoooo lhoooo...

● oooooh manusia tidak bisa mengenal tuhan kecuali tuhan berinisiatif sendiri.

Lalu anda tunjukkan ini ..kata alkitab

Lha sy juga bisa tunjukkan ini kata Veda
Ini kata Tripitaka..
Ini kata Lu sheng yen
Ini kata eyang subur
Ini kata nenek saya

Sya cuma butuh...muncullah dihadapan saya dan nyatakan kebenaran itu tepat dihadapan saya

:)
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#6 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 19 April 2016 - 07:04 PM

Apa yg anda tulis....
perhatikan penjelasan sya :
1. Adakah keberadaan diluar yg berkondisi ?
Dijawab : ADA
Oke....stop dulu....anggap saya setuju
ADA
2. Lalu dilanjutkan.....jika ADA
Sy ulang point pentingnya "Jika ADA"
Apakah itu tuhan ?
● bukan tuhan
●ajaran buddha tidak mengenal sosok pencipta adikodrati (silahkan point ini dibantah)
●tunjukkan pada sya kutipan sutta yg merujuk pada penciptaan oleh mahkluk adikodrati
● Pemahaman anda salah....
Bukan umat memahami pencerapan segala sesuatu anicca dan anatta adalah kosong , padahal buddha sendiri menyangkalinya
Bukan gitu...anda salah persepsi
Ini penjelasannya :
1. Segala yg berkondisi anicca dan anatta....oke setuju ya ?
2. Mutlak dalam kutipan udana ...
●bukanlah kosong ...sekali lagi....bukan kosong
●keadaan mutlak dlm udana adalah pembeda yg berkondisi
● stop dan jangan digambarkan keadaan itu
●kasarannya....runtuhnya dependent origination adalah keadaan yg dimaksud udana itu
Kata kunci nya : runtuhnya dependent origination
Stop sampai sini dan penjelasan apapun untuk keadaan itu selanjutnya disebut delusi


No. 1 anda pastikan dulu ada atau tiada? Bukan jawabannya 'JIKA ADA.'
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#7 danny1878

danny1878

    Baru Bergabung

  • Members
  • 147
  • 412 posts
  • 88 thanks

Posted 19 April 2016 - 09:52 PM

-

Yang dianggap sbg tuhan tapi memiliki kemelekatan terhadap keduniawian seperti
1. Ego, harus menyembah Aku.
2. Kekuasaan - tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan Aku
3. Kecemburuan - Hanya Aku yang harus di sembah
4. Membunuh - Jangan biarkan siapapun yg masih bernafas untuk tetap hidup meskipun mereka adalah bayi ataupun perempuan, spt dlm kitab x waktu perang israel melawan 7 bangsa.
5. Syarat persembahan haruslah binatang spt kambing yang utuh buah pelirnya spt yg tertera dalam kitab x.
 
Sebenarnya lebih rendah daripada penghuni Loka loka surga, dimana yg mendiami loka2 tsb tempat kerajaan2 surga (Suddhavasa).
 
Kalau masih terkondisi, masih ingin disembah masih ingin dimuliakan, masih cemburu, apakah bisa dianggap sebagai yg mutlak, yang tidak terkena kondisi? apa bedanya antara manusia bodoh dengan yg haus kemuliaan, apalagi mengancam dengan kiamat yg sudah berkali kali salah. Karena tidak mengerti siklus kematian dan awal kelahiran.
 
Kalau meditasi aja gak pernah, bagaimana bias merasakan sesuatu yg kelihatannya tidak ada, boro boro yg mutlak, yg tidak mutlak aja tidak kelihatan karena pembutaan diri secara terus menerus.
 
Alami sendiri yg simple jgn yg mutlak dulu, kalau simple aja gak mengerti bgmn memahami yg tidak simple?


#8 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 20 April 2016 - 06:31 AM

Maaf yang di atas tersebut bicara ditujukan kepada sapa?
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#9 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 46 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 20 April 2016 - 07:57 AM

No. 1 anda pastikan dulu ada atau tiada? Bukan jawabannya 'JIKA ADA.'

Kalo niatan kita mempwlajari agama buddha
Kita mulai membaca sutta sutta dan kita cermati diantara sutta itu terdapat saling terkait.

Sudah saya jawab diatas ...

●runtuhnya dependent origination
●bukan kosong dan bukan ada
●bukan tuhan

Semoga jawaban bisa memuaskan ego anda :)
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#10 djoe

djoe

    Legenda WDC

  • Moderators
  • 229
  • 4,797 posts
  • 44 thanks

Posted 20 April 2016 - 08:07 AM

Untuk mencapai tak terkondisi maka lepaskanlah semua kemelekatan pada semua konsep terkondisi seperti ada atau tiada


Termasuk konsep tak terkondisi dan terkondisi

Membuktikan apapun itu semua termasuk pandangan tak terkondisi adalah terkondisi.


Bukan dgn memegang dan mempercayai tak terkondisi sebagai ada atau tiada coeda bisa melihat tak terkondisi.

Jika coeda mengatakan melihat tak terkondisi dan mendefinisikan ada maka itu juga terkondisi.

Jika tidak mengenal terkondisi di depan mata sendiri bagaimana bisa melampau terkondisi menuju tak terkondisi???

By refutation of the false, not by acquiring the truth, is the revelation of the TRUTH


#11 djoe

djoe

    Legenda WDC

  • Moderators
  • 229
  • 4,797 posts
  • 44 thanks

Posted 20 April 2016 - 08:09 AM

Jadi pada dasarnya semua konsep termasuk terkondisi dan tak terkondisi adalah terkondisi juga.

Kenalilah yg tak terkondisi, karena itu pintu dan jalan menuju kebenaran

By refutation of the false, not by acquiring the truth, is the revelation of the TRUTH


#12 djoe

djoe

    Legenda WDC

  • Moderators
  • 229
  • 4,797 posts
  • 44 thanks

Posted 20 April 2016 - 08:14 AM

Coeda jangan seperti orang yg memilah milah diantara barang rongsokan dan mengatakan ini duniawi ini yg melampaui duniawi karena apa yg coeda lakukan semua itu duniawi, terkondisi.


Duniawi dan non duniawi dalam buddishm beda dgn yg ada di agama coeda.

Dalam buddism cuma sekedar konsep saja

By refutation of the false, not by acquiring the truth, is the revelation of the TRUTH


#13 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 20 April 2016 - 08:29 AM

Kalo niatan kita mempwlajari agama buddha
Kita mulai membaca sutta sutta dan kita cermati diantara sutta itu terdapat saling terkait.
Sudah saya jawab diatas ...
●runtuhnya dependent origination
●bukan kosong dan bukan ada
●bukan tuhan
Semoga jawaban bisa memuaskan ego anda :)

Maaf pastikan dulu... ya atau tidak ada. Bukan 'jika ada.'
Jika tidak memastikan, anda hanya menyatakan pandangan pemikiranmu sendiri. Jangan berbicara 'ajaran Buddha.'
Paham??!!!!!

GOD bless you.
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#14 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 20 April 2016 - 08:33 AM

Untuk mencapai tak terkondisi maka lepaskanlah semua kemelekatan pada semua konsep terkondisi seperti ada atau tiada
Termasuk konsep tak terkondisi dan terkondisi
Membuktikan apapun itu semua termasuk pandangan tak terkondisi adalah terkondisi.
Bukan dgn memegang dan mempercayai tak terkondisi sebagai ada atau tiada coeda bisa melihat tak terkondisi.
Jika coeda mengatakan melihat tak terkondisi dan mendefinisikan ada maka itu juga terkondisi.

Vs

Jika tidak mengenal terkondisi di depan mata sendiri bagaimana bisa melampau terkondisi menuju tak terkondisi???



Maaf coeda mengomentari itu dulu, anda menulis apa, koq bertolak belakang...??!!!!!
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#15 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 20 April 2016 - 08:35 AM

Jadi pada dasarnya semua konsep termasuk terkondisi dan tak terkondisi adalah terkondisi juga.
Kenalilah yg tak terkondisi, karena itu pintu dan jalan menuju kebenaran


Coeda jangan seperti orang yg memilah milah diantara barang rongsokan dan mengatakan ini duniawi ini yg melampaui duniawi karena apa yg coeda lakukan semua itu duniawi, terkondisi.
Duniawi dan non duniawi dalam buddishm beda dgn yg ada di agama coeda.
Dalam buddism cuma sekedar konsep saja


Coeda belum menjelaskan, hanya mengomentari saja...,
Sekali lagi Maaf lagi, mengapa pernyataan anda saling bertolak belakang seperti orang kebelinger...??!!!
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#16 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 46 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 20 April 2016 - 10:48 AM

Maaf pastikan dulu... ya atau tidak ada. Bukan 'jika ada.'
Jika tidak memastikan, anda hanya menyatakan pandangan pemikiranmu sendiri. Jangan berbicara 'ajaran Buddha.'
Paham??!!!!!
GOD bless you.

Maaf pastikan dulu.....
Mau ngobrol ajaran kristen atau ajaran buddha ?

Jika tidak memastikan ,
Anda hanya menyatakan pandangan pemikiranmu sendiri,
Jangan pake "God bless you"
Paham ??!!!!!
Metta cittena
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#17 danny1878

danny1878

    Baru Bergabung

  • Members
  • 147
  • 412 posts
  • 88 thanks

Posted 20 April 2016 - 11:41 AM

@coed, pelajarilah Brahmajala, mudah mudahan tidak selalu dibutakan oleh iman.

 

Lebih baik ehi passiko, alami sendiri dengan praktek meditasi. Yang tidak ada baru bisa terlihat, kalau cuma di omong doank, hasilnya nihil.



#18 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 20 April 2016 - 06:09 PM

@coed, pelajarilah Brahmajala, mudah mudahan tidak selalu dibutakan oleh iman.
 
Lebih baik ehi passiko, alami sendiri dengan praktek meditasi. Yang tidak ada baru bisa terlihat, kalau cuma di omong doank, hasilnya nihil.


Maaf, bukankah di masa lalu awal kemunculanmu di WDC malah coeda yang menyarankanmu demikian?
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#19 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 20 April 2016 - 06:13 PM

Maaf pastikan dulu.....
Mau ngobrol ajaran kristen atau ajaran buddha ?
Jika tidak memastikan ,
Anda hanya menyatakan pandangan pemikiranmu sendiri,
Jangan pake "God bless you"
Paham ??!!!!!
Metta cittena


Maaf.., bukankah jelas coeda mengobrolkan ajaran guru Buddha dengan sutta/sutraNya....
Silahkan baca dari awal setiap topik tulisan coeda/apa yang coeda bahas.

Salam, coeda
JESUS loves you.
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#20 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 46 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 20 April 2016 - 08:38 PM

Maaf.., bukankah jelas coeda mengobrolkan ajaran guru Buddha dengan sutta/sutraNya....
Silahkan baca dari awal setiap topik tulisan coeda/apa yang coeda bahas.
Salam, coeda
JESUS loves you.


Kalo mau memahami Islam ....pelajari Quran
Kalo mau memahami Kristen.....pelajari Alkitab
Kalo mau memahami Buddha....pelajari Tripitaka

Jangan berdebat...pelajari sendiri dan temukan sendiri jawabanya

_/\_

English Section

      Buddhism Today 

Vietnamese Section

   

...... .... .. . .

Tipitaka » Sutta Pitaka » Khuddaka Nikaya » Context of the Udana

Udana

Exclamations

The Udana, the third book of the Khuddaka Nikaya, offers a rich collection of short suttas, each of which culminates in a short verse uttered by the Buddha. Altogether there are eighty suttas, arranged in eight vaggas, or chapters.Selected suttas from the Udana

Note: Unless otherwise indicated, these suttas were translated from the Pali by Thanissaro Bhikkhu. An anthology of Thanissaro Bhikkhu's sutta translations is also available in Microsoft Word 6 (Macintosh/Windows) format.

I. Bodhivagga -- The Chapter About Awakening

Bodhi Sutta (Ud I.1) -- Awakening (1) [Thanissaro Bhikkhu, tr.| John D. Ireland, tr.]
Bodhi Sutta (Ud I.2) -- Awakening (2) [Thanissaro Bhikkhu, tr.| John D. Ireland, tr.]
Bodhi Sutta (Ud I.3) -- Awakening (3) [Thanissaro Bhikkhu, tr.| John D. Ireland, tr.]
The Buddha contemplates dependent origination shortly after his Awakening.Kassapa Sutta (Ud I.6) -- About Maha Kassapa. Ven. Maha Kassapa chooses to go on his alsmround among the poor and indigent, rather than among the devas.Bahiya Sutta (Ud I.10) -- About Bahiya [Thanissaro Bhikkhu, tr. | John D. Ireland, tr.]. The ascetic Bahiya meets the Buddha, receives a brief teaching from him, and becomes an arahant.


II. Muccalindavagga -- The Chapter About Muccalinda

Muccalinda Sutta (Ud II.1) -- About Muccalinda/Mucalinda[Thanissaro Bhikkhu, tr. | John D. Ireland, tr.]. Muccalinda, king of the protective nagas, visits the Buddha.Raja Sutta (Ud II.2) -- Kings. The Buddha scolds a group of monks for chattering about politics.Danda Sutta (Ud II.3) -- The Stick. The Buddha sees a group of boys beating a snake with a stick.Sakkara Sutta (Ud II.4) -- Veneration. Ascetics from other sects become jealous of the support and respect offered to the Buddha.Upasaka Sutta (Ud II.5) -- The Lay Follower. A busy layperson finally pays a visit to the Buddha.Gabbhini Sutta (Ud II.6) -- The Pregnant Woman. A man becomes terribly ill after drinking oil to bring to his pregnant wife.Ekaputta Sutta (Ud II.7) -- The Only Son. The grieving friends and family of a lay-follower's deceased son pay a visit to the Buddha.Visakha Sutta (Ud II.9) -- To Visakha. Visakha the laywoman pays a visit to the Buddha.Bhaddiya Kaligodha Sutta (Ud II.10) -- About Bhaddiya Kaligodha [Thanissaro Bhikkhu, tr. | John D. Ireland, tr.]. A meditating monk proclaims the blissfulness of life as a forest recluse.


III. Nandavagga -- The Chapter About Nanda

Kamma Sutta (Ud III.1) -- Action [Thanissaro Bhikkhu, tr. |John D. Ireland, tr.]. A meditating monk endures the aches and pains of illness.Nanda Sutta (Ud III.2) -- About Nanda [Thanissaro Bhikkhu, tr. | John D. Ireland, tr.]. The Buddha ingeniously dissuades Nanda, his half-brother, from disrobing.Yasoja Sutta (Ud III.3) -- About Yasoja. A group of monks, suitably chastened by the Buddha for their raucous behavior, become arahants.Sariputta Sutta (Ud III.4) -- About Sariputta. The Buddha is inspired by the sight of Ven. Sariputta seated in meditation.Kolita Sutta (Ud III.5) -- About Kolita (Maha Moggallana). The Buddha is inspired by the sight of Ven. Maha Moggallana seated in meditation.Loka Sutta (Ud III.10) -- (Surveying) the World. Following his Awakening, the Buddha surveys the world with his mind's eye and sees a world full of ignorance, craving, and suffering.


IV. Meghiyavagga -- The Chapter About Meghiya

Meghiya Sutta (Ud IV.1) -- About Meghiya [Thanissaro Bhikkhu, tr. | John D. Ireland, tr.]. An over-eager monk is assailed by unskillful states of mind, and the Buddha reminds him of the importance of associating with admirable friends.Gopala Sutta (Ud IV.3) -- The Cowherd. A cowherd invites the monks to a meal at his home.Juñha Sutta (Ud IV.4) -- Moonlit. A cantankerous yakkhadecides to hit Ven. Sariputta over the head, and pays the price for his stupidity.Naga Sutta (Ud IV.5) -- The Bull Elephant [John D. Ireland, tr.]. The Buddha moves from a noisy, crowded part of the forest to a more secluded one.Pindola Sutta (Ud IV.6) -- About Pindola. The Buddha is inspired by the sight of Ven. Pindola seated in meditation.Sariputta Sutta (Ud IV.7) -- About Sariputta (1). The Buddha is inspired by the sight of Ven. Sariputta seated in meditation.Upasena Vangataputta Sutta (Ud IV.9) -- About Upasena Vangantaputta. The Buddha is inspired by the attainments of Ven. Upasena Vangataputta.Sariputta Sutta (Ud IV.10) -- About Sariputta (2). The Buddha is inspired by the sight of Ven. Sariputta seated in meditation.


V. Sonavagga -- The Chapter About Sona

Raja Sutta (Ud V.1) -- The King. Queen Mallika and King Pasenadi inquire of each other, "Is there anyone more dear to you than yourself?"Kutthi Sutta (Ud V.3) -- The Leper. The Buddha instructs a leper, who soon attains stream-entry.Kumaraka Sutta (Ud V.4) -- The Boys. The Buddha comes upon two boys catching fish, and speaks to them about physical pain.Uposatha Sutta (Ud V.5) -- The Observance [Thanissaro Bhikkhu, tr. | John D. Ireland, tr.]. The Buddha compares the wonderful qualities of the Dhamma to the qualities of the ocean.Revata Sutta (Ud V.7) -- About Revata. The Buddha is inspired by the sight of Ven. Revata seated in meditation.Saddayamana Sutta (Ud V.9) -- Uproar. The Buddha is inspired by a nearby group of boisterous youths.Panthaka Sutta (Ud V.10) -- About Cula Panthaka. The Buddha is inspired by the sight of Ven. Cula Panthaka seated in meditation.


VI. Jaccandhavagga -- Blind from Birth

Jatila Sutta (Ud VI.2) -- Ascetics. The Buddha explains to King Pasenadi how another's virtue, purity, endurance, and discernment may be known.Ahu Sutta (Ud VI.3) -- It Was. The Buddha reflects on the unskillful qualities he has abandoned and the skillful ones he has perfected.Tittha Sutta (Ud VI.4) -- Various Sectarians (1) [Thanissaro Bhikkhu, tr. | John D. Ireland, tr.]. The Buddha uses the famous simile of the blind men and the elephant to illustrate the futility of arguing about one's views and opinions.Tittha Sutta (Ud VI.5) -- Various Sectarians (2)
Tittha Sutta (Ud VI.6) -- Various Sectarians (3)
The Buddha is inspired upon hearing the heated arguments between various speculative philosophers.Ganika Sutta (Ud VI.8) -- The Courtesan. The Buddha is inspired by reports of deadly battles over the affections of a certain courtesan.Adhipataka Sutta (Ud VI.9) -- Insects. The Buddha is inspired by the sight of insects circling into a flame.


VII. Culavagga -- The Minor Chapter

Bhaddiya Sutta (Ud VII.1) -- About Bhaddiya the Dwarf (1). Ven. Sariputta helps guide Ven. Bhaddiya to the brink of arahantship.Bhaddiya Sutta (Ud VII.2) -- About Bhaddiya the Dwarf (2). Ven Sariputta, failing to see that Ven. Bhaddiya is now an arahant, continues instructing him.Kamesu Satta Sutta (Ud VII.3) -- Attached to Sensual Pleasures (1). The Buddha is inspired by the sight of laypeople deeply addicted to sensual pleasures.Kamesu Satta Sutta (Ud VII.4) -- Attached to Sensual Pleasures (2). The Buddha is inspired by the sight of laypeople deeply addicted to sensual pleasures.Tanhakhaya Sutta (Ud VII.6) -- The Ending of Craving. The Buddha is inspired by the sight of Ven. Añña Kondañña seated in meditation.Udapana Sutta (Ud VII.9) -- The Well [Thanissaro Bhikkhu, tr.| John D. Ireland, tr.]. In a rare display of his supernatural powers, the Buddha makes a point of Dhamma to Ven. Ananda.Udena Sutta (Ud VII.10) -- About King Udena. 500 women, all of whom had attained at least stream-entry, perish in a fire.


VIII. Pataligamiyavagga -- The Chapter About Patali Village

Nibbana Sutta (Ud VIII.1) -- Total Unbinding/Parinibbana (1)[Thanissaro Bhikkhu, tr. | John D. Ireland, tr.]
Nibbana Sutta (Ud VIII.2) -- Total Unbinding/Parinibbana (2)[Thanissaro Bhikkhu, tr. | John D. Ireland, tr.]
Nibbana Sutta (Ud VIII.3) -- Total Unbinding/Parinibbana (3)[Thanissaro Bhikkhu, tr. | John D. Ireland, tr.]
Nibbana Sutta (Ud VIII.4) -- Total Unbinding/Parinibbana (4)[Thanissaro Bhikkhu, tr. | John D. Ireland, tr.]
Four suttas in which the Buddha describes the nature of Nibbana.Visakha Sutta (Ud VIII.8) -- To Visakha. The laywoman Visakha, grieving over the death of a grandchild, receives a powerful teaching concerning clinging and death.Dabba Sutta (Ud VIII.9) -- About Dabba Mallaputta (1)
Dabba Sutta (Ud VIII.10) -- About Dabba Mallaputta (2)
The Buddha is inspired by Ven. Dabba Mallaputta's spectacular death and attainment of Parinibbana.

http://www.accesstoi...dana/index.html
Cetanaham bhikkhave kammam vadami





Also tagged with one or more of these keywords: berkondisi, zen, kosong, sunya, anicca, anatta, kandha, kendali, harapan, tidak kekal

0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close