Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

coeda - adakah suatu keberadaan/keadaan/kualitas diluar atau yang bukan 'yang berkondisi'?

berkondisi zen kosong sunya anicca anatta kandha kendali harapan tidak kekal

  • Please log in to reply
49 replies to this topic

#21 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 45 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 20 April 2016 - 08:44 PM

Pelajari sendiri...
Resap sendiri...
Alami sendiri....


Daripada sok pintar berdiskusi
_/\_


Salam ,
Maha guru cambuk spiritual
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#22 danny1878

danny1878

    Baru Bergabung

  • Members
  • 147
  • 411 posts
  • 88 thanks

Posted 20 April 2016 - 09:33 PM

Kalau yg mutlak itu bro coed anggap sebagai tuhan, jawabannya ada di Brahmajala. Kalau yg disebut mutlak itu bukan tuhan, jawabannya ada pada yg sudah mengetahui dalam hal ini sang Buddha berdasarkan praktek meditasi dan pencerahannya. Kenapa gak langsung diceritakan seperti buku dongeng, karena itu menimbulkan persepsi dan penyesatan. Seperti teman saya yg sangat religious, lagi cerita ttg pengalaman melihat hantu dan film Da Vinci code. Eh dia juga gak mau kalah, begitu ketemu client yg tampangnya agak aneh, dia bilang itu jelmaan setan berwujud manusia. Trus dia bilang saya tahu karena saya anak tuhan.

 
Ada 18 eternalistic beliefs ttg masa lalu di india jauh sebelum sang Buddha dilahirkan, yg pasti yesus belum lahir. Semuanya berasal dari 4 asal. (baca di brahmajala sutta).
 
Ada juga Semi-Eternalistic belief. Salah satunya dibawah ini :
- Seorang brahma yg mengaku sebagai yang maha kuasa, yg tercerahkan, Bapak dari segalanya, sang pencipta, tuhan dari semua mahluk. Karena ia telah ada lebih dahulu. Semua mahluk adalah ciptaannya. Mahluk mahluk lainpun menganggap karena dia lebih lama exist pastilah dia adalah the Lord, creator of all things.
 
Buddha's conclusion :
"The Tathagata knows these sixty-two views. He also knows the dhamma which surpasses them. Knowing that dhamma, he does not view it in the wrong way. Since he does not view it in the wrong way, he realizes by himself the extinction of defilements (i.e., greed, anger, and ignorance of the Four Ariya Truths).
 
Buddha finally concludes the exposition of these 'wrong' beliefs by stating that these (62) beliefs, if they are believed, will certainly cause agitations and cravings. It implies that the beliefs come to conclusion due to the inability to see the truth, as they are seized by craving (clinging), agitated by longing (feeling).
 
The Buddha further explains that the beliefs are originated from Contact (Phassa) as the cause. The contact is a phenomenon when the perception recognised an object beyond our Self. Then, from this brief (like lightning in the sky, Nagasena analogued in Milinda Panha) event, rise up feelings.
 
Buddha states that there are no possibilities of feeling without contact. Thus, according to the law of Twelve Related Chain of Cause and Effects (Pratitya-samutpada), the people who believe in one of many of these sixty-two beliefs, will end up in round cycle of sufferings; as they have not found the truth on the cease of sufferings.
 
Due to their faith, they will experience feelings as a result of repeated contact through the six sense bases. In them feeling gives rise to craving; craving gives rise to clinging; clinging gives rise to current existence (upapatti bhava) and the kammic causal process (kamma bhava); the kammic causal process gives rise to rebirth; and rebirth gives rise to ageing, death, grief, lamentation, pain, distress and despair.
 
Kesalahan Brahma tsb ialah karena ia tidak mengenal Dhamma, kalau dia mengerti Dhamma maka dia akan menyadari semua sifat2 serakah (saya pemilik semuanya), Kemarahan (yg tidak menyembahnya akan menimbulkan kemurkaanNya), merasa paling mengetahui padahal tidak mengetahui 4 kebenaran Ariya.
 
Semuanya timbul karena adanya Phassa (contact) makanya timbul persepsi sesat. Contact itu sendiri adalah persepsi mengenali sesuatu yg diluar diri (feeling). Tanpa contact tidak mungkin ada feeling/perasaan. Makanya orang yg mempercayai ke 62 beliefs ini akan berakhir dalam siklus penderitaan. Seperti dalam 12 siklus sebab akibat (Pratitya Samutpada).
 
Demikian juga dengan yg bro Coed sebut dgn yg mutlak, Kalau anda terjebak persepsi maka akan terbutakannya. Bagi seekor tikus untuk memiliki umur 6 tahun adalah kebahagiaan berumur panjang, bagi manusia yg berumur 100 thn adalah kebahagiaan berumur panjang, bagi kura2 yg berumur 200 thn adalah kebahagiaan berumur panjang, demikian seterusnya. Yang mana yg paling berbahagia berumur panjang?
 
Agama Buddha itu bukan agama berdasarkan cerita di buku, tapi lebih ke arah mengalami sendiri dalam praktek. Ingat sang Buddha tidak memaksa orang untuk percaya tapi untuk mengalami sendiri makanya perlu usaha, kerja keras dan kemauan. Untuk yg males dan tidak pintar mungkin sebaiknya jangan beragama Buddha. Lebih baik baca buku cerita/dongeng. Ada awal dan ada akhir, jelas tanpa perlu berusaha. Kalau percaya kan pasti di selamatkan. Kalau fakta di lapangan berbeda, butakan saja diri dengan iman. Contoh Tuhan memberhentikan matahari supaya siangnya lebih lama krn bangsa israel ingin menang dalam perang. Fakta lapangan berbeda, masa sang pencipta gak tahu yg buat siang dan malam itu rotasi bumi bukannya mataharinya yg bergerak. Makanya perlu iman, makanya membutakan diri.


#23 djoe

djoe

    Legenda WDC

  • Moderators
  • 229
  • 4,797 posts
  • 44 thanks

Posted 20 April 2016 - 09:41 PM

Lah wong brahma masih delusif

By refutation of the false, not by acquiring the truth, is the revelation of the TRUTH


#24 danny1878

danny1878

    Baru Bergabung

  • Members
  • 147
  • 411 posts
  • 88 thanks

Posted 20 April 2016 - 09:49 PM

Lah wong brahma masih delusif

 

wkwkwkw bro @ djoe

 

Makanya mendingan belajar praktek meditasi, yg nanya gak pernah tahu apa itu meditasi, boro2 melihat yg mutlak, yg gak mutlak aja gak pernah mengalami. Kalau cuma berdasarkan buku cerita dongeng, gak perlu berusaha, kerja keras dan kemauan keras. Endingnya tuh udah terlihat jelas. Persepsinya juga cuma satu makanya iman itu membutakan diri bukan pembebasan diri.



#25 arieosho

arieosho

    Fenomena WDC

  • Members
  • 289
  • 6,099 posts
  • 43 thanks

Posted 20 April 2016 - 10:07 PM

"djoe" post

djoe said : Untuk mencapai tak terkondisi maka lepaskanlah semua kemelekatan pada semua konsep terkondisi seperti ada atau tiada

Arieosho reply : terus , bagaimana cara nya melepaskan ? Terus jadi nya apa kalau tidak terkondisi ?

Main teori , contoh barang nya kaga ada. Djoe mau bohongi siapa lagi dengan ide seperti itu ?


Djoe said : Termasuk konsep tak terkondisi dan terkondisi

Membuktikan apapun itu semua termasuk pandangan tak terkondisi adalah terkondisi.

Arieosho reply : bagus bagus .


Djoe said : Bukan dgn memegang dan mempercayai tak terkondisi sebagai ada atau tiada coeda bisa melihat tak terkondisi.

Arieosho reply : main hayal menghayal lagi djoe ?

Djoe said : Jika coeda mengatakan melihat tak terkondisi dan mendefinisikan ada maka itu juga terkondisi.
Arieosho reply : tidak ada yang tanpa kondisi. Kenapa memaksa '' pikiran '' sampai begitu djoe ? Apa tidak capek pikiran djoe ?


Djoe said : Jika tidak mengenal terkondisi di depan mata sendiri bagaimana bisa melampau terkondisi menuju tak terkondisi?

Arieosho reply : luar biasa imaginasi nya djoe. Mau menuju tak terkondisi. Hmmmhmmm sama yang masih awam boleh lah demo demo hayalan djoe.
??
Semua yang terjadi dan akan terjadi adalah berhubungan dengan KARMA. Apakah anda akan mencapai pencerahan agung sekarang atau di kelahiran yang akan datang ? Kejadian itu berhubungan dengan KARMA Baik anda. Maka mulailah dengan lHati Nurani agar semua pikiran dan tindakan anda menghasilkan KARMA baik. Jika KARMA baik anda telah memenuhi target , jalan akan terbuka. anda akan menemukan kebenaran apapun yang anda perlu sesuai dengan KARMA baik anda.. Hati Nurani.

#26 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 20 April 2016 - 11:08 PM

Kalau yg mutlak itu bro coed anggap sebagai tuhan, jawabannya ada di Brahmajala. Kalau yg disebut mutlak itu bukan tuhan, jawabannya ada pada yg sudah mengetahui dalam hal ini sang Buddha berdasarkan praktek meditasi dan pencerahannya. Kenapa gak langsung diceritakan seperti buku dongeng, karena itu menimbulkan persepsi dan penyesatan. Seperti teman saya yg sangat religious, lagi cerita ttg pengalaman melihat hantu dan film Da Vinci code. Eh dia juga gak mau kalah, begitu ketemu client yg tampangnya agak aneh, dia bilang itu jelmaan setan berwujud manusia. Trus dia bilang saya tahu karena saya anak tuhan.
 
Ada 18 eternalistic beliefs ttg masa lalu di india jauh sebelum sang Buddha dilahirkan, yg pasti yesus belum lahir. Semuanya berasal dari 4 asal. (baca di brahmajala sutta).
 
Ada juga Semi-Eternalistic belief. Salah satunya dibawah ini :
- Seorang brahma yg mengaku sebagai yang maha kuasa, yg tercerahkan, Bapak dari segalanya, sang pencipta, tuhan dari semua mahluk. Karena ia telah ada lebih dahulu. Semua mahluk adalah ciptaannya. Mahluk mahluk lainpun menganggap karena dia lebih lama exist pastilah dia adalah the Lord, creator of all things.
 
Buddha's conclusion :
"The Tathagata knows these sixty-two views. He also knows the dhamma which surpasses them. Knowing that dhamma, he does not view it in the wrong way. Since he does not view it in the wrong way, he realizes by himself the extinction of defilements (i.e., greed, anger, and ignorance of the Four Ariya Truths).

 
Buddha finally concludes the exposition of these 'wrong' beliefs by stating that these (62) beliefs, if they are believed, will certainly cause agitations and cravings. It implies that the beliefs come to conclusion due to the inability to see the truth, as they are seized by craving (clinging), agitated by longing (feeling).
 
The Buddha further explains that the beliefs are originated from Contact (Phassa) as the cause. The contact is a phenomenon when the perception recognised an object beyond our Self. Then, from this brief (like lightning in the sky, Nagasena analogued in Milinda Panha) event, rise up feelings.
 
Buddha states that there are no possibilities of feeling without contact. Thus, according to the law of Twelve Related Chain of Cause and Effects (Pratitya-samutpada), the people who believe in one of many of these sixty-two beliefs, will end up in round cycle of sufferings; as they have not found the truth on the cease of sufferings.
 
Due to their faith, they will experience feelings as a result of repeated contact through the six sense bases. In them feeling gives rise to craving; craving gives rise to clinging; clinging gives rise to current existence (upapatti bhava) and the kammic causal process (kamma bhava); the kammic causal process gives rise to rebirth; and rebirth gives rise to ageing, death, grief, lamentation, pain, distress and despair.
 
Kesalahan Brahma tsb ialah karena ia tidak mengenal Dhamma, kalau dia mengerti Dhamma maka dia akan menyadari semua sifat2 serakah (saya pemilik semuanya), Kemarahan (yg tidak menyembahnya akan menimbulkan kemurkaanNya), merasa paling mengetahui padahal tidak mengetahui 4 kebenaran Ariya.
 
Semuanya timbul karena adanya Phassa (contact) makanya timbul persepsi sesat. Contact itu sendiri adalah persepsi mengenali sesuatu yg diluar diri (feeling). Tanpa contact tidak mungkin ada feeling/perasaan. Makanya orang yg mempercayai ke 62 beliefs ini akan berakhir dalam siklus penderitaan. Seperti dalam 12 siklus sebab akibat (Pratitya Samutpada).
 
Demikian juga dengan yg bro Coed sebut dgn yg mutlak, Kalau anda terjebak persepsi maka akan terbutakannya. Bagi seekor tikus untuk memiliki umur 6 tahun adalah kebahagiaan berumur panjang, bagi manusia yg berumur 100 thn adalah kebahagiaan berumur panjang, bagi kura2 yg berumur 200 thn adalah kebahagiaan berumur panjang, demikian seterusnya. Yang mana yg paling berbahagia berumur panjang?
 
Agama Buddha itu bukan agama berdasarkan cerita di buku, tapi lebih ke arah mengalami sendiri dalam praktek. Ingat sang Buddha tidak memaksa orang untuk percaya tapi untuk mengalami sendiri makanya perlu usaha, kerja keras dan kemauan. Untuk yg males dan tidak pintar mungkin sebaiknya jangan beragama Buddha. Lebih baik baca buku cerita/dongeng. Ada awal dan ada akhir, jelas tanpa perlu berusaha. Kalau percaya kan pasti di selamatkan. Kalau fakta di lapangan berbeda, butakan saja diri dengan iman. Contoh Tuhan memberhentikan matahari supaya siangnya lebih lama krn bangsa israel ingin menang dalam perang. Fakta lapangan berbeda, masa sang pencipta gak tahu yg buat siang dan malam itu rotasi bumi bukannya mataharinya yg bergerak. Makanya perlu iman, makanya membutakan diri.

Lah wong brahma masih delusif


Hei anda panjang lebar menulis adakah anda mempelajari dan mempraktekan ajaran guri Buddha?
Jangankan Buddha, jangankan Bodhisatva, praktek keyakinan spiritualmu bukankah sudah coeda jelaskan sebatas roh-roh yang tidak jelas....
Bicara tentang Brahma, kayaknya orang Hindu lebih baik lagi menganut kepercayaan mereka terhadap Khrisna, semua Brahma di seluruh alam semesta sujud menembah Dia. Daripada orang Buddhist menyembah se mien fo. Tahukah itu apa? Itu Brahma penguasa dunia.

Dan bro djoe? Coeda sudah sarankan belajarlah dulu kepada Sutta-sutta/sutra-sutra yang lebih otentik/kredible sebagai landasan pengetahuan buddhism mu. bukan kitab-kitab telaah atau komentar-komentar yang kemudian.
Tiada landasan, menjadi sesat berpersepsi sendiri.

Semoga memahami.
Salam, coeda
JESUS loves you all.
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#27 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 20 April 2016 - 11:16 PM

Pelajari sendiri...
Resap sendiri...
Alami sendiri....
Daripada sok pintar berdiskusi
_/\_
Salam ,
Maha guru cambuk spiritual


Benar, resapi dan alami.
Bagaimana adakah dampak dalam kedamaian kehidupan dan karakter anda?
Sama seperti penjelasan coeda tentang LGBT di topik 'gempa bumi',
Semua kondisi,kualitas dan perubahan karakter terjadi bukan alami, tetapi karena pengalaman kejiwaan...
Semisal jika tiada perubahan diri dalam sikap pesimistis didalam pengaruh pengalaman kehidupan lalu yang bahkan terus membayangi dan hanya sok pintar saja, siapakah yanh bersikap sok pintar dengan pengetahuan yang tidak dijalaninya?

Semoga menambah pengetahuan.
Salam, coeda
JESUS bless you.
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#28 djoe

djoe

    Legenda WDC

  • Moderators
  • 229
  • 4,797 posts
  • 44 thanks

Posted 20 April 2016 - 11:34 PM

"djoe" post

djoe said : Untuk mencapai tak terkondisi maka lepaskanlah semua kemelekatan pada semua konsep terkondisi seperti ada atau tiada

Arieosho reply : terus , bagaimana cara nya melepaskan ? Terus jadi nya apa kalau tidak terkondisi ?

Main teori , contoh barang nya kaga ada. Djoe mau bohongi siapa lagi dengan ide seperti itu ?


Djoe said : Termasuk konsep tak terkondisi dan terkondisi

Membuktikan apapun itu semua termasuk pandangan tak terkondisi adalah terkondisi.

Arieosho reply : bagus bagus .


Djoe said : Bukan dgn memegang dan mempercayai tak terkondisi sebagai ada atau tiada coeda bisa melihat tak terkondisi.

Arieosho reply : main hayal menghayal lagi djoe ?

Djoe said : Jika coeda mengatakan melihat tak terkondisi dan mendefinisikan ada maka itu juga terkondisi.
Arieosho reply : tidak ada yang tanpa kondisi. Kenapa memaksa '' pikiran '' sampai begitu djoe ? Apa tidak capek pikiran djoe ?


Djoe said : Jika tidak mengenal terkondisi di depan mata sendiri bagaimana bisa melampau terkondisi menuju tak terkondisi?

Arieosho reply : luar biasa imaginasi nya djoe. Mau menuju tak terkondisi. Hmmmhmmm sama yang masih awam boleh lah demo demo hayalan djoe.
??


Seperti yg djoe bilang arie itu tuksng copas, tidak mengerti yg dicopas hanya sebatas harfiah.

Jika arie memahami seperti yg arie lakukan sekarang maka konsekuensinya seperti yg arie demonstrasikan sekarang yaitu absurb dan kebodohan.

Arie cuma copas doktrin tanpa memahami esensi dan terjerat doktrin gado gado.

Djoe malas mengulang ulang yg sudah dijelaskan dan telah dibuktikan semua thread tulisan arie semua tidak bisa dibuktikan dan pemahaman anda yg sekarang juga absurb terbukti seperti yg anda tunjukkan sekarang lewat pertanyaan dan konseluensi absurb yg anda demonstrasikan sekarang dalam merespon tulisan djoe


Kalau arie masih tidak bisa mengerti , yah ada pepatah apel mentah tidak bisa dipaksakan .

Ini berlaku juga buat coeda.

Malas djoe mengulang ulang setelah dibuktukan dgn logika kalian sendiri menggugurkan tulisan anda sekalian tapi masih tetap ngotot dgn doktrin hapalan

By refutation of the false, not by acquiring the truth, is the revelation of the TRUTH


#29 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 45 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 20 April 2016 - 11:43 PM

Puisi tukang batu

Aku tidak berniat diskusi ,
Aku tidak berniat belajar,
Aku adalah tukang batu yg berwatak batu,

Akan kupahat segalanya seperti batu ,
Aku tau tentang batu ,
Dan diluar batu akan kujadikan batu,
Cuma batu adalah kebenaran mutlak ,

Aku tidak berniat belajar dan menambah wawasanku,
Yang kumau hanyalah memahat batu,

Ada udang bersembunyi dibalik batu,

---------------------------

Maha guru cambuk spiritual berkotbah :

"Cuma orang dungu yg meladeni kedunguan otak udang "

Salam,
Maha guru cambuk spiritual
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#30 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 20 April 2016 - 11:52 PM

Yang melihat kebenaran, menjelaskan kebenaran.
Seperti guru terhadap murid,
Atau pelajar belajar bersama teman, membagi dan mengungkap kebenaran.
Tetapi bagaimanakah jalannya perdebatan, apakah yang dipertahankan perdebatan?

Salam, coeda.
JESUS loves you.
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#31 arieosho

arieosho

    Fenomena WDC

  • Members
  • 289
  • 6,099 posts
  • 43 thanks

Posted 21 April 2016 - 09:52 AM

tidak ada yang tidak terkondisi . Itu hanya ada di dalam ide pikiran.

Bagaimana pun cara nya , mau melepaskan kemelekatan ada dan tiada dan sebagainya dan sebagainya tetap saja hanya sebuah teori dan hayalan bahwa itu akan menuju tak terkondisi.

Hal tidak berkondisi tidak pernah ada. Bagaimana membuktikanya ada tanpa kondisi ? Dengan cara cara misterius pun tidak akan bisa membuktikan itu. Karena memang tidak ada. Kenapa orang harus memaksa pikiran nya percaya ada keadaan yang tidak terkondisi ?

Tidak terkondisi itu sendiri sudah merupakan kondisi.

Jadi orang orang berhayal bahwa sesuatu yang tidak dapat dikonsep dan diungkapkan sebagai tak terkondisi .

Itu tidak pernah akan ada.

Karena ADA menghasilkan ADA . Tidak bisa '' Tiada '' menghasilkan ADA. Dalam arti , tidak mungkin '' tidak berkondisi '' menghasilkan keadaan '' berkondisi '' seperti sekarang ini.

Djoe itu memaksakan diri dengan delusif nya. Semakin memaksa untuk mengaktualkan tak terkondisi , semakin terlihat delusif nya rekan djoe.

Pemikiran djoe hanya cocok buat rekan golden lotus atau buat orang awam yang lugu dan dungu . Buat dem demo lah ke teman teman awam . Mereka akan tertarik , apa lagi djoe membawa bawa nama ajaran Buddha dharma.
.
Semua yang terjadi dan akan terjadi adalah berhubungan dengan KARMA. Apakah anda akan mencapai pencerahan agung sekarang atau di kelahiran yang akan datang ? Kejadian itu berhubungan dengan KARMA Baik anda. Maka mulailah dengan lHati Nurani agar semua pikiran dan tindakan anda menghasilkan KARMA baik. Jika KARMA baik anda telah memenuhi target , jalan akan terbuka. anda akan menemukan kebenaran apapun yang anda perlu sesuai dengan KARMA baik anda.. Hati Nurani.

#32 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 45 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 21 April 2016 - 10:24 AM

"djoe" post9
djoe said : Untuk mencapai tak terkondisi maka lepaskanlah semua kemelekatan pada semua konsep terkondisi seperti ada atau tiada
Arieosho reply : terus , bagaimana cara nya melepaskan ? Terus jadi nya apa kalau tidak terkondisi ?
Main teori , contoh barang nya kaga ada. Djoe mau bohongi siapa lagi dengan ide seperti itu ?

Golden Lotus : sy tidak menjabarkan tulisan bro.Djoe....setahu saya bukan seperti yg arieosho kira.
Selama ini bro.Djoe selalu menulis "menuju tak berkondisi" adalah delusi.
Tulisan tersebut terpaksa dilakukan utk mengikuti pola pikiran Coeda.
Silahkan bro. arieosho bertanya pada bro. Djoe apa bener dugaan GL.
Otomatis turunan penilaian anda thd bro.Djoe sudah distorsi tidak sesuai yg seharusnya
----------------
Djoe said : Termasuk konsep tak terkondisi dan terkondisi
Membuktikan apapun itu semua termasuk pandangan tak terkondisi adalah terkondisi.
Arieosho reply : bagus bagus .

Golden lotus : nah ...jelas sekali tulisan bro.Djoe

-------------------

Djoe said : Bukan dgn memegang dan mempercayai tak terkondisi sebagai ada atau tiada coeda bisa melihat tak terkondisi.
Arieosho reply : main hayal menghayal lagi djoe ?

Golden lotus : maksudnya "tak berkondisi itu" tidak dapat terlihat , dgn memahaminya sebagai itu ADA , itu TIADA

------------------------------
Djoe said : Jika coeda mengatakan melihat tak terkondisi dan mendefinisikan ada maka itu juga terkondisi.
Arieosho reply : tidak ada yang tanpa kondisi. Kenapa memaksa '' pikiran '' sampai begitu djoe ? Apa tidak capek pikiran djoe ?
Djoe said : Jika tidak mengenal terkondisi di depan mata sendiri bagaimana bisa melampau terkondisi menuju tak terkondisi?
Arieosho reply : luar biasa imaginasi nya djoe. Mau menuju tak terkondisi. Hmmmhmmm sama yang masih awam boleh lah demo demo hayalan djoe.
??

Heran GL dgn bro.arieosho...
Sebenarnya paham tapi pura pura ga paham
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#33 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 45 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 21 April 2016 - 10:27 AM

tidak ada yang tidak terkondisi . Itu hanya ada di dalam ide pikiran.
Bagaimana pun cara nya , mau melepaskan kemelekatan ada dan tiada dan sebagainya dan sebagainya tetap saja hanya sebuah teori dan hayalan bahwa itu akan menuju tak terkondisi.
Hal tidak berkondisi tidak pernah ada. Bagaimana membuktikanya ada tanpa kondisi ? Dengan cara cara misterius pun tidak akan bisa membuktikan itu. Karena memang tidak ada. Kenapa orang harus memaksa pikiran nya percaya ada keadaan yang tidak terkondisi ?
Tidak terkondisi itu sendiri sudah merupakan kondisi.
Jadi orang orang berhayal bahwa sesuatu yang tidak dapat dikonsep dan diungkapkan sebagai tak terkondisi .
Itu tidak pernah akan ada.
Karena ADA menghasilkan ADA . Tidak bisa '' Tiada '' menghasilkan ADA. Dalam arti , tidak mungkin '' tidak berkondisi '' menghasilkan keadaan '' berkondisi '' seperti sekarang ini.
Djoe itu memaksakan diri dengan delusif nya. Semakin memaksa untuk mengaktualkan tak terkondisi , semakin terlihat delusif nya rekan djoe.
Pemikiran djoe hanya cocok buat rekan golden lotus atau buat orang awam yang lugu dan dungu . Buat dem demo lah ke teman teman awam . Mereka akan tertarik , apa lagi djoe membawa bawa nama ajaran Buddha dharma.
.

Tulisan anda...

Apa bedanya dgn tulisan Bro.Djoe ?

Pointnya kan sama...
1. Tak berkondisi = hasil imajinasi pikiran dlm kondisi. Maka itu berkondisi juga

2. Menuju tak berkondisi adalah delusi

3. Memahami tak berkondisi dgn melihatnya sebagai Ada dan tiada..delusi
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#34 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 45 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 21 April 2016 - 10:37 AM

@arieosho

Letak masalah di tata bahasa
Yg dimaksud bro.Djoe sebagaian telah anda tangkap tapi terdapat "struktur pemahaman " di anda yg tdk sesuai dgn pernyataan bro.Djoe

Kita tidak bahas benar salah..
Yg kita bahas adalah misunderstsnding antara yg dinyatakan Djoe dgn yg ditangkap arieosho.

●kenapa ada pernyataan " Djoe itu memaksakan diri dengan delusif nya. Semakin memaksa untuk mengaktualkan tak terkondisi , semakin terlihat delusif nya rekan djoe. 
Pemikiran djoe hanya cocok buat rekan golden lotus "

Semenjak kapan sya percaya tak berkondisi menghasilkan berkondisi ?
Semenjak kapan bro.Djoe mengaktualisasi tak berkondisi ?

Sudah jelas kan ?
Tak berkondisi = hasil pemikiran yg berkondisi
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#35 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 45 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 21 April 2016 - 10:46 AM

Yang melihat kebenaran, menjelaskan kebenaran.
Seperti guru terhadap murid,
Atau pelajar belajar bersama teman, membagi dan mengungkap kebenaran.
Tetapi bagaimanakah jalannya perdebatan, apakah yang dipertahankan perdebatan?
Salam, coeda.
JESUS loves you.

Kontradiksi

Awalnya belajar mengungkap kebenaran. Ujungnya debat

Sebab A berpandangan kiri dan B berpandangan kanan

It's simple...

Rujukan langsung ke sutta saja

Dipelajari sendiri
Ga perlu di yangkapan pada org lain...apalagi pengungkapan tsb dinilai org lain ...distort
Setelah dihubungkan dgn banyak sutta lainnya

Contoh : anda mengira atau memahamu mutlak dalam udana adalah seperti "diluar duniawi dgn kualitas nya" dan duniawi.

Anda memahami kondisi itu ADA

Permasalahannya...
Pemahaman seperti ini menghasilkan efek dugaan terdapat "alam nibbana" dgn segala kenyamanannya.
Ini beda banget dgn konsep surgawi .

Kata mutlak pada udana tsb...merujuk pada "runtuhnya dependent origination"

Beda buanget kan ini pemahamannya.

Kenapa masih nanya...itu ADA gak ?
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#36 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 21 April 2016 - 11:44 AM

Kontradiksi
Awalnya belajar mengungkap kebenaran. Ujungnya debat
Sebab A berpandangan kiri dan B berpandangan kanan
It's simple...
Rujukan langsung ke sutta saja
Dipelajari sendiri
Ga perlu di yangkapan pada org lain...apalagi pengungkapan tsb dinilai org lain ...distort
Setelah dihubungkan dgn banyak sutta lainnya
Contoh : anda mengira atau memahamu mutlak dalam udana adalah seperti "diluar duniawi dgn kualitas nya" dan duniawi.
Anda memahami kondisi itu ADA
Permasalahannya...
Pemahaman seperti ini menghasilkan efek dugaan terdapat "alam nibbana" dgn segala kenyamanannya.
Ini beda banget dgn konsep surgawi .
Kata mutlak pada udana tsb...merujuk pada "runtuhnya dependent origination"
Beda buanget kan ini pemahamannya.
Kenapa masih nanya...itu ADA gak ?


Coeda tanya, setelah runtuhnya dependent origination, apakah yang masih ada?
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#37 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 45 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 21 April 2016 - 11:44 AM

Tentu saja ada.
Jika tiada, malah guru Buddha merujuk bahwa tujuan pencarian guru Buddha dan titik tertinggi pencapaian guru Buddha adalLI seperti yang Beliau jelaskan pada Udanna VIII.
“ Atthi bhikkhave ajâtam abhûtam akatam asankhatam,
no ce tam bhikkhave abhavisam ajâtam abhûtam akatam asankhatam,
nayidha jâtassa bhûtassa katassa sankhatassa nissaranam paññâyetha.
Yasmâ ca kho bhikkhave atthi ajâtam abhûtam akatam asankhatam,
Tasmâ jâtassa bhûtassa sankhatassa nissaranam paññâya’ ti. “
“ Para bhikkhu, ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak. Para bhikkhu, bila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, dan pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, dan pemunculan dari sebab yang lalu. “
Jadi dari Sutta ini, jelas bahwa pencerapan pemahaman 'SEGALA SESUATU' annica dan anatta yang dipersepsikan umat secara umum telah tersangkali oleh ajaran guru Buddha sendiri.
Dan teori kekhayalan imaginasi/ilusi umat yang membijak-bijak-sanakan diri tentang 'KEKOSONGAN' adalah kata-kata kosong, kata-kata sia-sia, pemikiran kosong semata alias kekhayalan/imaginasi/ilusi sendiri.
Bahkan seolah-olah diri sudah merasa sebagai master zen dengan teori negasinya, atau para pengagum ajaran madayamikanya, padahal belum tentu memahaminya yang sebenarnya alias menurut persepsinya sendiri (mengagumi dirinya sendiri LOL..merasa sudah tercerahkah?...), Padahal jelas-jelas pada Sutta tersebut guru Buddha menunjuk, menyatakan adanya sesuatu yang demikian pada Sutta Udanna VIII tsb.
Nah sekarang yang jadi pertanyaan lanjutan adalah apakah NIBANNA itu?
Siapa yang dapat mengenal TUHAN YME, YANG MUTLAK, jika inisiatifnya dari manusia?
Tetapi IA sendiri yang berinisiatif, KEBENARAN-NYA, Firman-NYA telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Mari kita lanjutkan lagi diskusi memanas ini.....
Salam, coeda.
JESUS loves all.


Setelah saya mencoba baca berulang tulisan coeda.
Semoga tulisan sya bisa meng clearkan pemahaman.

Mr.coeda....
Ga perlu anda tulis , umat buddha semua juga tau kali pemahaman sesimple ini .
Sya yg sampai berpikir berulang ulang , dimana letak secretnya..

Eeeeeeh ternyata kampret
Apa yg anda tulis ..iya jelas dong semua umat ya tau .

Nah yg dibahas mr.Djoe itu pendalaman setelah seseorang memahami " awal" dulu.

Tulisan anda :
"pemahaman 'SEGALA SESUATU' annica dan anatta yang dipersepsikan umat secara umum telah tersangkali oleh ajaran guru Buddha sendiri."

Anda tau letak salahnya dimana ?
Anda kan berpikir kalao umat memahami segala sesuatu anicca dan anatta , padahal buddha berkata " mutlak di udana"
Lalu anda katakan umat salah paham.. kesimpulan darimana ini ??
--------
Simple harusnya ,
Segala sesuatu anicca dan anatta (ini sankhara)
Dan ajaran buddha melampaui sankhara.
Runtuhnya dependent origination sebagai terhentinya paticasamuppada (re birth)

Keadaan itu bukan sepwrti dugaan anda seenaknya udel berkata itu tuhan.
Manusia tidak bisa mengenal tuhan melainkan tuhan berinisiatif sendiri menyatakan diriNya sendiri.

Maka saya tanya "anda berbicara dikoridor kristen atau buddha"?

Kalo mau belajar buddha iya harus merujuk pada tripitaka dong...bukan seenaknya udel dikira kira gitu.

Kan jelas...
Anatta, anicca ,dukkha adalah sankhara
Sankhara pasti paticasamudda.
Siklus suffering

Terhentinya siklus ini...itulah mutlak dalam udana yg anda kutip
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#38 coedcoed

coedcoed

    Penggemar WDC

  • Members
  • 64
  • 966 posts
  • 16 thanks

Posted 21 April 2016 - 11:54 AM

Setelah saya mencoba baca berulang tulisan coeda.
Semoga tulisan sya bisa meng clearkan pemahaman.
Mr.coeda....
Ga perlu anda tulis , umat buddha semua juga tau kali pemahaman sesimple ini .
Sya yg sampai berpikir berulang ulang , dimana letak secretnya..
Eeeeeeh ternyata kampret
Apa yg anda tulis ..iya jelas dong semua umat ya tau .
Nah yg dibahas mr.Djoe itu pendalaman setelah seseorang memahami " awal" dulu.
Tulisan anda :
"pemahaman 'SEGALA SESUATU' annica dan anatta yang dipersepsikan umat secara umum telah tersangkali oleh ajaran guru Buddha sendiri."
Anda tau letak salahnya dimana ?
Anda kan berpikir kalao umat memahami segala sesuatu anicca dan anatta , padahal buddha berkata " mutlak di udana"
Lalu anda katakan umat salah paham.. kesimpulan darimana ini ??
--------
Simple harusnya ,
Segala sesuatu anicca dan anatta (ini sankhara)
Dan ajaran buddha melampaui sankhara.
Runtuhnya dependent origination sebagai terhentinya paticasamuppada (re birth)
Keadaan itu bukan sepwrti dugaan anda seenaknya udel berkata itu tuhan.
Manusia tidak bisa mengenal tuhan melainkan tuhan berinisiatif sendiri menyatakan diriNya sendiri.
Maka saya tanya "anda berbicara dikoridor kristen atau buddha"?
Kalo mau belajar buddha iya harus merujuk pada tripitaka dong...bukan seenaknya udel dikira kira gitu.
Kan jelas...
Anatta, anicca ,dukkha adalah sankhara
Sankhara pasti paticasamudda.
Siklus suffering
Terhentinya siklus ini...itulah mutlak dalam udana yg anda kutip


Siapa yang bilang 'Tuhan'?
Silahkan jawab dua pertanyaan coeda yang ini dan yang di atas?
Merujuk dan menunjuk delusi, tapi diri sendiri gak sadar delusif...

Tuhan memberkati....
Waktu tahun-tahun penantian kedatangan-NYA sudah semakin sempit. Bersiap-sedialah di segala waktu.

'Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.'

#39 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 45 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 21 April 2016 - 12:15 PM

Siapa yang bilang 'Tuhan'?
Silahkan jawab dua pertanyaan coeda yang ini dan yang di atas?
Merujuk dan menunjuk delusi, tapi diri sendiri gak sadar delusif...
Tuhan memberkati....


Tentu saja ada.
Jika tiada, malah guru Buddha merujuk bahwa tujuan pencarian guru Buddha dan titik tertinggi pencapaian guru Buddha adalLI seperti yang Beliau jelaskan pada Udanna VIII. 

“ Atthi bhikkhave ajâtam abhûtam akatam asankhatam,
no ce tam bhikkhave abhavisam ajâtam abhûtam akatam asankhatam,
nayidha jâtassa bhûtassa katassa sankhatassa nissaranam paññâyetha.
Yasmâ ca kho bhikkhave atthi ajâtam abhûtam akatam asankhatam,
Tasmâ jâtassa bhûtassa sankhatassa nissaranam paññâya’ ti. “

“ Para bhikkhu, ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak. Para bhikkhu, bila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, dan pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, dan pemunculan dari sebab yang lalu. “

Jadi dari Sutta ini, jelas bahwa pencerapan pemahaman 'SEGALA SESUATU' annica dan anatta yang dipersepsikan umat secara umum telah tersangkali oleh ajaran guru Buddha sendiri.
Dan teori kekhayalan imaginasi/ilusi umat yang membijak-bijak-sanakan diri tentang 'KEKOSONGAN' adalah kata-kata kosong, kata-kata sia-sia, pemikiran kosong semata alias kekhayalan/imaginasi/ilusi sendiri.
Bahkan seolah-olah diri sudah merasa sebagai master zen dengan teori negasinya, atau para pengagum ajaran madayamikanya, padahal belum tentu memahaminya yang sebenarnya alias menurut persepsinya sendiri (mengagumi dirinya sendiri LOL..merasa sudah tercerahkah?...), Padahal jelas-jelas pada Sutta tersebut guru Buddha menunjuk, menyatakan adanya sesuatu yang demikian pada Sutta Udanna VIII tsb.

Nah sekarang yang jadi pertanyaan lanjutan adalah apakah NIBANNA itu?

Siapa yang dapat mengenal TUHAN YME, YANG MUTLAK, jika inisiatifnya dari manusia?
Tetapi IA sendiri yang berinisiatif, KEBENARAN-NYA, Firman-NYA telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Mari kita lanjutkan lagi diskusi memanas ini..... 

Salam, coeda.
JESUS loves all. 
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#40 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 45 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 21 April 2016 - 12:16 PM

Hehe :)
Gimana mr.coeda ?
Cetanaham bhikkhave kammam vadami





Also tagged with one or more of these keywords: berkondisi, zen, kosong, sunya, anicca, anatta, kandha, kendali, harapan, tidak kekal

0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close