Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

apakah paritta yg dibaca oleh kita dpt dimengerti oleh makhluk alam peta dan asura?


  • Please log in to reply
21 replies to this topic

#1 zhuo

zhuo

    Baru bergabung

  • Members
  • PipPipPip
  • 2
  • 36 posts
  • 0 thanks

Posted 25 July 2016 - 11:57 AM

Diketahui diindonesia khususnya yg memiliki banyak RAS. Apakah makhluk yg di alam peta dan alam asura yg ada diindonesia khususnya mengerti paritta pali yg kita bacakan?. atau semestinya paritta yg kita bacakan mesti yg berbahasa indonesia?. Contoh ada kasus org kesurupan dan korban kebetulan adalah bukan seorang penganut agama buddha, dan makhluk yg masuk ke badan korban kebetulan jg bukan dr penganut agama buddha , apakah paritta pali kita bacakan bermanfaat ? Atau mesti paritta yg sdh ditranslate dlm bahasa indonesia?. Begitu jg dengan Org tua,anak,kakek,nenek,leluhur yg telah meninggal yg bukan penganut agama buddha dapat mengerti atau tdk paritta yg kita bacakan untuk mereka? Dan seharusnya paritta pali atau paritta yg sdh di translate kebahasa indonesia ?. Tolong dibantu pencerahannya terima kasih.

#2 danny1878

danny1878

    Baru Bergabung

  • Members
  • 147
  • 412 posts
  • 88 thanks

Posted 26 July 2016 - 09:34 PM

-

Kalau masalah ini harus dibuktikan sendiri baru bisa mengerti. Saya ada pengalaman waktu bapak saya di isi oleh orang pintar yg beragama islam. Selain menelan 40an(lupa) butir pelor roller, dia juga dikasih kertas hijau bertulisan arab yg di selipkan di ban pinggang. Saya sendiri sangat tidak setuju tapi krn setelah kejadian disantet orang maka saya gak bisa ngomong apa2. Tapi kertas hijau yg diselipkan di ban pinggang tsb memiliki energi yg menurut saya cukup kasar. Saya bawa ke satu daerah di jawa-barat tempat saya install software. Soalnya disana saya banyak kenal manager/pegawai yg masuk perguruan tenaga dalam. Biasanya saya cuma ingin nge test aja. Sebelum brangkat keluar kota, saya pergi makan malam dulu sama istri. Begitu pintu mobil dibuka oleh istri, istri lsg bilang kok mobilnya ada getaran energi?. Dia gak tahu saya ada bawa brg tsb di tas. namun saking besarnya energi tsb, sampai istri sayapun berasa. Dia memang sensitif dari lahir. Nah begitu saya sampai di daerah jabar tsb, sayapun lsg kerja. bbrp hari kemudian baru sempat ngobrol2 sama teman2 yg beragama islam. dan mereka tahu saya kira2 tahu soal2 yg beginian. Saya tanya "kira2 apa yah isi dari kertas hijau ini?". Merekapun baca2 bhs arab tsb. Menurut mereka, isinya bisa dipanggil keluar. Saya gak mau soalnya gak tahu efek sampingnya apa. Tapi mereka tetap maksa sambil mengatakan mereka tahu cara mengendalikannya. Mulai mereka membaca al-Quran, lupa surat apa gitu namanya. Tapi saya orangnya takut terjadi sesuatu soalnya saat baca2, udara diruangan langsung menjadi dingin dan udaranya tidak bergerak alias diam. Saya mustinya menunggu sampai selesai baca2 mereka, tapi saya keburu ketakutan langsung baca mantra. Begitu dibacain mantra, udara langsung menjadi hangat kembali. Mereka tahu juga saya baca mantra, soalnya saya ada hentakan kaki ketanah 3 kali. Mereka bilang tadi sudah keluar tapi terus hilang. Akhirnya kesimpulan mereka, udara jadi dingin pada saat keluar tapi bgt dibacain mantra lsg hilang begitu saja. Yang anehnya, getaran energi dari kertas hijau tsb juga hilang. Nah itu yg bikin saya pusing. Soalnya ini diperlukan untuk bpk saya kalau disantet atau dijahatin org yg pernah nyantet bpk saya. Sampai malam saya mikir, gimana ini jelasinnya ke bpk saya. Malamnya saya bilang dalam hati tapi dgn berpikiran positif, Saya fokuskan kebaikan/metta keseluruh penjuru dan mengatakan maaf kalau ada kesalahan, bukan maksud saya mengusir tapi kalau memang anda ditugaskan untuk menjaga untuk kebaikan, silahkan kembali. Pelan2 energi dari kertas tsb bergetar kembali meskipun tidak sekuat sblmnya. Sejak saat itu saya cuma bisa menghormati segala keberadaan mahluk, prinsipnya tidak saling mengganggu kecuali diganggu apalagi kalau mahluk berniat baik.
 
Kejadian kedua, bekas pawang ular yg bekerja jadi teknisi (dulu bpk jualan motor bekas). Dia bisa praktek makan beling dan bikin jarum dari bohlam motor. Berkali2 saya tes, gak masuk akal sampai saya gak bisa tidur mikirin kok bisa yah. Mulut dah diperiksa, sikat gigi sudah, kumur2 sudah, tapi jarum2 tsb keluar dari sela2 gigi si teknisi ini. Tesnya bisa 5 kali sehari, pikiran masak bawa jarum gak habis2, trus jarumnya pun saya kumpulin, besoknya saya tes lagi sampai saya nyerah, soalnya gak habis2 jarumnya. Sampai suatu hari ada tetangga yg lewat, saya panggil dia untuk menyaksikan. maksudnya untuk bilang nih ada yg bener2 bisa magic. Saat itu saya gak percaya agama sama sekali. pikiran kalo bisa ciptain demand, gak perlu namanya hoki, tuhan dsbnya. Semuanya ada di kepintaran. Nah saat teknisi itu mencoba lagi, saya berpikir. Kalau ini memang alam gaib, berarti alam dewa juga ada. Disitu saya baca mantra Guan yin. Sambil membayangkan Dewi Guan Yin datang(di kepala imaginasinya). Disini dia kesakitan kayak org mau muntah. jarum keluar tp cuma 2-3 biji, biasanya bisa puluhan. Saya tanya "kenapa heri?", dia bilang ada yg baca bismilah. Trus saya nanya, kalau yg baca agama lain bisa gak?. dia bilang gak bisa. Disitu saya lsg gembira, lsg ceritain ke ibu saya. Ternyata mantra itu berguna. meskipun agama berbeda.
 
Ada bbrp kejadian lagi tp panjang ceritanya. Intinya ambil yg berguna. Semua pengalaman ini cuma bisa dimengerti kalau sudah dialami. Niat yg paling penting, bukan bahasanya. Saya baca mantra kebanyakan tidak tahu artinya. tapi niat, hati(pasrah/rendah hati) dan proyeksi gambar dikepala lebih berguna. Kebanyakan mantra tdk berefek kalau kitanya terlalu PeDe atau sombong, atau kalau kita salah berpikir spt cuma cari menang sendiri/keuntungan sendiri. Kalau kita berpikir kita paling benar, siapa yg mau bantu? Kalau kita pikir paling hebat siapa yg mau bantu. Kalau kita berpikir kita paling bisa, siapa yg mau bantu. Hormat kepada alam, maka alam akan menghormati kita.

  • golden lotus likes this

#3 zhuo

zhuo

    Baru bergabung

  • Members
  • PipPipPip
  • 2
  • 36 posts
  • 0 thanks

Posted 26 July 2016 - 10:34 PM

Terima kasih atas pendapat dan pengalamannnya ya.. danny :).
Bagaimana pendapat kawan2 yg lain dr pertanyaan saya tolong dibantu ya..tq

#4 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 27 July 2016 - 07:29 AM

Manusia mengenal konsep melalui kata kata yang dipahami, sedangkan makhluk alam lain lebih mengenal energy.

Apa yang kita baca baik mantra atau paritta, mereka dapat memahami karena energy tersebut yang sampai kepada mereka. Energy bersifat universal...


  • golden lotus likes this

Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#5 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 46 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 27 July 2016 - 11:44 AM

Manusia mengenal konsep melalui kata kata yang dipahami, sedangkan makhluk alam lain lebih mengenal energy.
Apa yang kita baca baik mantra atau paritta, mereka dapat memahami karena energy tersebut yang sampai kepada mereka. Energy bersifat universal...


Tidak..

Tidak ada yg sampai ke mereka...

Membaca paritta hanya berefek pada pancakhanda yg membacanya.
Tidak ada eksternal yg berubah akibat membaca paritta.

Paritta bukan gelombang radio atau wifi internet.

Mahkluk alam lain bukan mahkluk maha tau.
Tidak ada yg dipancarkan dan tidak ada yg menerima pancaran tersebut.

Delusi...
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#6 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 46 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 27 July 2016 - 11:50 AM

Diketahui diindonesia khususnya yg memiliki banyak RAS. Apakah makhluk yg di alam peta dan alam asura yg ada diindonesia khususnya mengerti paritta pali yg kita bacakan?. atau semestinya paritta yg kita bacakan mesti yg berbahasa indonesia?. Contoh ada kasus org kesurupan dan korban kebetulan adalah bukan seorang penganut agama buddha, dan makhluk yg masuk ke badan korban kebetulan jg bukan dr penganut agama buddha , apakah paritta pali kita bacakan bermanfaat ? Atau mesti paritta yg sdh ditranslate dlm bahasa indonesia?. Begitu jg dengan Org tua,anak,kakek,nenek,leluhur yg telah meninggal yg bukan penganut agama buddha dapat mengerti atau tdk paritta yg kita bacakan untuk mereka? Dan seharusnya paritta pali atau paritta yg sdh di translate kebahasa indonesia ?. Tolong dibantu pencerahannya terima kasih.

1.mahkluk masuk ke badan korban....avijja
2.mahkluk tersebut bukan agama buddha....avijja
3.paritta dalam bahasa apapun sama tiada beda
4.orang meninggal bukan agama buddha dapatkah paham paritta yg kita bacakan ?
--->irrelevant , avijja
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#7 zhuo

zhuo

    Baru bergabung

  • Members
  • PipPipPip
  • 2
  • 36 posts
  • 0 thanks

Posted 27 July 2016 - 04:21 PM

Mohon maaf saya masih belom begitu memahami dan mengerti ada kah bahasa yg lebih sederhana? Yg lebig gampang dimengerti terima kasih
  • golden lotus likes this

#8 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 46 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 27 July 2016 - 05:10 PM

Mohon maaf saya masih belom begitu memahami dan mengerti ada kah bahasa yg lebih sederhana? Yg lebig gampang dimengerti terima kasih

Saya bukan orang suci dan orang yg sok tau agama buddha , sy orang yg sedang belajar dhamma .
Jadi sya tidak menggurui anda.

Tetapi sya tertarik dgn tulisan anda hehe :)
Dan tentunya kita bahas dalam pemahaman Dhamma

-----------------------------
Kesaktian dalam ajaran Dhamma Buddha itu ADA.

Tetapi kesaktian yg dipamerkan atau tujuan menjadi sakti adalah moha cetasika ( kegelapan batin)

Kita bahas tulisan anda satu persatu :
"Contoh ada kasus org kesurupan dan korban kebetulan adalah bukan seorang penganut agama buddha, dan makhluk yg masuk ke badan korban kebetulan jg bukan dr penganut agama buddha , apakah paritta pali kita bacakan bermanfaat ?"

--> Bermanfaat
--> bahasa tidak membatasi spiritual , seperti lokasi tidak membatasi spiritual.
---> apa itu kesurupan ? Bisa biologi , bisa spiritual
-->mahkluk masuk tubuh mirip seperti tangsin(medium dirasuki dewa)

terserah mau percaya atau tidak.

Dan saya memilih TIDAK PERCAYA hehe :)

Selanjutnya sy tidak membahas rasuk merasuki ,
Faktanya kondisi batin seseorang mencipta delusi dirasuki seperti tangsin ...ga ada dewa dewi yg merasuki tubuh manusia.

Keadaan batin yg disebut trance adalah keadaan batin itu sendiri , tidak ada eksternal roh dewa setan assura yg merasukinya
------------------------------------

"Begitu jg dengan Org tua,anak,kakek,nenek,leluhur yg telah meninggal yg bukan penganut agama buddha dapat mengerti atau tdk paritta yg kita bacakan untuk mereka? "

Manusia itu anatta dibentuk dari pancakhanda...
Sudah meninggal --> ga ada rohnya

Jadi siapa yg mati lalu memahami paritta ??

Mati itu perubahan yg melenyapkan personal ,namun mati bukan akhir melainkan continuum .

Tidak ada roh kakek nenek ortu leluhur anak...mereka sudah lenyap bukan musnah.
Tidak ada roh .

Apakah ada fungsinya baca paritta buat mereka ??
-->ADA
Alam semesta tidak membedakan bentuk , keberadaan , lokasi , dan waktu

Keniatan anda adalah mutiara anda
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#9 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 27 July 2016 - 06:32 PM

Tidak..
Tidak ada yg sampai ke mereka...
Membaca paritta hanya berefek pada pancakhanda yg membacanya.
Tidak ada eksternal yg berubah akibat membaca paritta.
Paritta bukan gelombang radio atau wifi internet.
Mahkluk alam lain bukan mahkluk maha tau.
Tidak ada yg dipancarkan dan tidak ada yg menerima pancaran tersebut.
Delusi...


Kalau tidak ada yang sampai, bagaimana latar belakang kisah Mogalana yang mengirimkan makananan ke ibunya yg di alam peta.

Kalau tidak ada yang sampai, bagaimana latar belakang sutra Ksitigarbha yang mengajarkan pelimpahan jasa kepada orang yang meninggal.

Kalau menurut pandangan Golden Lotus, orang yang meninggal langsung dikubur, dan tidak perlu ada upacara apapun karena tidak akan sampai ke mereka.

Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#10 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 27 July 2016 - 06:42 PM

Tidak ada roh bukan berarti menihilkan alam alam yang lain.

Kalau ada leluhur yang meninggal, bertunimbal lahir di alam neraka atau di alam surga, mereka dapat memahami bukan dengan dengan pengertian kata kata, tetapi dalam bentuk energy. Apa yang kita pikirkan semuanya dalam bentuk energy.

Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#11 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 46 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 27 July 2016 - 07:32 PM

Kalau tidak ada yang sampai, bagaimana latar belakang kisah Mogalana yang mengirimkan makananan ke ibunya yg di alam peta.
Kalau tidak ada yang sampai, bagaimana latar belakang sutra Ksitigarbha yang mengajarkan pelimpahan jasa kepada orang yang meninggal.
Kalau menurut pandangan Golden Lotus, orang yang meninggal langsung dikubur, dan tidak perlu ada upacara apapun karena tidak akan sampai ke mereka.

Maka itu di postingan #8 gl menulis terserah percaya atau tidak ....dan saya memilih tidak percaya.


Lebih lanjut mengenai kisah maha moggalana ,
Dan banyak kisah lainnya selama dianggap DOGMA maka beginilah jadinya.

Mr.Legend wrote :
Manusia mengenal konsep melalui kata kata yang dipahami, sedangkan makhluk alam lain lebih mengenal energy.

Apa yang kita baca baik mantra atau paritta, mereka dapat memahami karena energy tersebut yang sampai kepada mereka. Energy bersifat universal...


---------------------------------
GL : "mereka " itu siapa ?
Apakah semua dari mereka memahami paritta ?

Atau mereka semua bisa paham ketika paritta dibaca oleh zhuo ?

Padahal pertanyaan zhuo berkisar pada alam setan assura yg merasuki tubuh korban , bukan beragama buddha , pertanyaan apakah leluhur yg mati bisa paham dgn paritta yg kita baca ketika mereka bukan agama buddha ??

Jadi disini antara pertanyaan zhuo , kisah maha moggalana dan jawaban legend ...tidak bisa dicampur aduk.

Memahami banyak k8sah seperti moggalana sebagai DOGMA akan berkonsekuensi memahami Dhamma tidak ubahnya ilmu ala kejawen yg menonjolkan sisi klenik , sisi supranatural , prewangan , paranormal.

Sedangkan sya membahas dhamma buddha secara satu kesatuan berlandaskan suñyata.

Anatta , anicca , karma

Artinya orang yg kesurupan itu tidak serta merta dianggap diyakini dan dibenarkan berdasarkan dugaan delusif semata.

Bisa itu karena biologinya...depresi , stress , gangguan swing mood,atau gangguan jiwa (bedakan dgn gila)
Dan bahkan itu kondidi kejiwaan yg bersangkutan dan tidak ada hubungannya dgn eksternal.

Dewa dewa , alam diluar manusia.

Disini pertanyaan zhuo mengandung keabsurdan dimana mana. Dan jika jawabannya juga delusi.

Pertanyaan delusi dijawab delusi...lalu dikorelasikan dgn kisah tipitaka mahamoggalana.
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#12 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 27 July 2016 - 07:47 PM

Maka itu di postingan #8 gl menulis terserah percaya atau tidak ....dan saya memilih tidak percaya.


Lebih lanjut mengenai kisah maha moggalana ,
Dan banyak kisah lainnya selama dianggap DOGMA maka beginilah jadinya.

Mr.Legend wrote :
Manusia mengenal konsep melalui kata kata yang dipahami, sedangkan makhluk alam lain lebih mengenal energy.

Apa yang kita baca baik mantra atau paritta, mereka dapat memahami karena energy tersebut yang sampai kepada mereka. Energy bersifat universal...


---------------------------------
GL : "mereka " itu siapa ?
Apakah semua dari mereka memahami paritta ?

Atau mereka semua bisa paham ketika paritta dibaca oleh zhuo ?

Padahal pertanyaan zhuo berkisar pada alam setan assura yg merasuki tubuh korban , bukan beragama buddha , pertanyaan apakah leluhur yg mati bisa paham dgn paritta yg kita baca ketika mereka bukan agama buddha ??

Jadi disini antara pertanyaan zhuo , kisah maha moggalana dan jawaban legend ...tidak bisa dicampur aduk.

Memahami banyak k8sah seperti moggalana sebagai DOGMA akan berkonsekuensi memahami Dhamma tidak ubahnya ilmu ala kejawen yg menonjolkan sisi klenik , sisi supranatural , prewangan , paranormal.

Sedangkan sya membahas dhamma buddha secara satu kesatuan berlandaskan suñyata.

Anatta , anicca , karma

Artinya orang yg kesurupan itu tidak serta merta dianggap diyakini dan dibenarkan berdasarkan dugaan delusif semata.

Bisa itu karena biologinya...depresi , stress , gangguan swing mood,atau gangguan jiwa (bedakan dgn gila)
Dan bahkan itu kondidi kejiwaan yg bersangkutan dan tidak ada hubungannya dgn eksternal.

Dewa dewa , alam diluar manusia.

Disini pertanyaan zhuo mengandung keabsurdan dimana mana. Dan jika jawabannya juga delusi.

Pertanyaan delusi dijawab delusi...lalu dikorelasikan dgn kisah tipitaka mahamoggalana.

 

Makhluk yang selain alam manusia dan hewan, mereka dapat melihat dan merasakan energy.

Ketika seseorang membaca mantra dan paritta, mereka dapat merasakan hal tersebut.

 

Satu hal lagi, menurut saya apa yang disampaikan dalam kisah Moggalana dan Sutra Ksitigarbha bukan termasuk Dogma, kalau anda teliti sebenarnya kisah tersebut mengajarkan semangat Bodhicitta.


Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#13 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 46 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 27 July 2016 - 07:54 PM

Tidak ada roh bukan berarti menihilkan alam alam yang lain.
Kalau ada leluhur yang meninggal, bertunimbal lahir di alam neraka atau di alam surga, mereka dapat memahami bukan dengan dengan pengertian kata kata, tetapi dalam bentuk energy. Apa yang kita pikirkan semuanya dalam bentuk energy.


Mereka yg bertumimbal lahir di alam mana pun
Bukanlah personal yg dulu.


Mereka tidak dapat digambarkan sesuai imajinatif kita.

Mr.Legend berspekulasi
(Kalau ada leluhur yang meninggal, bertunimbal lahir di alam neraka atau di alam surga, mereka dapat memahami bukan dengan dengan pengertian kata kata, tetapi dalam bentuk energy)

Ini delusif ...

Ini mirip maha kondisi , nibbana ada dan kekal , tumimbl lahir analogi internet , bola bilyard , frame film , dsb dsb.....

Memahami dlm bentuk kata kata dan energy...keduanya sama tiada beda.

Kata kata secara konvensional juga merupakan energy .

Fabrikasi pikiran = energy = sankhara = DO
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#14 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 27 July 2016 - 08:07 PM

Mereka yg bertumimbal lahir di alam mana pun
Bukanlah personal yg dulu.


Mereka tidak dapat digambarkan sesuai imajinatif kita.

Mr.Legend berspekulasi
(Kalau ada leluhur yang meninggal, bertunimbal lahir di alam neraka atau di alam surga, mereka dapat memahami bukan dengan dengan pengertian kata kata, tetapi dalam bentuk energy)

Ini delusif ...

Ini mirip maha kondisi , nibbana ada dan kekal , tumimbl lahir analogi internet , bola bilyard , frame film , dsb dsb.....

Memahami dlm bentuk kata kata dan energy...keduanya sama tiada beda.

Kata kata secara konvensional juga merupakan energy .

Fabrikasi pikiran = energy = sankhara = DO

 

Terserah, itu kan pendapat dari GL.

 

Pertanyaan : apa yang anda sampaikan, apa yakin bukan delusi ? fibrikasi pikiran ?

 

Lagian saya tidak memaksa orang lain untuk percaya dengan tulisan saya... silakan buktikan sendiri ...


Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#15 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 27 July 2016 - 08:12 PM

Kalau GL mau berbicara tentang noumena tidak tepat, karena topik ini yang dibahas adalah fenomena ....

 

Berbicara Noumena bukan berarti harus meninggalkan fenomena, karena dalam kehidupan ini masih banyak fenomena


Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#16 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 27 July 2016 - 08:17 PM

Menarik ..... ?  Paham  ?  Teruji  ?

 

 

Ada 2 golongan penganut Buddha :
1. Melepas duniawi
2. Memegang duniawi

Keduanya seperti minyak dan air.
Memegang duniawi bermain api bisa terbakar, bermain air akan basah.

Separo paro itu nanggung...tidak panas tidak dingin, hanya dimunculkan timbul tenggelam

Jalan tengah yg diajarkan buddha hanya semboyan saja , bagi yg ekstrim memegang duniawi.

Tidak ada jalan pembebasan .....
sebab apa yg dipegang memaksanya untuk terjebak di dalamnya.


520px-Yin_yang.svg.png


Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#17 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 46 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 27 July 2016 - 08:39 PM

(A)Makhluk yang selain alam manusia dan hewan, mereka dapat melihat dan merasakan energy.

(B)Ketika seseorang membaca mantra dan paritta, mereka dapat merasakan hal tersebut.

-----------------------------------------
Mr.legend menyimpulkan B dari A

Inilah konsepsi / gagasan mahkluk selain manusia bisa melihat dan merasakan energy...
Disimpulkan mereka bisa merasakan ketika manusia membaca paritta

GL coba ikuti pola pikiran ini...dan ini hasilnya

● jikalau mereka bisa merasakan paritta yg dibaca seseorang , masuk akal juga mereka bisa merasakan semua isi pikiran.
Bahkan seseorang baca cerita porno seperti mr.Djoe pun mereka juga bisa merasakan .

Nah ini mirip wifinya internet yg dipancarkan dan diterima dari server ke clien

Ha ha ha :)

● lanjut...
Jikalau mereka bisa merasakan bahkan paham dengan energy yg adalah seluruh isi pikiran manusia ,
Maka sudah seharusnya mereka bla bla bla
Disini kondentrasi kita pada paritta.

Paritta dan isi pikiran....apakah beda ??

Paritta itu tidak bermakna , tergantunh siapa yg baca.

Paritta sutra hati dibaca penjahat dan dibaca bikkhu....yg membedakan adalah energy yg baca.

Jika hati kotor apa gunanya baca paritta ?
Atau apakah paritta berfaedah untuk dibaca oleh orang yg "mendayagunakan paritta untuk kepuasan dirinya " ?
Contoh : baca keng kwan sing tee kun tujuannya untuk ilmu kebal senjata seperti mantra kejawen kebal senjata.

Banyak yg baca keng dari buku buku klenteng untuk tujuan kesaktian dan anggap dewa dewa itu mirip lelembut tukang jagal , ada lagi yg baca keng biar anti santet ...apakah para dewa itu satpam security ??

saya lebih melihat fallacy pada postingan #1 ketimbang apa yg dijelaskan senior legend yg tidak nyambung pada "apa yg ditanyakan dan maksud pertanyaan itu sendiri"
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#18 zhuo

zhuo

    Baru bergabung

  • Members
  • PipPipPip
  • 2
  • 36 posts
  • 0 thanks

Posted 28 July 2016 - 08:24 PM

Masih ada yg saya kurang pahami kawan2 .
Karaniya metta sutta yg telah diajarkan sang buddha kepada anggota sanggha yg diganggu oleh makhluk halus ( setan ,jin ,dll) .
Pertanyaan saya misalnya saya membacakan paritta tsb apakah saya akan bisa merasakan efek dr parita tsb yg seperti dialami oleh para anggota sangha yg dijaman sang buddha? dan makluk yg mendengarkan paritta tsb apakah mengerti dgn paritta pali? Atau semestinya parita yg sdh ditranslate ke bahasa indonesia?
Atau makhluk alam asura dan peta itu menerima secara universal dalam arti melalui batin? Dimana kita baca melalui pikiran dan batin itu berasal dr pikiran?.
Misal ada kasus org yg kesurupan tapi bukan penganut aliran agama buddha dibacain parita tsb apakah makluk tsb mengerti ?
Dan satu kasus lagi apabila ada sanak saodara yg telah meninggal dan bergentayangan di rumah , apakah membaca paritta karaniya metta tsb makhluk2 tsb dpt mengerti bahasa pali atau bahasa indonesia?
Pendapat pribadi saya kita baca parita kan melalui ucapan . Ucapan dan itu berasal dr pikiran, pikiran itubatin dan menurut saya batin itu universal.
pendapat saya makluk alam peta dan asura dapat menerima walaupun paritta yg saya baca bahasa apapun pasti mereka mengerti.
Dalam pendapat pribadi saya ini salahkah?
Tolong pencerahannya.
Salam damai :)

#19 danny1878

danny1878

    Baru Bergabung

  • Members
  • 147
  • 412 posts
  • 88 thanks

Posted 28 July 2016 - 09:57 PM

-

Sekali lagi, ambil yg berguna dan jgn lupa untuk menjaga efek samping yg tak terduga. (yg pasti bukan pencerahan tapi cuma bagi2 pengalaman, krn tujuan pertama saya ke forum ini mencari inti/arti dan solusi yg bermanfaat)
 
Sejauh ini menurut pengalaman saya tanpa mantra pun mereka mengerti. Masalahnya tanpa mantra apakah mereka "MAU" atau tidak untuk mengerti.
 
Mantra menurut saya bukan untuk main2, ibarat ada preman, mau tidak kita omongin preman itu baik2 supaya tidak mengganggu artinya tanpa menggunakan backup/dekingan. Tergantung tingkat kemampuan dan kesadaran sang penggangu. kalau tidak mengganggu, gak perlu kita ganggu juga. Tapi hidup berdampingan dengan mahluk lain bisa untung dan bisa rugi. Biarpun untung, mereka itu perlu energi/bayaran. Mungkin anda sudah pernah dengar yg namanya "rep-rep/ditindih" atau kalo di kedokteran disebut sleep paralyses. Biasanya berbahaya kalau korbannya itu anak2 ataupun orang yg sudah tua. Dulu waktu saya masih atheis, saya sering kena dirumah sendiri. Tapi saya orangnya bandel dan suka melawan. Berhubung dulu saya tidak percaya hal2 mistis, saya selalu cari yg masuk diakal saja solusinya (sampai skgpun gak gampang percaya).
 
Gini ceritanya : Lagi bikin program di kamar, tapi karena sempit saya gak pake kursi, tapi taruh meja komputernya dekat dgn ranjang. jadi kalo cape lsg bisa tiduran kayak kursi tanpa sandaran, sandarannya cuma 2 bantal kepala. Yg namanya bikin program itu, otak jalan terus, tidurpun susah. Lagi ada masalah logik, sayapun nyender ke bantal. Eh lsg gak bisa bergerak. Kalau dibilang sleep paralyses, loh saya gak tidur, cuma nyender ke bantal. Saya lawan, dgn bangunkan badan keposisi duduk. Saya coba lagi, begitu lagi. saya coba mungkin sampai 4-6 kali (lupa), soalnya penasaran. Krn saya gak percaya yg gitu2an, saya pikir, mungkin krn saya lapar. Saya bangun ke dapur dan makan indomie. Abis makan saya coba lagi, hasilnya begitu lagi. Trus saya pikir mungkin krn saya pake AC dan ruangan tertutup (kurang oksigen), saya buka jendela yg menghadap keluar rumah. Saya tes lagi, masih bgt lagi hasilnya. Akhirnya saya stop ngerjain program dan nonton tv saja. Belakangan saya baru mengerti ternyata energi kita diserap oleh mahluk2 tsb. Ada banyak solusinya tapi inti dari kejadian ini, ialah lebih baik tempat tinggal itu bersih. Cara bersihkan juga banyak. Saya praktekan sendiri, dan sejauh ini gak ada lagi kejadian ditindih spt itu, tapi yg namanya mahluk datang alias numpang lewat sering. tapi gak sampai tinggal. Biasanya kalau sudah dibersihkan, bbrp bulan bisa kosong. Tapi yah mesti ada usaha bersih2 sendiri. Skg ini saja ada masalah dirumah mertua. Tapi mertua itu gak percaya. Sedangkan utk bersih2 itu musti siap mental juga, kalo gak kuat (masalahnya org sudah tua hampir 80thn), sedangkan saya belum pernah kesana. Maklum rumah buat disewain (penghasilan mereka), tp krn belum ada yg sewa, yah baru ditinggalin supaya gak rusak dan juga tempatnya asri cocok buat orangtua.
 
Pernah ada yg datang (ini di amrik kira2 3 bulan yg lalu) tapi bentuknya kecil, ukurannya sekitar 40-50 cm, tapi gesitnya minta ampun. Gak ngerti juga sih maunya apa, tapi saya usir dgn energi fisik, bukannya saya mengerti cara mukul energi, tapi saya cuma menge-tes. Diputar dulu trus ditepak keluar pakai chi (saya gak kasih detailnya krn saya takut disalah gunakan, khan kasihan juga mereka2 itu kalau gak salah). Nah menurut saya berhasil, krn gak nongol2 lagi. perlu diingatkan yg saya katakan "berhasil", secara teknis nya saya gak tahu. namanya cuma nyoba. Mungkin ada yg lebih mengerti, lebih tahu.
 
Saya gak ahli bersih2 rumah (untuk mahluk halus) soalnya cuma kebetulan berguna untuk saya sendiri, kalau orang lain saya gak tahu, efeknya apa itu yg saya takutkan sebab ada kasus dimana keberadaan mahluk "A" ternyata untuk melindungi rumah dari mahluk "B" yg bertujuan jahat. Tapi intinya harus berpikiran kasih/metta (demi kebahagian semua mahluk) bisa dilakukan dengan pembacaan mantra dulu untuk perlindungan diri (saya juga pake "phu" dan batu kristal tourmaline untuk proteksi tambahan), kaca seminimal mungkin, tumpukan2 barang2 seminimal mungkin apalagi barang2 antik, tembok sering menyimpan bekas2 energi, demikian juga dgn sumber2 air. Ada hubungannya dgn garam dan acid (gak saya detailkan sebaiknya tanya yg sudah mengerti). sirkulasi udara harus diperbesar misalnya buka jendela supaya matahari masuk. Sebelum bersih2 ada baiknya bilang permisi. Tapi hati2. Untuk rumah lama, sebaiknya ditanyakan kepada yg ahli. kalau saya pake sage(suku indian suka pake ini), gak tau bhs indonya apa. Rumah yg saya bersihkan rumah baru, jadi "perbersihan" yg saya lakukan cuma untuk maintenance/pemeliharan supaya gak kotor.
 
Kalau ada yg berpikir, ini sebaiknya jgn di posting, silahkan diberitahu.

  • golden lotus likes this

#20 djoe

djoe

    Legenda WDC

  • Moderators
  • 229
  • 4,797 posts
  • 44 thanks

Posted 29 July 2016 - 08:10 AM

Kita bahas dalam konteks konvensional(fenomena)

Bisa atau tidak tergantung spiritual masing masing.

Sprt di dunia ini ada yg bisa berhubungan dgn makhluk halus ada yg tidak bisa.

Sama juga di alam lain, tergantung sensitivitas dan kemampuan spiritual makhluk di alam tsbt utk melakukan kontak mendengar pada frekuensi


Kemampuan ini seberapa jauh sensitivitasnya pada akhirnya ditentukan oleh karmanya

By refutation of the false, not by acquiring the truth, is the revelation of the TRUTH





0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close