Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
* * * * * 1 votes

Arya Bhagavato Bhaisajya Guru Vaidūrya Prabha Rāja Pūrvapranidhāna Visesa Vistara Nāma Mahāyāna Sūtram


  • Please log in to reply
1 reply to this topic

#1 sen

sen

    Loka Vinayaka

  • Members
  • 13
  • 1,536 posts
  • 7 thanks

Posted 05 March 2017 - 09:24 PM

Bhaisajya%20Guru%20Vaidurya%20Prabha%20R
Arya Bhagavato Bhaisajya Guru Vaidūrya Prabha Rāja Pūrvapranidhāna Visesa Vistara Nāma Mahāyāna Sūtram

Namah%20Sarva%20Buddha%20Bodhisattvebhya
Om Namah Sarvajñāya | Namo Bhagavate Bhaisajya Guru Vaidūrya Prabha Rājāya Tathāgatāya


Demikianlah telah kudengar, pada satu waktu, sang Bhagavān sedang berjalan kaki ke kota untuk mengajar, lalu tiba di kota besar Vaiśālī. Sekarang di tempat itu, sang Bhagavān tinggal berdiam di Vaiśālī, di bawah pohon yang bersuara musik, bersama dengan jumlah besar Bhiksu samgha sebanyak delapan ribu Bhiksu, bersama dengan tiga puluh enam ribu Bodhisattva, bersama dengan para raja, menteri, brāhmana, grhapati. Perkumpulan majelis dari para deva, nāga, yaksa, gandharva, āsura, garuda, kinnara, mahoraga, manusyā, dan makhluk bukan manusia mengelilingi-Nya dengan penuh hormat demi pengajaran Dharma-Nya.

Kemudian Mañjuśrī, sang putra dari Raja Dharma (dharmarājaputro), melalui kekuatan sang Buddha (buddhānubhāvena), bangkit dari tempat duduk-Nya, mengatur jubah atas-Nya, menempatkan lutut kanannya ke tanah, menggabungkan telapak tangannya bersama-sama beranjali kearah sang Bhagavān, dan berkata kepada sang Bhagavanta : "Ajarkanlah, Bhagavan, nama dari para Tathāgatā, pembagian yang luas dari sumpah masa lampau Mereka (pūrvapranidhānavistaravibhangam), agar orang-orang yang mendengarnya termurnikan semua rintangan karmanya (sarvakarmāvaranāni viśodhayema), agar pada waktu terakhir, di saat-saat terakhir, pada masa kerusakan Saddharma, para makhluk hidup mendapatkan pertolongan."

Kemudian sang Bhagavān berseru memuji sang Mañjuśri Kumārabhūtā : "Sangat baik! Sangat baik Manjusri ! Anda berbelas kasih besar Manjusri ! Anda, setelah menghasilkan belas kasih yang tidak terbatas, memohon ini demi manfaat, keuntungan, kebahagiaan para makhluk yang terhalangi oleh rintangan karma, dan demi kesejahteraan para Deva dan manusya. Oleh karena itu, Anda, Manjusri, dengarlah dan pusatkanlah pikiran dengan baik, Saya akan berbicara."

"Begitulah, Bhagavan." Mañjuśri Kumārabhūtā mendengar sang Bhagavatah.

Sang Bhagavān berkata kepada Dia : "Ada, Manjusri, di penjuru timur dari Buddhaksetra ini, setelah melewati Buddhaksetra yang banyaknya sebanding dengan butiran pasir dari sepuluh sungai gangga (daśagangānadīvālukāsamāni buddhaksetrānyatikramya),  sistem dunia yang bernama Tampilan Yang Sama Dengan Permata Biru (vaidūryanirbhāsā nāma lokadhātuh). Di sana ada Tathāgata Arhan Samyaksambuddho yang bernama Guru Obat Cahaya Permata Biru (bhaisajya-guru-vaidūrya-prabho) sedang tinggal berdiam, yang Sempurna Pikiran dan Perbuatan (vidyācaranasampannah), yang Terbahagia (sugato), yang Mengetahui Dunia (lokavida), sang Penjinak Nafsu Makhluk Yang Tiada Tandingan (anuttarah purusadamyasārathi), sang Guru para dewa manusia (śāstā devānām manusyānām), yang Tercerahkan (buddho), yang Mulia (bhagavān = Makhluk Tertinggi atau salah satu gelar Tuhan dalam kitab brahmana veda, = Yang Unggul). Lagi, Manjusri, saat sang Bhagavato Bhaisajya Guru Vaidūrya Prabha Tathāgata menjalani jalan Bodhisattva (bodhisattvacārikām carata) di masa lampau, dua belas Mahā Pranidhānā dibuat. Apa dua belas Mahā Pranidhānā ini?"

"Yang pertama dari Mahā Pranidhānā-Nya adalah : 'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttarā Samyaksambodhi Abhisambudha, maka pada saat itu, dengan kecemerlangan tubuh Saya menyinari dan menerangi sistem dunia yang tidak terukur, tidak terhitung, tidak terbatas. Karena Saya dilengkapi dengan tiga puluh dua tanda dari Mahā Purusa dan tubuh yang dihiasi dengan delapan puluh tanda tambahan, semua makhluk bisa menjadi begitu juga.'"

 

"Yang kedua dari Mahā Pranidhānā-Nya adalah : 'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttarā Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi, tubuh Saya luar dan dalam seluruhnya termurnikan (antarbahiratyantapariśuddho) sama seperti permata Vaidūrya yang tidak ternilai harganya (anarghavaidūryamaniriva), mungkin memiliki cahaya yang tanpa noda (vimalaprabhāsampannah syāt), seperti tubuh yang sangat luas (vipulakāyastadupamena) yang didirikan dengan kecemerlangan (tejas) dan kilauan (śriyā). Jaring sinarnya melampaui matahari dan bulan; makhluk apapun yang lahir di lokadhātu, juga orang-orang, di malam hari, di kegelapan malam bisa pergi ke berbagai arah. Di semua penjuru, yang tersentuh oleh cahaya Saya, akan melakukan perbuatan kebajikan."

"Yang ketiga dari Mahā Pranidhānā-Nya adalah : 'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttarā Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi, para makhluk dari Saya, melalui dipenuhi dengan kekuatan dari kebijaksanaan dan cara yang tidak terbatas (aprameyaprajñopāyabalādhānena), akan ada demi memuaskan kesenangan dan kenikmatan yang tidak terukur di dunia makhluk hidup; Mungkin tidak ada cacat pada makhluk hidup apapun."

 

"Yang keempat dari Mahā Pranidhānā-Nya adalah : 'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttarā Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi, para makhluk yang menjalani jalan yang buruk (kumārgapratipannāh), yang menjalani jalan Pendengar (śrāvakamārgapratipannāh), juga yang menjalani jalan Buddha penyendiri (pratyekabuddhamārgapratipannāśca), para makhluk itu akan diarahkan menuju ke Mahāyāna, sang Jalan Bodhi Yang Tiada Tanding (anuttare bodhimārge mahāyāne)."

"Yang kelima dari Mahā Pranidhānā-Nya adalah : 'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttarā Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi, para makhluk dari Saya, melalui ajaran Saya, menjalani brahmacarya, mereka semua menjadi yang memiliki disiplin-moral yang tidak rusak (akhandaśīlāh), terlindungi dengan baik (susamvrtāh). Siapapun yang disiplin-moralnya telah hancur (śīlavipannasya), akan tidak mungkin, setelah mendengar nama Saya (mama nāmadheyam śrutvā), pergi ke takdir jahat (durgatigamanam)."

 

"Yang keenam dari Mahā Pranidhānā-Nya adalah : 'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttarā Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi, para makhluk dari Saya yang bertubuh cacat, yang inderanya cacat, yang berwarna buruk, yang bisu-tuli, yang pincang, yang punggungnya bungkuk, yang berkusta, yang terpotong, yang buta, yang tuli, yang gila, dan yang lainnya yang ada penyakit di tubuh, setelah mendengar nama Saya, semuanya menjadi berindera lengkap (sakalendriyāh) dan beranggota tubuh yang lengkap (suparipūrnagātrā)."
 

"Yang ketujuh dari Mahā Pranidhānā-Nya adalah : 'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttarā Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi, para makhluk dari Saya yang tersiksa oleh berbagai macam penyakit, yang tanpa pertahanan, yang tanpa perlindungan, yang terpisah dari peralatan dan obat, yang tiada pelindung, yang miskin, yang sedih, jika nama Saya turun ke telinga mereka, semua penyakit mereka tersembuhkan (tesām sarvavyādhayah praśameyuh), dan menjadi sehat (nīrogāśca), dan menjadi terbebas dari bahaya (nirupadravāśca), hingga mereka memahami Kebangkitan (te syuryāva bodhiparyavasānam)."

 

"Yang kedelapan dari Mahā Pranidhānā-Nya adalah : 'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttarā Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi, maka perempuan manapun yang menderita oleh ratusan berbagai macam kekurangan perempuan (nānāśtrīdosaśataih samlkistam), yang membenci keberadaan sebagai perempuan (strībhāvam vijugupsitam), dan ingin terbebas dari berkelamin perempuan (mātrgrāmayonim ca parimoktukāmo), melalui mempertahankan nama Saya (mama nāmadheyam dhārayet), untuk perempuan itu tidak akan berkeberadaan sebagai perempuan (tasya mātrgrāmasya na strībhāvo bhavet), hingga memahami Kebangkitan (yāva bodhiparyavasānam)."

 

"Yang kesembilan dari Mahā Pranidhānā-Nya adalah : 'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttarā Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi, semua makhluk yang terikat oleh ikatan jerat Mara (sarvasattvān mārapāśabandhanabaddhān), yang tiba di jalan sempit yang tak bisa dilewati dari berbagai jenis pandangan salah (nānādrstigahanasamkataprāptān), yang menuju ke semua jerat pandangan salah dari Mara (sarvamārapāśadrstigatibhyo), menjadi berbalik kembali (vinivartya), terperintahkan dengan pandangan yang benar (samyagdrstau niyojya), menyaksikan jalan Bodhisattva dari awal sampai akhir (ānupūrvyena bodhisattvacārikām samdarśayeyam)."

 

"Yang kesepuluh dari Mahā Pranidhānā-Nya adalah : 'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttarā Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi, beberapa makhluk dari Saya yang cemas dan takut pada raja (rājādhibhayabhītāh), atau yang tertangkap dan terikat oleh ikatan (bandhanabaddhāvaruddhāh), di hukum mati (vadhārhā), tertekan oleh banyak kecurangan (anekamāyābhirupadrutā), dan dilecehkan (vimānitāśca), terluka oleh penderitaan dari tubuh, ucapan dan pikiran (kāyikavācikacaitasikaduhkhairabhyāhatāh), melalui mendengar nama Saya dan melalui kekuatan kebajikan-Ku (te mama nāmadheyasya śravanena madīyena punyānubhāvenasca), terbebaskan dari semua bencana dan ketakutan (sarvabhayopadravebhyah parimucyeran)."


Yang terbahagiah dari semua kebahagiaan adalah membahagiakan Ayah dan Ibu.

Om Ami Dewa Si

http://aryamahayana.forumup.com

 

Om Namah Sri Vajra Mahakalaya


#2 sen

sen

    Loka Vinayaka

  • Members
  • 13
  • 1,536 posts
  • 7 thanks

Posted 21 March 2017 - 09:26 PM

Tolong tidak mereply di postingan Sutra ini hingga selesai. Ini adalah postingan ulang penyempurnaan sutra vaiduryanirbhasa Bhaisajya Guru

 

Terima kasih.


Yang terbahagiah dari semua kebahagiaan adalah membahagiakan Ayah dan Ibu.

Om Ami Dewa Si

http://aryamahayana.forumup.com

 

Om Namah Sri Vajra Mahakalaya





0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close