Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

Pengertian Doa


  • Please log in to reply
1 reply to this topic

#1 hariyono

hariyono

    Fenomena WDC

  • Members
  • 170
  • 6,928 posts
  • 44 thanks

Posted 09 September 2011 - 11:00 AM

Posted Image



Pengertian Doa




Kali ini saya ingin mengajak rekan-rekan sekalian yang berbahagia untuk sekedar berbagi pengalaman dan pengertian tentang Doa.
Apakah Doa Itu?

Ora et Labora, sebuah ungkapan yang sangat umum kita dengar.
Berdoa dan Bekerja, ungkapan yang menjelaskan bahwa di samping berdoa, kita juga harus berkarya.
Terlepas dari usaha yang dilakukan, doa bagi banyak orang adalah hal yang sangat pokok, bahkan sering diyakini bahwa tanpa doa manusia tidak akan mencapai apa yang diinginkannya.
Kalau memang doa itu demikian krusial dalam hidup manusia, apakah umat Buddha juga harus berdoa?
Lalu berdoa pada siapa?


Sebagian dari kita berdoa untuk mengumpulkan Pahala.
Supaya Pahala itu menumpuk sekian banyak sehingga Tuhan akan melupakan segala Dosa.
Supaya Pahala lebih banyak dari Dosa sehingga Tuhan -yang disini divisualkan sebagai Tukang Timbang, seperti pedagang grosir yang menimbang berat barang- bisa memutuskan bahwa si Pendoa layak masuk Surga.

Sebagian dari kita berdoa untuk Menyembah.
Sebagian Menyembah Tuhan (atau Dewa, atau Dewi, atau Buddha, atau Yesus, atau apalah...) demi penyembahan itu sendiri.
Tanpa pamrih, tanpa alih-alih mengumpulkan Pahala.
Sebagian lagi demi mengumpulkan Pahala di Sorga... gak beda seperti mengumpulkan Bonus ,
seperti Bonus terbang gratis promosi kredit card Citibank , HSBC atau... mungkin promosi Carrefour .
Bonus Bo!

Atau mungkin memohon-mohon kepada Tuhan supaya rezekinya berlimpah-limpah.
Mohon saja berkali-kali, malah kalau dengan Puasa bisa lebih afdol.
Tuhan akan lembek hatinya dan mengabulkan permintaan si pendoa.
Permintaan bisa macam-macam, dan bukan soal kerejekian saja.
Bisa juga soal jabatan.
Minta naik jabatan kepada Tuhan, minta supaya disayang sama Boss, minta
supaya istri tidak nyeleweng, minta supaya suami setia walaupun sudah diterjang proposal selingkuh kanan kiri.
Minta supaya anak-anak jadi Orang.



Menjadi Orang atau Manusia itu susah ternyata.
Banyak maunya, dan banyak jalannya.
Kalau metode tertentu ternyata kurang sip, masih ada metode lainnya.
Agama satu kurang afdol, masih bisa pilih agama lain.
Cuek azzah, katanya.
Yang penting Tuhan denger doa saya, katanya.
Itu katanya lho!

Memang lucu.
Yang lucu itu bukanlah ajarannya, tetapi para pelakunya.
Persis seperti pendukung tim sepakbola.
Saling berteriak menjagokan timnya (baca: Agamanya).

Buat saya dan sebagian orang, barangkali, perilaku para pelaku agama yang mengaku sebagai orang yang memiliki kerohanian atau spiritualitas tinggi itu bukanlah hal aneh.
Memang lucu, tetapi tidak aneh, dan tidak mengagetkan.
Sebagai Data, mereka valid.
Valid untuk penelitian Sosiologis (Sosiologi Agama) atau Psikologis (Psikologi Agama).

Yang menjadi tanda tanya bagi saya dan sebagian orang adalah apa yang dilakukan para pelaku keagamaan itu dengan kepercayaan agamanya itu.
Apakah Tuhan yang mereka akui sebagai sesembahan itu hanya Slogan semata?
Atau adakah suatu Iman tertentu yang diyakini sedemikian rupa sehingga para pelaku keagamaan itu bisa menjadi lebih manusiawi seperti dikehendaki oleh sesuatu yang disebut sebagai Tuhan itu?

Atau, apakah memang benar bahwa sebagian Tuhan dari agama-agama memang tidak Bertuhan sehingga pelaku keagamaan tertentu yang telah dikuasainya menjadi begitu brutal, baik dalam kata-kata maupun perbuatan.

Barangkali jawabnya cuma bisa ditemui dalam Doa yang mereka lakukan.
Para peneliti, lihatlah apa Doa mereka?
Dan lihatlah kaitan antara Doa dan Perbuatan.

Adakah yang sinkron?
Adakah yang menyambung antara Doa yang dipanjatkan ke Atas dan perbuatan yang semata horizontal ke Samping.
Kalau ada, maka bisa diasumsikan sebagai Sehat.
Kalau tidak ada, maka itu Sakit.

Yang Sehat atau Sakit bukanlah agama-agama itu, melainkan pelaku-pelakunya.
Lihatlah pengertian tentang Apakah Doa Itu dikalangan mereka yang menjagokan Agama.
Dan bandingkahlah dengan praktek nyata di lapangan kemanusiaan.
Apakah benar dipraktekkan atau cuap-cuap belaka.

Ada pendapat lain?

Edited by hariyono, 09 September 2011 - 11:13 AM.


#2 BlacqueJacque

BlacqueJacque

    Let's Smile !

  • Moderators
  • 3
  • 1,727 posts
  • 0 thanks

Posted 09 September 2011 - 11:18 AM

Ada pendapat lain?


Ada pula pengertian doa sebagai pengingat mawas diri.
Ada pula pengertian doa sebagai tujuan melakukan perbuatan.

Misalnya pada pagi hari, saya berdoa di altar rumah, semoga ketiga batang dupa yang saya persembahkan ini dapat mewakili hormat saya kepada yang bijaksana.
dan semoga saya dapat bekerja dengan sebaik-baiknya.


Doa pertama, saya menjelaskan maksud dari ritual yang saya lakukan.
doa kedua, saya mengingatkan diri saya untuk bekerja dengan sebaik-baiknya sambil mengingat ajaran para bijaksana.
;)I Feel What You Feel, So You Can Be Honest;)




0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close