Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

Apa yang terlahir kembali?


  • Please log in to reply
34 replies to this topic

#21 The One

The One

    Sahabat WDC

  • Moderators
  • 56
  • 2,351 posts
  • 32 thanks

Posted 12 April 2012 - 12:43 PM

Betul, betul... bahkan dalam satu detik ada puluhan reaksi pikiran yang terjadi (65 according to Abhidhamma).

#22 harson

harson

    Siswa Sang Buddha

  • Members
  • -1
  • 420 posts
  • 0 thanks

Posted 12 April 2012 - 05:41 PM

Bro One, menurut The Essence of Buddha Abhidhamma by DR. Mehm Tin Mon, dalam satu kedipan mata telah berlangsung 10 pangkat 12 x kelangsungan moment kesadaran (timbul, bertahan , dan lenyap ). Sedangkan dalam satu detik mata dapat berkedip sebanyak 250 kali.
Begitu cepat nya proses kesadaran berlangsung, sehingga kita berilusi bahwa itu merupakan suatu kontinuitas.
Sang Buddha yang telah bebas dari kekotoran Batin, dapat melihat momen ke momen kesadaran itu, sehingga mampu menelusiri arus batin (kesadaran) ke tak terhitung kehidupan lampau, sekarang dan akan datang baik dirinya maupun makhluk lain.
Sedangkan Daur Hidup Rupa (Materi) adalah 17 kali lebih lama dari Daur Hidup Kesadaran.
Tidak ada cara lain untuk membuktikan nya selain melatih meditasi yang telah Guru Agung Buddha ajarkan.
Mettacittena
APPAMADENA SAMPADETHA

#23 The One

The One

    Sahabat WDC

  • Moderators
  • 56
  • 2,351 posts
  • 32 thanks

Posted 12 April 2012 - 05:56 PM

Wah, kalau itu saya belum tahu... yang saya tahu dan sadari sendiri, hanya beberapa puluh saja dalam satu detik. Kalau sampai ratusan dan ribuan, sepertinya belum levelnya saya... :D Tapi benar ya mata bisa berkedip sampai 250 kali dalam satu detik? Hebat juga ya... apa tidak pegal? :ft:

Benar, pikiran/batin lebih cepat dari rupa/fisik, dalam biologi khan juga diterangkan, bahwa dalam sepersekian detik saja berapa banyak pesan yang dikirim oleh otak ke organ-organ/anggota tubuh. Karena pikiran sedemikian kompleksnya, makanya meditasi disarankan. Dan karena pikiran begitu pentingnya bagi tubuh dan lingkungan ini, maka dikatakan "Pikiran adalah Pelopor".

Good discussion.

#24 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 16 April 2012 - 11:06 AM

bro hening, dan kawan-kawan umat forum, aku beri komentar penjelasan atas tulisan anda...



umat terjebak dalam faham nihilisme, karena terikat pada materialisme. apapun yang dijelaskan, tidak terbebas dari dualisme kewujudan, dari konsep dirinya sendiri. bukan ajaran keBuddhaan. dalam brahmajala sutta disebut (dalam jala) khayal (diri) atau (dan) takhayul.

padahal sudah aku berikan gambaran bukan terjadi 'kenihilan' pada kehidupan mereka yang 'terbebaskan dari samsara'.
lihat topik http://www.wihara.co...uddhaannya.html
tapi tulisan saya ditanggapi dengan huru hara umat pada forum.... padahal umat hanya berjalan (pengandalan diri) dalam :
umat terjebak dalam faham nihilisme, karena terikat pada materialisme. apapun yang dijelaskan, tidak terbebas dari dualisme kewujudan, dari konsep dirinya sendiri. bukan ajaran keBuddhaan. dalam brahmajala sutta disebut (dalam jala) khayal (diri) atau (dan) takhayul.

lihat penjelasan pada topik http://www.wihara.co...html#post129336



Jelas beda Nihilisme & Nibanna.
Yg Sdr sampaikan masih jauh dr pengertian dari ZEN

Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#25 coedabgf

coedabgf

    Banned

  • Banned
  • -2
  • 2,646 posts
  • 0 thanks

Posted 16 April 2012 - 11:37 AM

Jelas beda Nihilisme & Nibanna.
Yg Sdr sampaikan masih jauh dr pengertian dari ZEN


itu kan... aku jelaskan....!?!!!1
INILAH APA YANG TUHANKU TELAH KATAKAN, 'DALAM SATU TAHUN SEJAK HARI INI, KEJAYAAN MEREKA AKAN PUDAR'.

Siapakah mereka?

September 2010
coedabgf-the believer

#26 legend

legend

    Sekejap Saja

  • Moderators
  • 257
  • 5,704 posts
  • 80 thanks
  • LocationMalang

Posted 16 April 2012 - 11:59 AM

itu kan... aku jelaskan....!?!!!1


Karena itu semakin dijelaskan semakin kabur....

Ibarat Telunjuk Menunjuk Ke Bulan, Demikian Juga Kata Kata Hanya Menunjuk Ke Kebenaran...:D


#27 silence

silence

    Baru Bergabung

  • Members
  • PipPip
  • 0
  • 11 posts
  • 0 thanks

Posted 29 December 2013 - 02:20 AM

Makasih The One atas penjelasannya :) .. Saya membaca penjelasannya merangkum , Adi Buddha adalah suatu bentuk energi, energi yg paling halus dan terkecil (mungkin namanya agregat ya), yg terproses dengan waktu, energi tersebut berubah bentuk menjadi energi2 lainnya, ( seperti proses kimia, A+B=C ), kemudian memecah lagi, membentuk lagi menjadi energi yg lain. Keinginan adalah suatu proses energi
Kumpulan dari agregat2 membentuk suatu bentuk, lama kelamaan akan membentuk sel/unsur. Dari sel inilah yg membentuk suatu mahluk hidup. Jadi kita merupakan kumpulan dari agregat2

Buddha adalah seseorang yang mampu meredam/mengendalikan semua keinginan/nafsu. Keinginan apapun itu. Karena mampu mengendalikan keinginan, seorang Buddha mampu melakukan apapun, yg dia inginkan, membentuk sesuatu dari tidak ada menjadi ada.. inilah yg disebut mencipta, Dia memproses dr suatu energi ke energi lain sampai membentuk suatu bentuk dengan keinginannya. Dia juga bisa mengubah menjadi energi Adi Buddha, keadaan inilah yg disebut Nibbana.. Kekosongan, disebut kosong tetapi kok ada, disebut ada, tetapi kok gak ada, dia seperti energi potential..

Dengan bermeditasilah, kita dapat belajar mengontrol semua bentuk keinginan yg paling halus sekalipun

Keinginan yg tidak terkontrol sangat berbahaya. Karena keinginan inilah yg menyebabkan Karma. ada sebab pasti ada akibat. Apakah sesuatu pasti mengakibatkan Karma?, Sesuatu yg tdk diikuti keinginan tdk menghasilkan karma. misalkan tanpa kita sadari mata kita berkedip, ini tdk menghasilkan karma. Jika kita tanpa sadar menginjak semut, dan semut tersebut mati, apakah menghasilkan karma, bisa iya bisa tidak, mungkin iya karena dulu kita pernah punya keinginan itu, dan baru sekarang hal itu terjadi. Jika begitu maka ini menghasilkan karma.

Jadi apakah yg terlahir kembali, yg terlahir kembali adalah bentuk2 energi, bentuk2 keinginan, bentuk2 pemikiran kita, karma kita.. saat dilahirkan kembali kita tidak sadar karena kesadaran kita masih rendah. Kenapa tiba2 ada anak kecil yg sangat cerdas sekali, yg tidak disadarinya. karena dia membawa bentuk2 pemikiran dia dari kehidupannya yg dulu

Gitulah pemikiran saya dari membaca penjelasan The One. Mohon koreksi jika ada kesalahan pandangan dari saya. Terima kasih :)

#28 msc

msc

    no vice

  • Moderators
  • 400
  • 5,128 posts
  • 103 thanks

Posted 29 December 2013 - 09:24 AM

Diri kita kosong khan, dan ini uraian dari penjelasan panjang lebar tentang anatta, 5 agregat (Pancakkhanda) dan Nibbana itu sendiri. Ketika diri menyadari kekosongan dari semua mimpi, kita akan berusaha lolos darinya, karena (simplenya); it is just a dream, dan dream tersebut sudah terkondisi dengan sebab-akibat, jadi there's no free lunch, juga tidak layak lagi dipertahankan. Maka nibbana (melepaskan diri dari dream-like world/LIFE) adalah solusinya, dari dulu, sekarang dan masa-masa yang akan datang, pengajaran ini takkan pernah berubah, karena memang kita masih hidup dalam "mimpi" (not exactly, karena hidup ini sangat nyata bagi yang belum merealisasi minimal sampai tingkatan Ariya).


Ada kata "diri kita" pada penjelasan di atas.
yang menjadi pertanyaannya, kata "diri kita" tersebut hanya merupakan kata bantu sapaan dalam bahasa atau ada makna esensial di baliknya? atau hanya menunjukkan paket dari kumpulan dari agregat ?
mengapa seolah-olah tampak ada "unsur" atau diri sesungguhnya yang sedang berjuang dalam melepaskan dirinya dari mimpi yang telah diciptakannya sendiri?

#29 silence

silence

    Baru Bergabung

  • Members
  • PipPip
  • 0
  • 11 posts
  • 0 thanks

Posted 30 December 2013 - 02:44 AM

Ada kata "diri kita" pada penjelasan di atas.
yang menjadi pertanyaannya, kata "diri kita" tersebut hanya merupakan kata bantu sapaan dalam bahasa atau ada makna esensial di baliknya? atau hanya menunjukkan paket dari kumpulan dari agregat ?
mengapa seolah-olah tampak ada "unsur" atau diri sesungguhnya yang sedang berjuang dalam melepaskan dirinya dari mimpi yang telah diciptakannya sendiri?


Ada sebuah arca yang terbuat dari air/es. Bagi orang yg belum sadar (tercerahkan), orang menyebutnya arca. Tetapi bagi orang yg sadar(tercerahkan), yg mengetahui asal usulnya, benda itu adalah sekumpulan es yg berbentuk arca. Dia sadar kalo arca itu tdk berarti, sebentar lagi akan meleleh, tdk berbentuk arca lagi, meleleh menjadi air, air akan menguap menjadi udara, dstnya.

Saat kita melewati arca tsb bentuknya masih arca, kira2 bbrp jam kemudian, kita melewati tempat tsb, arca itu ga ada lagi.... lho sepertinya aku bermimpi, tadi ada arca disini, sekarang kok hilang

"(karena hidup ini sangat nyata bagi yang belum merealisasi minimal sampai tingkatan Ariya)"

#30 sindi

sindi

    Senior WDC

  • Members
  • 9
  • 1,693 posts
  • 2 thanks

Posted 11 January 2014 - 12:31 PM

APA YANG TERLAHIR KEMBALI?
(Milinda Panha II : Kelahiran Kembali )

"Apa yang terlahir kembali itu, Nagasena?'

"Batin dan jasmani."

"Apakah batin dan jasmani yang ini juga yang terlahir kembali?"

"Bukan, tetapi oleh batin dan jasmani inilah maka perbuatan-perbuatan dilakukan, dan oleh karena perbuatan-perbuatan itulah maka batin dan jasmani yang lain terlahir kembali.
Walaupun demikian, batin dan jasmani itu tidak begitu saja terlepas dari hasil perbuatan sebelumnya."

"Berikanlah ilustrasi."

"Seperti halnya api yang dinyalakan seseorang.
Setelah merasa hangat, mungkin orang itu pergi meninggalkan dalam keadaan menyala.
Andaikan saja api tersebut kemudian menjalar dan membakar ladang orang lain,
lalu pemilik ladang itu menyeretnya ke hadapan raja serta menuntut orang yang menyalakan api tersebut.


Bila dia berkata, 'Baginda yang mulia, saya tidak membakar ladang orang ini.
Api yang saya tinggalkan itu berbeda dengan api yang membakar ladang orang ini.
Saya tidak bersalah', apakah dia patut dihukum?"


"Tentu saja, karena tak peduli apa pun yang dia katakan, api itu berasal dari api sebelumnya."

"Demikian juga, O baginda, oleh batin dan jasmani ini perbuatan-perbuatan dilakukan, dan
oleh karena perbuatan-perbuatan itu maka batin dan jasmani baru akan terlahir kembali;

tetapi batin dan jasmani tersebut tidak begitu saja terlepas dari hasil perbuatan sebelumnya."

"Apakah Anda, Nagasena, akan terlahir kembali?"

"Apa gunanya menanyakan hal itu lagi?
Bukankah telah saya katakan bahwa jika saya mati dengan nafsu keinginan di pikiran saya,
maka saya akan terlahir kembali. Jika tidak, ya tidak."


BADAN DAN BATIN

"Anda tadi baru saja menjelaskan tentang batin dan jasmani.
Apakah batin itu, dan apakah jasmani itu?"

"Apa pun yang kasar adalah jasmani (materi).
Apa pun yang halus dan pikiran atau keadaan mental, adalah batin (mentalitas)."

"Mengapa jasmani dan batin ini tidak dilahirkan secara terpisah?"

"Kondisi-kondisi ini saling berhubungan seperti halnya kuning telur dan kulitnya.
Keduanya selalu timbul bersama dan hubungan ini sudah ada sejak waktu yang lama sekali."
3


Catatan :
3. Rhys Davids, dengan menggunakan Teks Sinhala, membaca kalimat ini sebagai evametam dighamaddhanam sambhavitam tetapi di Teks Burma tertulis: sandhavitam.


menurut yang aku pahami
manusia secara spiritual terbagi menjadi 3 bagian bukan 2 batin(pikiran) dan jasmani, melainkan 3,= jasmani, batin(pikiran) dan roh (hati) =body , soul and spirit.....ketika meninggal meninggalkan jasmani dan bathin yang lama sedangkan spirit, roh sejati atau sifat buddhata ini yang berpindah kelain wadah...dengan segala karma masa lampau menutupi.inti sel(budhata) membentuk wujud yang baru sesuai karma perbuatan. sifat buddhata ini akan selalu tertidur hingga ada karma baik yang menyebabkan kondisi ini..secara umum untuk wujud manusia yang paling sempurna....suatu chi/energi atau sesuatu baru akan terasa kekuatannya bila difokus/konsentrasi seperti cahaya bila fokus menjadi sinar laser baru ada kekuatan nya yang dahsyat, angin bila fokus menjadi tornado begitu juga air bila fokus akan mempunyai kekuatan yang dahsyat. bagaimana jika manusia bisa mengfokuskan pikirannya (konsentrasi) menjadi satu sinar laser menembus tembok logika pikiran....baru bisa memasuki dimensi lain (alam spiritual) baru bisa leluasa melatih/membersihkan hati nuraninya dari segala kemelekatan mencapai tujuannya bebas dari alam samsara. dimana hati nurani manusia berada ? di organ jantung..dimana pikiran ? di organ otak.......manusia secara spiritul terbagi 3.....jasmani, pikiran dan hati nurani.....sinkronkan dengan satu tujuan....yang positip......dalam bertindak utamakan jangan mngabaikan kata hati
www.padmakumara.wordpress.com
www.strokehelping.blogspot.com
www.buddha168.blogspot.com

#31 msc

msc

    no vice

  • Moderators
  • 400
  • 5,128 posts
  • 103 thanks

Posted 14 January 2014 - 01:29 PM

menurut yang aku pahami
manusia secara spiritual terbagi menjadi 3 bagian bukan 2 batin(pikiran) dan jasmani, melainkan 3,= jasmani, batin(pikiran) dan roh (hati) =body , soul and spirit.....ketika meninggal meninggalkan jasmani dan bathin yang lama sedangkan spirit, roh sejati atau sifat buddhata ini yang berpindah kelain wadah...dengan segala karma masa lampau menutupi.inti sel(budhata) membentuk wujud yang baru sesuai karma perbuatan. sifat buddhata ini akan selalu tertidur hingga ada karma baik yang menyebabkan kondisi ini..secara umum untuk wujud manusia yang paling sempurna....suatu chi/energi atau sesuatu baru akan terasa kekuatannya bila difokus/konsentrasi seperti cahaya bila fokus menjadi sinar laser baru ada kekuatan nya yang dahsyat, angin bila fokus menjadi tornado begitu juga air bila fokus akan mempunyai kekuatan yang dahsyat. bagaimana jika manusia bisa mengfokuskan pikirannya (konsentrasi) menjadi satu sinar laser menembus tembok logika pikiran....baru bisa memasuki dimensi lain (alam spiritual) baru bisa leluasa melatih/membersihkan hati nuraninya dari segala kemelekatan mencapai tujuannya bebas dari alam samsara. dimana hati nurani manusia berada ? di organ jantung..dimana pikiran ? di organ otak.......manusia secara spiritul terbagi 3.....jasmani, pikiran dan hati nurani.....sinkronkan dengan satu tujuan....yang positip......dalam bertindak utamakan jangan mngabaikan kata hati


Rekan Sindi, bukankah roh yang Anda sebutkan adalah termasuk unsur batin?
Karena batin dan jasmani adalah termasuk atau jelmaan dari sifat dasar Buddhata.

Karena jika cara pembagian seperti yang Anda lakukan maka seharusnya terbagi menjadi 3+4, yaitu batin, roh, jasmani, sifat padat, cair, gas, dan panas. Tapi ini akan menjadi rancu bukan?

Mohon koreksinya.

#32 sindi

sindi

    Senior WDC

  • Members
  • 9
  • 1,693 posts
  • 2 thanks

Posted 11 February 2014 - 05:39 PM

dalam tao ada dikenal istilah manusia adalah mahluk yang disebut san fen cit poh (3 roh 7 lubang) ada juga yg mengartikan 3 lapisan roh utama dan 7 lapisan roh selanjutnya, Inti pembagian menjadi 3 (trinitas) dari sini manusia terdiri dari 3 lapisan, jasmani, pikiran yang terdalam baru hati nurani (budhata). kebanyakan manusia, hati nuraninya tertidur.


Karena jika cara pembagian seperti yang Anda lakukan maka seharusnya terbagi menjadi 3+4, yaitu batin, roh, jasmani, sifat padat, cair, gas, dan panas. Tapi ini akan menjadi rancu bukan? gak tau kok nyasar kesini pembagiaannya....padat cair gas dan panas bukan spiritual sepertinya bentuk energi/benda
www.padmakumara.wordpress.com
www.strokehelping.blogspot.com
www.buddha168.blogspot.com

#33 golden lotus

golden lotus

    Re-Birth

  • Members
  • 247
  • 3,260 posts
  • 46 thanks
  • LocationSurabaya

Posted 07 March 2014 - 08:15 AM

Apa yg terlahir kembali ?
Dlm konsep tumimbal lahir , kesadaran manusia (satta) lah yg merasuk pada nama rupa baru.....yg akan menghasilkan efek bagi kesadaran sesuai perbuatan nama rupa di kelahiran lalu.
Kesadaran ini tidak sama dan tidak benar benar beda.
Istilahnya "aliran kesadaran" dari satu kehidupan ke kehidupan lainnya.
Ini bukan atta roh sejati.....
Komponen yg terurai dan merasuk pd nama rupa baru .....sesuai energy vipaka.

Sangat panjang penjelasan tumimbal lahir....
Mohon koreksinya.....
Cetanaham bhikkhave kammam vadami

#34 arieosho

arieosho

    Fenomena WDC

  • Members
  • 289
  • 6,099 posts
  • 43 thanks

Posted 23 April 2015 - 03:48 PM

Jadi pemahaman kamu bahwa makhluk lahir kembali harus melalui mati dahulu. Itu sangat benar, tapi satu hal luput dari perhatian kamu.
Yang mati itu hanyalah badan kasar ini (rupa). Saat ini pun Rupa kamu terus menerus timbul, bertahan sebentar dan lenyap lagi dan lagi.

Sedangkan Kesadaran dan arus batin tetap berlangsung/bergetar setiap saat, timbul, bertahan sebentar, lalu lenyap lagi. Tidak peduli apakah jasmani/materi ini hadir atau tidak.


Mettacittena.


Bro harson sudah ga aktif lagi ya ?


Saya mau tanya , apakah ada yang bisa memberi jawaban sesuai dengan Abhidharma ?

Kita mengalami anicca , setelah mati apa yang menyebabkan KARMA mengenal Bahvagga kita ? Jika yang terlahir adalah Bahvagga.

Apakah ada istilah genetika batin di abhidharma ?

Genetika Batin ini fungsi nya adalah sebagai identitas diri yang di sandang oleh bahvagga.

Ada banyak Buah KARMA , ada durasi matang nya lagi. Apakah ada yang dinamakan identitas diri yang bertahan dari ribuan kelahiran dan tidak terpengaruh oleh anicca ?


.
Semua yang terjadi dan akan terjadi adalah berhubungan dengan KARMA. Apakah anda akan mencapai pencerahan agung sekarang atau di kelahiran yang akan datang ? Kejadian itu berhubungan dengan KARMA Baik anda. Maka mulailah dengan lHati Nurani agar semua pikiran dan tindakan anda menghasilkan KARMA baik. Jika KARMA baik anda telah memenuhi target , jalan akan terbuka. anda akan menemukan kebenaran apapun yang anda perlu sesuai dengan KARMA baik anda.. Hati Nurani.

#35 seniya

seniya

    Sahabat WDC

  • Members
  • 24
  • 406 posts
  • 12 thanks

Posted 23 April 2015 - 05:42 PM

Bro harson sudah ga aktif lagi ya ?


Saya mau tanya , apakah ada yang bisa memberi jawaban sesuai dengan Abhidharma ?

Kita mengalami anicca , setelah mati apa yang menyebabkan KARMA mengenal Bahvagga kita ? Jika yang terlahir adalah Bahvagga.


Menurut Abhidhamma, hukum kamma itu bekerja secara sebab akibat yang saling bergantungan (patticasamuppada): dengan namarupa ini suatu perbuatan dilakukan, melalui akibat perbuatan tsb namarupa baru terbentuk pada kehidupan berikutnya.


Apakah ada istilah genetika batin di abhidharma ?


Tidak ada

Genetika Batin ini fungsi nya adalah sebagai identitas diri yang di sandang oleh bahvagga.


Segala fenomena adalah tanpa identitas diri (anatta), Abhidhamma juga mengajarkan bhavanga juga bukan diri, muncul lalu bertahan sebentar kemudian lenyap.

Ada banyak Buah KARMA , ada durasi matang nya lagi. Apakah ada yang dinamakan identitas diri yang bertahan dari ribuan kelahiran dan tidak terpengaruh oleh anicca ?


.


Dalam Abhidhamma tidak mengenal identitas diri, sebab akibat yang saling bergantungan itulah yang bekerja sehingga ada sebab maka ada akibat dan tidak akan saling tumpang tindih antara satu sebab dan sebab yang lain.
  • muni likes this

Thanked by 1 Member:
muni



0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close