Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

Kr*stenisasi yang gagal

kristenisasi gagal debat

  • Please log in to reply
3 replies to this topic

#1 Panatpata

Panatpata

    Penggemar WDC

  • Members
  • 6
  • 764 posts
  • 1 thanks

Posted 16 December 2014 - 03:00 PM

Namo Buddhaya

 

Udah lama nggak masuk ke sub-thread curhat.

 

Kali ini saya mau berbagi bahwa terjadi usaha Kristenisasi oleh teman baik saya yang memanfaatkan kepercayaan dan kedekatan saya terhadap dia.

 

Awalnya adalah pada akhir tahun lalu (November 2013) saya mengalami kecelakaan yang menyebabkan tulang ekor patah (untung nggak lumpuh) saat pulang dari perjalanan dinas. Saya menghabiskan masa 1 bulan selama Desember untuk pemulihan di rumah.

 

Karena dia adalah teman yang dekat dan bisa dipercaya, dia menawarkan 'bantuan' doa (dari sini mungkin udah bisa nebak ya ?). Yang mau didoakan adalah ayah saya karena udah sakit-sakitan tapi saya tolak mentah-mentah karena bantuan bisa dari manapun tanpa melibatkan identitas agama dan yang terjadi adalah penawaran bantuan yang menomer satukan agama dia, bukan bantuan yang netral dari agama.

 

31 Januari, ayah saya masuk rs karena fungsi organ tubuhnya menurun drastis secara tiba-tiba. Selama saya jaga di RS, dia berkunjung ke rs dan mencoba meyakinkan saya, tapi tidak berhasil.

Dia minta ijin salah seorang pendoa untuk mendoakan di samping ranjang ayah saya. Perlu diketahui bahwa dalam waktu 6 jam setelah masuk ke rs, kesadaran ayah saya pelan-pelan menurun dan sampai pada tahap tidak bisa merespon lagi. Saat didoakan pendoa itu, tidak ada respon dari ayah saya.

 

Selama di RS dan sebelumnya, dia meyakinkan saya memakai dua cara : cara positif dan cara negatif.

 

Cara positif :

- Menceritakan kisah sukses dia setelah membuka hati kepada Y*sus. Saya memang nggak sesukses dia dalam kerjaan.

 

Cara Negatif :

- Menghubung-hubungkan kejadian buruk yang terjadi beruntun pada saya sebagai tanda bahwa saya belum 'diselamatkan' dan perlu 'diselamatkan'

- Menilai bahwa cara pandang saya pendek, seakan-akan ada yang membatasi yang mengakibatkan tidak bijaksana.

 

Pada 2 Februari, ayah saya meninggal. Teman ini cukup membantu dan memberikan pek kim (sumbangan duka cita) ke saya. Tapi mungkin karena karma buruk, uang pekkim ini hilang atau terjatuh sebelum sempat saya lihat isinya. Mirip cerita Bhante Losaka Tissa, ya ? Makanan dimasukkan ke patta, langsung hilang.

 

Singkat cerita, usaha si teman ini berlanjut sampai Bulan Oktober yang rata-rata didominasi oleh komunikasi via email yang berisi perdebatan antara Evangelis abal-abal (dia) dan Dhammaduta setengah jadi (saya).

Bisa dianggap promosi karena saat debat ini, saya melibatkan salah seorang mantan moderator di WDC sebagai pembimbing (Suhu Tanhadi) di pihak saya. Jadi, teman-teman inilah gunanya ikut WDC : Bisa punya 'senjata rahasia' dalam debat dalam menghadapi evangelis.

 

Setelah dirasa komunikasi via email tidak efektif, ada beberapa kali ketemu setelah jam kantor dan akhirnya sampai pada pertanyaan : "Jika manusia berhasil kembali ke proses big bang dan mendokumentasi prose big bang, setelah itu kembali ke masa ini dan dipublikasikan bahwa alam raya berawal dari big bang, apa yang akan saya lakukan?"  Jawab saya,"tidak mengubah apa-apa, karena itu bukan concern utama di Buddhisme". "HAH ? Kok begitu ?"

 

Lihat reaksi dia ? Dia membutuhkan awal atau titik awal. Sementara bagi saya, titik awal bukan apa-apa karena yang dicari adalah pembebasan (memutuskan untuk keluar dari siklus). Bahkan saya bilang : "awal bukanlah awal, akhir bukanlah akhir."

 

Karena pembicaraan teori-teori keagamaan udah 'mentok', dia beralih ke cara pandang saya yang pendek atau terbatas. Dia berpendapat bahwa wisdom itu diberikan dari yang kuasa. Saya berpendapat bahwa prinsipnya adalah "banyak jalan menuju Roma", wisdom bisa lewat belajar dari pengalaman dan pengamatan orang lain atau pengalaman dan pengamatan pribadi. Saya tambahkan lagi bahwa kalo memang cara pandang dan cara pikir saya pendek, tolong tunjukkan dan bandingkan biar saya belajar. Respon dia setelah mendengar ini : "Kamu selalu mencari pembenaran diri". "Wisdom hanya bisa dianugerahkan dari Yang Kuasa, kamu harus berserah ke Yang Kuasa."  Saya balas : "Tinggal ditunjukkan, apa susahnya ?" "Bisa mengetahui saya tidak berpikiran luas tapi tidak bisa menunjukkan yang benar itu seperti apa ?"

 

Sampai pada titik itu saya tidak bersedia mengikuti dia maupun meladeni dia lagi. Karena sudah jelas bahwa dia bukan mau membimbing tapi sedang mengkristenkan saya.

 

Jadi, teman-teman (tanpa ada maksud men-generalisasi) berhati-hatilah terutama terhadap teman yang beragama kr*sten karena bisa saja dia sedang menunggu kesempatan atau membaca kelemahan kita sebagai celah masuk.

 

Semoga curhat ini bermanfaat.

 

Namo Buddhaya.

 

 


  • muni and yan like this

Thanked by 1 Member:
muni

#2 muni

muni

    Penggemar WDC

  • Members
  • 31
  • 520 posts
  • 3 thanks

Posted 23 December 2014 - 04:55 PM

Betul, mengenai kasus spt ini sudah banyak yg menjadi korban ( menjadi kristen). Termasuk saudara saya, yang kemudian mengajak tante saya, lalu suaminya dstnya. Demikian pula dilingkungan kantor sudah banyak yang dari tradisi (chinese) menjadi  kristen.

Kalau umat Buddha tidak yakin dengan yang dipujanya, tidak yakin dengan yang diagungkannya, tidak yakin dengan perlindungannya, maka bisa dengan mudah dibawa untuk berpindah keyakinan. Masalahnya sudahkah kita yakin dengan ajaran Buddha yang kita anut? Sedalam apa keyakinan kita?, padahal banyak masalah pada umumnya didunia selaras dengan ajaran Buddha, yang seharusnya tidak perlu diragukan dengan jarannya. Dikehidupan Buddha, jelas Sang Buddha lebih sakti mandraguna dibanding Yesus melakukan mukzizad  hanya minta tolong belas kasih kepada Tuhan. Dan siapa Tuhan  itu sendiri sebenarnya kita seharusnya memcoba untuk memahami, sehingga keyakinan terhadap Buddha Dhamma tidak tergoyahkan. Tetapi hati-hati juga karena bisa jadi karena konsep Tuhan yang belum jelas bagi seseorang, maka keyakinan seorang Buddhis pemula menjadi berpindah. Sebab itu perbanyaklah pengetahuan Dhamma secara bertahap, semoga kita sebagai seorang Buddhis semakin mantap keyakinannya.


  • Kuanvidra likes this

#3 Panatpata

Panatpata

    Penggemar WDC

  • Members
  • 6
  • 764 posts
  • 1 thanks

Posted 27 December 2014 - 08:29 AM

Jika ada cerita-cerita pengalaman yang sama dalam hal keberhasilan menghadapi kristenisasi, baiknya kita saling berbagi pengalaman dan sekaligus sebagai sarana pembelajaran.

 

Biarlah thread ini menjadi kumpulan pengalaman anggota wdc dalam menghadapi kristenisasi.

 

Ditunggu cerita dari siapa aja yang bersedia berbagi.



#4 Alvonsso

Alvonsso

    Newbie

  • Members
  • Pip
  • 0
  • 8 posts
  • 0 thanks

Posted 28 April 2017 - 01:41 PM

Menurut saya, keyakinan itu bukanlah sebuah hal yang perlu diperdebatkan, karena bersifat personal.

 

keyakinan itu kasarnya macem KOLOR, ada yang suka pake boxer, ada yang suka pake model segitiga, ada yang suka pake sarung doank, ada yang suka pake model kertas dan malah ada yang suka gak pake kolor.

 

itu gak bisa dipaksakan dan etis gak kalo diperdebatkan, macem "eh gw pake boxer lohh... ntar lu coba pake.. lebih nyaman, jangan asik pake sempak aje.. sesak tuhh" 

 

nda etis tohh.

 

 

Mohon maaf bila komentar saya kurang berkenan.

 

Salam,







Also tagged with one or more of these keywords: kristenisasi, gagal, debat

0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close