Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

Mengapa Buddha Tidak Pernah Menceritakan Teknologi Pada Masa Lampau?

buddhis teknologi

  • Please log in to reply
3 replies to this topic

#1 10Rupiah

10Rupiah

    Senior

  • Members
  • PipPipPipPipPip
  • 0
  • 112 posts
  • 1 thanks

Posted 20 March 2017 - 07:47 PM

Saya telah membaca penguraian dari saudara Wirajhana-eka di blognya tentang lamanya kita berada di samsara : Menunggangi Samsara: "Aku yang Mulai..Aku yang Mengakhiri.."

 

Saya mengutip sebagian tulisannya yang berbunyi:

 

Kita lihat bagaimana perkiraannya di Pabbatasuttaṃ [Gunung Batu, SN 15.5]:Di Sąvatthi.

 

  • Seorang bhikkhu mendekati Sang Bhagavą, memberi hormat kepada Beliau, duduk di satu sisi, dan berkata kepada Beliau: "Yang Mulia, berapa lamakah satu kappa?"

    "Satu kappa adalah sangat lama, bhikkhu. Tidaklah mudah menghitungnya dan menyebutkannya dalam berapa tahun, atau berapa ratus tahun, atau berapa ribu tahun, atau berapa ratus ribu tahun."

    "Kalau begitu mungkinkah dengan memberikan perumpamaan, Yang Mulia?"

    "Mungkin saja, bhikkhu," Sang Bhagavą berkata. "Misalnya, bhikkhu, terdapat gunung batu dengan panjang satu yojana, lebar satu yojana, dan tingginya satu yojana, tanpa lubang atau celah, batu padat yang besar. Di akhir setiap seratus tahun seseorang akan menggosoknya dengan secarik kain Kąsi. Dengan usaha ini gunung batu itu lama-kelamaan akan terkikis habis tetapi kappa itu masih belum berakhir. Demikian lamanya satu kappa itu, bhikkhu.

    Dan dari kappa-kappa yang selama itu, kita telah mengembara melalui begitu banyak kappa, ratusan kappa, ribuan kappa, ratusan ribu kappa.

    Karena alasan apakah?

    Karena, bhikkhu, saüsąra ini adalah tanpa awal yang dapat ditemukan..[..]

    Note:
    Terdapat variasi berapa ukuran '1 yojana', variasi pendapat tersebut ada di kisaran antara 7mil - 14mil

    Mari kita coba hitung berapa lama waktu yang di butuhkan agar gunung Batu dengan dimensi 1 yojana³ yang digosok dengan kāsikena vatthena [kain yg sangat halus] dan setiap seratus tahun dapat terkikis sedikit demi sedikit hingga habis. 
    • Hitungan yang saya pinjam dari blog ini
      Asumsi 1 yojana = 15 km (estimasi), sehingga densitas (d) batu cadas = 3203.7kg/m³, batu cadas tsb terbuat dari silikat, s = ± 100g/mol. Estimasi jumlah molekul dalam kikisan oleh kain adalah 1, hitungannya menjadi:

      1 kappa = 100 x (y³)x d/(0.001s x NA )= 6.5 x 1042 tahun. di mana NA = Angka avogrado.

      Terlalu tinggi dalam mengestimasikan molekul?

      Jika dikurangi menjadi 1017, molekul silikat yg terkikis kain menjadi, 1.66 x 10-8kg. Jadi nilai 1 Kappa = adalah hingga 1017..tetapi kappa itu masih belum berakhir
    • variasi hitungan lainnya:
      Karena variasi '1 yojana' = 7 mil s/d 14 Mil; 1 mil = 1.6 km, jadi 1 yojana setara antara 11.2 km s/d 22.4 km. Anggap saja per 100 tahun dapat 1 mm³, sehingga: 

      1 kappa = (11.2)³ x (106)³ mm x 100 tahun = 1.41 x 1023 s/d 1.1 x 1024..tetapi kappa itu masih belum berakhir

     

 

Dari sana bisa di simpulkan bahwa ternyata sudah sangat-sangat lama sekali umur dari kosmos ini. 

 

 

Aku mengingat banyak ragam kelahiran dikehidupan lampauKu sebagai berikut: mula-mula 1 kelahiran, 2, 5, 10, 50, 100, 1000, 100.000, banyak Kappa kontraksi kosmis, banyak Kappa kosmis mengembang, banyak Kappa dari kontraksi dan mengembangnya kosmis (anekepi saṃvaṭṭakappe anekepi vivaṭṭakappe anekepi saṃvaṭṭavivaṭṭakappe)[..] Pengetahuan pertama ini didapat pada malam hari di waktu jaga ke-1 (rattiyā paṭhame yāme: 18.00 s/d 22.00);

 

 

 

 

Sejak tercerahkan, Buddha bisa mengingat ratusan ribu bahkan jutaan kelahiran yang lampau dengan mengacu bahwa "banyak Kappa kontraksi kosmis, banyak Kappa kosmis mengembang, banyak Kappa dari kontraksi dan mengembangnya kosmis ".

 

 

Namun, dari berbagai cerita Jataka. Buddha yang mengisahkan kembali kehidupan lampaunya. Seakan-akan tidak pernah ada di singgung kehidupan Beliau pada masa teknologi maju seperti sekarang ini. 

 

Sehingga, menjadi pertanyaan saya apakah manusia sebelumnya pernah bisa mencapai teknologi demikian canggih seperti sekarang ini? Jika pernah, mengapa Buddha tidak pernah menceritakannya? 

 

Dari sekian banyak cerita di Jataka, sepertinya yang di ceritakan Beliau hanyalah berkisar pada keadaan kehidupan saat Beliau Bercerita.

 

Contohnya pada URAGA –JATAKA.

 

Settingan ceritanya sepertinya adalah masa kerajaan seperti masa kerajaan ketika Buddha saat itu. Adakah pernah di temukan Buddha menceritakan manusia seperti sekarang ini yang menggunakan teknologi, dsb? 

 

 

 

 



#2 BigBosS

BigBosS

    Silent Reader Activist

  • Members
  • 53
  • 917 posts
  • 12 thanks
  • LocationAlam Manusia

Posted 24 March 2017 - 08:29 AM

bukan mencari pembenaran, menurut pendapat saya

 

Sidharta sendiri memiliki konsep bahwa ilmu gaib tidak perlu digembor2kan, so dari sini dapat dilihat bahwa ketika kita bercerita sebuah peradaban maju bagi orang-orang yg pada jaman yang belum memiliki kapasitas mengerti hal ini, justru hanya akan memancing 2 hal, 1. dianggap ilusi / khayalan bagi orang awam, 2. atau justru memancing pertanyaan lebih lanjut bagi yg antusias. tentunya hal ini akan mengarah pada kehidupan duniawi bagi yg memperdalamnya.

 

seingat saya, saya pernah memposting tentang The Nine Unknown yang konon katanya dibentuk oleh raja ashoka, masing-masing dari 9 subjek tersebut menguasai ilmu-ilmu penting bagi peradaban manusia, termasuk ilmu alchemist.

 

belum ditambah lagi banyak penemuan-penemuan penting yg berasal dari mimpi-mimpi (seperti tabel kimia), hal ini tentu saja berkaitan dgn kehidupan masa lampau.


Jangan Hanya Memikirkan atau Berbicara tentang Kebaikan, tapi Lakukanlah Kebaikan


#3 tumult077

tumult077

    Penggemar WDC

  • Members
  • 79
  • 1,384 posts
  • 50 thanks

Posted 04 April 2017 - 12:01 AM

teknologi (Handphone, Laptop, mobil, dll.) adalah turunan dari Filsafat Barat. Apa yang diajarkan Buddha, menurut pendapat amatiran saya, bergerak dan bersikap di tingkat inti terhadap Filsafat Barat, yaitu Filsafat Timur sebagai alternatifnya, bukan sekedar level permukaan (level produk Filsafat Barat / teknologi). Ini sejalan dengan buku "4 metode Penembusan Masalah": suatu masalah bisa dipecahkan di tataran permukaan, namun bisa juga dipecahkan di tataran akar. Bukan berarti tataran akar lebih baik, karena kadang ada juga masalah yang lebih bijak dan praktis dipecahkan secara tataran permukaan.

#4 tumult077

tumult077

    Penggemar WDC

  • Members
  • 79
  • 1,384 posts
  • 50 thanks

Posted 04 April 2017 - 12:06 AM

Abad ke 21 dengan segala teknologi nya... sebetulnya jauh sebelum adanya Adam dan Hawa, planet bumi hanyalah setitik planet yang menggantung di kontinuum jagad waktu dengan rentang bermilyar-milyar tahun yang lalu (dan yang akan datang?), sehingga terbuka kemungkinan besar bahwa sudah pernah ada teknologi yang jauh lebih canggih daripada abad ke 21 di planet bumi.





Also tagged with one or more of these keywords: buddhis, teknologi

0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close