Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
- - - - -

Apakah meditasi Buddhis dapat mencapai keadaan trance?


  • Please log in to reply
1 reply to this topic

#1 terryds

terryds

    Baru Bergabung

  • Members
  • PipPip
  • 0
  • 23 posts
  • 0 thanks

Posted 30 April 2017 - 03:00 PM

Namo Buddhaya _/\_
Saya ingin bertanya apakah meditasi yang hanya 'duduk, mengamati pernafasan, fokus pada pernafasan' dapat meningkatkan insight / makes we know ourselves better?
Saya pernah mencoba metode ini dan hasilnya ordinary saja, tak nampak, hanya 'perasaan lega dan enteng' saja.
Mohon penerangannya agar saya bisa meningkatkan kualitas meditasi.
Terima kasih

#2 danny1878

danny1878

    Baru Bergabung

  • Members
  • 147
  • 412 posts
  • 88 thanks

Posted 03 May 2017 - 10:41 AM

Saya bukan ahli meditasi, tapi cuma berbagi pengalaman. Ehi passiko aja, patokannya annica dan metta aja. Entar kalau berhasil masuk, bisa macam2 faedahnya, tapi jangan dicari/diinginkan, cuma diamatin saja.

Kalau trance, berarti tidak ada kendali justru harus dihindari.

 

sekedar tambahan menurut pengalaman:

1. indentifikasi bagian tubuh yg menegang.

Reason: setiap penegangan otot, kulit, bahkan kuku adalah efek dari craving (keinginan yg berasal dari ketagihan)

Simple way to check : Perhatikan otot tangan misalnya (JANGAN MENGGUNAKAN OTAK dan KEINGINAN), tapi gunakan perasaan tapi jangan gunakan organ perasa seperti kulit. Gunakan perasaan seakan akan kita keluar dari tubuh dan melihat otot tangan sbagai sebuah benda (sekali lagi jangan gunakan otak). Perhatikan dgn perasaan dan acknowledge(menyadari) ketegangan otot tangan tadi. Perhatikan bahwa setelah di ketahui dan disadari (sekali lagi jangan menggunakan otak atau kulit) dan juga jangan ada keinginan untuk mengendorkan tapi cuma disadari dan ditungguin sampai otot tersebut mengendor dengan sendirinya tanpa dikehendaki/diperintahkan oleh otak dan keinginan kita.

Pertama kali meditasi, mulailah dengan scanning semua bagian tubuh dari yang paling atas sampai yang paling ujung dari tubuh.

Scanning otot mata dan otak agak sedikit rumit, karena setiap kali kita scan, setiap kali itu juga kita cenderung kembali menggunakan otak dan keinginan. Tanda2 saat scanning kita tidak menggunakan organ otak/keinginan (meskipun ini bukan ukuran mutlak/pasti), ialah pernafasan kita berhenti sejenak secara tidak sadar.

Tujuan scanning ialah, karena untuk mencapai state of emptiness itu mengharuskan kita untuk tidak beraktifitas (dalam arti tidak menggunakan ke enam pintu kekotoran yaitu penglihatan, pendengaran, perasa lidah, perasa kulit, perasa hati dan pikiran). Kalau ada satu pintu saja yg terbuka, pikiran kita jadi aktif dan tidak lagi kosong(empty).

Kalau kita sudah berhasil menyadari semua craving (ketegangan tubuh), kemungkinan kita akan mulai menyadari bahwa setiap keinginan untuk melihat saja, kita sudah menggerakan suatu otot yg akan terasa pegal, demikian juga keinginan mendengar, merasa, bahkan untuk berpikir satu hal yg simple saja, ada rasa pegal di suatu otot. Fyi otot yang dimaksud mungkin bukan otot secara fisik, tapi rasa pegel ototnya sama.

Kenapa craving ini berbeda dengan craving yg secara umum diketahui seperti craving akan makanan enak, mobil mewah, musik dsbnya?
Craving umum adalah craving tingkat berlapis yang dimulai dari craving2 yang mendasar. Yang musti disadari ialah dasarnya/awal2 proses craving. Karena craving yang bertingkat contoh suka gadis cantik/cowok ganteng. Disini cravingnya berlapis2. Pertama ada craving menggunakan organ mata, kemudian organ mata mulai mendiscriminate, warna apa yg bagus warna apa yg tidak enak dilihat, dari discriminasi timbul pola/kebiasaan. dari kebiasaan timbul keinginan untuk memilih, dari keinginan memilih warna akhirnya timbul keinginan memiliki, kalau tidak bisa dimiliki akhirnya timbul aksi keserakahan/cemburu dan seterusnya.

2. Cara lain untuk menghilangkan ketegangan otot yaitu dengan metta.
Gunakan rasa kasih/metta yang universal yang tidak memilih, baik itu manusia, mahluk halus, hewan, micro organism bahkan untuk setiap existance seperti air, batu, tanah dsbnya.

Reason: setiap pembentukan adalah hasil dari Bodhi, pembentukan organ tubuh juga hasil dari Bodhi, demikian juga dengan gunung sungai dsbnya.

Metode: sama seperti cara nomor satu, tapi disini berikan sinar kasih/metta (bentuknya cuma rasa nyaman, kasih, tidak berkeinginan memiliki - comfort) kedaerah yang disadari ketegangannya. Sambil diupayakan untuk tidak menggunakan otak tapi cuma menggunakan rasa kasih. Metode ini lebih cepat dibandingkan metode pertama tapi meninggalkan residu/sisa, karena rasa kasih adalah hasil craving bertingkat, dimana kita mengingat rasa kasih berdasarkan pengalaman rasa kasih itu sendiri. Pengalaman adalah buah dari kebiasaan (mengingat), yang berasal dari diskriminasi pemikiran (oh ini baik dan oh ini buruk) yang berasal dari keinginan awal yaitu melihat, mendengar, merasa dsbnya.

Tapi metode ini bisa digunakan untuk awal meditasi, tapi dilanjutkan dengan metode mengosongkan residu tsb dengan kembali ke titik sebelum otot craving(non fisik) menegang. Cara mengembalikannyapun jangan menggunakan otak/otot keinginan, agak susah menerangkan tapi begitu sudah masuk ke meditative state, hal ini akan kembali dengan sendirinya. (mungkin analoginya spt orang yang membuang nafas, semua tubuh lemas dgn sendirinya dan kembali keposisi pasrah/relax)

3. Things/sensations/events to be found at meditation that have to be avoided

a). Begitu kita mengetahui berapa panjang nafas kita, memperpanjang/memperpendek nafas, secara tidak sadar kita sudah menggunakan otak untuk mendiskriminasi aktifitas cravings.
Diskriminasi adalah hasil analisa beberapa cravings, kalau sudah ada multiple cravings berarti sudah tidak emptiness lagi

b. Sensasi seperti warna2, mahluk halus, getaran, suara2 dsbnya
Begitu kita merasa kaget, wah, surprised, terkesima, takut dsbnya, itu berarti kita sudah menggunakan pengalaman dari multiple cravings.
Pengalaman adalah hasil dari 6 pintu kekotoran yang dianalisa/dirangkum oleh otak(sebuah pintu).

c). Semua sensasi yang menyebabkan kita ber-reaksi merupakan tanda kita berhenti dari state emptiness.

d). Meskipun antisipasi merupakan bentuk2 keinginan/craving tapi mungkin bisa digunakan sebagai awal2 persiapan meditasi yg nantinya harus dihilangkan residu/sisanya.
Sejauh ini, dengan mempersiapkan diri dgn pengetahuan yang benar baru kita bisa mengantisipasi setiap sensasi. Contoh dengan mengetahui sebelum bermeditasi akan ada sensasi, kita sudah antisipasi yg dengan sendirinya tubuh tidak akan bereaksi. Ada suatu titik(bukan secara fisik) dimana tidak bisa disebut sebagai konsentrasi(karena konsentrasi sering di asosiasikan dengan otak/pikiran, dan tidak bisa juga dikatagorikan sebagai keinginan/tekad karena tekad bisa diasumsikan sebagai keinginan) tapi suatu emptiness state dimana tanpa berkeinginan dan tanpa konsentrasipun, kita tetap berada di state tsb tanpa tergoyahkan oleh sensasi.

e). Tidur/ngantuk adalah salah satu kekotoran batin.
Ngantuk bisa dihilangkan BUKAN dengan menggoyang2kan tubuh, minum caffeine, mukul2 badan dsbnya. Tapi dengan scanning. Sekali lagi jangan menggunakan otak, tapi gunakan metode pertama dengan memperhatikan dimana posisi otot ngantuk - sekali lagi ini otot non-fisik (meskipun kedengarannya aneh, karena tidak ada otot ngantuk), dengan menyadari-acknowledge darimana ngantuk ini, otot mana yg ngantuk. Apakah otot mata, otot otak yg menyebabkan ngantuk ini, secara perlahan2 rasa tsb akan menghilang dengan sendirinya. Sekali lagi jangan menggunakan organ2 khanda tadi spt otak dsbnya. Ingat setiap penggunaan organ/khanda adalah craving/keinginan.

4. Rupa/form/bentukan adalah beban(tidak kekal).
Dalam meditasi setiap bentukan baik fisik/non-fisik adalah beban(tidak kekal-anicca) yang akhirnya memerlukan perawatan/perbaikan yang pada akhirnya menyebabkan keinginan/craving.

5. Tujuan bermeditasi.
Sebaiknya kita berpatokan pada ehi passiko. "Tujuan" memiliki unsur keinginan, justru meditasi itu untuk menghilangkan craving, dimana dengan sendirinya sesuai dengan tingkat keberhasilan seseorang dalam bermeditasi, meskipun pada akhirnya yang akan didapat adalah "WISDOM/KEBIJAKSANAAN", Tujuan selain merupakan bentuk keinginan, juga memiliki unsur ingin memiliki. Kalau bisa dimiliki berarti sudah memiliki rupa/bentuk baik fisik maupun non fisik. Contoh gampang non-fisik adalah ego, dimana bentuk/nama/rupa/form adalah tidak kekal (anicca)






0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close