Jump to content


Welcome to Wihara.com


Sign In 

Create Account
Selamat datang di Wihara.com :D , Ayo Ikutan Bergabung jadi kamu bisa mendapatkan manfaat dari sini :
Manfaat2 nya di antara lain

- Nanya2 & Sharing Pengalaman Buddhist Kamu
- Meningkatkan Kebijaksanaan Kamu
- Belajar Ngendalikan Emosi
- Menjadi Orang yg Lebih Baik
- Lebih Bahagia Dalam Hidup
- Kenalan Antar Anak Buddhist di Kota Kamu
- Gathering di Kota Masing2

Yuk Bergabung Dengan Kita :D
 

Photo
* * * * * 1 votes

Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra


  • Please log in to reply
1 reply to this topic

#1 sen

sen

    Loka Vinayaka

  • Members
  • 13
  • 1,593 posts
  • 7 thanks

Posted 03 May 2017 - 09:46 PM

MAHAYANA TRIPITAKA SUTTRAM
Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra
Vairocana%20Bija%20Amh.png
Maha Vairocana Buddha

Sattva Vajra
puxienfo.jpg
Samantabhadra Maha Bodhisattva

Bab 1
nidāna parivartah




Demikianlah telah kudengar, pada satu waktu, sang Bhagavān sedang tinggal berdiam di Māgadha, dalam keadaan kemurnian di Bodhimandā, baru saja mencapai pengetahuan yang sesungguhnya. Permukaan tanahnya padat dan kukuh terbuat dari Vajra, terhiasi dengan lingkaran permata yang sangat indah, dan sangat banyak bunga-bunga berharga, dengan permata Mani yang tanpa noda, lautan ciri-ciri dari berbagai jenis warna muncul dalam perwujudan yang tidak terbatas. Spanduk-bendera yang berpermata Mani terus-menerus memancarkan sinar dan menghasilkan suara yang indah. Jaring dari permata yang sangat banyak dan karangan bunga wangi yang indah tergantung di sekelilingnya. Raja Permata Mani muncul secara spontan, menurunkan hujan permata dan bunga-bunga indah yang tidak habis-habisnya di seluruh bumi. Ada deretan pohon permata, dahan dan dedaunannya berkilauan dan berlimpah. Melalui kekuatan Buddha, menyebabkan semua hiasan dari Bodhimandā ini tercermin di sana. Pohon Bodhi itu tinggi dan luar biasa langka. Batangnya terbuat dari Vajra, dahannya dari Vaidūrya, cabang dan rantingnya dari berbagai jenis permata. Daun permatanya menyebar di semua penjuru arah, menyediakan naungan seperti kumpulan awan. Bunga-bunga permata beraneka warna dengan cabang rantingnya menyebarkan bayangannya.

 

Lagi, buah yang terbuat dari permata Mani berkobar dengan kilauan sinar, bersama-sama dengan susunan besar dari bunga-bunga itu. Seluruh lingkaran Pohon itu memancarkan cahaya; Dalam cahaya itu, menurunkan hujan permata Mani, dan di dalam setiap permata Mani itu ada para Bodhisattva berjumlah besar yang sama seperti awan, secara bersamaan muncul.

Lagi, disebabkan oleh kekuatan yang menakjubkan dari sang Tathāgata, Pohon Bodhi itu selalu tetap mengeluarkan suara menakjubkan yang memberitakan berbagai macam Dharma dengan tanpa akhir.
 

Di dalam istana (vimāna) dari sang Tathāgata, menara dan paviliun yang sangat besar, indah, dan terhias membentang di seluruh sepuluh penjuru arah, terbuat dari permata Mani, beraneka warna, terhiasi dengan jalinan berbagai jenis bunga-bunga permata. Dari semua hiasan itu memancarkan cahaya yang seperti awan, membentuk spanduk-bendera dari bentangan pantulannya di dalam istana itu. Para Bodhisattva yang tidak terhitung jumlahnya, para majelis di Bodhimandā, semuanya berkumpul bersama di sana. Ada terpancar keluar sinar dari semua Buddha dan suara-suara yang tidak terbayangkan, membentuk jaring dari raja permata Mani. Semua keadaan ini yang muncul di dalam Bodhimandā disebabkan oleh kekuatan yang tanpa kesukaran dari sang Tathāgata. Gambaran rupa tempat tinggal dari semua makhluk hidup juga tampil disana.

Lagi, melalui bantuan kebajikan dari kekuatan semua Buddha, mencakup seluruh dharmadhātu di dalam satu pikiran. Tahta Singa itu sangat tinggi, luas, dan indah. Mimbarnya terbuat dari permata Mani. Jaringnya terbuat dari bunga teratai. Permata murni dan menakjubkan membentuk roda, bunga beraneka warna membentuk karangan bunga. Ruang besar dan paviliun, menara dan ruang kecil, tangga dan pagar, pintu dan jendela, semua objek apapun, sepenuhnya terhiasi.

Cabang dan buah dari pohon permata itu tersebar secara teratur, awan dari cahaya permata Mani bersinar satu sama lain. Para Buddha dari sepuluh penjuru arah memunculkan Raja Mani. Semua Bodhisattva datang memancarkan cahaya silau dari permata yang sangat indah di jambul Mereka.

Lagi, melalui bantuan kekuatan dari semua Buddha, Mereka mengumumkan keadaan yang besar dan luas dari para Tathāgata. Kefasihan dan suara Mereka yang menjangkau luas menembus semua.

Pada waktu itu, sang Bhagavān Buddha, duduk di atas tahta ini, telah mencapai yang tertinggi, pengetahuan yang sesungguhnya tentang semua gejala kejadian, kebijaksanaan-Nya memasuki tiga masa waktu, sepenuhnya tenang dan seimbang. Tubuh-Nya berisi semua dunia. Suara-Nya mencapai semua wilayah di sepuluh penjuru arah. Sama seperti ruang angkasa mengandung segala sesuatu, namun tidak membeda-bedakan diantaranya, atau, ruang angkasa yang menyerap meliputi semua, dengan tidak memihak memasuki semua wilayah, Bentuk-rupa-Nya secara abadi dan muncul dimana-mana, duduk di semua Bodhimandā.

Di tengah-tengah dari rombongan Bodhisattva, sang Buddha memancarkan cahaya cemerlang yang menakjubkan, sama seperti saat matahari terbit menyinari seluruh dunia. Lautan besar dari Kebajikan yang sangat banyak yang di olah di dalam tiga masa waktu telah termurnikan, dan namun Dia terus menerus mewujudkan kelahiran di dalam semua Buddhaksetra. Tanda-tanda yang tidak terbatas dari bentuk-rupa-Nya sepenuhnya sempurna. Pancaran cahaya-Nya menyerap meliputi dharmadhātu dengan sama rata dan tanpa perbedaan. Dia mengumumkan semua Dharma, sama seperti menyebarkan awan besar. Setiap ujung rambut-Nya menampung semua dunia dengan tanpa halangan. Di setiap itu, Dia mewujudkan penembusan yang tidak terbatas untuk mengajar, mengubah, menjinakkan, dan menundukkan semua makhluk hidup. Tubuh-Nya mengisi sepuluh penjuru arah, tidak datang dan tidak pergi. Kebijaksanaan-Nya menembus semua gejala kejadian dan memahami kekosongan dan keheningan dari semua gejala kejadian. Setiap perubahan wujud magis dari semua Buddha dari tiga masa waktu tanpa pengecualian bisa terlihat di dalam cahaya itu, dan semua hiasan dari ksetra dari semua Buddha selama kalpa yang tidak terbayangkan sepenuhnya terwujudkan disana.

Sang Buddha dikelilingi oleh para Bodhisattva Mahasattva yang jumlahnya sebanyak butiran debu di dalam sepuluh Buddhaksetra. Nama-namanya yaitu : Samantabhadra Bodhisattva Mahasattva, Samantagunaparamadipaprabha Bodhisattva Mahasattva, Samantaprabhasimhadhvaja Bodhisattva Mahasattva, Samantaratnajvalasuksmaprabha Bodhisattva Mahasattva, Samantasvaragunasagaradhvaja Bodhisattva Mahasattva, Samantajnanatejabuddhaksetra Bodhisattva Mahasattva, Samantaratnasikhapuspadhvaja Bodhisattva Mahasattva, Samantajnanapramuditasvara Bodhisattva Mahasattva, Samantavisuddhanyagunaprabha Bodhisattva Mahasattva, Samantaprabhalaksana Bodhisattva Mahasattva, Mahacandraprabhasagarapratibhasa Bodhisattva Mahasattva, Meghasvarasagaraprabhavimalakosa Bodhisattva Mahasattva, Gunalamkrtaprajnasambhava Bodhisattva Mahasattva, Mahamuktigunaprabha Bodhisattva Mahasattva, Parakramapadmasikha Bodhisattva Mahasattva, Samantajnanameghasuryadhvaja Bodhisattva Mahasattva, Mahavajraviryadrdha Bodhisattva Mahasattva, Gandhajvalaprabhadhvaja Bodhisattva Mahasattva, Tejasrigunasukvana Bodhisattva Mahasattva, Mahagunaprabhaprajnasambhava Bodhisattva Mahasattva. Mereka ini adalah beberapa dari Pemimpin, dan jumlah Mereka sebanyak butiran debu di dalam sepuluh Buddhaksetra.

Semua para Bodhisattva ini di masa lampau telah mengumpulkan akar-akar kebajikan dan mengolah bodhisattvacārya bersama dengan Vairocana Tathāgata, dan semua dari Mereka dilahirkan dari lautan akar kebajikan dari para Tathāgata. Mereka telah sepenuhnya menyempurnakan semua Pāramitā. Mata kebijaksanaan Mereka jelas dan menembus, dan mengamati tiga masa waktu dengan sama. Mereka telah mencapai kemurnian yang sepenuhnya di dalam semua Samadhi. Kefasihan Mereka yang seperti lautan adalah yang tidak habis-habisnya dan sangat luas. Dipenuhi dengan kualitas kebajikan Buddha, Mereka patut dimuliakan dan bermartabat. Mereka mengetahui indera dari para makhluk hidup, menjinakkannya, dan merubahnya dengan sesuai. Mereka telah masuk ke dalam garbha dari dharmadhatu melalui kebijaksanaan yang tidak membeda-bedakan. Mereka telah mencapai pembebasan dari para Buddha, yang sangat dalam dan sangat luas. Mereka mampu masuk ke dalam satu bhumi melalui upāya-kausalya, namun mempertahankan kebajikan dari semua bhumi, didukung oleh lautan dari semua pranidhāna, selalu disertai dengan kebijaksanaan terus hingga akhir masa. Mereka telah sepenuhnya memahami pencapaian yang sangat langka, alam rahasia yang sangat luas dari semua Buddha. Mereka mengenal dengan baik kesamaan dari semua Buddhadharma. Mereka telah menapak di Samantaprabha Buddhabhumi. Mereka telah memasuki pintu menuju ke lautan dari Samadhi yang tanpa batas. Di dalam semua tempat, Mereka mewujudkan tubuh yang sesuai, mengikuti kebiasaan duniawi, bekerja sama dan menyesuaikan diri terhadap yang di sekitar. Kekuatan ingatan Mereka sangat besar, mampu menyatukan dan menegakkan kumpulan dari lautan dari semua Dharma. Dengan kefasihan dan upāya-kausalya, Mereka memutar Roda yang tanpa kemunduran. Lautan besar dari kualitas kebajikan dari semua Tathāgata masuk seluruhnya kedalam tubuh Mereka. Dengan mengikuti pranidhāna, Mereka pergi ke semua ksetra dimana para Buddha berada. Diseluruh kalpa terdahulu yang banyaknya tidak terbatas, Mereka telah membuat persembahan kepada semua Buddha dengan senang hati dan tanpa lelah. Mereka selalu tinggal berdiam di Bodhimandā dari para Tathāgata, mendekatinya dan tidak pernah meninggalkannya. Melalui pencapaian dari lautan pranidhāna dari Samantabhadra, Mereka selalu memungkinkan semua makhluk hidup untuk menyempurnakan tubuh kebijaksanaan (prajnakaya). Para Bodhisattva itu telah menyelesaikan kualitas kebajikan yang tidak terukur seperti ini.

Lagi, ada para Vajradhara yang jumlahnya sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra, Mereka ini yaitu : Vicitra Narayana Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Tubuh Kekar Yang Menakjubkan), Suryaturandhvaja Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Bendera Yang Cepat Dari Matahari), Sumeru Giri Puspa Prabha Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Cahaya Bunga Dari Gunung Sumeru), Vimala Meghagarjana Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Awan Guntur Yang Tanpa Noda), Sumahasindriya Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Indera Yang Sangat Agung), Abhiramabhasa Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Cahaya Yang Menyenangkan), Mahavrksa Meghanirghosa Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Suara Petir Pohon Besar), Simharajabhasa Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Cahaya Raja Singa), Jvalamangalacaksu Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Mata Keberuntungan Dari Kobaran Api), Padmaprabharatnasikha Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Jambul Permata Cahaya Bunga Teratai). Mereka ini adalah para Pemimpin, dan jumlah Mereka sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra. Mereka semua telah senantiasa membuat Maha Pranidhāna selama kalpa yang tidak terhitung di masa lampau, berikrar untuk selalu mendekati dan memuja semua Buddha. Prakteknya yang sesuai dengan Pranidhāna telah terpenuhi, dan Mereka telah mencapai kesempurnaan ke pantai seberang (paramita).

Mereka telah mengumpulkan perbuatan kebajikan murni yang tidak terbatas, dan telah sepenuhnya memahami keadaan dari praktek dari semua Samadhi. Mereka telah mencapai Bala pāramitā dan tinggal berdiam bersama dengan para Tathāgata. Mereka telah memasuki keadaan dari pembebasan yang tidak terbayangkan. Di tengah-tengah perkumpulan majelis, cahaya Mereka yang mempesona lebih-lebih lagi menembus. Mereka mewujudkan tubuh-tubuh yang sesuai untuk menjinakkan semua makhluk hidup. Dimanapun ada perwujudan para Buddha, Mereka semua pergi ke sana secara ajaib. Dimanapun para Tathāgata tinggal berdiam, Mereka selalu dengan rajin menjaga dan melindungi tempat itu.

Lagi, ada para Ganakayaka (dewa bertubuh banyak) yang jumlahnya sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra, Nama-namanya yaitu : Puspalamkrtasikha, Dasadiksavirajatiprabha, Samudrasvaradamaka,
Vimalapuspalamkrtasikha, Anantabhimaparicarya, Paramaprabhavyuha, Vimalaprabhagandhamegha, Dharapalaka, Sarvagatapalaka, Avikaraprabha. Mereka ini adalah para Pemimpin, dan jumlah Mereka sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra. Mereka semua telah di masa lampau memenuhi Maha Pranidhāna dan telah memuja dan melayani semua Buddha.

Lagi, ada para Padanyasa deva (dewa pejalan kaki) yang jumlahnya sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra, Nama-namanya yaitu : Ratnamudra, Padmaprabha, Vimalapuspasikha, Sarvasudarsanavikurvana, Vicitranaksatraratnadhvaja, Sukhamrsvasvaravaca, Candanavrksaprabha, Padmatejas, Suksmaprabha, Vicitrapuspasamgraha, dan seterusnya. Mereka ini adalah para Pemimpin, dan jumlah Mereka sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra. Selama kalpa masa lampau yang tidak terhitung, Mereka semua telah mendekati para Tathāgata, dan dengan penuh keyakinan mengikuti Mereka.

Lagi, ada para Bodhimanda deva (dewa penjaga tempat kebangkitan) yang jumlahnya sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra, Nama-namanya yaitu : Vimalalamkaradhvaja, Sumeruratnasubha, Meghagarjanalaksanadhvaja, Divyacaksupuspavarsa, Malaprabhasikha, Ratnalamkaravarsa, Suragandhacaksu, Vajravarnamegha, Padmaprabha, Nistarkyarasmiprabha, dan seterusnya. Mereka ini adalah para Pemimpin, dan jumlah Mereka sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra. Di masa lampau, Mereka telah bertemu para Buddha yang tidak terbatas jumlahnya, dan telah memenuhi Pranidhāna untuk membuat persembahan yang luas kepada Mereka.

Lagi, ada para Nigama deva (dewa kota) yang jumlahnya sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra, Nama-namanya yaitu : Ratnasikhaprabha, Subhapratimanditamadi, Vimalasukharatna, Apasokavisuddhi, Puspadipajvalacaksu, Jvaladhvajasampradarsitavyuha, Punyaprabha, Vimalaprabha, Gandhasikhalamkara, Subharatnaprabha, dan seterusnya. Mereka ini adalah para Pemimpin, dan jumlah Mereka sebanyak butiran debu di dalam semua Buddhaksetra. Selama banyak kalpa yang tidak terhitung dan tidak terbayangkan, Mereka semua telah menghiasi dan memurnikan istana-istana tempat para Tathāgata tinggal berdiam.
 
Lagi, ada para Bhumi deva (dewa tanah) yang jumlahnya sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra, Nama-namanya yaitu : Samantagunavimalapuspa, Drdhapunyalamkara, Supuspalamkaradruma, Samantaratnadana, Vimalacaksukaladarsin, Paramasubhacaksu, Gandhakesaprabha, Pramodikasvara, Supuspavartasikha, Vajralamkarakaya, dan seterusnya. Mereka ini adalah para Pemimpin, dan jumlah Mereka sebanyak butiran debu di dalam semua Buddhaksetra. Mereka semua di masa lampau telah bersungguh-sungguh membuat ikrar yang mendalam untuk selalu mendekati semua Buddha dan mengolah tindakan kebajikan.

Lagi, ada para Parvatasura (dewa gunung) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Pusparatnakuta, Puspavanasusikha, Samantarocanuccadhvaja, Vimalaratnasikha, Dasadiksavirajatiprabha, Mahabalaprabha, Sarvanirjayativicitraprabha, Suksmavikramacakra, Samantacaksupratyaksadrsi, Guhyavajracaksu. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Parvatasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua telah memperoleh mata yang murni sehubungan dengan semua gejala kejadian.

Lagi, ada para Vana deva (dewa hutan) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Meghapuspavistara, Vipatakarasmipuskalaskandha, Tejamucavitapadhara, Vimalabhadrapattra, Vilagnajvalaratna, Vimalaprabha, Pramodikameghanirghosa, Sarvavyapigandhaprabha, Prthupajasuksmaprabha, Puspaphalarasaprabha, dan seterusnya. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Vana devata yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua memiliki cahaya terang yang menyenangkan dan tanpa batas.

Lagi, ada para Ausadhisura (dewa tumbuhan obat) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Mangala, Candanavana, Vimalaprabha, Samantayasa, Jvalakupa, Samantabhaisajyavisuddha, Nardana, Suryavirocaterasmiketu, Dasadiksasphatadrsti, Viryavrddhilocana, dan seterusnya. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Ausadhisura yang jumlahnya tidak terhitung, dan sifat alami Mereka terbebas dari semua kekotoran batin. Mereka menolong para mahkluk dengan kebaikan dan belas kasih.
 
Lagi, ada para Sasyasura (dewa panen) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Komalasurasa, Kalakusumavimalaprabha, Vikrantaviryarogyakaya, Prayus, Samantamulaphalajanati, Vicitralamkaramandalasikha, Prakledanavimalapuspa, Sugandhanispadana, Sampreksakapramodin, Vimalasuddhaprabha, dan seterusnya. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Sasyasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua telah mencapai Maha Sukha.

Lagi, ada para Nadisura (dewa sungai) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Samantajavarayakara, Samantajalakarasrotasvisuddha, Virajamalacaksu, Dasadiksanadin, Sattvaraksa, Ataptavimalaprabha, Samantapramodakara, Mahagunaparamadhvaja, Sarvalokadyutikaraprabha, Sagaragunaprabha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Nadisura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua secara rajin fokus pada menguntungkan para makhluk hidup.

Lagi, ada para Samudrasuradhipati (dewa penguasa lautan) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Ratnaprabhakara, Vajraketu, Vimala, Sarvajalamadi, Subharatnacandra, Supuspanagasikha, Samantaprabharasadhara, Puspaprabharatnajvala, Suvajrasikha, Samudravelameghanada. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Samudrasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua telah memenuhi tubuh mereka dengan lautan besar dari kebajikan dari para Tathāgata.

 

Lagi, ada para Jalasuradhipati (dewa penguasa air) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Samantameghadhvaja, Samudravelameghanada, Abhiramacakrasikha, Upayakausalyavarta, Vimalagandhasamgraha, Punyasetuprabhasvara, Tosamukti, Suddhanandapriyasvara, Samantavicitraprabhaprakata, Samudrapradhavagarjitasvara. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Jalasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka menguntungkan semua makhluk hidup, dengan rajin menyelamatkan dan melindungi mereka.
 

Lagi, ada para Agnisuradhipati (dewa penguasa api) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Samantaprabhajvalakosa, Samantaprabhasamajadhvaja, Mahasamantarasmiprabha, Vicitramadi, Amitabhasikha, Anekajvalacaksu, Dasadiksamadisumeruparvatayati, Vicitraprabhadhipa, Tamoghnaprabha, Meghanadasani. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Agnisura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua menampakkan berbagai jenis kecemerlangan, menghalau dan membakar penderitaan para makhluk hidup.

 

Lagi, ada para Vayusuradhipati (dewa penguasa angin) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Avartaprabha, Samantavikramakarmaprakata, Meghadhvajapraharavata, Prabhavyuha, Jalasosabala, Samantamahanadavasita, Sakhavilagnasikha, Avighnayasa, Nanaharmya, Mahasamantarasmiprabha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Vayusura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua rajin melenyapkan pikiran sombong.

Lagi, ada para Akasasuradhipati (dewa penguasa langit) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Samantavimalatejavabhasa, Samantavistaraduraparyatati, Mangalavatakara, Anivaritakseminasthita, Vistirnapadasusikha, Avartaprabhajvala, Apratihatajayabala, Vimalaprabha, Gambhiravibhvamanjughosa, Dasadiksavyaprabha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Akasasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan pikiran Mereka terbebas dari kekotoran, sangat luas, terang, dan murni.
 

Lagi, ada para Diksasuradhipati (dewa penguasa penjuru) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Samantasthita, Samantaprabha, Rasmiprabhavyuha, Samantanivaritaviharin, Atyantamohapariccheda, Samantavimalakasaviharin, Mahameghanadadhvaja, Avighnacaksusikha, Samantalokakarmavalokate, Samantavalokiteviharin. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Diksasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan melalui upaya-kausalya Mereka memancarkan cahaya ke semua penjuru arah, selalu menyinari sepuluh penjuru arah terus-menerus tanpa halangan.
 


Yang terbahagiah dari semua kebahagiaan adalah membahagiakan Ayah dan Ibu.
Om Ami Dewa Si
http://bodhicitta.createaforum.com
Om Namah Sri Vajra Mahakalaya

#2 sen

sen

    Loka Vinayaka

  • Members
  • 13
  • 1,593 posts
  • 7 thanks

Posted Today, 12:33 PM

NAMAH SAMANTA BUDDHANAM AM

NAMAH SAMANTA VAJRANAM MA

NAMAH SAMANTA VAJRANAM HUM

 

Tolong bantuannya tidak mereply di post Sutra Mahayana ini.

Terima Kasih


Yang terbahagiah dari semua kebahagiaan adalah membahagiakan Ayah dan Ibu.
Om Ami Dewa Si
http://bodhicitta.createaforum.com
Om Namah Sri Vajra Mahakalaya




0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

 
x

Halo :)

Halo :), Selamat Datang di Wihara.com :D

Yuk bergabung dengan kita, di jamin jadi lebih bijaksana, baik & sabar hehe

Kamu bisa bertanya2 ataupun sharing2 pengalaman kamu sebagai Buddhist

Ayo tunggu apa lagi, bergabung skrg :D. Click di "Register". Thanks :)
register close